BCA meyakini bahwa cara suatu perusahaan
T. SELF ASSESSMENT PELAKSANAAN GCG di BCA
Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelaksanaan GCG, BCA secara berkala melakukan
self assessment secara komprehensif terhadap pelaksanaan GCG di BCA yang menyangkut 11
(sebelas) aspek penilaian sebagaimana diatur di dalam Peraturan Bank Indonesia maupun Surat Edaran Bank Indonesia.
Berikut ringkasan perhitungan nilai komposit self assessment GCG di BCA untuk periode tahun 2010:
Peringkat Komposit Hasil Self Assessment Pelaksanaan GCG di BCA adalah 1,35 atau predikat
“Sangat Baik” sesuai dengan klasifikasi peringkat komposit sebagaimana tabel berikut :
Nilai Komposit Predikat Komposit
Nilai Komposit < 1,5 Sangat Baik
1,5 ≤ Nilai komposit < 2,5 Baik
2,5 ≤ Nilai Komposit < 3,5 Cukup Baik
3,5 ≤ Nilai Komposti < 4,5 Kurang Baik
4,5 ≤ Nilai Komposit < 5 Tidak Baik
No. Aspek Yang Dinilai Bobot(A) Peringkat (B) Nilai (A) x (B)
1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab
Dewan Komisaris
10% 1 0,10
2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi 20% 1 0,20
3. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite 10% 1 0,10
4. Penanganan Benturan Kepentingan 10% 1 0,10
5. Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank 5% 2 0,10
6. Penerapan Fungsi Audit Intern 5% 2 0,10
7. Penerapan Fungsi Audit Ekstern 5% 2 0,10
8. Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan
Pengendalian Intern
7.5% 2 0,15
9. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait
(Related Parties) dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposures)
7.5% 2 0,15
10. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan
Bank, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal
15% 1 0,15
11. Rencana Strategis Bank 5% 2 0,10
financial review
governance review corporate data
Adapun pertimbangan peringkat komposit hasil
self assessment tersebut diatas didasarkan
antara lain pada hal-hal berikut dibawah ini :
1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan Anggaran Dasar serta Pedoman dan Tata Tertib Kerja Dewan Komisaris. Tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris antara lain adalah memastikan terselenggaranya pelaksanaan GCG melalui 3 (tiga) Komite yang dibentuknya dan melalui rapat Dewan Komisaris. Sepanjang tahun 2010 Dewan Komisaris telah mengadakan 35 (tiga puluh lima) kali rapat Dewan Komisaris dan 10 (sepuluh) kali rapat gabungan dengan Direksi. Pertemuan dengan frekuensi yang demikian tinggi membuktikan komitmen yang tinggi dari Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja Bank serta tim manajemennya termasuk Direksi.
2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
Direksi telah melaksanakan prinsip-prinsip GCG dalam berbagai aspek kegiatan BCA antara lain dengan membentuk 3 (tiga) Satuan Kerja yang disyaratkan dalam Peraturan Bank Indonesia tentang GCG dan membentuk 6 (enam) Komite Eksekutif yang membantu pelaksanaan fungsi dan tugasnya. Direksi menyelenggarakan rapat dengan frekuensi yang cukup tinggi, yaitu sebanyak 39 (tiga puluh sembilan) kali rapat Direksi ditambah dengan 10 (sepuluh) kali rapat gabungan dengan Dewan Komisaris selama tahun 2010. Disamping itu Direksi telah memastikan fungsi Audit Internal, fungsi Audit Eksternal, fungsi Manajemen Risiko dan
Pengendalian Intern dan Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Parties) dan Penyediaan Dana Dalam Jumlah Besar (Large Exposures) terlaksana dengan baik.
3. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas Komite-Komite
Seluruh Komite penunjang Dewan
Komisaris dan Komite Penunjang Direksi mempunyai struktur, kompetensi, dan
independensi yang sesuai dengan
persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Bank Indonesia. Komunikasi antara Komite-komite tersebut dengan Dewan Komisaris, Direksi serta Divisi-divisi yang ada berjalan lancar dan terbuka.
4. Penanganan Benturan Kepentingan
Komitmen BCA yang tinggi dalam menangani secara komprehensif potensi terjadinya benturan kepentingan tercermin dari penerapan kebijakan intern dan kepatuhan terhadap peraturan-peraturan terkait. Salah satu implementasi dari komitmen tersebut, RUPSLB Perseroan yang diselenggarakan pada tahun 2008 telah memberikan persetujuan dan wewenang kepada Direksi untuk melakukan transaksi yang mengandung benturan kepentingan dengan nilai tidak melebihi Rp 25 miliar atau ekivalennya untuk 1 (satu) atau beberapa transaksi dalam 1 (satu) tahun buku. Selanjutnya, transaksi tersebut dilakukan dengan persetujuan dari Komite Audit terlebih dahulu.
5. Penerapan Fungsi Kepatuhan Bank
Dewan Komisaris dan Direksi berhasil menjaga dengan baik kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku. Satuan Kerja Hukum dan Kepatuhan yang bersifat independen membantu tugas Direktur Kepatuhan dalam memantau kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku.
introduction business review business support
6. Penerapan Fungsi Audit Intern
Fungsi Audit Intern telah dilaksanakan dengan efektif dan optimal. Kepala Divisi Audit Internal bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur dan dapat berkomunikasi langsung dengan Dewan Komisaris dan Komite Audit. Divisi Audit Internal (DAI) melakukan antara lain evaluasi atas kecukupan dan efektivitas
proses manajemen risiko, struktur
pengendalian intern dan tata kelola perusahaan, serta melaksanakan fungsi konsultasi kepada pihak intern yang
membutuhkan. Dalam menjalankan
tugasnya, DAI berpedoman pada Piagam Audit Intern (Internal Audit Charter) dan Manual Kerja Divisi Audit Internal yang disusun berdasarkan Standar Pelaksanaan Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB) dan standar yang diterbitkan oleh The Institute
of Internal Auditors serta Information System Audit and Control Association
sebagai acuan ke arah global best
practices.
7. Penerapan Fungsi Audit Ekstern
Laporan Keuangan BCA setiap tahun diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) sebagai auditor eksternal yang independen. Pihak manajemen berkomitmen untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia dengan hanya mengikutsertakan KAP
yang memenuhi persyaratan dan
ketentuan dalam proses seleksi, serta selalu menuangkan semua hal dalam perjanjian kerja yang disepakati bersama. RUPS Tahunan BCA telah memberi kuasa dan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk KAP (termasuk Akuntan Publik) Terdaftar.
8. Penerapan Fungsi Manajemen Risiko dan Pengendalian Intern
Berdasarkan hasil penilaian terhadap profil risiko, BCA memiliki tingkat risiko yang rendah. Hasil tersebut dapat terus dipertahankan berkat kualitas penerapan manajemen risiko yang mendukung efektivitas kerangka pengawasan bank berbasis risiko. Penilaian mencakup 8 (delapan) risiko utama yang dihadapi bank yaitu risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko reputasi, risiko strategis, dan risiko kepatuhan. BCA juga memiliki kebijakan dan prosedur tertulis untuk mengelola risiko yang melekat pada produk atau aktivitas baru BCA.
9. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait (Related Parties) dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposures)
Kebijakan BCA mengenai penyediaan dana kepada Pihak Terkait (Related Parties) dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposures) tertuang dalam Manual Ketentuan Kredit UKM, Komersial, Korporasi dan Konsumen yang selalu dievaluasi dan dikinikan secara berkala. Kedua jenis kegiatan ini senantiasa dilakukan dengan prinsip kehati-hatian sesuai ketentuan Bank Indonesia dan ketentuan terkait lainnya, serta diputuskan juga oleh Dewan Komisaris secara independen.
financial review
governance review corporate data
10. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non Keuangan BCA, Laporan Pelaksanaan GCG dan Laporan Internal
BCA memiliki komitmen yang tinggi terhadap aspek transparansi dalam menyampaikan informasi keuangan dan non keuangan termasuk informasi produk dan jasa, serta penerapan pengelolaan pengaduan nasabah. Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan di BCA telah
memenuhi ketentuan-ketentuan yang
ditetapkan.
11. Rencana Strategis Bank
BCA telah menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) dan Rencana Kerja dan Anggaran
Tahunan (RKAT) dengan mengacu
kepada Peraturan Bank Indonesia. RBB dan RKAT tersebut telah sesuai dengan Visi dan Misi BCA dan disusun secara realistis, komprehensif, terukur dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Penyusunan RBB dan RKAT oleh Direksi dilakukan setelah melalui serangkaian diskusi yang melibatkan Dewan Komisaris dan jajaran Manajemen lainnya, kemudian diajukan untuk mendapat persetujuan Dewan Komisaris. RBB dan RKAT tersebut dikomunikasikan juga ke berbagai jenjang organisasi BCA.
introduction business review business support