• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

3.3. Strategi Penelitian Studi Kasus

Setelah memahami paradigma riset, langkah berikutnya adalah merancang strategi yang akan digunakan dalam penelitian . Strategi penelitian merupakan rancangan penelitian yang mencakup langkah-langkah, proses-proses dan prosedur khusus yang akan dilakukan dalam mengerjakan penelitian (Creswell, 2009: 17). Creswell menjelaskan ada berbagai jenis strategi penelitian yang bisa digunakan. Pilihan strategi penelitian yang akan dipakai ditentukan oleh jenis penelitian yang dipilih. Strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kuantitatif memiliki kecenderungan menggunakan asumsi-asumsi pengetahuan post-positivis. Dalam skenario ini, peneliti kuantitatif menguji suatu teori dengan cara memerinci hipotesisi-hipotesis yang spesifik, lalu mengumpulkan data-data untuk mendukung atau membantah hipotesis-hipotesis

tersebut. Strategi survai dan eksperimen merupakan varian yang dapat diterapkan dalam jenis penelitian ini. Selanjutnya, Strategi-strategi penelitian yang berkaitan dengan rancangan kualitatif berkecenderungan menggunakan filosofis pengetahuan konstruktivis/advokasi/ partisipatoris. Varian strategi yang dapat digunakan dalam penelitian jenis ini adalah fenomenologi, grounded theory, etnografi, naratif dan studi kasus (Creswell, 2009: 18-28).

Seperti yang telah diuraikan dalam paragraf sebelumnya, studi kasus merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan dalam penelitan. Beberapa pengertian mengenai penelitian studi kasus telah dikemukakan oleh para ahli. Secara umum, pengertian-pengertian tersebut mengarah pada pernyataan bahwa penelitian studi kasus adalah penelitian yang menempatkan sesuatu atau obyek yang diteliti sebagai ‘kasus’. Namun, pandangan tentang batasan obyek yang dapat disebut sebagai ‘kasus’ itu sendiri masih diperdebatkan . Perdebatan inilah yang menyebabkan perbedaan pengertian di antara para ahli tersebut.

Menurut Creswell (1998), suatu penelitian dapat disebut sebagai penelitian studi kasus apabila proses penelitiannya dilakukan secara mendalam dan menyeluruh terhadap kasus yang diteliti, serta mengikuti struktur studi kasus seperti yang dikemukakan oleh Lincoln dan Guba (1985), yaitu: permasalahan, konteks, isu, dan pelajaran yang dapat diambil. Banyak penelitian yang telah mengikuti struktur tersebut tetapi tidak layak disebut sebagai penelitian studi kasus, karena tidak dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Penelitian- penelitian tersebut pada umumnya hanya menggunakan jenis sumber data yang terbatas, tidak menggunakan berbagai sumber data seperti yang disyaratkan dalam

penelitian studi kasus, sehingga hasilnya tidak mampu mengangkat dan menjelaskan substansi dari kasus yang diteliti secara fundamental dan menyeluruh.

Pengertian yang kedua berkembang berdasarkan pendapat Yin (2014), yang secara khusus menempatkan penelitian studi kasus sebagai sebuah metode penelitian. Creswell menyebut metode penelitian studi kasus sebagai salah satu strategi penelitian kualitatif (Creswell, 1998). Kebutuhan terhadap metode penelitian studi kasus dikarenakan adanya keinginan dan tujuan peneliti untuk mengungkapkan secara terperinci dan menyeluruh terhadap obyek yang diteliti. Pengertian yang dikemukakanya Yin (2014) tidak secara eksplisit menyebut obyek penelitian studi kasus sebagai kasus, tetapi ia menyebut ciri-ciri dari obyek tersebut, yang menggambarkan ciri-ciri suatu kasus. Berikut kutipan definisi teknis yang diberikan oleh Yin .

“The case study research method as an empirical inquiry that investigates a cotemporary phenomenon within its real-life context; when the boundaries between phenomenon and context are not cleary evident; and in which multiple sources of evidence are used”

Menurut pengertian di atas, penelitian studi kasus adalah sebuah metode penelitian yang secara khusus menyelidiki fenomena kontemporer yang terdapat dalam konteks kehidupan nyata -yang dilaksanakan ketika batasan-batasan antara fenomena dan konteksnya belum jelas- dengan menggunakan berbagai sumber data. Dalam kaitannya dengan waktu dan tempat, secara khusus Yin menjelaskan bahwa obyek yang dapat diangkat sebagai kasus bersifat kontemporer, yaitu yang sedang berlangsung atau telah berlangsung tetapi masih menyisakan dampak dan pengaruh yang luas, kuat atau khusus pada saat penelitian tersebut dilakukan.

Salah satu kekhususan penelitian studi kasus sebagai metode penelitian adalah pada tujuannya. Penelitian studi kasus sangat tepat digunakan pada penelitian yang bertujuan menjawab pertanyaan ‘bagaimana’ dan ‘mengapa’ terhadap sesuatu yang diteliti. Melalui pertanyaan penelitian yang demikian, substansi mendasar yang terkandung di dalam kasus yang diteliti dapat digali dengan mendalam. Dengan kata lain, penelitian studi kasus tepat digunakan pada penelitian yang bersifat eksplanatori, yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk menggali penjelasan kasualitas, atau sebab dan akibat yang terkandung di dalam obyek yang diteliti (Yin, 2014).

