BAB IV ASPEK EKONOMI DALAM KEBIJAKAN
F. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal adalah semua alat yang di gunakan sebagai penunjang sekaligus pamacu di dalam proses produksi. Alat yang digunakan bisa dalam bentuk uang, perkakas, dan lain sebagainya yang difungsikan sebagai modal kerja. Ini ada 4 Macam modal di antaranya:
1. Menurut Sifat: a) Modal tetap adalah modal yang digunakan di dalam proses produksi secar berulang-ulang dan b) Modal lancar adalah modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi.
5 http://www. pendidikan-diy.go.id
2. Menurut Subjek: a) Modal perorangan adalah modal yangdigunakan secara personal serta memberikan hasil bagi pemiliknya. Dan b) Modal masyarakat adalah modal yang berasal dari masyarakat dan berhubungan dengan kepentingan masyarakat.
3. Menurut sumber: a) Modal sendiri adalah modal yang berasal dari dalam perusahan dan b) Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi.
4. Menurut Bentuk: a) Modal nyata adalah modal yang dapat di lihat secara nyata dalam proses produksi dan b) Modal Abstrak adalah modal yang tidak dapat dilihat, tetapi mempunyai peran dan nilai di dalam perusahaan.
Dunia pendidikan modern menurut ilmu ekonomi diukur pada sejauh mana dunia pendidikan memberikan sumbangan terhadap kebutuhan perkembangan ekonomi. Dengan kata lain apakah dunia pendidikan mempersiapkan anggota masyarakat yang mempunyai kompetensi sebagaimana yang dituntut oleh kehidupan ekonomi.
Pendidikan merupakan pemasok sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh dunia kerja, serta bagi perkembangan ekonomi.6 Dengan demikian, sistem ekonomi suatu negara mempengaruhi manajemen sumber daya manusia dalam beberapa cara, seperti menyediakan banyak insentif bagi pengembangan modal usaha.7
Sumber daya modal dalam pendidikan berhubungan dengan input pendidikan. Sejumlah input sekolah berhubungan langsung dengan sekolah dan karakteristik guru, input langsung sekolah meliputi kurikulum, kegiatan ektrakurikuler, fasilitas laboratorium, fasilitas perpustakaan, penggunaan buku-buku pelajaran, lamanya jam pelajaran disekolah. Sedangkan input sekolah yang berkaitan dengan karakteristik guru meliputi latar belakang guru (status sosial, ekonomi, tingkat pendidikan, dan pengalaman mengajar), kemampuan verbal, persepsi guru mengenai siswa dan kualitas sekolah serta gaji guru. Karakteristik siswa biasanya diukur dengan perbedaan jenis kelamin, ras, dan kemampuan pendidikan awal yang dimilki oleh siswa sebelum memasuki sekolah yang bersangkutan, jumlah jam belajar siswa di rumah, jumlah
6 HAR. Tilaar, Standarsasi Pendidikan Nasional. (Jakarta: Rineka Cipta, 2006), hal. 12.
7 Raymond A. Noe, dkk., Manajemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Salemba Empat, 2011), hal. 279.
jam les mata pelajaran, pendidikan orang tua siswa, dan besarnya penghasilan orang tua. 8
Keterkaitan antara proses dan hasil pendidikan yang bermutu saling berhubungan. Akan tetapi agar proses yang baik itu tidak salah arah, maka mutu dalam artian hasil (output) harus dirumuskan terlebih dahulu oleh sekolah, dan harus jelas targetnya yang akan dicapai untuk setiap tahun atau kurun waktu yang lainnya. Berbagai input dan proses harus mengacu pada mutu hasil/out put yang ingin dicapai. Dengan kata lain tanggung jawab sekolah bukan hanya pada proses akan tetapi tanggung jawab akhirnya adalah hasil yang dicapai siswa.
