BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
Ada beberapa saran yang penulis temukan selama melaksanakan penelitian ini, di antaranya sebagai berikut.
1. Bagi siswa, sebaiknya siswa lebih mandiri dalam mengerjakan persoalan matematika. Jika siswa mencoba untuk mengerjakan persoalan matematika secara individu terlebih dahulu, maka kepercayaan diri siswa terhadap dirinya sendiri akan meningkat.
2. Bagi sekolah, disarankan mulai menganjurkan guru-guru untuk menerapkan Pendekatan Open-Ended pada pembelajaran matematika atau bidang studi lain. Selain itu, dapat menjadi bahan pertimbangan pihak sekolah untuk dapat meningkatkan kualitas pembejalaran di sekolah. 3. Bagi guru khususnya guru matematika, mulailah mencoba berbagai
metode dan pendekatan dalam pembelajaran di kelas, salah satunya Pendekatan Open-Ended yang dapat menjadi salah satu pilihan yang disarankan dalam pembelajaran matematika untuk dapat diterapkan kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir intuitif matematis. 4. Bagi peneliti lain yang hendak meneliti kemampuan berpikir intuitif
matematis, sebaiknya penelitian juga dilakukan pada pokok bahasan materi matematika yang lain. Penelitian ini hanya melihat pengaruh penerapan pembelajaran dengan Pendekatan Open-Ended terhadap kemampuan berpikir intuitif matematis pada pokok bahasan barisan dan deret.
70
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Zainal. Intuisi dalam Pembelajaran Matematika. Jakarta: Lentera Ilmu Cendekia, 2015.
Adawiyah, Robiah. “Pengaruh Pembelajaran dengan Open Approach terhadap Kemampuan Penalaran Induktif-Kreatif Matematis”. Skripsi pada Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 2016.
Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
Ben-Zeev, Talia, and Jon Star. Intuitive Mathematics: Theoretical and Educational Implications. Article of Department of Cognitive and Lingustic Sciences, Box 1978, Brown University, 2001.
De Bono, Edward. Mengajar Berpikir. Jakarta: Erlangga, 1990.
---. Revolusi Berpikir Edward de Bono. Bandung: PT Mizan Pustaka, 2007.
Hasbiyallah, Moh. Sulhan. Hadis Tarbawi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015.
Hasna, Rifky Dian. “Pengaruh Model Pencapaian Konsep (Concept Attaintment Model) terhadap Kemampuan Berpikir Intuitif Matematis”. Skripsi pada Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: 2016.
Herlianti, Yanti. Pembelajaran Tematik Menggunakan Pendekatan Saintifik dan Penilaian Otentik untuk Mendukung Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: UIN PRESS, 2015.
Kadir. Statistika Terapan: Konsep, Contoh dan Analisis Data dengan Program SPSS/Lisrel dalam Penelitian. Jakarta: Rajawali Pers, 2015.
Kuswana, Wowo Sunaryo. Taksonomi Berpikir. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2011.
Lestari, Karunia Eka, dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT Refika Utama, 2015.
Muhsinin, Ummil. Pendekatan Open Ended dalam Pembelajaran Matematika.
Jurnal Edu-Math Vol. 4, 2013.
Munandar, Utami. Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT Grasindo, 1999.
Muniri. “Karakteristik Berpikir Intuitif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika”. Makalah disampaikan pada Prosiding Seminar Nasional
71
Matematika dan Pendidikan Matematika. 9 November. Yogyakarta: FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta, 2013.
Nasution. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara, Cet. XVII, 2013.
National Center for Education Statistic (NCES). PISA 2012 Data Tables. Figures, and Exhibits. 2012.
Nohda, Nobuhiko. Teaching by Open-Approach Method in Japanese Mathematics Classroom. Proceedings of the Conference of the International Group for the Psychology of Mathematics Education, 2000.
O’brien, Marita A., et.al. Developing An Organization Model For Intuitive Design. Atlanta: Georgia Institute of Technology, 2010.
OECD. Take The Test: Sample Question from OECD’s PISA Assessments. 2009.
Panbanlame, Kwanta, et.al. Students’ Intuition in Mathematics Class Using Lesson Study and Open Approach. Journal International of Psychology, 5, 1503-1516; Khon Kaen University, Thailand, 2014.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum lampiran IV.
PISA. PISA 2015 Result. PISA: OECD Publishing, 2016.
