GAMBARAN RADIOGRAFI DARI DENTIN DYSPLASIA
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi
syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi
Oleh :
ANDREW N.M SIPAYUNG NIM : 050600149
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Fakultas Kedokteran Gigi
Departemen Radiologi Dental
Tahun 2011
Andrew Naro Mario Sipayung
Gambaran radiografi dari dentin dysplasia
viii + 21
Dentin dysplasia merupakan salah satu penyakit kelainan herediter secara
autosomal dominan pada dentin. Menurut Shields Prevalensi individu yang terjadi
pada kasus ini perbandingannya 1:100.000.
Secara klinis gambaran dentin dysplasia terlihat normal dan ada perubahan
warna gigi yang kekuning-kuningan. Secara radiografi dentin dysplasia tipe I terlihat
kelainan perkembangan pada akar dengan hampir tidak ada pembentukan akar sama
sekali. Dentin dysplasia tipe II terlihat kelainan perkembangan pada morfologi pulpa
dimana terbentuk tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa.
Dentin dysplasia perlu diketahui untuk perawatan dan prognosa terhadap gigi
yang mengalami kelainan pada dentin. Perawatan dentin dysplasia dapat dilakukan
dengan pembuatan prothesa seperti overdenture, partial denture, dental implant dan
restorasi ikatan resin.
PERNYATAAN PERSETUJUAN
Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan
di hadapan tim penguji skripsi
Medan, Juni 2011
Pembimbing : Tanda tangan
TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim penguji
pada tanggal 16 Juni 2011
TIM PENGUJI
KETUA : Trelia Boel, drg., M.Kes., Sp.RKG ...
ANGGOTA : 1. Amrin Thahir, drg ...
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini selesai disusun untuk memenuhi kewajiban penulis
sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi.
Dengan hati yang tulus penulis mengucapkan terima kasih buat Ibunda Retinah
dan Ayahanda Maruba. yang telah menjadi tauladan dan memberikan kasih sayang tanpa
batas. Dan terima kasih kepada Ibu Trelia Boel,drg., M.Kes., Sp.RKG yang telah
meluangkan waktu dan kesabaran dalam membimbing penulis demi selesainya skripsi
ini. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Prof. H. Nazruddin, drg., C.Ort., Sp.ort., Ph.d selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi
Universitas Sumatera Utara.
2. Trelia boel, drg., M.Kes,Sp.RKG selaku pembimbing akademik.
3. Amrin Thahir, drg selaku dosen dan tim penguji skripsi penulis.
4. Lidya Irani Nainggolan, drg selaku dosen dan tim penguji skripsi penulis.
5. Dewi Kartika, drg selaku dosen dan tim penguji skripsi penulis.
6. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Departemen Radiologi Dental dan Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.
7. Saudara – saudarakudan kawan – kawan stb. 2005, serta Kakanda dan Adinda
Akhirnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat memberikan
sumbangan pikiran yang berguna bagi pengembangan disiplin ilmu di Fakultas
Kedokteran Gigi khususnya Departemen Radiologi Dental.
Medan, Juni 2011
Penulis
(Andrew N.M Sipayung)
NIM: 050600149
DAFTAR ISI BAB 3 GAMBARAN RADIOGRAFI DENTIN DYSPLASIA DAN PERAWATAN 3.1 Dentin Dysplasia Tipe I ... 13
3.2 Dentin Dysplasia Tipe II ... 16
3.3 Perawatan ... 17
BAB 4 KESIMPULAN ... 18
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Gambaran Klinis Dentin Dysplasia tipe I ... 4
2. Gambaran klinis Oklusal Dentin Dysplasia tipe I ... 5
3. Gambaran Klinis gigi permanen Dentin Dysplasia tipe II ... 6
4. Gambaran Klinis gigi sulung Dentin Dyplasia tipe II ... 6
5. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I ... 8
6. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I ... 8
7. Gambaran Klinis Dentinogenesis Imperpecta tipe II ... 9
8. Gambaran radiografi bitewing dari Dentinogenesis imperfecta tipe II ... 9
9. Gambaran radiografi panoramik Dentinogenesis imperfecta tipe II ... 10
10.Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun menunjukkan atrisi gigi sulung dan permanen pada maksila ... 11
11.Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun menunjukkan atrisi gigi sulung dan permanen pada mandibula ... 11
12.Gambaran radiografi panoramik Dentinogenesis imperfecta tipe III ... 12
13.Gambaran Radiografi Dentin Dysplasia tipe I ... 14
14.Gambaran radiografi bitewing Dentin Dysplasia tipe I ... 15
15.Radiografi intraoral periapikal menunjukkan obliterasi rongga pulpa ... 15
16.Gambaran radiografi Dentin dysplasia tipe II ... 16
Fakultas Kedokteran Gigi
Departemen Radiologi Dental
Tahun 2011
Andrew Naro Mario Sipayung
Gambaran radiografi dari dentin dysplasia
viii + 21
Dentin dysplasia merupakan salah satu penyakit kelainan herediter secara
autosomal dominan pada dentin. Menurut Shields Prevalensi individu yang terjadi
pada kasus ini perbandingannya 1:100.000.
