• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tujuan Pendidikan Rasulullah

Dalam dokumen Paradigma Pendidikan Islam (Halaman 36-39)

Membangun Kembali Paradigma Pendidikan Islami Sebuah Konsep Awal

3.1. Tujuan Pendidikan Rasulullah

Setiap pendidikan memiliki tujuan yang sama, yaitu menciptakan manusia-manusia unggul sebagimana diterang-kan terdahulu. Pendidikan Barat memandang manusia unggul apabila ia memiliki kemampuan yang memadai dalam kekuatan fisik dan intelektualnya dan hal ini lebih cendrung menonjolkan aspek-aspek material yang menjadi dasar pemikiran Barat. Namun konsep manusia unggul yang akan diciptakan oleh pendidikan Rasulullah berbeda dengan konsep manusia unggul manapun, karena manusia unggul menurut pendidikan Rasulullah adalah manusia yang memiliki keunggulan secara menyeluruh, yaitu memiliki keunggulan fisik, keunggulan jiwa (spiritual) dan keunggulan intelektual. Pendidikan Rasulullah tidak hanya membina keunggulan fisik saja sebagaimana pendidikan model kemiliteran Romawi, keunggulan spiritual saja sebagaimana model pendidikan para rohaniawan India atau keunggulan intelektual saja sebagaimana model pendidikan para filosof Yunani. Pendidikan Rasulullah telah melahirkan manusia-manusia unggul dalam fisik, itulah sebabnya mereka dapat menjadi tentara-tentara kuat yang menakluki Romawi, Persia, Mesir dan sebagian Eropa. Pendidikan ini juga telah melahirkan manusia-manusia unggul kerohaniannya sehingga sanggup mengemban semua penderitaan dalam perjuangan dan menjadi para cendikiawan dan filosof yang dikagumi sehingga menjadi maha guru dunia. Karena kesempurnaan pendidikan inilah yang telah menjadikan Islam sebagai agama yang dianut oleh berbagai kalangan dan tingkatan, baik dia seorang pejuang, tentara, cendikiawan, rohaniawan, politisi dan lainnya, mereka akan mendapatkan kepuasaan pada Islam dengan pendidikannya yang khas.

Pendidikan Rasulullah dengan karakteristiknya telah berhasil melahirkan manusia-manusia unggul dan agung dalam segala bidang kehidupan sebagai tujuan utama semua pendidikan. Namun manusia-manusia unggul yang dilahirkan pendidikan Rasulullah adalah yang terunggul diantara hasil pendidikan dunia, sebelum dan sesudahnya karena mereka adalah himpunan masyarakat yang dididik langsung oleh Allah Sang Pencipta manusia. Walaupun sebelumnya pendidikan Yunani telah melahirkan para filosof seperti Plato, Aristoteles dan lainnya yang menjadi tonggak peradaban Barat, namun pendidikan Rasulullah telah melahirkan para filosof agung yang bukan hanya mampu berfikir, namun mampu mengaplikasikan pengetahuannya dalam kehidupan nyata, bahkan mereka sekaligus menjadi rahib di malam hari dan pejuang di siang harinya (ruhban bi al-lail wa

furshan bi al-nahar).

Keunggulan pendidikan Rasulullah tidak lain disebabkan oleh pandangannya yang benar tentang konsep manusia. Pendidikan Barat menilai manusia adalah sebahagian dari hasil evolusi alam yang keberadaannya secara kebetulan. Dengan teori kebetulan inilah kemudian para pemikir Barat mengembangkan konsep-konsep yang berkaitan dengan asal usul manusia serta tugas dan fungsinya di muka bumi. Akhirnya para pemikir Barat mencoba berbagai bentuk teori yang akhirnya mendatangkan kegagalan demi kegagalan

dalam kehidupan manusia. Teori yang diagungkan hari ini akan dikritik dan dicampakkan oleh pendukungnya sendiri pada masa yang datang. Kegagalan-kegagalan ini tidak lain disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan para pemikir Barat tentang hakikat manusia dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya, hal ini telah mengakibatkan kekecewaan para pengikutnya. Sementara Islam memandang bahwa manusia adalah makhluk tersempurna yang kehadirannya diciptakan Allah dengan tugas-tugas khusus yang menyertainya. Manusia telah diberikan bekal yang sesuai dengan tugas dan fungsinya di muka bumi. Pendidikan Rasulullah mengemban tugas untuk memaksimalkan kemampuan manusia dengan memberikan-nya pengetahuan dan didikan yang terbaik.

Dengan demikian, secara garis besarnya tujuan utama pendidikan Rasulullah adalah:

Pertama,melahirkan manusia-manusia yang mengabdi pada Allah semata (Abd’ Allah).

