T
ahun 2009 merupakan waktu yang sangat penting dalam catatan internet di Indonesia. Di tahun ini pengguna internet meningkat pesat, kemudian masyarakat menyambut kehadiran media sosial dengan antusias. Hingga awal tahun 2010, media sosial terutamafacebook adalah pilihan paling pavorit bagi masyarakat kita. Di antara peminat paling besar berusia antara 15-35 tahun.
Tahu peluang bisnis yang menggiurkan ini, kemudian berbagai perusahaan hand phone memanfaatkan fenomena ini dengan menyediakan layanan jejaring sosial ini dalam kemasan yang menarik. Dengan hanya mendapatkan HP yang relatif murah para ABG dapat berselancar di dunia maya dengan melakukan interaksi dalam dunia facebook tanpa kenal waktu dan tempat. Peningkatan pengguna media
68
sosial sangat terkait dengan fasilitas interaktif yang membuat penggunanya selalu kecanduan.
Namun pemanfaatan media sosial seperti facebook
di Indonesia beberapa waktu ke belakang sepertinya belum diikuti oleh kedewasaan para pemakainya. Karakter yang menawarkan beragam kenyamanan dalam menjalin hubungan kemudian dimanfaatkan banyak orang untuk
hanya melakukan aktifitas yang hura-hura bahkan relatif
negatif. Kendati tidak semua pengguna demikian, namun fenomena kehilangan anak remaja putri, juga adanya aktivitas negatif yang berawal dari jalinan pertemanan lewat facebook
sesungguhnya menggambarkan bagaimana masyarakat kita kurang bijak dalam memposisikan facebook sebagai arena berkekspresi yang lebih positif.
Facebook dengan berbagai fasilitas menawarkan sebuah suasana yang membuat orang betah dan berlama-lama bersamanya. Dengan karakternya yang interaktif seseorang dapat berbagi ceritera dan saling curhat kepada orang lain
sesama pengguna. Profil setiap individu yang dilengkapi
dengan gambar-gambar dan video membuat orang akan dengan mudah mengenal orang lain. Tawaran-tawaran ini dalam konteks interaksi sosial semakin memudahkan orang untuk saling mengenal lebih cepat lagi. Hal ini belum tentu dapat kita lakukan dalam realitas nyata, seperti mengenal status, aktivitas, background pendidikan, hobi, usia, alamat
email dan no telepon.
69
fasilitas-fasilitas seperti ini kemudian dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif. Lewat jejaring sosial ini tidak sedikit orang yang kemudian tertarik dan akhirnya memutuskan untuk bertemu di darat untuk melakukan perkenalan lebih lanjut. Curhat dalam dunia virtual lewat facebook telah membuka hati sebagian masyarakat atas kenyamanan ketika mereka tidak menemukannya dalam dunia nyata. Ketika orang merasa hidup sendiri, tidak mendapat tempat baik di rumah, di sekolah maupun di lingkungannya, maka dia akan mengalihkan dunianya pada dunia virtual. Di sini mereka akan menemukan banyak sahabat baru yang memiliki karakter lebih baik dan peduli di banding di dunia nyata.
Kenyamanan menjalin hubungan ini kemudian semakin lama semakin dekat hingga akhirnya saling sepakat untuk bertemu di darat. Kenekadan beberapa ABG dalam berbagai kasus yang kita saksikan di media massa adalah akumulasi dari pemanfaatan media sosial ini secara kurang baik. Memang media sosial menyediakan fasilitas untuk berbagai hal, tetapi bagi masyarakat kita yang masih belum siap dengan dunia baru ini lebih memanfaatkannya untuk hal-hal negatif. Karenanya, tidak heran jika kemudian ada pihak-pihak yang memanfaatkan facebook justru untuk promosi wanita-wanita bisa pakai (bispak). Ada juga yang menggunakannya untuk transaksi-transaksi sesuatu yang melawan hukum, dan tindakan negatif lainnya.
