• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUGAS DA'I DAN KHATIB. 7

Dalam dokumen KEHIDUPAN BERAGAMA DAN PEMBANGUNAN NASIONAL (Halaman 59-63)

DAN KEGIAT AN DAKWAH

D. TUGAS DA'I DAN KHATIB. 7

Walaupun pembangunan dimaksudkan untuk menjawab tantangan yang timbul dari keterbelakangan, namun pemba-ngunan itu senjiri akan membawa berbagai tantangan. Sebab bahaya yang mengancam disamping kegagalan, adalah juga keberhasilan dalam melaksanakan pem bangunan ini. Hal ini

7) Sambutan Pada Pembulcaan Penataran Khatib & Mubaligh se Indonesia:

Jakarta 16Desember1979.

terutama karena nilai-nilai dan norrna-norrna yang dianut oleh masyarakat kadang-kadang tidak sepenuhnya memenuhi tuntutan yang ada dalam proses pembangunan. Keberhasilan-keberhasilan yang dicapai dalam pembangunan sedikit atau banyak akan dapat merobah pandangan masyarakat terhadap nilai-nilai dan norma-norma yang mereka anut selama ini. Da-lam keadaan dimana nilai-nilai dan norma-nonna yang Da-lama mulai goyah sedang nilai-nilai dan nonna-norma baru belum man tap, banyak orang kehilangan pegangan. Akibatnya terjadi ketegangan baik dalam pribadi orang-orang ataupun dalam masyarakat. Dalam keadaan yang demikian ini orang memer-lukan pegangan dan pedoman yang dapat menguatkan kehi-dupan psiko-sosio-kultural sehingga dia mampu menghadapi tantangan dan berbagai persoalan yang selalu timbul, dalam proses masyarakat yang berkembang dan berobah. Di sinilah agama mempunyai peranan yang penting dan bahkan satu-satunya yang tidak bisa diganti atau diisi oleh yang lain.

Berdasarkan kenyataan ini, maka agama merupakan mo-tivator bagi pembangunan. Agama ikut memberika.n arah yang jelas bagi pembangunan bang;a dan negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila. Dengan demikian umat beragama menempatkan dirinya sebagai penggerak yang positip bagi pembangunan nasional. Ini berarti umat beragama dituntut untuk secara aktif memerankan dirinya selaras dengan ge-rak pembangunan dan agama menjadi sumber kekuatan mental dan semangat membangun dan merobah kehidupan yang lebih baik.

Untuk dapat mewujudkan itu semua, para pemimpin agama harus mendidik seluruh umat untuk mau merenungkan kembali segala kegiatan yang telah mereka lakukan sebagai umat beragama dan warga negara. Salah satu usaha yang da-pat dilakukan di antaranya ialah mempersiapkan tenaga-tena-ga pendidik yang dapat secara terus menerus memberikan bim-bingan dan penyuluhan terhadap masyarakat adalah yang

me-rupakan satu diantara tugas pokok para khatib dan mubaligh.

Para khatib dan para mubaligh mcmpunyai tempat khu-sus dalam kehidupan masyarakat yang dianggap mcmiliki ilmu dan kebijaksanaan sehingga kata dan fatwa mereka ditu-ruti dan diikuti. Para khatib dan mubaligh dapat merupakan kunci yang dapat menghambat atau melajukan proses pemba-ngunan. Dengan partisipasi para khatib dan mubaligh maka diharapkan bukan saja pembangunan itu dapat berhasil akan tetapi gagasan pembangunan nasional scbagai pembangunan manusia lndonesia seutuhnya bisa dipenuhi. Sebaliknya, de-ngan tidak adanya partisipasi para khatib dan muballigh bisa berakibat terlam batnya pem bangunan. Untuk itulah diharap-kan kepada para khatib dan muballigh, melalui berbagai ke-sempatan khutbah, ceramah ataupun dalam bt!ntuk-bentuk kegiatan keagamaan lainnya, mem berikan pol a yang jela.s ten-tang kehidupan umat Islam scbagai warga negara Indonesia

Para petugas yang berhubungan dengan kegiatan keaga-maan, termasuk di dalamnya khatib dan mubaligh, hendak-nya selalu mem bekali dirihendak-nya, di samping usaha peningkatan kecakapan dalam bentuk program pendidikan dan latihan, juga peningkatan diri secara individual oleh mereka sendiri

dengan belajar dan terus belajar. Hal ini disebabkan karena masyarakat terus berkembang dan berobah. Perkembangan-perkembangan dan perobahan-perobahan itu membawa ba-nyak persoalan yang oleh masyarakat akan ditaba-nyakan ke-pada orang yang dianggap dapat memberikan pemecahan-nya.

Para khatib dan mubaligh hendaknya dapat menterje-mal1kan dan melaksanakan ajaran agama secara nyata dan mempunyai pengaruh yang luas terhadap masyarakat, dengan sikap dan kehidupan yang baik serta suri tauladan yang baik Dalam hubungan ini para khatib dan mubaligh tidak hanya perlu mempelajari ilmu-ilmu keagamaan, melainkan juga ilmu-ilmu pengeta11uan lainnya yang merupakan kelengkapan

pribadinya, sebagai seorang yang menjadi anutan dan keper-cayaan masyarakat. Di sarnping itu sudah sewajamya kalau mereka ini memahami dengan jelas gagasan-gagasan nasional yang bersumberkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Kegiatan dakwah selama ini masih terbatas dan lebih menekankan kepada bentuk ceramah, pidato atau sejenisnya.

Hal tersebut tidaklah jelek. Tetapi yang perlu dipertanyakan sekarang, apakah cara tersebut sudah tepat dan sesuai dengan tuntutan zaman. Kita akui, bahwa selama ini masih ada dak-wah Islam yang dicampuri dengan politik praktis. Akibatnya, menyulitkan kegiatan dakwah itu sendiri. Hakekatnya, hal itu hanya dilakukan oleh beberapa orang tertentu dan tidak banyak, tetapi soalnya, kadang-kadang membawa-bawa ba-nyak orang atau kemudian digeneralisir yang seolah-olah dak-wah menjadi tidak mumi untuk kepentingan menyampaikan ajaran agama yang benar atau memberi bimbingan tentang hidupan keagamaan yang benar atau tentang kehidupan ke-agamaan, namun dakwah digunakan untuk agitasi politik, atau untuk kepentingan golongan tertentu.

Karenanya, para da'i, para mubaligh hendaknya menya-dari tugas mulia yang di pikulkan ke pundaknya. Dakwah di-bebankan membawa tanggung jawab untuk menyampaikan ajaran agarna sesuai dengan tuntunan Al-Qur'an dan Hadist.

Melalui dakwah dan tabligh hendaknya para da'i dan muba-ligh dapat membawakan ajaran agama dengan sebaik-baiknya ..

Arti dakwah hendaknya diperluas dalam berbagai bentuk ke-giatan, seperti dengan usaha-usaha sosial, penyelenggaraan kursus ketrampilan, penyuluhan anak-anak putus sekolah, rumah sakit, dan seterusnya.

Dalam usaha memantapkan ideologi Pancasila dan me-masyarakatkan P4, para dai dan mubaligh mempunyai pera-nan penting. Karena masalah tersebut merupakan masalah bangsa dan negara yang menyangkut seluruh masyarakat,

para dai dan mubaligh mempunyai tanggung jawab untuk ikut serta memasyarakatkan P4 dengan bahasa yang dapat difahami dan dimengerti oleh masyarakat.

Dalam dokumen KEHIDUPAN BERAGAMA DAN PEMBANGUNAN NASIONAL (Halaman 59-63)