V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
6.1. Sumber-Sumber Risiko pada Proses Produksi Jamur Tiram Putih dan Upaya yang Dilakukan Rimba Jaya Mushroom untuk
6.1.6. Sumber Risiko pada Proses Inkubas
Baglog yang telah diisi bibit pada ruang inokulasi kemudian disusun pada rak-rak yang ada pada ruang inkubasi. Tahap inkubasi adalah tahap pertumbuhan miselium jamur. Media tersebut ditata di atas rak yang terdapat dalam kumbung inkubasi. Suhu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan miselium adalah antara 22-
75 berwarna putih merata. Waktu yang dibutuhkan untuk tahap inkubasi adalah kurang lebih selama 40 hari. Pada saat inkubasi, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan miselium tidak bertumbuh maksimal pada baglog, seperti kesalahan tenaga kerja dalam menyusun baglog ke rak-rak kumbung inkubasi, dan serangan hama.
a. Risiko yang Disebabkan Kesalahan Penyusunan Baglog
Rak kumbung inkubasi terbuat dari bambu dan sebagian ujung bambu pada rak tersebut sedikit runcing dan pada rak-rak tersebut terdapat paku-paku sebagai perekat bambu-bambu tersebut. Oleh karena itu, jika tenaga kerja tidak hati-hati pada saat menyusun baglog ke rak-rak kumbung, maka akan dapat menyebabkan baglog bocor dan pecah. Pada Rimba Jaya mushroom, tenaga kerja yang memindahkan baglog dari ruang inokulasi ke rak-rak kumbung inkubasi adalah tenaga kerja yang pengupahannya berdasarkan jumlah baglog yang telah dipindahkan dan disusun, dimana upah yang diterima oleh tenaga kerja yang menyusun semua baglog ke kumbung inkubasi adalah Rp 15,00 per baglog. Sistem pengupahan ini membuat tenaga kerja tidak hati-hati dan cenderung ingin cepat-cepat selesai menyusun semua baglog ke rak-rak kumbung inkubasi sehingga tidak sepenuhnya memperhatikan kondisi rak kumbungnya.
Baglog yang bocor akibat penyusunan yang tidak hati-hati ke rak-rak kumbung inkubasi masih tetap ditumbuhi oleh miselium. Namun, pada bagian baglog yang bocor tersebut akan tumbuh jamur lain atau oncom yang berwarna orange dan media tanam pada bagian baglog yang bocor atau sobek tersebut akan rusak. Baglog tersebut masih tetap dapat menghasilkan jamur, walaupun jumlah hasil jamur dari baglog tersebut berkurang. Jumlah baglog yang rusak akibat risiko yang disebabkan kesalahan penyusunan baglog di ruang inkubasi serta nilai kerugian yang ditimbulkannya selama bulan Juni 2012 pada usaha Rimba Jaya Mushroom dapat dilihat pada Tabel 15.
76 Tabel 15. Jumlah Baglog yang Rusak karena Kesalahan Penyusunan ke Rak-Rak Kumbung Inkubasi serta Nilai Kerugian yang Ditimbulkannya Selama Bulan Juni 2012 dan Jumlah Baglog yang Diisi ke Kumbung Inkubasi (40 Hari yang Lalu) pada Usaha Rimba Jaya Mushroom
Tanggal Jumlah Baglog yang Rusak karena Kesalahan Penyusunan ke Rak-Rak Kumbung Inkubasi (Unit)
Nilai Kerugian yang Ditimbulkan
(Rp)*)
Jumlah Baglog yang Diisi ke Kumbung Inkubasi (40 hari
yang Lalu) (Unit)
1 22 34.760,00 21 April : 7027 2 18 28.440,00 22 April : 7233 3 - - 23 April : - 4 35 55.300,00 24 April : 6670 5 23 36.340,00 25 April : 7033 6 17 26.860,00 26 April : 7414 7 16 25.280,00 27 April : 7199 8 22 34.760,00 28 April : 7237 9 24 37.920,00 29 April : 7259 10 - - 30 April : - 11 33 52.140,00 1 Mei : 7363 12 17 26.860,00 2 Mei : 6987 13 24 37.920,00 3 Mei : 7406 14 27 42.660,00 4 Mei : 7223 15 25 39.500,00 5 Mei : 6980 16 18 28.440,00 6 Mei : 6759 17 - - 7 Mei : - 18 30 47.400,00 8 Mei : 7326 19 22 34.760,00 9 Mei : 7410 20 17 26.860,00 10 Mei : 7328 21 15 23.700,00 11 Mei : 7267 22 20 31.600,00 12 Mei : 7410 23 25 39.500,00 13 Mei : 7362 24 - - 14 Mei : - 25 35 55.300,00 15 Mei : 7097 26 23 36.340,00 16 Mei : 7439 27 25 39.500,00 17 Mei : 7213 28 20 31.600,00 18 Mei : 7370 29 18 28.440,00 19 Mei : 7512 30 25 39.500,00 20 Mei : 6973 Total 596 941.680,00 187.497 Keterangan: *) Harga jual jamur tiram putih
Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan pada usaha Rimba Jaya Mushroom, bahwa setiap hari pada bulan Juni 2012 terjadi kerugian akibat kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi. Jumlah baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi tersebut lebih mudah diidentifikasi atau dilihat ketika baglog tersebut sudah melewati masa inkubasi dan siap untuk dipindahkan ke ruang pertumbuhan. Setiap hari kerja (senin-sabtu) tenaga kerja di Rimba Jaya Mushroom menyortir
77 baglog-baglog dari ruang inkubasi yang layak untuk dijual dan dibudidayakan sendiri oleh perusahaan. Pada saat melakukan penyortiran akan terlihat dengan jelas baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi, dimana baglog tersebut terlihat pecah dan koyak dan pada bagian baglog yang bocor tersebut akan tumbuh oncom yang berwarna orange dan media tanam pada bagian baglog yang bocor atau sobek tersebut akan terlihat rusak. Jika ditemukan baglog yang demikian pada saat penyortiran dilakukan, maka segera dipisahkan karena baglog tersebut tidak layak untuk dijual dan harus dibudidayakan oleh perusahaan sendiri dan hal ini dapat mengurangi bobot jamur dari baglog tersebut sehingga terjadi penurunan produksi di Rimba Jaya Mushroom. Dari semua baglog yang telah dipisahkan karena rusak tersebut, dapat dihitung berapa jumlah baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi per hari.
Pada Tabel 15 dapat dilihat bahwa jumlah baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi selama bulan Juni 2012 adalah sebanyak 596 baglog dan jumlah kerugian yang diakibatkan adalah sebesar Rp 941.680,00. Kerugian per baglog dihitung dengan asumsi bahwa satu baglog menghasilkan jamur tiram putih sebanyak 0,4 kg (hasil produksi normal Rimba Jaya Mushroom) dan ketika terjadi risiko baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi, maka diasumsikan bobot jamur berkurang menjadi 0,2 kg per baglog. Jadi, untuk menghitung hasil produksi yang berkurang akibat kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi yang menyebabkan berkurangnya bobot jamur per baglog adalah dengan mengalikan jumlah baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi tersebut dengan 0,2 kg. Kemudian hasil perkalian dari hasil produksi yang berkurang tersebut dengan harga jual rata-rata (Rp 7.900,00) selama bulan Juni 2012 merupakan jumlah kerugian yang diakibatkan per hari. Berdasarkan Tabel 15 juga dapat dibandingkan jumlah baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi selama bulan Juni 2012 dengan jumlah baglog yang diisi ke kumbung inkubasi 40 hari yang lalu, sehingga selama bulan Juni 2012
78 total baglog yang rusak karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi adalah sebanyak 596 baglog dari 187.497 baglog.
Kerugian yang terjadi akibat dari rusaknya baglog karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi akan berpengaruh pada penerimaan ataupun pendapatan perusahaan. Hal ini akan menurunkan hasil produksi jamur tiram putih pada Rimba Jaya Mushroom. Untuk itu, dibutuhkan upaya untuk mengantisipasi kerugian akibat rusaknya baglog karena kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi. Upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya kerugian akibat kesalahan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi adalah memberikan perintah kepada tenaga kerja agar mengangkut dan menyusun semua baglog ke rak-rak kumbung inkubasi dengan hati-hati dan tidak kasar. Perintah ini diberikan oleh manajer produksi dua. Manajer produksi dua juga tidak mengawasi langsung pengangkutan dan penyusunan baglog ke rak-rak kumbung inkubasi karena memang hal itu sulit dilakukan karena tugas manajer produksi dua bukan hanya di bagian inkubasi saja.
