• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen PEDOMAN PENGGUNAAN SKRIPSI (Halaman 134-190)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Saran

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai analisis hubungan kekerabatan menggunakan data molekular.

2. Perlu referensi tambahan mengenai bunga Curcuma., yaitu dengan menambah literatur dan koleksi herbarium segar dari bunga Curcuma di Indonesia. Perlu dilakukan perlakuan khusus agar bunga Curcuma dapat diamati morfologinya dan dinikmati keindahannya oleh semua orang.

3. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai analisis hubungan kekerabatan jenis Curcuma lainnya yang ada di lokasi berbeda untuk menambah kekayaan dan bentuk konservasi sekaligus edukasi mengenai keanekaragaman tanaman Curcuma di Indonesia.

Daftar Pustaka

Achmad, S.A., 1986, Buku Materi Pokok Kimia Organik Bahan Alam, Universitas Terbuka, Depdikbud, Jakarta.

Agoes, A., 2010, Tanaman Obat Indonesia-Buku 1, Penerbit Salemba Medika, Jakarta.

---, 2010, Tanaman Obat Indonesia-Buku 2, Penerbit Salemba Medika, Jakarta.

---, 2010, Tanaman Obat Indonesia-Buku 3, Penerbit Salemba Medika, Jakarta.

Agusta, A., 2000, Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia, Penerbit ITB, Bandung.

Akhisa, T., dan Kokke, W., 1991, Naturally occurring sterols and related compounds from plants. In Patterson, G. W.; Nes, W. D. Physiology and Biochemistry of Sterols. Champaign, IL: American Oil Chemists' Society.

Anonim, 2008, Buku Pintar Tanaman Obat, 431 Jenis Tanaman Penggempur Aneka Penyakit, Agromedia Pustaka, Jakarta.

Anonim, 2014, 100 Plus Herbal Indonesia : Bukti Ilmiah dan Racikan – Trubus Info Kit Vol. 11, Trubus Swadaya, Jakarta.

Apavatjrut, P., Anuntalabhochai, S., Sirigusa, P., dan Alisi, C., 1999, Molecular markers in the identification of some early flowering Curcuma (Zingiberaceae) species, Ann. Bot. 84: 529-534.

Arrijani, 2003, Kekerabatan fenetik anggota Marga Knema, Horsfieldia, dan Myristica di Jawa berdasarkan Bukti Morfologi Serbuk Sari, Jurnal Biodiversitas, 4:83-88.

Ashari, S. S., 2010, Studi Keragaman Ganyong (Canna edulis Ker. ) di Wilayah Eks-Karesidenan Surakarta berdasarkan Ciri Morfologi dan Pola Pita Isozim, Skripsi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Backer, C. A., dan Van Den Brink, 1965, Flora of Java (Spermatophytes Only), Vol.

II, Noordhoff-Groningen, The Netherlands.

Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, 2016, Curcuma mangga Valeton & Zijp., http://www.krppurwodadi.lipi.go.id/koleksi/detil/?jenis=6

&koleksi=53, 5 Agustus 2016.

Bhattacharyya, B., 2011, Botani Sistemati, edisi 2, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Bylka, M. dan Pilewski, 2004, Review Article: Natural flavonoid as Antimicrobial Agent, Jana, 7(2).

Cao, H., Sasaki, Y., Fushimi, H., dan Komatsu, K., 2001, Molecular analysis of medicinaly used Chinese and Japanese Curcuma based on 18S rRNA gene and trnK gene sequences, Biol. Pharm. Bull 24(12): 1389-1394.

Chaveerach, A., Sumoon, R., Tanee, T., Mokkamul, P., Sattayasai, N., dan Sattayasai, J., 2008, Two new species of Curcuma (Zingiberaceae) used as cobra-bite antidotes, Journal of Systematics and Evolution. 46 (1): 80–88.

Cowan, 1999, Plant Product as Antimicrobial Agents, Clinical Microbiology Reviews, October, 12(4): 564-582.

Dalimartha, S., 2007, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 2, Trubus Agriwidya, Jakarta.

---, 2007, Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3, Trubus Agriwidya, Jakarta.

Djamaludin, 1997, Sambutan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Proseding Seminar Nasional Konservasi Flora Nusantara, UPT Balai Pengembangan Kebun Raya-LIPI, Bogor.

