URUSAN PEMERINTAH DAERAH
DINAS PENDIDIKAAN
C. SEKRETARIAT DAERAH
2. URUSAN KESEHATAN
A.KONDISI UMUM
Kesehatan merupakan salah satu urusan wajib pemerintah daerah yang diselenggarakan untuk memenuhi hak setiap warga negara Indonesia yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan Hal ini ditegaskan dalam amanat Undang-Undang Dasar1945 pasal 28 H ayat (1) yang berbunyi “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Melalui pembangunan urusan kesehatan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya agar kesehatan dapat dinikmati secara merata oleh semua warga masyarakat. Pembangunan kesehatan ini memegang peranan yang sangat penting dalam peningkatan kualitas SDM Urusan kesehatan menjadi prioritas pembangunan daerah seperti yang tercantum dalam RPJMD 2010-2015 dengan sasaran yaitu meningkatnya derajat kesehatan masyarakat
Melihat pencapaian hasil pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan serta memperhatikan isu-isu strategis pembangunan daerah, maka capaian prioritas indeks pembangunan kesehatan (HDI) Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2015 dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat diuraikan sebagai berikut :
Peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH)
Peningkatan derajatkesehatan ditandai dengan Angka Harapan Hidup, dimana Umur Harapan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2015 adalah 68,9 tahun.Usia harapan Hidup (UHH) merupakan salah satu indikator yang menggambarkan status kesehatan masyarakat yang mengalami peningkatan dari 68,4 tahun 2011. Adapun target MDG’s yang harus dicapai pada tahun 2015 adalah 69,8 tahun. Dibandingkan dengan UHH Propinsi Sumatera Barat pada tahun 2015 ini telah mencapai 70,02 tahun dan UHH tingkat nasional tahun 2015 yaitu 70,01 tahun Adapun perkembangan capaian UHH di Kabupaten Pesisir Selatan selama tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
Sumber : Dinas Kesehatan, tahun 2015
Gambar 4.4. Cakupan Usia Harapan Hidup (UHH) Kabupaten Pesisir Selatan dibandingkan
dengan Propinsi dan Pusat Periode Tahun 2011-2015
Peningkatan indikator Usia harapan Hidup (UHH) dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat (HDI) tidak terlepas dari faktor- faktor yang mempengaruhi keberlangsungan peningkatan UHH yaitu:
1. Menurunnya jumlah kematian ibu maternal (AKI) per 100.000 kelahiran hidup;
2. Menurunnya jumlah kematian bayi (AKI) per 1.000 kelahiran hidup; 3. Menurunnya prevalensi bayi baru lahir rendah (BBLR)
4. Menurunnya kasus gizi kurang balita dengan Tinggi Badan (TB) pendek; 5. Meningkatnya persalinan oleh tenaga kesehatan;
6. Meningkatnya capaian imunisasi dasar lengkap bayi;
7. Meningkatnya kondisi sanitasi dasar masyarakat termasuk peningkatan penyediaan sumber air bersih;
8. Meningkatnya ketersediaan obat pelayanan kesehatan dasar (PKD)masyarakat;
9. Menurunnya kasus Malaria, DBD, ISPA;
10. Meningkatnya penemuan kasus TB paru (Suspect TB Paru);
11. Meningkatnya pelayanan kesehatan usia lanjut melalui sarana pelayanan kesehatan dan Posyandu Lansia;
12. Menurunnya konsumsi rokok bagi usia produktif.
70.1 70.1 70.1 70.1 70.1 69.76 70.02 70.02 70.02 70.02 67.59 67.88 67.92 68.13 68.9 66 66.5 67 67.5 68 68.5 69 69.5 70 70.5 2011 2012 2013 2014 2015 Pusat Propinsi Pessel
Penurunan Angka Kematian Ibu Maternal (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB )
Upaya peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak melalui kegiatan peningkatan kesehatan ibu dan anak selama tahun 2015 telah berhasil menurunkan jumlah kematian ibu maternal dan jumlah kematian bayi dan anak balita serta meningkatkan usia harapan hidup.
