• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. UNSUR SPIRITUALITAS KONGREGASI SUSTER-SUSTER

C. Spiritualitas Kongregasi Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi

3. Spiritualitas Menurut Dokumen-Dokumen Kapitel

Dalam Kongregasi ada 2 macam kapitel yakni kapitel umum dan kapitel provinsi. Kapitel umum adalah pertemuan para pemimpin umum, pemimpin provinsi/regio dan utusan-utusan dari seluruh provinsi/regio. Tugasnya adalah untuk menguji dan membuka jalan baru bagi hidup dan karya para suster, memberi dorongan dan petunjuk untuk pendalaman hidup membiara, mencari sarana dan jalan untuk memperkuat kesatuan seluruh tarekat dalam keanekaragaman provinsi dan regio. Selain itu, kapitel umum juga membahas hal-hal penting dalam kongregasi dan pengambilan keputusan-keputusan (Konstitusi 1984: 62-64).

Adapun kapitel provinsi adalah pertemuan perwakilan dari anggota provinsi/regio. Tugas kapitel provinsi adalah menguji dan membuka jalan baru bagi hidup dan karya para suster, memberi dorongan dan petunjuk untuk pendalaman hidup membiara, mencari sarana dan jalan untuk memperkuat

kesatuan seluruh tarekat dalam keanekaragaman provinsi dan regio (Konstitusi, 1984: 168).

Untuk menggali karisma dan spiritualitas dari dokumen kapitel-kapitel, penulis akan memilih dari beberapa kapitel baik kapitel umum yang diadakan di suatu negara secara bergantian maupun kapitel provinsi yang diadakan di Indonesia karena penulis merupakan anggota provinsi Indonesia. Pemilihan ini untuk membatasi penulisan dan lebih fokus pada beberapa kapitel yang sungguh membahas dan menggali spiritualitas dan karisma kongregasi suster-suster penyelenggaraan Ilahi.

Kapitel umum tahun 1988 peserta kapitel menemukan opsi yang mengarah pada spiritualitas Kongregasi Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi:

Allah yang hidup itulah yang menggerakkan kita melalui jeritan saudara-saudari kita yang tertindas dalam martabat sebagai manusia. Dalam iman akan penyelenggaraan Allah dan sebagai saudari dari mereka, kita ingin bersama mereka berjuang demi pembebasan (Kapitel Umum Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, 1988: 195).

Opsi ini merupakan gerak kongregasi untuk menentukan arah dan fokus pelayanan yakni berjuang bersama sesama yang tertindas martabatnya sebagai manusia untuk memperoleh kembali kebebasan.

Pada tahun 1994, kongregasi mengadakan kapitel umum di Jerman dan merumuskan visi kapitel “Kita ingin memilih hidup dan menghadiahkan hidup supaya melalui kita, kabar gembira Allah sampai pada manusia dan dengan demikian, hidup Allah juga sampai pada manusia” (Kapitel Umum Suster-suster

Penyelenggaraan Ilahi, 1994: 45). Visi kapitel ini bertujuan agar para suster sungguh-sungguh memberikan hidupnya sebagai hadiah yang berharga bagi sesama. Visi kapitel ini mengajak para suster untuk mensyukuri hidup yang berharga dan menjadi pewarta kabar gembira Allah bagi sesama. Dengan demikian, semakin banyak orang dapat sampai kepada Allah.

Selanjutnya kapitel umum tahun 1999 yang dilaksanakan di Curitiba-Panama ini mendapat inspirasi pembaruan dari teks Why. 21: 5 “Lihatlah, Aku menjadikan sesuatu baru.” Tema kapitel ini “Menampilkan wajah baru Perempuan dan hidup religius.” Tujuannya agar para suster mau menampilkan wajah baru perempuan dan hidup religius dengan membiarkan diri diikutsertakan dalam gerakan Allah Tritunggal. Wujud dari keterlibatan ini yakni para suster berjuang membela hidup dan membiarkan ditantang oleh teriakan saudara-saudari yang disisihkan oleh masyarakat. Dengan demikian kongregasi Penyelenggaraan Ilahi semakin solider dalam tugas untuk mengembangkan kemanusiaan demi Kerajaan Allah (Kapitel Umum Kongregasi Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, 1999: 9).

Dari tema dan tujuan kapitel umum ini, para suster Penyelenggaraan Ilahi mau berusaha membarui dan menampakkan hidupnya sebagai perempuan religius yang terlibat dalam perjuangan untuk membela hidup agar keselamatan dan Kerajaan Allah menjadi nyata di dunia.

Visi kapitel umum kongregasi suster-suster Penyelenggaraan Ilahi pada tahun 2005 di Curitiba, Brasil, dirumuskan:

Kami perempuan, suster-suster Penyelenggaraan Ilahi mau menghidupi kemuridan yang sederajat dalam mengikuti Yesus, dalam persatuan dan seluruh ciptaan, dalam perjalanan mewujudkan Kerajaan Allah di antara kita kini dan di sini (Kapitel Umum Kongregasi Suster-Suster Penyelenggaraan Ilahun, 2005: 85).

Kapitel umum ini terinspirasi dari Yes. 43:4a “Kuatkanlah hati, jangan takut! Lihat, di sinilah Allahmu.” Tujuan yang ingin dicapai dari kapitel ini agar para suster Penyelenggaraan Ilahi sebagai perempuan dan murid-murid Yesus yang bersatu dalam kemuridan yang sederajat dan dengan seluruh ciptaan mampu mewujudkan Kerajaan Allah pada zaman ini.

