BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Teknik Analisa Data
Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.
Dalam penelitian ini yakni Faktor-faktor Calon Pengantin Melakukan Foto prewedding Dalam Perspektif Hukum Islam di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, data diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan tehnik analisis data bermacam-macam (Triangulasi) dimana dalam analisis data dalam penelitian ini.
1. Reduksi Data
Mereduksi data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu, maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak.
Peneliti harus segera melakukan analisis data melalui reduksi data.
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, mencari tema dan polanya. Dengan
demikian data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mecarinya jika diperlukan.
2. Penyajian Data
Setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, dan sejenisnya.
Sehingga dengan menyajikan data, memudahkan peneliti untuk memahami apa yang telah terjadi, kemudian merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut. Berdasarkan pemahaman sajian data dapat berupa berbagai jenis matriks, gambar/skema, jaringan kerja kaitan kegiatan dan juga tabel.
3. Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Sejak awal kegiatan dan pengumpulan data harus sudah memahami arti berbagai hal yang ditemui dengan muli pencatatan peraturan pola, pernyataan, kofigurasi yang mungkin, arahan sebab akibat dan berbagai proposisi.
Langkah berikutnya dalam menganalisis data adalah dengan menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang telah dinyatakan sifatnya masih sementara, dan akan berubah jika ditemukan bukti-bukti kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi jika kesimpulan yang dinyatakan diawal sudah didukung oleh teori-teori yang kuat, valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.62
62Ibid , 252
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji a. Sejarah Umum Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji
Pada awalnya Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji merupakan bagian tak terpisah dari Kabupaten Tulang Bawang, dimana berdirinya satu paket dengan berdirinya Kabupaten Tulang Bawang berdasarkan UU No.2 Tahun 1997.Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Merupakan hasil pemekaran Kecamatan Mesuji Lampung. Sesuai dengan amanah UU No.49 Tahun 2008 tentang pembentukan Kabupaten Mesuji, maka Kabupaten Mesuji berdiri sendiri dan lepas dari Kabupaten Tulang Bawang.63
Secara geografis Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji terletak sebelah Utara dari Kecamatan Panja Jaya. Dengan Batas-batas wilayah Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji sebagai berikut:
1. Sebelah utara : Kecamatan Panca Jaya 2. Sebelah timur : Kecamatan Panca Jaya 3. Sebelah selatan : Kecamatan Way Serdang
4. Sebelah barat :Sungai Mesuji/ Provinsi Sumatera Selatan.64
63Monografi Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, tahun 2020
64Monografi Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, tahun 2020
b. Keadaan Umum Lokasi Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Desa Simpang Pematang terletak di Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji. Desa Simpang pematang Kabupaten Mesuji terbagi menjadi 13 Desa yaitu: Simpang Pematang, Budi Aji, Margo Rahayu, Agung Batin, Harapan Jaya, Wira Bangun, Bangun Mulyo, Jaya Sakti, Rejo Binangun, Simpang Mesuji, Adi Jaya, Margo Makmur, dan Mulya Agung. Desa terluas di Simpang Pematang Kabupaten Mesuji adalah Desa Bangun Mulyo, akan tetapi dari 13 Desa tersebut yang dapat dikatakan sebagai pusat utama (kota) yaitu Desa Simpang Pematang. Karena Desa Simpang Pematang lebih maju dan akses yang lebih mudah dibandingkan dengan Desa lainnya.65
Jumlah penduduk di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji pada tahun 2019 sebanyak 3.422 jiwa, terdiri dari 1.691 (45%) berjenis kelamin laki-laki dan 2.731 (55%) berjenis kelamin perempuan.66 Jumlah penduduk Desa Simpang Pematang dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok usia muda (0-14 tahun), kelompok usia kerja (15-64 tahun), dan kelompok usia tua (65 tahun ke atas).
c. Keadaan Penduduk Berdasarkan Pendidikan
Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi jenis pekerjaaan dan pola pikir masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji dalam menentukan pilihan demi kelangsungan hidupnya.Jenis pekerjaan
65Badan Puat Statistik (BPS), Kecamatan Simpang Pematang Dalam Angka 2020, catalog BPS 1102002.1811020, 29.