Erlangga, N., 2008, Analisis keragaman aksesi tanaman kunyit (Curcuma domestica Val.) pada kondisi naungan dan tanpa naungan, Skripsi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ferrell, K. E., dan Thorington, R. W., 2006, Squirrels: the animal answer guide, Johns Hopkins University Press, Baltimore.

Ferrel, K. E., dan Thorington, R. W., 2006, Squirrels: the animal answer guide, Johns Hopkins University Press, Baltimore.

Firn, R., 2010, Nature's Chemicals. Oxford: Biology

Gil, J. dan Cubero, J.I., 1993, Multivariate analysis of the Vicia sativa L. aggregate, Botanical Journal of the Linnean Society, Volume 113, Issue 4, pages 389-400.

Groombridge, B. (Ed.), 1992, Global Biodiversity-Status of The Earth’s Living Resources, Chapman & Hall, London.

Hamidah, 2009, Biosistematika Annona muricata L., Annona squamosa L., dan Annona reticulata L.,dengan Pendekatan Numerik, Disertasi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Harbourne, J. B.,1996, Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Penerbit ITB, Bandung.

---, 1973, Phytochemical Methods, A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis, Chapman and Hall, London.

---, 1998, Phytochemical Methods: A Guide to Modern Techniques of Plant Analysis, Chapman and Hall, London.

Harbourne, J.B., dan Turner, B.L., 1984, Plant Chemosystematics, Academic Press Inc, London.

Hariyanto, S., Irawan, B., dan Soedarti, T., 2008, Teori dan Praktik Ekologi, Airlangga University Press, Surabaya.

Harper, J.L. dan Hawksworth, D.L., 1994, Biodiversity: Measurement and Estimation. Preface. Phil. Trans. Roy. Soc., Lon.(1994) 345: 5-12

Hasanah, A.N.,Nazaruddin, F., Febrina, E., dan Zuhrotun, A., 2011, Analisis Kandungan Minyak Atsiri dan Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.). Jurnal Matematika & Sains, Desember 2011, 16 (3) : 147-152.

Hebert, A., 2012, Biosistematika Varietas Pada Apel (Malus sylvestris L.) di Kota Batu Berdasarkan Morfologi, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.

---, 2015, Aktivitas biolarvasida ekstrak daun Citrus spp. dan Pandanus amaryllifolius terhadap stadium larva Aedes aegypti dengan pendekatan biosistematika numerik, Thesis, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga.

Herbert, R. B., 1995, Biosintesis metabolit sekunder, edisi kedua., IKIP Semarang Press, Semarang.

Hegnauer, R., 1963, The Taxonomic Significance of Alkaloids, in Chemical Plant Taxonomy (ed. T. Swain), Academic Press, London.

Heywood, V. H., 1985, Flowering Plants of The World, Croom Helm, London, Sydney.

Hindiari, L., 1986, Isolasi dan Identifikasi Kurkuminoid dari Rhizoma Curcuma heyneana Val. (Temu Giring), Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Hsiao, 1973, A Numerical Taxonomic Study of The Genus Platanus Based on Morphological and Phenolic Characters, Am. J. Botany. 60: 678-684 iNaturalist, 2012, Curcuma aeruginosa,

http://www.inaturalist.org/taxa/347768-Curcuma-aeruginosa, 8 November 2015.

Indrawan, M., Primarck, R. B dan Supriatna, J., 2007, Biologi Konservasi, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Indrayani, L., Soetjipto, H., dan Sihasale, L., 2006, Skrining fitokimia dan uji toksisitas ekstrak daun pecut kuda (Stachytarpheta jamaicensis) terhadap larva udang Artemia salina, Berkala Penelitian Hayati (2006), 12: 57-61.

Islam, A., 2004, Genetic Diversity of The Genus Curcuma in Bangladesh, Thesis, Departement of Biology, University of Hannover, German.

Itokawa, H., Shi, Q., Toshiyuki, A., Natschke, S.L., dan Lee, K.H., 2008, Review recent advances in the investigation of curcuminoids, Chinese Medicine 2008, 3(11): 1-13

Jeffrey, C., 1982, An Introduction to Plant Taxonomy, 2nd edition, Cambridge University Press, Cambridge, GB.

Jenkins, M., 1992, Species Diversity: An Introduction. In: Groombridge, B. (Ed.), Global Biodiversity Status of The Earth’s Living Resources, Chapman and Hall, London.

