• Tidak ada hasil yang ditemukan

Budaya Amae Dalam Komik “Hai Miiko” Karya Eriko Ono (Eriko Ono Ni Yotte Sakuseisareta ”Hai Miiko” No Manga Ni Okeru Amae No Bunka)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Budaya Amae Dalam Komik “Hai Miiko” Karya Eriko Ono (Eriko Ono Ni Yotte Sakuseisareta ”Hai Miiko” No Manga Ni Okeru Amae No Bunka)"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Farah Adibah
  • Pengajar:
    • Drs. Eman Kusdiyana, M.Hum
    • Zulnaidi, S.S, M.Hum
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Sastra Jepang
  • Topik: Budaya Amae Dalam Komik “Hai Miiko” Karya Eriko Ono
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2011
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang penelitian yang berfokus pada budaya amae dalam komik 'Hai Miiko' karya Eriko Ono. Penulis menguraikan pentingnya memahami budaya amae dalam konteks masyarakat Jepang, serta bagaimana komik dapat menjadi medium yang efektif untuk menggambarkan nilai-nilai budaya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang konsep amae dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang, terutama dalam hubungan antara orang tua dan anak.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menjelaskan pentingnya budaya amae dalam masyarakat Jepang, yang merupakan ketergantungan emosional antara orang tua dan anak. Penulis menekankan bahwa amae adalah bagian integral dari kehidupan sosial dan budaya Jepang, yang membentuk cara orang Jepang berinteraksi dan membangun hubungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam bagaimana konsep ini terwujud dalam komik 'Hai Miiko'.

1.2. Perumusan Masalah

Dalam perumusan masalah, penulis menetapkan dua pertanyaan utama: apa makna dan konsep budaya amae dalam masyarakat Jepang, dan bagaimana budaya amae direpresentasikan dalam karakter-karakter di komik 'Hai Miiko'. Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi acuan dalam penelitian untuk memahami pengaruh budaya amae dalam konteks sosial yang lebih luas.

1.3. Ruang Lingkup Pembahasan

Ruang lingkup penelitian dibatasi pada analisis budaya amae yang terdapat dalam komik 'Hai Miiko' jilid 1-22. Penulis akan fokus pada interaksi antar tokoh yang mencerminkan nilai-nilai amae, serta menggambarkan bagaimana komik ini merepresentasikan kehidupan anak-anak di Jepang. Penelitian ini juga akan mendefinisikan konsep komik dan budaya amae secara lebih mendalam.

1.4. Tinjauan Pustaka dan Kerangka Teori

Tinjauan pustaka mencakup berbagai teori yang relevan dengan budaya amae dan komik. Penulis mengacu pada sosiologi sastra sebagai pendekatan untuk memahami hubungan antara karya sastra dan masyarakat. Kerangka teori yang digunakan mencakup analisis semiotik dan sosiologis untuk mengeksplorasi bagaimana budaya amae diwakili dalam komik dan apa implikasinya bagi pembaca.

1.5. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk menjelaskan arti dan makna budaya amae dalam masyarakat Jepang serta bagaimana budaya ini tercermin dalam komik 'Hai Miiko'. Manfaat penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi penulis dan pembaca mengenai pentingnya budaya amae dalam konteks sosial dan budaya Jepang, serta sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut.

1.6. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini melibatkan analisis teks komik dan pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Penulis akan menganalisis interaksi antar tokoh dalam komik untuk memahami bagaimana budaya amae diekspresikan, serta implikasinya bagi pembaca dan masyarakat.

II. TINJAUAN UMUM TENTANG AMAE, KOMIK, DAN BIOGRAFI ERIKO ONO

Bagian ini memberikan gambaran umum tentang budaya amae, definisi komik, dan biografi Eriko Ono. Penulis menjelaskan bahwa amae adalah konsep yang mendalam dalam budaya Jepang, meliputi hubungan emosional yang kuat antara individu, khususnya antara orang tua dan anak. Selain itu, penulis juga memberikan konteks tentang komik sebagai medium yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya.

