BAB 5 PENUTUP
5.2 Saran
Pengembangan subsektor penerbitan dalam satu tahun kedepan akan difokuskan pada:
• Mulai melakukan pemetaan potensi dan publikasi hasil pemetaan lembaga pendidikan nonformal dan komunitas serta stakeholder terkait pengembangan sdm kreatif penerbitan.
• Mulai melaksanakan Kerjasama dengan Lembaga Pelatihan Non-Formal dan Komunitas dalam mengembangkan kualitas SDM penerbitan melalui pelatihan/workshop berkaitan
• Pengembangan/penulisan konten kreatif (IP Awareness, Creative Thinking, Editing,
Design dan Animation).
• Mengusulkan kebijakan perpajakan mengenai harga bahan baku khususnya kertas dan tinta untuk produktivitas penerbitan cetak.
• Mulai menyediakan data dan informasi terkait sumber daya alam yang dapat digunakan untuk bahan baku penerbitan alternatif.
• Mulai memberikan dana hibah penelitian terkait bahan baku produksi penerbitan berbasis sumber daya lokal.
• Melakukan pemetaan potensi keberadaaan usaha kreatif penerbitan di Indonesia.
• Memfasilitasi penelitian dan pengembangan konten karya kreatif penerbitan Indonesia berbasis budaya bangsa.
• Mulai menyediakan subsidi pembiayaan untuk produktivitas karya kreatif penerbitan berbasis budaya bangsa, bahasa daerah, sejarah dan sastra klasik.
• Mulai menyediakan subsidi pembiayaan untuk penelitian berkaitan dengan karya kreatif bermuatan budaya, kenegaraan, bahasa daerah dan sejarah bangsa.
• Membangun portal sebagai sarana promosi dan sistem informasi pasar karya kreatif di dalam negeri dan luar negeri yang dapat diakses dengan mudah dan informasinya didistribusikan dengan baik.
• Mulai menyediakan jalur distribusi alternatif untuk meningkatkan keterjangkauan logistik dan transportasi karya kreatif penerbitan yang merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota; dan provinsi.
• Mulai memberikan fasilitas teknologi pendukung untuk menyebarkan karya kreatif di bidang penerbitan.
• Mulai meningkatkan persebaran dan kecepatan internet di Indonesia secara bertahap.
• Melakukan harmonisasi kebijakan perbukuan (Undang-Undang Perbukuan).
• Melakukan harmonisasi kebijakan tata niaga produk penerbitan (isu buku cetak dan digital, isu keberpihakan pada industri penerbitan lokal, pengembangan konten lokal, perluasan pasar bagi penerbit lokal).
• Melakukan harmonisasi kebijakan pembiayaan bagi industri penerbitan lokal.
• Melakukan harmonisasi kebijakan fasilitasi insentif bagi industri penerbitan lokal
• Membangun portal subsektor industri kreatif penerbitan sebagai sarana pendataan potensi lembaga pendidikan, industri dan komunitas yang mendukung kegiatan ekosistem penerbitan.
• Mendorong tersedianya karya kareatif penerbitan yang berkualitas dan terjangkau untuk meningkatkan minat baca dan tulis masyarakat serta penyediaan karya kreatif penerbitan nasional di institusi-institusi pendidikan.
• Mengoptimalkan standarisasi karya-karya kreatif penerbitan seperti bahasa, etika penulisan, EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
• Memberikan fasilitas untuk pameran karya penerbitan di tingkat internasional.
• Menjalin kerjasama dengan komunitas di bidang penerbitan untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap karya penerbitan lokal.
Untuk penyempurnaan studi dan penulisan buku rencana aksi periode selanjutnya, perlu dilakukan beberapa hal seperti: meningkatkan intensitas kolaborasi antar pemangku kepentingan di subsektor penerbitan, meningkatkan intensitas komunikasi lintas kementerian/lembaga, dan memutakhirkan data kontribusi ekonomi dengan perbaikan pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) Kreatif.
