TINJAUAN PUSTAKA
E. Tabel Sintesa
NO. PENELITI
(TAHUN)
JUDUL KARAKTERISTIK TEMUAN
SUBJEK INSTRUMEN METODE
DESAIN
1 Nurhidayati Fawzani, Atik Triratnawati (2005)
Terapi Berhenti Merokok (Studi Kasus 3 Perokok Berat)
Perokok wawancara Studi kasus Modal utama sukses berhenti merokok adalah niat dan tekad perokok itu sendiri. Alasan untuk berhenti merokok adalah faktor kesehatan (hipertensi, demam tinggi, batuk-batuk, dan nyeri dada), organisasi keagamaan, dan keluarga (keluarga informan yang mengikuti jejaknya sebagai perokok). Di samping itu, informan juga memunyai balita yang seharusnya tidak boleh terkena asap rokok.
2 Saeksan Siriphadung (2006)
Self-efficacy, personality and smoking behavior among male outpatients at Paholpolpayuhasena General Hospital, Kanchanaburi, Thailand pasien rawat jalan yang merokok, mantan perokok dan tidak merokok kuesioner cross sectional
prevalensi merokok di kalangan pasien rawat jalan laki-laki adalah 30,95%. Efikasi diri ditemukan secara signifikan berhubungan dengan perilaku merokok. Faktor sosiodemografi (usia pasien, prestasi pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, penghasilan bulanan) ditemukan secara signifikan terkait dengan perilaku merokok.
3 S.O. Momoh, H.O. Imhonde, E. Omagbe (2008)
The Role of Gender,
Self-Efficacy, Age and
Extroversion on Smoking Behaviour among Ambrose Alli University Students, Ekpoma, Nigeria
Mahasiswa perokok
kuesioner Multi analisis
Penelitian ini menguji peran gender, efikasi diri, usia dan keterbukaan terhadap perilaku merokok di kalangan Mahasiswa Ambrose Alli. 250 mahasiswa berpartisipasi dalam studi dimana salah-satu hasil menunjukkan bahwa efikasi diri signifikan ketika mempertimbangkan sikap terhadap perilaku merokok (t = 3,256, df = 248, P = <.05). Berdasarkan temuan penelitian ini direkomendasikan bahwa efikasi diri dan gender dianggap penting dalam mempertimbangkan berhenti merokok.
4 Rachel A. Scheiding (2009)
The relationship between smoking cessation and self-efficacy
perokok dewasa
Kuesioner cross sectional
efikasi diri adalah indikator yang baik untuk program sukses berhenti merokok di masa depan, dan efikasi diri yang tinggi juga mungkin memiliki pengaruh yang lebih besar untuk berhenti merokok.
5 Raka M Syafiie, Frieda NRH, Y F La Kahija (2009)
Stop smoking! ; studi kualitatif terhadap pengalaman mantan pecandu rokok dalam menghentikan kebiasannya. Mantan perokok Wawancara, observasi Cross sectional
Keberhasilan berhenti merokok berbeda-beda untuk tiap orang tergantung pada penyebab awal merokok, rentang waktu menjadi perokok, dosis rokok yang dihisap dan kuatnya gejolak yang dialami.
6 Y. Bagus
Wiswanto, Y Budi Sarwo(2010)
Konsistensi niat dan perilaku berhenti merokok pada karyawan sekretariat daerah kabupaten / kotamadya di Jawa tengah.
Karyawan Kuesioner Cross sectional
Sikap terhadap rokok, dukungan sosial dan kemampuan yang dirasakan berpengaruh secara sangat signifikan terhadap niat untuk berhenti merokok.
7 Erin Rollins dan Jenepher Lennox Terrion (2010)
Explorations of
Self-efficacy: Personal
Narratives as Qualitative Data in the Analysis of Smoking Cessation Efforts
Pasien kardiovas- Kuler
wawancara Cross sectional
Individu yang merasakan efikasi diri, didukung oleh tujuan dan penerimaan hambatan potensial, memiliki kemampuan untuk membantu dalam modifikasi perilaku. Dengan memeriksa pengalaman pasien kardiovaskuler menjalani konseling penghentian merokok, studi ini menyoroti faktor-faktor yang terkait perubahan efikasi diri dalam seluruh proses berhenti merokok.
8. Valandra German (2011)
An examination of spirituality, self efficacy, and smoking cessation among adults in Houston, Texas. Perokok di Houston, Texas kuesioner Multi analisis
individu dengan tingkat spiritualitas dan efikasi diri yang lebih tinggi secara bermakna lebih mungkin untuk menjauhkan diri dari merokok.
9 Cicilia Ika Wulandari, Agus Santoso (2012)
Pengalaman menghentikan kebiasaan merokok pada mantan perokok
Mantan perokok
Wawancara Cross sectional
Persepsi mantan perokok tentang rokok adalah sesuatu yang membawa kenikmatan karena adanya kandungan nikotin. Gangguan yang dialami akibat merokok adalah gangguan fisik, sosial, ekonomi, dan psikologis. Usaha berhenti merokok dilakukan dengan berkomitmen. Sumber dukungan yang didapatkan mantan perokok terdiri dari teman dan keluarga.
10 Isti Kumalasari (2012)
Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi berhenti merokok pada santri putra di Kabupaten Kudus
santri putra wawancara dan kuesioner
cross sectional
faktor sikap, norma subyektif dan kendali perilaku yang dirasakan berpengaruh secara signifikan terhadap intensi berhenti merokok dimana faktor paling dominan yang berpengaruh terhadap intensi berhenti merokok pada santri putra di Kabupaten Kudus adalah kendali perilaku yang dirasakan.
11 Ratih Fatma Ardini, Wiwin Hendriani (2012)
Proses berhenti merokok secara mandiri pada mantan pecandu rokok dalam usia dewasa awal.
Mantan perokok
Wawancara Cross sectional
Ada perbedaan proses tidak melanjutkan kebiasaan merokok pada kedua partisipan dimana partisipan pertama melalui pengurangan konsumsi rokok dan partisipan kedua melalui kebiasaan berhenti merokok secara dini saat program independen stop merokok dimulai. Alasan yang mendasari dua peserta untuk menghentikan kebiasaan merokok adalah ingin hidup gaya hidup sehat dan faktor biaya. Faktor yang paling penting dalam proses menghentikan kebiasaan merokok mereka adalah dukungan sosial dari keluarga anggota.
12 Laura Garner, Elena Ratschen (2013)
tobacco smoking,
associated risk behaviours, and experience with quitting: a qualitative study with homeless smokers addicted to drugs and alcohol perokok tuna wisma wawancara framework analysis and descriptive statistics
Dari sekian banyak partisipan yang telah mencoba untuk berhenti merokok di masa lalu, semua telah melakukannya atas inisiatif sendiri, namun beberapa dari mereka gagal karena kurangnya dukungan oleh praktisi kesehatan untuk mengatasi merokok. 13. Scott M. Strayer, Steven W. Heim, Lisa K. Rollins, Marit L. Bovbjerg, Mohan Nadkarni, David B. Waters, Fern R. Hauck, and John B. Schorling (2013) Improving Smoking Cessation Counseling Using a Point-of-Care Health
Intervention Tool (IT): From the Virginia Practice Support and Research Network
(VaPSRN)
Dokter Survey Cross sectional
Penggunaan perangkat lunak komputer genggam meningkatkan penghentian konseling merokok di kalangan dokter dan menunjukkan bukti tentang konseling berhenti merokok dalam pengaturan latihan dan pendidikan untuk masalah ini.