The Development of information system services for Monitoring the Student Attendance and Test Grades which is usable at SMAN 3 Pekanbaru

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN SISTEM LAYANAN INFORMASI

PEMANTAUAN KEHADIRAN DAN NILAI UJIAN SISWA

YANG

USABLE

PADA SMA NEGERI 3 PEKANBARU

SUSKAMIYADI

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)
(3)

PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan bahwa tesis berjudul Pengembangan Sistem Layanan Informasi Pemantauan Kehadiran dan Nilai Ujian Siswa yang Usable

pada SMA Negeri 3 Pekanbaru adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir disertasi ini.

Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.

Bogor, April 2014

Suskamiyadi

(4)

RINGKASAN

SUSKAMIYADI. Pengembangan Sistem Layanan Informasi Pemantauan Kehadiran dan Nilai Ujian Siswa yang Usable pada SMA Negeri 3 Pekanbaru. Dibimbing oleh YANI NURHADRYANI dan HERU SUKOCO.

SMAN 3 Pekanbaru terletak dekat pasar dengan rata-rata tingkat ketidakhadiran (sakit, izin, alpa dan terlambat) mencapai 20 siswa (1,5%) perhari dari 936 siswa. Layanan informasi pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa merupakan sistem yang memanajemen laporan tingkat ketidakhadiran dan nilai ujian siswa. Sistem ini memberikan laporan yang tidak hanya terdapat pada buku harian kehadiran dan buku laport siswa saja, tetapi dapat dikelola dan dilaporkan dengan baik berupa penyampaian informasi kepada orang tua ataupun sekolah. Laporan yang disampaikan kepada orang tua diharapkan dapat membantu sekolah dalam memantau perkembangan belajar siswa di rumah, karena kemajuan sekolah tidak dapat dilepaskan dari peran serta orang tua dan lingkungan sekolah.

Penyampaian informasi atau komunikasi kepada orang tua dilakukan dengan memanfaatkan layanan Short Message Service dari perangkat mobile.

Short Message Service dipilih karena dapat dijalankan di semua jenis perangkat

mobile tanpa harus menggunakan smartphone. Laporan kehadiran dan nilai ujian, selain dikirimkan langsung ke pada orang tua siswa, orang tua siswa juga dapat melakukan request untuk melihat kehadiran dan nilai siswa.

Pengembangan sistem mengadopsi System Development Life Cycle (SDLC) sistem informasi yang meliputi analisis untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan kebutuhan-kebutuhan sistem, desain untuk memberikan gambaran secara umum tentang bagaimana sistem yang baru dibuat, implementasi untuk merepresentasikan hasil desain ke dalam bahasa pemprograman sehingga menghasilkan interface input dan output sistem dan uji usability untuk mengukur tingkat kemudahan penggunaan (usability) sistem dengan menggunakan USE

Questionnare. Hasil uji Usability sistem informasi manajemen pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa menunjukkan bahwa sistem mudah digunakan oleh orang tua siswa, bermanfaat, diterima dengan baik dan memberikan kepuasan dan kemudahan bagi orang tua atau wali murid dalam memantau perkembangan belajar anak mereka di sekolah.

Layanan informasi pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa melibatkan orang tua dalam pengujian sistem sebagai responden. Berdasarkan hasil uji

usability, sistem layanan pemantaun kehadiran dan nilai ujian siswa berada pada tingkat mudah digunakan dan membantu orang tua untuk memantau kehadiran dan perkembangan belajar siswa.

Kegagalan pengiriman informasi kepada orang tua hanya memberikan

laporan “sending error” tanpa diketahui penyebab dari kegagalan tersebut, sehingga untuk pengembangan selanjutnya diperlukan suatu log error yang menampung semua penyebab-penyebab kegagalan penyampaian informasi sehingga bisa dengan mudah dicarikan solusinya dengan cepat dan akurat.

(5)

SUMMARY

SUSKAMIYADI. The Development of information system services for Monitoring the Student Attendance and Test Grades which is usable at SMAN 3 Pekanbaru. Supervised by YANI NURHADRYANI and HERU SUKOCO.

SMAN 3 Pekanbaru is locating close to the market. Average rate of absenteeism (sick, license, absent and late) is 20 students (1.5%) of 936 students per day. The information services for monitoring the student attendance and test grades are a system that manages the student’s attendances and grades level. This system gives the reports not only from the student report and attendance book, but also managed and reported as an information transmission for the parents or school. The reports which are delivered to the parents have expected to help the schools to monitor the student study development at their home. This is an important matter because the advancement of the school cannot be detached from

parent’s role and school environment.