Referensi
Baiquni, Ahmad, Ekspor produk industri kreatif 2013 tembus Rp.119,7T, 13 Februari 2014, diakses daring melalui www.merdeka.com.
Behar, dkk (2011) ‘Publishing in the digital era’. A Bain & Company study for the Forum d’Avignon, Bain & Company, Inc.
Bismo, Mahesa, Jumlah Penerbitan Buku Indonesia Tergolong Rendah, 9 Oktober 2013, Diakses daring melalui www.beritasatu.com
Business & Economy, Farid Aulia Tanjung, Ekonomi Kreatif, Seberapa penting bagi Indonesia, 3 Maret 2014, Diakses daring melalui www.bglconline.com.
Carreiro, E. (2010) ‘Electronic books: How digital devices and supplementary new technologies are
changing the face of the publishing industry’, Publishing research quarterly, 26(4), pp. 219–235.
Gennard, John dan Dunn, Steve (1983) ‘The impact of new technology on the structure and organization
of craft unions in the printing industry’. Business Journal of Industrial Relations, 21(1)17-32, diterbitkan
daring pada 2 Januari 2009.
Lina, Kemendikbud : Indonesia masih kekurangan penulis, 25 November 2013, Diakses daring melalui www.mizan.com.
Lyubareva I., Benghozi P.-J.,Fidele T. (2013), ‘Online Business Models in Creative Industries: Diversity and Structure’, Journal of International Studies in Management and Organization, forthcoming
Miyamoto, Dai dan Whittaker, D.H (2005) ‘The Book Publishing Industry in Japan and the UK: Corporate Philosophy/Objectives, Behaviour and Market Structure’. ESRC Centre for Business Research, University of Cambridge Working Paper No. 309.
Moldvay, Caitlin(2012) Industry Analysis: Publi.shing. Printing in the US IBISWorld Industry Report. Diakses daring pada www.ibisworld.com.
Morgan, Nick (2012) What Is the Future of Publishing?. Diakses daring pada 14 maret 2014, melaluihttp://www.valueline.com.
Mussinelli, C. (2010) ‘Digital Publishing in Europe: a Focus on France, Germany, Italy and Spain’,
Publishing research quarterly, 26(3), pp. 168–175.
Osterwalder.A dan Pigneur (2010) Business Model Generation, Wiley.
Piergiovanni, R., Carree, M. A. and Santarelli, E. (2012) ‘Creative industries, new business formation, and regional economic growth’,Small Business Economics, 39, pp. 539–560
Ronte, H. (2001) ‘The impact of technology on publishing’, Publishing research quarterly, 16(4), pp. 11–22.
Simon, JP dan De Pratto, G (2012) Statistical, Ecosystem and Competitivenes, Analysis of the Media and Content Industry: The publishing Industry. JRC Technical Reports, European Commission. Siregar, Aminuddin, Klub Haus Buku, 4 Juni 2008, Penerbit Buku Di Indonesia, Diakses daring melalui www.klubhausbuku.wordpress.com
Sozio, Lauren.C (2011) ‘From Hardback to Software: How the Publishing Industry is Coping with
Convergence’.MSc in Global Media and Communications, Compiled by Dr. Bart Cammaerts and
Dr. Nick Anstead.MEDIA@LSE Electronic MSc Dissertation Series
Throsby, D., (2001), Economics and Culture, Cambridge: Cambridge University Press Tian, X. and Mrtin, B. (2010) ‘Digital technologies for book publishing’, Publishing research
quarterly, 26(3), pp. 151–167
Wedhaswary, Inggried dwi, Jumlah Terbitan Buku di Indonesia Rendah, 25 Juni 2012, Diakses daring melalui www.kompas.com.
Wiener,Jessica (2013)‘The Benefits of Self-Publishing vs. Traditional Publishing’. Diakses daring pada 14 Maret 2014,melalui http://www.amarketingexpert.com
Yew, Cheang Chee.,dan Tan, Eugene., (2005).The Print Industry: An Overview. Publisher:
Information Services Division. National Library Board, Singapore.
