• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I : PENDAHULUAN

D. Tujuan Penelitian

Adapun hasil yang hendak dicapai dari penelitian ini agar terjawabnya semua permasalahan yang dirumuskan yaitu:

1. Mengetahui perencanaan pembelajaran kurikulum Al-Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School.

2. Mengetahui penerapan kurikulum Al-Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School.

3. Mengetahui Evaluasi dari kurikulum Al-Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School.

4. Mengetahui faktor pendukung dan penghambat penerapan kurikulum Al- Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School serta upaya yang dilakukan dalam menanggulangi hambatan.

E. Manfaat/Signifikasi Penelitian

Hasil penelitian ini, diharapkan dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis.

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan memperkaya khazanah keilmuan dan memberikan pengembangan ilmu dalam kajian implementasi kurikulum Al-Azhar Kairo yang diterapkan di Indonesia.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi para praktisi di lembaga pendidikan. Bagi pihak yang diteliti ( SD Azhari Islamic School Lebak Bulus) maupun pihak lainnya. hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran-saran dan masukan untuk menyempurnakan dan meningkatkan kualitas pembelajaran kurikulum Al- Azhar Kairo.

F. Kerangka Teori

Teori yang akan digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini, yakni tentang kurikulum adalah sebagai berikut:

Harold B Alberty (1965) memandang kurikulum sebagai semua kegiatan yang diberikan kepada siswa di bawah tanggungjawab sekolah ( all

of the activities that are provided for the student by the school).14 Sedangkan menurut pendapat Ronald C Doll dalam bukunya Ali Mudofir“ The Curriculum of a school is the formal and informal content and process by which learner gain knowledge and understanding, develop, skills and alter attitude appreciations and values under the auspice of that school”

(kurikulum sekolah merupakan muatan dan proses baik formal maupun informal yang diperuntukkan bagi pembelajar untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman, mengembangkan keahlian dan mengubah apresiasi sikap dan nilai dengan bantuan sekolah).15

Menurut Harsono, kurikulum merupakan gagasan atau materi pendidikan yang ideal yang diekspresikan dalam praktik kegiatan pembelajaran, termasuk seluruh program pembelajaran yang terencana dari suatu institusi pendidikan.16 Kurikulum bukan hanya materi atau mata pelajaran saja tetapi mencakup semua pengalaman belajar yang dialami siswa dan yang dapat mempengaruhi pribadinya.

Smith yang dikutip oleh Nugriantoro mengatakan bahwa kurikulum adalah “ A sequence of potencial experiencies it set up in the school for the puroses of disciplining children and youth in groups way of thinking and acting” yaitu “ sebuah rangkaian pemberian pengalaman keterampilan yang diatur oleh sekolah untuk memberikan keterampilan kepada anak dan remaja dalam mengembangkan cara berfikir dan bertindak”.17

Ramayulis menyatakan bahwa : “kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan sekaligus sebagai pedoman dalam pelaksanaan pengajaran pada semua jenis dan tingkat pendidikan.”18 Said Hamid Hasan sebagaimana dikutip oleh Suparlan, menganalisis kurikulum dalam empat dimensi sebagai berikut ; Pertama, kurikulum sebagai ide, yaitu sesuatu yang dihasilkan melalui kajian teoritis dan penelitian, khususnya dalam bidang pendidikan dan kurikulum. Kedua, kurikulum sebagai rencana tertulis, yaitu sebagai perwujudan dari kurikulum sebagai ide, yang di dalamnya memuat tujuan, bahan, kegiatan, alat-alat, dan waktu. Ketiga, kurikulum sebagai kegiatan yang merupakan pelaksanaan dari kurikulum sebagai suatu rencana tertulis, misalnya dalam bentuk praktik pembelajaran.