The information transmission or communication to the parents has done using Short Message Services from mobile devices. The Short Message Services have selected because it can run on every mobile device not has to be using a smartphone. The student attendance and grades reported not only sent directly by the system to the parents, but also could be requested by the parents to find out the attendance and grades information.

The Development of system adopted System Development Life Cycle (SDLC) information system method. It includes the analysis, design, implementation and testing. The analysis uses for problem identification and system requirements. The design uses for system reflection. The implementation uses for design representation into a programming language so that produces an interface input and output system. The testing uses usability test for testing the system difficulties using USE Questionnaire. The usability testing gives the results that the systems is easy to use, benefit, fine accepted, and satisfy the parents and also give the easiness for the parents to monitor their child development in the school.

The testing process of the system involves the parents as a respondent. Based on the usability testing results, the system is easy to use and help the parents to monitor the attendance and development of their child.

(6)

© Hak Cipta Milik IPB, Tahun 2014

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik, atau tinjauan suatu masalah; dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan IPB

(7)

Tesis

sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains

pada

Program Studi Ilmu Komputer

PENGEMBANGAN SISTEM LAYANAN INFORMASI

PEMANTAUAN KEHADIRAN DAN NILAI UJIAN SISWA

YANG

USABLE

PADA SMA NEGERI 3 PEKANBARU

SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR 2014

(8)
(9)
(10)
(11)

Judul Tesis : Pengembangan Sistem Layanan Informasi Pemantauan Kehadiran dan Nilai Ujian Siswa yang Usable pada SMA Negeri 3 Pekanbaru Nama : Suskamiyadi

NIM : G651100271

Disetujui oleh Komisi Pembimbing

Dr Yani Nurhadryani, SSi MT Ketua

Dr Heru Sukoco, SSi MT Anggota

Diketahui oleh

Ketua Program Studi Ilmu Komputer

Dr Eng Wisnu Ananta Kusuma, ST MT

Dekan Sekolah Pascasarjana

Dr Ir Dahrul Syah, MScAgr

(12)
(13)

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Mei 2013 ini ialah pemantauan kehadiran dan nilai ujian, dengan judul Pengembangan Sistem Layanan Informasi Pemantauan Kehadiran dan Nilai Ujian Siswa yang Usable

pada SMA Negeri 3 Pekanbaru.

Terima kasih penulis ucapkan kepada Ibu Dr Yani Nurhadryani, S.Si, M.T dan Bapak Dr Eng Heru Sukoco, S.Si, MT selaku dosen pembimbing, serta Bapak Irman Hermadi, SKom, MS, PhD selaku dosen penguji dalam ujian tesis. Di samping itu, penghargaan penulis sampaikan kepada Ibu Dra Herlinawati selaku Kepala SMA Negeri 3 Pekanbaru, Bapak M. Rambe, SPd selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum beserta staf kurikulum, Bapak Khairul Asbar, MPd selaku Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan beserta staf, yang telah membantu selama pengumpulan data. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada ayah, ibu, serta seluruh keluarga, atas segala doa dan kasih sayangnya.

Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.

Bogor, April 2014

(14)
(15)
(16)

i

Ruang Lingkup Penelitian 3

Manfaat Penelitian 3

2 TINJAUAN PUSTAKA 4

Sistem Informasi Manajeman 4

Short Message Service (SMS) 4

SMS Gateway 5

Arsitektur Jaringan SMS 5

(17)
(18)
(19)

ii

DAFTAR TABEL

1 Kelas interval dan Kriteria 9

2 Hasil uji usability dengan USE Questionnare 135 responden 21

DAFTAR GAMBAR

1 Arsitektur jaringan SMS (Katankar dan Thakare 2010). 6 2 Diagram Alir Penelitian (diadaptasi dari SDLC, Satzinger et al. 2009) 8 3 Context Diagram Sistem layanan informasi absensi dan nilai siswa 12 4 DFD Level 1 Sistem layanan informasi absensi dan nilai siswa 13

5 Desain arsitektur sistem 15

7 ERD aplikasi layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa 16 8 relasi antar tabel layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa 16 9 Struktur program layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa 17

