• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Radiografi Dari Dentin Dysplasia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Gambaran Radiografi Dari Dentin Dysplasia"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

GAMBARAN RADIOGRAFI DARI DENTIN DYSPLASIA

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi

syarat guna memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Gigi

Oleh :

ANDREW N.M SIPAYUNG NIM : 050600149

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

Fakultas Kedokteran Gigi

Departemen Radiologi Dental

Tahun 2011

Andrew Naro Mario Sipayung

Gambaran radiografi dari dentin dysplasia

viii + 21

Dentin dysplasia merupakan salah satu penyakit kelainan herediter secara

autosomal dominan pada dentin. Menurut Shields Prevalensi individu yang terjadi

pada kasus ini perbandingannya 1:100.000.

Secara klinis gambaran dentin dysplasia terlihat normal dan ada perubahan

warna gigi yang kekuning-kuningan. Secara radiografi dentin dysplasia tipe I terlihat

kelainan perkembangan pada akar dengan hampir tidak ada pembentukan akar sama

sekali. Dentin dysplasia tipe II terlihat kelainan perkembangan pada morfologi pulpa

dimana terbentuk tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa.

Dentin dysplasia perlu diketahui untuk perawatan dan prognosa terhadap gigi

yang mengalami kelainan pada dentin. Perawatan dentin dysplasia dapat dilakukan

dengan pembuatan prothesa seperti overdenture, partial denture, dental implant dan

restorasi ikatan resin.

(3)

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan

di hadapan tim penguji skripsi

Medan, Juni 2011

Pembimbing : Tanda tangan

(4)

TIM PENGUJI SKRIPSI

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan tim penguji

pada tanggal 16 Juni 2011

TIM PENGUJI

KETUA : Trelia Boel, drg., M.Kes., Sp.RKG ...

ANGGOTA : 1. Amrin Thahir, drg ...

(5)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga skripsi ini selesai disusun untuk memenuhi kewajiban penulis

sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi.

Dengan hati yang tulus penulis mengucapkan terima kasih buat Ibunda Retinah

dan Ayahanda Maruba. yang telah menjadi tauladan dan memberikan kasih sayang tanpa

batas. Dan terima kasih kepada Ibu Trelia Boel,drg., M.Kes., Sp.RKG yang telah

meluangkan waktu dan kesabaran dalam membimbing penulis demi selesainya skripsi

ini. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Prof. H. Nazruddin, drg., C.Ort., Sp.ort., Ph.d selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi

Universitas Sumatera Utara.

2. Trelia boel, drg., M.Kes,Sp.RKG selaku pembimbing akademik.

3. Amrin Thahir, drg selaku dosen dan tim penguji skripsi penulis.

4. Lidya Irani Nainggolan, drg selaku dosen dan tim penguji skripsi penulis.

5. Dewi Kartika, drg selaku dosen dan tim penguji skripsi penulis.

6. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Departemen Radiologi Dental dan Fakultas

Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

7. Saudara – saudarakudan kawan – kawan stb. 2005, serta Kakanda dan Adinda

(6)

Akhirnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat memberikan

sumbangan pikiran yang berguna bagi pengembangan disiplin ilmu di Fakultas

Kedokteran Gigi khususnya Departemen Radiologi Dental.

Medan, Juni 2011

Penulis

(Andrew N.M Sipayung)

NIM: 050600149

(7)

DAFTAR ISI BAB 3 GAMBARAN RADIOGRAFI DENTIN DYSPLASIA DAN PERAWATAN 3.1 Dentin Dysplasia Tipe I ... 13

3.2 Dentin Dysplasia Tipe II ... 16

3.3 Perawatan ... 17

BAB 4 KESIMPULAN ... 18

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

1. Gambaran Klinis Dentin Dysplasia tipe I ... 4

2. Gambaran klinis Oklusal Dentin Dysplasia tipe I ... 5

3. Gambaran Klinis gigi permanen Dentin Dysplasia tipe II ... 6

4. Gambaran Klinis gigi sulung Dentin Dyplasia tipe II ... 6

5. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I ... 8

6. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I ... 8

7. Gambaran Klinis Dentinogenesis Imperpecta tipe II ... 9

8. Gambaran radiografi bitewing dari Dentinogenesis imperfecta tipe II ... 9

9. Gambaran radiografi panoramik Dentinogenesis imperfecta tipe II ... 10

10.Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun menunjukkan atrisi gigi sulung dan permanen pada maksila ... 11

