• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Aktansial Lyra dan Mariana: Mengungkap Relasi Anak dan Ibu

Kajian Struktur Aktansal ini menceritakan bagaimana perjalanan kisah cinta dari Arakian dan Mariana hingga melahirkan Lyra dan Dika. Kepergian Mariana dari kehidupan Arakian membuat Arakian menjadi seorang lamafa yang lemah dengan memikul beban masa lalu. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang terjadi dengan peledang ini dan tahun-tahun yang pahit ketika Arakian kehilangan segalanya bahkan harganya dirinya sendiri.

Peledang telah dinodai, anak-anak dan perempuan menangis karena lamafa

tidak pergi ke laut setelah bertahun-tahun. Semua kekacauan itu dirasakan oleh Arakian. Masa lalu mengantarkan Arakian pada luka yang dialami oleh masyarakat Lamalera karena Arakian sudah tidak pergi melaut dan sudah lama lumpuh menjadi lamafa.

34

Ketika beranjak dewasa, Lyra memberanikan diri untuk pergi ke Lamalera dan mencari tahu apa sesungguhnya yang terjadi, begitu banyak teka-teki yang muncul tentang peledang dan gripe bahkan ketika Lyra memutuskan untuk mencari tahu asal-usul dan ayah biologis. Hal ini dapat ditunjukkan melalui:

(18) Rahasia apakah yang disembunyikan ibu dengan peledang ini?” Lyra bertanya-tanya dalam hati, (Banda; 2017:458).

(19) Ibu, ada apa dengan gripe?. Beberapa kali dia mencoba mengerti apa makna gripe bagi ibunya, tetapi dia tidak menemukan jawaban apa-apa. (Banda,2017:460)

Dalam perjalanan Lyra ke Lamalera mendapatkan banyak tantangan baik dari Boli yang sudah sakit hati atas perbuatan Arakian dan Marianan karena melukai

Peledang dengan perbuatan mereka dan meninggal luka untuk masyarakat

Lamalera. Hal ini dapat ditunjukkan melalui

(20) Peledang sudah bertahun-tahun tidak menjalankan fungsinya. Luka hati palendang telah berkarat.aku anak cucu tanah, rumah adat dan suku yang dikhianati sejak kesucian pelendang dilanggar. (Banda, 2017:33)

35

Fungsi-fungsi aktan yang terdapat pada novel Suara Samudra Catatan dari

Lamalera dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 5

Skema Aktansial Lyra dan Mariana

Dari skema aktan pada gambar 5, fungsi atau kedudukan masing-masing aktan pada novel Suara Samudra Catatan dari Lamalera adalah sebagai berikut.

2.3.1 Pengirim

Pengirim atau sender adalah kisah cinta Arakian dan Mariana. Kisah keduanya sebagai pengantar awal dalam alur cerita novel Suara

Samudra Catatan dari Lamalera Menimbulkan konflik ketika cinta

Arakian dan Mariana tidak mendapatkan restu dari orangtua Mariana.

PENGIRIM

Kisah cinta Arakian dan Mariana

OBJEK

Arakian, Peledang dan Gripe

PENERIMA

Arakian dan Lyra

PENOLONG

Anthony dan Lelarat

PENENTANG

Boli, Kia dan Pito

SUBJEK

36

Arakian bahkan direndahkan dan dilaporkan ke polisi oleh orangtua Mariana. Keduanya dipisahkan secara kejam tetapi tanpa diketahui banyak Mariana diam-diam sudah mengandung anak kembar: Lyra dan Dika.

(21) Setelah kabar lulus, Mariana nekat ikut lagi tetapi kali ini tanpa ijin orang tua. Orang tuanya marah besar sampai melaporkan Arakian ke polisi. Ternyata urusannya jadi panjang. Konsentrasi pada beasiswa jadi terbengkelai. Hanya karena mau memperjuangkan cintanya pada Mariana. Yang penting bagi Mariana dan hanya Mariana. (Banda,2017:308)

2.3.2 Objek

Objek (object) yang dicari dalam novel ini ada dua. Objek pertama adalah Arakian, dan objek kedua adalah Peledang dan Gripe. Peledang adalah sebuah simbol luka batin yang di alami oleh masyarakat Lamalera karena perbuatan masa lalu Arakian dan Mariana. Peledang menjadi saksi perjalanan kisah Arakaian dan Mariana, Arakian dan Mariana telah melakukan hubungan terlarang di dalam Peledang bukan hanya kenangan tentang Peledang ternyata ada Gripe.