10 Form input biodata siswa 17

11 Proses input nilai ujian pada sisi web dan output melalui SMS 18 12 Grafik Laporan persentase ketidakhadiran siswa dalam satu bulan

untuk setiap kelas) 19

13 Grafik Laporan nilai rata-rata tiap kelas berdasarkan jenis ujian (nilai

UTS) 19

14 Request absensi dan balasan sistem 20 15 Request nilai dan balasan sistem 20

DAFTAR LAMPIRAN

1 Antar muka untuk form lengkapi data siswa dan input data wali 26 2 Antar muka untuk input absensi harian siswa 27

3 Antar muka untuk form update Absensi Siswa 28

4 Antar muka untuk form import dan input manual nilai siswa 29

5 Antar muka untuk pencarian data siswa 30

6 Laporan absensi siswa 31

7 Laporan kehadiran siswa berdasarkan kelas dalam satu bulan 32 8 Grafik persentase kehadiran siswa tiap kelas dalam satu bulan 35 9 Laporan nilai siswa per kelas berdasarkan jenis ujian 36 10 Laporan Rata-rata nilai berdasarkan jenis ujian untuk semua kelas 37

(20)
(21)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

SMA Negeri 3 Pekanbaru merupakan salah satu sekolah yang tingkat ketidakhadiran siswa mencapai 20 siswa setiap hari (1.5%) dari 936 siswa dengan keterangan ketidakhadiran yang bervariasi, yaitu sakit, izin, dan alpha serta beberapa siswa yang datang terlambat. Ketidakhadiran itu tersebut dikwatirkan hanya merupakan alasan siswa saja, sementara siswa yang bersangkutan diketahui orang tua/wali siswa sudah berangkat dari rumah tapi tidak sampai ke sekolah. Menyadari akan pentingnya pengawasan kehadiran, maka diperlukan suatu sistem yang dapat melakukan pemantauan kehadiran para siswa. Pemantauan kehadiran siswa selain dilakukan oleh pihak sekolah, orang tua atau wali siswa juga akan dilibatkan. Nilai ujian siswa merupakan kontrol terhadap tingkat keberhasilan pembelajaran di sekolah dan perkembangan belajar siswa. Pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas, nilai siswa meliputi nilai tengah semester dan nilai akhir semester. Pelaporan nilai siswa seharusnya diketahui orang tua, baik nilai tengah semester maupun nilai akhir semester guna mengetahui perkembangan belajar putra-putri mereka.

Melihat permasalahan yang ada, pelaporan kehadiran dan nilai ujian siswa merupakan hal yang hendaknya tertata dengan baik sebagai salah satu acuan evaluasi pemantauan perkembangan belajar siswa baik oleh sekolah maupun orang tua. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan kehadiran dan nilai ujian siswa adalah mengembangkan sistem layanan informasi yang dapat memantau kehadiran dan nilai ujian siswa, karena sistem layanan informasi pada dasarnya berkaitan dengan pengolahan data menjadi informasi dan kemudian dikomunikasikan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam sebuah organisasi untuk pengambilan keputusan yang tepat (Reddy et al. 2009).

Sistem layanan informasi pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa dikembangkan berbasis web dan layanan SMS. Media yang digunakan untuk SMS adalah perangkat mobile yaitu handphone, perangkat komunikasi yang saat ini hampir dimiliki oleh setiap orang di Indonesia. Menurut Nielsen (2012) pengguna ponsel di Indonesia usia 16 – 64 tahun sebanyak 81% dari total penduduk 240 juta jiwa, yaitu 194,4 juta pengguna dengan pengguna smartphone 19% dari total pengguna yaitu 36,936 juta. Penggunaan SMS dipilih karena berbasis teks sehingga mudah untuk dimengerti dan dapat dijalankan diberbagai jenis handphone (Dewanto 2007), serta keberagaman pekerjaan orang tua siswa, ada yang Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai swata, bahkan ada yang tukang parkir, penjual gado-gado, buruh cuci, dan lain-lain yang tidak semua memiliki

smart phone untuk mengakses layanan web.

(22)

2

modem GSM (Global System for Mobile Communication) maupun modem CDMA (Code Division Multiple Access), dan dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan.

