BAB V KESIMPULAN, DISKUSI, DAN SARAN
5.3 Saran
5.3.2 Saran praktis
1. Berdasarkan hasil penelitian ini, variabel kepribadian yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing pada pegawai yaitu regulasi diri. Sehingga salah satu cara untuk mengurangi tingkat perilaku cyberloafing pada pegawai dengan kecenderungan regulasi diri rendah adalah dengan meningkatkan pengendalian diri serta merencanakan strategi yang matang sehingga dapat lebih fokus dalam mencapi tujuan pekerjaan. Selain itu, yang tak kalah penting yaitu memupuk kesadaran pada pegawai mengenai
penggunaan waktu kerja yang digunakan untuk hal-hal diluar pekerjaan dapat mengurangi produktivitas dan efektivitas kerja.
2. Variabel lain diluar variabel kepribadian yang memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku cyberloafing pada pegawai yaitu role ambiguity, role conflict, dan keadilan interpersonal. Maka saran praktis yang dapat dilakukan ialah memberikan arahan yang lebih jelas mengenai tujuan dan kewajiban terkait pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai. Selain itu bagi pimpinan instansi agar dapat memberi dukungan kepada pegawai serta menjalin hubungan baik dengan pegawai, bersikap lebih terbuka, fleksibel, dan menjadi pendengar yang baik dalam konteks masalah instansi sehingga pegawai merasa bahwa mereka telah didukung dan diperlakukan secara adil oleh instansi/organisasinya yang diharapkan dapat mengurangi perilaku cyberloafing yang berlebihan guna meningkatkan produktivitas dan efektivitas instansinya.
3. Kepada pihak instansi, apabila ingin melakukan intervensi terkait perilaku cyberloafing para pegawai, maka perlu diperhatikan adalah salah satunya memperketat regulasi dalam penggunaan internet dikantor pada saat jam kerja seperti peraturan dan pembatasan terkait akses internet, serta memperjelas Standar Operasional Prosedur kerja agar dapat menekan tingginya perilaku cyberloafing yang dilakukan oleh pegawai.
DAFTAR PUSTAKA
Aamir, S. & Hira, A. (2011). Work stress & family imbalance in service sector of Pakistan. International Journal of Business and Social Science, 2(13).
Aamodt, M. G. (2007). Industrial/organizational psychology: An applied approach. Belmont: Wadsworth Publishing.
Akbulut, Y., Dursun, Ö. Ö., Dönmez, O., & Sahin, Y. L. (2015). In search of a measure to investigate cyberloafing in educational settings. Journal of Computers in Human Behavior, 616-625.doi:10.1016/j.chb.2015.11.002 Akin, A., Ulukok, E., & Arar, T. (2017). Analyzing the relationsip between
organizational justice and cyberloafing: A study in a Public University.
Conferences Paper on Social and Economics, 9-19.
doi:10.19275/rsepconferences088.
Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Malang: UMM Press.
Antariksa, Y (2012). Tiga alasan penting kenapa akses internet harus ditutup selama jam kantor. Diakses tanggal 18 Desember 2018 dari http://strategimanajemen.net.
Anugrah, P. A., & Margaretha, M. (2013). Regulasi diri mempengaruhi perilaku cyberloafing yang dimoderasi oleh berbagai karakteristik individual mahasiswa universitas kristen maranatha. National Conference and Call for Paper, 28, 1-20.
Ardilasari, N., & Firmanto, S. (2017). Hubungan self control dan perilaku cyberloafing pada pegawai negeri sipil. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 5(1), 19-39.
Arshad, M., Aftab, M., & Bukhari, H. (2016). The impact of job characteristics and role stressors on cyberloafing: The case of Pakistan. International Journal of Scientific and Research Publications, 6(12), 244-252.
Azzahra, S. (2018). Pengaruh kepribadian hexaco, self regulation, dan variabel demografis terhadap academic cyberloafing pada mahasiswa. Skripsi.
Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Blanchard, A. L., & Henle, C. A. (2008). Correlates of different forms of cyberloafing: The role of norms and external locus of control. Journal of Computers in Human Behavior, 24, 1067-1084.
Blanchard, A. L., & Henle, C. A. (2008). The interaction of work stressors and organizational sanctions on cyberloafing. Journal of Managerial Issues, 20(3), 383.
