• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Kelola Perusahaan Good Corporate Governance

Dalam dokumen PTPN X (Halaman 68-72)

PT Perkebunan nusantara X (Persero) berkomitmen dan konsisten bahwa dalam melaksanakan tata kelola

perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance

(gCg) tidak hanya sekadar formalitas dan kepatuhan, tetapi atas dasar kebutuhan untuk memperbaiki diri agar visi dan misi perusahaan dapat tercapai secara nyata. PT Perkebunan nusantara X (Persero) memiliki komitmen yang kuat untuk melaksanakan kegiatan usahanya berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku, beretika dan transparan serta bertanggung jawab, baik kepada pemegang saham maupun para pemangku kepentingan.

Pengembangan dan penerapan Good Corporate

Governance merupakan wujud komitmen perusahaan untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan

akuntabilitasnya dalam jangka panjang yang diharapkan dapat meningkatkan nilai perusahaan berupa

peningkatan kinerja (performance) dan penciptaan citra

perusahaan yang baik (good corporate image).

kondisi penerapan gCg pada PT Perkebunan

nusantara X (Persero) mencapai predikat kategori “baik”, dengan skor 81,283.

RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Hak PeMegang saHaM

1. Menghadiri dan memberikan suara dalam suatu ruPs, khusus bagi pemegang saham Persero, dengan ketentuan satu saham memberi hak kepada pemegangnya untuk mengeluarkan satu suara;

PT Perkebunan Nusantara X (Persero) are committed and consistent in implementing Good Corporate Governance (GCG) not only for formality and compliance, but as the basis of the need to improve ourselves so that the vision and mission can be achieved in practice. PT Perkebunan Nusantara X (Persero) has a strong commitment to conduct its operations under the provisions of the applicable legislation, ethical and transparent and accountable both to shareholders and stakeholders.

Development and implementation of good corporate governance is a commitment to improve the business success and accountability in the long run that is expected to enhance the shareholder value by increasing performance and creating of a good corporate image. GCG conditions in PT Perkebunan Nusantara X (Persero) is rated “good”, with a score of 81.283.

gENERal MEETINg OF SHaREHOlDERS

SHAREHOLDER RIGHTS

1. Attending and voting at the GMS, particularly for Persero shareholders, with the provisions of one share ownership entitles the holder to cast one vote;

2. Acquire material and information about the company in a timely, measurable and regularly manner.

2. Memperoleh informasi material mengenai perusahaan secara tepat waktu, terukur, dan teratur.

3. Menerima pembagian dari keuntungan perusahaan yang diperuntukkan bagi pemegang saham/pemilik modal dalam bentuk dividen, dan sisa kekayaan hasil likuidasi, sebanding dengan jumlah saham/modal yang dimilikinya.

4. Meminta penyelenggaran ruPs dalam hal Direksi lalai menyelenggarakan ruPs Tahunan.

5. Memperoleh penjelasan lengkap mengenai informasi keuangan atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perusahaan yang dimuat dalam Laporan Tahunan dan Laporan keuangan.

6. Memperoleh penjelasan tentang penerapan Good

Corporate Governance di perusahaan.

JENIS RUPS

1. ruPs Tahunan meliputi ruPs mengenai laporan tahunan dan perhitungan tahunan dan ruPs mengenai rencana kerja dan anggaran Perusahaan (rkaP). 2. ruPs lainnya, berdasarkan anggaran dasar perusahaan

adalah ruPs luar biasa.

WEWENANG RUPS

1. Memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada perorangan atau badan hukum untuk mewakilinya dalam ruPs.

2. Memberikan persetujuan mengenai: (i) Perubahan jumlah modal. (ii) Perubahan anggaran dasar. (iii) rencana penggunaan laba.

(iv) Penggabungan, peleburan, pengambil alihan, pemisahan, serta pembubaran perusahaan. (v) Investasi dan pembiayaan jangka panjang. (vi) kerjasama perusahaan.

(vii) Pembentukan anak perusahaan atau penyertaan. (viii) Pengalihan aktiva.

3. Mengangkat dan memberhentikan komisaris. 4. Mengangkat dan memberhentikan Direksi. 5. Menilai kinerja komisaris dan Direksi.

6. Menetapkan auditor eksternal berdasarkan usulan yang diterima dari komisaris.

7. Mengesahkan rencana Jangka Panjang Perusahaan (rJPP), rencana kerja dan anggaran Perusahaan. 8. Menetapkan remunerasi komisaris dan Direksi.

