• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pembuatan Bagan Kecenderungan dan Perubahan

PENELITIAN BERBASIS MASYARAKAT

2) Teknik Pembuatan Bagan Kecenderungan dan Perubahan

Desa bukanlah suatu lingkungan yang statis atau tidak mengalami perubahan.  Perubahan di desa berasal dari dua arah, yaitu dari dalam desa itu sendiri dan dari luar desa.

Sudah menjadi hukum alam, bahwa setiap masyarakat akan mengalami perubahan-perubahan keadaan dengan sendirinya, baik itu kearah kemajuan dtau kemunduran (kemerosotan).  Hal tersebut disebabkan oleh dinamika hidup masyarakat, seperti: berkembang biak; berlangsungnya perang antar kelompok, antar suku, atau antar bangsa;  menghabiskan sumberdaya alam; membudidayakan tanaman dan hewan; penemuan teknologi baru yang bersifat lokal, dan sebagainya.

Sejalan dengan perkembangan teknologi moderen, serta perkembangan jaringan transportasi dan komunikasi, semakin hari perubahan yang terjadi di desa akan datang lebih cepat akibat pengaruh dari luar (terutama dari kota).  Arah perubahan tersebut juga dapat berakibat terjadinya kemajuan atau kemunduran (kemerosotan) keadaan masyarakat suatu desa.

Memahami perubahan-perubahan yang terjadi di desa dan memahami kecenderungan perubahan tersebut sangat berharga bagi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan program pembangunan desa dalam jangka panjang.

Teknik pembuatan bagan kecenderungan dan dan perubahan adalah teknik PRA yang dapat menggambarkan perubahan-perubahan berbagai keadaan, kejadian, serta kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu.  Dari besarnya perubahan hal-hal yang diamati, yang dapat berarti berkurang,

tetap, atau bertambah, kita dapat memperoleh gambaran adanya

kecenderungan umum perubahan yang akan berlanjut di masa depan. Jenis-jenis informasi yang dikaji dalam pembuatan bagan kecenderungan dan perubahan, antara lain:

■ Perubahan dan perkembangan keadaan berbagai sumberdaya seperti tingkat kesuburan tanah, produktivitas lahan, curah hujan, keterse-diaan air, keterseketerse-diaan kayu bakar dan kayu bangunan.

■ Perubahan dan perkembangan tata guna lahan (luas lahan untuk persawahan, perladangan, permukiman, hutan, rata-rata luas kepemilikan, dan sebagainya).

■ Perubahan dan perkembangan penanaman pepohonan (jenis-jenis pohon, jenis dan jumlah hasil, dan sebagainya).

■ Perubahan dan perkembangan penduduk (kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk).

■ Perubahan jenis dan jumlah ternak yang dipiara masyarakat desa setempat.

■ Perubahan dan perkembangan aspek sosial, ekonomi dan budaya, politik, keamanan dan ketertiban, dan sebagainya.

Kajian kecenderungan dan perubahan bertujuan untuk:

■ Memfasilitasi masyarakat untuk mengenali berbagai perubahan terpenting yang terjadi di berbagai bidang kehidupannya, serta mengkaji hubungan antar berbagai perubahan tersebut.

■ Memfasilitasi masyarakat untuk ‘membaca’ atau memperkirakan arah kecenderungan dalam jangka panjang dengan cara menggambar bagan.  Bagan tersebut tersebut dapat kita jadikan grafik kecenderungan. Beberapa manfaat kajian kecenderungan dan perubahan:

■ Bagi “orang dalam” (masyarakat) antara lain: diskusi tersebut akan memunculkan kesadaran tentang peran diri mereka sebagai pelaku perubahan keadaan masyarakatnya sendiri; diskusi tersebut juga memunculkan pemikiran-pemikiran mereka tentang sebab-sebab

perubahan dan akibat (dampak) perubahan yang baik dan yang buruk bagi mereka.

■ Bagi “orang luar” antara lain: diskusi tersebut akan memberikan pemahaman tentang perubahan-perubahan dan cara pandang masyarakat tentang perubahan tersebut.  Selain itu kita dapat memfasilitasi masyarakat dalam menilai dan menemukan cara-cara mengatasi dan mencegah perubahan yang buruk.

Hasil diskusi tersebut juga akan bermanfaat dalam menentukan topik kajian selanjutnmya, serta sebagai bahan dalam penyusunan rencana kegiatan pembangunan.

Penerapan teknik kajian kecenderungan dan perubahan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

■ Terangkan maksud dan proses pelaksanaan kegiatan.

■ Mulailah diskusi dengan topik yang ringan, biasanya bagi petani masalah tanaman atau ternak menjadi perhatian utama.  Apabila sebuah topik telah selesai dibahas, lanjutkan dengan topik yang berikutnya.

■ Ajak masyarakat untuk mendiskusikan: perubahan-perubahan penting yang terjadi di desa, dan apa saja penyebab terjadinya perubahan-perubahan tersebut.

■ Setelah cukup tergambarkan, ambillah kesepakatan bersama peserta:  topik-topik utama (perubahan-perubahan yang paling penting) yang akan dicantumkan ke dalam bagan serta perlu didiskusikan lebih lanjut; simbol topik-topik bahasan yang dicantumkan ke dalam bagan, berupa gambar-gambar sederhana yang mudah dikenali;  simbol untuk memberikan nilai dengan bahan-bahan lokal yang tersedia (misalnya biji jagung, kerikil, daun singkong, dan sebagainya);  ttik-titik waktu atau selang waktu yang akan dicantumkan.

■ Mintalah masyarakat untuk membuatkan bagan di atas kertas lebar yang ditempelkan di dinding beserta topik-topik informasi sesuai dengan hasil diskusi.

■ Cantumkan pada sudut kertas, simbol-simbol beserta artinya, serta penjelasan lain untuk memahami gambar.

■ Lakukan diskusi bagan perubahan lebih lanjut, yakni: apa akibat dari perubahan-perubahan (akibat yang sudah terjadi atau akibat

yang mungkin terjadi di masa yang akan datang); apakah terdapat hubungan sebab akibat di antara perubahan-perubahan tersebut;  apakah perubahan tersebut akan berlanjut terus di masa yang akan datang.

■ Catatlah seluruh masalah, potensi, dan informasi yang muncul dalam diskusi dengan cermat, sebab hasil penggalian ini akan menjadi bahan bagi kegiatan penerapan teknik PRA yang lain.

■ Cantumkan nama-nama pserta diskusi (bila terlalu banyak dapat disebutkan beberapa nama tokoh yang hadir, jumlah peserta laki-laki dan perempuan).  Cantumkan pula nama pemamndu diskusi, tempat dilalakukannya diskusi, dan waktu (tanggal) diskusi.

Beberapa hal yang seringkali lepas dari perhatian kita: jika masyarakat kurang terbiasa dengan patokan tahun-tahun kejadian fasilitator dapat menyarankan dengan cara lain, misalnya dengan berpatokan pada peristiwa-peristiwa masa lampau, seperti masa penjajahan, masa kemerdekaan, pemberontakan, atau peristiwa spesifik yang dialami masyarakat seperti saat terjadinya gempa bumi hebat, masuknya jalan aspal ke desa, dibangunnya masjid atau gereja, dan sebagainya.  Kesepakatan tentang waktu akan tergantung pada kemampuan peserta diskusi dalam mengingat kembali kejadian masa lampau.