66Badan Puat Statistik (BPS), Kecamatan Simpang Pematang Dalam Angka 2020, catalog BPS 1102002.1811020, 31.
mempengaruhi tingkat pendapatan dan kesejahteraan seseorang, dalam hal ini adaptasi juga mempengaruhi masyarakat terhadap kerusakan dan perubahan kondisi liangkungan. Tingkat pendidikan Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.1
Pra Sekolah SD SMP SMA SARJANA
1073 214 607 973 122
Berdasarkan tabel 4.1 menunjukkan bahwa masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji mayoritas tamatan pendidikan Sekolah Menegah Atas. Artinya tingkat pendidikan masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji cukup standar, data tersebut bisa dilihat dari banyaknya masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji yang tamatan Sekolah Menengah Atas dibandingkan tamatan Sekolah Dasar.67
d. Keadaan Penduduk Berdasarkan Agama
Dilihat dari jumlah penduduk menurut agama yang dianut dapat diketahui bahwa sebagian besar penduduk yang berada di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji beragama Islam, sedangkan yang lain adalah menganut agama Kristen, Khatolik, Hindu dan Budha. Dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
67Wawancara dengan Sulistiani masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji
Tabel 4.2
Sumber: monografi Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, tahun 2020
Dari tabel 4.2 agama Islam menempati urutan teratas yang kemudian disusul oleh agama Kristen, dan yang menempati urutan terakhir adalah agama Budha. Adapun jumlah data tentang sarana ibadah di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji sebagai berikut:
a.) Masjid : 4 buah b.) Mushola : 11 buah c.) Gereja : 2 buah d.) Wihara : 1 buah e.) Pura : 1 buah
Dari data tersebut dapat dilihat sarana ibadah terutama masjid dan mushola mendapatkan jumlah terbanyak. Namun yang mempergunakan tidak sesuai dengan jumlah masyarakat yang memeluk agama Islam, terlebih lagi pada sarana ibadah mushola yang mempergunakan rata-rata usia tua.68
68Wawancara dengan BapakMa‟ruf sebagai masyarakat di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, pada tanggal 13 Januari 2021.
e. Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Kelapa sawit dan karet merupakan komoditas pertanian utama yang dihasilkan di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji selain singkong dan padi. Sebagian bekerja sebagai pedagang buruh tani, karyawan perusahaan, usaha industri kecil, dan pegawai negeri sipil.
Banyaknya warga yang bekerja sebagai karyawan perusahaan dikarenakan pendidikan terakhir hanya sekolah menegah atas dan sekolah menengah pertama.Sehingga dalam hal pekerjaan yang mendukung kemampuannya hanyalah sebagai karyawan perusahaan di lingkungan Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.69
Mata pecaharian di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji bervariasi, masyarakat yang pendidikan terakhir hanya sekolah menegah atas sekolah menegah pertama dominan sebagai petani dan karyawan perusahaan, sedangkan yang berpendidikan lebih tinggi sebagai pegawai negeri sipil bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan.
B. Gambaran Tradisi Foto Prewedding di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji
Pada zaman dulu desa Simpang Pematang Kabupaten Mesujimerupakan desa yang dianggap pelosok karena terdapat kesulitan dalam akses jalan, listrik, teknologi dan lain sebagainnya. Dengan demikian masyarakat desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji ketika akan mengadakan pesta pernikahan hanya memberikan informasi kepada
69Monografi Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, tahun 2020.
masyarakat luas dengan memberikan undangan yang tidak terdapat foto prewedding didalamnya. Karena pada saat itu masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji belum mengenal istilah foto prewedding yang dilakukan sebelum pernikahan. Seiring dengan berjalannya waktu Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji dikelola dengan sangat baik sehingga Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji mengalami banyak perubahan dari akses jalan yang sudah diperbaharui, adanya listrik, bahkan teknologi atau sosial media yang semakin berkembang.70
Dengan adanya sosial media yang selalu berkembang masyarakat mengenal foto prewedding. Pada tahun 2014 masyarakat mulaimelakukan foto prewedding, akan tetapi hanya beberapa. Namun tahun 2017 hingga saat ini foto prewedding menjadi ajang perlombaan di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji. Foto prewedding yang terjadi di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji terdapat beberapa macam situasi atau keadaan dalam melakukan foto prewedding.Dari segi agama kondisi masyarakat disana cukup bervariasi ada yang beragama Islam, Budha, Hindu, dan juga Kristen.Desa Kecamatan Simpang Pematang Kabupaten Mesuji khususnya masyarakat yang beragama Islam kebiasaan melakukan foto preweding sebelum menikah.Namun hal yang membuat miris terhadap foto prewedding yang dilakukan di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji yaitu, ketika calon
70Wawancara dengan Ibu Supiati Masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji,tanggal 13 januari 2021.
pengantin menggunakan pakaian seksi dan beradegan mesra. Walaupun ada juga yang mengedepankan kaidah-kaidah Islam.71
Berikut beberapa hasil pengambilan foto prewedding yang dilakukan di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
d. Foto prewedding dengan pose merangkul dan menggunakan pakaian menutup aurat
Sebelum melangsungkan pernikahan calon pengantin merasa kurang lengkap jika belum melakukan foto prewedding. Bahkan calon pengantin melakukan yang terbaik saat sesi foto preweding agar mendapatkan hasil yang memuaskan.
