• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

5.3 Tantangan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Tantangan Pembangunan Berkelanjutan bagi Generasi Sekarang

Setiap tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Lahirnya hari tersebut berawal dari diselenggarakannya Konferensi PBB di Stockholm, Swedia pada tahun 1972. Pada saat itu dideklarasikan asas pengelolaan lingkungan hidup sebagai acuan pembangunan setiap negara.

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, yang dipusatkan di India, mengangkat tema “Forest for people”, sesuai dengan tahun 2011 yang ditetapkan PBB sebagai “Tahun Hutan Internasional”.

Kini 42 tahun sudah berlalu, namun pada kenyataannya kerusakan lingkungan hidup masih terjadi dimana-mana, termasuk di Indonesia. Yang menonjol adalah gangguan atau kerusakan pada berbagai ekosistem yang menyebabkan komponen-komponen yang menyusun ekosistem, yaitu keanekaragaman varietas, keanekaragaman jenis (species diversity) juga ikut terganggu. Akibatnya, terjadilah kepunahan varietas atau jenis hayati yang hidup didalam ekosistem. Pada akhirnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung, manusia yang sangat tergantung pada kelestarian ekosistem tapi berlaku kurang bijaksana terhadap lingkungannya, akan merasakan berbagai akibatnya.

Bila berbicara mengenai hutan Indonesia, Laju kerusakan hutan masih lebih cepat dibandingkan dengan laju pemulihannya. Kerusakan hutan sekitar 1,1 juta hektar per tahun di Indonesia, sebelumnya 2 juta hektar per tahun, sedangkan kemampuan pemulihan lahan yang telah rusak hanya sekitar 0,5 juta hektar per tahun atau laju kerusakan hutan adalah sekitar 2 persen per tahun. Kondisi ini mengakibatkan masih terjadinya kerusakan lingkungan dan hampir seluruhnya menjadi bencana di berbagai pelosok Indonesia.

Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Tidak bisa kita pungkiri, bahwa dampak negatif pembangunan yang tidak memikirkan lingkungan merupakan salah satu penyebab dari rusaknya ekosistem, yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan, khususnya di Indonesia, telah terjadi pada berbagai tempat dan berbagai tipe ekosistem, yaitu pada ekosistem pertanian, pesisir dan lautan. Ancaman kepunahan satwa liar juga telah terjadi di mana-mana. Misalnya saja wabah ulat bulu yang baru-baru saja menyerang berbagai daerah, ini adalah bukti rusaknya ekosistem.

Untuk itu, pembangunan berkelanjutan yang memiliki 3 pilar yaitu pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan, sangat penting untuk dilaksanakan. Namun juga perlu melakukan pembangunan berwawasan lingkungan sebagai representasi dari pembangunan berkelanjutan tersebut. Pembangunan berwawasan lingkungan berarti pemanfaatan SDA yang seimbang dan serasi dengan pengelolaan dan pelestarian SDA karena SDA sangat terbatas. Mengapa pembangunan berwawasan lingkungan dianggap perlu? Karena kerusakan lingkungan tidak bisa didiamkan begitu saja, karena lambat laun kerusakan yang semakin memburuk akan berdampak buruk kepada mereka yang tinggal di sekitarnya, bisa dikatakan masalah lingkungan hidup jika tidak diselesaikan dengan baik dan tepat akan berdampak sistemik terhadap keberlangsungan makhluk hidup disekitarnya. Penyebab utama dari permasalahan lingkungan khususnya didaerah perkotaan ialah pembangunan yang tidak berlandaskan wawasan lingkungan hidup, jikapun ada yang berlandaskan hal tersebut hanya dilakukan setengah hati. Pembangunan berwawasan lingkungan haruslah berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pokok hidup manusia, pemerataan sosial, peningkatan kualitas hidup, serta pembangunan yang berkesinambungan. Oleh karena itu, pembangunan harus mengandung makna perkembangan dan perbaikan kualitas hidup masyarakat melalui keadilan.

Agar pembangunan berwawasan lingkungan ini dapat berjalan dengan baik, maka pembangunan tersebut perlu memiliki pandangan jauh ke depan yang dirumuskan sebagai visi pembangunan. Dan dapat diimplementasikan ke dalam pembangunan jangka panjang secara ideal serta berorientasi kepada kepentingan seluruh rakyat. Visi pembangunan yang dimaksud adalah tercapainya peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat melalui: pengembangan kecerdasan, pengembangan teknologi,

ketrampilan dan moral pembangunan sumber daya manusia yang tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, serta seni untuk mengelola sumber daya alam secara bijaksana dan berkesinambungan.

AMDAL dalam pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

Pembangunan berwawasan lingkungan bukan berarti tidak boleh membangun ini itu, tetapi harus ada timbal baliknya bagi lingkungan dan dilaksanakan dengan sepenuh hati/tidak setengah-setengah. Misalnya, menindak tegas semua perusahaan tambang yang terbukti tidak taat peraturan lingkungan, yang hanya mengejar untung tapi dengan mencemari lingkungan. Seperti yang sedang terjadi di Nusa Tenggara Timur, terdapat banyak penambangan mangan di sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai tidak membawa berkah, melainkan bencana bagi generasi mendatang. Penambangan yang dilakukan lebih dari 200 perusahaan pemegang izin usaha pertambangan itu ternyata hanya memberikan kontribusi kurang dari dua persen pada pendapatan daerah. Kerusakan lingkungan akibat tambang mangan di Timor Barat sudah pada tahap kritis. Perusakan hutan terjadi secara brutal, tanpa memerhatikan kondisi sumber air, daerah resapan air, hutan lindung, dan ekosistem secara keseluruhan.

Padahal perangkat untuk bidang lingkungan hidup sudah jelas disediakan oleh pemerintah, yaitu AMDAL. AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Tujuan dan sasaran AMDAL adalah untuk menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan tanpa merusak lingkungan hidup. Dengan melalui studi AMDAL diharapkan usaha dan/atau kegiatan pembangunan dapat memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam secara efisien, meminimumkan dampak negatip dan memaksimalkan dampak positip terhadap lingkungan hidup. Oleh karena itu, Implementasi AMDAL sangat perlu disosialisasikan tidak hanya kepada masyarakat namun perlu juga pada para calon investor agar dapat mengetahui perihal AMDAL di Indonesia. Karena proses pembangunan digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi, sosial dan budaya. Dengan implementasi AMDAL yang sesuai dengan aturan yang ada, maka diharapkan akan berdampak positip

pada pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan (sustainable development).