DEWAN KOMISARIS

Susunan & Pembagian Tugas Dewan Komisaris

susunan Dewan komisaris PT Perkebunan nusantara X (Persero) terhitung mulai tanggal 7 Maret 2012 mengalami perubahan sesuai keputusan Menteri negara buMn no. sk-110/Mbu/2012 tanggal 7 Maret 2012, keputusan Menteri negara buMn no. keP-80/Mbu/2011 tanggal 30 Maret 2011, dan keputusan Menteri negara buMn no. keP-153/Mbu/2007 tanggal 19 Juli 2007 menjadi sebagai berikut:

3. Receiving a share of company proit for shareholders / owners of capital in the form of dividends, and the remaining assets from liquidation, in proportion to the number of shares / capital owned;

4. Ask for the conduction of GMS if the Board of Directors neglected conducting the Annual General Meeting.

5. Obtain a complete description of inancial information or other matters relating to the company contained in the Annual Report and Financial Statements;

6. Obtain an explanation of the application of good corporate governance in the company.

gMS TYPE

1. Annual GMS includes the GMS on the annual report and annual calculation and GMS on the work plan and budget of the company (CBP). 2. Other GMS, based on the articles of association

is the extraordinary general meeting.

gMS aUTHORITY

1. Provide power with the right of substitution to individuals or legal entities to represent them in the GMS.

2. Giving approval to :

(i) Changes in the amount of capital; (ii) Changes in amendment; (iii) The plan for the use of proit; (iv) Merger, consolidation, acquisition,

separation, and dissolution of the company;

(v) Investments and long-term inancing; (vi) Cooperation of the company; (vii) The establishment of subsidiaries or

investments;

(viii) The transfer of assets;

3. To appoint and dismiss the Commissioner; 4. To appoint and dismiss the Board of Directors; 5. Assess the performance of the Commissioner

and the Board of Directors;

6. Set the external auditor based on the proposals received from the Commissioner; 7. Ratify the Company’s Long-Term Plan (CLTP),

Work Plan and Budget;

8. Establish the remuneration of Commissioners and Board of Directors.

BOaRD OF COMMISSIONERS

Constitution and Distribution of Tasks of the Board of Commissioners

The Board of Commissioners of PT

Perkebunan Nusantara X (Persero) has changed from 7th March 2012 based on the decree of the Minister of State Owned Enterprises No. SK- 110/ MBU/2012 dated 7th March 2012, decree of the Minister of State Owned Enterprises No. KEP-80/ MBU/2011 dated 30th March 2011, and decree of the Minister of State Owned Enterprises No. KEP-153/MBU/2007 dated July 19th 2007 to become as follows:

HAK DEWAN KOMISARIS

1. Memasuki bangunan, halaman dan tempat lain yang dipergunakan atau dikuasai oleh perusahaan dan berhak memeriksa pembukuan, surat bukti, persediaan barang, memeriksa dan mencocokkan keadaan uang kas untuk keperluan veriikasi dan lain-lain surat berharga serta mengetahui segala tindakan yang telah dijalankan oleh direksi.

2. Meminta bantuan tenaga ahli atau konsultan untuk jangka waktu terbatas atas beban perusahaan, jika dianggap perlu.

3. Menanyakan dan meminta penjelasan tentang segala hal yang berkaitan dengan pengelolaan perusahaan kepada direksi dan direksi wajib memberikan penjelasan.

4. Memberhentikan untuk sementara waktu seorang atau lebih anggota direksi apabila mereka bertindak bertentangan dengan anggaran dasar atau melalaikan kewajibannya atau terdapat alasan yang mendesak bagi perusahaan.

5. Memberikan persetujuan tertulis kepada direksi untuk melakukan perbuatan hukum tertentu.

6. Melakukan tindakan pengelolaan perusahaan dalam keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu.

selanjutnya dengan surat Dewan komisaris no. DkPTPn- X/12.1236 tanggal 27 Desember 2012 perihal penyampaian rka tahun 2013 Dewan komisaris PTPn X. komisaris menetapkan Pembagian kerja antar komisaris PT Perkebunan nusantara X (Persero) sebagai berikut :

COMMISSIONERS RIgHTS

1. Entering buildings, courtyards and other spaces used or controlled by the company and the right to inspect the books, proof, inventory, checking the state of cash for veriication purpose and other securities and knowing all the actions that have been implemented by the Board of Directors ; 2. Ask for the help of experts or consultants

for a limited period at the expense of the company, if deemed necessary;

3. Ask for clariication on any matters relating to the management of the company to the Board of Directors and the Board of Directors shall provide an explanation; 4. Temporarily dismiss one or more members of

the Board of Directors if they act contrary to the Articles of Association or neglect their duties or there are compelling reasons for the company;

5. Provide written consent to the Board to perform certain legal acts;

6. Perform management actions of the company under certain circumstances for a certain period;

Furthermore with the letter of The Board of Commissioner No. DK-PTPN-X/12.1236 dated 27th December 2012 about the notice of the PTPN X (Persero)’s Board of Commissioner RKA in 2013, the commissioner has assigned the division of work between commissioners of PT Perkebunan Nusantara X (Persero) as follows:

*) Susunan Dewan Komisaris PT Perkebunan Nusantara X (Persero) terhitung mulai tanggal 10 Desember 2012 mengalami perubahan sesuai Keputusan Menteri Negara BUMN No. SK-434/MBU/2012 tanggal 10 Desember 2012, Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-259/MBU/2012 tanggal 20 Juli 2012 dan Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-80/MBU/2011 tanggal 30 Maret 2011.