Jones Jr, S. B., dan Luchsinger, A. E., 1986, Plant Systematics, McGraw-Hill Company, Inc., New York.

Keeratinijakal, V., Kladmook, M., dan Laosatit, K., 2010, Identification and characterization of Curcuma comosa Roxb., phytoestrogens-producing

plant, using AFLP markers and morphological characteristics, Journal of Medicinal Plants Research 4(24), pp. 2651-2657.

Krishamurty, K.V., 2003, Textbook of Biodiversity, Science Publishers, Inc., Enfield (New Hampshire), USA.

Kristanti, A. N., Aminah, N.S., Tanjung, M., dan Kurniadi, B., 2008, Buku Ajar Fitokimia, Airlangga University Press,Surabaya.

Lawrence, G. H. M., 1964, Taxonomy of Vascular Plant, The Macmillan Company, Chicago, New York.

Lestari, D. D., 2015, Studi diversitas beberapa varietas paprika (Capsicum annuum L.) di desa Tlogosari Kabupaten Pasuruan berdasarkan analisis fenetik morfologi, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Levin, D. A., 1976, The chemical defenses of plants to pathogens and herbivores, Annu. Rev. Ecol. Syst 7: 121-159.

Lü, L., Liu, S., Jiang, S., dan Wu, S., 2004, Tannin inhibits HIV-1 entry by targeting gp41, Acta Pharmacol Sin 25 (2): 213-218.

Marsusi., Setyawan, A. D., dan Listyawati, S., 2001, Studi kemotaksonomi pada genus Zingiber, Biodiversitas 2(1): 92-97.

Martasari, C., Sugiyanto. A., Yusuf. H.M., dan Rahayu. D.L., 2009, Pendekatan fenetik taksonomi dalam identifikasi kekerabatan spesies Anthurium, Journal Horticultura 19(2):155-163.

Marwati, T., Winarti, C., dan Sumangat, D., 1995, Aktivitas zat anti bakteri pada rimpang kunyit, Abstrak Hasil Penelitian Pertanian Komoditas Tanaman Obat, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

McNeely, J.A., Miller, K.R., Reid, W.V., Mittermeier, R.A. dan Werner, T.B., 1990, Conserving The World’s Biological Diversity, IUCN, Gland, Switzerland Moss, G. P., 1989, Nomenclature of steroids (Recommendations 1989), Pure &

Appl. Chem. 61 (10): 1783–1822.

Mustarichie, R., Musfiroh, I., dan Levita, J., 2011, Penelitian Kimia Tanaman Obat, Widya Padjajaran, Bandung.

Muwarni, E. K. A., 2007, Perkembangan sel penghasil minyak atsiri pada kalus temu giring (Curcuma heyneana Val. & van Zijp), Disertasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Nagy dan Mardiastuti, 1999, Development of Curriculla in Forestry based on Biodiversity Conservation, Darwin Initiative, UK.

Nataamijaya, A.G., Jarmani, S.N., Kusnadi, U., dan Praharani,L., 1999, Pengaruh pemberian kunyit (Curcuma domestica Val) dan lempuyang (Zingiber aromaticium Val) terhadap bobot badan, konversi pakan dan IOFCC broiler, Abstrak Hasil Penelitian Pertanian Komoditas Tanaman Obat, Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian.

Nilasari, A.N., Heddy, S.J., dan Wardiyati, T., 2013, Identifikasi Keragaman Morfologi Daun Mangga (Mangifera indica L.) pada tanaman hasil persilangan antara varietas Arumanis 143 dengan Podang Urang umur 2 tahun, Jurnal Produksi Tanaman, 1:1.

Norse, E.A. Rosenbaum, K.L., Wilcove, D.S., Wilcox, B.A., Romme, W.H., Johnston, D.W. dan Stout, M.L., 1986, Conserving Biological Diversity in Our National Forests, The Wilderness Society, Washington DC.

Organic HCS, 2014, “Menanam Jahe Merah Mungkinkah Jadi Milyuner?”, https://organichcs.files.wordpress.com/2014/02/tanaman-jahe-merah.jpg, 30 November 2015.

Pasagi, J. R., 2015, Analisis hubungan kekerabatan varietas pada belimbing (Averrhoa carambola L.) melalui pendekatan morfologi, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Pedrosa, C., et al., 1978, Acta Manilana Phytochemical, Microbiological, and Pharmacological Screening of Medical Plants, diterjemahkan oleh Kusuma Dewi, A.P., Badan Litbang Kesehatan, Departemen Kesehatan RI.

