GAMBARAN RADIOGRAFI STAFNE’S BONE CAVITY PADA
MANDIBULA
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi
Oleh :
MUSFIRAH AIMI BT MOHAMED SOFIANNUDIN NIM : 050600156
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan tim penguji skripsi
Medan, 16 Agustus 2010
Pembimbing : Tanda Tangan
TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim pengu ji pada tanggal 16 Agustus 2010
TIM PENGUJI
KETUA : Trelia Boel, drg., M.Kes., Sp. RKG ANGGOTA : 1. H. Amrin Thahir, drg
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kepada Tuhan Allah yang Esa, oleh karena berkat dan kasih kurniaNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dalam rangka memenuhi kewajiban untuk diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperolehkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
Rasa hormat, cinta dan terima kasih yang tidak terhingga penulis tujukan kepada keluarga tercinta, ayahanda Mohamed Sofiannudin Bin Hasnan dan ibunda Afidah Bt Talib yang telah mengorbankan moril dan materil demi membesarkan, mendidik penulis dengan penuh kesabaran serta selalu mendoakan dan memberi kasih sayang di setiap waktu. Tidak lupa kepada kakanda Mohamed Mukhriz dan adinda Zetty Amni karena terus memotivasi penulis. Kepada datuk penulis Haji Talib Bin Haji Ismail dan nenek penulis Hajah Rosmah Bt Hj Md Som, terima kasih atas segala rasa cinta dan kasih sayang yang telah penulis rasakan sehingga saat ini.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bimbingan dan pengarahan serta bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dengan setulus hati penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tidak terhingga kepada:
1. Prof. Nazruddin, drg., Ph.D., Sp.Ort, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
3. Trelia Boel, drg. M.Kes.,Sp.RKG sebagai Ketua Departemen Radiologi Dental yang telah membimbing, memberi petunjuk dan pengarahan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
4. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Departemen Radiologi dental Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
5. Teman-teman penulis nurul, arfah, kak azee, yana, sha, ufi serta teman-teman seperjuangan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Akhir kata dengan segala kerendahan hati penulis menyadari keterbatasan pengetahuan dalam penulisan skripsi ini dan semoga skripsi ini memberikan sumbangan pikiran yang berguna bagi kita semua. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi kita. Amin.
Medan, 16 Agustus 2010 Penulis
DAFTAR ISI
BAB 2 DEFENISI, ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI 2.1 Defenisi………..………. 3
2.2 Etiologi……… 4
2.3 Klasifikasi……… 5
BAB 3 GAMBARAN KLINIS, GAMBARAN HISTOPATOLOGIS DAN GAMBARAN RADIOGRAFI 3.1 Gambaran klinis………. 7
3.2 Gambaran histopatologis………... 9
3.3 Gambaran radiografi……… 10
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Diagram skematis klasifikasi Stafne’s Bone Cavity …..……….. 6 2. Gambaran histopatologis jaringan yang dibiopsi konsisten dengan
struktur kelenjar submandibula……… 9 3. Gambaran histopatologis menunjukkan jaringan adipos yang tidak
berkapsul……….. 9
4. Radiografi panoramik menunjukkan lesi yang berbentuk oval, berbatas jelas dan radiolusen……… 10 5. Gambaran CT scan aksial menunjukkan dengan lebih jelas lesi yang
konkaf pada permukaan lingual mandibula…….….………. 11 6. Gambaran MRI menunjukkan kavitas pada mandibula terisi dengan
jaringan-jaringan yang berasal dari kelenjar submandibula………….. 12 7. Radiografi lateral menunjukkan lesi berbentuk ovoid dan
radiolusen………..……….…..….. 13 8. Gambaran aksial CT scan menunjukkan lesi setebal 1mm dan terlihat
konkaf dari permukaan korteks lingual mandibula……....……… 14 9. Radiografi CT scan menunjukkan lesi berada di bawah kanal alveolar
