• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAKSONOMI TEKNIK PENGUMPULAN DATA

BAGAIMANAKAH MENGIMPLEMENTASI PTK?

TAKSONOMI TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Di halaman berikut ini akan diberikan taksonomi teknik yang dapat dipakai untuk pengumpulan data di dalam penelitian tindakan di kelas, pemakaian, keunggulan dan kekurangan teknik-teknik tersebut.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut guru/peneliti akan dapat memilih teknik yang memadai untuk penelitiannya.

TAKSONOMI TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik Keunggulan Kelemahan Kegunaan

Catatan lapangan

sederhana, pribadi, membantu ingatan.

subjektif, perlu latihan isu khusus, studi khusus, gambaran umum Rekaman audio-tape bagus, akurat, memberikan banyak data. transkripsi sulit, memerlukan banyak waktu

bukti rinci, diagnostic

Buku harian siswa

memberikan perspektif siswa.

subjektif diagnostik, triangulasi.

Interview & Diskusi

dapat: guru - siswa, observersi swa, siswa - siswa. memerlukan banyak waktu. informasi khusus/ mendalam. Rekaman video-tape visual dan komprehensif.

sukar & mahal, dapat menyebabkan distraksi.

bahan visual, diagnostik. Kuesioner sangat khusus,

mudah dibagi, dapat dibandingkan

perlu waktu untuk analisis, masalah tentang jawaban benar

informasi khusus & umpan balik .

Sosiometri Mudah dilakukan, memberikan acuan untuk bertindak

dapat membuat siswa yang tak disenangi merasa tak enak.

analisis hubungan sosial.

Bukti-bukti dokumenter

illuminatif sukar diperoleh, perlu waktu

memberikan konteks & informasi

Poto/slide/ Gambar

illuminatif sukar diperoleh, superfisial

ilustrasi kejadian2 khusus.

Studi kasus akurat, representatif, memakai berbagai teknik.

perlu waktu banyak, komprehensif, gambaran menyeluruh tentang suatu isu, format dapat

dipublikasi.

b. Macam data yang harus dikumpulkan

Pada unumnya guru/peneliti mengumpulkan terlalu banyak data sehingga membingungkan. Apakah semuanya perlu? Apakah data tersebut relevan? Bagaimana membuat data itu berarti ?

Di dalam melakukan penelitian tindakan perlu sekali untuk mengadakan pembatasan-pembatasan. Mengingat bahwa apa yang direncanakan dapat berubah, maka pembatasan-pembatasan tersebut juga dapat berubah/menjadi lebih luas.

Untuk menentukan data mana yang relevan, guru/peneliti harus selalu mengingat titik fokus penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Namun data yang tidak relevan jangan dibuang, sebab dapat saja penelitian itu kelak diperluas ruang lingkupnya sehingga data yang semula tidak relevan tersebut diperlukan untuk analisis penelitian selanjutnya.

3. Memonitor Data

Memonitor data dapat dilaksanakan oleh guru/peneliti sendiri, temannya atau sekelompok teman, atau oleh siswa.

a. Memonitor sendiri ( self-monitoring)

Pada self-monitoring ini guru/peneliti perlu mempunyai catatan harian mengenai semua tahap yang telah dilaksanakan, juga yang mencakup keberhasilan maupun kesulitan yang dihadapinya.

Buat satu jadwal, dan biasakan untuk menulis catatan harian tersebut secepatnya. Ajukan catatan tersebut kepada teman atau sekelompok orang lain antuk dikritik/memperoleh umpan balik. Lihat lagi dan bandingkan dengan isu semula penelitian. Apakah masih tetap, ataukah telah berubah/bergeser titik perhatian penelitian?

Semua perubahan perlu dicacat sebaik-baiknya, sebab hal tersebut dapat menjadi aspek dasar untuk penelitian berikutnya.

b. Monitoring oleh teman-teman

Di tahap permulaan penelitian penting sekali untuk menarik perhatian orang lain mengenai apa yang dikerjakan, karena mereka dapat membantu guru/peneliti memahami dan memberikan kritik-kritik yang perlu mengenai kegiatan guru di kelas.