Plantamor, 2012, Kunyit (Curcuma domestica ), http://www.plantamor.com/index.

php?plant=424, 16 Juni 2016

---, 2012, Kunyit Mangga (Curcuma mangga Val.).,http://www.plantamor.

com /index.php?plant=425, 16 Juni 2016

---, 2012, Lempuyang Pahit (Zingiber americana Bl.), http://www.planta- mor.com/index.php?plant=1304, 16 Juni 2016

---, 2012, Temu Giring (Curcuma heyneanae), http:///www.plantamor.com/

index.php?plant=423, 16 Juni 2016

---, 2012, Temu Hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), http://www.planta- mor.com/index.php?plant=421, 16 Juni 2016

---, 2012, Temulawak (Curcuma xanthorrhiza),http://www.plantamor.com /index.php?plant=427, 16 Juni 2016

Poither, J., 2000, Natural Product/Thin Layer (Planar) Chromatography, University of Tours, Academic Press, Tours.

[PPV and FRA] Protection of plant varieties and farmers’ rights authority, 2007, Guidelines for the conduct of test for distinctiveness, uniformity, and stability on turmeric (Curcuma longa L.), Calicut, India.

---, 2007, Guidelines for the conduct of test for distinctiveness, uniformity, and stability on ginger (Zingiber officinale Rosc.), Calicut, India.

Prabawanti, Y. W., 2012, Biosistematika keanekaragaman tanaman tebu (Saccharum officinarum) melalui pendekatan morfologi, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Prayekti, E., 2007, Studi taksonomi numerik Annona muricata, Annona squamosa, dan Annona reticulate dengan menggunakan pendekatan morfologi, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Primarck, R. B., Supriatna, J., Indrawan, M., dan Kramadibrata, P., 1998, Biologi Konservasi, Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.

Prosea.net, 2015, FloraKita – Keanekaragaman Hayati Tumbuhan Indonesia, http://www.proseanet.org/florakita/browser.php?pcategory=2&page=3&pa gerset=1, 8 November 2015.

PSB LPPM IPB dan Ulung, G., 2014, Sehat Alami degan Herbal (250 Tanaman Berkhasiat Obat + 60 Resep Menu Kesehatan), PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Purseglove, J. W., 1972, Tropical Crops : Monocotyledons, Volumes 1 and 2 Combined, Longman Group Limited, London.

Rahimsyah, 2011, Penyembuhan Alami dengan Herbal dan Pijat Refleksi, Zafana Raya, Surabaya.

Rifai, M.A., 1994, A Discourse on biodiversity utilization Indonesia, Tropical Biodiversity 2 (2): 34-349.

Salvi, N.D., George, L., and Eapen, S., 2002, Micropropagation and field evaluation of micropropagated plant of turmeric, Plant Cell Tiss. Org. Cult. 68: 143-151.

Sasaki, Y., Fushimi, H., Cao, H., Cai, S. Q., dan Komatsu, K. 2002, Sequence analysis of Chinese and Japanese Curcuma drugs on 18S rRNA and trnK gene and the application of amplification-refractory mutation system analysis for their auntheticication, Biol. Pharm. Bull 25: 1593-1599.

Sasikumar, B., 2005, Genetic Resources of Curcuma : diversity, characterization and utilization, Plant Genetic Resources 3(2): 230-251.

Saupe, S., 2005, Phenetic Classification Systems, http://employees.csbsju.edu/

SSAUPE/biol308/Lecture/Classification/phenetic_class.htm, 19 November 2015.

Sawant, R.S dan Godghate, A.G., 2013, Qualitative phytochemical screening of rhizomes of Curcuma longa Linn., International Journal of Science, Environment and Technology 2(4): 634-641.

Saxena, R. dan Patil, P., 2012, Phytochemical studies on Myristica fragance essential oil, Biological Forum-An Interational Journal 4(2): 62-64.

Setiadi, A., Khumaida, N., dan Ardie, S. W., 2014, Karakterisasi dan uji kekerabatan aksesi temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), Prosiding Seminar Nasional PERHORTI 2014.

Setyawan, D. A., 2003, Keanekaragaman kandungan minyak atsiri rimpang temu-temuan (Curcuma), Biofarmasi 1 (2): 44-49.