inferior……… 14 10.Gambaran MRI menunjukkan kelenjar submandibula ekspansi ke
11.Gambaran MRI menunjukkan dengan lebih jelas kelenjar submandibula ekspansi ke kavitas dan posisinya………..……… 15 12.Radiografi panoramik menunjukkan lesi berdekatan dengan sudut
mandibula, dibawah kanal alveolar inferior dan tidak berkontak dengan gigi geligi……….……….. 16 13.Gambaran CT scan potongan parasagital dari sudut mandibula……… 17 14.Gambaran Multiplanar Reformatting (MPR) menunjukkan rekonstruksi
dari imej CT scan……… 18 15.Gambaran rekonstruksi 3D mandibula menunjukkan dengan lebih jelas
bentuk dan diameter Stafne’s Bone Cavity………. 18 16.Radiografi panoramik pasien menunjukkan lesi yang berada di sudut
mandibula……….. 19 17.Gambaran CT scan bukolingual mengesahkan Stafne’s Bone Cavity….. 20
Fakultas Kedokteran Gigi Departemen Radiologi Dental
Tahun 2010 Musfirah Aimi binti Mohamed Sofiannudin
Gambaran Radiografi Stafne’s Bone Cavity pada Mandibula Viii + 23 halaman
Stafne’s bone cavity merupakan suatu kavitas pada mandibula yang biasanya
berisi kelenjar submandibula dan sering dijumpai oleh dokter gigi sewaktu pemeriksaan radiografi intraoral. Edward Stafne merupakan orang pertama yang melaporkan 35 kasus Stafne’s bone cavity menyatakan lesi ini adalah kista palsu karena menyerupai kista pada gambaran radiografi intraoral, berbentuk bulat atau ovoid, berbatas jelas, unilokular dan radiolusen.
Para ahli setuju, etiologinya disebabkan oleh localized pressure atrophy oleh kelenjar submandibula sehingga menghasilkan kavitas yang konkaf dan terbuka pada permukaan lingual mandibula. Lesi ini diklasifikasikan berdasarkan hubungan antara garis terluar lesi dan plat kortikal bukal. Lesi bersifat asimptomatis, sering terjadi pada pria yang rata-rata berumur sekitar 53 tahun. Kebanyakannya terjadi pada daerah sudut mandibula yaitu dibawah kanal dental inferior dan tidak dijumpai pembengkakan di daerah tersebut. Gambaran radiografi menunjukkan lesi terlihat radiolusen, berbatas jelas, berbentuk bulat atau ovoid, unilokular dan posisinya dibawah kanal dental inferior yaitu diantara molar satu dan sudut mandibula. Perawatan lesi ini adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin radiografi, kuretase dan graft tulang.
BAB 1
PENDAHULUAN
Stafne’s Bone Cavity adalah suatu lesi tulang yang ditemukan pada mandibula
dan terlihat menyerupai kista pada gambaran radiografi intraoral. Edward Stafne (1942) merupakan orang pertama yang menemukan kasus Stafne’s bone cavity. Beliau telah melaporkan 35 kasus menyatakan lesi ini menyerupai kista pada gambaran radiografi intraoral, berbentuk bulat atau ovoid, berbatas jelas, unilokular, radiolusen dan posisinya biasanya dibawah kanal mandibula yaitu diantara molar satu dan sudut mandibula.1-13.
Pada mulanya lesi ini diklasifikasikan sebagai kista non odontogenik karena menyerupai kista pada gambaran radiografi intraoral.1,2,3,5,6,8,9. Secara umum, kista didefenisikan sebagai kantung atau kavitas yang dibatasi oleh epitelium (Dorland,1995,pp.209). Lalu pada tahun 1969, Buchner et al menggunakan nama
Stafne’s bone cavity karena lesi ini merupakan suatu kavitas dan bukanlah kista seperti
yang dikatakan karena tidak dibatasi oleh epitelium.1,9.
BAB 2
DEFENISI, ETIOLOGI DAN KLASIFIKASI
2.1 Defenisi
Stafne’s bone cavity diklasifikasikan sebagai lesi tulang yang ditemukan pada
mandibula dan merupakan lesi tulang yang berasal dari kegagalan pembentukan
remodeling korteks mandibula sehingga menghasilkan kavitas dan lesi ini dipenuhi
dengan kelenjar saliva, jaringan adipos, kapiler darah, jaringan limfoid atau bisa juga terdiri dari kavitas yang kosong.1-12,25-27.