11.Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun menunjukkan atrisi gigi sulung dan permanen pada mandibula ... 11

12.Gambaran radiografi panoramik Dentinogenesis imperfecta tipe III ... 12

13.Gambaran Radiografi Dentin Dysplasia tipe I ... 14

14.Gambaran radiografi bitewing Dentin Dysplasia tipe I ... 15

15.Radiografi intraoral periapikal menunjukkan obliterasi rongga pulpa ... 15

16.Gambaran radiografi Dentin dysplasia tipe II ... 16

(9)

Fakultas Kedokteran Gigi

Departemen Radiologi Dental

Tahun 2011

Andrew Naro Mario Sipayung

Gambaran radiografi dari dentin dysplasia

viii + 21

Dentin dysplasia merupakan salah satu penyakit kelainan herediter secara

autosomal dominan pada dentin. Menurut Shields Prevalensi individu yang terjadi

pada kasus ini perbandingannya 1:100.000.

Secara klinis gambaran dentin dysplasia terlihat normal dan ada perubahan

warna gigi yang kekuning-kuningan. Secara radiografi dentin dysplasia tipe I terlihat

kelainan perkembangan pada akar dengan hampir tidak ada pembentukan akar sama

sekali. Dentin dysplasia tipe II terlihat kelainan perkembangan pada morfologi pulpa

dimana terbentuk tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa.

Dentin dysplasia perlu diketahui untuk perawatan dan prognosa terhadap gigi

yang mengalami kelainan pada dentin. Perawatan dentin dysplasia dapat dilakukan

dengan pembuatan prothesa seperti overdenture, partial denture, dental implant dan

restorasi ikatan resin.

(10)

BAB 1 PENDAHULUAN

Dentin adalah jaringan mineralisasi yang merupakan bagian dari gigi yang

bertindak sebagai pelindung meliputi pulpa dan sebagai jaringan pendukung dari enamel

dan sementum. Komposisi dentin terdiri dari 70% mineral, 20% matriks organik, dan

10% terdiri dari air.1 Pembentukan dan perkembangan struktur dentin merupakan hasil

differensiasi dari odontoblas.2 Kelainan dalam pembentukan dari perkembangan struktur dentin disebabkan oleh kelainan genetik, faktor lingkungan, dan kecelakaan.1,3 Salah satu

penyakit kelainan genetik yang terjadi pada dentin adalah dentin dysplasia.1,2,3

Dentin dysplasia pertama kali dikenal dengan nama rootless teeth oleh Ballscmiede dan kemudian dalam sebuah literature disebut dengan dentin dysplasia oleh

Rushton.4,5,6 Dentin dysplasia merupakan kelainan dalam pembentukan dari dentin.

Kelainan ini biasanya diturunkan sebagai suatu sifat gen autosomal yang dominan baik

pada gigi sulung maupun gigi permanen dan merupakan kelainan genetik. Penyakit ini

adalah langka yang dapat mempengaruhi pasien dengan perbandingan 1:100.000.4,5,6

Shields mengklasifikasikan dentin dysplasia ke dalam tipe I dan tipe II. Dentin dysplasia

tipe I sebagai perkembangan gigi dengan mahkota yang normal baik dari bentuk, matriks

dan konsistennya tapi memiliki akar yang pendek, konus dan konstriksi pada ujung

apikalnya, bisa mengenai gigi sulung dan permanen. Dentin dysplasia tipe II hanya

mengenai gigi permanen dengan akar gigi yang terlihat normal tetapi terjadi perubahan

warna coklat keabu-abuan ditambah dengan terbentuknya tanduk pulpa yang berbentuk

(11)

Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui klassifikasi dan gambaran klinis

serta radiografi kelainan herediter dentin dysplasia.