Secara klinis gambaran dentin dysplasia terlihat normal dan ada perubahan
warna gigi yang kekuning-kuningan. Secara radiografi dentin dysplasia tipe I terlihat
kelainan perkembangan pada akar dengan hampir tidak ada pembentukan akar sama
sekali. Dentin dysplasia tipe II terlihat kelainan perkembangan pada morfologi pulpa
dimana terbentuk tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa.
Dentin dysplasia perlu diketahui untuk perawatan dan prognosa terhadap gigi
yang mengalami kelainan pada dentin. Perawatan dentin dysplasia dapat dilakukan
dengan pembuatan prothesa seperti overdenture, partial denture, dental implant dan
restorasi ikatan resin.
BAB 1 PENDAHULUAN
Dentin adalah jaringan mineralisasi yang merupakan bagian dari gigi yang
bertindak sebagai pelindung meliputi pulpa dan sebagai jaringan pendukung dari enamel
dan sementum. Komposisi dentin terdiri dari 70% mineral, 20% matriks organik, dan
10% terdiri dari air.1 Pembentukan dan perkembangan struktur dentin merupakan hasil
differensiasi dari odontoblas.2 Kelainan dalam pembentukan dari perkembangan struktur dentin disebabkan oleh kelainan genetik, faktor lingkungan, dan kecelakaan.1,3 Salah satu
penyakit kelainan genetik yang terjadi pada dentin adalah dentin dysplasia.1,2,3
Dentin dysplasia pertama kali dikenal dengan nama rootless teeth oleh Ballscmiede dan kemudian dalam sebuah literature disebut dengan dentin dysplasia oleh
Rushton.4,5,6 Dentin dysplasia merupakan kelainan dalam pembentukan dari dentin.
Kelainan ini biasanya diturunkan sebagai suatu sifat gen autosomal yang dominan baik
pada gigi sulung maupun gigi permanen dan merupakan kelainan genetik. Penyakit ini
adalah langka yang dapat mempengaruhi pasien dengan perbandingan 1:100.000.4,5,6
Shields mengklasifikasikan dentin dysplasia ke dalam tipe I dan tipe II. Dentin dysplasia
tipe I sebagai perkembangan gigi dengan mahkota yang normal baik dari bentuk, matriks
dan konsistennya tapi memiliki akar yang pendek, konus dan konstriksi pada ujung
apikalnya, bisa mengenai gigi sulung dan permanen. Dentin dysplasia tipe II hanya
mengenai gigi permanen dengan akar gigi yang terlihat normal tetapi terjadi perubahan
warna coklat keabu-abuan ditambah dengan terbentuknya tanduk pulpa yang berbentuk
Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui klassifikasi dan gambaran klinis
serta radiografi kelainan herediter dentin dysplasia.