Gambar. 1
Diperhatikan pada foto preweddinggambar.1bahwa kedua calon pengantin menunjukkan adegan mesra padahal calon pengantin belum sah menjadi sepasang suami istri.Bahkan calon pengantin perempuan memegang pundak calon pengantin laki-laki, yang seharusnya hal tersebut tidak dilakukan calon pengantin yang belum sah menjadi suami istri.
71Wawancara dengan Joel sebagai fotografer di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji,tanggal 13 januari 2021
Hasil wawancara peneliti pada foto prewedding gambar. 1, berikut penuturan dari AD:
“Tujuan saya melakukan foto prewedding salah satunya yaitu melakukan foto prewedding untuk mengabadikan momen sebelum menikah, selain itu hasil foto prewedding juga dimasukkan kedalam undangan agar masyarakat dapat mengetahui identitas calon pengantin.”72
Sebelum melangsukan pernikahan apakah foto prewedding ini harus dilakukan, seperti yang saudari AD katakan:
“Foto prewedding boleh dilakukan boleh juga tidak dilakukan, hal tersebut bergantung kepada kemampuan dari calon pengantin itu sendiri, karena saya dan calon suami sudah ada rencana akan melakukan foto prewedding jadi kami menabung dengan hasil sendiri.”73
Konsep busana casual dan taman bunga yang menjadi pilihan saudara AD pada saat pemotretan, seperti yang saudari AD dikatakan:
“Pada saat foto prewedding, saya menggunakan busana kasual yang menurut kami simple dan lokasi yang saya pilih di taman bunga Brabasan dan tidak jauh dari lokasi rumah kami.”74
Foto prewedding yang dilakukan saudari AD mendapat dukungan dari orangtua, selain itu saudari AD memberikan saran kepada calon pengantin yang akan melakukan foto prewedding kepada fotografer yang profesisional, seperti yang diucapkan saudari AD:
“Saat akan melakukan foto prewedding orang tua saya setuju dan mengarahkan ketika berpose dalam batas yang wajar. Untuk kepada para calon pengantin yang akan melakukan sesi foto prewedding untuk dapat memilih secara tepat fotografer dan studio foto yang sudah
72Wawancara dengan Saudari AD (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 18 Desember 2020
73Wawancara dengan Saudari AD (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 18 Desember 2020
74Wawancara dengan Saudari AD (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 18 Desember 2020
professional agar mendapatkan hasil yang memuaskan, mengenai hukum Islam sepengatahuan saya tentang foto prewedding diperbolehkan selama mengikuti peraturan-peraturan yang ada.”75 Hal ini sesuai dengan apa yang dilihat pada peneliti pada pelaksanaan foto prewedding di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
e. Foto Prewedding dengan pose saling berpandang-Pandangan, didampingi mahrom dan menggunakan pakaian couple
Saat melakukan foto prewedding calon pengantin saling pandang-memandang dan berdiri berhadap-hadapan.
Gambar. 2
Diperhatikan pada foto preweddinggambar. 2 dilakukan calon pengantin yang belum melakukan akad nikah.Busana yang digunakan sesuai dengan syariat Islam, namum dalam berpose calon pengantin saling berpegangan tangan, pandang-pandangan dan berdekatan.Lokasi yang mereka pilih di Café, saat menju lokasi pemotretan mereka didampingi mahrom, dan bersamaan dengan fotografer.
75Wawancara dengan Saudari AD(Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 18 Desember 2020
Berdasarkan hasil wawancara dengan saudari NW sebagai calon pengantin mengatakan:
“Salah satu tujuan saya melakukan foto prewedding yaitu sebagai momen penting sebelum menikah, menurut saya foto prewedding juga tidak harus dilakukan.
Konsep batik couple dan cafe yang menjadi pilihan calon pengantin saat pemoteran, seperti yang diucapkan saudari NW:
“Saat melakukan foto prewedding saya memilih lokasi di café di dalam ruangan dan busana yang saya gunakan batik couple, saat menuju kelokasi pemotretan saya didampingi oleh saudara laki-laki saya, tentunya orangtua saya mendukung ketika saya dan calon suami akan melakukan foto prewedding.”