Selama tahun 2015 tidak terjadi perubahan jumlah kematian bayi, walaupun angkanya meningkat dari 40 orang pada tahun 2014 menjadi 42 orang pada tahun 2015, karena diimbangi terjadinya peningkatan angka kelahiran. Sementara itu jumlah kematian ibu maternal terjadi penurunan dari 6 pada tahun 2014 menjadi 5 pada tahun 2015. Apabila di konversikan kepada angka kematian ibu maternal, maka AKI tahun 2015 adalah 55,2/100.000 dari target 108/100.00 KH dan AKB yaitu 4,6/1.000 KH dari target 27/1.000 KH.
Kondisi atau cakupan jumlah kematian ibu maternal dan jumlah kematian bayi selama tahun 2011 sampai dengan 2015 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.6
Cakupan Jumlah Kematian Ibu Maternal dan Bayi Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2011-2015
No. Indikator Cakupan
2011 2012 2013 2014 2015
1. Jumlah Kematian Ibu (Org) 9 9 6 6 5 2. AKI/100.000 KH 108 106 71 69,5 55,2 3. Jumlah Kematian Bayi (Org) 104 97 73 40 42 4. AKB/1.000 KH 12 11 9 4,6 4,6
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2015
Berdasarkan tabel diatas, maka selama periode tahun 2011 sampai dengan 2015 terjadi trend perkembangan penurunan jumlah kematian ibu maternal (AKI) dan jumlah kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pesisir Selatan. Hal ini berarti pelaksanaan program dan kegiatan peningkatan usaha kesehatan ibu dan program pendamping telah mampu menurunkan AKI dan AKB, sehingga untuk pencapaian target MDG’s tahun 2015 Kabupaten Pesisir Selatan yaitu untuk indikator AKI yaitu 23/100.000 KH dan AKB 9/1.000 KH sudah tercapai, dan tinggal mempertahankan dan kalau perlu meningkatkan upaya pemeliharaan dan peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi.
Penurunan Balita Kekurangan Gizi
Selama tahun 2015 dari pelaksanaan program peningkatan gizi masyarakat ini didapatkan capaian program dimana terjadinya penurunan prevalensi balita kurang gizi buruk (gizi buruk dan gizi kurang) yaitu 6,6 % dibawah target < 15 % dan sebanyak 15 orang balita gizi buruk mendapat perawatan. Sebagai salah satu indikator peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan, maka selama periode tahun 2011 sampai dengan 2015 ini terjadi penurunan kasus kekurangan gizi pada balita seperti dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.7
Perkembangan Kasus Balita Kekurangan Gizi di Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2011-2015
No. Indikator Cakupan
2011 2012 2013 2014 2015
1. Balita Kurang Gizi (%) 11,7 10,4 8,3 8,9 6,6 2. Balita Gizi Buruk dapat
perawatan (%) 100 100 100 100 100
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2015
Berdasarkan tabel diatas, maka selama tahun 2011 -2015, maka kasus balita dengan kekurangan gizi telah mengalami penurunan, sehingga upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama kasus kurang gizi pada balita dapat di turunkan, sehingga untuk target tahun 2015 target tersebut akan tercapai.
