• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Lampiran 9. Transkrip Wawancara Kepala Sekolah

TRANSKRIP WAWANCARA KEPALA SEKOLAH Narasumber : Bapak W

Hari, tanggal : Sabtu, 06 Juni 2015 Waktu : 08.00 – 09.30 WIB

Tempat : ruang tamu kantor Kepala Sekolah

Peneliti : “saya mau bertanya, apa sajakah kegiatan rutin di luar pembelajaran yang diadakan oleh sekolah ini?”

Informan : “hmm.. di sekolah ini setiap hari jumat selalu melaksanakan kegiatan senam bersama, mba lalu ada lagi sepulang sekolah kita adakan shalat dhuhur berjamaah. Ini diperuntukkan untuk kelas III ke atas, mba.”

Peneliti : “ nah kalau kegiatan shalat berjamaah itu sendiri pelaksanaanya bagaimana, Pak?”

Informan : “pelaksanaannya bergantian, mba. Tidak mungkin juga tho semua anak dari kelas 3 sampai kelas 6 bersama-sama, tempatnya yang tidak cukup. Dijadwal misal hari senin giliran kelas 6, hari selasa kelas 5, hari rabu kelas 4 dan terakhir hari kamis untuk kelas 3.”

Peneliti : “Apakah Bapak mengawasi siswa dalam mengikuti kegiatan rutin seperti shalat berjamaah tersebut?”

Informan : “Tidak setiap saat saya bisa memantau ya mbak, tetapi sesekali ya di pantau apakah berjalan dengan lancar atau tidak. Meskipun begitu biasanya untuk siswa kelas 3 atau kelas wali kelas rajin memantau kegiatan mereka. Kegiatan ini kan juga merupakan salah satu upaya yang dilakukan sekolah dalam menanamkan karakter pada anak. Hal ini juga menanamkan pendidikan karakter tentang religius. Dengan kita berusaha mendekatkan anak-anak, akan membantu mereka dalam mengontrol diri.”

Peneliti : “lalu apa yang Bapak lakukan ketika ada siswa yang membuat gaduh di kelas?” Informan : “kalau ada yang ramai kita sebagai guru harus pintar-pintar dalam memusatkan

kembali perhatian mereka pada pelajaran yang sedang berlangsung.” Peneliti : “bagaimana cara-cara untuk memusatkan perhatian anak-anak?”

Informan : “untuk memusatkan perhatian anak diperlukan metode dan strategi mengajar yang tepat. banyak cara yang dapat dilakukan untuk memusatkan perhatian seperti diberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari, bisa juga denagn bernyanyi yang paling penting adalah diberi pengarahan agar bisa menghargai orang yang sedang berbicara.”

Peneliti : “Apa yang Bapak lakukan ketika ada siswa yang mengganggu siswa yang lain?” Informan : “kalau mendapati anak yang sedang mengganggu temannya langsung dilerai serta diberikan teguran. Diingatkan bahwa itu merupakan hal yang tidak baik, jadi tidak boleh mengganggu teman. Dinasehatin juga supaya jangan sampai mengulanginya lagi.”

Penelti : “Apakah ada sanksi apabila ada siswa yang bersikap kurang baik?”

Informan : “sanksi ya ada, mba tapi sanksi di sini bukan berupa sanksi fisik tapi sanksi yang bersifat mendidik seperti diberikan pertanyaan-pertanyaan, diminta menjelaskan di depan dan lainsebagainya. Hal ini bertujuan untuk membuat si anak jera dan tidak akan mengulanginya lagi”

133

Peneliti : “tadi dikatakan sanksi pada anak berupa pemberian pertanyaan-pertanyaan. Lalu bagaimana dengan sanksi pada guru apabila melakukan kesalahan?”

Informan : “Istilahnya bukan sanksi sih mbak tapi mengingatkan. Di setiap kesempatan saya selalu mengingatkan bahwa kita ini menjadi panutan siswa jadi harus selalu berhati-hati dengan perbuatan jangan sampai siswa mencontoh hal buruk dari kita. Lebih bersifat teguran. Pada dasarnya kita juga harus tahu bahwa anak-anak lebih mudah untuk menirukan perilaku orang dewasa. jadi sebagai orang dewasa kita harus bisa memberikan contoh yang yang baik kepada anak didik kita. ” Peneliti : “mengenai memberikan contoh yang baik lalu apakah Bapak selalu

menggunakan tutur kata dan bahasa yang baik dan sopan Pak?”