Prastowo, Andi. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu: Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI. Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Sa’o, Sofia. Berpikir Intuitif sebagai Solusi Mengatasi Rendahnya Prestasi Belajar Matematika. Jurnal Review Pembelajaran Matematika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, 2016.
Satriawati, Gusni. Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Open-Ended pada Pokok Bahasan Dalil Pythagoras di Kelas II SMP. Dalam Gelar Dwirahayu, Pendekatan Baru dalam Pembelajaran Sains dan Matematika Dasar: Sebuah Antologi.(Jakarta: PIC UIN Jakarta), 2007.
Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2012.
Sukmana, Agus, dan Wahyudin. A Teaching Material Development for Developing Students’ Intuitive Thinking through REACT Contextual Teaching Approach. Jurnal Mat Stat Vol. 11 No. 2, 2011.
Sukmana, Agus. Laporan Penelitian: Profil Berpikir Intuitif Matematik. LPPM Universitas Katholik Parahiyangan Bandung, 2011.
Torff, B., and Robert J. Sternberg. Understanding and teaching the intuitive mind: student and teacher learning. (Mahwa, N.J.: Lawrence Erlbaum Associates).
Usodo, Budi. Karakteristik Intuisi Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Matematika dan Perbedaan Gender.
Artikel Universitas Sebelas Maret Surakarta, Vol. 1 No. 1, 2012.
Wijaya, Ariyadi. Pendidikan Matematika Realistik: Suatu Alternatif Pendekatan Pembelajaran Matematika. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.
73 LAMPIRAN 1
73
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN
Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester : XI/Ganjil
Mata Pelajaran : Matematika-Wajib Materi Pokok : Barisan dan Deret Alokasi waktu : 2 x 40 menit Pertemuan ke- : 1 (satu) I. KOMPETENSI INTI
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
II. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR Kompetensi Dasar:
3.8. Menganalisis barisan berdasarkan pola iteratif dan rekursif terutama yang meliputi barisan aritmatika dan geometri.
Indikator:
1. Menerapkan konsep pola bilangan dalam penyelesaian masalah menggunakan kombinasi rumus yang dimiliki.
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada pembelajaran ini diharapkan siswa dapat:
1. Menemukan konsep pola bilangan secara masuk akal.
2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola bilangan menggunakan kombinasi rumus yang dimiliki.
Sikap yang ingin dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah rasa ingin tahu, mandiri, aktif, dan kerja sama.
IV. MATERI POKOK
Pola bilangan adalah susunan angka-angka yang mempunyai pola-pola tertentu. Jenis dan bentuk pola bilangan di antaranya adalah pola bilangan ganjil, genap, segitiga pascal, persegi, persegi panjang, dan segitiga.
V. MEDIA DAN ALAT PEMBELAJARAN Papan tulis, spidol, laptop, proyektor, dan LCD. VI. STRATEGI PEMBELAJARAN
Pendekatan : Pendekatan Open-Ended
Metode : Tanya Jawab, Diskusi, Pemberian LKS
VII. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah
Pembelajaran Kegiatan Belajar
Alokasi Waktu
Pendahuluan
Ketua kelas memimpin doa dan siswa memberi salam kepada guru.
Guru mengecek kehadiran siswa.
Siswa memperhatikan penyampaian oleh guru tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
5 Menit Kegiatan Inti Pengajuan Masalah Open-Ended Belajar Mandiri
Guru menerangkan materi awal tentang konsep pola bilangan untuk memulai pembelajaran. Guru membagi siswa ke dalam beberapa
kelompok.
Guru memberikan Lembar Kerja Siswa 1 (LKS 1) kepada siswa yang memuat masalah open-ended.
Siswa membaca soal agar memahami permasalahan yang diberikan.
Siswa menuliskan informasi yang ada dari permasalahan yang diberikan.
Siswa mengidentifikasi pernyataan yang mendasari masalah.
Siswa menemukan ide untuk memecahkan masalah yang diberikan.
Guru mengarahkan siswa jika mengalami kesulitan.
70 Menit
75 Diskusi Kelas dan Perbandingan Konsep Kesimpulan Berdasarkan Hubungan Ide Siswa di Kelas
Siswa mendiskusikan hasil jawaban individu dalam kelompok.
Guru mengontrol kegiatan diskusi siswa.
Salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi.
Siswa membandingkan hasil penyelesaian dengan kelompok lain.
Siswa diberikan kesempatan untuk menanggapi presentasi yang dilakukan.