Untuk itu perlu ada jadwal pertemuan dengan teman-teman yang dilakukan secara teratur.

c. Monitoring oleh siswa

Mungkin saja kadang-kadang siswa mempunyai pandangan yang berbeda mengenai kejadian-kejadian dan kegiatan-kegiatan serta reaksi yang diberikan. Karenanya umpan balik dari pihak siswa dalam bentuk apa yang mereka rasakan serta bagaimana guru menurut mereka, sangat perlu.

Pada umumnya terdapat kesenjangan antara persepsi kedua belah pihak tersebut . Siswa dapat sangat kritis tetapi juga sangat bagus sebagai monitor, karenanya perlu di manfaatkan.

d. Monitoring bersama

Dalam rangka mengadakan triangulasi mengenai data yang diperoleh, pertemuan antara guru/peneliti, siswa, dan unsur-unsur lain seperti teman sejawat atau orang tua siswa sangat berguna untuk memperoleh suatu interpretasi bersama mengenai kejadian dan kegiatan yang ada di kelas.

Pertemuan-pertemuan ini akan lebih bagus apabila direkam dengan audio/video, dan hasil rekaman kemudian dikritik oleh kelompok validasi lain.

4. Analisis Data

Filsafat yang mendasari suatu penelitian tindakan mengatakan bahwa analisis data dilakukan melalui diskusi tentang kriteria, ruang lingkup penelitian serta tingkah laku yang terlihat. Analisis adalah memberikan makna/arti terhadap apa yang telah terjadi di dalam kehidupan/kelas sesungguhnya. Tingkah laku yang diperinci hanya menunjuk kan berapa kali orang melakukan sesuatu, tetapi tidak mengapa ia melakukannya. Cara ini hanya terpaku pada jenjang deskriptif saja, dan apa yang dapat dilihat.

Untuk dapat menjelaskan, maka analisis harus melihat seluruh tindakan sehingga dapat menjelaskan bagaimana suatu aspek dapat mempengaruhi aspek lainnya.

“Memberi makna” berarti menentukan apa yang dapat disebut sebagai makna, menerangkan mengapa tindakan disebut sehagai bermakna sedang yang lain tidak, dan bagaimana tindakan-tindakan di bidang pendidikan yang diteliti mendekati kebermaknaan tersebut.

Guru/peneliti harus memulai dengan gagasan untuk meningkatkan praktek pendidikan. Kelompok validasi kemudian akan sampai pada kesimpulan bahwa tingkah

laku atau tindakan-tindakan tertentu meningkatkan praktek pendidikan dengan jalan membandingkan kriteria yang telah ditentukan dengan tindakan-tindakan atau tingkah laku yang terlihat. Guru/ peneliti kemudian dapat mencoba memberi makna terhadap apa yang terjadi di dalam keadaan sesungguhnya di kelas, dan bukan hanya memberi informasi secara statistik mengenai berapa kali suatu bentuk tindakan terjadi.

5. Sintesis Data

Mensintesis data berarti mengumpulkan semua data yang diperoleh dalam bentuk sedemikian rupa sehingga mudah dikomunikasikan kepada, dan dipahami oleh masyarakat. Analisis pada penelitian tindakan mencakup identifikasi dan persetujuan mengenai kriteria tindakan yang dapat dipakai untuk menjelaskan apa yang terjadi atau yang dapat menunjukkan adanya peningkatan. Sintesis adalah bagaimana menjelaskan tindakan tersebut agar dapat dipertahankan. Secara singkat, butir-butir yang perlu diperhatikan di sini adalah :

a. kebutuhan akan penelitian tindakan, baik antar maupun di dalam sekolah, b. kebutuhan akan dukungan dari teman/pemberi dana,

c. kebutuhan guru untuk mempublikasikan hasil penelitiannya,

d. kebutuhan majalah-majalah ilmiah yang berhubungan dengan penelitian serta perguruan tinggi, dan

e. kebutuhan untuk menyusun jaringan sebagai forum/tempat tukar menukar informasi. Untuk dapat mensintesis data diperlukan validasi data yang sangat hati-hati, a.l. apakah penelitian ini telah melaksanakan apa yang seharusnya dilaksanakan? tidak, mengapa tidak? Apakah ada bukti pendukungnya? Apakah data disajikan dalam bentuk yang jelas? Apakah diperhatikan kemajuan dan perkembangan peneliti sendiri maupun kliennya?, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang relevan.