Penelitian yang terkait dengan pemanfaatan SMS sebagai layanan informasi dilakukan oleh Asep (2004) yaitu Aplikasi Short Message Service (SMS) dalam Sistem Informasi Nilai Akademik. Aplikasi ini memiliki fasilitas-fasilitas seperti pencarian nilai berdasarkan semester untuk memperoleh informasi nilai sesuai dengan semester yang diinginkan melalui ponsel. Namun pada penelitian ini, sistem baru akan mengirim pesan, setelah adanya request (permintaan) dari user. Adil (2009) memanfaatkan SMS gateway untuk sistem informasi antara pihak kepolisian dengan pengemudi guna menekan angka kecelakaan akibat kelalaian pengemudi. Kusumadewi (2009) menggunakan layanan SMS sebagai aplikasi penentuan tingkat resiko Diabetes Melitus berupa SMS request, SMS reminder

untuk terapi farmakologis, dan SMS reminder untuk penyampaian informasi jadwal makan, serta SMS request untuk informasi hasil uji darah di laboratorium klinik. Katankar dan Thakare (2010) memanfaatkan layanan SMS sebagai layanan informasi dan pemasaran produk dengan cara mengirimkan informasi produk kepada klien. Wilieyam dan Sevani (2013) memanfaatkan layanan SMS untuk layanan informasi pasien rawat jalan di suatu rumah sakit tentang jadwal minum obat. Berdasarkan penelitian-penelitan tersebut, terlihat bahwa SMS dapat digunakan dalam penyampaian informasi, baik berupa SMS request, SMS

reminder (SMS pengingat jadwal kegiatan), untuk pemasaran atau iklan produk. Saat ini SMS gateway juga telah digunakan untuk layanan pengaduan ke kepolisian. Layanan SMS kepolisian yang memiliki layanan SMS center terlengkap adalah kepolisian daerah metropolitan Jakarta raya dengan SMS center 1717.

Melihat pemanfaatan layanan SMS pada penelitian sebelumnya, maka penilitian ini mengembangkan suatu aplikasi sistem layanan pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa yang usable dengan berbasis web dan SMS untuk menyampaikan keterangan ketidakhadiran dan nilai ujian siswa kepada orang tua atau wali siswa yang dapat diterima langsung oleh orang tua atau wali tanpa melakukan request ke sistem ataupun melalui request.

Pengujian sistem dilakukan dengan uji usability menggunakan USE (Usefullnes, Satisfaction, Ease Of Use) questionnaire. Penelitian mengenai uji

usability menggunakan USE questionnaire dilakukan oleh Aelani dan Falahah (2012) yang melakukan pengukuran usability sistem menggunakan USE

questionnaire dengan studi kasus aplikasi perwalian online STMIK-AMIK Bandung.

Perumusan Masalah

(23)

3

Tujuan Penelitian

Membangun sistem layanan informasi pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa dengan menggunakan SMS, manajemen informasi kehadiran dan nilai ujian siswa untuk memudahkan evaluasi bagi pihak sekolah, mengimplementasikan sistem layanan pada sekolah dan melakukan uji usability tingkat kemudahan penggunaan sistem oleh orang tua.

Ruang Lingkup Penelitian

Aplikasi yang dibangun adalah aplikasi layanan informasi pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa berbasis web dan aplikasi SMS gateway serta uji

usability aplikasi SMS gateway.

Manfaat Penelitian

1 Memberikan layanan informasi absensi dan nilai ujian kepada orang tua dan memudahkan aksesibilitas data.

(24)
(25)
(26)

2

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Informasi Manajeman

Sistem informasi secara teknis diartikan sebagai seperangkat komponen yang saling terkait yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kontrol dalam sebuah organisasi (Laudon C dan Laudon P 2012). Sistem informasi, selain untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan pengendalian, juga dapat membantu manajer dan pekerja untuk menganalisis masalah, memvisualisasikan subjek yang kompleks dan menciptakan produk baru (Laudon C dan Laudon P 2012). Sistem informasi berhubungan erat dengan informasi dan data. Menurut Laudon C dan Laudon P (2012) informasi merupakan data yang telah dibentuk menjadi bentuk yang berarti dan berguna bagi manusia, dan data merupakan aliran fakta-fakta mentah yang mewakili peristiwa yang terjadi dalam organisasi atau lingkungan yang diatur dan disusun menjadi bentuk yang dapat dipahami dan digunakan.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) pada dasarnya berkaitan dengan proses pengumpulan, pengolahan, menyimpan dan mengirimkan informasi yang relevan untuk mendukung manajemen dalam organisasi (Reddy et al. 2009). SIM menunjukkan kategori tertentu dari sistem informasi yang melayani manajemen dengan menyediakan laporan kinerja yang dapat digunakan untuk pemantauan dan pengendalian serta memprediksi kinerja masa depan (Laudon C dan Laudon P 2012).