Guru mengarahkan siswa untuk mengasosiasikan ide.
Siswa menyimpulkan seluruh ide yang dipresentasikan di depan kelas.
Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan. Setelah selesai mengerjakan, siswa
mengumpulkan latihan soal.
Penutup
Siswa diminta untuk mempelajari materi selanjutnya.
Siswa diberikan motivasi oleh guru untuk tetap semangat dalam belajar.
Guru mengucap salam.
5 Menit
Total Waktu 80
Menit VIII. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Penilaian Aspek Kognitif
No. Indikator Instrumen
1. Menerapkan konsep pola bilangan dalam penyelesaian
masalahmenggunakan kombinasi rumus yang dimiliki. Butir soal no. 1 & 2
Soal
1. Tentukan rumus suku ke-n dari barisan: 8, 12, 16, 20, ... !
2. Ramli mempunyai 20 kelereng yang dapat disusun sehingga berbentuk segitiga sebagai berikut:
Ramli merasa menyusun kelereng menyenangkan dan ia ingin menyusunnya lagi dalam bentuk lain sehingga 20 kelerengnya berada dalam barisan. Bantulah Ramli membuat pola barisan yang lain dan tentukan cara menghitung banyak kelereng sampai barisan ke-n!
Rubrik Penilaian
No. Jawaban Skor
1. Dik. Barisan tersebut adalah barisan aritmatika a = 8 b = 12 – 8 = 4 Dit. Un = ... 10 Un = a + (n – 1) b Un = 8 + (n – 1) 4 Un = 8 + 4n – 4 Un = 4 + 4n 30
Jadi, rumus suku ke-n dari barisan tersebut adalah Un = 4 + 4n
10 Alternatif jawaban 1 Alternatif jawaban 2
2.
Pola barisan bilangan genap:
2 4 6 8
Pola barisan persegi panjang:
2 6 12
25
Barisan bilangan genap suku ke-n: Baris ke- Pola barisan bil. genap
1 2 = 2 . 1 2 4 = 2. 2 3 6 = 2. 3 4 8 = 2 . 4 n 2n
Barisan persegi panjang suku ke-n:
Baris ke- Pola barisan persegi panjang 1 2 = 1 . (1+1) 2 6 = 2 . 3 = 2 . (2+1) 3 12 = 3 . 4 = 3 . (3+1) n n (n+1) 25 Total Skor 100
77
2. Penilaian Aspek Afektif (Sikap)
Rubrik penilaian sikap mandiri disusun sebagai berikut.
Kriteria Skor Indikator
Sangat Baik
(SB) 4
Mengerjakan tugas sendiri dan tidak bertanya kepada teman
Baik (B) 3 Mengerjakan tugas sendiri namun masih bertanya kepada teman
Cukup (C) 2 Mengerjakan tugas bersama teman Kurang (K) 1 Tidak mengerjakan tugas sendiri Rubrik penilaian sikap aktif disusun sebagai berikut.
Kriteria Skor Indikator
Sangat Baik
(SB) 4
Bertanya, menanggapi pertanyaan dan berperan dalam diskusi
Baik (B) 3 Bertanya dan berperan dalam diskusi
Cukup (C) 2 Berperan dalam diskusi namun tidak bertanya dan menanggapi pertanyaan teman dan guru
Kurang (K) 1 Tidak bertanya, menanggapi pertanyaan maupun berperan dalam diskusi
Berilah nilai sikap (1/2/3/4) pada kolom yang disediakan sesuai hasil pengamatan.
No Nama Sikap Jumlah
Skor Predikat Mandiri Aktif
Keterangan:
1. Nilai sikap = jumlah skor perolehan × 100 : 8
2. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:
SB = Sangat Baik = 70 – 100 C = Cukup = 60 69 B = Baik = 70 – 79 K = Kurang ≤ 60
Ciputat, November 2017 Guru/Peneliti,
Rini
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN
Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester : XI/Ganjil
Mata Pelajaran : Matematika-Wajib Materi Pokok : Barisan dan Deret Alokasi waktu : 2 x 40 menit Pertemuan ke- : 2 (dua) I. KOMPETENSI INTI
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
II. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR Kompetensi Dasar:
3.8. Menganalisis barisan berdasarkan pola iteratif dan rekursif terutama yang meliputi barisan aritmatika dan geometri.
Indikator:
1. Menggunakan konsep barisan aritmetika.
2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan aritmatika menggunakan kombinasi rumus yang dimiliki.