Keempat, kurikulum sebagai hasil, yaitu merupakan konsekuensi dari kurikulum sebagai kegiatan, dalam bentuk ketercapaian tujuan kurikulum,

14 Rusman, Manajemen Kurikulum, Jakarta: Rajawali Press, 2012, hal. 3

15 Ali Mudhofir, Aplikasi Pengembangan Kurikulum tingat Satuan Pendidikan dan Bahan Ajar dalam Pendidikan Agama Islam, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011, hal.1- 2

16 Harsono, Pengantar Problem-Based Learning, Yogjakarta: Medika, 2005, hal. 9

17 Burhan Nugriontoro, Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah : Sebuah Pengantar Teoritis dan Pelaksanaan, Yogyakarta: BFEE, 1988, hal. 4

18 Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam , Jakarta: Kalam Mulia, 2004, hal. 127

atau tujuan belajar, yaitu tercapainya perubahan perilaku peserta didik atau kemampuan tertentu peserta didik.19

Kurikulum disebut sebagai “a plan of learning” yaitu rencana program pembelajaran, tanpa adanya kurikulum yang baik dan tetap maka akan sulit dalam mencapai tujuan dan saran pendidikan yang di cita- citakan.20 Dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan suatu rencana yang di gunakan oleh pemangku pendidikan dalam menyiapkan program pembelajaran, hal ini merupakan bagian dari persiapan pembelajaran.

G. Tinjauan Pustaka

Berdasarkan hasil penelusuran kepustakaan, terdapat beberapa karya ilmiah yang secara spesifik serumpun dengan judul yang diangkat oleh penulis. meskipun objeknya sama yaitu implementasi kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, namun terdapat perbedaan yang mendasar, diantara karya ilmiah tersebut adalah:

1. Tesis yang ditulis oleh Ahmad Abrar Rangkuti. Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara. Dengan judul tesis Penerapan Manajemen Kurikulum pada Kelas Unggulan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Medan, Pembahasan dalam Tesis ini membahas tentang penerapan managemen kurikulum pada kelas unggulan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum pada kelas unggulan di madrasah Aliyah Negeri 1 Medan sedangkan fokus penelitian penulis lebih kepada konsep, penerapan dan evaluasi yang dicapai dari kurikulum Al-Azhar Kairo yang diterapkan di sekolah dasar Islam.

2. Tesis yang ditulis oleh Erna Mufidatus Sholikhah, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2016 dengan judul The Implementation of Cambridge Curriculum On Mathematics Learning at Primary Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqien Grogol Kediri. Tesis ini menguraikan tentang pembahasan berbagai upaya yang dilakukan di pesantren sabilul Muttaqien dalam rangka melaksanakan kurikulumnya melalui penggunaan dan penerapan kurikulum Cambridge pada mata pelajaran matematika Sedangkan tesis yang ditulis penulis membahas tentang penerapan kurikulum kairo pada mata pelajaran bahasa Arab dan Pendidian Agama Islam serta mata pelajaran Tahfidzul Qur‟an.

3. Tesis yang ditulis oleh Aida Rusmilati. Tesis Universitas Muhammadiyah Malang dengan judul tesis Model Kurikulum Integrasi pada Rintisan Seklah Bertaraf Internasional di SMA Negeri 3 Madiun

19 Suparlan, Tanya jawab Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajaran Jakarta: Bumi Aksara, 2011, hal. 40

20 Abdullah, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek, Jakarta: Gaya Media Pratama, 1999, hal. 3

Dalam Tesisnya membahas mengenai model pengembangan kurikulum dengan mengintegrasikan 2 kurikulum yaitu kurikulum nasional dan kurikulum internasional dalam kegiatan belajar mengajarnya. Pada penelitian tersebut Aida Rusmilati lebih fok us pada pelaksanaan penggabungan penggunaan kurikulum yang diadaptasi berbeda halnya dengan penelitian yang ditujukan oleh penulis yaitu membahas tentang penerapan integrasi kurikulum Agama Islam dan kurikulum umum yang diterapkan di sekolah dasar Azhari Islamic School yaitu kurikulum Al- Azhar Kairo yang diadaptasi dari Al-Azhar mesir dan kurikulum Diknas.