**) SK Susanto Darus. Pengangkatan: SK-434/MBU/2012 tanggal 10 Desember 2012.

*) Board of Commissioners of Pt nusantara Plantation X (Persero) starting on december 10, 2012 amended as per decree no. Minister of State enterprises. SK-434/ MBU/2012 dated december 10, 2012, decree of the Minister of State owned enterprises no.. KeP- 259/MBU/2012 dated July 20, 2012 and the decree of the Minister of State owned enterprises no. KeP-80/MBU/2011 dated March 30, 2011.

**) decree Susanto darus. Appointment: SK-434/MBU/2012 dated december 10, 2012.

JABATAN 2012 2011 TITLE

Komisaris Utama Sjafrie Sjamsoedin / Rudi Wibowo *) Hs Dillon Chief Commissioner Komisaris Rudi Wibowo Rudi Wibowo Commissioner Komisaris Tjeppy D Soedjana Tjeppy D Soedjana Commissioner Komisaris Ignatius Rusdonobanu / Susanto Darus **) Indarto Commissioner Komisaris Indarto Heru Sudibyo Commissioner Komisaris Heru Sudibyo Ignatius Rusdonobanu Commissioner

1. Rudi Wibowo selaku komisaris utama dengan tugas pokok sebagai berikut:

a. koordinasikan lingkup Dewan komisaris. b. Tata kelola dan pengembangan perusahaan, dan c. Manajemen keuangan dan investasi.

2. Tjeppy D. Soedjana selaku komisaris dengan tugas pokok sebagai berikut:

a. Metode perencanaan produksi dana lokasi sumber daya, b. sistem informasi manajemen, dan

c. Pemasaran hasil produksi dan pengembagan industri hilir.

3. Indarto selaku komisaris dengan tugas pokok sebagai berikut:

a. Pengelolaan sumber daya manusia, dan b. Manajemen risiko

4. Heru Sudibyo selaku komisaris dengan tugas pokok sebagai berikut:

a. urusan peralatan dan perlengkapan produksi, dan b. Instalasi dan pengolahan pabrik gula

5. Susanto Darus selaku komisaris dengan tugas pokok sebagai berikut:

a. Pengelolaan aset perusahaan, dan

b. Hubungan kelembagaan dan Corporate Social

Responsibility.

Di dalam lima tahun terakhir (2008-2012) perkembangan produksi tanaman tebu mengalami

fluktuasi karena stagnasi pertumbuhan sehingga produktivitas tebu menurun dan adanya pergerakan tebu keluar daerah serta penyerapan unit gula merah yang menyebabkan penurunan bahan baku serta persaingan yang meningkat pada periode akhir giling.

KEGIATAN KUNJUNGAN KERJA

Kegiatan kunjungan kerja komisaris selain di kantor pusat juga melakukan kunjungan lapangan ke Pabrik Gula, kebun tembakau, Industri cutting Bobbin, dan rumah sakit yang dilakukan sesuai penugasan dan program kerja pengawasan komisaris termasuk kunjungan ke anak perusahaan (PT Dasaplast Nusantara dan PT Mitratani Dua Tujuh).

REMUNERASI DAN TANTIEM DEWAN KOMISARIS

Remunerasi dan tantiem Dewan Komisaris pada tahun 2012 ditetapkan dalam risalah RUPS tentang persetujuan laporan tahunan, pengesahan perhitungan tahunan dan penggunaan laba bersih tahun buku 2011, dengan realisasi pada tahun 2012 sebesar Rp 2.952.389.545,- (sudah termasuk tunjangan dan fasilitas. sesuai dengan ketentuan).

DEWAN DIREKSI

DIREKSI

Direksi adalah organ perusahaan yang bertanggung jawab atas pengelolaan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan.

1. Rudi Wibowo as Chief Commissioner with main tasks as follows:

a. Coordinating the scope of Board of Commissioner;

b. The governance and development of company, and

c. Management of inance and investment. 2. Tjeppy D. Soedjana as Commissioner with

main tasks as follows:

a. Methods of production planning and distribution of resources,

b. Management information system, and c. Product marketing and developing

downstream industry.

