• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian

4.3.1 Penataan dan Pemberdayaan

4.3.1.1 Isi Kebijakan

4.3.1.1.2 Tipe Manfaat

Tipe Manfaat Yaitu untuk menjelaskan dan menunjukan bahwa dalam suatu kebijakan terdapat beberapa jenis manfaat yang menunjuk dampak positif yang dihasilkan oleh pengimplementasian suatu kebijakan. Dalam hal ini artinya Implementasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi para pedagang yang terkena dampak peraturan tersebut untuk mensejahterakan mereka

Dalam pelaksanaan kebijakan akan mewujudkan suatu manfaat yang diinginkan jika suatu dinas terkait dapat mengimplementasikan peraturan ini sebaik-baiknya dan menjalankan tugas-tugasnya, seperti suatu tempat atau lahan yang dibuat oleh pemerintah harus sesuai dengan tujuan dan fungsi dari pembuatan tempat tersebut, seperti Disperindagkop Kota Serang yang memindahkan pedagang kaki lima yang dahulu dipindahkan dari alun-alun Kota Serang ke Stadion Mualana Yusuf dimana tempat itu adalah tempat relokasi sementara bagi PKL. Kondisi tersebut dikatakan oleh Kasi Pengelolaan Pasar Disperindagkop Kota Serang, beliau mengatakan:

“Manfaat itu sendiri seperti alun-alun sudah bersih yang namanya alun-alun itu adalah paru-paru kota sekarang sudah

bebas dari pedagang yang hamper 89% sudah terbebas dari pedagang, sehingga saran hijau seperti itu dihingapi oleh pedagang kaki lima karena tempat bertemunya masyarakat, olahraga dan juga paru-paru Kota. Dan apabila perda itu tidak terbentuk alun-alun pasti akan di tempati selalu oleh

Pedagang”(Wawanacara: Jumat, 12 Mei 2018 13.15 WIB Kantor Disperindagkop Kota Serang).

Seperti yang dikatakan oleh I1.1, Disperindagkop bahwa PKL yang yang berada di alun-alun Kota Serang sudah bebas dari pedagang-pedagang, untuk memaksimalkan fungsi dari tempat tersebut. Hal serupa juga di ungkapkan oleh Kepala UPTD Pasar Disperindagkop Kota Serang:

“Bermanfaat untuk membuat zonasi area-area yang diperbolehkan untuk berjualan maupun area yang berbentuk sementara maupun permanen serta ada waktunya agar tidak

sembarangan berjualan dan tidak semeraut” (Wawancara: Selasa, 22 Mei 2018, 10.30 WIB. Kantor Disperindagkop Kota Serang).

Bedasarkan wawancara dengan I1.2 bahwa Disperindagkop adalah salah satu dinas sebagai implementator untuk membuat perda ini berjalan secara maksimal yang bermanfaat. Sesuai dengan yang dikatakan oleh Kasi Penegakan Produk Hukum Daerah, beliau mengatakan:

“Manfaat ini dirasakan oleh masyarakat secara langsung,

karena bahu-bahu jalan tidak di penuhi oleh pedagang kali lima dan beberapa tempat yang ada di Kota Serang seperti alun-alun yang sudah bersih dari PKL”(Wawancara: Senin, 21 Mei 2018 15.00 WIB. Kantor Satpol PP Kota Serang)

Bedasarkan pernyataan dari I1.3 di atas, bawah manfaat yang terasa dari Peraturan Daerah ini menjadikan jalan-jalan menjadi

tertata terutama tempat-tempat umum seperti alun-alun. Sama seperti diungkapkan oleh Sekertaris camat Taktakan , beliau mengatakan:

“manfaat bisa dirasakan oleh berbagai masyarakat seperti

masyarakat yang daerahnya di tempati oleh pedagang-pedagang kaki lima maupun masyarakat yang menggunakan

jalan yang biasanya ditutupi oleh pedagang tersebut”

(Wawancara: Rabu, 23 Mei 2018 08.15 WIB. Kantor Kecamatan Taktakan)

Pernyataan tersebut di perkuat dengan pernyataan dari Kasi Trantib Kecamatan Walantaka yang mengatakan:

“manfaat yang dirasakan adalah jalan-jalan yang biasanya dipakai buat mereka buka usaha dengan lapak-lapak sekarang menjadikan bersih dan jalan tersebut menjadi berfungsi

sebagaimana fungsinya” (Wawancara: Rabu, 30 Mei 2018 11.20 WIB. Kantor Kecamatan Walantaka)

