RPJMD Kota Payakumbuh Tahun 2012 2017 I 82018, kaidah pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan
2007 2008 2009 2010 2011 1 Usaha Mikro (unit) 11.421 11.993 12.592 13.222 13
2 Usaha Kecil (unit) 4.043 4.245 4.458 4.680 4.914 3 Usaha Menengah (unit) 197 199 199 200 200 Sumber : Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian & Perdagangan Kota Payakumbuh, 2012
Perkembangan Usaha Mikro dan Kecil di Kota Payakumbuh periode 2007-2011 sangatlah dinamis dan kecenderungan meningkat, sedangkan pada Usaha Menengah tidak mengalami perubahan yang signifikan. Perubahan yang terjadi, lebih disebabkan kepada mekanisme pasar, seperti persaingan, kehadiran produk sejenis dan daya beli masyarakat. 16. Penanaman Modal
Sesuai dengan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2008, capaian program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka menyelenggarakan urusan penanaman modal selama tahun 2007- 2011 dapat dilihat pada Tabel 2.55.
Tabel 2.55
Pencapaian Indikator Kinerja Kunci-Urusan Penanaman Modal Kota Payakumbuh Tahun 2007-2011
No. Indikator Satuan Capaian Kinerja
2007 2008 2009 2010 2011 1 Realisasi penanaman
modal dalam negeri
Milyar Rp - - 453,00 493,00 526,08 2 Kenaikan/Penurunan Nilai Realisasi PMDN % - - - 8,84 6,70
3 Perda yang mendukung iklim usaha
Perda 1 1 3 7 7
4 Rata-rata lama proses perizinan
Hari 8 8 8 5 3
Sumber: Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Payakumbuh Penyelenggaraan urusan penanaman modal di Kota Payakumbuh mulai dikelola oleh SKPD khusus yaitu sejak terbentuknya Kantor Penanaman Modal dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu pada tahun 2009. Dan pada tahun 2012 kedua kantor ini telah bergabung menjadi Badan Penanaman Modal Daerah dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Dengan Pelayanan kedua SKPD tersebut iklim investasi di Kota Payakumbuh mengalami peningkatan. Untuk mendukung iklim usaha di Kota Payakumbuh telah ditetapkan beberapa regulasi berupa peraturan dearah sepanjang tahun 2007-2010. Kemudian sejak tahun 2009 nilai investasi di Kota Payakumbuh tercatat sebesar Rp.453 Milyar, kemudian meningkat menjadi Rp.493,05 milyar (8.84%) tahun 2010 dan menjadi Rp 526,08 milyar (6,70) pada tahun 2011.
d e fg hi
ot
jej kjlmmuu
noj npn 2012
-201
q II -63 Rata-rata lama proses perizinan investasi lebih hemat waktu sejak berdirinya Kantor Penanaman Modal dan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu dimana pada tahun 2007 rata-rata lama proses perizinan selama 8 (delapan) hari, kemudian turun menjadi 5 (lima) hari pada tahun 2010 dan menjadi 3 (tiga) hari pada 2011.17. Kebudayaan
Program dalam bidang kebudayaan pada tahun – tahun sebelumnya meliputi festival seni budaya dan pelestarian situs dan kawasan cagar budaya, berupa kegiatan :
a. Penyelenggaraan festival seni dan budaya
Pada tahun 2009 dilaksanakan 19 kali festival seni budaya dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 22 kali festival seni dan budaya.
b. Pelestarian benda, situs dan kawasan cagar budaya
Di Kota Payakumbuh jumlah benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan dibandingkan dengan total benda, situs dan cagar budaya yang dimiliki sampai tahun 2010 sebesar 22%
18. Pemuda dan Olah Raga
Program dan kegiatan untuk kalangan muda sangat diperlukan untuk mencetak generasi muda yang sehat dan energik. Kondisi kepemudaan di kota Payakumbuh :
a. Jumlah organisasi pemuda
Di Kota Payakumbuh sampai tahun 2010 terdapat 10 organisasi kepemudaan yang dibina oleh Pemerintah.
b. Jumlah organisasi olahraga
Di Kota Payakumbuh sampai tahun 2010 terdapat 24 pengurus cabang organisasi olahraga.