Informan : “Iya diusahakan sebisa mungkin saya menggunakan bahasa yang baik. Sebagai guru apalagi kepala sekolah harus berusaha untuk menggunakan bahasa yang baik dan sopan. Karena sebagai guru kita harus menjadi contoh dan penutan untuk anak didik kita. Tapi yang namanya manusia ya mba kita tidak mungkin selalu benar. Terkadang bisa jadi kelepasan berucap yang kurang baik sebaiknya langsung kita koreksi agar anak juga tahu bahwa itu tidak baik dan tidak menirukannya”

Peneliti : “Bagaimana cara guru berpakaian?”

Informan : “Kalau guru-guru di sini saya rasa sudah berpakaian dengan bersih, rapi dan sopan. Ini juga dijadikan contoh untuk anak-anak agar senantiasa berpenampilan rapi. Kalau penampilan gurunya sendiri berantakan bagaimana murid-muridnya nanti. Jadi harus bisa menjaga penampilan agar selalu terlihat bersih dan rapi.” Peneliti : “Apakah Bapak dan guru-guru selalu datang ke sekolah tepat waktu?”

Informan : “Diusahakan . tetapi apabila ada sesuatu hal yang mengharuskan untuk datang terlambat, harus ijin atau memberi kabar jika terlambat sehingga tidak ada salah paham. Anak-anak juga tahu alasan mengapa gurunya belum hadir”

Peneliti : “Apa yang Bapak lakukan apabila ada guru yang terlambat?”

Informan : “Apabila sudah memberi kabar terlebih dahulu kita jadi bisa tahu alasan mengapa terlambat. Nah apabila tidak memberi kabar baru ditanyai kenapa terlambat dan dinasehati agar memberi kabar kalau akan terlambat. Tapi guru- guru di sini masuk kategori yang pertama. Pasti memberi kabar terlebih dahulu.” Peneliti : “Apakah penyediaan tempat sampah di lingkungan sekolah sudah memadai?” Informan : “Sudah cukup, ada tempat sampah di depan masing-masing kelas. Juga sudah

tempah sampah yang terpisah antara sampah organik, anorganik dan sampah kaca.”

Peneliti : “Adakah slogan tentang budi pekerti yang tertempel di dinding-dinding sekolah?”

Informan : “Slogan-slogan sudah ada meskipun baru beberapa tapi sudah cukup. Pihak sekolah juga sedang berusaha menambahnya walaupun terlihat sepele kalau belum ada anggarannya juga susah mba”

Peneliti : “Apakah ada aturan tata tertib sekolah yang tertempel di dinding sekolah?” Informan : “Ada aturan tata tertib yang di tempel di dinding sekolah. Di setiap kelas juga

kami pasang aturan tata tertib sekolah. Harapannya anak-anak bisa membaca dan memahaminya sehingga tidak ada pelanggaran-pelanggaran yang berarti. Ada juga tata tertib guru dalam mengajar yang di tempel di ruang guru.”

Peneliti : “Adakah kendala dalam pengimplementasian sikap tanggung jawab di sekolah?” Informan : “Kendala pasti ada, ya mba. Setiap kegiatan setiap program pasti punya hambatannya sendiri-sendiri entah berupa apa itu tergantung dari jenisnya, yang pasti berbeda antara satu dengan lainnya.”

134

Informan : “Yang utama adalah orang tua, bagaimana menindaklanjuti evaluasi perilaku yang sudah ditanamkan di sekolah agar ditanamkan juga di rumah. Hal ini dkarenakan pemahaman orangtua yang berbeda-beda. Terbatasnya waktu untuk melakukan home visit.”

Peneliti : “Bagaimana solusi untuk menghadapi kendala dalam implementasi sikap tanggung jawab?”

Informan : “Sebisa mungkin mengkomunikasikannya pada orangtua agar membantu pihak sekolah dalam menindaklanjuti evaluasi perilaku siswa di rumah. Siswa juga harus senantiasa diingatkan untuk membiasakan bertanggung jawab pada hal-hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, merapikan tempat tidur, dan lain sebagainya. Jika di rumah tidak dibiasakan oleh orangtuanya, maka kita minta anak tersebut yang harus memberi contoh pada orangtua mereka.”

135

Dokumen terkait