• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tingkat Kesinambungan Topik Pada Faktor Keinsanan

DAFTAR SINGKATAN DAN SIMBOL Singkatan

5.1 Temuan Penelitian

5.1.4 Tingkat Kesinambungan Topik Pada Faktor Keinsanan

Tingkat kesinambungan topik pada faktor keinsanan meliputi faktor [+insan] dan faktor [-insan]. Selain itu, faktor keinsanan diukur menurut faktor fungsi gramatikal sebagai subjek, sebagai objek langsung dan sebagai Dan lain- lain. Tingkat kesinambungan topik pada faktor keinsanan diukur berdasarkan jarak referensi, kemungkinan gangguan, dan keberterusan topik. Menurut parameter keinsanan ’humanness’ Givon (1983), faktor [+ insan] memiliki kesinambungan topik lebih tinggi dibandingkan faktor [-insan]. Hasil pengukuran masing-masing faktor keinsanan dalam ketiga ukuran kesinambungan topik, yaitu jarak referensi. kemungkinan gangguan dan keberterusan topik, diuraikan secara lebih terperinci dalam paparan grafik berikut ini

5.1.4.1 Jarak Referensi

Topik yang berfungsi sebagai subjek [+insan] dan [-insan], sebagai objek langsung [+insan] dan [-insan] dan sebagai Dan lain-lain [+insan] dan [-insan] diukur berdasarkan jarak kemunculan pertama sekali suatu topik sampai pada kemunculan terakhir topik tersebut, pada lingkungan klausa sebelumnya. Menurut parameter Givon (1983), faktor [+insan] memiliki jarak rujuk yang lebih pendek

keinsanan untuk jarak referensi dipaparkan pada grafik berikut ini:

Gambar 5.21. Grafik Jarak Referensi pada Faktor Keinsanan

3.35 9.44 12.28 11.66 14.67 16.11 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 S OL DLL Insan non-insan

Untuk jarak referensi, topik [+insan] sebagai subjek memiliki nilai rata- rata lebih kecil (3.35) dibandingkan topik [-insan] (11.66). Topik [-insan] sebagai Dan lain-lain memiliki nilai rata-rata lebih besar (16.11) dibandingkan topik [+insan] (12.28). Topik [-insan] sebagai objek langsung memiliki nilai rata-rata yang lebih besar (14.67) dibandingkan topik [+insan] (9.44). Artinya, untuk jarak referensi, subjek [+insan] memiliki kesinambungan topik tertinggi, karena nilai rata-rata jarak referensinya paling kecil dibandingkan yang lainnya. Sedangkan Dan lain-lain

[-insan] memiliki kesinambungan topik terendah karena nilai rata-ratanya paling besar dari yang lainnya.

Topik yang berfungsi sebagai objek langsung [+insan] dan [-insan] dan sebagai Dan lain-lain [+insan] dan [-insan] diukur berdasarkan ada tidaknya gangguan dari topik lain dalam lingkungan tiga klausa sebelumnya. Menurut parameter yang dikemukakan Givon (1983), faktor [+insan] mendapat gangguan lebih sedikit dibandingkan faktor [-insan]. Hasil pengukuran masing-masing faktor keinsanan pada kemungkinan gangguan dipaparkan pada grafik berikut ini:

Gambar 5.22. Grafik Kemungkinan Gangguan pada Faktor Keinsanan

1.8 1.96 1.98 1.95 1.98 1.98 1.7 1.75 1.8 1.85 1.9 1.95 2 S OL DLL Insan non-insan

Untuk kemungkinan gangguan, fungsi topik sebagai subjek [insan] memiliki nilai rata-rata terkecil (1.80) sedangkan Dan lain-lain memiliki nilai rata-rata terbesar untuk faktor [+insan] dan [-insan] (1.98). Fungsi topik sebagai objek langsung memiliki rentang nilai yang tidak terpaut jauh untuk faktor [+insan] dan [-insan]. Nilai rata-rata ketiga fungsi topik, yaitu subjek, objek langsung, dan Dan lain-lain, tidak terpaut jauh satu sama lainnya baik dalam faktor [+insan] maupaun [-insan]. Artinya, untuk kemungkinan gangguan, ketiga

tertinggi, yaitu 2 untuk ukuran keberterusan topik. Ini berarti, seluruh fungsi topik baik [+insan] maupun [-insan] setiap kemunculannya memiliki gangguan yang cukup besar dari topik lain.

5.1.4.3 Keberterusan Topik

Topik yang berfungsi sebagai subjek [+insan] dan [-insan], sebagai objek langsung [+insan] dan [-insan] dan sebagai Dan lain-lain [+insan] dan [-insan] diukur berdasarkan kemunculan topik berturut-turut. Menurut parameter Givon (1983), faktor [+insan] memiliki keberterusan topik yang lebih panjang dibandingkan faktor [-insan]. Hasil pengukuran masing-masing topik pada faktor keinsanan untuk keberterusan topik dipaparkan pada grafik berikut ini:

Gambar 5.23. Grafik Keberterusan Topik pada Faktor Keinsanan

1.26 0.79 0.58 0.37 0.23 0.11 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 S OL DLL Insan non-insan

Untuk keberterusan topik, Dan lain-lain memiliki nilai rata-rata terkecil untuk faktor [+insan] dan [-insan], yaitu (0.58) dan (0.11). Subjek [+insan] dan [-

langsung [+insan] memiliki nilai rata-rata yang lebih besar (0.79) dari objek langsung [-insan] (0.23). Dari ketiga fungsi topik, fungsi topik sebagai subjek [+insan] dan [-insan] memiliki kesinambungan topik tertinggi karena memiliki nilai rata-rata yang terbesar. Artinya, keberterusan topik sebagai subjek baik [+insan] maupun [-insan] tetap dipertahankan kemunculannya, terutama pada topik-topik utama yang dianggap penting. Sebaliknya, fungsi topik sebagai Dan lain-lain [+insan] dan [-insan] memiliki kesinambungan topik terendah karena memiliki nilai rata-rata yang terkecil. Artinya, mayoritas topik sebagai Dan lain- lain [+insan] dan [-insan] adalah topik-topik yang tidak begitu penting keberadaannya dan kemunculannya hanya sesekali saja.

Berdasarkan ketiga ukuran kesinambungan topik, seperti jarak referensi, kemungkinan gangguan dan keberterusan topik untuk ketiga fungsi topik [+insan] dan [-insan] di atas, dapat disimpulkan, fungsi topik sebagai subjek baik dalam faktor [+insan] maupun dalam faktor [-insan] memiliki kesinambungan topik tertinggi dan fungsi topik sebagai Dan lain-lain [+insan] dan [-insan] memiliki kesinambungan terendah. Secara keseluruhan, ketiga ukuran kesinambungan topik pada faktor keinsanan, dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 5.11. Faktor Keinsanan

Jarak Referensi Kemungkinan

Gangguan Keberterusan Topik

J N P J N P J N P

Insan 3924 17548 4.47 3924 7153 1.82 3924 4454 1.14 Non - Insan 3367 46378 13.77 3367 6633 1.97 3367 928 0.28

dan ukuran kemungkinan gangguan yang lebih kecil dibandingkan faktor [-insan]. Untuk keberterusan topik, faktor [+insan] juga memiliki nilai rata-rata yang lebih besar dibandingkan faktor [-insan]. Artinya, faktor [+insan] memiliki kesinambungan topik yang lebih tinggi dibandingkan faktor [-insan] karena telah sesuai dengan kriteria kesinambungan topik, yaitu nilai rata-rata jarak referensi dan nilai rata-rata kemungkinan gangguan lebih kecil dari nilai rata-rata [-insan], nilai rata-rata keberterusan topik lebih besar dari nilai rata-rata [-insan].

Meskipun jumlah kemunculan topik [+insan] dan [-insan] dalam KKM tidak terpaut jauh, tetapi dapat dilihat pada masing-masing ukuran kesinambungan topik di atas khususnya untuk jarak referensi, nilai rata-rata antara faktor [+insan] dan [-insan] terpaut jauh sekali. Artinya, jarak rujuk topik [+insan] relatif dekat sehingga topik dapat teridentifikasi dengan mudah. Oleh karena itu secara umum dapat disimpulkan, untuk faktor keinsanan, faktor [+insan] lebih memiliki kesinambungan topik dibandingkan faktor [-insan] dalam KKM.

Pada umumnya, kata ganti diri hanya merujuk pada sesuatu yang hidup dan hanya ditujukan pada manusia. Dalam KKM, terdapat topik dalam bentuk pronomina orang ketiga yang merujuk pada faktor [-insan] seperti kata nyo dan

inyo ’dia’. Selain itu, juga terdapat kata ganti diri orang kedua, seperi adiak ‘adik’ yang merujuk pada faktor [-insan] seperti dalam klausa berikut ini :

139. alah takajuik si buruang nuri (131:3)

sudah PAS-kejut si burung nuri ’si burung nuri lalu terkejut’

140. alah tabang Ø maso itu sudah terbang PK3TG-dia masa itu

141. tapi indak nyo tabang jauah tapi tidak PRO3TG-dia terbang jauh ‘tapi dia tidak terbang jauh’

142. adiak denai buruang nuri, sajak ketek denai gadangkan

PRO2TG-adik POS1TG-ku burung nuri, sejak kecil PRO1TG-saya besarkan

‘adik saya burung nuri, sejak kecil saya besarkan’ 143. alah gadang akuan Ø tibo

sudah besar ilmu PK2TG-mu tiba ‘sudah besar ilmumu datang’

144. adiak disuruah disarayo PRO2TG-adik PAS-suruh PAS-himbau

‘adik disuruh dihimbau’

145. laikoh adiak namuah tantang nantun adakah PRO2TG-adik mau tentang itu

‘apakah adik mau melaksanakannya’

Pada klausa 141, kata nyo merujuk pada si buruang nuri pada klausa 139. Selanjutnya, pada klausa 142, 144, dan 145, kata adiak juga merujuk pada

buruang nuri. Dalam KKM Anggun Nan Tongga, topik burung nuri termasuk topik utama karena kemunculan dianggap penting. Selain itu, burung nuri dianggap burung yang sakti, burung keramat dan merupakan jelmaan dari manusia sehingga harus dihormati. Oleh karena itu, meskipun burung nuri termasuk faktor [-insan] tapi digunakan kata sapaan dalam bentuk pronomina kedua, yaitu adiak dan pronomina orang ketiga nyo dan inyo.

Dokumen terkait