TANTANGAN UMAT ISLAM ACEH SEKARANG
H. Tidak Memahami Islam secara Kaffah
Berbicara masalah Islam berbeda dengan membicarakan agama lain. Agama biasanya dipahami hanya sebagai doktrin, sehingga sering dipahami tidak mungkin disatukan dengan pembicaraan ilmu pengetahuan. Karena agama sebagai doktrin kebenarannya mutlak sedangkan ilmu pengetahuan berasal dari hasil pikir ma-nusia karenanya kebenaran relatif. Padahal ketika membicarakan Islam kita harus kembali kepada asal ajarannya yaitu Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad saw. Ketika mengkaji Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad saw maka pembicaraannya begitu luas meliputi konsep ketuhanan, pembicaraan mengenai pencip-taan manusia, alam semesta dan konsep tentang keselamatan.7
180 180 181181
Tatkala Al-Qur’an berbicara mengenai penciptaan, baik pencip-taan manusia dan jagad raya ini kitab suci ini konsepnya begitu luas dan sempurna, bahkan banyak hal yang belum bisa dijangkau oleh hasil-hasil kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora. Al-Qur’an telah membicarakan masalah manusia mulai dari aspek fisiknya, jiwa atau ruh, qalb dan perilakunya. Al-Qur’an dan hadits Nabi Mu-hammad saw juga berbicara tentang alam, yaitu tentang bumi, ma-tahari, bulan bintang bintang, gunung, laut, tumbuh-tumbuhan, binatang dan lain. Al-Qur’an juga membicarakan masalah konsep keselamatan manusia bahkan dalam perspektif yang utuh, kesela-matan dunia dan akhirat.
Sebagaimana seharusnya dipahami, Islam sebagai tuntunan cara hidup (’way of life’) haruslah dipahami dihayati dan dipatuhi seca-ra keseluruhan (’kaffah’), tidak sepotongsepotong, supaya hidup manusia berhasil dunia akhirat. Dengan pemahaman yang secara konprehensif terhadap ajaran Islam maka cara hidup Islami acuan-nya juga jelas yakni Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Agama Islam tidak hanya memandu cara hidup terkait masalah iba-dah ritual (’mahdhah’) seperti sembahyang (dalam Islam disebut shalat), puasa, atau doa saja, namun juga memberi tuntunan ba-gaimana mengurus keluarga, mengelola alam, masyarakat bangsa dan negara. Agama Islam juga memberi panduan bagaimana cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang benar dalam kehidupan se-hari-hari, bagaimana memahami hakikat alam semesta, dan mem-beri makna yang tepat terhadap sains dan teknologi yang semakin pesat perkembangannya di dunia. Sains dan teknologi yang selama ini banyak dituhankan manusia dan dianggap panduan hidup pa-huan Pada Universitas Islam Negeri: Rencana Aksi Perubahan IAIN Menjadi UIN Ar-Raniry, Orasi Ilmiah, 22-10-2012, (Banda Aceh: Panitia Pelaksana Perin-gatan Hari Jadi ke-49 IAIN Ar-Raniry), hal. 4
182 182 183183
ripurna ternyata sarat dengan kekeliruan manusiawi, apalagi jika sudah menyangkut permasalahan sosial, sehingga bisa membawa manusia ke jurang kerusakan dan kehancuran. Islam memasukkan sains dan teknologi sebagai bagian dari Islam di mana kekeliruan-kekeliruan yang terjadi akan dikoreksi oleh sumber wahyu yang di-tuntun oleh Allah swt melalui jalur langsung ke nabi Muhammad saw. Umat Islam wajib mendalami dan mengembangkan sains dan teknologi namun dalam koridor naungan payung dan koreksi oleh Al Qur’an dan Sunnah Rasul.
Demikian juga karena persoalan Islam yang begitu luas, apalagi pengembangannya sudah melalui sejarah yang panjang maka peng-kajiannya juga harus melalui metodologi yang tepat. Di sinilah per-soalan muncul, ketika ada usaha-usaha mengkaji Islam secara dalam dan konprehensif sehingga terjadi perbedaan dengan tradisi sebe-lumnya maka terjadi kesalah pahaman. Seakan-akan apa yang se-dang dilakukan oleh orang-orang yang mengkaji secara konprehensif dianggap salah sesat atau sekuler. Di sini pula kadang kesalah paha-man sampai pada memusuhi tepaha-man sendiri yang beragama Islam.
182 182 183183 BAB VI
PENUTUP
Sebagaimana sudah diuraikan sejak awal dari penulisan buku ini bahwa Islam bukan hanya sebuah agama yang merupakan doktrin berupa ritual-ritual tetapi juga menyangkut tentang peradaban. Berbicara tentang Islam adalah berbicara tentang Al-Qur’an dan hadits Nabi Muhammad saw. Berbicara tentang Al-Qur’an dan hadits Nabi adalah meliputi kajian yang sedemikian luas. Kedua sumber ajaran Islam itu berbicara tentang konsep ke Tuhanan, berbicara tentang penciptaan manusia, alam semesta dan konsep tentang keselamatan. Al-Qur’an membicarakan Tuhan Allah seb-agai pencipta, juga tentang ciptaannya, baik manusia maupun alam jagad raya ini. Al-Qur’an juga membicarakan manusia dan kehidu-pan masyarakat yang meliputi fisik, jiwa, keluarga, ekonomi, poli-tik pendidikan sampai pada masalah jihad.