Literatur yang ditulis oleh Brad W. Neville dkk, dikatakan bahwa Stafne’s bone
cavity adalah suatu kavitas yaitu akumulasi intraboni dari ruangan yang berisikan
kelenjar saliva, dikelilingi oleh jaringan tulang yang tidak dibatasi epitel ataupun endotelium. Stafne’s bone cavity dikarakteristikkan sebagai kista palsu karena Stafne’s
bone cavity tidak memiliki epitel yang membatasi. 1-3,5,6,8,9.
Edward Stafne (1942) merupakan orang pertama yang menemukan kasus
Stafne’s bone cavity. Beliau telah melaporkan 35 kasus menyatakan lesi ini menyerupai
kista pada gambaran radiografi intraoral, berbentuk bulat atau ovoid, berbatas jelas, unilokular, radiolusen dan posisinya biasanya dibawah kanal mandibula yaitu diantara molar satu dan sudut mandibula. 1-8,9-13. Laporan Stafne didukung oleh Nah KS dkk (2007) menyatakan lesi ini berbentuk bulat atau ovoid, menyerupai kista pada gambaran radiografi intraoral, radiolusen dan posisinya pada sudut mandibula.7. Juga dikenal dengan nama static bone cyst, latent bone cyst, Stafne’s bone cyst,
depression, aberrant salivary gland defect, lingual cortical mandibular bone defect, mandibular embryonic defect dan submandibular salivary gland inclusion. 1-5,8,9,12,27.
2.2 Etiologi
Penyebab yang jelas dari Stafne’s bone cavity masih belum diketahui. Terdapat beberapa teori yang menggambarkan penyebab terjadinya Stafne’s bone cavity:
1.Teori pertama adalah sebagian besar ahli berpendapat bahwa Stafne’s bone cavity adalah hasil dari localized pressure atrophy pada permukaan lingual mandibula oleh kelenjar saliva. Teori ini didukung oleh penemuan gambaran radiografi yang terlihat gambaran radiolusen yang berasosiasi dengan ketiga-tiga kelenjar saliva yaitu kedua-dua kelenjar submandibula dan kelenjar sublingual. Lesi pada daerah posterior lingual melibatkan kelenjar kelenjar saliva submandibula manakala lesi pada daerah anterior melibatkan kelenjar sublingual.2-4,6,9,12.
2.Teori kedua oleh Stafne menyatakan bahwa penyebabnya adalah akibat defisiensi pembentukan tulang pada korteks mandibula yang menyebabkan terbentuknya kavitas dan regio tersebut diisi oleh tisu kelenjar saliva.1,12.
2.3 Klasifikasi
Banyak klasifikasi kista dapat ditemukan pada literatur, akan tetapi klasifikasi dari World Health Organization (WHO) merupakan klasifikasi standar yang harus dipahami. Di dalam skripsi ini, penulis menggunakan klasifikasi kista yang ditetapkan oleh WHO tahun 2005.3.
Menurut Ogunsalu dkk, berdasarkan hubungan antara garis terluar lesi dan plat kortikal bukal, lesi tersebut bisa dibagikan kepada tiga klasifikasi yaitu :
Tipe I : Dasar kavitas tidak sampai mengenai plat kortikal bukal. Tipe II : Dasar kavitas sudah mengenai plat kortikal bukal tetapi tidak ada
ekspansi dan distorsi plat terlihat.
Tipe III : Dasar kavitas sudah mengenai plat kortikal bukal serta terjadinya ekspansi pada plat kortikal bukal.10.
BAB 3
GAMBARAN KLINIS, GAMBARAN HISTOPATOLOGIS DAN
GAMBARAN RADIOGRAFI
3.1 Gambaran Klinis
Umumnya tanda-tanda klinis dari kista tergantung dari besarnya kista tersebut. Kista yang kecil dan belum mendesak tulang rahang tidak memberi tanda-tanda klinis, kista-kista yang kecil hanya dapat diketahui dari gambaran radiografi. Kista yang membesar dan mulai mendesak tulang alveolus baru memberi tanda-tanda klinis berupa benjolan di tulang rahang dan asimetris pada wajah.
Dari laporan kasus Stafne’s bone cavity yang ada, dapat diketahui kebanyakan pasien tidak mengeluhkan rasa sakit (asimptomatis), tidak ada dijumpai pembengkakan namun ada juga kasus minoritas yang mempunyai keluhan sakit serta terdapat pembengkakan sehingga pada pemeriksaan ekstra oral menunjukkan adanya pembengkakan yang menyebabkan wajah asimetris.1-13.