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada pembelajaran ini diharapkan siswa dapat:
1. Menemukan konsep barisan aritmatika secara masuk akal. 2. Menggunakan konsep barisan aritmatika.
79
3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan aritmatika menggunakan kombinasi rumus yang dimiliki.
Sikap yang ingin dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah rasa ingin tahu, mandiri, aktif, dan kerja sama.
IV. MATERI POKOK
Barisan aritmatika adalah barisan bilangan yang beda setiap suku yang berurutan adalah sama. Beda dua suku yang berurutan pada barisan aritmatika dinotasikan b dan dinyatakan:
b = U2 – U1 = U3 – U2 = ... = Un – Un-1
dengan n = bilangan asli sebagai nomor suku.
Rumus suku ke-n barisan aritmatika dinyatakan sebagai berikut. Un = a + (n – 1) b
Keterangan:
a = U1 = suku pertama barisan aritmatika b = beda
n = banyak suku barisan aritmatika V. STRATEGI PEMBELAJARAN
Pendekatan : Pendekatan Open-Ended
Metode : Tanya Jawab, Diskusi, Pemberian LKS
VI. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah
Pembelajaran Kegiatan Belajar
Alokasi Waktu
Pendahuluan
Ketua kelas memimpin doa dan siswa memberi salam kepada guru.
Guru mengecek kehadiran siswa.
Siswa memperhatikan penyampaian oleh guru tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
5 Menit
Kegiatan Inti Pengajuan
Masalah Open-Ended
Guru menerangkan materi awal tentang konsep barisan aritmatika untuk memulai pembelajaran. Guru membagi siswa ke dalam beberapa
kelompok.
Guru memberikan Lembar Kerja Siswa 2 (LKS 2) kepada siswa yang memuat masalah open-ended.
Siswa membaca soal agar memahami permasalahan yang diberikan.
70 Menit
Belajar Mandiri Diskusi Kelas dan Perbandingan Konsep Kesimpulan Berdasarkan Hubungan Ide Siswa di Kelas
Siswa menuliskan informasi yang ada dari permasalahan yang diberikan.
Siswa mengidentifikasi pernyataan yang mendasari masalah.
Siswa menemukan ide untuk memecahkan masalah yang diberikan.
Guru mengarahkan siswa jika mengalami kesulitan.
Siswa mendiskusikan hasil jawaban individu dalam kelompok.
Guru mengontrol kegiatan diskusi siswa.
Salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi.
Siswa membandingkan hasil penyelesaian dengan kelompok lain.
Siswa diberikan kesempatan untuk menanggapi presentasi yang dilakukan.
Guru mengarahkan siswa untuk mengasosiasikan ide.
Siswa menyimpulkan seluruh ide yang dipresentasikan di depan kelas.
Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan. Setelah selesai mengerjakan, siswa
mengumpulkan latihan soal.
Penutup
Siswa diminta untuk mempelajari materi selanjutnya.
Siswa diberikan motivasi oleh guru untuk tetap semangat dalam belajar.
Guru mengucap salam.
5 Menit
Total Waktu 80
Menit VII. PENILAIAN HASIL BELAJAR
1. Penilaian Aspek Kognitif
No. Indikator Instrumen
3. Menggunakan konsep barisan aritmetika.
LKS & Butir soal no. 1 4. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan barisan
81
Soal
1. Pak Badu hendak membagikan warisan kepada 5 orang anaknya. Anak pertama mendapat warisan sebesar Rp 30.000.000,00. Anak kedua mendapat uang lebih sedikit Rp 2.500.000,00 dari anak pertama, begitu seterusnya. Berapa besar uang yang diterima anak terakhir?
2. Olla adalah seorang pelukis terkenal. Pada bulan Maret, ia mendapatkan pesanan 4 lukisan berukuran 0,5 m x 1 m. Kertas lukis yang tersedia di toko sebesar 0,5 x 0,5 m yang menunjukkan bahwa 1 lukisan membutuhkan 2 lembar kertas lukis. Permintaan lukisan terus bertambah sehingga Olla mendapat pesanan 7 lukisan pada bulan April. Di bulan Mei, Olla mendapat pesanan 10 lukisan. Di bulan Juni, Olla mendapat pesanan 13 lukisan, dan seterusnya. Jika pertambahan pesanan lukisan konstan, berapa lembar kertas lukis yang dibutuhkannya pada bulan November?