Dalam tulisan ini akan diuraikan sedikit tentang dentinogenesis imperfecta

sebagai perbandingan dari kelainan herediter dentin lainnya. Karena secara klinis dentin

dysplasia hampir sama dengan beberapa tipe dentinogenesis imperfecta, tetapi secara

(12)

BAB 2

DENTIN DYSPLASIA

Dentin dysplasia adalah penyakit kelainan dentin herediter. Penyakit kelainan

dentin herediter tidak hanya dijumpai pada dentin dysplasia tetapi juga dijumpai pada

dentinogenesis imperfecta sebagai diagnosa banding.1,3

2.1 Definisi

Dentin dysplasia merupakan kelainan dalam pembentukan dari dentin. Kelainan

ini biasanya diturunkan sebagai suatu sifat gen autosomal yang dominan baik pada gigi

sulung maupun gigi permanen dan merupakan kelainan genetik. Penyakit ini adalah

langka yang dapat mempengaruhi pasien dengan perbandingan 1:100.000.4,5,6 Shields

mengklasifikasikan dentin dysplasia ke dalam tipe I dan tipe II. Dentin dysplasia tipe I

sebagai perkembangan gigi dengan mahkota yang normal baik dari bentuk, matriks dan

konsistennya tapi memiliki akar yang pendek, konus dan konstriksi pada ujung apikalnya,

bisa mengenai gigi sulung dan permanen. Dentin dysplasia tipe II hanya mengenai gigi

permanen dengan akar gigi yang terlihat normal tetapi terjadi perubahan warna coklat

keabu-abuan ditambah dengan terbentuknya tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri

pada rongga pulpa.5

2.2 Etiologi

Shields telah mengklasifikasikan dentin dysplasia berhubungan dengan gangguan

genetik. Dentin dysplasia tampaknya terjadi sebagai sifat terisolasi, yang biasanya

(13)

kromosom. Mutasi pada gen sialophosphoproprotein dentin (DSPP) menjadi penyebab terjadinya dentin dysplasia.1

2.3 Gambaran Klinis

2.3.1 Dentin Dysplasia Tipe I

Dentin dysplasia dikenal juga sebagai “rootless teeth” karena panjang akar

pendek. Shields menggambarkan dentin dysplasia tipe I sebagai perkembangan gigi

dengan mahkota yang normal baik bentuk, matriks, dan konsistensinya pada gigi sulung

dan gigi permanen.7,8 Tetapi dengan akar yang pendek dan biasanya berbentuk konus,

tajam dan adanya kontriksi pada ujung apikal.7,9

(14)

Gambar 2. Gambaran klinis Oklusal Dentin Dysplasia tipe I. 10

2.3.2 Dentin Dysplasia Tipe II

Dentin dysplasia tipe II memiliki tampilan klinis dan radiografi yang berbeda.

Pada gigi sulung terlihat tampilan yang kekuning-kuningan yang translusen. Pada gigi

permanen memiliki warna coklat keabu-abuan. Ciri khas pada tipe ini adalah akar gigi

(15)

Gambar 3. Gambaran Klinis gigi permanen Dentin Dysplasia tipe II.5

Gambar 4. Gambaran Klinis gigi sulung Dentin Dyplasia tipe II.1

2.4 Diagnosa Banding

Dentinogenesis imperfecta (DGI) merupakan diagnosa banding dentin dysplasia

karena sama-sama merupakan penyakit kelainan dentin herediter.1,3,6,11 Dentinogenesis

(16)

predentin yang mengakibatkan dentin sirkumpulpa tidak terbentuk dan tidak teratur. DGI

dapat terjadi sendiri atau gabungan dengan kelainan mesodermal lainnya yaitu

Osteogenesis Imperfecta yang merupakan penyakit kerapuhan tulang.7,12

DGI bisa terjadi pada gigi sulung dan gigi permanen tetapi memiliki dampak yang

lebih parah pada gigi sulung dibandingkan gigi permanen.1,3 Secara klinis dari DGI

ketiga tipe pada umumnya mahkota gigi berbentuk bulbous (bulat seperti lonceng) dan terjadi perubahan warna biru keabu-abuan sampai coklat kekuningan, atrisi, akar gigi