2.1. Budaya Amae

Budaya amae merupakan ketergantungan emosional yang mendalam antara orang tua dan anak. Penulis menjelaskan bahwa amae berakar dalam hubungan yang saling mendukung dan penuh kasih sayang. Dalam konteks ini, amae bukan hanya terbatas pada hubungan keluarga, tetapi juga meluas ke interaksi sosial lainnya dalam masyarakat Jepang. Penjelasan ini penting untuk memahami bagaimana nilai-nilai amae terbentuk dan dipertahankan dalam budaya Jepang.

2.1.1. Konsep Amae

Konsep amae diartikan sebagai ketergantungan emosional yang terjadi dalam hubungan antara ibu dan anak. Penulis merujuk pada teori Doi yang menjelaskan bahwa amae adalah kebutuhan manusia untuk merasa dicintai dan dilindungi. Ini menjadi bagian integral dari perkembangan psikologis individu dalam masyarakat Jepang, dan menjadi dasar bagi interaksi sosial yang lebih luas.

2.1.2. Amae Dalam Kehidupan Sosial Masyarakat Jepang

Amae bukan hanya berlaku dalam konteks keluarga, tetapi juga di lingkungan sosial dan profesional. Penulis menjelaskan bagaimana prinsip amae memengaruhi hubungan antar individu dalam masyarakat Jepang, termasuk di tempat kerja. Meskipun ada perubahan dalam masyarakat modern, nilai-nilai amae tetap relevan dan berperan dalam membangun kepercayaan dan kerjasama.

2.2. Komik dan Manga

Bagian ini membahas definisi komik dan sejarahnya, serta peran manga dalam budaya Jepang. Penulis menjelaskan bahwa komik adalah bentuk seni yang menggabungkan gambar dan teks untuk menceritakan sebuah kisah. Manga, sebagai komik Jepang, memiliki ciri khas tersendiri dan menjadi salah satu bentuk hiburan yang paling populer di Jepang. Penjelasan ini penting untuk memahami konteks di mana komik 'Hai Miiko' diciptakan.

2.2.1. Defenisi Komik

Komik didefinisikan sebagai tatanan gambar dan kata yang berurutan untuk menyampaikan cerita. Penulis mengutip berbagai pendapat ahli untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang apa itu komik. Definisi ini membantu pembaca memahami struktur dan fungsi komik sebagai medium narasi yang unik.

2.2.2. Sejarah Komik

Sejarah komik mencakup perkembangan dari bentuk komunikasi visual awal hingga komik modern. Penulis menjelaskan bagaimana komik muncul sebagai bentuk seni yang mencerminkan kehidupan sosial dan budaya pada zamannya. Dengan memahami sejarah ini, pembaca dapat melihat bagaimana komik telah berevolusi dan menjadi bagian dari budaya populer.

2.2.3. Sejarah Manga

Manga sebagai komik Jepang memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Penulis menjelaskan bagaimana manga berkembang dari pengaruh budaya asing dan menjadi identitas tersendiri bagi Jepang. Penjelasan ini memberikan konteks penting bagi analisis komik 'Hai Miiko' dan bagaimana budaya Jepang terwakili di dalamnya.

2.2.4. Unsur-unsur Yang Terkandung Dalam Karya Sastra

Unsur-unsur intrinsik dalam karya sastra, seperti tema, penokohan, dan alur, dijelaskan dengan rinci. Penulis menekankan bahwa pemahaman terhadap unsur-unsur ini sangat penting untuk menganalisis makna dan pesan yang terkandung dalam komik. Ini menjadi dasar bagi analisis lebih lanjut mengenai bagaimana budaya amae diwakili dalam komik 'Hai Miiko'.

2.3. Biografi Eriko Ono

Biografi Eriko Ono memberikan konteks penting untuk memahami latar belakang penulis dan bagaimana pengalaman pribadinya memengaruhi karyanya. Penulis menjelaskan perjalanan karier Ono dan kontribusinya dalam dunia manga. Pengetahuan ini penting untuk memahami perspektif yang dibawa oleh Ono dalam menciptakan komik 'Hai Miiko'.