Shirgurkar, M.V., John, C.K. dan Nadgauda, R.S., 2001, Factors affecting in-vitro microrhizome production in turmeric, Plant Cell Tiss. Org. Cult. 64: 5-11 Sidik., Moeljono., Muhtadi, A., Sirait, M., dan Moesdarsono. 1999, Temulawak

(Curcuma xanthorrhiza Roxb.), Yayasan Pengembangan Obat Bahan Alam Phytomedica, Jakarta.

Simpson, M. G., 2006, Plant Systematic, Elsevier Academic Press, London, UK.

Sirigusa, P., 1999, Thai Zingiberaceae: Species Diversity and Their Uses, International Conference on Biodiversity and Bioresources: Conservation and Utilization, Phuket-Thailand.

Sneath, P. A. dan Sokal, R. R., 1973, Principles of Numerical Taxonomy, W. H.

Freeman Company, San Fransisco.

Sokal, R. R., dan Michener, C. D., 1958, A Statistical Method for Evaluating Systematic Relatioship, Univ. Kans. Sci. Bull. 38: 1409-1438.

Specter, M., 2009, A Life of Its Own, http://www.newyorker.com/magazine/2009/

09/28/a-life-of-its-own, 30 November 2015.

Stuessy, T. F., 1990, Plant Taxonomy (The Systematic Evaluation of Comparative Data), Colombia University Press, New York.

Sudarnadi, H., 1996, Tumbuhan Monokotil, Penebar Swadaya, Jakarta.

Sukardi, S., Puteri, A.K. dan Taryana, A., 2009, Analisis kelayakan industri tablet effervescent dari ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb), Jurnal Teknologi Pertanian 10(3): 162-173.

Suratman, Priyanto. D.,dan Setyawan, A.D., 2000, Analisis Keragaman Genus Ipomoea berdasarkan Karakter Morfologi. Jurnal Biodiversitas Surakarta, 1(2):72-79

Tjitrosoepomo, G., 2009, Taksonomi Umum (Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan), Cetakan ke 4, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

[UPOV] International Union for the Protection of New Varieties of Plant, 1996, Guidelines for the conduct of test for distinct, Uniformity, and stability ginger (Zingiber officinale), Genewa, Swiss.

USDA, 2015, Plants profile for Curcuma zedoaria (zedoary), http://plants.usda.gov/core/profile?symbol=CUZE, 8 November 2015.

Useful Tropical Plants Database, 2014, Curcuma aeruginosa–Useful Tropical Plants,http://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Curcuma+aerugino sa , 8 November 2015.

Vane-Wright, R.I., 1992, Systematics and Diversity, in Groombridge, B. (Ed.), Global Biodiversity Status. The Earth’s Living Resources, Chapman and Hall, London.

Verma, V., 1982, A Textbook of Economic Botany, Emkay Publications, New Delhi.

Verpoorte, R dan Alferman, A. W., 2000, Metabolic Engineering of Plant Secondary Metabolism, Kluwer Academic Publisher, Netherlands.

Versteegh, J.K., 1933, Atlas Van Indische Geneeskrachtige Planten, N. V.

Boekhandel En Drukkerij V/H. G. C. T. Van Dorp & Co., Gravenhage Voigt, R., 1994, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Gadjah Mada University Press,

Yogyakarta.

Wati, R. H., 2012, Analisis hubungan fenetik tanaman genus Artocarpus melalui pendekatan morfologi, Skripsi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya.

Yee Ching, W., Bin-Yusoff, Y., Wan-Nurdiyana, B and Wan-Amarina. Extraction of essential oil from Curcuma Longa, J. Food Chem. Nutr 02 (01): 01-10.

Yuwono, S. S., 2015, Temu Giring ( Curcuma heyneana val. & van Zipj), http://darsatop.lecture.ub.ac.id/2015/08/temu-giring-curcuma-heyneana-val-van-zipj/, 30 November 2015.

