• Tidak ada hasil yang ditemukan

“ Sesunguhnya Allah tidaklah mengangkat ilmu itu

Dalam dokumen Y v. r s\ J. Sebagai. Landasan (Halaman 108-113)

sekonyong-konyongdarimanusia.

Namun

Ia mencabutnya dengan mencabut(ruh)para ulama.3>

Bahkan kita akan terus mendengar, kebanyakan dari

merekaakan

membawakan

Haditsinipadaacarawafatnyasalah seorangdarisyaikh-syaikhmereka. Selanjutnya,merekaakan

memahami

dengan

pemahaman

yangkelirutentangpengertian dari lanjutanHaditsini,yangberbunyi,Hinggajikataktersisa

satupun orang

yang

alim,

pada

saat itu manusia akan

mengangkat pemimpin-pemimpin

mereka dari kalangan orang-orang bodoh.

Kemudian mereka

ditanya,

maka

3)

. BukharidanMuslimbahwayangdimaksud dengan paraulamayaitupara ulama yangpahamakanAlQur'andan As-sunnah.

7

pemimpin-pemimpin ituberfatwa tanpa landasan ilmu."Di dalamriwayat Bukhari,“Merekaberfatwadenganrasiomereka,

maka

merekatersesatdan menyesatkan.”Mereka

menyangka

bahwayang dimaksud dengan “pemimpin-pemimpin bodoh”itu,

yaituorang-orang

awam

yangtidakmemilikiilmutentang tauhid dantidakmemilikiwawasanakanberbagai

macam

madzhabfikih.

Padahal sesungguhnya,yangtermasukdalamkategoriiniadalah parapentaklidyang hanyacukupmengetahuiberbagai

macam

ijtihad para

imam

tanpa mengetahui dalil-dalil mereka, sebagaimanahalinitelahdisebutkan oleh

Imam

IbnuAbdulBarr.

Menguatkanapayang kamipahami, beberapaorangulama telahberdalildenganHaditsini

bahwa

akan adakemungkinan mungkinnyaterjadikekosongansebuah

zaman

dariseorang mujtahiddenganbeberapa ketentuanyangdisebutkandidalam FathululBaari(13 :244)merekamengisyaratkan,

bahwa

yang dimaksuddengankataulama dalamHaditstersebutadalahpara mujtahidsedangkanyangdimaksud denganparapemimpinyang bodohadalah parapentaklid.

Sebenarnya, sebab utama dari seluruh yang telah disebutkan adalahkebodohan merekaakanhakikatilmudan kebodohantentangsiapayang dimaksuddenganseorang alim (berilmu)tersebut,yangadapadaayat-ayatmaupunHadits-hadits Rasulullah

SAW,

sepertifirman Allah Ta'ala,

Apakah sama

orang-orang

yang

berilmudenganorang-orang

yang

tidak berilmu?''''(Qs.

Az-Zumar

(39):9).Firman-Nya,Allah akan meninggikan orang-orang

yang

beriman di antara kalian dan orang-orang

yang

diberi ilmubeberapaderajat. (Qs.

Al Mujaadilah (58): 11), demikian pula sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam,Keutamaanseorangalimatas seorang

yang

‘abid(hamba)sepertikeutamaankuatasorang yangterendahdiantarakalian.''''(DiriwayatkanolehAt-Tirmidzi dengan sanadnyayangshahih) Sabdabeliau, Apabilaanak

cucu

adam

meninggal,

maka

putuslah amalannya kecuali tiga perkara, yaitu

shadaqah

jariyah atau ilmu

yang

bermanfaat atau seorang

anak

shalih

yang

senantiasa mendoakannya (HR.Muslim). Juga sabdabeliau,‘'“'Tidaklah

masuk

dalam golongan kamibarangsiapa

yang

tidakhormat kepada

yang

lebihtua darigolongankamidanmenghormati

yang

lebih

muda

sertamengetahui hak-hakseorangalim. (DiriwayatkanAl

Hakim

dengansanadnyayanghasan)Serta contoh-contohlainnyayangmenjelaskanakankeutamaanilmu danahlinya.

AlHafidz IbnuAbdulBarrdidalambuku Jami’ulBayan Al ‘Ilmibeliaumenuliskan sebuahbabkhususyangmenjelaskan akanhakikat ilmu, beliauberkata(2:23),“Babpengetahuan akan dasar-dasarilmudanhakikatnyasertapengertianfikihdanilmu jikaberdiri sendiri”.HalyangserupajugatelahdituliskanolehA/

AllamahAlFallanididalambukubeliauIgadzhu

Humami

Ulil

Abshar,(hal23-26).

Kemudian

AlFallanimenutupuraiannya denganberkata,“Sayakatakanbahwa, Haditsdanatsartadi

(yang menyebutkan tentang keutamaan ilmu) secara jelas menunjukkanbahwa,yang dimaksud denganalilmuadalah segala yangterdapatdidalam AlQur'an,SunnahRasul-Nya,ijma’serta qiyasdanjika tidakterdapatdalildariketigasumberyangtelah disebutkansebelumnya,

maka

halitubagiorang-orangyang menjadikanqiyas sebagai hujjah(dalil)yangsah.Bukanlah yang dimaksuddengan ilmuyaitusemua yangdiutarakan oleh para pentakliddanorang-orangyangfanatikyanghanyamengkhususkan pada apayangtertulis didalamkitab-kitab

madzhab

mereka meskipun banyakdariisibukutersebutyangbertentangandengan Hadits-haditsRasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam.