b. Risiko yang Disebabkan Serangan Hama
Hama adalah organisme yang dapat bersifat sebagai pengganggu atau pemangsa yang berasal dari sekitar kumbung inkubasi. Hama yang ada di sekitar kumbung inkubasi yaitu tikus dan kecoa. Umumnya hama tersebut menyerang baglog yang sedang mengalami proses inkubasi, karena pada proses ini baglog disimpan dan disusun di atas rak-rak bambu dan didiamkan selama kurang lebih 40 hari lamanya. Hama tikus ataupun kecoa mampu dengan mudah menembus anyaman bambu sehingga baglog sangat mudah sekali dirusak. Hama yang paling banyak merusak baglog adalah tikus. Pada kondisi ini hama tikus sering sekali merusak dengan cara merobek plastik pembungkus media tanam. Karena kegiatan hama tikus ini sebagian besar dilakukan pada malam hari, maka cukup sulit untuk dideteksi dan diawasi secara intensif. Lingkungan sekitar ruang inkubasi pada Rimba Jaya Mushroom masih alami dengan banyaknya pepohonan dan lahan-lahan kosong yang membantu stabilitas populasi hama tersebut.
79 Tikus dapat merobek semua jenis baglog yang ada di ruang inkubasi, baik itu baglog yang sudah ditumbuhi oleh miselium, maupun baglog yang belum ditumbuhi oleh miselium. Baglog yang sudah dirusak oleh hama tersebut akan terlihat dengan adanya baglog yang berlobang atau sobek. Baglog yang berlobang akibat hama tersebut masih tetap dapat ditumbuhi oleh miselium. Namun, pada bagian baglog yang berlubang tersebut akan tumbuh oncom yang berwarna orange. Baglog tersebut masih tetap dapat menghasilkan jamur, walaupun jumlah hasil jamur dari baglog tersebut berkurang.
Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang dilakukan pada usaha Rimba Jaya Mushroom, bahwa setiap hari pada bulan Juni 2012 terjadi kerugian akibat serangan hama. Jumlah baglog yang rusak karena serangan hama tersebut lebih mudah diidentifikasi atau dilihat ketika baglog tersebut sudah melewati masa inkubasi dan siap untuk dipindahkan ke ruang pertumbuhan. Setiap hari kerja (senin-sabtu) tenaga kerja di Rimba Jaya Mushroom menyortir baglog- baglog dari ruang inkubasi yang layak untuk dijual dan dibudidayakan sendiri oleh perusahaan. Pada saat melakukan penyortiran akan terlihat dengan jelas baglog yang rusak karena serangan hama, dimana baglog tersebut terlihat berlobang akibat gigitan tikus dan pada bagian baglog yang berlobang tersebut akan tumbuh oncom yang berwarna orange. Jika ditemukan baglog yang demikian pada saat penyortiran dilakukan, maka segera dipisahkan karena baglog tersebut tidak layak untuk dijual dan harus dibudidayakan oleh perusahaan sendiri dan hal ini dapat mengurangi bobot jamur dari baglog tersebut sehingga terjadi penurunan hasil produksi di Rimba Jaya Mushroom. Dari semua baglog yang telah dipisahkan karena rusak tersebut, maka dapat dihitung berapa jumlah baglog yang rusak karena serangan hama setiap hari. Jumlah baglog yang rusak karena serangan hama di kumbung inkubasi serta nilai kerugian yang ditimbulkannya selama bulan Juni 2012 pada usaha Rimba Jaya Mushroom dapat dilihat pada Tabel 16.