Lampiran 1 Tabel karakter

No Karakter Karakteristik

Perawakan 4 Habitus pseudostem 1= Padat(tertutup), 2= jarang (terbuka) 5 Sudut letak daun 1= tegak (<45⁰), 2= semi-tegak

(45-85⁰), 3= mendatar (>85⁰) Batang

6 Intensitas warna hijau pada batang

1= light green, 2= green, 3= dark green

7 Panjang Batang 1= pendek (<75 cm), 2= sedang (75-90 cm), 3= tinggi (>(75-90 cm) 8 Diameter batang 1= sempit (<3 cm), 2= sedang (3-5

cm), 3= lebar (>5 cm) 9 Pewarnaan anthocyanin di

pseudostem 0= tidak ada, 1= ada

Daun

10 Bangun daun 1= memanjang, 2= lanset, 3= Jorong

11 Ujung daun 1= runcing, 2= meruncing

12 Pangkal daun 1= runcing, 2= meruncing, 3= tumpul

13 Tepi daun 1= lurus, 2= bergelombang

14 Lebar daun 1= sempit (<10 cm), 2= sedang (10-15 cm), 3= lebar (>15 cm)

15 Panjang daun 1= pendek (<30 cm), 2= sedang (30-40), 3= panjang (>40 cm)

16 Permukaan daun 1= licin, 2= berlilin

17 Daging daun 1= tipis lunak, 2=seperti kertas

18 Venasi 1= sejajar, 2= menyirip

19 Pola venasi 1= dekat, 2= berjauhan

20 Warna permukaan atas 1= green, 2= dark green 21 Warna permukaan bawah 1= light green, 2= green, 3= dark

green

22 Ada/tidak ada rambut daun 0= Tidak ada, 1=Ada

No Karakter Karakteristik Daun

23 Panjang tangkai daun 1= pendek (<15 cm), 2= sedang (15-25 cm), 3= panjang (>(15-25) 24 ada/tidaknya Warna ibu tangkai

daun 0= tidak ada, 1= ada

25 Warna ibu tangkai daun 1= green, 2= light purple-green, 3=

light purple-brown Rimpang

26 Habitus rimpang 1= Padat, 2= sedang, 3=

longgar/jarang

27 Bentuk rimpang 1= lurus, 2= melengkung, 3= zigzag 28 Panjang rimpang (primer) 1= pendek (<5 cm), 2= sedang (5-10

cm), 3= panjang (>10 cm) 29 Ketebalan rimpang 1= tipis (<2 cm), 2= sedang (2-3 cm),

3= tebal (>3 cm)

30 Jumlah induk rimpang 0= Tidak ada, 1= 1, 2= 2-3, 3= >3 31 Ada/tidaknya rimpang tersier 0= tidak ada, 1= ada 32 Warna inner core

1= orange, 2= lemon yellow, 3=

reddish yellow, 4= blue gray, 5=

cream brown 33 Warna daging rimpang

1= light yellowish grey, 2= greyish yellow, 3= yellow, 4= blue gray, 5=

cream brown, 6= orang 34 Pola internodus 1= dekat (<1 cm), 2= berjauhan (>1

cm)

35 Aroma rimpang

1= mango aroma, 2= camphoraceous aroma, 3= turmeric aroma, 4= no

aroma

36 Rasa rimpang 1= bitter, 2= sweet, 3= inert, 4=

turmeric taste

37 Permukaan rimpang 1= halus, 2= sedang, 3= kasar 38 Warna Permukaan rimpang

1= yellowish-white, 2= greyish yelllow, 3= greenish yellow, 4=

reddish yellow, 5= reddish brown Bunga

39 Bentuk bunga 1= bunga bulir, 2= bunga tandan

No Karakter Karakteristik Bunga

41 Panjang kuncup bunga 1= pendek (<25 cm), 2= sedang (25-35 cm), 3= panjang (>(25-35 cm) 42 Warna ujung bractea

1= white, 2= rose, 3= purple, 4=

green, 5= crimson, 6= yellowish-white tip

43 Warna coma bractea 1= white, 2= coloured

44 Warna korola 1= white, 2=yellowish-white, 3=

yellow, 4= purple

45 Warna staminodia 1= white, 2=yellowish-white, 3=

yellow, 4= purple

46 Warna pistillum 1=white, 2=coloured

Metabolit sekunder

47 Uji Flavonoid 0= tidak ada, 1= ada (Merah/ Orange/

Hijau)

48 Uji Steroid 0= tidak ada, 1= ada (Biru kehitaman/

Ungu kehitaman)

49 Uji Terpenoid 0= tidak ada, 1= ada (Biru kehitaman/

Ungu kehitaman)

