• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Uji Statistik Deskripsi

Untuk menggambarkan berbagai karakteristik yang penting pada data mengenai kinerja keuangan perbankan dari 20 bank untuk periode 2011-2015, maka dilakukan analisis statistik deskriptif. Statistik deskriptif dalam penelitian ini menggunakan data asli yang belum menghilangkan satu datapun dan diolah dengan menggunakan data tahunan dari masing-masing variabel penelitian dengan menghitung nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata dan standar deviasi.

dimana hasil uji tersebut disajikan pada Tabel 5.1 berikut ini.

Tabel 5.1 Hasil Uji Statistik Deskriptif

Keterangan N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

Return On Assets 100 -2,82 5,15 1,93 1,48

Capital Adequacy Ratio 100 10,25 61,59 18,80 7,83

Beban Operasional terhadap

Pendapatan Operasional 100 59,93 124,94 83,87 12,12

Net Interest Margin 100 2,78 13,12 5,87 1,95

Non Performing Loan 100 0,00 4,17 1,13 1,04

Loan to Funding Ratio 100 52,39 103,38 82,99 9,26

Giro Wajib Minimum 100 7,56 35,76 15,01 5,84

Dana Pihak Ketiga 100 -27,25 133,66 18,66 27,54

Valid N (listwise) 100

Sumber : Output SPSS

Berdasarkan tabel statistik deskriptif variabel penelitian diatas, maka : 1. Variabel Return On Assets

Variabel Return On Assets dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 1,93% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 1,48%. Nilai ratio Return On Assets terendah (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar 2,82% yang dicapai oleh Bank Harda Internasional pada tahun 2015 sedangkan nilai rasio Return On Assets tertinggi (Maximum) adalah sebesar 5,15% yang dicapai oleh Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2012. Rata-rata kinerja sebesar 1,93 berarti bahwa rata-rata bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015 untuk menghasilkan net income sebesar 1,93% dari setiap satu aktiva yang diinvestasikan. Dengan Standar Deviasi 1,48 menunjukkan bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai kinerja maksimum dan kinerja minimum.

2. Variabel Capital Adequacy Ratio

Variabel Capital Adequacy Ratio dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 18,80% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 7,83%. Nilai ratio Capital Adequacy Ratio terendah (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar 10,25% yang dicapai oleh Bank Mayapada International pada tahun 2014 sedangkan nilai rasio Capital Adequacy Ratio tertinggi (Maximum) adalah sebesar 61,59% yang dicapai oleh Bank Dinar Indonesia pada tahun 2011

berarti bahwa ada kesenjangan yang cukup besar dari Capital Adequacy Ratio maksimum dan Capital Adequacy Ratio minimum.

Dari sebaran data dalam sampel penelitian bahwa Bank Dinar Indonesia pada tahun 2011 yang melenceng jauh dari sebaran data lainnya. Rata-rata Capital Adequacy Ratio sebesar 18,80%

menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kesehatan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015 cukup baik, karena syarat Capital Adequacy Ratio yang ditetapkan BI adalah sebesar 8%.

3. Variabel Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional Variabel Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 83,87% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 12,12%. Nilai ratio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar 59,93% yang dicapai oleh Bank Rakyat Indonesia pada tahun 2012 sedangkan nilai rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (Maximum) adalah sebesar 124,94% yang dicapai oleh Bank Harda Internasional pada tahun 2015 berarti bahwa ada kesenjangan yang cukup besar dari Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional maksimum dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional minimum. Dari sebaran data dalam sampel penelitian bahwa Bank Harda Internasional pada tahun 2015 yang melenceng jauh dari sebaran data lainnya.

4. Variabel Net Interest Margin

Variabel Net Interest Margin dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 5,87% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 1,95%.

Nilai ratio Net Interest Margin terendah (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar 2,78% yang dicapai oleh Bank Agris pada tahun 2014 sedangkan nilai rasio Net Interest Margin tertinggi (Maximum) adalah sebesar 13,12% yang dicapai oleh Bank Tabungan Pensiunan Nasional pada tahun 2012 berarti bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari Net Interest Margin maksimum dan Net Interest Margin minimum.

5. Variabel Non Performing Loan

Variabel Non Performing Loan dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 1,13% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 1,04%.

Nilai ratio Non Performing Loan terendah (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar 0,00% yang dicapai oleh Bank Agris pada tahun 2011 sedangkan nilai rasio Non Performing Loan tertinggi (Maximum) adalah sebesar 4,17% yang dicapai oleh Bank NISP OCBC pada tahun 2012 berarti bahwa tidak ada kesenjangan yang cukup besar dari sebaran nilai Non Performing Loan maksimum dan Non Performing Loan minimum. Rata-rata Non Performing Loan sebesar 1,13% menunjukkan bahwa rata-rata tingkat kesehatan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015 cukup baik,

karenasyarat Non Performing Loan yang ditetapkan BI adalah sebesar 5%.

6. Variabel Loan to Funding Ratio

Variabel Loan to Funding Ratio dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 82,99% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 9,26%. Nilai ratio Loan to Funding Ratio terendah (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar 52,39% yang dicapai oleh Bank Mega pada tahun 2012 sedangkan nilai rasio Loan to Funding Ratio tertinggi (Maximum) adalah sebesar 103,38% yang dicapai oleh Bank Dinar Indonesia pada tahun 2011 berarti bahwa ada kesenjangan yang cukup besar dari Loan to Funding Ratio maksimum dan Loan to Funding Ratio minimum. Dari sebaran data dalam sampel penelitian bahwa Bank Dinar Indonesia pada tahun 2011 yang melenceng jauh dari sebaran data lainnya.

7. Variabel Giro Wajib Minimum

Variabel Giro Wajib Minimum dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 15,01% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 5,84%. Nilai ratio Giro Wajib Minimum terendah (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar 7,56% yang dicapai oleh Bank Harda Internasional pada tahun 2015 sedangkan nilai rasio Giro Wajib Minimum tertinggi (Maximum) adalah sebesar 35,76% yang dicapai oleh Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur pada tahun 2012

berarti bahwa terdapat kesenjangan yang cukup besar dari Giro Wajib Minimum maksimum dan minimum. Dari sebaran data dalam sampel penelitian bahwa Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur pada tahun 2012 yang melenceng jauh dari sebaran data lainnya.

8. Variabel Dana Pihak Ketiga

Variabel Dana Pihak Ketiga dengan jumlah data (N) sebanyak 100 selama periode 2011-2015, memiliki nilai rata-rata (Mean) sebesar 18,66% dengan standar deviasi (Std. Deviation) sebesar 27,54%. Nilai ratio Dana Pihak Ketiga terendah (Minimum) pada periode tersebut adalah sebesar -27,25% yang dicapai oleh Bank Negara Indonesia pada tahun 2015 sedangkan nilai rasio Dana Pihak Ketiga tertinggi (Maximum) adalah sebesar 133,66% yang dicapai oleh Bank Dinar Indonesia pada tahun 2013 berarti bahwa ada kesenjangan yang cukup besar dari Dana Pihak Ketiga maksimum dan Dana Pihak Ketiga minimum. Dari sebaran data dalam sampel penelitian bahwa Bank Dinar Indonesia pada tahun 2013 yang melenceng jauh dari sebaran data lainnya.