Gripe menyimpan begitu banyak kenangan antara Arakian dan Mariana. Gripe sendiri merupakan tangan penghubung antara Lamalera A dan Lamalera B. Ketika Mariana pergi dan menghilang dari kehidupan Arakian. Peledang menjadi tidak terurus bahkan kenangan bersama Mariana selalu membuat Arakian menjadi laki-laki yang lemah untuk menghadapi semuanya itu dan tidak ingin pergi ke laut dalam beberapa

37

tahun dan tidak menjadi seorang lamafa. Hal ini dapat ditunjukkan melalui:

(22) “Lamalera sudah hancur sejak gripe dicemarkan “Tanya pada ibu Anda! Ibu Anda pasti akan menjelaskan apa itu gripe dan mengapa

gripe sampai hancur. (Banda,2017:418).

(23) Peledang, sudah bertahun-tahun tidak menjalankan fungsinya. Luka hati Peledang telah berkarat. (Banda,2017:33)

2.3.3 Subjek

Subjek (subject) dalam novel ini Lyra sebagai subjek yang ingin mencari tahu bagaimana objek (Arakian, Peledang dan Gripe) yang sengaja ditutupi selama 27 tahun oleh Arakian dan Mariana ketika sampai di Lamalera Lyra ingi mencari tahu apa sesungguhnya yang ditutupi oleh Arakian dan Mariana tentang Peledang dan Gripe dan kenapa begitu banyak hati yang terluka dengan itu. Hal ini ditunjukkan melalui:

(24) Bapa Aku datang ke tanah yang asing ini untukmu. Sendirian. Berani karena tujuan. Maukah engkau mendengarkan kisahku tentang rindu (Banda,2017:28).

(25) Ibu, saya ada di sini. Apa yang engkau tahu tentang gripe,Bu? kuatkanlah saya, bu sebentar lagi putrimu akan menjejakkan kakinya di tanah leluhurnya (Banda,2017:419)

2.3.4 Penolong

Penolong (helper) adalah aktan (sesuatu atau seseorang) yang membantu atau mempermudah subjek dalam mendapatkan objek. Aktan penolong yang membantu Lyra menemukan jawaban Peledang dan Gripe adalah Anthony dan Lelarat. Perjalanan Lyra tidak berhenti ketika dia

38

sampai di Lamalera tetapi semua kejadian masa lalu Arakian dan Mariana menjadi salah satu tujuan Lyra menginjakkan kaki di Lamalera, kehadiran Anthony dan Lelarat membantu Lyra membuka semua dosa dan luka masa lalu yang sudah dipendam begitu lama oleh Arakian dan Mariana. Hal ini dapat ditunjukkan melalui:

(26) Sebagaimana ina ingin memulai dari Gripe, saya juga sesungguhnya selalu mulai dari sana. Gripe sebuah tempat pertemuan dan perpisahaan. Sebuah tempat harapan dan tujuan. (Banda,2017:479)

Banyak orang yang tidak menginginkan kehadiran Lyra di Lamalera karena kedatangan Lyra dianggap sebagai sebuah bencana dan membuka luka lama untuk masyarakat Lamalera bahkan saudara Arakian baik Kia maupun Pito tidak ingin Lyra sampai ke lamalera tetapi Lyra mendapatkan dukungan dari Lelarat. Lelarat adalah sepupu dari Arakian. Hal ini dapa ditunjukkan melalui:

(27) Tidak apa-apa. Cari kebenaran itu sampai ketemu. Jangan takut. Hadapi kebenaran denngan berani karena ina benar kata Lelarat dengan yakin. (Banda,2017:444)

2.3.5 Penentang

Penetang atau oppoment dalam novel ini adalah aktan seseorang yang menghalangi usaha Lyra sebagai subjek untuk mendapatkan objek. Kedatangan Lyra di Lamalera tidak disambut dengan baik oleh Kia dan Pito, kedua sepupu Arakian ini begitu membenci Lyra karena mereka tahu bahwa Lyra adalah anak dari Arakian dan Mariana, dengan kehadiran Lyra

39

di Lamalera akan membuktikan bahwa Arakian sudah gagal menjadi seorang lamafa dan mempunyai dosa masa lalu.

Kia dan Pito menyusun rencana dan menyampaikan kepada Arakian untuk mengusir Lyra dari Lamalera karena kehadiran Lyra akan membuka kembali luka lama yang sengaja ditutup dan Arakian akan dikenal sebagai lamafa yang tidak bersih dan jujur. Hal ini dapat ditunjukkan melalui.