Dalam menyusun data untuk laporan, perlu dilihat kembali langkah-langkah yang telah dilakukan dalam siklus tindakan - refleksi. Unsur retrospektif ini tidak akan mengdistorsi interpretasi yang diberikan apabila sebelumnya peneliti selalu mempunyai catatan/jadwal laporan tentang kejadian-kejadian dan pengaruhnya terhadap emosi dan perasaan.

Peninjauan kembali langkah-langkah yang telah dilaksanakan di dalam penelitian :

Langkah penelitian Checklist

dengan tidak diperhatikannya nilai-nilai pendidikan.

dinyatakan dengan jelas?

- apakah ada ruang lingkup lain yang berhubungan dengan masalah tadi? Apakah orang lain ikut serta di dalam penelitian? Kalau ya, apakah terdapat siklus tindakan - refleksi lain, dan apakah siklus itu dinyatakan dg. jelas? b. Membayangkan adanya pemecahan

terhadap masalah.

- apakah pemecahan tersebut dapat difahami dg. jelas?

- apabila terdapat beberapa alternatif pemecahan, apakah ada alasan pemilihan alternatif pemecahan?

- apakah ada buicti bahwa orang lain ikut serta?

c. Implementasi pemecahan masalah - apakah ada bukti jelas yang menunjukkan implementasi pemecahan masalah tadi?

- apakah orang-orang lain diikutsertakan di dalam monitoring dan evaluasi situasi?

- apakah ada bukti yang menunjukkan peranan peneliti?

d. Evaluasi hasil - apakah terdapat catatan yg jelas tentang proses untuk validasi?

- apakah proses ini dapat diperoleh dalam bentuk dokumen atau bentuk lain?

- apakah terdapat suatu prosedur sistematis yang memungkinkan hasil tersebut dipublikasikan?

- apakah cara tersebut memang dapat memecahkan masalah yang ada?

- apakah ada bukti adanya perkembangan pada peneliti?

e. Modifikasi pemecahan masalah sehubungan dengan evaluasi hasil.

- apakah memang diperlukan adanya modifikasi, dan apakah ada alasan untuk itu?

- apakah rencana baru tersebut dinyatakan dengan jelas?

- apakah situasi telah siap untuk adanya siklus tindakan - refleksi baru?

Validitas

Salah satu masalah yang berhubungan dengan semua jenis penelitian adalah validitas. Artinya, apakah penelitian memang telah dilaksanakan seperti seharusnya dan hasil yang diperoleh dapat dipercaya, tanpa adanya analisis statistik? Data yang diperoleh di dalam penelitian tindakan dianalisis dan diinterpretasi oleh orang-orang yang dapat saja berbuat kesalahan, subyektif, dan tidak dapat dipercaya, sehingga tidak dapat digeneralisasi secara universal serta tidak valid.

Penelitian tindakan memang tidak mengharap adanya jawaban terminal untuk suatu pertanyaan/masalah, tetapi menginginkan adanya peningkatan (dan perubahan) pada praktek pengajaran melalui pengembangan praktisi/guru. Validitas di sini adalah derajat yang menunjukkan sejauh mana hasil tersebut berguna (relevan) sebagai pertunjuk untuk guru tertentu, serta kekuatannya untuk memberi informasi dan debat tentang meningkatkan praktek pendidikan di masyarakat profesional yang lebih luas.

Ada tiga langkah untuk menentukan validitas hasil yang diperoleh di dalam penelitian tindakan, yaitu (l) validasi diri sendiri (self-validation), (2) validasi oleh teman (per validation), dan (3) validasi oleh siswa (learner validation).