Melihat pada kenyataan hidup umat Islam sekarang kita hubungkan dengan tugas-tugas umat yang diterakan Al-Qur’an agar umat ini terus melakukan da’wah demi peningkatan kualitas iman, kualitas piker, kualitas kerja dan kualitas karya dan kualitas amal, maka da’wah dalam masyarakat global sekarang ini memer-lukan pemikiran baru dan aktivitas da’wah yang sesuai dengan tan-tangan yan dihadapi oleh umat sekarang.
Umat Islam sekarang harus membuka diri untuk melihat perkembangan ilmu sains dan teknologi termasuk pemikiran-pe-mikiran yang telah berkembang dalam dunia da’wah secara
184 184 185185
al di dunia Islam. Demikian juga kalau kita melihat bahwa sistim da’wah yang dikembangkan oleh agama lain itu efektif dalam me-mikat umat maka kita perlu mengadopsinya dengan mengadakan penyesuaian-penyesuaian dengan ajaran agama Islam sendiri.
Kekuatan keyakinan harus terus dibina dengan pemantapan tauhid, yang salah satu kaidahnya adalah kemantapan hati bahwa tidak akan terjadi kejayaan di dunia-akhirat tanpa Islam. Kekua-tan pemikiran harus terus dimantapkan dengan menambah ke-mampuan olah pikir penguasaan sainsteknologi, dan kecerdasan menjawab segala bentuk serangan yang mengarah pada pelece-han substansi ajaran syariat. Jawaban-jawaban secara ‘naqli’ dan ‘aqli’ terhadap argumen kelompok pendukung faham sesat seperti Millata Abraham, Laduni dan lain-lain dan atau tuduhan musuh-musuh Islam secara luas baik dari oriantalis, missionaris, sekularis dan bahkan atheis harus mampu dipatahkan. Argumentasi yang berdasarkan naqli dan aqli perlu terus proaktif disiapkan men-gantisipasi kreatifitas serangan pemikiran pihak lawan. Materi jawaban diperlukan untuk menanggapi pemikiran menyimpang sebagaimana yang sering dilontarkan oleh kelompok yang ingin menghancurkan Islam atau kelompok pendukungnya. Ulama, mubaligh, dan cendekiawan muslim perlu memperkaya diri dalam menambah bahan untuk menangani tantangan pemikiran sesat yang terus menerus dilontarkan para penentang dan musuh Islam, yang selanjutnya perlu diteruskan ke umat yang awam agar tidak mudah terpengaruh dan menjadi goyah keimanan mereka.
Kemampuan sosial dan fisik umat juga harus dikembangkan me-lalui pembinaan kekuatan organisasi, khususnya kekuatan organ-isasi-organisasi politik yang memikul tanggung jawab untuk me-menangkan persaingan dalam perebutan kekuasaan formal negara
184 184 185185
agar bisa dibentuk dan diterapkannya Pemerintahan dan Kebijakan Nasional yang Islami. Di samping upaya memperkaya diri dengan berbagai argumentasi dalam menjawab serangan pemikiran meny-impang yang dilontarkan musuh Islam seperti yang diuraikan sebe-lumnya, tentunya umat juga harus ditanamkan pemahaman akan pentingnya masalah kemampuan untuk bertahan dan memenang-kan pertarungan baik secara politik maupun pemikiran. Perlu dike-tahui bahwa perang pemikiran akan terus berlangsung bahkan bisa mendominasi wahana sosial umat Islam di sebuah negeri muslim apabila kekuasdan formal pemerintahan negeri tersebut memberi hati pada para pengikut faham sesat Islam itu.
Untuk mencapai tujuan mulia dan strategis ini harus digunakan cara efektif-efisien, yakni umat beramai mendukung kekuatan-kekuatan umat Islam di mana dan oleh siapa saja yang memiliki visi menegakkan umat Islam. Umat perlu diyakinkan bahwa dukungan seperti itu merupakan kewajiban syar’i bagi setiap pribadi umat Islam. Jangan juga dilupakan bahwa kegiatan politik praktis juga perlu dalam memperkuat kekuatan umat Islam, apalagi jika sampai mendukung figure Partai Politik Sekuler yang tidak memiliki visi syar’i dalam mengelola negara. Ulama, mubaligh, dan cendekiawan muslim selain perlu canggih dalam menjawab pemikiran menyim-pang terhadap ajaran Islam, juga seharusnya mengajarkan Islam Politik pada da’wah-da’wah mereka, tidak hanya mengajari ritual dan akhlak pribadi Islam saja. Semoga umat kita memperoleh pe-tunjuk dan kemudahan dari Allah Swt. dalam upayanya membuat negerinya menjadi negeri “baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur”, aman sejahtera dalam berkah dan ampunan Allah Swt. melalui kesadaran untuk memenangkan pertarungan akidah, pemikiran dan pertarungan politik di negeri Indonesia yang mayoritas
186 186 187187
duduknya Muslim.
Cita-cita seperti inilah yang harus digapai oleh generasi muda Islam masa mendatang. Berdasarkan cita-cita tersebut generasi muda Islam di masa akan datang harus benar-benar memahami masalah yang akan dihadapi sebagai tantangan yang harus diter-obos demi kesuksesan dan kemajuan umat Islam di masa men-datang. Tantangan bukan hanya persoalan intern umat Islam saja, tetapi juga perkembangan masyarakat di luar kelompoknya harus menjadi perhatian. Dengan demikian umat Islam pada masa akan dating akan mampu menyelesaikan persoalan internnya sehingga semakin kuat penguasaan ilmu, ekonomi dan politik. Hal itu juga dapat membawa kepada kemampuan melihat persoalan-persoalan di luar kelompoknya sehingga paling kurang akan mampu mem-bendung saudaranya dari kebimbangan untuk mempertahankan akidah yang telah diyakininya suatu kebenaran yang mutlak.
186 186 187187