Dalam tulisan ini akan diuraikan sedikit tentang dentinogenesis imperfecta
sebagai perbandingan dari kelainan herediter dentin lainnya. Karena secara klinis dentin
dysplasia hampir sama dengan beberapa tipe dentinogenesis imperfecta, tetapi secara
BAB 2
DENTIN DYSPLASIA
Dentin dysplasia adalah penyakit kelainan dentin herediter. Penyakit kelainan
dentin herediter tidak hanya dijumpai pada dentin dysplasia tetapi juga dijumpai pada
dentinogenesis imperfecta sebagai diagnosa banding.1,3
2.1 Definisi
Dentin dysplasia merupakan kelainan dalam pembentukan dari dentin. Kelainan
ini biasanya diturunkan sebagai suatu sifat gen autosomal yang dominan baik pada gigi
sulung maupun gigi permanen dan merupakan kelainan genetik. Penyakit ini adalah
langka yang dapat mempengaruhi pasien dengan perbandingan 1:100.000.4,5,6 Shields
mengklasifikasikan dentin dysplasia ke dalam tipe I dan tipe II. Dentin dysplasia tipe I
sebagai perkembangan gigi dengan mahkota yang normal baik dari bentuk, matriks dan
konsistennya tapi memiliki akar yang pendek, konus dan konstriksi pada ujung apikalnya,
bisa mengenai gigi sulung dan permanen. Dentin dysplasia tipe II hanya mengenai gigi
permanen dengan akar gigi yang terlihat normal tetapi terjadi perubahan warna coklat
keabu-abuan ditambah dengan terbentuknya tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri
pada rongga pulpa.5
2.2 Etiologi
Shields telah mengklasifikasikan dentin dysplasia berhubungan dengan gangguan
genetik. Dentin dysplasia tampaknya terjadi sebagai sifat terisolasi, yang biasanya
kromosom. Mutasi pada gen sialophosphoproprotein dentin (DSPP) menjadi penyebab terjadinya dentin dysplasia.1
2.3 Gambaran Klinis
2.3.1 Dentin Dysplasia Tipe I
Dentin dysplasia dikenal juga sebagai “rootless teeth” karena panjang akar
pendek. Shields menggambarkan dentin dysplasia tipe I sebagai perkembangan gigi
dengan mahkota yang normal baik bentuk, matriks, dan konsistensinya pada gigi sulung
dan gigi permanen.7,8 Tetapi dengan akar yang pendek dan biasanya berbentuk konus,
tajam dan adanya kontriksi pada ujung apikal.7,9
Gambar 2. Gambaran klinis Oklusal Dentin Dysplasia tipe I. 10
2.3.2 Dentin Dysplasia Tipe II
Dentin dysplasia tipe II memiliki tampilan klinis dan radiografi yang berbeda.
Pada gigi sulung terlihat tampilan yang kekuning-kuningan yang translusen. Pada gigi
permanen memiliki warna coklat keabu-abuan. Ciri khas pada tipe ini adalah akar gigi
Gambar 3. Gambaran Klinis gigi permanen Dentin Dysplasia tipe II.5
Gambar 4. Gambaran Klinis gigi sulung Dentin Dyplasia tipe II.1
2.4 Diagnosa Banding
Dentinogenesis imperfecta (DGI) merupakan diagnosa banding dentin dysplasia
karena sama-sama merupakan penyakit kelainan dentin herediter.1,3,6,11 Dentinogenesis
predentin yang mengakibatkan dentin sirkumpulpa tidak terbentuk dan tidak teratur. DGI
dapat terjadi sendiri atau gabungan dengan kelainan mesodermal lainnya yaitu
Osteogenesis Imperfecta yang merupakan penyakit kerapuhan tulang.7,12
DGI bisa terjadi pada gigi sulung dan gigi permanen tetapi memiliki dampak yang
lebih parah pada gigi sulung dibandingkan gigi permanen.1,3 Secara klinis dari DGI
ketiga tipe pada umumnya mahkota gigi berbentuk bulbous (bulat seperti lonceng) dan terjadi perubahan warna biru keabu-abuan sampai coklat kekuningan, atrisi, akar gigi
tipis dan pendek, terlihat transparan sesudah pencabutan dan rongga pulpa hilang bila
dilihat secara radiografis. 7,12,13
DGI tipe I merupakan kelainan pada dentin yang terkait dengan Osteogenesis
Imperfecta.6,7,12,13 Ditandai dengan mahkota gigi berbentuk bulbous sebagai akibat penyempitan servikal yang kuat, akar gigi tipis dan pendek.7,12 Ada perubahan warna gigi
dengan warna coklat kekuningan dan atrisi baik pada gigi sulung maupun gigi permanen.