Short Message Service (SMS)

Short Message Service (SMS) adalah mekanisme pengiriman pesan singkat melalui jaringan selular (Mohammad dan Norhayati 2003). Ini adalah cara menyimpan dan meneruskan transmisi pesan dari dan ke ponsel. Pesan dari ponsel pengirim disimpan dalam pusat Short Message Service (SMS) yang kemudian diajukan kepada ponsel tujuan. Ini berarti bahwa jika penerima tidak tersedia, pesan singkat disimpan dan dapat dikirim nanti (Katankar dan Thakare 2010).

SMS diluncurkan sebagai bagian dari standar GSM (Manoj 2012). Setiap pesan singkat panjangnya sampai 160 karakter yang terdiri dari kata-kata, angka, atau simbol tanda baca (Manoj 2012). SMSmerupakan layanan penyimpanan dan pengiriman, ini berarti bahwa pesan tidak dikirim langsung ke penerima tetapi melalui Jaringan SMS Center. SMS terdiri dari dua dasar layanan point-to-point

(27)

5

SMS Gateway

SMS gateway adalah sebuah perangkat atau layanan yang menawarkan SMS transit yaitu pesan transformasi ke lalu lintas jaringan mobile dari media lain atau sebaliknya, yang memungkinkan transmisi atau penerimaan pesan SMS dengan atau tanpa menggunakan ponsel (Katankar dan Thakare 2010).

SMS Gateway merupakan sebuah antarmuka antara jaringan lunak aplikasi

mobile. SMS Gateway memungkinkan antarmuka aplikasi perangkat lunak untuk mengirim dan atau menerima pesan SMS melalui jaringan seluler. Sebuah modem GSM memodulasi sinyal digital yang keluar dari komputer atau perangkat digital lainnya untuk sinyal jaringan GSM dan demodulasi sinyal GSM yang masuk dan mengkonversinya menjadi sinyal digital untuk komputer atau perangkat digital lainnya (Manoj 2012). Aplikasi SMS Gateway adalah sebuah perangkat lunak yang mampu membaca informasi SMS yang diterima dan melakukan pengelolaan sesuai kebutuhan (Dewanto 2007).

SMS gateway memiliki beberapa fitur umun dan fasilitas dalam menyampaikan informasi (Dewanto 2007) antara lain :

 SMS Interaktif: Pengguna HP meminta atau memberi Query dengan mengirim SMS ke nomor Modem GSM. Setelah data SMS dari Modem GSM user

diproses oleh PC Server SMS, Modem GSM akan mengirim SMS jawaban berupa informasi yang tepat ke HP Pengguna.

 SMS Scheduler: PC Server SMS memonitor database dan penjadwalan (schedule) dan secara periodik mengirim informasi lewat SMS ke HP Pengguna yang terdaftar.

 SMS Alert PC: Server SMS memonitor kejadian-kejadian yang telah ditentukan oleh Administrator, dan mengirim pemberitahuan kejadian lewat SMS ke HP Pengguna yang terdaftar.

Arsitektur Jaringan SMS

Arsitektur jaringan SMS merupakan gambaran bagaimana proses terjadinya pengiringan dan penerimaan pesan dari suatu handphone ke handphone lainnya. Pesan SMS dikirimkan melalui saluran umum Signalling System 7 (SS7). SS7 merupakan standar global yang mendefinisikan prosedur dan protokol untuk bertukar informasi antar operator elemen jaringan telepon kabel dan telepon nirkabel (Katankar dan Thakare 2010). Unsur-unsur jaringan yang menggunakan standar SS7 untuk bertukar informasi dapat mengontrol pengaturan panggilan,

routing dan manajemen mobilitas. Secara konseptual, arsitektur jaringan terdiri dari dua segmen yang penting bagi model operasi SMS, yaitu : Mobile Originating (MO) yang meliputi ponsel pengirim, stasiun pangkalan yang menyediakan radio infrastruktur untuk komunikasi nirkabel, dan Mobile Switching Centre (MSC) asal yang mencatat semua lalu lintas masuk dan keluar dari sistem selular seperti nomor pengirim. Segmen lain, yaitu bagian Mobile Terminating (MT), termasuk base station yang mengakhiri MSC untuk penerima, yang terpusat pada store-and-forward server yang dikenal sebagai SMS Centre

(28)

6

Layanan SMS dibantu dua database, yaitu Home Location Registrar (HLR) dan

Visitor Location Registrar (VLR) yang masing-masing berisi informasi tetap dan sementara pelanggan seluler, misalnya alamat MSC yang berkaitan dengan perangkat mobile dikaitkan dengan. Meskipun SMS telah dipopulerkan oleh pertukaran pesan teks di kalangan pengguna ponsel, SMS telah banyak digunakan oleh perusahaan sebagai layanan untuk menyampaikan berbagai jenis konten seperti, berita, harga saham, dan kuis. konten tersebut dikenal sebagai External Short Message Entitas (ESME), mengirim atau menerima pesan teks melalui gateway yang menjembatani antarmuka SMS ke internet (Katankar & Thakare 2010). Lihat Gambar 1.