.Dari 35 kasus yang telah dilaporkan dalam literatur, terlihat bahwa Stafne’s
bone cavity memiliki karakteristik yang berdasarkan antara lain sebagai berikut:
1. Umur
Stafne’s bone cavity terjadi pada umur yang bervariasi antara 31 tahun sampai
2. Jenis kelamin
Stafne’s bone cavity lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita, menurut
Philipsen et al. dalam studinya, rasio pria dibanding wanita adalah 6:1. Gomez et al. melaporkan 11 kasus Stafne’s bone cavity mendapati 8 daripada kasus tersebut adalah pria. 1,2,7,8,10,13,16.
3. Lokasi
Umumnya terjadi pada posterior mandibula yaitu di daerah sudut mandibula dengan persentase sebesar 97% (33 dari 34 kasus). 1,2,3-8,9-12,18-21.
4. Simptomatik
Dari 35 kasus yang dilaporkan, hanya ada 25 kasus yang melaporkan ada atau tidak adanya gejala yaitu 48% tidak mengeluhkan adanya pembengkakan ataupun rasa sakit, 32% hanya rasa sakit saja tanpa pembengkakan, 12% mengeluhkan adanya pembengkakan tanpa rasa sakit dan 8% pembengkakan dengan rasa sakit.2,5,6,8-10,13,16,17,26.
3.2 Gambaran Histopatologis
Gambar 2. Jaringan yang dibiopsi konsisten dengan struktur dari kelenjar
submandibula yang normal.4.
Gambaran menunjukkan jaringan yang dibiopsi adalah konsisten dengan struktur kelenjar submandibula yang normal dan tidak dijumpai adanya ciri-ciri sel ganas.
Gambar 3. Gambaran histopatologis menunjukkan jaringan adipos yang tidak berkapsul.4
3.3 Radiografi
Stafne melaporkan secara umum tampilan radiografi Stafne’s bone cavity adalah berbentuk bulat sampai ke bentuk oval yang berbatas jelas. Kondisi ini hanya ditemukan pada mandibula. Biasanya ditemukan pada permukaan lingual mandibula, dibawah persarafan alveolar mandibula yaitu diantara molar pertama dan sudut mandibula.
Dinamakan kavitas karena lesi ini terlihat konkaf dan terbuka pada bagian lingual mandibula. Lesi ini kadang-kadang berpinggir halus dan ditunjukkan sebagai daerah radiolusen yang unilokuler. 1,2,3-8,13-16,18. Terdapat juga kasus yang melibatkan multilokular, kavitas yang bisa mengekspansi tulang dan bisa menyebabkan korteks berbentuk balon serta unilokular tetapi jarang terjadi.
Gambar 4. Gambaran panoramik menunjukkan Stafne’s bone cavity pada kiri mandibula
yang berbentuk oval, berbatas jelas dan radiolusen.3.
Gambar 5. CT scan aksial memperlihatkan dengan lebih jelas lesi pada permukaan
lingual mandibula. 3.
Gambar 6. Gambaran MRI menunjukkan kavitas pada mandibula mengandungi jaringan yang
berasal dari kelenjar submandibula. Pandangan koronal (A) dan pandangan aksial (B).3.
Gambar MRI (A) dari pandangan koronal, tanda panah menunjukkan adanya jaringan yang ekspansi ke dalam kavitas. Gambaran MRI (B) pandangan aksial, tanda panah menunjukkan kavitas terlihat konkaf dan terbuka pada lingual mandibula dan berisi jaringan yang terdiri dari kelenjar submandibula.3.
Bab 4
LAPORAN KASUS STAFNE’S BONE CAVITY, PERAWATAN DAN PROGNOSIS
4.1 LAPORAN KASUS STAFNE’S BONE CAVITY PADA MANDIBULA
Kasus 1
Seorang laki-laki ras Kaukasia berusia 51 tahun dengan penyakit sinus
congestion datang untuk pemeriksaan radiografi dan secara tidak sengaja dijumpai
adanya defek radiolusen pada sudut kanan mandibula. Pasien tidak mengatakan adanya keluhan sakit dan tidak dijumpai adanya pembengkakan pada daerah mandibula.5.
Gambar 7. Radiografi lateral sewaktu pemeriksaan sinus congestion menjumpai daerah radiolusen yang berbentuk ovoid pada
sudut kanan mandibula.5.