c. Jumlah kegiatan kepemudaan
Di Kota Payakumbuh tahun 2009 terdapat 3 kegiatan kepemudaan dan pada tahun 2010 terdapat 2 kegiatan kepemudaan.
d. Jumlah kegiatan olahraga
Pada tahun 2009 terdapat 4 kegiatan olahraga dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 6 kegiatan.
e. Gelanggang/Balai Remaja
Sampai tahun 2010 terdapat 5 gelanggang/balai remaja yang terdapat di Kota Payakumbuh
f. Lapangan olahaga
Sampai tahun 2010 terdapat 5 lapangan olahraga remaja yang terdapat di Kota Payakumbuh
r s tu vw
ot
xsx yxz{muu
|}x |~n 2012
-201
II -64 19. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam NegeriPada tahun 2011 untuk urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dilaksanakan pada dua SKPD terkait, yaitu : Badan Kesatuan Bangsa dan Penanggulangan Bencana Daerah dan Kantor Satpol Pamong Praja. Adapun dalam pelaksanaan pelayanan terhadap masyarakat meliputi :
a. Pembinaan Wawasan Kebangsaan, Politik dan Kerukunan Beragama 1) Peningkatan Toleransi dan kerukunan dalam kehidupan
beragama dengan penyelenggaraan pembinaan dan pengawasan terhadap aliran kepercayaan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) bagi Toga, Tomas, LSM untuk lima kecamatan.
2) Menciptakan kebersamaan dan solidaritas sesama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) / Organisasi Masyarakat (ORMAS) / Tokoh Masyarakat (TOMAS) dengan peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial dikalangan masyarakat melalui pertemuan sebanyak 225 orang.
3) Menumbuhkembangkan wawasan kebangsaan bagi Tokoh Masyarakat (TOMAS) / Tokoh Agama (TOGA) / Tokoh Adat (TODAT) / Organisasi Intra Sekolah (OSIS) dan Karang Taruna melalui peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa bagi 419 orang.
4) Terjalinnya kemitraan antara 25 Partai Politik dengan Pemerintah Kota melalui Koordinasi forum-forum diskusi politik.
b. Pengendalian Ketertiban dan Keamanan Lingkungan
1) Peningkatan peranan dan fungsi anggota Muspida dan Pejabat Pemerintah Daerah sebagai fasilitator, mediator dan komunikator bagi segenap lapisan masyarakat melalui pengendalian keamanan lingkungan bersama.
2) Peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan untuk mewujudkan deteksi dini hambatan tantangan ancaman dan gangguan dibidang politik, ekonomi, sosial, pertahanan keamanan dan ketertiban masyarakat.
3) Menciptakan pengendalian kemanan lingkungan dalam rangka Mewujudkan lingkungan masyarakat kota Payakumbuh yang bebas penyakit masyarakat dengan operasional Tim-7.
4) Pelaksanaan kegiatan penegakkkan perda keputusan Kepala Daerah dan penanggulangan Trantibum sebanyak 200 kali melalui peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan.
ot
muu
n 2012
-201
II -65 5) Meningkatkan pengembangan kemampuan kesamaptaan beladiri70 orang aparat Pol PP melalui kerjasama pengembangan kemampuan aparat polisi Pamong Praja dengan TNI/Polri dan kejaksaan.
6) Rasio jumlah Polisi Pamong Praja per 10.000 penduduk
7) Polisi Pamong Praja adalah Aparat Pemerintah Daerah yang melaksanakan tugas Kepala Daerah dalam memelihara dan menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum, menjalankan peraturan daerah dan keputusan daerah. Rasio jumlah polisi pamong praja per 10.000 penduduk mencerminkan kapasitas dan kemampuan Pemerintah Daerah untuk menjamin, memelihara, menjalankan ketenteraman dan ketertiban umum serta penegakan peraturan daerah. Semakin tinggi rasio jumlah Pamong Praja, maka akan semakin besar ketersediaan Polisi Pamong Praja daerah dalam memberikan pelayanan penyelenggaraan pemerintahan daerah penegakan peraturan daerah. Berikut rasio Polisi Pamong Praja Kota Payakumbuh Tahun 2007-2011.
Tabel 2.56
Rasio Jumlah Polisi Pamong Praja Tahun 2007 – 2011 Kota Payakumbuh
No Uraian Tahun
2007 2008 2009 2010 2011