tipis dan pendek, terlihat transparan sesudah pencabutan dan rongga pulpa hilang bila

dilihat secara radiografis. 7,12,13

DGI tipe I merupakan kelainan pada dentin yang terkait dengan Osteogenesis

Imperfecta.6,7,12,13 Ditandai dengan mahkota gigi berbentuk bulbous sebagai akibat penyempitan servikal yang kuat, akar gigi tipis dan pendek.7,12 Ada perubahan warna gigi

dengan warna coklat kekuningan dan atrisi baik pada gigi sulung maupun gigi permanen.

(17)

Gambar 5. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I.15

Gambar 6. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I.16

(18)

keabu-abuan sampai coklat kekuningan, mahkota bulbous, akar yang sempit, atrisi pada

gigi sulung maupun permanen.1,6,12

Gambar 7. Gambaran Klinis Dentinogenesis Imperpecta tipe II.17

(19)

Gambar 9. Gambaran radiografi panoramik Dentinogenesis imperfecta tipe II.6

DGI tipe III memiliki bentuk dan pewarnaan gigi yang variabel, dan berbeda

dengan tipe I dan II. Mahkota gigi cenderung berbentuk bulbous dan sudah atrisi sewaktu

erupsi.12 Secara radiografi, gigi sulung bervariasi dalam penampilan, mulai dari obliterasi

(20)

Gambar 10. Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun

Menunjukkan atrisi gigi sulung dan permanen pada maksila.16

Gambar 11. Gambaran klinis Dentinogenesis imperfecta tipe III pada umur 6 tahun

(21)
(22)

BAB 3

GAMBARAN RADIOGRAFI DENTIN DYSPLASIA DAN PERAWATAN

Dentin dysplasia merupakan kelainan cacat dentin yang jarang terjadi yang

melibatkan dentin dan morfologi akar, dapat terjadi pada gigi sulung dan gigi permanen

atau hanya pada gigi sulung saja.2,7,18

3.1 Dentin dysplasia tipe I

Dentin Dysplasia tipe I secara radiografi menunjukkan kelainan perkem bangan

akar dengan hampir tidak ada pembentukan akar sama sekali, akar pendek dan biasanya

berbentuk konus, tajam dan adanya kontriksi pada ujung apikal. dan juga ada batu pulpa

besar serta penyumbatan pulpa dari gigi sulung sebelum erupsi.5 Biasanya terjadi

kehilangan pulpa secara menyeluruh untuk gigi permanen. Kehilangan pulpa pada masa

pra-erupsi gigi permanen ditandai oleh bentuk kamar pulpa yang seperti bulan sabit yang

paralel dengan batas sementum enamel. Kalsifikasi pulpa dan obliterasi pulpa biasa

terlihat pada proses kehilangan pulpa. Terdapatnya radiolusen pada periapikal pada gigi

yang tidak karies.9

Dentin dysplasia tipe I terbagi 4 yaitu:

1. Tipe a : Tidak ada perubahan pulpa dan akar, dan biasanya terdapat

radiolusensi pada periradikularnya.

2. Tipe b : Memiliki bentuk pulpa seperti bulan sabit yang pendek secara

horizontal dengan panjang akar hanya beberapa millimeter disertai dengan

(23)

3. Tipe c : Terdapat bentuk sisa pulpa seperti bulan sabit baik secara horizontal

maupun vertical berbentuk seperti pulau ditengah dentin dan dengan panjang

akar yang pendek disertai variasi radiolusensi pada periapikalnya.

