• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi, Misi, dan Tujuan Pengembangan Penerbitan

Dalam dokumen EKONOMI KREATIF Rencana Pengembangan PEN (Halaman 92-96)

BAB 4 RENCANA PENGEMBANGAN PENERBITAN INDONESIA

4.2 Visi, Misi, dan Tujuan Pengembangan Penerbitan

Visi, misi, tujuan dan sasaran strategis merupakan kerangka strategis pengembangan seni pertunjukan pada periode 2015-2019 yang menjadi landasan dan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program kerja di masing-masing organisasi/lembaga terkait secara terarah dan terukur. Secara umum, kerangka strategis pengembangan penerbitan pada periode 2015-2019 dapat dilihat pada Tabel 4-1.

Tabel 4 - 1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Pengembangan Penerbitan 2015-2019

V

ISI “Penerbitan Indonesia yang bertumbuh secara merata, berkualitas, berbudaya, berdaya saing dan

berkelanjutan”

M

ISI

Mengembangkan sumberdaya lokal kreatif bagi penerbitan Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing

Mengembangkan penerbitan Indonesia yang tumbuh merata, berdaya saing dan berkelanjutan

Mengembangkan lingkungan penerbitan Indonesia yang mengarusutamaan kreativitas dan kondusif dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan T U J UA N

1 Penciptaan sumber daya

manusia kreatif penerbitan yang berkualitas dan berdaya saing

3 Pertumbuhan

wirausaha, usaha dan karya kreatif penerbitan yang merata dan berdaya saing

4 Penciptaan model pembiayaan

yang sesuai, mudah diakses, dan kompetitif bagi usaha, wirausaha dan orang kreatif penerbitan

5 Pengembangan pasar yang luas

bagi penerbitan di dalam dan luar negeri yang berkualitas dan berkelanjutan

2 Perlindungan,

pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya budaya yang mendukung usaha penerbitan secara berkelanjutan

6 Penyediaan infrastruktur

logistik dan teknologi pendukung industri penerbitan yang tepat guna, mudah diakses, dan kompetitif

7 Penciptaan kelembagaan

yang kondusif dan

mengarusutamakan kreativitas dalam pengembangan ekonomi kreatif penerbitan SA SA R A N S T R A T E G IS 1 Meningkatnya mutu pengelolaan Pendidikan Formal, Non-Formal dan Informal yang mendukung orang kreatif Penerbitan merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota

5 Meningkatnya

wirausaha kreatif penerbitan lokal yang berdaya saing , bertumbuh dan berkelanjutan

8 Menyediakan pembiayaan

penelitian dan pelestarian karya kreatif penerbitan berkaitan dengan budaya bangsa, sastra dan sejarah

9 Meningkatnya penetrasi dan

diversifikasi pasar karya

kreatif penerbitan nasional dan internasional

10 Menyediakan infrastruktur logistik dan jaringan internet yang memadai dan kompetitif untuk pemenuhan kebutuhan pasar bagi industri penerbitan secara merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota 2 Mengoptimalkan

penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana yang mengarusutamakan kreativitas SDM Penerbitan merata di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota

6 Meningkatnya usaha kreatif penerbitan lokal yang berdaya saing, bertumbuh, dan berkelanjutan

11 Menciptakan regulasi yang mendukung penciptaan iklim yang kondusif untuk meningkatan mutu dan penyebaran orang kreatif, wirausaha kreatif dan usaha kreatif penerbitan Indonesia

12 Meningkatnya partisipasi aktif pemangku kepentingan dalam pengembangan industri penerbitan secara berkualitas dan berkelanjutan

13 Tercapainya kreativitas penerbitan sebagai paradigma pembangunan dan dalam kehidupan masyarakat 3 Mendukung penyediaan

bahan baku yang menunjang produktivitas penerbitan dengan menggunakan sumber daya alam Indonesia (yang terbarukan) 7 Meningkatnya keragaman dan kualitas karya kreatif penerbitan lokal berbasis budaya bangsa 14 Meningkatnya posisi, kontribusi, kemandirian serta kepemimpinan penerbitan Indonesia dalam fora internasional

15 Meningkatnya apresiasi kepada orang/karya/wirausaha/usaha kreatif penerbitan lokal di tingkat nasional dan internasional 4 Menyediakan data dan

informasi sumber daya budaya yang akurat dan terpercaya dan dapat diakses secara mudah dan cepat untuk mengembangkan konten kreatif penerbitan

16 Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap sumber daya alam dan budaya lokal yang dihasilkan melalui karya kreatif penerbitan