Laporan
Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2009-2015
Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik No. 57 Tahun 2009 Tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
Skillset Assesment United Kingdom Tahun 2011, Sector Skills Assessment for the Creative Industries of the UK.
European Commission. (2009) Printing and Publishing. Comprehensive sectoral analysis of emerging competencesand economic activities in the European Union, Directorate-General for Employment, Social Affairs and Equal OpportunitiesUnit F3. Diakses daring pada http:// ec.europa.eu
Department for Culture, Media & Sport Classifying andMeasuring the Creative Industries (UK)(2011)
Lain-lain
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Jakarta Merriam - Webster Dictionary
[Liputan 6] Forum Lingkar Pena: Pabrik Penulis Cerita, 22 September 2013, Diakses daring melalui www.news.liputan6.com.
Majalah Indonesia Print Media Edisi 48 September - Oktober 2012.
Kurangnya Perhatian Pemerintah Indonesia pada Penerbitan Buku, Diakses online melalui www. infoakademika.com
Informasi Industri Buku Indonesia, 14 Maret 2014, Diakses online melalui http://ikapi.org Mengenal eBook Store, Apa pandangan Anda tentang buku digital?, 27 September 2013, Diakses online melalui www.ikapi.com
Bowker: annual report on U.S print book publishing for 2012
Publications Collection Classification Guidelines, MAY 2013,For the Collection and Classification
102 Ek onomi Kr eatif: R enc ana P engembangan P enerbitan Nasional 2015-2019
MATRIKS TUJUAN, SASARAN, ARAH KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENGEMBANGAN PENERBITAN
MISI/TUJUAN/SASARAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
MISI 1: Mengembangkan sumberdaya lokal kreatif bagi penerbitan Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing 1, Penciptaan sumber daya manusia kreatif penerbitan yang berkualitas dan berdaya saing
1.1 Meningkatnya mutu pengelolaan Pendidikan Formal, Non-Formal dan Informal yang mendukung orang kreatif Penerbitan merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota
a Bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dalam melakukan kajian dan penyempurnaan kurikulum pendidikan dan pelatihan agar lebih berorientasi pada pembentukan kreativitas dan kewirausahaan
1 Meningkatan mutu lembaga pendidikan, tenaga kependidikan yang mendukung penciptaan dan penyebaran orang kreatif penerbitan secara berkelanjutan khususnya di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur
2 Mendorong tersedianya tenaga ahli pendidikan yang berkualitas ,yang mendukung penciptaan dan penyebaran orang kreatif penerbitan secara berkelanjutan khususnya di Wilayah Indonesia Tengah dan Timur
b Membangun mekanisme kemitraan antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelatihan dengan pelaku usaha dan komunitas untuk mengembangkan pendidikan dan pelatihan berkualitas untuk mengembangkan penerbitan Indonesia
3 Melakukan pemetaan lembaga nonformal dan komunitas terkait industri penerbitan
4 Memberdayakan komunitas dan lembaga pendidikan formal/ nonformal yang mendukung penciptaan dan penyebaran orang kreatif penerbitan secara berkelanjutan 1.2 Mengoptimalkan penyediaan dan
peningkatan sarana dan prasarana yang mengarusutamakan kreativitas SDM Penerbitan merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota
a Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan yang Membangun SDM penerbitan yang Berjiwa Kreatif, Inovatif, Sportif dan Wirausaha
1 Membangun dan mengembangkan fasilitas pendidikan dan pelatihan berkualitas untuk mengembangkan industri penerbitan Indonesia di tingkat provinsi, kabupaten dan kota 2 Meningkatkan jumlah dan memperbaiki fasilitas lembaga
