MUSABAQAH TILAWATIL QUR'AN
B. TUJUAN MTQ 16
Agama dapat memberikan corak seni dan budaya yang telah lama berkembang dalam masyarakat Indonesia. Lewat perwujudan-perwujudan sosio-kultural, agama menjadi kuatan riil dalam proses pembinaan bangsa. Membangun ke-hidupan agama berarti antara lain adalah bagaimana mendi-namisasikan dan memfungsikan perwujudan-perwujudan so-sio-kultural yang dipengaruhi oleh agama tersebut.
Bertitik tolak dari kerangka pemikiran ini, maka aspi-rasi, semangat, daya dan dana umat hendaknya diarahkan da-lam usaha membangun kehidupan agama yang semarak, sehat dan bergairah. Berdasarkan hal inilah, maka penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an mempunyai makna tersendiri da-lam usaha memberikan kesan yang mendada-lam pada setiap nurani umat yang selalu haus dengan keindahan. Dengan de-mikian, Musabaqah Tilawatil Qur'an akan dapat memberikan pengaruh yang terarah pada :
( 1) Usaha pengembangan dan pemerataan keagungan Al-Qur'an. Dengan pengembangan dan pemerataan ini,
di-16) Sambutan Pada Penutupan MTQ Tingkat Nasional Ke XI; Semuang: 14 Juli 1979.
harapkan terbinanya pemantapan akan pemahaman mak-na tuntumak-nan agama dalam kehidupan bangsa.
(2) Usaha penyerapan makna tuntunan agama tersebut me-Jalui "keindahan suara" yang mampu menggugah dan menggetarkan kalbu setiap Muslim. Dengan penyerap-an ini, diharapkpenyerap-an terbinpenyerap-anya jiwa agama dalam kehi-d upan berbangsa kehi-dan bermasyarakat, sebagaimana yang dikehendaki oleh fa]safah Pancasila.
Dari segi lain, MTQ adaJah merupakan arena yang sa-ngat ideal dalam usaha mempertemukan saudara setanah air dan bangsa, melalui kegiatan keagamaan. Dengan upacara ini, diharapkan tumbuhnya kemantapan rasa solidaritas sebagai satu bangsa dan satu tanah afr yang sedang membangun dan ingin meningkatkan taraf kehidupannya. Untuk inilah, pelak-sanaan MTQ merupakan saJah satu kegiatan yang bersifat na-sional yang sangat diperlukan dalam usaha pembinaan kesa-tuan dan persakesa-tuan bangsa, yang kokoh, kuat, dengan di-dasari oleh suatu keyakinan yang mantap.
Selain itu, MTQ merupa.k.an manifestasi dari kecinta-an umat Islam terhadap Al-Qur'kecinta-an. Sebab dengkecinta-an hkecinta-anya membacanya saja sudah merupakan ibadah, yang kemudian seharusnya ditingkatkan dengan pemahaman dan pengamalan dengan sebaik-baiknya.
Mempelajari isi AI-Qur'an dan mengajarkan kepada orang lain serta mengamalkan isinya, sudah teptu nilai iba-dahnya akan lebih tinggi lagi, lebih-lebih dalam mempertinggi mutu akhlak dan ketaqwaan seseorang. Dalam sebuah Hadist disebutkan yang artinya:
"Yang terbaik di antara kamu ialah orang-orang yang mempelajari Qur'an dan yang mengajarkannya kepada orang lain".
Dengan akhJak dan rasa taqwa yang tinggi yang diben-tuk oleh AI-Qur'an, umat yang menjadi bagian terbesar dari
penduduk Indonesia, diharapkan akan memberikan arti yang lebih besar lagi bagi berhasilnya pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur, yang merata material dan spiritual, berdasarkan Pancasila.
-Suatu hal yang sangat membanggakan hati bahwa dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an dari tahun ke tahun ialah adanya dukungan yang spontanitas dari masyara-kat yang mencerminkan kehidupan bangsa yang beragama.
Musabaqah Tilawatil Qur'an sejak pertama kali diada-kan sampai sekarang ini, tetap berjalan lancar dan terus
men-~apat dukungan yang luas dari masyarakat, bahkan semakin melembaga dalam masyarakat Indonesia.
Dalam hubungan ini, dapat dimengerti apabila dari ka-um Muslimin, khususnya daerah-daerah menghendaki agar frekuensi penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an ting-kat nasional dilaksanakan sekali dalam tiap dua tahun, dan daerah-daerah tetap diberi kesempatan untuk menjadi penye-lenggara Musabaqah Tilawatil Qur'an Nasional. Anjuran Pe-merintah agar frekuensi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat nasional dilaksanakan tiga tahun sekali, dan agar diadakan di Jakarta saja, adalah semata-mata atas pertim-bangan untuk peningkatan mutu dan efesiensi pelaksanaan, berhubung di Jakarta segala fasilitas yang diperlukan diang-gap sudah tersedia, dengan demikian dilihat dari segi biaya-pun sangat menguntungkan.
Namun hal itu tidak berarti kesempatan untuk daerah-daerah menjadi tuan rumah penyelenggara Musabaqah Ti-lawatil Qur'an Tingkat Nasional sudah tertutup sama sekali.