Kesimpulanyangdapatdikatakanbahwataklidmerupakan sesuatuyangtercelakarenahalitutidaklainhanyalah sebuah kebodohan dan bukanlahmerupakanilmu(denganpenalaran).

Adapun

ilmuyanghakiki,yaitumengertitentangAlQur'an, Sunnahdan

pemahaman

akankeduanya.

BolehnyaBertaklid bagiOrang-orang yang Tidak

Sanggup Memahami

Dalil.

Mungkin

seorang akan berkata, “Tidaksemua orang

mampu

untuk menjadialim(memilikiilmu)denganpengertian yangtelahengkausebutkan.”

Kami

katakan,“Hal ituadalah sesuatuyangbenar, tidakseorangpun memungkirinya. Allah Ta’ala berfirman,

Maka

bertanyalah kepada orang

yang

berilmujika

kamu

tidakmengetahui." (Qs. An-Nahl (16):

43).Allah

SWT

jugaberfirman,

Maka

tanyakanlahtentang Allah kepada orang

yang

lebihmengetahui

(Muhammad)"

(Qs. Al Furqaan (25): 59). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi

wasallambersabdakepada orang-orangyangberfatwa tanpa ilmu, “Tidakkahmerekabertanyadikalamerekatidaktahu,

sesungguhnya obatkebodohan ituadalah bertanya. Perludiketahui,

bahwa

dalil-dalilitutidakterfokuspada bahasan orang-orangyangtahu atauorang-orangyangtidaktahu.

Akan

tetapi, dalil-dalilitupadahakikatnyatertujupada orang-orangtertentuyangmenganggapdirimerekaseorang berilmu,

mampu memecahkan

permasalahan-permasalahanyangtimbul dengandalil,padahalpada kenyataannyamerekaituhanyalah orang-orangyang hanayatahuperkataan

imam-imam

madzhab

tetapibutaakandalil-dalilmereka,baikAlQur' anataupun As-Sunnah.

Untukitu,persoalaninisebenarnyatidakperludiangkat, terlebihkarena sayatelahmenyebutkannyadiawalpasalinibahwa

dalil-dalilyangberisicelaanterhadapsikaptaklidmemberikan duapelajaranyangpenting,yaitu:

1. Taklid tidaktermasuk ilmuyangbermanfaat.

2. Takliditudilakukan oleh orang-orang

awam

yang bodoh.

Olehkarenaitu,seorang alimyangmemungkinkanbaginya untuk mencaridanmempelajaridalil-dalilagamatidaktermasuk dari golongan mereka.

Mereka

ini, tidakdibenarkan untuk

bertaklid,namunhendaklahmerekaberijtihad.Adapunpenjelasan akanhalini,

maka

sayakatakan:

Imam

Ibnu Abdul Barr rahimahullah

mengatakan

bahwa,dalil-dalil yangberisi celaan bagiorang-orangyang

bertaklid, tidak diperuntukkan kepada orang-orang

awam,

karenasesungguhnyamerekaituwajibuntukbertaklidkepada ulama dalampermasalahan mereka,karenayangdemikianitu

disebabkan,karenaketidakmampuan merekauntuk

memahami

sebuahdalilagama. Padahal ilmu itu

mempunyai

tingkatan-tingkatanyang tidak

mungkin

bagi seseoranguntuk meraih tingkatantertinggisebelumiamencapaitingkatanyang bawah.

Haliniyangmenjadipembatasantaraorang-orangyang

awam

denganpenuntutilmu. WallahuA’lam.

Ulama

tidak berselisih

paham

akankewajibanbagi orang-orang

awam

untukbertaklidkepadaulamadan sesungguhnya merekaituyang dimaksudkanoleh AllahTa'aladengan firman-Nya,

Maka

bertanyalah kalian kepada ulamajika

kamu

tidakmengetahui Merekatelahsepakat,bahwasanyaseorang yangbutawajib untukbertaklidkepadaseorangyangiapercaya dalam menentukanarahkiblat.Demikianjuga orangyangtidak memilikiilmudalam masalah

agama

yangditekuninya,wajib atasnyauntukbertaklidkepadaseorang ulama. Paraulamajuga telahbersepakatbahwatidakdibolehkan seorang

awam

untuk berfatwa,yangsemuaitu. WallahuA’lam. Disebabkan karena kebodohannyaterhadapmasala-masalahhalaldanharamserta masala-masalahagamalainnya.

Meskipundemikian, tidakmutlakdapatdibenarkantentang pendapatyangmengharuskanoerang

awam

untukbertaklid.Hal

itukarenajikaengkau masihingatakanpengertiantaklidyang menjelaskan

bahwa

taklidadalah berbuatatasdasar perkataan seseorang tanpadisertaidengandalil,

maka

merupakansuatu halyangsangat

mudah

bagibeberapaorang

awam

yangcerdas untuk

memahami

suatudalilkarenajelasnyadaliltersebut.Contoh

dari halituadalahsabdaRasulullah Shallallahu ‘alaihiwasallam,

Tayammum

itu cukupdilakukandengan sekali tepuk

pada

wajah dan keduatelapaktangan1',adakahdariseorangyang merasa samar akanpengertiandariHaditsini?Untukitu, lebih tepatkiranyajikadikatakan

bahwa

takliditudibolehkanbagi orang-orangyangtidaksanggupuntuk

memahami

sebuahdalil,

karena Allahtidak

membebankan

kepada

hamba-Nya

kecuali

Dalam dokumen Y v. r s\ J. Sebagai. Landasan (Halaman 108-113)