pendidikan dan pelatihan formal dan informal yang mendukung penciptaan orang kreatif penerbitan di provinsi, kabupaten dan kota
103
Lampir
an
MISI/TUJUAN/SASARAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
2. Perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya budaya yang mendukung usaha penerbitan secara berkelanjutan
2.1 Mendukung penyediaan bahan baku yang menunjang produktivitas penerbitan dengan menggunakan sumber daya alam Indonesia (yang terbarukan)
a Penyediaan bahan baku untuk kebutuhan produksi karya kreatif penerbitan
1 Meningkatkan akses dan distribusi terhadap penyediaan bahan baku kertas dan tinta yang murah dan terjangkau untuk mendukung keberlangsungan karya kreatif penerbitan cetak
2 Mendukung ketersediaan sumber daya lokal khususnya kertas dan tinta ramah lingkungan untuk digunakan sebagai bahan baku produksi industri penerbitan
2.2 Menyediakan data dan informasi sumber daya budaya yang akurat dan terpercaya dan dapat diakses secara mudah dan cepat untuk mengembangkan konten kreatif penerbitan
a Pengembangan, Pembinaan dan Perlindungan karya kreatif penerbitan indonesia yang bernilai budaya sebagai jati diri bangsa
1 Melakukan kerjasama dengan subsektor ekonomi kreatif lainnya untuk mengembangkan karya kreatif penerbitan yang menunjukkan identitas budaya bangsa
2 Mengoptimalkan penelitian terkait dengan karya kreatif penerbitan yang bernilai budaya tinggi
b Pelestarian karya kreatif penerbitan yang memiliki nilai sejarah budaya bangsa
3 Memberikan perlindungan karya kreatif penerbitan lokal terhadap invasi budaya negara lain masuk ke Indonesia
MISI 2: Mengembangkan penerbitan Indonesia yang tumbuh merata, berdaya saing dan berkelanjutan 3. Pertumbuhan wirausaha, usaha dan karya kreatif penerbitan yang merata dan berdaya saing
3.1 Meningkatnya wirausaha kreatif penerbitan lokal yang berdaya saing , bertumbuh dan berkelanjutan
a Optimalisasi iklim kolaborasi dan penciptaan
jejaring kreatif antar wirausaha kreatif penerbitan di tingkat lokal, nasional, dan global
1 Melakukan pendataan dan pemetaan mengenai potensi
wirausaha kreatif, usaha kreatif dan orang kreatif penerbitan serta stakeholder yang terkait industri penerbitan
b Penyelarasan pendidikan dengan
kebutuhan dunia usaha dan dunia industri
2 Mendorong para wirausahawan sukses untuk berbagi
pengalaman dan keahlian di institusi pendidikan menengah dan pendidikan tinggi dalam pengembangan calon wirausaha kreatif penerbitan
104 Ek onomi Kr eatif: R enc ana P engembangan P enerbitan Nasional 2015-2019
MISI/TUJUAN/SASARAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
3.2 Meningkatnya usaha kreatif penerbitan lokal yang berdaya saing, bertumbuh, dan berkelanjutan
a Penciptaan usaha kreatif penerbitan lokal di wilayah Indonesia Timur dengan melakukan Koordinasi antar Kementrian dan/atau Lembaga Pemerintah pusat dan daerah
1 Mendukung pemerataan industri penerbitan dan percetakan ke seluruh Indonesia khususnya bagian Wilayah Indonesia Tengah dan Timur
b Optimalisasi iklim kolaborasi dan keterkaitan antar usaha kreatif penerbitan maupun antara industri kreatif lainnya di tingkat lokal, nasional, dan global
2 Membuka jalur kerjasama dengan subsektor ekonomi kreatif lainnya untuk mengembangkan karya kreatif penerbitan yang menunjukkan identitas budaya bangsa
3 Mendukung pengembangan model bisnis wirausaha dan usaha kreatif baru
3.3 Meningkatnya keragaman dan kualitas karya kreatif penerbitan lokal berbasis budaya bangsa