Gambar 8. Aksial CT scan menunjukkan lesi setebal 1mm dan terlihat konkaf
dari permukaan korteks lingual mandibula.5.
Pengamatan radiografi CT scan dilakukan untuk melihat lesi tersebut dengan lebih jelas. Gambar 8 menunjukkan lesi setebal 1 mm terlihat konkaf dan terbuka pada permukaan korteks lingual mandibula.5.
Gambar 9. Tanda panah hitam menunjukkan lesi terlihat berada di bawah kanal
Gambar 10. Tanda panah panjang menunjukkan lesi. Tanda panah kecil menunjukkan kelenjar submandibula ekspansi ke dalam kavitas. Kelenjar kontralateral
ditandai dengan (g) untuk perbandingan.5.
Pengamatan radiografi MRI turut dilakukan untuk melihat dengan lebih jelas apakah ada keterlibatan jaringan lunak didalam kavitas, ternyata pada pasien ini terdapat adanya ekspansi kelenjar submandibula ke dalam kavitas. Dari gambar terlihat lesi yang konkaf dan terbuka pada bagian lingual mandibula sehingga terlihat adanya jaringan dari kelenjar submandibula yang berekspansi ke dalam kavitas.5.
Gambar 11. Gambaran MRI menunjukkan dengan lebih jelas kelenjar submandibula ekspansi ke dalam kavitas. Tanda panah putih panjang menunjukkan posisi
Literatur menunjukkan pemeriksaan radiografi secara CT scan dan MRI sudah mencukupi untuk mendiagnosa Stafne’s Bone Cavity ini dan para ahli bersepakat untuk tidak melakukan pembedahan karena lokasi lesi yang berada di bawah dan berhampiran dengan dental kanal inferior. Pasien dinasihati untuk menjalani pemeriksaan rutin untuk melihat perkembangan lesi tersebut.5.
Kasus 2
Seorang laki-laki ras Kaukasia berusia 71 tahun datang ke Klinik Universitas Katolik Portugis di Portugal untuk menjalani pemeriksaan rutin dental. Pasien memiliki riwayat kesehatan umum yang baik, tidak terdapat riwayat medis yang perlu
dipertimbangkan. Pemeriksaan intraoral dijumpai adanya bilateral linea alba pada mukosa bukal, karies dan periodontitis kronis. Palpasi dilakukan pada servikal dan fasial nodus limfatik adalah asimptomatis.12.
Gambar 12. Radiografi panoramik menunjukkan lesi berhampiran dengan sudut mandibula,
Orthophantomogram digital menunjukkan gambaran radiolusen, berbatas jelas yaitu berdiameter 12 mm, lokasinya di regio kiri posterior mandibula berhampiran dengan sudut mandibula dan dibawah dental kanal inferior tanpa kontak dengan gigi geligi manapun.12.
Gambar13 . (A) Potongan parasagital dari sudut mandibula menunjukkan lesi berbentuk oval dan berbatas
jelas. (B) Potongan koronal pada mandibula menunjukkan adanya lesi yang konkaf.12.
Gambar 14. (C) Gambaran Multiplanar reformatting (MPR) menunjukkan rekonstruksi dari imej CT scan. (D) Potongan transverse mandibula menunjukkan dengan lebih jelas keberadaan lesi.12.
Gambaran radiografi menunjukkan teknik Multiplanar Reformatting (MPR) yaitu rekonstruksi dari imej CT scan, dari MPR ini dapat dilihat dengan lebih jelas posisi lesi dibawah kanal inferior alveolar dan lesi terbuka serta konkaf. Gambar 14 (C) tanda panah hitam menunjukkan lesi yang berbentuk bulat dan radiolusen, tanda panah putih menunjukkan kanal inferior alveolar. Gambar 14 (D) lesi terlihat konkaf dan terbuka pada permukaan korteks lingual mandibula.12.
Gambar 15. CT scan 3D pada mandibula menunjukkan dengan lebih jelas bentuk dan diameter Stafne
Gambaran 3D mandibula menunjukkan imej kavitas yang konkaf dan terbuka di daerah lingual mandibula, unilokular dan berbentuk oval dengan diameter 2-3 cm ini dapat dikonfirmasi dengan lebih jelas dan tepat menggunakan analisis CT scan.