4. Tesis yang ditulis oleh Andri Noviatmi Tesis Universitas Negeri Yogyakarta 2015 dengan judul tesis Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Kelas 1 dan IV SD di Kabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2014/2015. Tesis ini membahas tentang model evaluasi yang diterapkan dalam kurikulum 2013 dimana dalam tesisnya menguraikan beberapa komponen dari kurikulum 2013 yang dievaluasi diantaranya kondisi siswa, kondisi guru, kondisi sarana prasarana sekolah, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan penilaian dan hasil penelitian autentik sedangkan yang ditulis penulis pada penelitian ini fokus pada pelaksanaan dan perencanaan pembelajaran serta evaluasi dari kurikulum Al-Azhar Kairo.

Berdasarkan kajian terhadap 4 karya penelitian di atas, penelitian ini berusaha untuk menempatkan posisi yang berbeda dengan penelitian sebelumnya. Dari keempat penelitian di atas, belum ada yang membahas mengenai kurikulum Al-Azhar Kairo yang diadaptasi langsung dari Mesir yang diterapkan oleh SD Azhari Islamic School Lebakbulus, oleh karena itu, penelitian ini akan mengkaji masalah-masalah dengan memfokuskan pada kualitas pendidikan Indonesia yang menerapkan pelaksanaan pembelajaran kurikulum Al-Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School Lebakbulus.

H. Metodologi Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat kualitatif, yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan di lapangan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku yang diamati.21

Dalam penelitian ini adalah sebuah studi yang akan mengungkapkan, menemukan dan menggali informasi tentang perencanaan dan pelaksanaan

21 Lexy J Moeleong, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Bandung, Rosda Karya, 2007, hal. 4

kurikulum Al-Azhar Kairo di Sekolah Dasar Azhari Islamic School dengan menggunakan pendekatan kualitatif.

Lexy J. Moeloeng mengartikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang bermaksud memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alami dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.22

Penelitian kualitatif (Qualitative Reseach) adalah suatu penelitian yang ditunjukkan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, persitiwa, aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok dan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah pada penyimpulan.23 Dalam mendeskripsikan bidang kurikulum dan pengajaran merupakan hal yang cukup penting, mendeskripsikan fenomena-fenomena kegiatan pendidikan, pembelajaran, implementasi kurikulum pada berbagai jenis, jenjang dan satuan pendidikan

Strauss dan Corbin menyatakan bahwa temuan pendekatan kualitatif tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.

Prosedur perolehan temuan diperoleh dengan cara pengamatan dan wawancara, dokumen, buku, kaset video dan bahkan data yang telah dihitung untuk tujuan lain.24

Dari pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data berupa lisan atau tulisan dengan latar penelitian alamiah dengan metode alamiah yang berlandaskan pada filsafat postpositivistik yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa.

2. Metode Penelitian

Sebagaimana yang telah dipaparkan bahwa jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Metode deskripstif sebagaimana yang dijelaskan oleh Moh Nazir adalah suatu metode dalam meneliti suatu kelompok manusia, suatu manusia, objek, kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.25 Sehingga dapat disimpulkan bahwa metode deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan suatu fenomena tertentu dan tidak menguji

22 Andi Prastowo, Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 201.,hal. 23-24

23 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya,2011, hal. 60

24 Anselm Strauss dan Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Terj.

Muhammad Shodiq dan Imam Muttaqien, Yogjakarta: Pustaka Pelajar, 2003, hal. 4

25 Moh. Nazir, Metode Penelitian, Bogor: Ghalia Indonesia, 2011, cet VII, hal. 54

hipotesis tertentu. Dalam penelitian ini, metode ini digunakan untuk mendeskripsikan sistem pembelajaran kurikulum Al-Azhar Kairo yang ada di SD Azhari Islamic School LebakBulus. Di samping mendeskripsikan, peneliti juga akan melakukan analisis dari sistem pembelajaran tersebut, sehingga metode yang digunakan ialah metode deskriptif-analisis.