Gambar 1 Arsitektur jaringan SMS (Katankar dan Thakare 2010).

Perangkat mobile

Perangkat mobile adalah portabel kecil, perangkat komputasi genggam dengan kapasitas pengolahan data independen, memiliki tampilan layar dengan

input sentuhan dan/atau keyboard miniatur, yang dapat berkomunikasi dengan sistem teknologi informasi lainnya dengan koneksi nirkabel (Schiefer dan Decker 2008).

Perangkat mobile merupakan istilah general yang digunakan untuk merujuk ke berbagai perangkat yang memungkinkan orang untuk mengakses data dan informasi dari manapun dan kapanpun. Ini termasuk ponsel dan perangkat portabel. Isi perangkat mobile telah berkembang dari lisan ke multimedia. Selama hampir satu abad komunikasi lisan melalui telepon dan terus berlangsung selama generasi pertama (analog) dan pada generasi kedua (digital) dimulai dari ponsel. Digitalisasi generasi kedua dari komunikasi mobile menyebabkan Short Message Service (SMS) termasuk dalam isi perangkat mobile pada tahun 1990-an, yang menandakan awal transformasi dimensi verbal menjadi modus baru komunikasi

(29)

7

Usability

Usability ialah suatu atribut yang digunakan untuk mengetahui seberapa mudah interface yang digunakan oleh sistem (Nielsen 2012). Menurut Neilson (2012) ada lima aspek yang harus diperhatikan untuk melihat usability suatu sistem.

1 Learnability, adalah kemudahan oleh pengguna atau user untuk menyelesaikan task-task dasar ketika pertama kali mereka melihat atau berhadapan dengan perangkat lunak yang ada.

2 Efficiency, adalah mengukur secepat apa user dapat melakukan tugasnya. 3 Memorability, menjelaskan tentang tingkat kemudahan pengguna atau user

dalam menggunakan sistem dengan baik, setelah beberapa lama tidak menggunakannya.

4 Error, adalah mengukur sebanyak apa user melakukan error dan sejauh mana akibat error tersebut, serta apakah mudah bagi user tersebut untuk memperbaikinya.

5 Satisfaction, adalah mengenai tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan sistem yang telah dibuat.

Menurut Lund (2001) usability sistem informasi dapat diukur menggunakan USE (Usefulness, Satisfaction, Ease of use) Questinnare. Usefulness merupakan aspek pengukuran untuk mengetahui seberapa besar manfaat suatu sistem informasi. Satisfaction merupakan aspek pengukuran untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna dalam menggunakan sistem. Ease of use merupakan aspek pengukuran untuk mengetahui kemudahan menggunakan dan mempelajari suatu sistem, sehingga dalam pelaksanaannya ease of use dibagi menjadi dua, yaitu ease

(30)
(31)
(32)

3

METODE

Metode penelitian menggunakan System Development Life Cycle (SDLC) sistem informasi (Satzinger et al. 2009). Lihat Gambar 2.

Uji usability

Gambar 2 Diagram Alir Penelitian (diadaptasi dari SDLC, Satzinger et al. 2009)

Analisis

Analisis dilakukan dengan melakukan beberapa tahap (Satzinger et al. 2009), yaitu :

1. Pengumpulan informasi, digunakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam pengembangan sistem dengan melakukan observasi ke lapangan dan wawancara tentang permasalahan yang ada dan solusi yang dapat digunakan dengan teknologi informasi.

2. Menentukan fungsi sistem. Fungsi sistem diperlukan untuk mengetahui apa saja yang dapat dilakukan oleh sistem. Analisis fungsi sistem digambarkan dengan menggunakan DFD (Data Flow Diagram).

3. Menentukan persyaratan minimum sistem, digunakan untuk menentukan persyaratan minimum yang dibutuhkan oleh sistem agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan serta berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem tersebut.

Desain

Desain bertujuan untuk perancangan sistem berdasarkan persyaratan minimum yang telah ditetapakan pada saat analisis. Desain meliputi desain arsitektur sistem untuk menggambarkan arsitektur sistem, perancangan basis data dengan Entity Relationship Diagram (ERD) dan relasi antar tabel serta perancangan struktur program.