Kapitel umum tahun 2010 terinspirasi oleh teks Kitab suci “Allah yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya sepertih kemah kediaman” (Yes. 40: 22b). Tema kapitel umum ini: “Allah mengundang kita untuk membentuk kehidupan secara baru, dalam kemuridan sederajat, dalam persatuan dengan seluruh ciptaan sebagai medan transformasi dan pembebasan” (Kapitel Umum Kongregasi Suster-suster Penyeleggaraan Ilahi, 2010: 35). Tujuan dari tema kapitel umum ini bahwa kemuridan sederajat dalam mengikuti Yesus merupakan jalan dan perwujudan Kerajaan Allah. Kehidupan tampil sebagai nilai utama Kerajaan Allah. Hal ini tampak dalam benih yang ada dalam setiap orang, setiap tempat, budaya, agama, dan dalam setiap situasi serta dapat bertumbuh (Mrk. 4:26-32).

Kapitel umum 2015-2018 para suster Penyelenggaraan Ilahi merupakan inspirasi dari opsi yang dirumuskan dalam kapitel 1988 sebagai sumber inspirasi atas keberadaan dan tindakan suster-suster Penyelenggaraan Ilahi yakni: “Horizon

kita adalah Yesus Kristus. Kita murid-murid-Nya, memilih hidup sebagai nabi, melampaui batas-batas, menghidupi relasi-relasi yang dinamis untuk membela dan memelihara hidup. Kita adalah saksi-saksi Penyelenggaraan Allah” (Kapitel Umum Kongregasi Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, 2015: 61). Yesus Kristus menjadi pusat hidup dan guru bagi murid-murid-Nya. Para suster dipanggil dalam suatu persekutuan hidup sebagai murid-murid Yesus. Komunitas murid-murid memperkuat panggilan untuk mengikuti Yesus Kristus untuk menjalin relasi yang dinamis dalam sukacita injil. Relasi yang dinamis dan kreatif memberanikan para suster untuk melewati batas-batas dan menemukan wajah Penyelenggaraan Allah dalam diri sesama suster dan dalam jeritan orang-orang miskin yang termotivasi untuk merawat kehidupan.

Selain hasil kapitel umum, karisma dan spiritualitas kongregasi juga ditemukan dalam hasil kapitel provinsi yang dirumuskan dalam Garis Besar Haluan Provinsi. Penulis memilih 2 kapitel yang akan dibahas yakni kapitel provinsi tahun 2008 dan 2013. Dalam kapitel provinsi tahun 2008, ditemukan tema/visi yakni: “Kita masuk dalam gerak Allah Penyelenggara untuk berbagi dan membela hidup” (Kapitel Provinsi Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, 2008: 13). Visi tersebut bersumber dari Perayaan Ekaristi yang merupakan puncak sakramental persatuan para suster dengan Yesus Kristus. Arti dari visi tersebut disebagai berikut: Kita artinya Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi dan semua orang yang berjalan bersama. Masuk artinya interaksi antara Allah dan manusia untuk tekun dalam solidaritas dan subsidiaritas. Gerak Allah Penyelenggara artinya Allah mencipta dan memelihara kehidupan dengan penuh kasih dan

perhatian Allah yang menjelma dalam diri Yesus sebagai gerak turun Allah menjadi sesama manusia. Allah yang setia mendampingi para suster dalam Roh-Nya dan memberi daya serta mendorong para suster untuk berani dan membela hidup. Berbagi artinya para suster rela memberikan hidupnya dengan bekerja, berbagi materi, talenta, potensi, memiliki iman dan penghaparan akan Penyelenggaraan Ilahi serta hidup dalam kasih persaudaraan (Kapitel Provinsi Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, 2008: 14-15).

Selanjutnya kapitel provinsi tahun 2013 terinspirasi oleh sabda Tuhan:

Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang buta, untuk membebaskan orang-oang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang (Bdk. Luk. 4:18-19).

Tema kapitel ini “Roh Allah menggerakkan kita menjadi saksi penyelenggaraan Allah untuk membela hidup seluruh ciptaan, kini dan di sini.” Dasar keterlibatan para suster adalah kepercayaan kepada Penyelenggaraan Ilahi yang menjadi ciri khas hidup membiara dengan menjadi saksi sejati dan berani masuk dalam keheningan untuk menemukan dan mengimani penyelenggaraan Allah yang tidak dapat salah. Membela hidup seluruh ciptaan berarti bersama Allah para suster melakukan yang sama, membela hidup seluruh ciptaan. Kini dan di sini berarti hidup sadar saat ini dan di sini sehingga mampu menangkap gerak Allah. Allah juga berkarya sampai saat ini menuju kepenuhan Kerajaan Allah (Suster-suster Penyelenggaraan Ilahi, 2013: 11).

Dari hasil kapitel umum dan provinsi tersebut, nampak bahwa para suster berjuang untuk senantiasa mendalami dan menghidupi karisma dan spiritualitas kongregasi sesuai dengan perkembangan zaman masyarakat dan Gereja hingga saat ini. Para suster memiliki hati yang terbuka dan semangat untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun iman akan penyelenggaraan ilahi yang tak terbatas memampukan para suster untuk terlibat membela kaum miskin, tertindas dan tersingkirkan. Dengan demikian para suster melanjutkan semangat awal Michelis yakni berkarya demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesama.

4. Spiritualitas Menurut Arsip Dokumen Kongregasi Suster–suster

Dokumen terkait