“
Meningkatnya pemenuhan sarana prasarana kerja yang modern dan sesuai dengan kebutuhan”
kebutuhan dengan membandingkan antara target dan realisasi kinerja, terdapat pada tabel 3.19 berikut :
Tabel 3.19. Target dan realisasi sasaran “Meningkatnya pemenuhan sarana prasarana kerja yang modern dan sesuai
dengan kebutuhan”
NO Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1 Persentase pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern
100% 78,9% 78,9%
13.1 Persentase pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern
Capaian Persentase pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern didapat dari hasil perbandingan persentase realisasi pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern dengan persentase target yang telah ditetapkan. Rincian formula pengukuran sebagai berikut:
Capaian tingkat persentase
=
persentase realisasi pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern persentase permintaan sarana dan prasarana yang
ditargetkan terpenuhi
x 100%
Pada tahun 2015, permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern telah terpenuhi sebesar 78,9%. Dari target 100% yang ditentukan, maka indikator ini memiliki capaian sebesar 78,9%.
Realisasi indikator persentase pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern yang ditetapkan belum sepenuhnya memenuhi target yang telah direncanakan dikarenakan Bagian Pengadaan dan Inventaris dalam mengadakan kebutuhan layanan sarana dan prasarana kerja terutama di ibukota provinsi belum maksimal
yaitu hanya terealisasi 64,3 %, selain itu dalam melakukan layanan sarana dan prasarana kerja di Ibukota Negara (Jakarta) baru dapat terpenuhi dengan realisasi 93,58 %, sehingga capaian Persentase pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern baik di ibukota negara dan ibukota provinsi hanya mencapai 78,9 %. dari target yang ditentukan 100%.
Belum ada kendala yang cukup berarti terhadap sasaran meningkatnya pemenuhan sarana prasarana kerja yang modern dan sesuai dengan kebutuhan, namun hal yang teknis eksternal seperti pengaruh inflasi dan nilai tukar rupiah menjadi kendala dalam memprediksi anggaran dalam pembelajaan layanan perkantoran, kedepan diperlukan langkah antisipasi dalam menghadapi masalah eksternal selain itu peningkatan dalam layanan sarana dan prasarana kerja, meskipun kenyataannya sarana dan prasarana kerja yang ada sekarang telah sesuai standar dalam segi jumlah dan mutu. Perlunya antisipasi dengan pengadaan sarana dan prasarana kerja yang menyesuaikan jenis/macam bentuk dan merek, yang tiap tahunnya mengalami perkembangan perubahan.
Capaian indikator Persentase pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern pada tahun 2014 memiliki capaian sebesar 86% dan tahun 2015 sebesar 78,9%, jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2014 maka capaian pada tahun 2015 mengalami penurunan sebesar 7,1%.
Penurunan ini dikarenakan ada hal teknis internal maupun eksternal, dalam aspek eksternal adanya teknis baru dalam pengaturan baru yang telah diatur dalam aturan kementerian keuangan sehingga perlu penyesuaian sehingga mengalami keterlambatan dalam penyerapan anggaran selain itu permasalahan eksternal menjadi kendala tersendiri yaitu nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan. Namun
dari segi aspek pelayanan dukungan sarana prasarana anggota DPD RI dan pegawai tahun 2015 tetap terpenuhi dan terealiasasi.
Dalam aspek internal dikarenakan perbaikan struktur birokrasi di Sekretariat Jenderal DPD RI dengan maksimalisasi peran Penanggungjawab kantor daerah dan juga kebijakan pembaharuan aturan keuangan dari kementerian keuangan memerlukan penyesuaian di lapangan selain itu meningkatnya kebutuhan anggota DPD RI di Provinsi di akhir tahun menjadi suatu kendala tersendiri.
Perbandingan capaian kinerja tahun 2015 dengan tahun sebelumnya dapat dilihat pada diagram 3.9 berikut :
Diagram 3.9 Perbandingan Persentase pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern
Tahun 2014 dan Tahun 2015
74,00% 76,00% 78,00% 80,00% 82,00% 84,00% 86,00% Persentase Capaian 2014 2015
Sumber daya yang digunakan dalam mencapai target indikator ini adalah anggaran dan pegawai yang melaksanakan kinerja ini. Anggaran yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp85.366.287.076,00 (delapan puluh lima milyar tiga ratus enam puluh enam ribu dua ratus delapan puluh tujuh ribu tujuh puluh enam rupiah) atau sekitar 89% dari target anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp96.093.750.000,00 (sembilan puluh enam milyar sembilan puluh tiga juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). Pegawai yang melaksanakan kinerja ini adalah pegawai Sekretariat Jenderal DPD RI yang terkait dengan pemenuhan sarana dan prasarana kerja dilingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.
Apabila dibandingkan antara capaian anggaran (89%) dengan capaian kinerja (79,8%) maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi efisiensi anggaran dalam pemenuhan sarana dan prasarana kerja dilingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI.
Program yang dilakukan untuk mencapai pemenuhan permintaan kebutuhan sarana dan prasarana yang modern adalah program peningkatan sarana dan prasarana aparatur DPD RI melalui kegiatan :
1) Penyediaan peralatan penunjang operasional kantor di ibukota negara berupa peralatan elektronik, mebelair dan perlengkapan perkantoran lainnya;
2) Pemeliharaan gedung dan peralatan kantor di ibukota negara terdiri dari pemeliharaan bangunan, pertamanan, perumahan dinas pimpinan, peralatan elektronik, mebelair dan perlengkapan perkantoran lainnya;
3) Penyediaan layanan kebutuhan operasional perkantoran di ibukota negara;
4) Penyediaan kantor sementara DPD RI di ibu kota provinsi pada 33 (tiga puluh) provinsi dengan cara pinjam pakai gedung dari Pemerintah Daerah Provinsi dan dengan cara sewa;
5) Penyediaan peralatan penunjang operasional kantor DPD pada Kantor Sementara DPD RI di ibukota provinsi berupa peralatan elektronik, mebelair dan perlengkapan perkantoran lainnya;
6) Penyediaan layanan perkantoran di ibukota provinsi yang terdiri dari layanan langganan daya dan jasa, layanan kebutuhan barang pakai habis dan penyediaan kendaraan operasional;
7) Pemeliharaan gedung/kantor, cleaning service, pemeliharaan peralatan penunjang operasional kantor DPD di ibukota provinsi dan perlengkapan perkantoran lainnya.
Sasaran “Meningkatnya pengawasan pelaksanaan kegiatan pada unit kerja Setjen DPD RI” merupakan sasaran untuk mencapai tujuan Terwujudnya pengawasan terhadap pelaksanaan tugas Setjen DPD RI. Capaian sasaran ini diukur dengan menggunakan indikator persentase rekomendasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti.
Capaian indikator kinerja sasaran strategis “Meningkatnya pengawasan pelaksanaan kegiatan pada unit kerja Setjen DPD RI dengan membandingkan antara target dan realisasi kinerja, terdapat pada tabel 3.20 berikut :
Tabel 3.20. Target dan realisasi kinerja sasaran
“Meningkatnya pengawasan pelaksanaan kegiatan pada unit kerja Setjen DPD RI”
NO Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian
1 Persentase rekomendasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
70% 67,4% 96,2%
14.1 Persentase rekomendasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti
Capaian Persentase rekomendasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti didapat dari perbandingan persentase rekomendasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti dengan persentase target rekomendasi hasil pengawasan yang ditindaklanjuti.