50 Uji Minyak atsiri 0= tidak ada, 1= ada (Coklat hitam) 51 Uji alkaloid 0= tidak ada, 1= ada (Endapan coklat) 52 Uji tanin 0= tidak ada, 1= ada (Coklat hijau/

biru kehitaman)

Lampiran 2 : Tabel hasil pengamatan karakter morfologi dan metabolit sekunder Curcuma spp. dan outgrup

No Karakter C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

a b c a b c a b c

pseudostem Padat Padat Padat Terbuka Terbuka Terbuka Padat Padat Padat

5 Sudut letak daun 10⁰ 12⁰ 15⁰ 8⁰ 5⁰ 10⁰ 20⁰ 6⁰ 10⁰

6 Intensitas warna

hijau pada batang Light green Light green Light green Green Green Green Green Green Green Batang

Me-manjang Lanset Lanset Lanset

11 Ujung daun Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing 12 Pangkal daun Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing

13 Tepi daun Rata Rata Rata

No Karakter C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

a b c a b c a b c

Daun

15 Panjang daun 34,12 cm 33,26 cm 42,22 cm 22,8 cm 25,7 cm 21,8 cm 43,56 cm 52 cm 48,2 cm 16 Permukaan daun Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin 17 Daging daun Seperti 18 Venasi Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip

19 Pola venasi Berjauhan Berjauhan Berjauhan Dekat Dekat Dekat Dekat Dekat Dekat

20 Warna

27 Bentuk rimpang Berkelok Berkelok Berkelok Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN...NINDIA FAIRUZI

No Karakter C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

rimpang Yellow Yellow Yellow Orange Orange Orange Yellow Yellow Yellow

34 Pola internodus >1 cm >1 cm >1 cm <1 cm <1 cm <1 cm <1 cm <1 cm <1 cm

40 Warna kaliks Berwarna Berwarna Berwarna Berwarna Berwarna Berwarna Berwarna Berwarna Berwarna

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN...NINDIA FAIRUZI

No Karakter C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

a b c a b c a b c

bunga 42 Warna ujung

bractea Crimson Crimson Crimson White White White Purple Purple Purple

43 Warna coma

bractea Coloured Coloured Coloured Coloured Coloured Coloured White White White

44 Warna korola Yellow Yellow Yellow Yellowish-white

46 Warna pistillum Coloured Coloured Coloured White White White Coloured Coloured Coloured Metabolit Sekunder

Lampiran 2 : Tabel hasil pengamatan karakter morfologi dan metabolit sekunder Curcuma spp. dan outgrup

No Karakter C. aeruginosa C. mangga Z.amaricans

a b c a b c a b c

10 Bangun daun Lanset Lanset Lanset Memanjan

g

Memanjan g

Memanjan

g Lanset Lanset Lanset

11 Ujung daun Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Runcing Runcing Runcing 12 Pangkal daun Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Meruncing Runcing Runcing Runcing

13 Tepi daun Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata Rata

14 Lebar daun 12,36 cm 13,44 cm 14,62 cm 15,16 cm 14,4 cm 13,88 cm 4 cm 3,88 cm 4,06 cm 15 Panjang daun 45,6 cm 43,94 cm 47,8 cm 44,6 cm 44,5 cm 41,8 cm 11,64 cm 12,64 cm 13,06 cm

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

NINDIA FAIRUZIANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN...

No Karakter C. aeruginosa C. mangga Z.amaricans

a b c a b c a b c

16 Permukaan daun Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin Berlilin 17 Daging daun Seperti 18 Venasi Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Menyirip Sejajar Sejajar Sejajar 19 Pola venasi Berjauhan Berjauhan Berjauhan Berjauhan Berjauhan Berjauhan Dekat Dekat Dekat 20 Warna permukaan

27 Bentuk rimpang Berkelok Berkelok Berkelok Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus Lurus

28 Panjang rimpang

(primer) 6 cm 6 cm 7 cm 7 cm 4.5 cm 6 cm 6 cm 6.5 cm 6 cm

29 Ketebalan rimpang 1,5 cm 1,65 cm 1,77 cm 1,38 cm 1 cm 1,3 cm 1,78 cm 1,14 cm 1,36 cm

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN...NINDIA FAIRUZI

No Karakter C. aeruginosa C. mangga Z.amaricans 40 Warna kaliks Putih Putih Putih Ber-warna Ber-warna Ber-warna Ber-warna Ber-warna Ber-warna 41 Panjang kuncup

bunga 13 cm 12.5 cm 11.5 cm 12 cm 14 cm 13 cm 7 cm 9,2 cm 5,7 cm

42 Warna ujung

bractea Purple Purple Purple Rose Rose Rose

Crimson Crimson Crimson 43 Warna coma

bractea Coloured Coloured Coloured Coloured Coloured Coloured Coloured Coloured Coloured