Sesuai dengan rekomendasi dari Musyawarah Nasional Lem-baga Pengembangan Tilawatil Qur'an yang pertama, di Semarang, beberapa hari yang lalu, disarankan agar Musa-baqah Tilawatil Qur'an tingkat Nasional tetap diadakan dua tahun sekali dan daerah-daerah tetap diberi kesempatan.
Hal lain yang perlu pula mendapat perhatian LPTQ ia-lah side effect dari kegiatan MTQ. Diantara side effect dari kegiatan MTQ yang sangat menonjol ialah tumbuhnya ber-bagai macam cabang kesenian LPTQ. Dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga kesenian atau sanggar-sanggar ke-senian lain hendaknya dapat mendorong dan mengarahkan pertumbuhan cabang-cabang kesenian tersebut, sehingga arah dan corak kesenian itu, tetap sejalan dengan jiwa agama dan kepribadian bangsa sesuai dengan nilai luhur dan moral Pancasila. Kita tidak menghendaki perkembangan cabang-cabang kesenian keagamaan bersifat eksklusif dan tidak mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia, dan apalagi bertentangan dengan Pancasila.
Satu hal yang selalu diharapkan pelaksanaan Musaba-qah Tilawatil Qur'an Tingkat Nasional dari tahun ke tahun hendaknya terus ditingkatkan, baik dari segi penyelenggaraan, penilaian Dewan Hakim, dan mutu para peserta yang akan menjadi pembaca terbaik, maupun pengaruhnya bagi kehi-dupan beragama di Indonesia. Dalam hubungan ini peranan anggota Dewan Hakim ikut menentukan bagi tercapainya ke-inginan tersebut. Pengalaman dalam beberapa Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat Nasional di masa lalu memberikan pelajaran bahwa para anggota Dewan Hakim masih perlu be-kerja lebih keras, tekun dan hati-hati dalam melakukan tu-gasnya.19
Dewan Hakim harus lebih teliti dan cermat dalam mem-berikan penilaian terhadap para peserta sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, sehingga dapat dihindari kemung-kinan timbulnya kesan-kesan dapat dihindari kemungkemung-kinan timbulnya kesan-kesan yang tidak diharapkan dari para kon-tingen dan masyarakat luas terhadap mutu Qori dan Qori-ah yang terpilih menjadi pem baca terbaik.
19) Sambutan Pada Pelantilcan Dewan Hakim MTQ Nasional Ke XI; Searang: 1 Juli 1979.
Dalam kaitan ini maka perlu dipahami, mengapa saya ingin mengemukakan pula di sini bahwa sekarang para ang-gota Dewan Hakim hampir seluruhnya diambilkan dari dae-rah, sedangkan dari pusat hanya satu orang. Langkah ini un-tuk memberi kesempatan yang lebih luas kepada daerah-da-erah dalam keanggotaan Dewan Hakim. Dengan adanya ke-bijaksanaan baru dalam komposisi anggota Dewan Hakim ini, diharapkan tidak ada lagi suara-suara dari daerah, seakan-akan daerah kurang diberi kesempatan dalam komposisi ang-gota Dewan Hakim. Namun dalam hubungan dengan komposi-si Dewan Hakim yang sekarang ini, harus diingat jangan sam-pai menumbuhkan semangat daerahisme, sehingga anggota De-wan Hakim yang bersangkutan hnya memikirkan bagaimana anggota kontingennya dapat keluar sebagai pembaca terbaik.
Jika semangat ini muncul, maka sudah dapat dipastikan pe-nilaian yang obyektif oleh anggota Dewan Hakim kepada pa-ra Qori dan Qoriah tidak akan dapat diperoleh.
Oleh karena itu, diharapkan kepada para anggota De-wan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur'an Tingkat Nasional agar memperhatikan hal-hal berikut ini:
(I) Dalam memberikan penilaian hendaknya para hakim bersikap obyektif, dan melepaskan diri dari kepentingan perorangan, golongan dan pengaruh kedaerahan;
(2) Selain bersikap obyektif, hendaknya lebih cermat dan hati-hati dalam memberikan penilaian, sesuai dengan bi-dang dan keahlian masing-masing, seperti bibi-dang lagu dan suara, tajwid, adabut tilawah sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan;
(3) Hal lain yang juga perlu diperhatikan, hendaknya se-bagai anggota Dewan Hakim dapat bekerja sama dalam arti tidak bertindak sendiri-sendiri dan keputusan yang akan diam bil harus dilakukan dengan suatu permusya-waratan guna memperoleh manfaat, sehingga melahir-kan keputusan yang dapat dipertanggung jawabmelahir-kan;
( 4) Demikian pula, para anggota Dewan Hakim hendak-nya ikut menciptakan suasana yang dapat meningkatkan fungsi dan peranan MusabaqahTilawatil Qur'an Nasio-nal, sebagai wadah pemupukan ukhuwwah lslamiyah dan untuk memantapkan kerukunan hidup antar umat beragama, serta untuk kokohnya kesatuan dan persatu-an bpersatu-angsa.