Namun, saya kira hal-hal negatif tadi bisa jadi lebih berkurang atau bahkan tidak terjadi ke depan, seiring dengan
70
semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan media sosial. Sehingga perlu dibangun sebuah kesadaran akan pentingnya media sosial untuk dimanfaatkan pada hal-hal yang lebih positif. Jika kesadaran itu sudah muncul dan orang akan memperlakukannya secara bijak, mungkin kita tidak menemukan lagi adanya status palsu, biodata palsu, alamat palsu, foto-foto palsu dan kepalsuan-kepalsuan lainnya.
Sebab jika kita menilik kemanfaatan media sosial di negara-negara maju, diantara pentingnya status dan biodata kita yang ada di facebook adalah untuk memudahkan kita berpromosi diri sekaligus menjadi jembatan bagi perusahaan atau pihak-pihak yang kemungkinan membutuhkan jasa atau pikiran dan tenaga orang seperti kita. Dan perusahaan- perusahaan di negara maju sudah mulai memanfaatkan
facebook untuk meneliti SDM yang sekiranya diperlukan, tanpa menunggu lamaran kerja.
Di masyarakat yang lebih suka bersilaturahim, seperti di Indonesia, facebook sangat penting untuk mengalihkan dunia negatif pada aktivitas silaturahim di dunia virtual. Artinya facebook tetap bisa menjadi jembatan pertemanan dalam konteks berbagi cerita dan menjalin hubungan yang lebih produktif.
Beberapa nilai positif yang dapat diambil manfaatnya dari media sosial seperti facebook ini telah terjadi dan dapat lebih ditingkatkan seperti dalam beberapa kasus,
pertama, facebook dapat menjalin solidaritas aspirasi terhadap salah satu isu atau problem sosial. Bibit-Chandra
71
yang sempat terselamatkan karena desakan komunitas
facebook yang berujung kepada pernyataan Presiden untuk membebaskannya. Prita adalah kisah sukses lainnya, termasuk Luna Maya dan kasus boikot Pajak. Masih banyak contoh dimana facebook dapat dijadikan ajang membangun isu bersama dan menggiring masyarakat agar menyalurkan aspirasinya dengan lebih terarah, terorganisir untuk hal-hal yang positif.
Kedua, facebook juga dapat dijadikan alat untuk melahirkan karya-karya produktif. Kini tidak sedikit berbagai komunitas yang menyatukan dirinya dengan fasilitas
facebook. Kendati tidak kenal secara langsung, namun dengan menghimpun diri dalam komunitas di facebook
banyak masyarakat yang telah melahirkan karya-karya nyata. Misalnya bagaimana orang yang memiliki hobi yang sama di dunia tulis menulis, kini dapat mengikuti beberapa group
di facebook yang dapat menyatukan hobinya kemudian melahirkan produk berupa buku baik gabungan maupun sendiri-sendiri.
Ketiga, ketika perusahaan atau lembaga-lembaga telah memiliki facebook-nya untuk kepentingan promosi dan menjalin komunikasi dengan pelanggan dan publik, maka secara tidak langsung publik dapat mengaksesnya dan menjadikannya sebagai bagian dari sarana informasi tentang lembaga atau perusahaan terebut. Kita dapat mengikuti perkembangan informasi termasuk berbagai peluang yang dapat diakses oleh masyarakat. Dan hanya mereka yang
72
bergabung secara aktif yang dapat memanfaatkan peluang- peluang penting ini.
Keempat, karena silaturahim memerlukan keterbukaan
dan kejujuran, maka status dan profile setiap orang
diharapkan dapat ditulisa secara jujur dan terbuka – tanpa harus membuka hal-hal yang bersifat pribadi. Dari sinilah kedewasaan pemanfaatan facebook akan lebih produktif dan mendapatkan manfaat yang positif daripada dipakai untuk hal-hal yang lebih hura-hura atau negatif lainnya.
Bagi organisasi kemasyarakatan terlebih yang berbasis agama, media sosial merupakan sarana strategis dalam membangun jalinan komunikasi (silaturahim) dengan sesama anggota dan masyarakat luas. Jauh dari itu media sosial juga – jika dapat dimanfaatkan dengan baik dan optimal – dapat menjadi sarana dakwah yang sangat efektif. Wallahu a’lam