3. Indarto as Commissioner with main tasks as follows:

a. Human resource management, and b. Risk management.

4. Heru Sudibyo as Commissioner with main tasks as follows:

a. Matters of equipment and supplies and b. Installation and processing of sugar

factories.

5. Susanto Darus as Commissioner with main tasks as follows:

a. Management of company’s assets, and b. Institutional relations and Corporate Social

Responsibility

In the last ive years (2008-2011) the development sugarcane production progress

is luctuative because of growing stagnation, sugarcane movement outside the region impact in of palm sugar absorption impact to the decreasing of raw material and a tight competition on a drilling last periode.

WORKINg VISIT aCTIVITIES

Activities of the working visit of the commissioners beside to the central oice also ield visit to the Sugar Factory, tobacco plantation, Cutting Bobbin Industriry and Hospitals in accordance assignment and supervision of the commissioner work program including visits to subsidiaries (PT Dasaplast Nusantara and PT Mitratani Dua Tujuh).

REMUNERaTION aND TaNTIEM BOaRD OF COMMISSIONERS

Remuneration and bonuses of BOC in 2012 speciied in the treatise of the General Meeting of Shareholders approved the annual report, annual accounts and the ratiication of the net proit to know year book 2011, with the realization in 2013 of IDR 2,952,389,545,- (including allowances and facilities in accordance with the provisions) .

BOaRD OF DIRECTORS

DIRECTOR

Board of Directors is the company’s organ who is responsible to the company management for the company interest and objectives.

susunan DIreksI

berdasarkan surat keputusan menteri buMn sebagaimana tersebut dibawah, susunan Direksi PT Perkebunan nusantara X (Persero) adalah sebagai berikut

DIRECTORS

Based on the ministerial decree of State Enterprises, as mentioned below, the composition of the Board of Directors of PT Perkebunan Nusantara X (Persero) is as follows:

TUGAS POKOK DIREKSI

1. Melaksanakan pengelolaan perusahaan untuk kepentingan dan tujuan PTPn X dan bertindak selaku pimpinan PTPn X.

2. Memelihara dan mengelola kekayaan PTPn X serta wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya pada pemegang saham.

3. Melaksanakan tugasnya dengan baik demi kepentingan PTPn X dan memastikan agar PTPn X melaksanakan tanggung jawab sosialnya serta memperhatikan

kepentingan dari berbagai stakeholder sesuai dengan

ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

PERAN DIREKTUR UTAMA

1. Merencanakan, mengarahkan dan mengendalikan sumber daya untuk mengembangkan PTPn X yang berorientasi pada pengelolaan perusahaan secara efektif dan eisien.

2. Mengelola perusahaan berdasarkan tata kelola

perusahaan yang baik (Good Corporate Governance)

dalam rangka menjalankan amanat yang diberikan pemegang saham, dan

3. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas anggota Direksi lainnya dalam menjalankan usaha PTPn X.

KEWAJIBAN DIREKSI

Dalam melaksanakan tugas pokoknya, Direksi

berkewajiban mempunyai itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepen- ting an dan usaha PTPn X dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mencurahkan tenaga, pikiran dan perhatian secara

penuh pada tugas, kewajiban, dan pencapaian tujuan pemilik modal.

Mengusahakan dan menjamin terlaksananya usaha

dan kegiatan PTPn X sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usahanya.

Menyiapkan pada waktunya rJP, rkaP termasuk

rencana-rencana lainnya yang berhubungan dengan

DUTIES OF DIRECTORS

1. Implementing the company management for the purposes and objectives of PTPN X and serve as the leader of PTPN X.

2. Maintaining and managing wealth of PTPN X and must be responsible for performance of its duties to shareholders.

3. Carrying out their duties properly in the interest of PTPN X, and must ensure that PTPN X perform its social responsibility and with taking a notice to the interests of various stakeholders in accordance with statutory provisions applicable.

ROlE OF PRESIDENT DIRECTOR

1. Planning, directing and controlling resources to develop PTPN X with management

oriented efectively and eiciently. 2. Managing the company based on good

corporate governance in order to execute the mandate which is given shareholder, and 3. Coordinating the implementation of duties

other Board members in running the business PTPN X.

RESPONSIBIlITY OF BOaRD OF DIRECTORS

In implementing the principles, Directors should have a good faith and full responsibility for running the business interests of PTPN X with respect to legislation and regulations.

Devoting energy, thought and attention on the tasks, duties and achievement owners of capital.

To undertaking and guarantee the implementation of the business and activities of PTPN X in accordance with the aims and objectives and business activities.

Setting the time for LTP, CBP including plans related to implementation of eforts and PTPN X activities and submit it to the Commissioner and to obtain approval of Shareholders Meeting.

Dalam dokumen PTPN X (Halaman 68-72)