1. Validasi diri sendiri

Ada beberapa kriteria untuk membenarkan hasil yang diperoleh, yaitu ; a. Praktek Sebagai Realisasi Nilai-Nilai (Values)

Suatu penelitian pendidikan dimulai dengan pernyataan, baik secara lisan maupun tertulis, atau gagasan-gagasan mengenai nilai-nilai. Seringkali suatu penelitian terlaksana karena nilai-nilai dilupakan di dalam praktek. Keinginan untuk merubah sesuatu yang bersifat negatif menjadi positif, dan motivasi untuk meningkatkan pendidikan, menjadi insentif dan pendorong adanya penelitian.

b. Refleksi Kritis Yang Disengaja

Refleksi kritis merupakan cara di mana suatu pemahaman mengenai praktek pendidikan ditransformasi, dan di mana guru membuat refleksi, serta proses dipublikasikan sehingga orang lain dapat memahaminya. Bagi guru, untuk dapat mampu meningkatkan perkembangan diri sendiri tergantung dari refleksi kritis,

keinginan untuk menjajagi suatu pemahaman secara intuitif mengenai praktek yang dilaksanakan dan mengkomunikasikannya kepada orang lain.

c. Kebutuhan Untuk Penelitian Yang Ilmiah

Pertanyaan-pertanyaan/masalah penelitian tindakan memberikan suatu prosedur yang logis dalam menunjukkan tahap-tahap penting penelitian. Meskipun hal tersebut merupakan instrumen yang berguna dalam menyusun suatu rencana tindakan, namun tidak dapat dikatakan sebagai satu-satunya jalan. Peneliti-peneliti dapat saja mengembangkan skema-skema yang menurutnya lebih memadai untuk kebutuhan mereka sendiri, seperti skema-skema yang ada di buku-buku. Yang penting adalah bahwa peneliti menunjukkan telah mengikuti suatu sistem penelitian yang ilmiah dalam usahanya untuk mencapai hipotesisnya.

d. Interpretasi pribadi sebagai dasar dialog

Kualitas yang dinilai paling rendah dari guru adalah pengetahuan yang bersifat intuitif. Kekuatan penelitian tindakan adalah bahwa setiap guru menginterpretasikan kegiatan mereka sendiri, dan membuat keputusan-keputusan bagaimana meningkatkan kegiatan tersebut. Tindakan-tindakan mereka adalah disengaja, berdasarkan kriteria yang telah disusun.

Validasi diri sendiri berarti bahwa mereka menganggap bahwa keputusan- keputusan yang telah diambil dapat dipertanggungjawabkan secara universal. Ini berarti bahwa mereka mengakui kekuatan interpretasi mereka mengenai kegiatan- kegiatan pengajaran yang telah dilakukan, yang dapat memberikan kontribusi berarti terhadap kehidupan orang lain.

Sekali orang telah mengemukakan sesuatu maka hal ini berarti bahwa ia mengundang orang lain untuk mengkritik atau menanggapinya. Apabila orang lain setuju dengan apa yang telah dilakukan peneliti maka itu berarti bahwa orang tersebut telah mengvalidasi pengetahuan atau hasil yang diperoleh peneliti.

2. Validasi oleh teman

Hasil-hasil penelitian mempunyai nilai sosial hanya apabila telah dikomunikasikan kepada orang lain. Di dalam penelitian tindakan dianjurkan untuk mempublikasikan apa yang telah diperoleh peneliti, dan memperdebatkannya dengan orang lain. Meskipun apa yang telah dilakukan guru/ peneliti telah dapat meningkatkan proses belajar siswanya tetapi hal tersehut perlu divalidasi secara

eksternal oleh orang lain yang dapat menyetujui dan mengatakan bahwa apa diperoleh memang berguna bagi orang lain.

Kelompok yang mengvalidasi dapat teman, orang tua siswa, peneliti lain, atau siapa saja yang dapat memberi kan penilaian kritis dan beralasan. Tugas kelompok validasi ini adalah mendengarkan argumentasi peneliti tentang kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dan hasil yang telah diperolehnya. Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan guru/peneliti a.l. dapat dilihat dalam bentuk rekaman video.

Tugas kelompok validasi juga membantu peneliti untuk mengemukakan gagasannya. Untuk itu suasana harus bersifat supportif namun sekaligus juga menantang, mendorong peneliti untuk memberikan respons terhadap pertanyaan- pertanyaan, mempertahankan gagasannya, dan membiarkannya kemampuan untuk dapat bertindak ke arah yang baru.

