BAB II GAMBARAN UMUM WILAYAH PERENCANAAN
II - 28 Tabel 14 Laju Pertumbuhan (%) PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000, Tahun 2009 - 2011 (Juta
Rupiah)
No. Lapangan Usaha 2009-2010 2010-2011 2009-2011
1 Pertanian 5.02 5.55 5.28
a. Tanaman Bahan Makanan 7.91 6.92 7.42
b. Tanaman Perkebunan 3.07 4.58 3.82
c. Peternakan dan Hasil-hasilnya 3.59 5.34 4.46
d. Kehutanan -0.02 5.52 2.71
e. Perikanan 3.83 3.55 3.69
2 PERTAMBANGAN & PENGGALIAN -6.72 0.12 -3.36
a. Minyak dan Gas Bumi -8.89 -1.01 -5.03
b. Pertambangan Bukan Migas
c. Penggalian 5.93 5.77 5.85
3 INDUSTRI PENGOLAHAN -8.00 1.90 -3.18
a. Industri Migas -17.88 -1.56 -10.09
- Pengilangan Minyak Bumi
- Gas Alam Cair -17.88 -1.56 -10.09
b. Industri Bukan Migas 6.47 5.80 6.13
- Makanan, Minuman dan Tembakau 8.74 10.37 9.55 - Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki 6.80 6.29 6.54 - Barang Kayu dan Hasil Hutan Lainnya -0.19 0.40 0.11 - Kertas dan Barang Cetakan 5.89 6.53 6.21 - Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet 5.30 3.36 4.33 - Semen dan Barang Galian bukan Logam 5.65 4.84 5.25 - Logam Dasar Besi dan Baja 8.74 5.32 7.02 - Alat Angkutan, Mesin dan Peralatannya 6.48 4.22 5.34
- Barang lainnya 4.00 5.18 4.59
4 LISTRIK, GAS & AIR BERSIH 16.97 8.57 12.69
a. Listrik 17.17 8.68 12.85
b. Gas Kota
c. Air Bersih 12.52 6.00 9.21
5 KONSTRUKSI 5.11 6.22 5.66
6 PERDAGANGAN, HOTEL & RESTORAN 6.36 6.82 6.59
a. Perdagangan Besar dan Eceran 6.38 6.79 6.58
b. Hotel 4.43 7.37 5.89
c. Restoran 6.03 7.72 6.87
7 PENGANGKUTAN & KOMUNIKASI 6.57 7.97 7.27
a. Pengangkutan 6.87 8.09 7.48
- Angkutan Rel
- Angkutan Jalan Raya 7.61 8.60 8.11
- Angkutan Laut 2.34 4.19 3.26
- Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan 6.78 6.06 6.42
- Angkutan Udara 0.40 3.68 2.02
- Jasa Penunjang Angkutan 5.75 8.29 7.01
b. Komunikasi 5.17 7.40 6.28
- Pos dan Telekomunikasi 5.15 7.39 6.27 - Jasa Penunjang Komunikasi 6.52 8.02 7.27
8 KEUANGAN, REAL ESTAT, & JASA PERUSH. 5.54 6.49 6.01
a. Bank 9.18 8.00 8.59
b. Lembaga Keuangan bukan Bank 1.69 3.70 2.69 c. Jasa Penunjang Keuangan
d. Real Estat 0.00 4.24 2.10
e. Jasa Perusahaan 3.08 4.70 3.89
9 JASA-JASA 4.46 4.30 4.38
a. Pemerintahan Umum 4.25 3.95 4.10
- Administrasi Pemerintahan dan Pertahanan 4.64 4.81 4.72 - Jasa Pemerintah Lainnya 3.48 2.26 2.87
b. Swasta 8.03 9.93 8.98
- Sosial Kemasyarakatan 7.12 11.06 9.07
- Hiburan dan Rekreasi 9.24 8.66 8.95
- Perorangan dan Rumah Tangga 9.17 8.44 8.80
2.79 5.02 3.90
5.49 5.89 5.69
Sumber : BPS Pemerintah Aceh, 2012 dan Hasil Olahan Konsultan
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO PDRB TANPA MIGAS
II - 29
II.4 Tinjauan Kebijakan dan Rencana
II.4.1 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Aceh II.4.1.1 Tujuan Penataan Ruang Wilayah Aceh
Berdasarkan pertimbangkan karakter wilayah Aceh menurut kekhasan, potensi, permasalahan, harapan ke depan, tujuan penataan ruang Aceh adalah:
“ mewujudkan tata ruang wilayah Aceh yang Islami dan maju, produktif, adil dan merata, serta berkelanjutan ”.
Islami: dimaksudkan bahwa penataan ruang berdasarkan pada pandangan hidup masyarakat
Aceh yang berlandaskan syari’at Islam yang melahirkan budaya Islam yang kuat.