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN...NINDIA FAIRUZI

No Karakter C. aeruginosa C. mangga Z.amaricans

a b c a b c a b c

45 Warna labellum Yellow Yellow Yellow Purple Purple Purple Yellow Yellow Yellow

46 Warna pistillum Coloured Coloured Coloured White White White Coloured Coloured Coloured Metabolit Sekunder

Lampiran 3 : Tabel skoring hasil pengamatan karakter morfologi dan metabolit sekunder genus Curcuma

No Karakter C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

a b c a b c a b c

No Karakter

C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

a b c a b c a b c

No Karakter

C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

a b c a b c a b c

No Karakter

C. xanthorrhiza C. domestica C. heyneana

a b c a b c a b c

Bunga 42 Warna ujung

bractea 5 5 5 1 1 1 3 3 3

43 Warna coma

bractea 2 2 2 2 2 2 2 2 2

44 Warna korola 3 3 3 2 2 2 3 3 3

45 Warna labellum 3 3 3 3 3 3 3 3 3

46 Warna pistillum 2 2 2 2 2 2 2 2 2

Metabolit Sekunder

47 Uji Flavonoid 1 1 1 0 0 0 1 1 1

48 Uji Steroid 1 1 1 1 1 1 1 1 1

49 Uji Terpenoid 1 1 1 1 1 1 1 1 1

50 Uji Minyak atsiri 1 1 1 1 1 1 1 1 1

51 Uji alkaloid 1 1 1 1 1 1 1 1 1

52 Uji tanin 0 0 0 1 1 1 0 0 0

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN...NINDIA FAIRUZI

Lampiran 3 : Tabel skoring hasil pengamatan karakter morfologi dan metabolit sekunder genus Curcuma

No Karakter C. aeruginosa C. mangga Z. amaricans

No Karakter C. aeruginosa C. mangga Z. amaricans

No Karakter C. aeruginosa C. mangga Z. amaricans

a b c a b c a b c

bractea 43 Warna coma

bractea 2 2 2 2 2 2 2 2 2

44 Warna korola 3 3 3 4 4 4 3 3 3

45 Warna labellum 3 3 3 4 4 4 3 3 3

46 Warna pistillum 2 2 2 1 1 1 2 2 2

Metabolit Sekunder

47 Uji Flavonoid 1 1 1 1 1 1 1 1 1

48 Uji Steroid 1 1 1 0 0 0 1 1 1

49 Uji Terpenoid 1 1 1 1 1 1 1 1 1

50 Uji Minyak atsiri 1 1 1 1 1 1 1 1 1

51 Uji alkaloid 1 1 1 1 1 1 1 1 1

52 Uji tanin 1 1 1 1 1 1 1 1 1

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN...NINDIA FAIRUZI

Lampiran 4 Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Penelitian

Lampiran 5 Tabel Warna

LAMPIRAN 6 Proses maserasi

LAMPIRAN 7 Hasil maserasi sebelum di evaporasi

LAMPIRAN 8 Hasil ekstrak kental metanol

LAMPIRAN 9 Hasil ekstrak kental n-heksana

LAMPIRAN 10 Alat rotary evaporator

LAMPIRAN 11 RINGKASAN

ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN Curcuma spp. BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI DAN METABOLIT SEKUNDER

Nindia Fairuzi, Hamidah, Hery Purnobasuki

Prodi S-1 Biologi, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga, Surabaya

Email: [email protected] Abstract

This study aims to determine variations of morphological characters and secondary metabolites in five Curcuma spp., phylogenetic relationship of five Curcuma spp. based on morphological characters and secondary metabolites, character and

This study aims to determine variations of morphological characters and secondary metabolites in five Curcuma spp., phylogenetic relationship of five Curcuma spp. based on morphological characters and secondary metabolites, character and

Dalam dokumen PEDOMAN PENGGUNAAN SKRIPSI (Halaman 134-190)

Dokumen terkait