4. Tipe d : Kamar pulpa dan kanal pulpa kelihatan disertai dengan panjang akar

yang mendekati normal. Terdapat tanduk pulpa pada bagian koronal dari

kanal dan membentuk suatu pembengkakan yang terlokalisasi pada kanal

tetapi masih terjadi pengerutan atau konstriksi pada ujung kanal pulpa dan

terlihat adanya beberapa periapikal radiolusen.8,10

(24)

Gambar 14. Gambaran radiografi bitewing Dentin Dysplasia tipe I.8

(25)

Secara radiografi kamar pulpa pada gigi sulung hilang seluruhnya tetapi pada gigi

permanen tampak dengan jelas. Kamar pulpa ini digambarkan berbentuk U (U-shaped). Pada radiografi tidak ditemukan adanya kelainan periapikal. Pada gigi permanen

terbentuk tanduk pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa. 3,9

Gambar 16. Gambaran radiografi Dentin dysplasia tipe II.1

(26)

3.3 Perawatan

Tujuan dari perawatan dentin dysplasia adalah untuk mempertahankan gigi

selama mungkin. Namun, karena akar singkat pendek dan lesi periapikal, gigi memiliki

prognosis yang buruk.9

Dentin dysplasia tipe I dapat dilakukan perawatan dengan pembuatan protesa

(27)

BAB 4 KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Penyakit kelainan dentin herediter adalah gangguan pada pembentukan dentin

yang bersifat herediter diturunkan secara autosomal dimana terjadi anomali pada struktur

dentin yang bisa mengenai gigi sulung maupun gigi permanen. Penyakit dentin herediter

dibagi menjadi dua bagian besar yaitu dentinogenesis imperfecta tipe I, II, III dan dentin

dysplasia tipe I, tipe II.

DGI tipe I dan II hampir sama yang ditandai dengan adanya perubahan warna gigi

dengan warna coklat kekuningan dan atrisi baik pada gigi sulung maupun gigi permanen,

mahkota berbentuk bulbous (bulat seperti lonceng), penyempitan akar dan terdapat

obliterasi pulpa. Hanya saja DGI tipe I berkaitan dengan penyakit tulang (osteogenesis

imperfecta) dan DGI tipe II tidak disertai dengan osteogenesis imperfecta. Sedangkan

pada DGI tipe III menunjukkan gigi geligi berbentuk bulbous, obliterasi pulpa tidak

terjadi namun terdapat kamar pulpa yang luas dan hanya dikelilingi oleh lapisan tipis

dentin (Shell).1,14

Dentin Dysplasia tipe I ditandai dengan mahkota yang normal tetapi dengan akar

yang pendek dan biasanya berbentuk konus dan kontriksi pada ujung apikal. Biasanya

terjadi kehilangan pulpa secara menyeluruh untuk gigi permanen. Kehilangan pulpa pada

masa pra-erupsi gigi permanen ditandai oleh bentuk kamar pulpa yang seperti bulan sabit

yang paralel dengan batas sementum enamel. Dentin Dysplasia tipe II memiliki tampilan

(28)

kekuning-kuningan translusen. Secara radiografi kamar pulpa pada gigi sulung hilang seluruhnya

tetapi pada gigi permanen tampak dengan jelas. Kamar pulpa ini digambarkan berbentuk

U (U-shaped). Pada radiografi tidak ditemukan adanya kelainan periapikal. Pada gigi permanen memiliki warna coklat keabu-abuan ditambah dengan terbentuknya tanduk

pulpa yang berbentuk seperti duri pada rongga pulpa. Ciri khas pada tipe ini adalah akar

gigi terlihat normal.3,8 Dentin dysplasia tipe I dapat dilakukan perawatan dengan

(29)

DAFTAR RUJUKAN

1. Kim JW, Simmer JP. Hereditary Dentin Defects. Journal of Dental Research 2007; 86(5):392-9.

2. Forestier Isabelle, Molla Muriel, Verloes Alain. The genetic basis of inherited animalies of the teeth: Part 1: Clinical and molecular aspects of non-syndromic dental disorders. European Journal of Medical Genetics 2008; 51: 273-91.

3. Macdougall M, Dong Juan, Carolina AA. Molecular basis of Human dentin disease.

American Journal of Medical Genetics 2006; 140(A):2536-46.

4. Ariyawardana A, Herath C. Dentin dysplasia type I – typical and atypical presentations. Sri Lanka Dental Journal 2008; 38(1): 38-47.

5. P Langlais Robert, S Miller Craig. Atlas berwarna kelainan rongga mulut yang lazim.

Alih bahasa : Budi susetyo. Jakarta : Hipokrates, 1994: 16-7.

