BAB IV ASPEK EKONOMI DALAM KEBIJAKAN
C. Sumber Daya Alam
Fakta-fakta di atas mengantarkan pendidikan Islam, di samping pendidikan secara umum terpuruk pada kualitas yang memprihatinkan.
Untuk itu, konsep-konsep ini meliputi ekonomi, sosial, politik dan moral difokuskan pada perubahan lingkungan eksternal dan membawa perubahan evolusi dan pelayanan pendidikan Islam modern. Suatu tugas konstan dari administrasi pendidikan beradaptasi terhadap sistem pendidikan Islam yang dipengaruhi oleh perubahan sosial terhadap proses administrasi (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan). Rangkaian dari institusi pendidikan diselesaikan melalui sumber daya manusia dan fungsi personalnya.
Selayaknya lembaga pendidikan Islam bisa bekerja melalui SDM yang berkualitas, fungsi individu dapat dipertimbangkan secara signifikan.
Sub proses administrasi, yang berbanding dengan fungsi individu, dan kunci-kunci untuk mengadaptasikan organisasi dan kebiasaan individu menjadi hal-hal yang di luar itu dapat diefisiensi-efektif, stabil dan pelayanan yang baik. Implikasi dari perubahan sosial bagi personil terjadi akibat berpengaruhnya pada perubahan nilai dan komitmen SDM, pengembangan administrasi dan teknik rasional, menyusun bentuk perencanaan baru keagamaan, komitmen, kompensasi dan penerapan konsep dan model terbaru dari perilaku ilmu pengetahuan untuk memperibaiki efektifitas fungsi personil dan kualitas kehidupan kerja individu.
Lingkungan adalah “segala materil dan stimuli dari dalam dan luar diri individu baik yang bersifat fisiologis, psikologi maupun sosial-kultural. Lingkungan adalah keadaan dimana ada alam (fisik) dan sosial masyarakat yang memberikan pengaruh tertentu yang berbeda terhadap perkembangan individu karena adanya interaksi yang intensif antara individu tersebut dengan alam dan sosial. Berdasarkan sejumlah teori tersebut, maka dapat dikatakan bahwa lingkungan adalah tempat tinggal di mana manusia dapat hidup dan berusaha di dalamnya yang berada di luar diri individu.
Lingkungan pendidikan adalah segala sesuatu yang berada di luar diri peserta didik, dalam alam semesta ini. Sumber daya alam atau lingkungan pendidikan banyak sekali yang berkontribusi langsung bagi pendidikan misalnya minyak bumi, tanah, air dan sebagainya memiliki kontribusi langsung dan tidak langsung bagi penyelenggaraan pendidikan Islam.
Ambil contoh pada lembaga pendidikan Islam seperti madrasah, maka tidak kurang dari 4 aspek yang berhubungan dengan sistem pendidikan yaitu air yang bisa digunakan untuk membantu menyiram tanaman madrasah, sarana berwudhu dan lain sebagainya. Di bawah ini pengelolaan yang harus dilakukan SDM madrasah terhadap lingkungan alamnya. Pengolahan lingkungan madrasah dapat dilakukan dengan cara sebagai berkut:
1. Pengelolaan Air di Madrasah
Ketersediaan air bersih di madrasah sangat diperlukan dalam jumlah yang relatif banyak. Hal ini mengingat jumlah warga madrasah yang terdiri dari siswa, guru, dan karyawan dapat mencapai ratusan orang, sehinga kebutuhan air bersih akan lebih banyak lagi. Jenis kebutuhan air di madrasah adalah untuk minum, membersihkan lantai, membersihkan WC, mencuci peralatan laboratorium dan menyiram tanaman. Sumber air bersih yang digunakan bagi pemenuhan kebutuhan warga madrasah dapat berasal dari air PDAM, sumur gali, sumur pompa, atau sumber mata air, yang dialirkan bagi madrasah-madrasah yang terletak di pegunungan.