Rubrik Penilaian
No. Jawaban Skor
1. Dik. a = 30.000.000 b = -2.500.000 Dit. U5 = ... 10 U5 = a + (n – 1) b U5 = 30.000.000 + (5 – 1) (-2.500.000) U5 = 30.000.000 + 4 x (-2.500.000) U5 = 30.000.000 – 10.000.000 U5 = 20.000.000 30
Jadi, besar uang yang diterima anak terakhir adalah Rp 20.000.000 10 2. Alternatif jawaban 1 Alternatif jawaban 2
Dik. a = 2 lembar x 4 lukisan = 8 lembar b = 2 lembar x (10 – 7) lukisan = 6 lembar Dit. U8 = ... Dik. a = 4 lukisan b = 10 – 7 = 3 lukisan Dit. U8 = ... 10 U8 = a + (n – 1) b = 8 + (8 – 1) 6 = 8 + (7 . 6) = 50 U8 = a + (n – 1) b = 4 + (8 – 1) 3 = 4 + (7 . 3) = 25
Karena 1 lukisan butuh 2 lembar kertas, maka 2 x 25 = 50.
30
Jadi, kertas lukis yang dibutuhkan pada bulan November adalah 50 lembar.
Jadi, kertas lukis yang dibutuhkan pada bulan November adalah 50 lembar.
10
2. Penilaian Aspek Afektif (Sikap)
Rubrik penilaian sikap mandiri disusun sebagai berikut.
Kriteria Skor Indikator
Sangat Baik
(SB) 4
Mengerjakan tugas sendiri dan tidak bertanya kepada teman
Baik (B) 3 Mengerjakan tugas sendiri namun masih bertanya kepada teman
Cukup (C) 2 Mengerjakan tugas bersama teman Kurang (K) 1 Tidak mengerjakan tugas sendiri Rubrik penilaian sikap aktif disusun sebagai berikut.
Kriteria Skor Indikator
Sangat Baik
(SB) 4
Bertanya, menanggapi pertanyaan dan memperhatikan penjelasan guru.
Baik (B) 3 Bertanya dan memperhatikan penjelasan guru Cukup (C) 2 Memperhatikan penjelasan guru namun tidak
bertanya dan menanggapi pertanyaan teman dan guru Kurang (K) 1 Tidak bertanya, menanggapi pertanyaan maupun
memperhatikan penjelasan guru
Berilah nilai sikap (1/2/3/4) pada kolom yang disediakan sesuai hasil pengamatan.
No Nama Sikap Jumlah
Skor Predikat Mandiri Aktif
Keterangan:
3. Nilai sikap = jumlah skor perolehan × 100 : 8
4. Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:
SB = Sangat Baik = 70 – 100 C = Cukup = 60 69 B = Baik = 70 – 79 K = Kurang ≤ 60
Ciputat, November 2017 Guru/Peneliti,
Rini
83
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN
Satuan Pendidikan : SMA Kelas/Semester : XI/Ganjil
Mata Pelajaran : Matematika-Wajib Materi Pokok : Barisan dan Deret Alokasi waktu : 2 x 40 menit Pertemuan ke- : 3 (tiga) I. KOMPETENSI INTI
KI 1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. KI 3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
II. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR Kompetensi Dasar:
3.8. Menganalisis barisan berdasarkan pola iteratif dan rekursif terutama yang meliputi barisan aritmatika dan geometri.
Indikator:
1. Menggunakan konsep deret aritmetika dengan menggunakan kombinasi rumus yang dimiliki.
2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan deret aritmetika.
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pada pembelajaran ini diharapkan siswa dapat:
1. Menggunakan konsep deret aritmatika dengan menggunakan kombinasi rumus yang dimiliki.
Sikap yang ingin dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah rasa ingin tahu, mandiri, aktif, dan kerja sama.
IV. MATERI POKOK
Deret aritmatika dalah penjumlahan berurut suku-suku suatu barisan aritmatika. Deret aritmatika juga disebut deret hitung karena perbedaan antar sukunya dihitung berdasar operasi penjumlahan.
Rumus jumlah n suku pertama deret aritmatika dinyatakan sebagai berikut. �� = � � + �� atau �� =� + � −
Keterangan:
Sn = jumlah n suku pertama n = banyak suku
V. STRATEGI PEMBELAJARAN
Pendekatan : Pendekatan Open-Ended
Metode : Tanya Jawab, Diskusi, Pemberian LKS
VI. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Langkah Pembelajaran
Kegiatan Belajar Alokasi
waktu
Pendahuluan
Ketua kelas memimpin doa dan siswa memberi salam kepada guru.
