• Tidak ada hasil yang ditemukan

Umat Islam Tidak Bersatu

Dalam dokumen DAKWAH DALAM MASYARAKAT GLOBAL (Halaman 166-169)

TANTANGAN UMAT ISLAM ACEH SEKARANG

B. Umat Islam Tidak Bersatu

Persatuan umat Islam di mana-mana labil dan bahkan pecah. Di tempat tertentu malah benar-benar terpecah seperti di Sam-pang Madura dimana sesama muslim dan alumni pesantren saling bertikai dan bahkan membakar pesantren, rumah tempat tinggal dan menganiaya sesamanya. Sudah menjadi pandangan umum umat Islam berpecah belah mulai di tingkat regional sampai inter-nasional. Padahal umat Islam diperintahkan untuk bersatu. Allah sudah mengingatkan kepada kita. ”Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu berce-rai beberce-rai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah memper-satukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang ne-raka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran:103). Kalau kita teliti dalam hadits maka kita akan dapati begitu banyak hadits-hadits Nabi Muhammad saw yang mengajarkan agar umat Islam hidup bersatu dan tolong me-nolong serta saling kasih sayang.

Sebenarnya memang orang di luar Islam termasuk orang-orang munafik selalu berusaha memecahbelahkan umat Islam. Dengan perpecahan ini diharapkan umat Islam tidak akan kuat, sehingga mereka dengan mudah dapat mempengaruhi umat Islam untuk menukar agamanya, paling tidak akan membuat mereka le-mah persatuannya. Pada zaman Nabi Muhammad saw sendiripun, umat Islam telah diusahakan agar terpecah-belah termasuk dengan cara diadu-domba baik oleh orang kafir Mekkah, mau pun kaum Yahudi di Madinah. Salah satu diantara cara yang ditempuh adalah

160 160 161161

dengan berusaha menimbulkan fanatisme suku antara kelompok Muhajirin dan Anshar. Hanya saja Nabi Muhammad saw memberi perhatian pada masalah ini sehingga berhasil mendamaikan dan mempersatukan mereka dengan erat melalui kekuatan akidah. Se-harusnya para ulama sekarang yang merupakan pewaris Nabi ha-rus beha-rusaha mempersatukan ummat Islam yang terpecah-belah baik dalam kelompok bangsa, negara, mazhab, mau pun aliran.

Seperti ditunjukkan oleh sejarah bahkan ummat Islam pada masa Nabi Muhammad saw juga disusupi oleh kaum munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul untuk memecah-belah ummat Islam dari dalam. Hal yang sama juga berulang kembali pada zaman sekarang ini. Hanya saja seharusnya ulama menyadari hal ini sehingga dapat berbuat seperti dilakukan oleh Nabi Muham-mad saw untuk mempersatukan mereka dengan damai. Karena itu da’wah-da’wah kita harus lebih memperhatikan aspek ini dan tidak memprovokasi salah satu suku atau mazhab atau aliran untuk me-nyalahkan kelompok lain sehingga semakin memperburuk perpe-cahan di kalangan umat Islam.

Umat Islam harus ditempa dengan tauhid yang kuat agar tidak mudah di pecah-belah dan diadu domba oleh kaum kafir dan mu-nafik. Dengan persatuan akidah yang kuat, umat Islam tidak akan terkalahkan. Dalam sejarah ditunjukkan tidak hanya kaum kafir Quraisy yang gagal mengalahkan umat Islam, tapi juga kaum Yahu-di, Persia, dan Romawi. Ini karena kuatnya akidah dan persatuan yang ditanamkan oleh Nabi Muhammad saw kepada mereka ketika itu. Bahkan seperti kenyataan sejarah, orang-orang kafir akhirnya takluk di tangan pejuang Islam dan bahkan kemudian merasa nya-man hidup di bawah kepemimpian tokoh-tokoh pemimpin Islam. Negara-negara Barat maju karena mereka bersatu. Di bawah

162 162 163163

pemimpinan Amerika Serikat dan kelompoknya yang disebut PBB dan NATO, mereka bersatu menyerang ummat Islam di Afghanis-tan, Iraq, dan juga memberikan dukungan penuh pada Israel yang menjajah Palestina dan menguasai masjid Al Aqsha. Mereka juga dapat mengatur bangsa-bangsa lain di dunia melalui organisasi Persatuan Bangsa-Bangsa, (PBB).

Kita lihat bagaimana kuatnya persatuan kaum non muslim se-hingga George W Bush semasih menjabat sebagai presiden Ameri-ka SeriAmeri-kat berani menantang umat Islam dengan mengataAmeri-kan: ”Ei-ther with us or against us!”. Berjuang bersama kami, atau jika tidak berarti melawan kami!” Jika tidak turut berjuang bersama George W Bush, berarti akan menjadi musuh Bush cs. Sebaliknya kita li-hat tidak ada pemimpin Islam yang mampu berbicara seperti Bush. Ummat Islam gagal membebaskan masjid Al Aqsha, ini karena umat Islam tidak menyadari politik adu domba dan pecah belah yang dilancarkan oleh AS dan sekutunya. Jika umat Islam bersatu, tidak mungkin orang-orang kafir mampu memerangi umat Islam dan mereka menang. Padahal dalam hal ini Allah telah memberi-tahukan pada umat Islam dahulu: “Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kam-pung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersa-tu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu kare-na sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” [Al Hasyr:l4] Pada ayat lain juga Allah telah memperingatkan umat Is-lam agar umat IsIs-lam mempersiapkan alat-alat perangnya yang kuat agar umat non muslim tidak berani menyerang umat Islam.

Kalau kita perhatikan persoalan yang perdebatkan oleh umat Islam sehingga mereka berpecah belah adalah masalah-masalah

162 162 163163

yang sepele saja, misalnya masalah khilafiah. Yang menjadi bahan khilafiah pun sebenarnya masalah-masalah furu’yah yang tidak perlu diperbincangkan lagi, karena itu memang dari dahulu sudah ada perbedaan diantara para imam-imam mazhab. Demikian juga persoalan-persoalan yang muncul selama ini bukan masalah-masa-lah penting (dharuri) yang jika tidak ada akan mencelakakan iman atau Islam.5 Seperti pertengkaran masalah boleh tidaknya diada-kan kenduri pada peringatan maulid NabiMuhammad saw. Padahal ada atau tidak kenduri tersebut tidak mempengaruhi pada kesem-purnaan iman atau kesemkesem-purnaan Islam seseorang.

Dalam dokumen DAKWAH DALAM MASYARAKAT GLOBAL (Halaman 166-169)