III. ANALISIS BUDAYA AMAE DALAM KOMIK HAI MIIKO

Bagian ini merupakan inti dari penelitian yang menganalisis bagaimana budaya amae diwakili dalam komik 'Hai Miiko'. Penulis memberikan sinopsis cerita dan menguraikan karakter-karakter yang menunjukkan nilai-nilai amae dalam interaksi mereka. Analisis ini bertujuan untuk menunjukkan relevansi budaya amae dalam konteks pendidikan dan pembelajaran.

3.1. Sinopsis Cerita Komik Hai Miiko

Sinopsis cerita 'Hai Miiko' memberikan gambaran umum tentang alur dan karakter utama. Komik ini menceritakan kehidupan sehari-hari anak-anak sekolah dasar dengan fokus pada hubungan mereka dengan orang tua dan teman-teman. Penulis menyoroti bagaimana elemen-elemen cerita mencerminkan nilai-nilai budaya amae, seperti kasih sayang, ketergantungan, dan dukungan emosional.

3.2. Budaya Amae Dalam Komik Hai Miiko

Analisis mendalam tentang bagaimana budaya amae diekspresikan melalui karakter dan situasi dalam komik. Penulis mengidentifikasi momen-momen kunci yang menunjukkan interaksi amae, seperti dukungan orang tua terhadap anak dan hubungan persahabatan yang saling mendukung. Analisis ini menekankan pentingnya nilai-nilai amae dalam membentuk karakter dan perilaku anak-anak dalam komik, serta implikasinya bagi pembaca muda.

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

Bagian ini menyajikan kesimpulan dari penelitian yang menekankan pentingnya budaya amae dalam kehidupan masyarakat Jepang dan bagaimana hal ini tercermin dalam komik 'Hai Miiko'. Penulis juga memberikan saran untuk penelitian lebih lanjut dan bagaimana komik dapat digunakan sebagai alat pendidikan yang efektif.

4.1. Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan bahwa budaya amae merupakan aspek penting dalam masyarakat Jepang yang tercermin dalam komik 'Hai Miiko'. Penulis menyoroti bagaimana komik ini tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik pembaca tentang nilai-nilai penting dalam hubungan sosial. Budaya amae berperan dalam membangun kepercayaan dan kasih sayang di antara individu.

4.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup eksplorasi lebih lanjut tentang representasi budaya dalam komik lain dan bagaimana komik dapat digunakan dalam pendidikan untuk mengajarkan nilai-nilai sosial. Penulis juga mendorong penelitian yang lebih mendalam tentang dampak budaya amae terhadap perkembangan anak-anak dalam konteks global.

Referensi Dokumen

  • Selintas Sejarah Komik Indonesia ( Guntur Angkat )
  • Pedang Samurai dan Bunga Seruni ( Ruth Benedict )
  • Metode Penelitian Sastra ( Suwardi Endraswara )
  • Dasar-Dasar Penulisan Ilmiah (Diktat) ( Mulyadi )
  • Metode ( Moh. Nazir, Ph.D. )

Referensi

Dokumen terkait

Melihat dari uraian sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Novel merupakan salah satu karya sastra. Salah satu karya sastra Jepang yang terkenal adalah

Ada juga yang berjudul Sakuran yang menceritakan kisah pelacur pada Zaman Edo (1603-1867), yang kemudian dibuat dalam bentuk film pada tahun 2006. Selain itu, ada juga komik

Matsukawa dalam www.wikipedia.com/ What is Gyaru, (2008), Gals (gya-ru) merupakan sebutan untuk remaja perempuan Jepang yang sering terlihat berpakaian cenderung aneh dan

guna Melengkapi Gelar sarjana Sastra Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra dan Seni Rupa. Universitas

Pengantar Ilmu Sastra (Teori Sastra), Surabaya: Usaha Nasional.. Dasar Dasar Psikologi, Yogyakarta:

Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Sumatera Utara Medan untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Ujian Sarjana Dalam Bidang Ilmu Sastra Jepang Pada Fakultas Ilmu Budaya

Skripsi yang berjudul “Fenomena Itasha dalam Kehidupan Masyarakat Jepang Dewasa ini” ini diajukan untuk memenuhi persyaratan dalam mencapai gelar sarjana di Fakultas Ilmu

dan rEsistEnsinya dalam dongEng Timun EmaS dan KomiK ShingEki no kyoujin Karya HajiMe isHiyaMa sri Wahyuningtiyas Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas