• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel 3 Kompetensi dasar yang belum tercapai pada UN Tahun

No Kemampuan Yang Diuji Rayon

1 Menentukan gbr yg termasuk reaksi dr gbr yg berhubungan dgn reaksi ekso/endoterm 12.18 2 Menentukan kegunaan suatu makromolekul berdasarkan informasi yg diberikan 16.52

3 Menganalisis grafik PT sesuai sifat koligatif larutan dg tepat 18.26

4 Menentukan sepasang data yg berhub scr tepat dr tabel batuan&unsur yg dikandung 21.74 5 Menentukan gbr partikel zat terlarut pd larutan yg sukar menguap memiliki sifat koligatif 43.48 6 Menentukan nama proses pengolahan untuk memperoleh unsur tertentu 46.09 7 Menghitung ?H reaksi jika parameternya diketahui dlm proses pelarutan/pembakaran 46.96 8 Menentukan gbr hasil pergeseran kesetimbangan sesaat jika kondisinya diketahui 57.39

57 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi tidak Tercapainya KKM

Pada bagian ini akan disajikan faktor- faktor yang mempengaruhi pencapaian kompetensi dasar mata pelajaran UN di kabupaten Bombana. Faktor-faktor yang dimaksud berdasarkan delapan standar pendidikan yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Faktor-faktor yang dirumuskan dalam laporan ini adalah faktor yang mempengaruhi secara keseluruhan sehingga standar komptensi yang diajarkan belum dicapai oleh siswa, sehingga kompetensi yang ingin dicapai tidak mencapai KKM sekolah maupun KKM Nasional. Dari data-data hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa faktor penyebab rendahnya penguasan kompetensi dasar dari materi Kimia disebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor siswa, faktor guru dan faktor sarana prasarana.

1. Faktor siswa.

Berdasarkan wawancara secara langsung dengan Guru yang mengajar dan terhadap beberapa siswa yang sempat diwawancarai, didapatkan kesimpulan bahwa yang menjadi faktor dari siswa adalah :

a) Minat siswa untuk belajar kimia sangat rendah karena tingkat pemahaman siswa terhadap dasar-dasar kimia kurang. b) Selama proses belajar mengajar, siswa

kebanyakan pasif. Materi-materi yang telah diajarkan pada pertemuan terdahulu, jika ditanyakan ulang kebanyakan siswa dalam satu kelas sudah melupakan materi yang telah diajarkan. c) Siswa kesulitan dengan rumus-rumus

matematis dan soal-soal hitungan.

2. Faktor guru

Dari delapan standar pendidikan, faktor guru banyak menentukan ketercapaian kompetensi dasar dari materi yang diajarkan.

Ada beberapa standar yang menjadi perhatian dalam wawancara dengan guru dalam pengambilan data dalam penelitian ini, yaitu standar isi, standar proses dan standar penilaian. (1) standar isi. Guru dalam mengajar, kebanyakan tidak menembangkan KTSP, KTSP yang diajarkan hanya copy paste dari sumber lain. Dalam mengajar, guru tidak memperhatikan ketuntasan kompetensi yang ingin dicapai. Hal ini disebabkan dalam mengajar, guru tidak mempersiapkan RPP terlebih dahulu. Dalam proses belajar mengajar, guru hanya membaa buku paket yang menjadi pegangan guru itu sendiri. (2) standar Proses. Selama proses belajar mengajar, guru tidak melakukan remedial baik setelah selesai standar kompetensi maupun kompetensi dasar dari mater yang akan dicapai.

Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa dan guru yang mengajar dikelas XII, ditemukan bahwa faktor penyebab tidak tercapainya KKM soal ujian nasional matapelajar Kimia adalah:

a) Proses Belajar Mengajar masih berpusat pada guru, hal tersebut dapat terlihat dari sikap siswa yang hanya menunggu informasi pengetahuan dari guru dan guru yang lebih banyak aktif dalam proses pembelajaran, sehingga siswa tidak diberi kesempatan untuk untuk menemukan sendiri konsep kimia yang dipelajarinya.

b) Siswa kurang dilatih untuk membangun/mengkontruksi sendiri pengetahuan, sehingga pengetahuannya kurang bermakna bagi kehidupan sehari- harinya

Untuk mengatasi masalah rendahnya hasil belajar dan supaya pengetahuan dapat bermakna bagi kehidupan siswa, diperlukan suatu proses pembelajaran yang melibatkan peran aktif dan pengalaman nyata siswa. Salah satu pendekatan seperti ini adalah pendekatan

58 kooperatif. Pendekatan kooperatif menyatakan bahwa pengetahuan baru yang diterima siswa bukan karena pentransferan ilmu dari guru kepada siswa melainkan pengetahuan itu dibangun oleh benak siswa itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bruner (dalam Dahar, 1989 :103) mengatakan bahwa metode pembelajaran inkuiri (penemuan) merupakan pembelajaran yang sesuai dengan hakikat manusia untuk selalu mencari pengetahuan secara aktif. Dengan pembelajaran ini, meteri pelajaran yang didapatkan siswa akan lebih tahan lama, mudah diingat, dapat mengembangkan kemampuan memecahkan masalah berdasarkan pengetahuan atau konsep yang telah dibangun oleh siswa , dapat memunculkan motivasi belajar serta dapat mengembangkan keterampilan proses yang dimiliki siswa.

Adapun prosentase yang mempengaruhi pencapaian kompetensi dasar berdasarkan sekolah sampel adalah sebagaimana disajikan dalam tabel berikut:

Sekolah

Sampel Isi Pros Penilaian SMAN A 37.50 55.56 30.77 SMAN B 25.00 55.56 46.15 SMAN C 25.00 66.67 53.85 SMAS D 50.00 66.67 30.77 Rata-rata 34,37 61,11 40,38 Sumber: Data yang diolah dari hasil penelitian.

Dari data tersebut terlihat bahwa mayoritas faktor yang mempengaruhi pencapaian kompetensi disebabkan oleh standar proses (61,11%), standar penilaian (40,38%) dan standar isi (37.50%).

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Dari uraian hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

1. Materi-materi kimia yang sulit dipahami oleh siswa dalam soal-soal ujian nasional adalah

materi-materi yang berhubungan dengan hitungan-hitungan diantaranya, Materi Sifat Koligatif larutan, termokimia, asam basa (perhitungan pH) dan soal-soal yang berhubungan dengan gambar atau grafik. 2. Faktor penyebab tidak terpaianya kompetensi

dasar materi Kimia pada sekolah yang menjadi sampel disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor siswa dan faktor guru. Faktor siswa berhubungan dengan minat siswa, tingkat pemahman siswa terhadap hitungan-hitungan dasar dalam Kimia. Sedangkan faktor guru diantaranya guru tidak memperhatikan ketuntasan belajar siswa terhadap kompetensi yang ingin dicapai dalam proses belajar mengajar.

DAFTAR PUSTAKA

Balitbang. 2009. Persentase Penguasaan Materi Soal Ujian Nasional SMA/MA Tahun Ajaran 2008/2009. Pusat Penilaian Pendidikan. Badan Penelitian dan Pengembangan Badan Nasional Standar Pendidikan Ditjen Dikti.

DEPDIKNAS. Kegiatan Belajar Mengajar yang Efektif: Pelayanan Profesional

Kurikulum 2004. Jakarta, 2003.

Dikdasmen. 2004. Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.

Dimyati. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta: Jakarta.

Hamalik. 2006. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung:

http://www.konselingindonesia.com. Masalah Belajar. diapload tanggal 12 januari 2012.

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta : Kencana

59