Implementasi

(33)

9

Uji usability

Uji usability dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat kemudahan penggunaan sistem berbasis SMS untuk pemantauan kehadiran dan nilai ujian oleh pengguna (orang tua siswa). Uji usability dilakukan dengan menggunakan USE Questionnare. Tahapan yang dilakukan meliputi pembuatan kuesioner, penyebaran kuesioner dan analisa hasil kuesioner. Kuesioner dibuat mengadopsi USE Questionnare yang terdiri dari 23 pertanyaan dengan menggunakan skala Likert 1 – 5, dengan lima kriteria. Nilai satu merupakan tingkat yang sangat sulit atau sangat tidak setuju dan nilai lima merupakan tingkat yang sangat mudah atau sangat setuju. Interval untuk tiap kriteria dapat ditentukan dengan menggunakan rumus (Riduwan 2011):

Tabel 1 Kelas interval dan Kriteria Kelas interval Kriteria

Sangat Sulit, sangat tidak bermafaat Sulit, tidak bermanfaat

Cukup Mudah, cukup bermanfaat Mudah, bermanfaat

Sangat Mudah, sangat bermanfaat

Sampel penelitian adalah orang tua siswa dengan karakteristik pernah menerima SMS yang dikirimkan oleh sistem tentang laporan nilai ataupun absensi dan mengetahui cara serta format pengiriman SMS ke sistem untuk mendapatkan (request) informasi absensi dan nilai ujian yang diinginkan. Menurut Riduwan (2011) Jumlah sampel penelitian dapat ditentukan berdasarkan rumus:

n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi

e = nilai presisi atau tingkat kesalahan (10%)

(34)
(35)
(36)

4

HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis

1 Pengumpulan informasi

Analisis dilakukan dengan pengumpulan informasi melalui observasi dan wawancara dengan pihak sekolah mengenai permasalahan yang ada dan menentukan masalah apa yang memerlukan solusi dengan melibatkan teknologi informasi. Konsultasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai proses-proses penyampaian informasi dari pihak sekolah kepada orang tua atau wali siswa. Konsultasi dilakukan kepada :

1. Kepala Sekolah

Konsultasi dengan kepala sekolah menyangkut tentang kearsipan data siswa, tingkat absensi dan pelaporan absensi dan nilai. Hasil wawancara :

 Data siswa SMA Negeri 3 pekanbaru belum tersimpan dalam suatu

database. Data-data tersebut tersimpan dalam arsip-arsip berupa buku induk.

 Tingkat absensi dan data keterlambatan yang mencapai sekitar 1,5 % dari total siswa merupakan tingkat absensi yang tergolong menengah dan mendekati tinggi.

 Pelaporan absensi jika siswa tidak datang ke sekolah dengan adanya surat tertulis dari orang tua berupa sakit atau izin maka siswa tersebut tidak akan diproses. Sementara itu, surat yang dikirim siswa bisa saja surat palsu yang dibuat oleh siswa tersebut. Sedangkan untuk siswa yang alpa (tidak hadir tanpa keterangan) baru akan diproses setelah siswa tersebut tidak hadir selama enam hari bertutut – turut.

 Pelaporan nilai memang belum dilaporkan semua secara langsung kepada orang tua, kecuali pembagian raport di akhir semester. Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu jika setiap nilai tes dibagikan langsung kepada orang tua dengan mengundang mereka ke sekolah melalui surat undangan, dan banyak orang tua yang tidak hadir karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan juga karena surat yang dititipkan oleh sekolah kepada siswa untuk orang tua atau wali tidak sampai kepada orang tua atau wali tersebut.

2. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum

Konsultasi dengan wakil kepala sekolah bidang kurikulum menyangkut tentang kearsipan nilai siswa. Hasil wawancara :

 Data nilai dari guru mata pelajaran diserahkan langsung kepada wali kelas yang oleh wali kelas di masukkan ke dalam arsip nilai siswa perkelas yang disebut leger nilai. Setelah itu leger di pindahkan ke buku lapor, leger tersebut diserahkan ke bagian kurikulum untuk diarsipkan. Data nilai tersebut kemudian dipindahkan kedalam aplikasi ms. Excel dan sering kali tidak semuanya karena keterbatasan tenaga administrasi dibagian kurikulum.