a Pengembangan wacana dan eksplorasi bentuk-bentuk baru dalam penciptaan karya kreatif penerbitan yang memanfaatkan sumber daya budaya lokal secara berkelanjutan
1 Memfasilitasi penelitian terkait dengan karya kreatif penerbitan yang bernilai budaya bangsa dan sumbser daya lokal tinggi
2 Memfasilitasi pendaftaran karya kreatif penerbitan berkualitas untuk terdaftar dalam HKI dan masuk menjadi kekayaaan intelektual dan budaya bangsa
MISI 3: Mengembangkan lingkungan penerbitan Indonesia yang mengarusutamaan kreativitas dan kondusif dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan
4. Penciptaan model pembiayaan yang sesuai, mudah diakses, dan kompetitif bagi usaha, wirausaha dan orang kreatif penerbitan
4.1 Menyediakan pembiayaan penelitian dan pelestarian karya kreatif penerbitan berkaitan dengan budaya bangsa, sastra dan sejarah
a Pengembangan alternatif pembiayaan untuk penelitian pembuatan karya kreatif penerbitan yang sesuai, dapat diakses dengan mudah, dan kompetitif
1 Memfasilitasi adanya skema pembiayaan pencetakan untuk keberlangsungan produktivitas usaha penerbitan karya kreatif cetak lokal khususnya berkaitan dengan budaya bangsa dan bahasa daerah yang mulai hilang a Penyediaan pembiayaan pencetakan karya
kreatif penerbitan lokal untuk mendorong kemajuan usaha penerbitan cetak lokal
1 Membantu pembiayaan penelitian karya kreatif penerbitan (berkaitan dengan budaya bangsa dan bahasa daerah yang mulai hilang) agar dapat bertahan dan lestari
105
Lampir
an
MISI/TUJUAN/SASARAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
5. Pengembangan pasar yang luas bagi penerbitan di dalam dan luar negeri yang berkualitas dan berkelanjutan
5.1 Meningkatnya penetrasi dan diversifikasi pasar karya kreatif penerbitan nasional dan internasional
a Peningkatan kualitas branding, promosi, pameran, festival, misi dagang, B2B networking industri penerbitan di dalam dan luar negeri
1 Mengadakan festival internasional yang akan
mempertemukan pelaku kreatif penerbitan Indonesia dan pemangku kepentingan industri penerbitan manca negara b Pengembangan sistem informasi pasar karya
kreatif penerbitan di dalam negeri yang dapat diakses dengan mudah dan informasi didistribusikan dengan baik
2 Membuat portal data base dalam rangka membangun jejaring antara pelaku usaha penerbitan dan stakeholder industri penerbitan dan memperluas jangkauan distribusi produk kreatif penerbitan Indonesia di dalam dan luar negeridi tingkat lokal, nasional dan global
c Pembatasan terhadap karya kreatif penerbitan mancanegara dan mendukung karya kreatif penerbitan lokal.
3 Memfasilitasi jejaring pelaku industri penerbitan di tingkat lokal, nasional, dan global dalam skema ko-produksi sebagai bagian dari rantai distribusi karya kreatif penerbitan Indonesia
6. Penyediaan infrastruktur logistik dan teknologi pendukung industri penerbitan yang tepat guna, mudah diakses, dan kompetitif
6.1 Menyediakan infrastruktur logistik dan jaringan internet yang memadai dan kompetitif untuk pemenuhan kebutuhan pasar bagi industri penerbitan secara merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota
a Pengembangan infrastruktur logistik di dalam negeri yang dapat diakses dengan mudah untuk mendukung industri penerbitan
1 Memfasilitasi alternatif jalur distribusi dan kerja sama industri untuk memberikan kemudahan akses dan harga khusus bagi konsumen pelajar terkait karya kreatif penerbitan
2 Memfasilitasi peningkatan persebaran dan kecepatan internet di Indonesia untuk mendukung produktivitas pelaku penerbitan Indonesia
b Penguatan dan perluasan pemanfaatan TIK untuk mengakses karya kreatif penerbitan Indonesia