Prosedur dalam menghadapi kelompok validasi adalah sebagai berikut:

a. Sebelum pertemuan, berikan laporan tentang apa yang telah dilaksanakan di dalam penelitian.

b. Ajukan kepada kelompok validasi pertanyaan-pertanyaan a.l. :

(1) Apakah laporan ini merupakan deskripsi yang valid mengenai suatu proses pendidikan?

(2) Apakah bukti-bukti yang terlihat mendukung apa yang telah dilakukan oleh peneliti?

(3) Adakah terlihat indikasi saat-saat kritis yang menunjukkan adanya nilai-nilai pendidikan?

c. Kelompok validasi mangkaji bukti-bukti yang ada, menyesuaikannya dengan transkrip, rekaman (kalau ada), dan membicarakannya dengan peneliti.

Dianjurkan untuk mengadakan pertemuan-pertemuan secara berkala dan teratur di dalam penelitian tindakan ini.

Ada empat kriteria yang perlu diperhatikan untuk menyatakan validitas suatu komunikasi sosial yang sangat berguna bagi penelitian tindakan, yaitu bahwa :

a. Suatu pernyataan adalah BENAR

b. Pembicaraan DAPAT DIMENGERTI SELURUHNYA c. Pembicara adalah OTENTIK (tidak bohong)

d. Situasi MEMADAI untuk hal-hal yang akan dikatakan.

Jadi antara peneliti dan kelompok validasi harus ada kesepakatan bahwa:

a. Apa yang dikatakan mengenai tindakan yang telah dilaksanakan di dalam penelitian adalah benar.

b. Keduanya memakai bahasa dan yang kapan-ungkapan yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.

c. Kedua belah pihak menjunjung tinggi kebenaran serta menghindari kesalahan. d. Situasi cocok untuk mendiskusikan isu tersebut.

3. Validasi oleh siswa

Bagi peneliti sangat penting untuk memperoleh catatan mengenai reaksi yang diberikan oleh siswa terhadap tindakan-tindakan yang telah dilaksanakan. Mungkin hal ini merupakan dukungan yang paling kuat terhadap hasil/pengetahuan yang diperoleh peneliti. Catatan siswa dapat diperoleh dalam bentuk catatan harian, pernyataan pendek yang tertulis, atau rekaman baik audio maupun video, yang setiap kali perlu didiskusikan.

Di dalam analisis terakhir, sesuatu yang dianggap sebagai pengetahuan atau hasil yang valid hanya dapat diperoleh melalui interaksi, di mana akan terlihat apakah hasil tersebut memang benar merupakan suatu kebenaran dan kejujuran.

Validasi merefleksikan kekuatan penelitian tindakan, relevansinya, emansipasi, demokrasi, dan kolaborasi. Sebelum seorang peneliti dapat membantu proses-proses pendidikan orang lain, ia harus terlebih dahulu mengembangkan proses pendidikan kepunyaan dirinya sendiri dan secara jujur dapat memahami proses-proses serta pengalaman-pengalaman, dan membaginya dengan orang lain.

Hanya melalui pemahaman diri sendirilah peneliti akan dapat mengerti orang lain, dan hanya melalui komitmen di dalam pengembangan profesional ia dapat mengharapkan adanya peningkatan di dalam mutu pendidikan di kelas.

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) adalah Pendekatan untuk meningkatkan pendidikan melalui perubahan-perubahan, membuat guru/dosen melihat pengajarannya atau pembelajarannya sendiri, dan siap/mau merubahnya. Sifat penelitiannya bisa bersifat :

 Partisipatory - melibatkan guru sendiri, dan

 Collaborative - melibatkan orang-orang lain (dosen, atau peneliti lain)

Hal itulah yang membedakan PTK dengan penelitian lainnya atau terdapat perbedaan utama PTK dibanding dengan penelitian biasa.