4.2.1 Visi Pengembangan Penerbitan

Dalam rangka memasuki tahap pembangunan ke-3 (2015—2019), pengembangan ekonomi kreatif akan difokuskan untuk pengembangan sumber daya kreatif dan sumber daya pendukung, meningkatkan daya saing industri kreatif, meningkatkan akses pembiayaan dan pasar, serta harmonisasi regulasi dan penguatan kelembagaan ekonomi kreatif. Berkaitan dengan itu, berdasarkan kondisi dan tantangan yang dihadapi penerbitan serta memperhitungkan daya saing dan potensi yang dimiliki, maka visi pengembangan seni pertunjukan selama periode 2015–2019 adalah:

“Penerbitan Indonesia yang bertumbuh secara “

merata, berkualitas, berbudaya, berdaya saing dan

berkelanjutan

Pada visi diatas terdapat lima kata kunci yakni merata, berkualitas, berbudaya, berdayasaing dan berkelanjutan.

Pemahaman dari lima kata kunci tersebut adalah:

1. Bertumbuh secara merata adalah penyebaran usaha kreatif dan wirausaha kreatif penerbitan Indonesia ke seluruh Indonesia, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa ataupun kota-kota besar.

2. Berkualitas adalah penerbitan Indonesia yang memiliki mutu yang baik dalam hal pengkaryaan, hal ini menunjuk untuk mengembangkan sumber daya manusia penerbitan

3. Berdaya saing adalah menunjuk karya kreatif penerbitan yang dapat disandingkan dengan karya kreatif penerbitan lainnya di tingkat nasional maupun global.

4. Berbudaya mengandung arti nilai karya kreatif, usaha kreatif dan wirausaha kreatif penerbitan yang menjunjung tinggi budaya bangsa Indonesia.

5. Berkelanjutanmenunjuk pada keberlangsungan usaha penerbitan yang mampu bertahan dan berkembang besar dengan memanfaatkan peluang yang ada dan bertahan terhadap tantangan globalisasi.

4.2.2 Misi Pengembangan Penerbitan

Untuk mencapai visi subsektor penerbitan 2019, Misi subsektor penerbitan 2015—2019 dikemas dalam Misi sebagai berikut:

1. Mengembangkan sumber daya lokal kreatif bagi penerbitan Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing.

Misi 1 diatas bermaksud untuk mendorong pemanfaatan serta pengembangan sumber daya lokal baik sumber daya manusia, sumber daya alam maupun budaya agar dapat memiliki kualitas dan mutu yang cakap sehingga mampu bersaing dengan sumber daya kreatif lainnya.

2. Mengembangkan penerbitan Indonesia yang tumbuh merata, berdaya saing dan berkelanjutan. Misi 2 diatas bermaksud untuk mendukung pertumbuhan usaha penerbitan dan wirausaha penerbitan yang tersebar di seluruh indonesia, mampu bersaing dan bertahan baik nasional maupun internasional.

3. Mengembangkan lingkungan penerbitan Indonesia yang mengarusutamaan kreativitas dan kondusif dalam pembangunan nasional dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Misi 3 diatas bermaksud untuk mengembangkan lingkungan kondusif yang menyokong keberlangsungan industri penerbitan. Dalam hal ini, pengembangan lingkungan kondusif berkaitan dengan peran regulasi dan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, bisnis, akademisi dan komunitas.

4.2.3 Tujuan Pengembangan Penerbitan

Untuk merealisasikan visi dan misi subsektor penerbitan maka perlu dirumuskan tujuan dan sasaran-sasaran strategis tahun 2015—2019 yang lebih jelas guna menggambarkan ukuran-ukuran terlaksananya misi dan tercapainya visi.

Tujuan rencana strategis pengembangan industri penerbitan adalah:

1. Penciptaan sumber daya manusia kreatif penerbitan yang berkualitas dan berdaya saing. 2. Perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya

budaya yang mendukung usaha penerbitan secara berkelanjutan.

3. Pertumbuhan wirausaha, usaha dan karya kreatif penerbitan yang merata dan berdaya saing. 4. Penciptaan model pembiayaan yang sesuai, mudah diakses, dan kompetitif bagi industri

penerbitan.

5. Pengembangan pasar yang luas bagi penerbitan di dalam dan luar negeri yang berkualitas dan berkelanjutan.

6. Penyediaan infrastruktur logistik dan teknologi pendukung usaha penerbitan yang tepat guna, mudah diakses, dan kompetitif.

7. Penciptaan kelembagaan yang kondusif dan mengarusutamakan kreativitas dalam pengembangan ekonomi kreatif industri penerbitan.

Dalam dokumen EKONOMI KREATIF Rencana Pengembangan PEN (Halaman 92-96)