3 Tersedianya teknologi pendukung dalam memfasilitasi peningkatan kualitas usaha dan perlindungan karya kreatif penerbitan
106 Ek onomi Kr eatif: R enc ana P engembangan P enerbitan Nasional 2015-2019
MISI/TUJUAN/SASARAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
7. Penciptaan kelembagaan yang kondusif dan mengarusutamakan kreativitas dalam pengembangan ekonomi kreatif penerbitan
7.1 Menciptakan regulasi yang mendukung penciptaan iklim yang kondusif untuk meningkatan mutu dan penyebaran orang kreatif, wirausaha kreatif dan usaha kreatif penerbitan Indonesia
a Harmonisasi regulasi (menciptakan, de-regulasi) dalam hal pendidikan dan apresiasi, pemanfaatan dan pengembangan sumber daya bangsa, penciptaan nilai kreatif dan industri penerbitan beserta industri pendukunganya, pembiayaan, perluasan pasar, infrastruktur, HKI
1 Harmonisasi-regulasi terkait pendidikan dan
penerbitanterkait keberlangsungan karya kreatif penerbitan, salah satunya adalah Undang-Undang Perbukuan
2 H armonisasi-regulasi terkait perdagangan, teknologi dan penerbitan khususnya terkait persaingan usaha penerbitan Indonesia yang kondusif
3 Harmonisasi-regulasi terkait perpajakan dan penerbitan. 7.2
Meningkatnya partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam pengembangan penerbitan Indonesia secara berkelanjutan
a Peningkatan sinergi,koordinasi, dan
kolaborasi antar aktor (intelektual, bisnis, komunitas, dan pemerintah) dan orang kreatif penerbitan dalam mengembangkan ekonomi kreatif
1 Menciptakan dan memberdayakan wadah konsolidasi,
koordinasi, resource sharing, dan kerja kolektif antar pemangku kepentingan dalam bentuk forum maupun komunitas
b Pengembangan, pembentukan dan
peningkatan kualitas organisasi atau wadah yang dapat mempercepat pengembangan ekonomi kreatif industri penerbitan
1 Mengaktifkan dan memfasilitasi asosiasi penerbit untuk
berjejaring di tingkat lokal, nasional, maupun global
7.3 Tercapainya kreativitas penerbitan
sebagai paradigma pembangunan dan dalam kehidupan masyarakat
a Pengembangan dan pembangunan kreativitas
dan intelektual masyarakat melalui karya kreatif penerbitan Indonesia
1 Meningkatkan minat baca dan tulis masyarakat serta
berpihak pada penggunaan karya kreatif penerbitan nasional
2 Adanya perubahan pola pikir dan kemajuan kreativitas
masyarakat melalui adaptasi karya-karya kreatif penerbitan yang dikelola menjadi karya kreatif lain yang bernilai ekonomi dan budaya yang tinggi
107
Lampir
an
MISI/TUJUAN/SASARAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI
7.4
Meningkatnya posisi, kontribusi, kemandirian serta kepemimpinan penerbitan Indonesia dalam fora internasional
a Meningkatnya posisi, kontribusi, kemandirian
serta kepemimpinan Indonesia dalam forum diplomasi bilateral, regional dan multilateral
1 Menjalin kemitraan strategis dengan negara yang memiliki
kemajuan di bidang penerbitan dalam forum diplomasi bilateral, regional dan multilateral
b Meningkatnya jumlah peserta dalam festival
dan even internasional
2 Memfasilitasi keikutsertaan pelaku penerbitan Indonesia
dengan memberikan subsidi atau sponsorship bagi orang kreatif dan penerbit indonesia yang mampu ikut serta dalam festival dan even internasional
7.5 Meningkatnya apresiasi kepada
orang/karya/wirausaha/usaha kreatif penerbitan lokal di tingkat nasional dan internasional
a Memfasilitasi dan memberikan penghargaan
yang prestisius bagi orang/karya/ wirausaha/ usaha kreatif lokal di tingkat nasional dan internasional
1 Memfasilitasi terbentuknya lembaga penghargaan bagi karya
maupun usaha kreatif di bidang penerbitan yang a dilakukan secara berkelanjutan dan prestisius.