Gambar 5. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I.15
Gambar 6. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I.16
keabu-abuan sampai coklat kekuningan, mahkota bulbous, akar yang sempit, atrisi pada
gigi sulung maupun permanen.1,6,12
Gambar 7. Gambaran Klinis Dentinogenesis Imperpecta tipe II.17
Gambar 9. Gambaran radiografi panoramik Dentinogenesis imperfecta tipe II.6
DGI tipe III memiliki bentuk dan pewarnaan gigi yang variabel, dan berbeda
dengan tipe I dan II. Mahkota gigi cenderung berbentuk bulbous dan sudah atrisi sewaktu
erupsi.12 Secara radiografi, gigi sulung bervariasi dalam penampilan, mulai dari obliterasi
Gambar 10. Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun
Menunjukkan atrisi gigi sulung dan permanen pada maksila.16
Gambar 11. Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun
BAB 3
GAMBARAN RADIOGRAFI DENTIN DYSPLASIA DAN PERAWATAN
Dentin dysplasia merupakan kelainan cacat dentin yang jarang terjadi yang
melibatkan dentin dan morfologi akar, dapat terjadi pada gigi sulung dan gigi permanen
atau hanya pada gigi sulung saja.2,7,18
3.1 Dentin dysplasia tipe I
Dentin Dysplasia tipe I secara radiografi menunjukkan kelainan perkem bangan
akar dengan hampir tidak ada pembentukan akar sama sekali, akar pendek dan biasanya
berbentuk konus, tajam dan adanya kontriksi pada ujung apikal. dan juga ada batu pulpa
besar serta penyumbatan pulpa dari gigi sulung sebelum erupsi.5 Biasanya terjadi
kehilangan pulpa secara menyeluruh untuk gigi permanen. Kehilangan pulpa pada masa
pra-erupsi gigi permanen ditandai oleh bentuk kamar pulpa yang seperti bulan sabit yang
paralel dengan batas sementum enamel. Kalsifikasi pulpa dan obliterasi pulpa biasa
terlihat pada proses kehilangan pulpa. Terdapatnya radiolusen pada periapikal pada gigi
yang tidak karies.9
Dentin dysplasia tipe I terbagi 4 yaitu:
1. Tipe a : Tidak ada perubahan pulpa dan akar, dan biasanya terdapat
radiolusensi pada periradikularnya.
2. Tipe b : Memiliki bentuk pulpa seperti bulan sabit yang pendek secara
horizontal dengan panjang akar hanya beberapa millimeter disertai dengan
3. Tipe c : Terdapat bentuk sisa pulpa seperti bulan sabit baik secara horizontal
maupun vertical berbentuk seperti pulau ditengah dentin dan dengan panjang
akar yang pendek disertai variasi radiolusensi pada periapikalnya.
4. Tipe d : Kamar pulpa dan kanal pulpa kelihatan disertai dengan panjang akar
yang mendekati normal. Terdapat tanduk pulpa pada bagian koronal dari
kanal dan membentuk suatu pembengkakan yang terlokalisasi pada kanal
tetapi masih terjadi pengerutan atau konstriksi pada ujung kanal pulpa dan
terlihat adanya beberapa periapikal radiolusen.8,10
Gambar 14. Gambaran radiografi bitewing Dentin Dysplasia tipe I.8
Secara radiografi kamar pulpa pada gigi sulung hilang seluruhnya tetapi pada gigi
permanen tampak dengan jelas. Kamar pulpa ini digambarkan berbentuk U (U-shaped). Pada radiografi tidak ditemukan adanya kelainan periapikal. Pada gigi permanen
terbentuk tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa. 3,9
Gambar 16. Gambaran radiografi Dentin dysplasia tipe II.1
3.3 Perawatan
Tujuan dari perawatan dentin dysplasia adalah untuk mempertahankan gigi
selama mungkin. Namun, karena akar singkat pendek dan lesi periapikal, gigi memiliki
prognosis yang buruk.9
Dentin dysplasia tipe I dapat dilakukan perawatan dengan pembuatan protesa
BAB 4 KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan
Penyakit kelainan dentin herediter adalah gangguan pada pembentukan dentin
yang bersifat herediter diturunkan secara autosomal dimana terjadi anomali pada struktur
dentin yang bisa mengenai gigi sulung maupun gigi permanen. Penyakit dentin herediter
dibagi menjadi dua bagian besar yaitu dentinogenesis imperfecta tipe I, II, III dan dentin
dysplasia tipe I, tipe II.