Guru mengecek kehadiran siswa.
Siswa memperhatikan penyampaian oleh guru tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
5 Menit Kegiatan Inti Pengajuan Masalah Open-Ended Belajar Mandiri
Guru menerangkan materi awal tentang deret aritmatika untuk memulai pembelajaran.
Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok.
Guru memberikan Lembar Kerja Siswa 3 (LKS 3) kepada siswa yang memuat masalah open-ended.
Siswa membaca soal agar memahami permasalahan yang diberikan.
Siswa menuliskan informasi yang ada dari permasalahan yang diberikan.
Siswa mengidentifikasi pernyataan yang mendasari masalah.
Siswa menemukan ide untuk memecahkan masalah yang diberikan.
70 Menit
85 Diskusi Kelas dan Perbandingan Konsep Kesimpulan Berdasarkan Hubungan Ide Siswa di Kelas
Guru mengarahkan siswa jika mengalami kesulitan.
Siswa mendiskusikan hasil jawaban individu dalam kelompok.
Guru mengontrol kegiatan diskusi siswa.
Salah satu perwakilan kelompok mempresentasikan hasil dari diskusi.
Siswa membandingkan hasil penyelesaian dengan kelompok lain.
Siswa diberikan kesempatan untuk menanggapi presentasi yang dilakukan.
Guru mengarahkan siswa untuk mengasosiasikan ide.
Siswa menyimpulkan seluruh ide yang dipresentasikan di depan kelas.
Siswa mengerjakan latihan soal yang diberikan. Setelah selesai mengerjakan, siswa
mengumpulkan latihan soal.
Penutup
Siswa diminta untuk mempelajari materi selanjutnya.
Siswa diberikan motivasi oleh guru untuk tetap semangat dalam belajar.
Guru mengucap salam.
5 Menit
Total Waktu 80
Menit
VII. PENILAIAN HASIL BELAJAR 1. Penilaian Aspek Kognitif
No. Indikator Instrumen
1. Menggunakan konsep deret aritmetika dengan menggunakan
kombinasi rumus yang dimiliki. LKS & butir soal no. 1 2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan deret
aritmetika. Butir soal no. 2
Soal 1. K ot a k S ta rt 5 m F ini sh
Dalam kotak tersedia 10 bendera. Bendera tersebut harus dipindahkan ke dalam botol yang tersedia satu demi satu secara urut dari botol pertama memulai start. Berapa jarak tempuh yang dilalui peserta lomba sampai finish?
2. Ida bekerja di perusahaan dengan kontrak selama 10 bulan dan gaji awal Rp 1.600.000,00. Setiap bulan Ida mendapat kenaikan gaji berkala sebesar Rp 200.000,00. Total seluruh gaji yang diterima Ida hingga menyelesaikan kontrak kerja adalah...
Rubrik Penilaian
No. Jawaban Skor
1. Dik. n = 10 a = 0 b = 5 10 �� =� + � − � = . + − � = 9. � = 30
Jadi, jarak tempuh yang dilalui peserta lomba sampai finish adalah
225. 10 2. Dik. n = 10 a = 1.600.000 b = 200.000 10 �� =� + � − � = × . . + − . � = . . + 9 × . � = . . 30
Jadi, total seluruh gaji yang diterima Ida hingga menyelesaikan
kontrak kerja adalah Rp 25.000.000. 10
Total Skor 100
2. Penilaian Aspek Afektif (Sikap)
Rubrik penilaian sikap mandiri disusun sebagai berikut.
Kriteria Skor Indikator
Sangat Baik
(SB) 4
Mengerjakan tugas sendiri dan tidak bertanya kepada teman
Baik (B) 3 Mengerjakan tugas sendiri namun masih bertanya kepada teman
87
Kriteria Skor Indikator
Cukup (C) 2 Mengerjakan tugas bersama teman Kurang (K) 1 Tidak mengerjakan tugas sendiri
Rubrik penilaian sikap aktif disusun sebagai berikut:
Kriteria Skor Indikator
Sangat Baik
(SB) 4
Bertanya, menanggapi pertanyaan dan memperhatikan penjelasan guru.
Baik (B) 3 Bertanya dan memperhatikan penjelasan guru Cukup (C) 2 Memperhatikan penjelasan guru namun tidak