Harapan saudari NW kepada calon pengantin lain yang akan melakukan foto prewedding dikemudian hari, seperti yang diucapkan saudari NW:
Harapan saya untuk calon pengantin yang akan melakukan foto prewedding semoga bisa melakukan yang terbaik dengan syarat ketika melakukan sesi foto prewedding sedikit menjaga jarak karena belum mahrom, sepemahaman saya tentang foto prewedding dalam hukum Islam diperbolehkan. Akan tetapi saat pengambilan foto prewedding harus menjaga jarak, karena belum sah menjadi suami istri ”.76
Hal ini sesuai dengan apa yang dilihat pada peneliti pada pelaksanaan foto prewedding di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
76Wawancara dengan Saudari NW (Calon Pengantin), di DesaSimpang Pematang Kabupaten Mesuji, 18 Desember 2020.
f. Foto prewedding dengan pose arah punggung memunggung dan tidak didampingi dengan mahrom
Gambar. 3
Diperhatikan foto prewedding gambar.3, calon pengantin melakukan sesi foto prewedding dengan berpose punggung memunggung tidak saling bersentuhan satu sama lain, calon pengantin menggunakan buasa sesuai denga syariat Islam, akan tetapi ketika menuju lokasi pemotretan mereka tanpa didampingi dengan mahrom.
Berikut hasil wawancara peneliti dengan K sebagai calon pengantin yang melakukan foto prewedding:
“Tujuan saya melakukan foto preweding sebagai kenang-kenangan sebelum menikah untuk beberapa tahun silam ketika sudah mempunyai anak dan saya merasa foto prewedding ini saya butuhkan karena akan dimasukkan ke dalam undangan agar masyarakat tau bahwa saya akan melangsukan pernikahan.”77 Dilihat dari segi busana ada juga masyarakat yang melakukan foto prewedding menggunakan konsep kebaya dan jas hitam, seperti yang diungkapkan saudari K:
77Wawancara dengan Saudari K (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 19 Desember 2020
Ketika akan melakukan foto prewedding orangtua kami mendukung, dikarenakan biaya foto prewedding kami sendiri yang menanggung. Lokasi yang saya pilih saat melakukan foto prewedingdi Studio Famous Foto, saya menggunakan busana kebaya dan calon suami saya menggunakan jas hitam, agar telihat lebih resmi dan rapih.”78
Seorang laki-laki dan seorang perempuan berpergian tanpa didampingi mahromnya sangat mengkhawatirkan, karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan dan menimbulkan fitnah, sebagaimana yang diucapkan saudari K:
“Saat menuju lokasi pemotretan saya hanya bedua bersama calon suami saya tanpa didampingi mahrom, selain lokasi pemotretan tidak jauh dari rumah kami sengaja untuk berlibur dan menikmati suasana berdua sebelum menikah.”79
Harapan saudari K kepada calon pengantin lain yang akan melakukan foto prewedding, seperti yang diucapkan saudari K:
Harapan saya untuk calon pengantin yang akan melakukan foto prewedding agar dapat mencerminkan bahwasanya mereka belum sah menjadi suami istri maka dari itu harus menjaga jarak dan gunakan buasana yang sesuai dengan syariat Islam. Dalam melakukan foto prewedding sepengetahuan saya dalam Hukum Islam tidak ada larangan, akan tetapi dalam pengambilan foto prewedding tidak memuncukan adegan mesra”.80
Hal ini sesuai dengan apa yang dilihat pada peneliti pada pelaksanaan foto prewedding di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
78Wawancara dengan Saudari K (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 19 Desember 2020
79Wawancara dengan Saudari K (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 19 Desember 2020
80Wawancara dengan Saudari K (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 19 Desember 2020
g. Foto prewedding dengan pose saling berhadapan dan saling berpandang-pandangan
Gambar. 4
Foto prewedding yang dilakukan gambar. 4 calon pengantin tidak saling bersentuhan dan menggunakan busana sesuai dengan profesi calon pengantin.Calon pengantin melakukan sesi foto prewedding di dalam ruangan dan menuju ke lokasi pemotretan tanpa didampingi dengan mahrom.