Untuk mengurangi keterbatasan air bersih di madrasah, dapat dilakukan dengan upaya penghematan melalui penentuan prioritas. Misalnya, air bersih hanya digunakan untuk minum dan mengisi bak mandi, sedangkan
untuk keperluan lainnya seperti membersihkan WC, membersihkan lantai dan menyiram tanaman gunakanlah air yang berasal dari bak-bak penampungan air hujan.
Madrasah perlu menyediakan bak-bak penampungan air hujan, baik berupa kolam maupun sumur-sumur resapan. Sumber air yang mengisi kolam maupun sumur resapan sebaiknya berasal dari air hujan yang jatuh dari atap bangunan madrasah atau dari air bekas wudhu dan cuci tangan. Kemudian dialirkan melalui saluran pipa-pipa yang menuju kolam maupun sumur resapan, sehingga airnya masih bersih belum bercampur lumpur. Madrasah-madrasah yang berada di negara-negara maju umumnya sudah memiliki teknologi pengelolaan air limbah, sehingga air bersih yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan madrasah tidak berasal dari sumbernya, akan tetapi menggunakan kembali air yang sudah dipakai melalui teknologi air limbah. Teknologi pengolahan air limbah yang digunakan tentu sangat mahal harganya. Negara kita belum mampu memenuhi hal itu, apalagi diadakan di madrasah-madrasah yang jumlahnya sangat banyak. Ada caranya sebenarnya lebih murah untuk mengatasi keterbatasan air bersih di madrasah yang dapat kalian lakukan.
Cara tersebut adalah dengan melakukan penghematan air saat pamakaian dan selalu menutup kran air apabila terlihat terbuka sehingga air tidak terbuang percuma.
2. Pengelolaan Sampah di Madrasah
Supaya pengelolaan sampah berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan yang diinginkan, maka setiap kegiatan pengelolaan sampah harus mengikuti cara-cara yang baik dan benar. Tahapan-tahapan pengelolaan sampah di madrasah adalah a) Pencegahan dan pengurangan sampah dari sumbernya. Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan pemilahan atau pemisahan organik dan anorganik dengan menyediakan tempat sampah organik dan anorganik di setiap kawasan madrasah dan b) Pemanfaatan kembali sampah terdiri atas Pemanfaatan sampah organik, seperti komposting (pengomposan) sampah yang mudah membusuk dapat diubah manjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan untuk melestarikan fungsi kawasan madrasah. Kemudian Pemanfaatan sampah anorganik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan
kembali secara langsung, misalnya pembuatan kerajinan yang berbahan baku dari barang bekas, atau kertas daur ulang.
Tempat pembuangan sampah akhir juga harus diperhatikan.
Sisa sampah yang tidak dapat dimanfaatkan secara ekonomis baik dari kegiatan komposting maupun pemanfaatan sampah anorganik, jumlahnya mencapai + 10 % harus dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di madrasah. Selain itu untuk menciptakan suatu kondisi madrasah yang sehat, madrasah harus memenuhi kriteria, antara lain kebersihan dan ventilasi ruangan, kebersihan kantin, WC, kamar mandi, tempat cuci tangan, melaksanakan pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan, bimbingan konseling dan manajemen peran serta masyarakat.
3. Pengelolaan Energi di Madrasah
Penggunaan energi di madrasah sangat penting agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Penggunaan energi di madrasah biasanya untuk menerangi ruangan-ruangan, menyalakan barang-barang eletronik seperti komputer dan media pembelajaran, mengalirkan pompa air dan lain-lain. Terhadap fasilitas umum seperti madrasah, hendaknya kita bersama-sama bertanggung jawab untuk memelihara dan menghemat pada saat pemakaiannya. Banyak cara yang dapat kalian lakukan dalam rangka pengelolaan energi di madrasah, misalnya melalui penggunaan cahaya matahari untuk menerangi ruangan-ruangan belajar di kelas, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain. Menghemat pemakaian air karena dialirkan menggunakan listrik, mematikan lampu-lampu yang masih menyala saat siang hari. Mematikan alat-alat elektronik seperti komputer dan televise saat sedang tidak digunakan.