Dapat diketahui bahwa peneliti akan melakukan penelitian pada suatu tempat tertentu yang telah di pilih, sehingga penelitian ini sejenis dengan penelitian studi kasus ( case study). Studi kasus atau penelitian kasus menurut Masfield sebagaimana yang dikutip oleh Moh. Nasir adalah penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik atau khas dari keseluruhan personalitas.26

Studi kasus merupakan metode untuk menghimpun dan menganalisis data berkenaan dengan sesuatu kasus, sesuatu dijadikan kasus biasanya karena ada masalah, kesulitan, hambatan, penyimpangan, tetapi bisa juga sesuatu dijadikan kasus meskipun tidak ada masalah namun dijadikan kasus karena keunggulan dan keberhasilannya. Kasus ini bisa berkenaan dengan perorangan, kelompok (kerja, kelas, sekolah, etnis, ras, agama, budaya, sosial ,dll) studi kasus diarahkan pada mengkaji kondisi, kegiatan, perkembangan serta factor-faktor penting yang terkait dan menunjang kondisi dan perkembangan tersebut.27

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode dekriptif dengan rancangan penelitian studi kasus ( case study).

3. Sumber /Subyek Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto yang di maksud sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data dapat diperoleh.28 Menurut Lofland dalam buku Lexy J. Moeleong bahwa sumber data kualitatif ialah kata-kata dan tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain- lain.29 Data yang dikumpulkan dalam penelitian diperoleh dari sumber- sumber data. Sumber data yang diperoleh berupa bahan pustaka ataupun orang (informan atau responden). Sumber data dalam penelitian dibagi menjadi dua, yakni data primer dan data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data pokok yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari objek penelitian secara langsung. Sedangkan sumber data sekunder adalah

26 Moh. Nazir, Metode Penelitian... hal, 57

27 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan,… hal. 77-78

28Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:

Rineka Cipta, 2002, hal. 172

29 Lexy J. Moeleong, Lexy J. Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012,hal. 112

sumber data tambahan yang menurut peneliti sebagai penunjang data pokok.30

Berdasarkan pengertian tersebut dapat dimengerti bahwa yang dimaksud dengan sumber data adalah dari mana peneliti akan mendapatkan dan menggali infomasi berupa data-data yang diperlukan dalam penelitian.

Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah :

a. Sumber data primer, yaitu data yang diperoleh dari sumbernya secara langsung. Dan yang menjadi sumber data primer adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, guru bidang kurikulum Al- Azhar, siswa dan walimurid.

b. Sumber data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari data yang sudah ada dan mempunyai hubungan dengan masalah yang diteliti atau sumber data pelengkap yang berfungsi melengkapi data-data yang diperlukan oleh data primer. Antara lain berupa dokumen- dokumen.

4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data yang di butuhkan, peneliti menggunakan beberapa metode, meliputi :

a. Observasi

Observasi adalah kegiatan yang dilakukan langsung di lapangan untuk mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan.31 Metode observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena- fenomena yang di selidiki.32 Ada beberapa macam observasi, meliputi observasi partisipasif, observasi terus terang atau tersamar dan observasi tak terstruktur.33

Teknik observasi yang di gunakan ialah teknik observasi partisipasif, dimana peneliti berinteraksi secara penuh dalam situasi sosial dengan subjek penelitian. Teknik ini digunakan untuk mengamati, memahami peristiwa secara cermat, mendalam dan terfokus terhadap subjek penelitian, secara formal maupun non formal.34

Adapun data yang ingin diperoleh meliputi :

1) Persiapan guru dalam mengajar kurikulum al-Azhar Kairo

hal. 32

30 Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan,Bandung: CV Pustaka Setia,2011,cet xi,

31 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif R &

D) Bandung : Alfabeta, 2009, hal. 310

32 Mahmud, Metode Penelitian ... ,hal. 168

33 A. Muri Yusuf, Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif & Penelitian Gabungan,Jakarta: Kencana,2017, hal. 310

34 Iskandar, Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial,Jakarta : Gaung Persada Press, 2009,cet II. hal. 77

2) Metode yang digunakan, media pembelajaran dan sumber belajar yang digunakan

3) Respon dan antusiasme siswa selama Kegiatan belajar mengajar 4) Teknik evaluasi yang digunakan guru dan keefektifan metode 5) Kegiatan ekstrakurikuler yang terkait dengan pembelajaran

kurikulum al-Azhar Kairo

6) Keadaan dan letak geografis SD Azhari Islamic School Lebak Bulus Jakarta Selatan.