Hasil wawancara peneliti dengan LM yang melakukan foto prewedding sebelum menikah mengatakan:
“Sebelum melangsungkan pernikahan saya dan calon suami saya mempunyai inisiatif untuk melakukan foto prewedding dan tentunya orangtua kami mendukung. Tujuan saya melakukan foto prewedding untuk menjadi kenang-kenangan, lalu hasil foto prewedding juga nanti akan dimasukkan dalam undangan agar undangan saya terlihat lebih menarik.”81
Konsep yang digunakan calon pengantin yang akan melakukan foto prewedding berbeda-beda, ada juga yang menggunakan konsep sesuai dengan profesi, seperti yang dikatakan saudari LM:
81Wawancara dengan Saudari LM (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 19 Desember 2020
“Busana yang saya gunakan sesuai dengan profesi kami dan kami memilih lokasi pemotretan didalam studio agar lebih resmi. Dalam pengambilan foto prewedding kami melakukan berbagai macam pose, yang tentunya dibantu dengan fotografer.”82
Harapan untuk calon pengantin lain yang akan melakukan foto prewedding sebelummenikah, seperti yang diucapkan saudari LM:
“Kepada calon pengantin yang akan melakukan foto prewedding boleh melakukan yang terbaik, akan tetapi juga harus sesuai dengan ajaran agama Islam. Sepengetahuan saya tentang foto prewedding dalam hukum Islam diperbolehkan, namun dalam pelsaksanaan harus menjaga jarak, tidak berpandang-pandangan dan lain sebagainya ”83
Berdasarkan hasil wawancara peneliti menyimpukan bahwa foto prewedding yang dilakukan calon pengantin di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji dalam berposes saling bersentuhan (ikhtilat) dan beberapa dari calon pengantin masih belum memahami foto prewedding yang sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.
C. Faktor-faktor Calon Pengantin Melakukan Foto Prewedding di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji
Faktor merupakan kedaan yang memperngaruhi terjadinya sesuatu, faktor terbentuk menjadi dua yaitu: Faktor Eksternal dan faktor Internal.
Faktor eksternal ialah faktor yang terjadi karena pengaruh dari luar individu sedangkan faktor internal terjadi karena pengaruh dari dalam individu seseorang. Dengan demikian calon pengantin yang akan melakukan foto
82Wawancara dengan Saudari LM (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 19 Desember 2020
83Wawancara dengan Saudari LM (Calon Pengantin), di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, 19 Desember 2020
prewedding tentunya terpengaruh oleh beberapa faktor yang ada di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji.
1. Faktor Internal
a.) Sebagai sarana informasi kepada masyarakat luas, dengan adanya komunikasi seseorang dapat memberikan informasi kepada masyarakat lain salah satunya dengan memberikan undangan. Namun didalam undangan terdapat foto prewedding yang dilakukan calon pengantin, guna untuk mempermudah masyarakat mengetahui identitas calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan.
b.) Mengabadikan moment, merupakan keinginan yang selalu ada pada setiap individu. Salah satunya moment pernikahan, sebelum melakukan pernikahan calon pengantin termotivasi untuk melakukan foto prewedding yang dilakukan sekali dalam seumur hidup. Sehingga calon pengantin berkeinginan untuk mengabadikan moment tersebut.
Faktor internal yang mempengaruhi calon pengantin melakukan foto prewedding di Desa Simpang Pematang yang lebih dominan hanya sarana informasi kepada masyarakat luas dan mengabdikan moment. Sementara Faktor internal yang terjadi dari diri individu tanpa orang lain meliputi berbagai macam, seperti: sebagai sarana informasi kepada masyarakat luas, mengabadikan moment, pengalaman, dan kepribadian.
2. Faktor Eksternal
a.) Tradisi, melakukan foto prewedding di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji yang semakin berkembang dan tentunya sangat
berpengaruh untuk masyarakat luas. Sebelum melangsungkan pernikahan calon pengantin melakukan foto prewedding, dalam pengambilan sesi foto prewedding calon pengantin berpose yang diarahkan fotografer. Tingkat pendidikan dan pengetahuan agama masyarakat Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji sekan-akan menjadi tidak pentingkarena munculnya tradisi foto prewedding.
Seakan-akan calon pengantin yangakan melakukan pernikahan dianggap ketinggalan zaman jika tidak melakukan foto prewedding.
Dengan demikian tradisi yang sudah berkembang di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji sangat sulit jika akan dihentikan.
b.) Lingkungan masyarakat, merupakan salah satu faktor calon pengantin melakukan foto prewedding di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji, karena lingkungan menyangkut segala sesuatu yang ada disekitar individu, baik fisik, biologis maupun sosial. Lingkungan berpengaruh terhadap perilaku individu karena lingkungan merupakan lahan untuk perkembangan individu. Begitupun dengan foto prewedding, yang semakin berkembang di Desa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji. Untuk masyarakat yang merasa mampu melakukan foto preweding mereka akan selalu melakukan yang terbaik, bahkan foto prewedding yang dilakukan masyarakat lain dijadikan referensi saat mereka akan melakukan foto prewedding dikemudian hari.
c.) Kehormatan (status), merupakan salah satu faktor masyarakat melakukan foto prewedding sebelum melangsungkan pernikahan.