Pertanyaan dibawah ini ditujukan kepada Bapak Untung, Asisten Manajer Humas PT. Megasari Makmur
1. Apakah anda mengetahui peristiwa krisis di perusahaan anda, terutama yang berkaitan dengan isu kandungan zat berbahaya pada produk Hit cair dan aerosol?
Ya, Saya mengetahuinya. Itu terjadi pada 7 Juni 2006, ada pemeriksaan mendadak di pabrik kami di Gunung Putri oleh Departemen Pertanian, hari itu juga mereka mengumumkan bahwa Hit cair dan aerosol yang ada di pasaran harus ditarik kemudian dimusnahkan . Selain itu ada juga pihak yang melaporkan Megasari ke Polisi atas kasus keracunan.
2. Sepengetahuan anda ketika peristiwa itu terjadi apa saja yang dilakukan oleh divisi humas dalam mengidentifikasi krisis tersebut?
Hari itu juga atas perintah dari Direktur Marketing dan Komunikasi, saya bersama staff lain yang waktu itu masih bergabung dengan divisi marketing mulai mencari data-data mengenai kasus penarikan dan keracunan Hit tersebut di koran, internet, tv, radio. Mencari keterangan siapa saja yang melakukan pemeriksaan tersebut, siapa saja yang hadir pada saat itu termasuk dari Megasari, media apa saja yang meliput. Kami juga mencari data korban keracunan, berapa jumlah korbannya, bagaimana kejadiannya, diliput oleh siapa saja, pokoknya sama lah dengan yang kita lakukan pada kasus penarikan Hit.
3. Apakah perusahaan juga melakukan analisa krisis?
Setahu saya iya, setelah mendapatkan data-data yang diperlukan. Perusahaan mengadakan rapat intern yang terdiri dari para top manajemen, Pak Ahmad
Bedah juga hadir dalam rapat tersebut, yang saya tahu rapat tersebut untuk membahas krisis sekaligus mencari solusinya, tapi untuk detailnya saya kurang tahu. Yang pasti salah satu hasil dari rapat itu adalah pembentukan tim manajemen dan instruksi bahwa yang boleh memberikan keterangan pada wartawan hanya juru bicara perusahaan saja.
4. Berdasarkan pengetahuan anda, langkah-langkah apa yang dilakukan oleh divisi humas dalam mengatasi krisis tersebut, khususnya dalam hal komunikasi krisis?
Setahu saya sih saat itu perusahaan melakukan pengendalian krisis yang ditujukan untuk publik diluar maupun dalam perusahaan. Program untuk publik diluar perusahaan target utamanya adalah konsumen, sedangkan didalam target utamanya adalah karyawan. Untuk karyawan disampaikan melalui meeting, training dan intranet perusahaan, sementara untuk konsumen kami sampaikan melalui surat kabar, jumpa pers, dan website kami. Perusahaan juga membuat dua crisis centre, memberikan briefing pada customer service agar bisa menjawab, khususnya konsumen. Mencatat pihak-pihak mana saja yang perlu mendapatkan informasi mengenai kasus tersebut dan terus memberikan informasi mengenai situasi terbaru kepada pihak yang berkepentingan. Seperti media, komisaris. Dan untuk menjalankan semua itu perusahaan berpegang pada manual krisis yang ada.
4. Setahu anda, strategi PR apa saja yang dilakukan Megasari khususnya divisi humas?
Yang saya tahu Megasari mengakui bahwa produknya memang mengunakan dua zat yang berbahaya, juga mengumumkan pada masyarakat bahwa Megasari akan menarik semua produk Hit lama dan menggantikannya
dengan Hit baru. Megasari juga mengirim surat tertulis kepada Pihak Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan yang melaporkan Megasari ke POLDA, dalam suratnya Megasari memberitahukan bahwa akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai penyebab pasti dari keracunan tersebut, dan apabila penyebab utamanya adalah HIT maka pihak Megasari bersedia untuk menanggung biaya rumah sakit korban keracunan tersebut.
5. Berdasarkan pengetahuan anda, berapa tepatnya korban yang mengalami keracunan?
Setahu saya sih ada dua orang, yang satu namanya Setiawan, yang satu lagi saya lupa. Tapi saya bisa bantu cek kalau anda memang perlu
6. Berdasarkan pengetahuan anda, hal-hal apa saja yang dilakukan divisi humas dalam memberikan informasi kepada publik?
Setahu saya, waktu itu kita adakan jumpa pers dan beberapa wawancara dengan TV dan koran, selain itu lewat internet. Dan untuk karyawan, perusahaan memberikan informasi melalui internet, mading, rapat.
7. Berdasarkan pengetahuan anda apa yang dilakukan divisi humas untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut, dan setelah tahu, langkah apa saja yang diambil?
Untuk mengetahu penyebabnya, kami kerjasama dengan polisi dan rumah sakit. Setelah tahu hasilnya, Megasari mau bertanggung jawab terhadap kedua korban sampai sembuh, walaupun sebenarnya keracunan tersebut tidak semata-mata karena Hit, katanya sih kedua korban tersebut menggunakan Hit tidak dengan benar.
8. Apakah Megasari mempunyai tim manajemen krisis dan crisis centre pada saat krisis itu terjadi?
Dua-duanya ada, saya tahu persis, karena saya salah satu orang yang menjaga crisis centre pada waktu itu, dan ikut membantu pekerjaan tim manajemen krisis sesekali.Untuk tim manajemen krisis terdiri dari GM, Direktur Keuangan, Direktur Marketing dan Komunikasi, Direktur Produksi dan Administrasi, Manajer Personalia dan Sekretaris GM. Kalau untuk crisis centre ada dua di Pabrik dan di kantor pusat.
9. Apakah Megasari melakukan suatu langkah evaluasi? Seperti riset misalnya? Atau ada evaluasi dalam bentuk lain?
Kalau riset tidak ada. Hanya setahu saya pada saat krisis ataupun sesudahnya tim krisis sering sekali mengadakan rapat, dan setahu saya rapat tersebut untuk mengetahui perkembangan kasus Hit dan juga untuk mengecek keadaan masing-masing divisi. Walaupun tidak semua rapat saya ikut hadir, tapi ada beberapa rapat penting yang saya ikuti waktu itu, karena kebetulan saya adalah notulen tambahan atau cadangan selain sekretaris GM.
10. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan humas Megasari setelah krisis berlalu?
Hmm, kayanya waktu itu bikin iklan baru, terus bikin acara - acara sosial seperti pos kesehatan gratis, mengaktifkan website, mengaktifkan pusat pengaduan konsumen.