b. Wawancara

Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua pihak yakni pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewe) yang memberikan jawaban atas pertanyaan.35 Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Dalam melakukan wawancara dapat terjadi antara peneliti dengan responden melakukan tanya jawab secaa interaktif maupun secara sepihak.36

Adapun teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara mendalam atau indepth interview. Wawancara mendalam ialah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab dengan bertatap muka antara pewawancara dan informan dengan atau tanpa menggunakan pedoman wawancara.37 Wawancara yang dilakukan secara sistematis dan berdasarkan pada tujuan penelitian. Wawancara dapat dilakukan berulang-ulang sesuai kebutuhan dan diterapkan kepada semua responden.

Dalam hal ini, peneliti akan melakuakn wawancara mulai dari kepala sekolah, waka kurikulum, guru serta peserta didik dan sebagian walimurid untuk mendapatkan data tentang topik yang menjadi tujuan penelitian.

Adapun data-data yang dikumpulkan dengan teknik ini meliputi : 1) Sejarah berdirinya sekolah, prestasi yang pernah diraih oleh

sekolah, kondisi lingkungan sekolah dan peserta didik serta tenaga kependidikan baik guru maupun non guru yang terlibat dalam pelaksanaan kurikulum Al-Azhar Kairo.

2) Konsep kurikulum Al-Azhar Kairo, pelaksanaan serta hasil yang dicapai dalam penerapan kurikulum al-Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School Lebak Bulus Jakarta Selatan.

35 Lexy J. Moeleong, Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung:

Remaja Rosdakarya, 2012, hal. 19

36 Sukardi, metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya , Jakarta:

Bumi Aksara, 2005, hal. 79

37 Andi Prastowo, Metode Penelitian, ... hal, 212

3) Bentuk pembelajaran di kelas serta evaluasi yang dilakukan sebagai aplikasi dalam penerapan kurikulum Al-Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School Lebak Bulus Jakarta Selatan.

c. Dokumentasi

Hasil wawancara dan observasi dapat lebih dipercaya jika didukung dengan bukti-bukti dokumen. Dokumen merupakan catatan mengenai yang telah berlalu. Dokumen yang dikumpulkan berupa tulisan, gambar atau karya-karya monumental dari seseorang.38 Metode ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara.

Metode ini digunakan untuk mengamati catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dalam penelitian ini, teknik dokumentasi akan digunakan untuk meneliti dokumen resmi sehubungan dengan penerapan kurikulum Al-Azhar Cairo di SD Azhari Islamic School Lebakbulus.

Dokumen yang dikumpulkan merupakan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian. Dokumen-dokumen tersebut kemudian ditelaah untuk menguji, menafsirkan atau bahkan untuk meramalkan jawaban dari fokus pada permasalahan penelitian.

5. Teknik Analisis Data

Langkah yang dilakukan setelah pengumpulan data ialah analisis data.

Analisis data kualitatif menurut sugiyono ialah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil pengamatan (observasi), wawancara, catatan lapangan, dan studi dokumentasi, dengan beberapa cara yakni dengan beberapa cara yakni dengan mengorganisasikan data ke dalam sintesis, menysuun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan mana yang akan dipelajari, serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami.39 Analisis data adalah sebuah proses yang dilakukan melalui pencatatan, penyusunan, pengolahan dan penafsiran serta menghubungkan makna data yang ada dalam kaitannya dengan masalah penelitian.40

Metode analisis data dalam penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik, yaitu dengan cara menganalisis data yang didapat dengan memberi pemahaman dan penjelasan secukupnya untuk mendapatkan gambaran dan mempresentasikan data secara sistematis tentang penerapan kurikulum Al-Azhar Kairo di SD Azhari Islamic School Lebakbulus. Cara mendeskripsikan data kualitatif adalah dengan cara menyusun dan mengelompokkan data yanga ada, sehingga memberikan gambaran nyata terhadap responden.