Penurunan Prevalensi Kasus Penyakit Menular dan Peningkatan Penyehatan Lingkungan dan Sanitasi Dasar Masyarakat
Program ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi penderita penyakit infeksi dan menular bagi masyarakat serta dampak bencana dan kejadian luar biasa (KLB) penyakit, yaitu prevalensi penderita penyakit DBD, Malaria, TB Paru, ISPA, Diare, Kusta, Filariasis dan penyakit infeksi dan menular lainnya serta peningkatan kondisi penyehatan lingkungan dan sanitasi dasar masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan. Selama tahun 2011 - 2015, maka pelaksanaan program dan kegiatan telah dapat mencapai target, meskipun adapula yang belum mencapai target. Adapun perkembangan keberhasilan pelaksanaan program ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 4.8
Perkembangan Penurunan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan serta Sanitasi Dasar Masyarakat
di Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2011-2015
NO INDIKATOR
KINERJA
REALISASI
2011 2012 2013 2014 2015
1. Succes rate TB Paru 96 94 94 95,04 96,4 2. Succes rate Malaria 100 100 100 100 100 3. Succes rate DBD 99,8 98,3 99,7 99,66 100 4. Succes rate Diare 100 98,3 99,7 99,66 100
Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan tahun 2015
Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa pencapaian program dan kegiatan pencegahan penyakit menular dan kesehatan lingkungan serta sanitasi dasar masyarakat telah mampu menurunkan prevalensi beberapa penyakit menular seperti DBD, Malaria, Diare, ISPA, TB Paru, Difteri, dsb walaupun secara target masih ada yang perlu ditingkatkan untuk tahun yang akan datang. Disamping itu pelaksanaan program pemberian obat Filariasis (kaki gajah) selama tahun 2012- 2015 ini telah berhasil menurunkan kasus penyakit kaki gajah (Filariasis +) menjadi 21 kasus selama tahun 2015. Sementara itu untuk kasus DBD di Kabupaten Pesisir Selatan selama tahun 2015 turun menjadi247 kasus, Kusta dengan 9 kasus, kasus gigitan hewan rabies menjadi 228 kasus dan kasus BTA (+) TB Paru sebanyak 573 penderita dimana sebanyak 57 kasus adalah penderita TB Paru anak-anak.
B.REALISASI PROGRAM DAN KEGIATAN Tabel 4.9 Urusan Kesehatan ANGGARAN REALISASI % 201,884,315,402 98,175,422,519 48.63 A. DINAS KESEHATAN 44,392,471,848 30,731,223,709 69.23
I. PROG. PELAYANAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 1,874,166,800 1,602,837,164 85.52 1. Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik 170,340,000 117,765,282 69.14 2. Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan
Dinas/Operasional 497,718,000 431,072,882 86.61 3. Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan 114,209,200 90,285,250 79.05 4. Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 195,000,000 195,000,000 100.00 5. Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja 13,900,000 13,800,000 99.28 6. Penyediaan Alat Tulis Kantor 76,434,400 76,410,800 99.97 7. Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan 63,488,200 63,320,400 99.74 8. Peny. Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 28,084,000 25,122,100 89.45 9. Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor 81,055,000 65,668,000 81.02 10. Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-undangan 13,600,000 12,750,000 93.75 11. Penyediaan Makanan dan Minuman 149,113,000 128,778,250 86.36 12. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah 106,280,000 85,150,350 80.12 13. Penyediaan Jasa Pengamanan Kantor 11,820,000 11,820,000 100.00 14. Rapat-rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah 166,950,000 127,550,000 76.40 15. Penunjang Operasional Perencanaan dan Pelaporan 105,416,000 88,864,850 84.30 16. Pembinaan dan Pengelolaan Aset 80,759,000 69,479,000 86.03
II. 38,000,000 37,942,000 99.85
1. Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor 38,000,000 37,942,000 99.85 III. 50,000,000 49,261,900 98.52 1. Pendidikan dan Pelatihan Formal 50,000,000 49,261,900 98.52 IV. PROG. OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN 2,122,903,000 1,671,677,058 78.74
1. Pengadaan Obat & Perbekalan Kesehatan (DAK dan
Pendamping) 1,754,159,000 1,514,071,408 86.31 2. Peningkatan Pemerataan Obat dan Perbekalan Kesehatan 348,623,000 141,550,650 40.60 3. Penunjang DAK 20,121,000 16,055,000 79.79
BELANJA (Rp)
1. URUSAN KESEHATAN
PROG. PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA APARATUR