Bokti, M., Talib, A. (2009). Preliminary study on occupational stress and job satisfaction among male navy personnel at naval base in Lumut Malaysia.
The Journal of International Social Research. 2(9), 299-307.
Colquitt, J. A. (2001). On the dimensionality of organizational justice: A construct validation of a measure. Journal of Applied Psychology, 86(3), 386-400.doi:10.1037//0021-9010.86.3.386
Colquitt, J. A., Conlon, D. E., Wesson, M. J., Porter, C. O., & Ng, K. Y. (2001).
Justice at the millennium: A meta-analytic review of 25 years of organizational justice research. Journal of Applied Psychology, 86(3), 425 445.
Cropanzano, R., Bowen, D. E., & Gilliland, S. W. (2007). The management of organizational justice. Journal Academy of Management Perspectives, 21(4), 34-48.
Deguci, E. E. (2013). Keterkaitan antara stres kerja terhadap kinerja pegawai negeri sipil pada dinas koperindag dan pasar kabupaten pesisir selatan.
Jurnal KBP, 1(2), 123-138.
Fathonah, N., & Hartijasti, Y. (2014). The influence of perceived organizational injustice towards workplace personal web usage and work productivity in Indonesia. The South Asean Journal of Management, 8(2), 151-166.
Günay, M., Azizoglu, O., & Çakar, S. (2018). The effect of perceived organizational justice on cyberloafing behaviour. Conference Paper, 1-9.
Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/331412059 Handoyo, S. (2016). Psikologi dan Teknologi Informasi (Seri Sumbangan
Pemikiran Psikologi Untuk Bangsa 2). Jakarta: Himpunan Psikologi Indonesia.
Hastini, L. Y., Chairoel, L., & Mustika, M. S. (2018). Pengaruh locus of control, peraturan tentang penggunaan internet, dan norma yang berlaku pada rekan kerja serta pimpinan terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan Universitas Dharma Andalas. Jurnal Ekonomi, 4(1), 77-87.
Herlianto, A. W. (2012). Pengaruh stres kerja pada cyberloafing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Manajemen, 1(2), 1-5.
Kurniawan, H., & Nastasia, K. (2018). Hubungan self-regulation dengan perilaku cyberloafing pada mahasiswa pasca sarjana. Jurnal Psikologi, 11(2), 1-10.
Laksana, A. A. (2019). Hubungan antara kesepian dengan cyberloafing pada pegawai negeri sipil di biro kepegawaian badan kepegawaian negara pusat.
Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Lim, V. K. G. (2002). The IT way of loafing on the job: cyberloafing, neutralizing and organizational justice. Journal Organizational Behaviour, 23(5), 675-694.
Lim, V. K. G., & Teo, T. S. H. (2005). Prevalence, perceived, seriousness, justification, and regulation of cyberloafing in Singapore: An exploratory study. Information & Management, 42(8), 1081-1093.
Lim, V. K. G., & Chen, D. J. Q. (2009). Cyberloafing at the workplace: Gain or drain on work?. Journal of Behaviour and Information Technology, 31(4), 343-353.doi:10.1080/01449290903353054
Malhotra, S. (2013). Cyberloafing: A holistic perspective. Online interdisciplinary, multidisciplinary, and multicultural journal, 2(3), 1-13.
Meru, M. & Fajrianthi. (2013). Pengaruh keadilan organisasi terhadap intensi turnover pada karyawan arsitek dan konstruktor di Surabaya. Jurnal Psikologi Industri dan Organisasi, 2(2), 83-89.
Moilanen, K. L. (2006). The adolescent self-regulatory inventory: The development and validation of a questionnaire of short-term and long-term self-regulation. Journal Youth Adolescence, 36, 835-848. doi 10.1007/s10964-006-9107-9
Munandar, A. S. (2001). Psikologi Industri Dan Organisasi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Nimran, U. (2004). Perilaku Organisasi (Edisi Revisi). Surabaya: Citra Media.