38 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: CV.Alfabeta, 2012, hal, 240

39 Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif...,.hal. 247

40 Nana Sudjana &Awal Kusumah, Proposal Penelitian di Perguruan Tinggi, Bandung : PT Sinar Baru Algensindo, 2000, hal.89

PENYAJIAN DATA

Selama Pasca

PENARIKAN KESIMPULAN/VERIFIKASI

Selama Pasca

Secara umum analisis digambarkan dalam bagan pada Gambar 1a.

bahwa analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi selama bersamaan yaitu : Reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.41 Sehingga proses analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Masa pengumpulan data - - -

REDUKSI DATA

Bagan 1.1 Komponen-Komponen Analisis Data : Model Air

a. Reduksi Data

Reduksi data merupakan analisis yang menajamkan, menggolongkan data dengan cara sedemikian rupa sehingga kesimpulan finalnya dapat ditarik atau diverifikasi.

Data yang diperoleh dari lapangan langsung ditulis dengan rinci dan sistematis setiap selesai mengumpulkan data. Laporan-laporan itu perlu direduksi, yaitu dengan memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus penelitian agar mudah untuk menyimpulkannya. Reduksi data dilakukan untuk mempermudah peneliti dalam mencari kembali data yang diperoleh 42 bila diperlukan serta membantu data yang diperoleh bila diperlukan serta membantu dalam memberikan kode kepada aspek-aspek tertentu.

b. Penyajian Data

Yaitu mengumpulkan data atau informasi secara tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan

41 Matthew B. Miles A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif, Terjemahan Tjeptjep Rohendi Rohidi, Jakarta: UI Press, 1992, hal. 16

42 Nasution, Metode Penelitian Naturalistik-Kualitatif, Bandung: TARSITO, 1988, hal. 129

Antisipasi Selama Pasca

tindakan. Data yang sudah ada disusun dengan menggunakan teks yang bersifat naratif, selain itu bisa juga bersifat matriks, grafik, network dan chart.43 Alur penting dari kegiatan analisis adalah penyajian data. Penyajian ini merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dengan melihat penyajian-penyajian yang ada dapat kita pahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan.

c. Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi

Langkah terakhir dalam proses analisis data adalah penarikan kesimpulan dan juga verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada yang dapat berupa deskripsi atau obyek, hubungan kalusal atau interaktig, hipotesis atau teori. Kesimpulan ini sebagai jawaban atas rumusan masalah yang telah ditetapkan.44 Setelah hasil penelitian telah diuji kebenarannya, maka peneliti dapat menarik kesimpulan dalam bentuk deskriptif sebagai laporan

penelitian.

6. Pengecekan Keabsahan Data

Keabsahan data merupakan unsur penting dalam proses penelitian. Hal ini menjadi jaminan kebenaran dan kevalidan hasil temuan dari penelitian tersebut. Setiap hal temuan harus dicek keabsahannya agar hasil penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan dapat dibuktikan keabsahannya. Untuk pengecekan keabsahan temuan ini yang dipakai peneliti aadalah pendekatan kualitatif.

Dalam penelitian kualitatif , temuan atau data dinyatakan valid jika tidak ditemukan perbedaan antara yang dilaporkan dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Untuk menguji keabsahan data dan ditemukan beberapa metode atau teknik. Sebagaimana yang dijelaskan oleh sugiono, metode tersebut meliputi: uji kredibilitas ( validitas internal), transferability (validitas eksternal), dependability (reliabilitas), dan confirmability (obyektivitas). Dari keempat metode tersebut, uji kredibilitas menjadi metode yang paling utama di antara lainnya.45

Beberapa teknik yang akan digunakan dalam uji kredibiliats dalam penelitian ini adalah

a. Perpanjangan pengamatan

Dengan memperpanjang berarti peneliti kembali ke lapangan, melakukan pengamatan, wawancara kembali dengan sumber data yang

43 Nasution, Metode Penelitian Naturalistik.... , hal. 129

44 Sugiono, Metode Penelitian..., hal. 252

45 Sugiono, Metode Penelitian Kualitatif,... hal. 269-274