Selanjutnya, menurut Yin pendekatan studi kasus memiliki tempat tersendiri dalam penelitian evaluasi (Yin, 2014: 17). Kedalaman dan detail metode kualitatif khususnya yang berasal dari sejumlah kecil studi kasus, terlalu terbatas untuk generalisasi yang meyakinkan. Pada posisi inilah strategi studi kasus untuk penelitian evaluasi menjadi penting (Patton, 1991: 23). Setidaknya ada empat aplikasi yang berbeda terkait strategi studi kasus yang digunakan dalam kerangka evaluasi. Aplikasi yang paling penting adalah menjelaskan keterkaitan kausal dalam intervensi kehidupan nyata yang terlalu kompleks bagi strategi survai ataupun eksperimen. Aplikasi yang kedua adalah mendeskripsikan konteks kehidupan nyata di mana intervensi telah terjadi. Ketiga, evaluasi bisa memberi keuntungan dalam bentuk deskriptif dari studi kasus ilustratif tentang intervensi itu sendiri. Terakhir, studi kasus bisa digunakan untuk mengeksplorasi situasi- situasi di mana intervensi yang akan dievaluasi tidak memiliki stuktur hasil yang tunggal dan jelas (Yin, 2014: 20).

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti fenomena kompleks dari kinerja dan tingkat keberlanjutan Program Pemanfaatan Dana APP di Keuskupan Agung Semarang. Secara lebih spesifik, penelitian ini akan mengevaluasi koherensi Program Pemanfaatan Dana APP dengan kerangka Ajaran Sosial Gereja, mengevaluasi kesesuaian pengelolaan Program Pemanfaatan Dana APP di Keuskupan Agung Semarang dengan kategori-kategori yang terdapat dalam konsep community empowerment, dan meneliti potensi keberlanjutan Program Pemanfaatan Dana APP di Keuskupan Agung Semarang. Mengingat fenomena Program Pemanfaatan Dana APP dan konteks pelaksanaannya merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dalam situasi kehidupan sehari-hari maka penerapan strategi studi kasus diharapkan sesuai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian ini.

Selanjutnya, berdasarkan pendapat Yin (2014); VanWynsberghe dan Khan (2007); dan Creswell (1998) secara lebih terperinci, karakteristik penelitian studi kasus dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut. Pertama, keunikan penelitian studi kasus adalah pada adanya cara pandang terhadap obyek penelitiannya sebagai ’kasus’. Sebuah kasus adalah isu atau masalah yang harus dipelajari, yang akan mengungkapkan pemahaman mendalam tentang kasus tersebut, sebagai suatu kesatuan sistem yang dibatasi, yang melibatkan pemahaman sebuah peristiwa, aktivitas, proses, satu atau lebih individu. Melalui penelitian studi kasus, kasus yang diteliti dapat dijelaskan secara terperinci dan komprehensif, menyangkut tidak hanya penjelasan tentang karakteristiknya, tetapi juga bagaimana dan mengapa karakteristik dari kasus tersebut dapat terbentuk.

Kedua, kasus bersifat kontemporer, berarti kasus tersebut sedang atau telah selesai terjadi,tetapi masih memiliki dampak yang dapat dirasakan pada saat penelitian dilaksanakan. Ketiga, penelitian studi kasus menggunakan salah satu karakteristik pendekatan penelitian kualitatif, yaitu meneliti obyek pada kondisi yang terkait dengan kontekstualnya. Keempat, penelitian studi kasus memanfaatkan berbagai sumber data. Kelima, penelitian studi kasus menggunakan teori sebagai acuan penelitian. Pada penelitian studi kasus, teori digunakan baik untuk menentukan arah, konteks, maupun posisi hasil penelitian. Kajian teori dapat dilakukan di bagian depan, tengah dan belakang proses penelitian.

Sebagaimana yang telah dibahas dalam bab-bab terdahulu, penelitian ini dimaksudkan untuk memahami sebuah fenomena kompleks mengenai Program Pemanfaatan Dana APP secara holistik dan kontekstual. Selain berfokus pada Program Pemanfaatan Dana APP, dalam penelitian ini karakteristik geografis di wilayah dimana program tersebut dilaksanakan juga akan diperhatikan. Penelitian ini akan menerapkan trianggulasi data dan metode analisis untuk mengevaluasi kinerja dan keberlanjutan Program Pemanfaatan Dana APP. Penelitian ini juga menggunakan beberapa teori yang sudah ada untuk memahami dan menjelaskan mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada Program Pemanfaatan Dana APP. Penggunaan teori-teori yang telah ada tersebut bukan dalam kerangka menguji teori-teori tersebut atau untuk membangun penjelasan teoritis yang baru, tetapi untuk memahami secara holistik Program Pemanfaatan Dana APP. Dengan demikian berdasarkan permasalahan penelitian dan karakteristik strategi studi

kasus seperti yang telah dipaparkan di atas strategi studi kasus merupakan strategi yang paling sesuai untuk penelitian ini.