(25) Kalau anak itu juga tiba bersama kita di Lamalera, itu sama dengan kita telanjangi diri kita sendiri di hadapan semua orang dari suku, semua rumah adat dan semua perahu. (Banda,2017:400)

(26) Akan jelas di mata semua orang Engko Lamafa. Engko tidak bersih. Dia anak haram dan segala rasa sakit yang pernah dijejalkan ke dalam hati dan pkiran kita sejak dulu samapi sekarang. (Banda,2017:401).

(27) Bagaimana kalau itu anak perempuan tetap pulang ke lamalera tanya Pito. (Banda, 2017:408)

(28) Harga diri, martabat, adat, suku, pelendang dan keluarga besar kita. Sadarlah arakian. Engko tidak boleh jerumuskan kami semua, keluargamu, rumahmu, anak cucu kita (Banda,2017:402)

Boli meyakinkan dirinya sambil mengatur rencana. Ia akan segera menyampaikan apa yang harus dilakukan Agustin tunangannya untuk menghentikan Lyra dan tidak membiarkan dia sampai ke Lamalera dengan selamat. Jika berhadapan dengan Lyra di Pelabuhan Bolok Kupang, Agustin harus menjelankan tugas yang diberikan oleh Boli karena masa lalu Mariana dan Arakian sudah membuat Peledang tidak menjalankan

40

fungsinya lagi bahkan kesucian Peledang sudah dilanggar dan dihianati. Hal ini dapat dibuktikan melalui kutipan :

(29) Luka hati Peledang telah berkarat. Aku anak cucu tanah, rumah adat, suku yang dikhianati sejak kesucian peledang dilanggar. Biar saja!Biar saja balasan itu menghadang di tempat kejadian perkara! (Banda,2017:33-34).

2.3.6 Penerima

Penerima atau (receiver) adalah aktan seseorang yang menerima objek yang diusahakan oleh subjek. Aktan penerima adalah Arakian dan Lyra setelah melewati begitu banyak tantang dalam perjalanan menuju ke Lamalera, akhirnya Lyra sampai di lamalera dengan selamat.

Kedatangan Lyra di lamalera tentu memunculkan konflik baik dari keluarga Arakian maupun dari dalam dirinya Lyra sendiri namun berkat tekad yang bulat akhirnya Lyra dipertemukan dengan Arakian dan sambil memanggil anak dan ayah.

Lyra akhirnya mengetaui asal-usul dirinya bahkan Lyra mengetahui siapa sebenarnya yang sudah mengirimkan kain untuk diirnya waktu di lamalera. Permintaan maaf Arakian dan pertobatan yang dilakukan oleh Arakian untuk kembali menjadi seorang Lamafa yang Ola

nula, kembali bersih dengan menerima segala bentuk dosa masa lalu.

(31) Sejak melihatnya di Pelabuhan Waibalun, Arakian tahu itulah Aurelia Lamberta Lyra anaknya. Kakak kembar Pater Lama. Arakian terpana. Hatinya menjeritkan permohonan maaf dan rasa rindu yang meluapkan dalam dada. Dia ingin berlari memeluk anak perempuannya itu (Banda,2017: 403).

41

Dalam kajian struktur aktansial yang kedua ini adalah Lyra dan Mariana. Pergulatan batin yang dialami oleh Lyra membuat ia bertekat bulat untuk pergi ke Lamalera seorang diri. Dalam perjalanan Lyra mendapatkan tantangan yang begitu banyak baik dari Boli, Kia dan Pito namun tidak menghentikan langkah Lyra untuk sampai ke Lamalera.

Lyra sudah sampai di Lamalera dan menemukan banyak sekali teka-teki di masa lalunya Arakian dan Mariana. Kedua orang tua Lyra tersebut ternyata menyimpan begitu banyak luka dan duka di masa lalu mereka.

Peledang dan gripe menjadi saksi bisu kisah Arakian dan Mariana. Lyra

berusaha untuk mencari tahu semuanya itu dengan bantuan Anthony dan Lelarat, Lyra akhirnya mengetahui bahwa Peledang adalah sebuah perahu yang digunakan masyarakat Lamalera untuk menangkap ikan paus sudah tidak suci lagi karena perbuatan kedua orangtuanya bahkan gripe sebuah tangga yang digunakan oleh masyarakat Lamalera menjadi penghubung jalan Lamalera A dan Lamalera B sudah menyimpan begitu banyak kenangan antara Arakian dan Mariana.

Luka batin itu bermula ketika Mariana pergi karena dijemput paksa oleh orangtuanya, Arakian dipenjarakan selama beberapa hari dan Arakian berhenti menjadi seroang Lamafa karena Mariana.

42

2.4 Struktur Aktansial Arakian dan Adat Lamalera: Mengungkapkan