Ogut, E., Şahin, M., & Demirsel, M. T. (2013). The relationship between perceived organizational justice and cyberloafing: Evidence from a public hospital in Turkey. Mediterranean Journal of Social Sciences, 4(10), 226-233.doi:10.5901/mjss.2013.v4n10p226
Ozler, D. E., & Polat, G. (2012). Cyberloafing phenomenon in organizations:
Determinants and impacts. International Journal of eBusiness and eGoverment Studies, 4(2), 1-15.
Peterson, M. F., Smith, P. B., Ade, B., Ayestaran, S., et al. (1995). Role conflict, ambiguity, and overload: A 21-nation study. Journal Academy of Management, 38(2), 429-452.
Pflanz, E. S., & Ogle, A. D. (2006). Job stress, depression, work performance, and perception of supervisors in military personnel. Military Medicine Review, 171(9), 861-864.
Pichardo, C., Justicia, F., Fuente, J., Manuel, M. V. J., & G., B. A. (2014). Factor structure of the self-regulation questionnaire (SRQ) at Spanish Universities. Spanish Journal of Psychology, 17(e62), 1-8.
doi:10.1017/sjp.2014.63
Prasad, S., Lim, V. K. G., & Chen, D. J. Q. (2010). Self-regulation, individual characteristics and cyberloafing. Pacific Asia Conference on Information Systems(PACIS) Proceedings, 159, 1641-1648. Retrieved from http://aisel.aisnet.org/pacis2010/159
Purnamasari, D (2017, September). Efektifkah layanan publik pns?. Diakses tanggal 28 Juni 2019 dari https://tirto.id
Putri, D. R., & Zahreni, S. (2016). Pengaruh keadilan organisasi terhadap cyberloafing di bank Sumut kantor cabang utama. Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara
Rego, A., & M. P. Cunha. (2006). Organizational justice and citizenship behaviors: a study in a feminine, high power distance culture. Working Papers in Management. Universidade de Aviero.
Sugianto, D (2017, Juni). Blak-blakan MenPAN RB soal kinerja PNS. Diakses tanggal 28 Juni 2019 dari http://www.detik.com
Tarigan, E. V. (2015). Pengaruh role ambiguity dan role conflict terhadap perilaku cyberloafing pada karyawan. Skripsi. Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara.
Tempo. (2013, Juli). Ombudsman panggil lima kementrian berponten merah.
Diakses tanggal 28 Juni 2019 dari http://www.kemenperin.go.id
Varghese, L., & Barber, L. K. (2017). A preliminary study exploring moderating effects of role stressors on the relationship between Big Five personality traits and workplace cyberloafing. Journal of Psychosocial Research on Cyberspace, 11(4), 1-15.doi: 10.5817/CP2017-4-4
Vanishree, P. (2014). Impact of role ambiguity, role conflict and role overload on job stress in small and medium scale industries. Journal of Management Sciences, 3(1), 10-13.
Vitak, J., Crouse, J., & LaRose, R. (2011). Personal internet use at work:
Understanding cyberslacking. Journal Computers in Human Behavior,
27(5), 1751-1759. Retrieved from
http://www.sciencedirect.com/science/journal/07475632
LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 Surat Izin Penelitian
LAMPIRAN 2 Instrumen Penelitian Assalamualaikum Wr. Wb.
Yth Bapak dan Ibu,
Perkenalkan saya Siska Puspawardani, mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sedang melakukan penelitian untuk memenuhi tugas akhir skripsi saya mengenai Perilaku Cyberloafing. Saya memohon kesediaan Bapak dan Ibu untuk mengisi kuesioner dibawah ini. Tidak ada jawaban benar dan salah pada kuesioner ini, sehingga diharapkan untuk menjawab pernyataan-pernyataan berikut yang paling sesuai dengan diri anda. Saya akan menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban yang telah anda berikan. Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih. Semoga kebaikan bapak/ibu sekalian dibalas oleh Tuhan YME.
Hormat saya.
Untuk menjawab pernyataan pada instrumen di bagian A, B, C, dan D Bapak/Ibu dimohon untuk memilih salah satu jawaban dari keempat alternatif jawaban yang paling sesuai dengan cara memberikan tanda ceklis (√) pada salah satu kolom pilihan jawaban yang tersedia dibagian kanan pada setiap pernyataan.
Keterangan jawaban sebagai berikut:
---BAGIAN A
Selama jam kerja, seberapa seringkah Anda melakukan aktivitas internet berikut untuk kepentingan pribadi / tidak berkaitan dengan pekerjaan?