DGI tipe I dan II hampir sama yang ditandai dengan adanya perubahan warna gigi
dengan warna coklat kekuningan dan atrisi baik pada gigi sulung maupun gigi permanen,
mahkota berbentuk bulbous (bulat seperti lonceng), penyempitan akar dan terdapat
obliterasi pulpa. Hanya saja DGI tipe I berkaitan dengan penyakit tulang (osteogenesis
imperfecta) dan DGI tipe II tidak disertai dengan osteogenesis imperfecta. Sedangkan
pada DGI tipe III menunjukkan gigi geligi berbentuk bulbous, obliterasi pulpa tidak
terjadi namun terdapat kamar pulpa yang luas dan hanya dikelilingi oleh lapisan tipis
dentin (Shell).1,14
Dentin Dysplasia tipe I ditandai dengan mahkota yang normal tetapi dengan akar
yang pendek dan biasanya berbentuk konus dan kontriksi pada ujung apikal. Biasanya
terjadi kehilangan pulpa secara menyeluruh untuk gigi permanen. Kehilangan pulpa pada
masa pra-erupsi gigi permanen ditandai oleh bentuk kamar pulpa yang seperti bulan sabit
yang paralel dengan batas sementum enamel. Dentin Dysplasia tipe II memiliki tampilan
kekuning-kuningan translusen. Secara radiografi kamar pulpa pada gigi sulung hilang seluruhnya
tetapi pada gigi permanen tampak dengan jelas. Kamar pulpa ini digambarkan berbentuk
U (U-shaped). Pada radiografi tidak ditemukan adanya kelainan periapikal. Pada gigi permanen memiliki warna coklat keabu-abuan ditambah dengan terbentuknya tanduk
pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa. Ciri khas pada tipe ini adalah akar
gigi terlihat normal.3,8 Dentin dysplasia tipe I dapat dilakukan perawatan dengan
DAFTAR RUJUKAN
1. Kim JW, Simmer JP. Hereditary Dentin Defects. Journal of Dental Research 2007; 86(5):392-9.
2. Forestier Isabelle, Molla Muriel, Verloes Alain. The genetic basis of inherited animalies of the teeth: Part 1: Clinical and molecular aspects of non-syndromic dental disorders. European Journal of Medical Genetics 2008; 51: 273-91.
3. Macdougall M, Dong Juan, Carolina AA. Molecular basis of Human dentin disease.
American Journal of Medical Genetics 2006; 140(A):2536-46.
4. Ariyawardana A, Herath C. Dentin dysplasia type I – typical and atypical presentations. Sri Lanka Dental Journal 2008; 38(1): 38-47.
5. P Langlais Robert, S Miller Craig. Atlas berwarna kelainan rongga mulut yang lazim.
Alih bahasa : Budi susetyo. Jakarta : Hipokrates, 1994: 16-7.
6. H. Holappa, P Nieminen, L Tolva. Splicing site mutations in dentin
sialophosphosprotein causing dentinogenesis imperfect type II. European J Oral
Science 2006;114: 381-4.
7. Leal C.T, Martins L.D, Verli F.D. Case report: Clinical, histological and
ultrastructural characterization of type II dentinogenesis imperfecta. European
Archives of Pediatric Dentistry 2010; 11(6): 306-9.
8.
9. C.J Witkop Jr. Amelogenesis imperfecta, dentinogenesis imperfect and dentin
10.Jindal MK, Maheshwari S, Verma R, Toseef Khan M. Comparative study of dentinogenesis in different families of the same topographical region. International Journal of Clinical Pediatric Dentistry 2009; 2(3): 27-34.
11.
12.SVSG Nirmala, N Sivakumar, K Usha. Dentin dysplasia type I with pyogenic granuloma in a 12 year old girl. J Indian Soc Pedod Prevent Dent 2009; 27(2): 131-4. 13.M Hegde, ND Hegde. Dentin dysplasia - A case report. Endodontology 2004; 16:
16-8.
14.Kosinki Ronald W, Chaiyawat Yada, Rosenberg Linda. Localized deficient root
development associated with taurodontism: case report. American Academy of
Pediatric Dentistry 1999; 21(3): 213-5.
15.Toomarian Lida, Mashhadiabbas Fatemeh, Mirkarimi Mahkameh. Dentin dysplasia type I: a case report and review of the literature. Journal of Medical Case Reports 2010; 4(1): 1-6.
16.Yendriwati. Dentinogenesis imperfect. e-USU Repository 2004: 1-9.
17.Guidelines Clinical. Guideline on oral health care/dental management of heritable
dental developmental anomalies. Reference Manual 2010; 32(6): 226-31.
18.Bhandari S, Pannu K. Dentinogenesis imperfect: A review and case report of a family over four generations. Indian J Dent Res 2008; 19(4): 357-61.