2 Memberikan penghargaan bagi karya maupun usaha kreatif
dalam bidang penerbitan secara berkala
3 Memfasilitasi keikutsertaan karya penerbitan yang
berkualitas untuk mengikuti kompetisi karya kreatif di dalam maupun luar negeri
7.6 Meningkatnya apresiasi masyarakat
terhadap sumber daya alam dan budaya lokal yang dihasilkan melalui karya kreatif penerbitan
a Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan
masyarakat untuk menggunakan karya kreatif penerbitan lokal
1 Mengadakan sosialisasi dan informasi terkait pentingnya
penggunaan produk penerbitan lokal serta kualitas karya kreatif penerbitan lokal yang tidak kalah bersaing dengan karya penerbitan asing
108 Ek onomi Kr eatif: R enc ana P engembangan P enerbitan Nasional 2015-2019
MATRIKS INDIKASI STRATEGIS PENGEMBANGAN PENERBITAN
MISI/TUJUAN/SASARAN INDIKASI STRATEGIS
MISI 1 Mengembangkan sumberdaya lokal kreatif bagi industri penerbitan yang berkualitas dan berdaya saing
1 Penciptaan sumber daya manusia kreatif
penerbitan yang berkualitas dan berdaya saing
a Meningkatnya jumlah Pendidikan Formal dan Nonformal di provinsi/ Kabupaten/Kota yang
menimplementasikan kurikulum pendidikan soft skill yang mendukung keberlangsungan orang kreatif di bidang penerbitan
b Bertambahnya sejumlah lembaga pendidikan formal, non-formal, komunitas yang difasilitasi sarana dan
prasarana kreativitas di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota terkait pembuatan karya kreatif penerbitan
c Adanya pemetaan lembaga nonformal dan komunitas di Indonesia terkait pengembangan SDM kreatif
d Meningkatnya sejumlah peserta pelatihan/workshop berkaitan dengan penulisan konten (IP Awareness,
Creative Thinking, Editing, Design dan Animation)
2. Perlindungan, pengembangan dan
pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya budaya bagi industri penerbitan secara berkelanjutan
a Tersedianya bahan baku kertas dan tinta yang menunjang produktivitas penerbitan sehingga terjangkau dan
terbarukan
b Tersedianya sejumlah data dan informasi sumber daya budaya yang akurat dan terpercaya dan dapat diakses
secara mudah dan cepat untuk mengembangkan konten kreatif penerbitan
c Meningkatnya sejumlah penelitian / karya kreatif berbasis sumber daya budaya lokal untuk pengembangan
karya kreatif penerbitan
MISI 2: Mengembangkan industri penerbitan yang tumbuh merata, berdaya saing dan berkelanjutan
3. Pertumbuhan industri penerbitan yang
merata dan berdaya saing
a Adanya pemetaan terkait wirausaha, usaha dan karya kreatif penerbitan
b Bertambahnya jumlah wirausaha kreatif penerbitan lokal yang berdaya saing , bertumbuh dan
berkelanjutan
c Bertambahnya sejumlah usaha kreatif penerbitan lokal yang merata berdaya saing, bertumbuh, dan
berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur
109
Lampir
an
MISI/TUJUAN/SASARAN INDIKASI STRATEGIS
e Bertambahnya seJumlah karya kreatif penerbitan lokal yang beragam dan berkualitas dan berbasis budaya
bangsa
f Adanya sejumlah kerjasama terkait pengelolaan hak cipta (alih media) karya kreatif peninggi erbitan menjadi
karya kreatif lain yang bernilai ekonomi dan budaya tinggi
MISI 3: Mengembangkan lingkungan penerbitan yang kondusif yang mengarusutamaan kreativitas dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan
4. Penciptaan model pembiayaan yang sesuai,
mudah diakses, dan kompetitif bagi industri penerbitan
a Bertambahnya sejumlah karya kreatif penerbitan (berkaitan dengan budaya bangsa dan bahasa daerah yang
mulai hilang) kembali dilestarikan
b Bertambahnya sejumlah penelitian/karya kreatif yang di produksi berkaitan dengan pelestarian budaya
bangsa, bahasa daerah, sastra dan sejarah
5. Pengembangan pasar yang luas bagi
penerbitan di dalam dan luar negeri yang berkualitas dan berkelanjutan
a Bertambahnya sejumlah karya kreatif penerbitan yang diterjemahkan ke dalam bahasa asing (Go