Tujuan utama dari PTK yang sering dilakukan guru adalah:

 Memecahkan masalah dengan jalan langsung penerapan di kelas Sifat-sifat/karakteristik Penelitian Tindakan Kelas:

 Praktis, relevan dengan situasi nyata

 Subjek : siswa, pengelola dsb

 Memberikan cara memecahkan masalah / pengembangan

 Impirik, berdasarkan observasi yang sesungguhnya

 Fleksibel, dapat dirubah selama masa percobaan/penelitian

 Meskipun sistematis namun kurang mengontrol validitas internal/ eksternal Dalam melakukan PTK perlu diingat :

 Teori-teori dalam pendidikan tidak/kurang berarti apabila tidak ada implikasi secara praktis.

 Aplikasi teori-teori tersebut tidak dapat netral, karena oranglah yang mengambil keputusan-keputusan.

 Penelitian tindakan kelas adalah untuk memecahkan masalah yang ada di sekolah

 Tidak menolak teori-teori yang ada, tetapi menggeser perkanannya  bola-bola baru

 Memerlukan partisipasi orang lain

 Memerlukan adanya keterbukaan terhadap pengalaman-pengalaman dan proses- proses baru.

Menurut Prof. Toeti Soekamto dalam makalahnya tentang PTK menuliskan bahwa dalam dunia pendidikan kita perlu adanya reformasi. Reformasi di dalam pendidikan di mulai dengan adanya ketidakpuasan dengan praktek-praktek yang ada sekarang melalui pertanyaan-pertanyaan :

 Apakah yang menarik bagi anda ?

 Mengapa anda tertarik ?

 Apakah yang dapat anda lakukan ?

 Bukti-bukti apakah yang dapat anda kumpulkan untuk membantu anda membuat pertimbangan-pertimbangan mengenai apa yang terjadi ?

 Bagaimana mengumpulkan bukti-bukti tersebut

 Bagaimana anda akan dapat mengetahui bahwa pertimbangan yang anda ambil memadai dan akurat ?

Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas diiikuti oleh  berbagai kemungkinan cara dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah.

PTK seperti lingkaran yang terus berputar sampai guru mengalami kepuasan dalam pembelajarannya. Lingkaran tindakan – refleksi itu contohnya :

1. Saya mengalami masalah karena sebagian / beberapa nilai saya tak dapat diterapkan di dalam praktek

2. Saya membayangkan cara memecahkan masalah tersebut 3. Saya terapkan gagasan tersebut

4. Saya mengevaluasi hasil pemecahan masalah tersebut

5. Saya mengadakan modifikasi rencana dan gagasan-gagasan selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi.

6. Saya berusaha untuk melakukan refleksi dari pembelajaran yang telah saya lakukan

Elliot Siklus 1 Siklus 2

Identifikasi Gagasan Recomaissance

(mencari fakta + analisis Rencana umum Langkah 1 Langkah 2 Dst  Implementasi Langkah 1 Monitor Implementasi & hasilnya “recomaissance” (penjelasan kegagalan/ Keberhasilan & hasil)

Revisi

Rencana baru langkah 1 

langkah-langkah dst

Yang perlu diperhatikan di dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas adalah:

 Mulai dengan hal-hal/ruang lingkup yang kecil  ke langkah berikutnya

 Rencanakan dengan baik antara lain :

o Mana masalah yang perlu diteliti dahulu, siapa yang akan diikutsertakan, bagaimana umpan balik, sumber-sumber apa yang dipakai dsb.

o Buat scedule waktu yang realistik

 Ikut sertakan orang lain, sebagai partisipant dan validator

 Beri informasi kepada orang-orang lain mengenai pendidikan anda

 Beri laporan kepada orang-orang lain dan minta umpan balik

Guru hendaknya berhati-hati terhadap hal-hal dibawah ini :

 Pemikiran tentu dapat berubah karena tidak sesuai dengan kenyataan.

 Dapat terjadi kesalahan-kesalahan/ketidakberesan dalam beberapa aspek

Misal : orang-orang yang terlibat, jadwal waktu, sumber-sumber yang diperlukan dan sebagainya

Ingat : Pendidikan ini sangat berfokus pada orang bukan pada alat

 Dapat terjadi interupsi-interupsi dari pihak sistem yang telah ada/mapan

 Selalu ditemukan kesulitan dalam memulai, karena itu buatlah permasalahan yang dikuasai oleh guru sendiri.