Beberapa langkah atau tahap yang harus dilakukan kepala lembaga pendidikan Islam dalam mewujudkan lembaga yang berprestasi tersebut, diantaranya:9
1. Masukan (input) siswa harus diseleksi secara ketat dengan menggunakan kriteria dan prosedur tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan, yaitu (1) prestasi belajar: Indikatornya nilai lapor, NEM, dan/atau tes prestasi akademik, (2) nilai psikotes, yang meliputi intelligency quotient (IQ), kreativitas, tangguing jawab terhadap tugas (task commitment), dan emotional quotient (EQ), dan (3) kesehatan jasmani,
2. Kurikulum yang dipergunakan adalah kurikulum nasional yang standar, namun bisa dilakukan penyesuian alokasi waktu sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik yang memiliki kecepatan belajar serta motivasi belajat yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa-siswa lain, misalnya melakukan program akselerasi,
3. Tenaga kependidikan yang menangani para siswa hendaknya mereka yang memiliki penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran dan metode pengajaran serta memiliki komitmen yang kuat dalam menjalankan tugasnya,
4. Sarana dan fasilitas yang digunakan dalam proses pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan kemampuan dan kecerdasan siswa, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan belajar
8 Mukhtar, Rusmini, dan Samsu, Sekolah Berprestasi, (Jakarta: Nimas Multima, 2001), hal.
25.
9 Ibid., hal. 96-98.
serta menyalurkan kemampuan dan kecerdasan siswa, termasuk dalam pengembangan bakat dan minat mereka,
5. Dana (biaya) yang memadai merupakan faktor yang sangat menunjang dalam upaya peningkatan kualitas dn prestasi output sekolah, karena dari dana inilah disedikan insentif bagi tenaga kependidikan yang terlibat dan pemenuhan anggaran lainnya, 6. Manajemen ini berkaitan dengan strategi dan implementasi
seluruh sumber daya yang ada dalam sistem sekolah, dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menghasilkan output yang berprestasi, tentu diperlukan adanya manajemen sekolah yang memiliki tingkatan fleksibilitas yang tinggi, realitas, dan berorientasi jauh ke depan,
7. Proses pembelajaran yang bermutu turut menentukan output sekolah yang berprestasi yang dapat dipertanggung jawabkan kepada siswa orangtua, lem baga maupun masyarakat dan
8. Lingkungan sekolah dan luar skeolah turut menentukan kualitas dan prestasi output sekolah, tetai ia juga menerima nilai-nilai yang berada di luar lingkungan sekolah, yaitu lingkunga kelurga dan masyarakat secara umum yang memiliki karakter dan corak tersendiri yan mungkin dapat menghamba siswa dalam mewujudkan prestasi (output).
Siswa sebagai pesera didik merupakan salah satu input yang ikut menentukan keberhasilan proses pendidikan. Pengelolaan mencakup penerimaan siswa baru, layanan bimbingan penyuluhan, pengelolaan siswa di dalam kelas, pengelolaan organisasi siswa intra sekolah,dan pengelolaan data tentang siswa. Boleh dikatakan hampir semua kegiatan di sekolah pada akhirnya ditujukan untuk membantuk siswa mengembangkan potensi dirinya. Upaya itu akan optimal jika siswa sendiri secara aktif berupa mengembangkan diri, sesuai dengan program-program yang dilakukan oleh sekolah. Oleh karena itu, sengat penting untuk menciptakan kondisi siswa agar mengembangkan diri secara optimal sebagai top leader di sekolah kepala sekolah memegang peran penting dalam menciptakan kondisi demikian. 10
Berkenaan dengan manajemen kesiswaan menuju lembaga
10 Hasbullah, Otonomi Pendidikan, (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006), hal. 121.
pendidikan Islam berpestasi, ada beberapa prinsip dasar yang harus mendapat perhatian berikut ini.
1. Siswa harus diperlakukan sebagai subjek dan bukan objek, sehingga harus didorong untuk berperan serta dalam perencanaan dan pengembilan keputusan yang terkait dengan kegiatan mereka.
2. Keadaan dan kondisi siswa sangat beragam, ditinjau dari kondisis fisik, kemampuan intelektual, sosial ekonomi, minat, dan sebagainya.
Oleh karena itu, diperlukan wahana kegiatan yang beragam sehingga setiap siswa memiliki wahana untuk berkembang secara optimal.
3. Pada dasarnya siswa hanya akan termotivasi belajar, jika mereka menyenangi apa yang diajarkan.
4. Pengembangan potensis siswa tidak hanya menyangkut ranah kognitif, tetapi juga ranah afektif dan psikomotorik.