Bedasarkan pernyataan dari I1.7 dan I1.9 di atas, dapat kita ketahui bahwa manfaat yang dirasakan dari pelaksanaan Penataan dan Pemberdayaan Pedayaan pedagang Kaki Lima. Sama sepeti yang diungkapkan oleh Kasi Trantib Kecamatan Cipocok Jaya, beliau mengatakan:

“Manfaat pelaksanaan Peraturan Daerah tersebut adalah kita jadi bisa merasakan fungsi jalan, tidak macet karena terhalang, bersih dan juga menjadikan pedagang kaki lima

menjadi lebih nyaman dalam membuka usaha” (Wawancara: Senin, 28 Mei 2018 10.15 WIB. Kantor Kecamatan Cipocok Jaya)

Bedasarkan pernyataan dari I1.5 di atas, dapat kita ketahui manfaat ini dapat menjadikan semua menjadi tertata dan juga menjadikan pedagang nyaman dalam membuka suatu usaha. Hal ini

sama yang diungkapkan dengan Kasi Trantib Kecamatan Curug, beliau mengatakan:

“Dalam Perda ini dapat kita ketahui manfaat yang terlihat seperti jalan-jalan protokol tidak tertutup oleh lapak-lapak pedagang, masyarakat menjadi nyaman dalam menggunakan

trotoar tanpa ada rasa gangguan seperti dahulu”

(Wawancara:Senin, 28 Mei 2018 13.20 WIB. Kantor Kecamatan Curug)

Bedasarkan pernyataan tersebut diperkuat juga oleh Kasi Trantib Kecamatan Serang yang mengatakan:

“Manfaat yang dirasakan adalah kenyaman bagi semua

orang, terutama bagi orang-orang yang sering melalui jalan yaung dihalangi oleh lapak-lapak pedagang kaki lima”

(Wawancara: kamis. 31 Mei 2018 09.35 WIB. Kantor Kecamatan Serang)

Bedasarkan pernyataan dari I1.6 dan I1.4 di atas dapat kita ketahui bahwa manfaat dari adanya Peraturan Daerah ini merupakan bersihnya jalan-jalan demi kepentingan bersama. Hal ini serupa dengan pernyataan dari Kasi Ekonomi Pembangunan Kecamatan Kasemen, beliau mengatakan:

“Manfaat yang sangat dirasakaan adalah kesejateraan

pedagang kaki lima yang akan memajukan usaha yang mereka bangun serta lahan-lahan yang dahulu dipakai oleh pedagang

sekang bermanfaat bagi semua orang yang melintasinya”

(Wawancara: Rabu, 30 Mei 2018 13.50 WIB. Kantor Kecamatan Kasemen)

Bedasarkan pernyataan dari I1.8 di atas, dapat kita ketahui bahwa manfaat yang dirasakan adalah kesejahteraan pedagang kaki lima. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima Kota Serang, beliau mengatakan:

“Manfaat yang dirasakan adalah ketertiban pedagang -pedagang yang membuka usaha yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada, serta manfaat bagi masyarakat

umum” (Wawancara: kamis, 31 Mei 2018 12.32 WIB. Rumah Informan, Cipocok)

Bedasarkan pernyataan di atas dipertegas oleh pejalan kaki kota serang, beliau mengatakan:

“Manfaat yang sangat dirasakan sebagai pejalan kaki adalah kenyamanan karena jalan yang dahulu diduduki oleh pedagan kaki lima sekarang sudah tidak, hal ini membuat saya sebagai pengguna trotoar menjadi lebih luas, dan PKL jadi semakin

berkembang pendapatannya” ()

Bedasarkan pernyataan I2.3 dan I2.2 di atas, bisa kita ketahui bahwa manfaat yang dirasakan secara menyeluruh bagi masyarakat secara langsung dan pedagang-pedagang. Hal ini sesuai dengan keterangan pedagang Kaki Lima, beliau mengatakan:

“manfaat dari peraturan itu merupakan kesejahteraan bagi

kami yang membuat kami tidak melanggar suatu aturan yang

berlaku” (Wawancara: Kamis, 24 mei 2018 12.45 WIB. Stadion Mualana Yusuf)

Dari keterangan dari I2.1 di atas, dapat kita ketahui bahwa pedagang kaki lima merasakan manfaat bagi pedagang secara langsung maupun juga pejalan kaki yang merasa manfaatnya adalah semakin luasnya trotoar.

Bedasarkan uraian atapun hasil pemaran para informan mengenai tipe manfaat yang dihasilkan dari Program Penataan dan Pemberdayaan adalah sangat baik, sangat berguna dalam mengatur pedagang dalam membuka suatu usaha dan juga membantu masyarakat dalam memberikan kenyamanan dalam memakai trotoar.

Dokumen terkait