Sehubungan dengan itu Allah berfirman,

Dan tiadalah aku jadikan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku

( al-Zariat : 56 )

Manusia yang mengabdi pada Allah semata berarti manusia yang telah menyerahkan seluruh kehidupannya kepada Allah. Abd’ dalam bahasa Arab berarti budak yang tidak memiliki kehendak pribadi terhadap semua keinginan-nya, karena terikat dengan kehendak tuannya, jadi jika dikatakan Abd’ Allah, berarti telah menjadi budak Allah, si budak tidak akan menjalankan segala kegiatan kecuali yang diizinkan dan diperintahkan Allah sebagi satu-satunya tuannya. semua keinginan pribadinya harus senantiasa mendapat restu tuannya. Itulah sebabnya di dalam solat seorang Muslim sebagai budak Allah harus mengikrarkan segala yang dilakukannya karena Allah semata sebagaimana disebutkan al-Qur’an :

Katakanlah :”Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah,

Tuhan sekalian alam. (al-An’am : 162)

Penghambaan diri hanya kepada Allah akan menjadikan manusia sebagai makhluk yang terbebas dari segala bentuk perhambaan, baik perhambaan material, perhambaan intelektual dan spiritual. Karena hanya Allahlah satu-satunya Tuan dari segala tuan Yang Kekuasaan dan Kebesarannya tidak tertandingkan yang dapat menjadi tempat bergantung dan meminta bantuan, Yang akan Menentramkan hati hamba-hamba-Nya. Itulah sebabnya penghambaan pada Allah Yang Maha Tunggal akan menjadikan manusia sebagai makhluk yang bebas merdeka dibawah kekuasaan Yang Maha Mutlak.

Penghambaan kepada Allah inilah yang telah menjadikan para didikan Rasulullah sebagai manusia-manusia agung yang berjuang tanpa mengenal lelah untuk menegakkan kebenaran ke seluruh pelosok dunia. Dengan bantuan dan kekuasaan-Nya mereka mendapat kemenangan demi kemenangan yang menabjubkan. Mereka berlomba-lomba dengan semangat yang membara untuk mendapatkan janji-janji Allah, Tuan mereka yang akan memberikan syurga pada mereka.

Kedua, menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi sebagiamana disebutkan al-Qur’an :

Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.

(al-Baqarah : 30)

Khalifah adalah wakil Allah yang akan mengelola dan mengembangkan alam sesuai dengan petunjuk dan kehendak-Nya. Untuk menjadi khalifah, manusia diberi bekal dengan berbagai pengetahuan yang memungkinkan mereka sebagai pengelola alam dan berhadapan dengan berbagai tantangan dan rintangan yang dihadapinya. Pendidikan Rasulullah dengan pendidikan yang diberikannya telah mencetak para khalifah yang mengelola dan memakmurkan alam sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing.

Dengan tujuan yang jelas inilah pendidikan Rasulullah telah melahirkan manusia-manusia unggul sebagai hamba sekaligus khalifah-Nya di muka bumi. Dengan pengetahuan yang mendalam tentang konsep manusia yang sebenarnya sebagaimana dikehendaki Sang Pencipta manusia, Pendidikan Rasulullah bukan hanya melahirkan manusia-manusia yang menguasai satu bidang pengetahuan saja sebagaimana keluaran pendidikan selainnya. Karena manusia-manusia seperti ini tidak mungkin diharapkan sebagai manusia unggul yang akan menciptakan kemakmuran di muka bumi. Namun pendidikan ini telah menghasilkan manusia unggul yang memahami hakikat dirinya yang berunsurkan fisik, rohani dan intelektual, sehingga mereka menjadi al-insan al-kamil, yaitu manusia sempurna yang mementingkan aspek fisik, rohani (jiwa) dan intelektual. Pendidikan Rasulullah telah mendidik fisik, rohani dan intelektual para pelajarnya dengan sempurna sehingga mereka mampu merubah keadaan dunia sekaligus membangun peradaban baru.

Pendidikan Rasulullah telah mencapai tujuannya apabila telah melahirkan manusia-manusia agung yang memiliki semboyan hidup :

Allah Robb kami

Muhammad Rasulullah teladan kami Islam sistem hidup kami

Al-Qur’an dan Sunnah panduan kami

Jihad (perjuangan) di jalan Allah jalan hidup kami Gugur di jalan Allah cita-cita tertinggi kami Syurga tujuan akhir hidup kami

Inilah prinsip hidup para sahabat yang telah dididik Rasulullah sehingga mereka mampu menjadi hamba sekaligus khalifah Allah di muka bumi. Kemanapun mereka pergi, para sahabat senantiasa mengumandangkan semboyan yang telah membuat musuh-musuhnya gentar dan bertekuk lutut. Dan prinsip inilah yang telah menjadikan mereka pengembara-pejuang yang kuburannya tersebar di seluruh pelosok dunia, dari Arab, Afrika sampai Eropa dan Cina.

Dalam dokumen Paradigma Pendidikan Islam (Halaman 36-39)

Dokumen terkait