6. H. Holappa, P Nieminen, L Tolva. Splicing site mutations in dentin

sialophosphosprotein causing dentinogenesis imperfect type II. European J Oral

Science 2006;114: 381-4.

7. Leal C.T, Martins L.D, Verli F.D. Case report: Clinical, histological and

ultrastructural characterization of type II dentinogenesis imperfecta. European

Archives of Pediatric Dentistry 2010; 11(6): 306-9.

8.

9. C.J Witkop Jr. Amelogenesis imperfecta, dentinogenesis imperfect and dentin

(30)

10.Jindal MK, Maheshwari S, Verma R, Toseef Khan M. Comparative study of dentinogenesis in different families of the same topographical region. International Journal of Clinical Pediatric Dentistry 2009; 2(3): 27-34.

11.

12.SVSG Nirmala, N Sivakumar, K Usha. Dentin dysplasia type I with pyogenic granuloma in a 12 year old girl. J Indian Soc Pedod Prevent Dent 2009; 27(2): 131-4. 13.M Hegde, ND Hegde. Dentin dysplasia - A case report. Endodontology 2004; 16:

16-8.

14.Kosinki Ronald W, Chaiyawat Yada, Rosenberg Linda. Localized deficient root

development associated with taurodontism: case report. American Academy of

Pediatric Dentistry 1999; 21(3): 213-5.

15.Toomarian Lida, Mashhadiabbas Fatemeh, Mirkarimi Mahkameh. Dentin dysplasia type I: a case report and review of the literature. Journal of Medical Case Reports 2010; 4(1): 1-6.

16.Yendriwati. Dentinogenesis imperfect. e-USU Repository 2004: 1-9.

17.Guidelines Clinical. Guideline on oral health care/dental management of heritable

dental developmental anomalies. Reference Manual 2010; 32(6): 226-31.

18.Bhandari S, Pannu K. Dentinogenesis imperfect: A review and case report of a family over four generations. Indian J Dent Res 2008; 19(4): 357-61.

Gambar

Gambar 1. Gambaran Klinis Dentin Dysplasia tipe I.10
Gambar 2. Gambaran klinis Oklusal Dentin Dysplasia tipe I. 10
Gambar 3. Gambaran Klinis gigi permanen Dentin Dysplasia tipe II.5
Gambar 5. Gambaran Klinis Mandibula Dentinogenesis Imperfecta tipe I.15
+7

Referensi

Dokumen terkait

(a) Gambaran Panoramik anak perempuan berusia 7 tahun penderita sindrom Proteus dimana terlihat pertumbuhan gigi yang asimetris dengan erupsi cepat pada sisi

Era Parningotan Sianipar : Gambaran Radiografi Dari Kista Odontogenik Glandular Pada Rahang, 2007... Era Parningotan Sianipar : Gambaran Radiografi Dari Kista Odontogenik Glandular

Radiografi bitewing adalah radiografi yang digunakan untuk melihat permukaan gigi yang meliputi mahkota gigi, interproksimal dan puncak alveolar pada maksila dan mandibula

Radiograf panoramik yang menunjukkan gambaran nomal dari lantaidan dasar dari ruang antrum (ditunjukkan oleh panah) dalam hubungan dengan gigi posterior atas pada gigi

Kesimpulan dari penelitian ini, didapatkan bahwa dari hasil pengukuran tinggi ramus dan panjang corpus mandibula pada radiografi panoramik digital didapatkan adanya asimetri

Radiografi kedokteran gigi adalah suatu teknik yang digunakan untuk mendapatkan gambaran keadaan atau kelainan yang tidak terlihat secara klinis di rongga mulut, memberikan

Sementara pada dentinogenesis imperfecta tipe 2 atau Shields tipe III, gambaran radiografi pada gigi desiduinya memiliki saluran akar dan ruang pulpa yang membesar pada beberapa tahun

Radiografi panoramik dikenal juga dengan panorex atau orthopantomogram dan telah popular di bidang kedokteran gigi karena teknik yang digunakan relatif sederhana, gambaran yang