4. Pengelolaan Halaman Madrasah
Madrasah sebagai tempat belajar perlu memiliki lingkungan yang bersih dan sehat agar tercipta suasana belajar yang nyaman. Kita bisa membayangkan apabila madrasah kita kotor dan tidak sehat, tentu sangat mengganggu kegiatan belajar mengajar. Pastikan ruangan kelas kalian bersih dari sampah, debu dan bau yang tidak sedap. Bahkan kalian bisa
menambahkannya dengan wangi-wangian dan tanaman hidup dalam pot. Lingkungan madrasah yang bersih dan sehat tidak hanya di dalam kelas tetapi juga di luar kelas, seperti di halaman. Halaman madrasah selain di tata keindahannya, juga perlu memperhatikan persyaratan kesehatan. Halaman madrasah yang tidak sehat dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman bagi semua warga madrasah.
5. Pengelolaan Keamanan Madrasah
Menciptakan madrasah yang aman, nyaman, dan disiplin sangatlah penting agar siswa dapat mencapai prestasi yang terbaik dan guru dapat menampilkan kinerja yang terbaik Untuk mewujudkan madrasah yang aman perlu dilakukan beberapa langkah. Pertama, madrasah harus membentuk komite yang terdiri dari berbagai stakeholders, yaitu masyarakat sekitar madrasah, orang tua, guru, kepala madrasah komite madrasah dan siswa. Dengan melibatkan semua fihak diharapkan komite dapat memperjatam pemahaman dan kesepakatan tentang apa yang perlu dilakukan. Melibatkan keahlian yang terdapat di masyarakat, seperti anggota kepolisian atau TNI sangatlah penting. Keterlibatan orang tua juga sangat penting agar hal-hal yang menjadi keprihatinan siswa dapat didengar dan diselesaikan. Selain itu stakeholders yang lain perlu dilibatkan agar dapat didengar bagaimana pengalaman mereka sehubungan dengan mewujudkan madrasah yang aman. Tugas pertama dari komite ini adalah melakukan needs assessment mengenai keadaan madrasah saat ini ditinjau dari segi keamanan. Berdasarkan penilaian awal ini, komite dapat memperoleh pengetahuan mengenai kekuatan dan kelemahan madrasah dalam hal keamanan.
Kedua, untuk meningkatkan keamanan madrasah, upaya harus difokuskan pada bangunan fisik madrasah, tata letak dan kebijakan dan prosedur yang ada untuk melaksanakan kegiatan sehari-hari dan menyelesaikan masalah yang mungkin timbul. Bangunan madrasah, kelas, ruang lab, kantor, perpustakaan, lapangan olah raga dan halaman madrasah harus direview. Selain itu, berbagai kebijakan dan prosedur juga akses masuk madrasah harus dinilai kembali. Penggunaan teknologi untuk mencegah orang masuk penyusup masuk dari luar seperti alarm,
pagar, teralis harus dipertimbangkan. Pencegahan ini harus distandarkan oleh madrasah dan standar-standar lain untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan harus dibuat seperti membawa benda-benda tajam atau benda-benda lain yang berbahaya. Jalur komunikasi dan prosedur yang harus diikuti bila terjadi kejadian pencurian atau pelanggaran lainnya harus dibuat. Usaha lain adalah adanya penjaga madrasah (satpam), pembentukan Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Menwa (Resimen Mahasiswa) di tingkat perguruan tinggi, atau yang sejenisnya. Hubungan manusiawi yang diwujudkan dalam sikap menghormati, saling membantu, bekerja sama atau saling bersedia melakukan pendekatan adalah sikap yang tidak saja diperlukan bagi kegiatan belajar bersama tetapi juga berguna bagi kehidupan bersama di masyarakat sekarang dan masa yang akan datang.