Walaupun Stafne’s Bone Cavity merupakan lesi yang statis dan tidak mempunyai ciri-ciri tumor jinak atau ganas namun pasien dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan rutin untuk melihat perkembangan lesi tersebut.12.
Kasus 3
Seorang laki-laki ras Kaukasia datang ke Fakultas Pergigian Trinidad dengan tujuan melakukan implan untuk protesa penuh. Pemeriksaan klinis menunjukkan pasien sehat tanpa adanya asimetri fasial dan tiada limfadenopati. Pemeriksaan intraoral menunjukkan atrofi mandibula dan maksila. Pasien menjalani pemeriksaan panoramik dan dijumpai kavitas atau lesi berbentuk oval menyerupai foramen mentale yg berada di alveolar ridge, berbatas jelas, radiolusen dan letaknya di daerah kiri mandibula yaitu di bawah kanal inferior alveolar.10.
Untuk menegakkan diagnosa dilakukan CT scan dan hasilnya terlihat lesi yang konkaf dan terbuka pada permukaan lingual mandibula. Berdasarkan CT scan, dapat dipastikan tidak ada keterlibatan jaringan lunak ataupun abnormalitas pada tulang.10.
Gambar 17. Gambaran CT scan bukolingual menunjukkan lesi yang konkaf pada bagian lingual
mandibula tersebut konsisten dengan Stafne’s Bone Cavity.10.
4.2 Perawatan Stafne’s Bone Cavity
Stafne’s Bone Cavity ini merupakan lesi yang statis yaitu tidak akan membesar
dikeluarkan dan dikuret sampai bersih dan boleh juga dilakukan perawatan graft tulang untuk memperbaiki tulang yg berkavitas tersebut.4.
4.3 Prognosis Stafne’s bone cavity
BAB 5
KESIMPULAN
Stafne’s bone cavity diklasifikasikan sebagai lesi tulang yang ditemukan pada
mandibula dan merupakan lesi tulang yang berasal dari kegagalan pembentukan
remodeling korteks mandibula sehingga menghasilkan kavitas. Lesi ini dipenuhi
dengan kelenjar saliva, jaringan adipos, kapiler darah, jaringan limfoid atau bisa juga terdiri dari kavitas yang kosong.
Karakteristik Stafne’s bone cavity adalah terjadi pada variasi umur antara 31 tahun sampai dengan 78 tahun. Lesi ini lebih banyak terjadi pada pria dibanding wanita dan umumnya terjadi pada posterior mandibula yaitu di daerah sudut mandibula. Lesi ini bersifat asimptomatis dan biasanya terdeteksi tanpa disengaja sewaktu pemeriksaan radiografi intraoral. Bersifat statis dan tidak menunjukkan ciri-ciri tumor jinak atau ganas.
Gambaran radiografi Stafne’s bone cavity menunjukkan kavitas berbentuk bulat sampai ke bentuk oval yang berbatas jelas. Lesi ini terlihat konkaf dan terbuka pada bagian korteks lingual mandibula. Lesi ini kadang-kadang berpinggir halus dan ditunjukkan sebagai daerah radiolusen yang unilokuler. Biasanya lesi ini berada di sudut mandibula yaitu di bawah kanal dental inferior. Terdapat juga kasus yang melibatkan multilokular, kavitas yang bisa mengekspansi tulang dan bisa menyebabkan korteks berbentuk balon serta unilokular tetapi jarang terjadi.
Stafne’s Bone Cavity biasanya bersifat asimptomatis dan tidak ada ciri-ciri
DAFTAR RUJUKAN
1. Shear M. Cysts of the Oral Regions, 3rd ed. Philadelphia : Wright, 2007 :171-78. 2. White SC, Pharoah MJ. Oral Radiology Principles and Interpretation, 5th ed.
California : Mosby Elsevier, 2007 : 650-55.
3. Segev Y, Puterman M, Bodner L. Stafne bone cavity-magnetic resonance imaging. Journal of Medical Oral Pathology 2006 ; 11 : 345-7.
4. Drage NA, Renton T, Odell EW. Atypical Stafne Bone Cavity. Journal of Clinical Radiology Extra 2003 ; 58 : 51-53.
5. Branstetter BF, Weissman JL, Kaplan SB. Imaging of A Stafne Bone Cavity:What MR Adds and Why A New Name Is Needed. American Journal of Neuroradiology 1999 ; 20 : 587-589.