Maju: dimaksudkan bahwa penataan ruang akan ikut mewujudkan kesejahteraan rakyat yang terus meningkat.
Produktif: dimaksudkan bahwa penataan ruang mewujudkan pemanfaatan segenap sumber daya yang mencakup sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan, sehingga mempunyai nilai atau manfaat ekonomi dan sosial.
Adil dan merata: dimaksudkan bahwa penataan ruang mewujudkan manfaat ekonomi dan sosial secara adil dan merata kepada masyarakat.
Berkelanjutan: dimaksudkan bahwa penataan ruang diselenggarakan dengan memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi, untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
II.4.1.2 Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah Aceh
Kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah Aceh meliputi pengembangan struktur ruang wilayah Aceh dan pengembangan pola ruang wilayah Aceh.
II.4.1.2.1 Kebijakan dan Strategi Pengembangan Struktur Ruang Wilayah Aceh Kebijakan pengembangan struktur ruang wilayah Aceh meliputi:
1. Peningkatan fungsi-fungsi pelayanan pada pusat-pusat kegiatan dalam wilayah Aceh sesuai dengan hierarki dan fungsi yang ditetapkan;
2. Peningkatan akses pelayanan pusat-pusat dalam wilayah Aceh yang merata dan berhierarki;
3. Peningkatan akses dari dan ke luar wilayah Aceh, baik dalam lingkup nasional maupun lingkup internasional;
4. Peningkatan kualitas pelayanan dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana transportasi, energi, telekomunikasi, sumber daya air yang merata di seluruh wilayah Aceh.
Berdasarkan kebijakan pengembangan struktur ruang wilayah Aceh ke depan, selanjutnya ditetapkan strategi pengembangan struktur ruang wilayah Aceh seperti dikemukakan berikut ini.
II - 30 1. Strategi pengembangan struktur ruang berupa peningkatan fungsi-fungsi pelayanan pada pusat-pusat kegiatan dalam wilayah Aceh sesuai dengan hierarki dan fungsi yang ditetapkan meliputi:
a. Mengembangkan dan meningkatkan fasilitas atau sarana pelayanan yang sesuai dengan fungsi dan hierarki pusat-pusat kegiatan;
b. Mengembangkan fungsi atau kegiatan baru pada pusat-pusat kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas pelayanannya dalam rangka mendorong pertumbuhan wilayah yang dilayaninya.
2. Strategi pengembangan struktur ruang berupa peningkatan akses pelayanan pusat-pusat dalam wilayah Aceh yang merata dan berhierarki meliputi:
a. Menjaga dan meningkatkan keterkaitan antar pusat atau antar kawasan perkotaan, dengan kawasan perdesaan, serta antara kawasan perkotaan dengan kawasan sekitarnya;
b. Mengendalikan perkembangan kota atau kawasan perkotaan yang terletak di pesisir pantai;
c. Mendorong kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan agar lebih kompetitif dan lebih efektif dalam pengembangan wilayah di sekitarnya.
3. Strategi pengembangan struktur ruang berupa peningkatan akses dari dan ke luar wilayah Aceh, baik dalam lingkup nasional maupun lingkup internasional meliputi:
a. Mengembangkan pusat kegiatan Banda Aceh dan Sabang, sebagai implementasi Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Banda Aceh dan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang, sehingga dapat berperan sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat dalam hubungan ekonomi secara internasional; b. Melengkapi sarana dan prasarana pendukung sebagai pintu gerbang ekonomi.
4. Strategi pengembangan struktur ruang berupa peningkatan kualitas pelayanan dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana transportasi, energi, telekomunikasi, sumber daya air yang merata di seluruh wilayah Aceh meliputi:
a. Meningkatkan jaringan prasarana transportasi dan keterpaduan pelayanan
transportasi darat, laut, penyeberangan, dan udara;
b. Meningkatkan jaringan energi listrik dengan pengembangan pembangkit tenaga listrik dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan secara optimal serta mewujudkan keterpaduan sistem penyediaan tenaga listrik;
c. Mendorong pengembangan prasarana telekomunikasi yang dapat menjangkau
seluruh wilayah;
d. Meningkatkan kuantitas dan kualitas jaringan prasarana serta mewujudkan keterpaduan sistem jaringan sumber daya air;
e. Mengembangkan jaringan prasarana dengan memperhatikan fungsi dan perannya mendukung upaya mitigasi bencana.
II.4.1.2.1 Kebijakan dan Strategi Pengembangan Pola Ruang Wilayah Aceh
Kebijakan pengembangan pola ruang wilayah Aceh akan meliputi kebijakan pengembangan kawasan lindung dan kawasan budidaya.
II - 31