(Baik menggunakan fasilitas kantor maupun fasilitas pribadi)
No. Pernyataan SJ J S SS
1. Mengecek email yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
2. Mengirim email yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
3. Menerima email yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
4. Mengunjungi website belanja online/ shopping online.
(seperti zalora, shopee, traveloka, dll)
5. Menerima atau mengirim pesan instan (seperti Line, WhatsApp, dll).
6. Bermain game online.
7. Mengunjungi situs jejaring sosial (seperti Facebook, twitter, instagram, dll)
8. Mengunjungi website tentang hiburan atau hobi.
(seperti Youtube, Blog, dll)
9. Mendownload atau streaming musik dan film lewat internet.
10. Mengunjungi website atau artikel mengenai berita-berita.
11. Mengunjungi website tentang olahraga.
12. Mengunjungi website tentang lowongan pekerjaan.
Keterangan Untuk Bagian B, C, dan D:
STS = Sangat Tidak Setuju S = Setuju
TS = Tidak Setuju SS = Sangat Setuju BAGIAN B
No. Pernyataan STS ST S SS
1. Saya mengalami kesulitan ketika memikirkan banyak hal.
2. Saya seringkali menunda dalam membuat
keputusan.
5. Saya merencakan strategi yang matang dalam mencapai tujuan saya.
6. Saya mengalami kesulitan dalam membuat rencana yang dapat membantu untuk mencapai tujuan saya.
7. Ketika menjalankan sesuatu, saya mampu menahan diri dari godaan yang mengalihkan perhatian saya.
8. Ketika memutuskan untuk melakukan perubahan, saya terbebani oleh banyak hal.
9. Dalam membuat rencana atau resolusi, saya mempertimbangkan keadaan saya pada saat itu.
10. Sedikit masalah atau gangguan yang terjadi membuat saya tertekan.
11. Saya kesulitan untuk menetapkan tujuan bagi diri saya sendiri.
12. Saya menetapkan tujuan untuk diri saya sendiri.
13. Ketika menjalankan suatu rencana, saya mudah terganggu dengan hal lain.
14. Saya memiliki tekad yang kuat.
15. Saya belajar dari kesalahan.
16. Dari satu kesalahan yang saya lakukan, saya langsung dapat belajar dari kesalahan itu.
17. Saya sulit belajar dari kesalahan saya.
BAGIAN C
No. Pernyataan STS TS S SS
1. Saya mengetahui dengan jelas wewenang yang saya miliki
2. Pekerjaan saya memiliki tujuan dan objektivitas yang jelas.
3. Saya tahu cara membagi waktu kerja dengan tepat.
4. Saya mengerti apa saja tanggung jawab saya.
5. Saya tahu apa yang diharapkan dari pekerjaan saya.
6. Terdapat penjelasan yang jelas apa saja yang harus saya lakukan.
7. Saya melakukan pekerjaan sampai selesai bukan atas
dasar keinginan saya, melainkan tuntutan dari lingkungan. (seperti: atasan, dll)
8. Kadang saya menerima sebuah penugasan tanpa bantuan orang yang berpengaruh.
9. Kadang saya melawan aturan atau kebijakan dalam menyelesaikan sebuah penugasan.
10. Saya bekerja dalam kelompok yang masing-masing memiliki gaya bekerja sangat berbeda.
11. Seringkali saya menerima tugas yang bertentangan antara dua orang atau lebih.
12. Saat saya melakukan sesuatu yang tepat, seringkali hal tersebut dapat diterima oleh satu pihak tetapi tidak diterima pihak lain.
13. Saya menerima sebuah tugas tetapi bahan dan sumber yang dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan saya kurang memadai.
14. Seringkali saya melakukan pekerjaan yang tidak berguna.
15. Jumlah pekerjaan yang diberikan menghalangi saya untuk melakukan pekerjaan sebaik yang saya bisa.
16. Untuk menyelesaikan pekerjaan, saya bekerja lebih cepat dari yang saya inginkan.
17. Jumlah target yang diharapkan dari saya sangat tidak realistis.
18. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan sangat banyak.
19. Saya memiliki pekerjaan lebih banyak dibandingkan dengan orang lain
20. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan sangat menyita waktu.