6. University of Rochester Medical Center : Neuroradiology Case of The Week.
7. Nah KS, Jung YH, Cho BH. Unusual Stafne bone cavity mimicking infected cyst or neural origin tumor. Korean Journal of Oral and Maxillofacial Radiology 2007 ; 37 : 221-3.
(13Disember2009).
8. Dolanmaz D, Etoz OA, Pampu AA, Kilic E, Sisman Y. Diagnosis of Stafne’s bone cavity with dental computerized tomography. Europe Journal of General Medicine 2009 ; 6 : 42-45.
Stafne’s cavity with unusual location in the mandibularanterior area. Med Oral Patol Oral Cir Bucal 2005 : 10 : 173-9.
10.Ogunsalu C, Pillai K, Barclay S. Radiological Assessment of Type II Stafne Idiopathic Bone Cyst in a Patient Undergoing Implant Therapy. A Case Report. West Indian Med Journal 2006 : 55(6) : 447-9.
11.Dunfee BL, Sakai O, Pistey R, Gohel A. Radiological and Pathologic Characteristics of Benign and Malignant Lesions of the Mandible. Radiographics 2006 : 26 : 1751-68.
12.Arauja F, Marques T, Correla A, Silva A, Tinaca J. Differential Diagnosis of a Salivary Gland Bone Defect by Means of Computerized Tomography: A Case Report. Journal of Rev Odonto Cienc 2009 : 24 (2) : 218-20.
13.Schroeder JW: Stafne’s Bone Cavity. MedPix.
14.Shafer GW et all. A textbook of oral Pathology. 4th ed. USA : WB Saunders, 1983: 258.
15.Whaites E. Essentials of dental radiography and radiology, 4th ed. Philadelphia : Saunders Elsevier, 2007 : 353-55.
16.Campos PSF, Panella J, Crusoc-Rebello IM, Azevedo RA, Pena N, Cunha T. Mandibular ramus-related Stafne’s bone cavity. Dentomaxillofacial Radiology 2004 ; 33 : 63-66.
18.PubMed, University of Pitsburgh Medical Center. Imaging of a Stafne Bone Cavity: what MR adds and why a new name is needed. Department of Radiology 1999.
19.Lanucci JM, Howerton LJ. Dental Radiography Principles and Techniques. 3rd ed. Philadelphia : Saunders Elsevier Mosby, 2006 : 409-20.
20.Shigematsu H, Suzuki S, Osuga T, Okumura Y, Fujita K. A Radiographical Classification of Stafne’s Bone Cavity. Journal of Oral Radiology 1993 :9(2) : 1-3.
21.Shimizu M, Osa N, Okamura K, Yoshiura K. CT Analysis of the Stafne’s Bone Defects of the Mandible : Research. British Journal of Dentomaxillofacial Radiology 2006 : 35 : 95-102.
22.Minowa K, Kobayashi I, Matsuda A, Ohmori K, Kurokawa Y, Inoue N, Totsuka Y, Nakamura M. Static Bone Cavity in the Condylar Neck and Mandibular Notch of the Mandible : A Case Report. Australian Dental Journal 2009 : 54(1) : 49-53.
23.Minowa K, Inoue N, Izumiyama Y, Ashikaga Y, Chu B, Maravilla KR, Totsuka Y, Nakamura M. Static Bone Cavity of the Mandible : Computed Tomography Findings with Histopathologic Correlation : A Case Report. Journal of Acta Radiologica 2006 : 47(7) : 705-9.
25.Ariji E, Fujiwara N, Tabala O, Nakayama E, Kanda S, Shiratsuchi Y, Oka M. Stafne’s Bone Cavity.Classification Based on Outline and Content Determined by Computer Tomography : A Case Report. Journal of Oral Surgery Oral Medicine Oral Pathology 1993 : 76(3) : 375-80.
26.Underbrink M, Pou A, Quinn Jr FB, Ryan MW. UTMB. Odontogenic Cysts and Tumors. Department of Otolaryngology/Head and Neck Surgery 2002.
2009).
27.Wikipedia. Stafne Defect.
2009)
28.Imaging Consult. Stafne’s Bone Cavity.