80 Tabel 16. Jumlah Baglog yang Rusak akibat Serangan Hama di Kumbung Inkubasi serta Nilai Kerugian yang Ditimbulkannya Selama Bulan Juni 2012 dan Jumlah Baglog yang Diisi ke Kumbung Inkubasi (40 Hari yang Lalu) pada Usaha Rimba Jaya Mushroom
Tanggal Jumlah Kerusakan Baglog karena Serangan Hama (Unit) Nilai Kerugian yang Ditimbulkan (Rp)*)
Jumlah Baglog yang Diisi ke Kumbung Inkubasi (40 hari yang
Lalu) (Unit) 1 10 15.800,00 21 April : 7027 2 6 9.480,00 22 April : 7233 3 - - 23 April : - 4 20 31.600,00 24 April : 6670 5 13 20.540,00 25 April : 7033 6 8 12.640,00 26 April : 7414 7 4 6.320,00 27 April : 7199 8 15 23.700,00 28 April : 7237 9 10 15.800,00 29 April : 7259 10 - - 30 April : - 11 25 39.500,00 1 Mei : 7363 12 8 12.640,00 2 Mei : 6987 13 14 22.120,00 3 Mei : 7406 14 10 15.800,00 4 Mei : 7223 15 5 7.900,00 5 Mei : 6980 16 8 12.640,00 6 Mei : 6759 17 - - 7 Mei : - 18 17 26.860,00 8 Mei : 7326 19 12 18.960,00 9 Mei : 7410 20 8 12.640,00 10 Mei : 7328 21 15 23.700,00 11 Mei : 7267 22 17 26.860,00 12 Mei : 7410 23 5 7.900,00 13 Mei : 7362 24 - - 14 Mei : - 25 20 31.600,00 15 Mei : 7097 26 16 25.280,00 16 Mei : 7439 27 25 39.500,00 17 Mei : 7213 28 8 12.640,00 18 Mei : 7370 29 15 23.700,00 19 Mei : 7512 30 14 22.120,00 20 Mei : 6973 Total 328 518.240,00 187.497 Keterangan: *) Harga jual jamur tiram putih
Pada Tabel 16 dapat dilihat bahwa jumlah baglog yang rusak karena serangan hama selama bulan Juni 2012 adalah sebanyak 328 baglog dan jumlah kerugian yang diakibatkan adalah sebesar Rp 518.240,00. Kerugian per baglog dihitung dengan asumsi bahwa satu baglog menghasilkan jamur tiram putih sebanyak 0,4 kg (hasil produksi normal Rimba Jaya Mushroom) dan ketika terjadi risiko baglog yang rusak karena serangan hama, maka diasumsikan bobot jamur berkurang menjadi 0,2 kg per baglog. Jadi, untuk menghitung hasil produksi yang
81 berkurang akibat serangan hama yang menyebabkan berkurangnya bobot jamur per baglog adalah dengan mengalikan jumlah baglog yang rusak karena serangan hama tersebut dengan 0,2 kg. Kemudian hasil perkalian dari hasil produksi yang berkurang tersebut dengan harga jual rata-rata (Rp 7.900,00) selama bulan Juni 2012 merupakan jumlah kerugian yang diakibatkan per hari. Berdasarkan Tabel 16 juga dapat dibandingkan jumlah baglog yang rusak karena serangan hama di kumbung inkubasi selama bulan Juni 2012 dengan jumlah baglog yang diisi ke kumbung inkubasi 40 hari yang lalu, sehingga selama bulan Juni 2012 total baglog yang rusak karena serangan hama di kumbung inkubasi adalah sebanyak 328 baglog dari 187.497 baglog.
Kerugian yang terjadi akibat dari rusaknya baglog karena serangan hama akan berpengaruh pada penerimaan ataupun pendapatan perusahaan. Hal ini akan menurunkan hasil produksi jamur tiram putih pada Rimba Jaya Mushroom. Untuk itu, dibutuhkan upaya untuk mengantisipasi kerugian akibat risiko serangan hama. Upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengantisipasi terjadinya kerugian akibat serangan hama pada kumbung inkubasi adalah membersihkan kumbung dan lingkungan kumbung tersebut. Pada Rimba Jaya Mushroom ada tenaga kerja yang khusus untuk membersihkan kumbung inkubasi dan menyortir baglog- baglog yang tidak layak lagi berproduksi. Tenaga kerja tersebut juga membersihkan lingkungan sekitar kumbung. Sebelum baglog dipindahkan dari ruang inokulasi ke ruang inkubasi, tenaga kerja biasanya menjaga kebersihan kumbung inkubasi dengan cara menaburkan kapur di lantai kumbung inkubasi. Hal ini juga dilakukan untuk menghilangkan mikroorganisme pengganggu yang ada di kumbung inkubasi agar baglog tidak mudah terkontaminasi. Namun, upaya ini belum dapat menghilangkan adanya serangan hama, khususnya tikus yang sangat banyak merusak baglog di kumbung inkubasi. Hal ini terbukti dengan masih adanya baglog yang rusak akibat serangan hama selama bulan Juni 2012.