21. Saya memberikan banyak waktu untuk mendapatkan hasil yang diharapkan dari pekerjaan saya.
22. Saya memiliki banyak waktu kosong di tempat kerja.
23. Saya memiliki cukup waktu dalam mengerjakan pekerjaan yang diharapkan dari saya.
BAGIAN D
No. Pernyataan STS TS S SS
1. Saya diberi gaji secara adil.
2. Secara umum, saya menerima imbalan yang adil.
3. Gaji yang saya terima kurang sesuai dengan tugas
yang saya emban.
4. Dengan mempertimbangkan pengalaman yang saya miliki, saya cukup dihargai.
5. Usaha saya dalam bekerja cukup dihargai.
6. Tempat saya bekerja (kantor) memiliki mekanisme yang memungkinkan pegawai-nya untuk mengajukan perbandingan terhadap keputusan yang akan
mempengaruhi mereka.
7. Pertanyaan pegawai mengenai evaluasi kinerja dijawab dengan segera oleh kantor.
8. Kantor saya berusaha memahami pendapat pegawai-nya mengenai pengambilan keputusan dan kebijakan yang berkaitan dengan imbal jasa/bonus.
9. Saya sebagai pegawai dapat mengajukan
perbandingan atau pendapat lain terhadap keputusan yang dibuat oleh atasan.
10. Atasan saya menunjukkan perhatian yang tulus dengan bersikap adil kepada saya.
11. Atasan saya tertutup terhadap saya.
12. Atasan saya menunjukkan kepedulian terhadap hak-hak saya.
13. Atasan saya memperlakukan saya dengan rasa hormat dan penuh pertimbangan.
14. Atasan saya memberikan umpan balik terhadap pekerjaan saya, sehingga saya dapat memperbaiki pekerjaan saya.
15. Atasan saya memberikan penjelasan yang masuk akal ketika membuat suatu keputusan mengenai pekerjaan saya.
16. Atasan saya berdiskusi dengan saya mengenai tujuan dan perencanaan yang berhubungan dengan kinerja saya.
17. Atasan saya menjelaskan dengan jelas seluruh keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan saya.
18. Pertanyaan yang diajukan oleh pegawai mengenai imbal jasa/bonus dan evaluasi kinerja dijawab dengan jelas dan memuaskan oleh kantor.
Terimakasih Atas Kesediaan dan Partisipasi Anda
---LAMPIRAN 3
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 CL-11 CL-12
PM SY FI=cyberl.cor
MO NX=12 NK=1 LX=FR PH=ST TD=SY LK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SR-11 SR-12 SR-13 SR-14 SR-15 SR-16 SR-17
PM SY FI=SR.COR
MO NX=17 NK=1 LX=FR PH=ST TD=SY LK
Syntax Role Ambiguity
Syntax Keadilan Distributif
Syntax Keadilan Informasional
Uji Validitas Keadilan Informasional DA NI=4 NO=234 MA=PM
LA
KF-1 KF-2 KF-3 KF-4 PM SY FI=KF.COR
MO NX=4 NK=1 LX=FR PH=ST TD=SY LK
K-INFOR
FR LX 1 1 LX 2 1 LX 3 1 LX 4 1 FR TD 4 1
PD
OU TV SS MI
LAMPIRAN 4 Path Diagram
Path Model Fit Perilaku Cyberloafing
Path Model Fit Self-regulation
Path Model Fit Role Ambiguity
Path Model Fit Role Conflict
Path Model Fit Role Overload
Path Model Fit Keadilan Distributif
Path Model Fit Keadilan Prosedural
Path Model Fit Keadilan Interpersonal
Path Model Fit Keadilan Informasional
LAMPIRAN 5
Residual 16671,050 225 74,094
Total 23300,000 233
a. Dependent Variable: CL
b. Predictors: (Constant), KF, RA, RO, KI, KD, RC, KP, SR
Coefficientsa c. Predictors: (Constant), SR, RA, RC d. Predictors: (Constant), SR, RA, RC, RO e. Predictors: (Constant), SR, RA, RC, RO, KD f. Predictors: (Constant), SR, RA, RC, RO, KD, KP g. Predictors: (Constant), SR, RA, RC, RO, KD, KP, KI