(37)

11

diujiankan juga menjadi faktor kali, maka pihak sekolah terpaksa melakukan input ulang terhadap data – data tersebut dan bahkan ada beberapa terpaksa meminjam buku raport siswa yang bersangkutan karena leger kelasnya tidak ditemukan lagi.

3. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan

Konsultasi dengan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan menyangkut bagaimana tindakan terhadap data absensi siswa. Hasil wawancara :

 Setiap siswa yang terlambat dicatat oleh satpam sekolah yang kemudian diserahkan ke guru piket pada hari yang bersangkutan. Data tersebut dipindahkan ke dalam buku absensi sekolah. Namun tidak pernah ada laporan keterlambatan siswa kepada orang tua walaupun anak tersebut sudah terlambat berulang kali.

 Surat izin dan surat sakit yang sampai ke sekolah biasanya ditujukan langsung oleh siswa yang bersangkutan ke kelas mereka masing-masing. Pihak sekolah jarang sekali dilakukan cross chek tentang kebenaran surat sakit atau izin tersebut. Siswa yang tidak hadir dengan adanya surat keterangan tersebut memang tidak diproses kecuali setelah ditemukan adanya kejanggalan terhadap ketidakhadiran siswa tersebut yang biasaya didapat dari guru mata pelajaran atau wali kelas. Tindakan yang dilakukan biasanya adalah dengan pemanggilan orang tua.

Berdasarkan hasil wawancara, permasalah yang ingin diselesaikan adalah bagaimana informasi kehadiran dan nilai ujian dapat disampaikan kepada orang tua tanpa mengundang orang tua ke sekolah, sekaligus memudahkan sekolah untuk mendapatkan laporan kehadiran dan nilai siswa sebagai evaluasi untuk peningkatan perkembangan belajar siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan membangun suatu sistem informasi pemantauan kehadiran dan nilai ujian. Data yang dibutuhkan untuk sistem informasi manajemen pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa berupa biodata siswa, ayah, ibu atau wali, informasi kehadiran harian, dan informasi nilai ujian siswa.

2 Fungsi sistem

Sistem pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa pada SMA Negeri 3 Pekanbaru dibuat berfungsi untuk membantu pihak sekolah menyampaikan informasi absensi dan nilai siswa kepada orang tua atau wali siswa sehingga diharapkan dapat menekan tingkat kehadiran yang rata-rata 1,5% (20 siswa) dari jumlah siswa menjadi lebih kecil serta menyampaikan informasi tentang perkembangan belajar siswa dengan melaporkan hasil tes-tes yang telah dilakukan siswa seperti nilai Ujian tengah semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), dengan harapan orang tua dapat membantu pihak sekolah dalam mengawasi dan membimbing putra-putri mereka dalam kegiatan pembelajaran.

Sistem ini terdiri dari beberapa fungsi, yaitu: fungsi mengelola data induk informasi layanan absensi dan nilai ujian, fungsi mengelola nilai, fungsi mengelola absensi, fungsi mengirim SMS dan fungsi pembuatan laporan.

Fungsi mengelola data induk informasi layanan absensi dan nilai ujian merupakan fungsi yang digunakan oleh admin untuk melakukan create, upadate

(38)

12

mengelola nilai merupakan fungsi yang dilakukan oleh admin untuk mengelola data nilai berupa create dan update nilai siswa yang kemudian dikirimkan oleh sistem kepada orang tua siswa. Fungsi mengelola absensi merupakan fungsi yang dilakukan oleh admin untuk mengelola data absensi berupa create dan update

absensi siswa yang kemudian ketidakhadiran siswa dikirimkan oleh sistem kepada orang tua siswa. Fungsi mengirim SMS adalah fungsi yang dilakukan otomatis oleh sistem setelah data nilai atau absensi diinputkan atau diupdate oleh admin. Fungsi pembuatan laporan merupakan fungsi yang dapat digunakan oleh admin dan kepala sekolah untuk mendapatkan laporan tentang informasi siswa, informasi kelas siswa, informasi absensi dan informasi nilai ujian. fungsi pembuatan laporan juga dapat digunakan oleh orang tua untuk mendapatkan laporan absensi dan nilai siswa. Fungsi dari sistem secara umum dan entitas yang terlibat dalam sistem digambarkan dengan diagram konteks (Context Diagram) atau DFD Level 0 pada Gambar 3.

Gambar 3 Context Diagram Sistem layanan informasi absensi dan nilai siswa Gambar 3 memperlihatkan entitas yang terlibat dalam sistem yaitu admin, orang tua dan kepala sekolah. Admin dapat mengelola data-data yang dibutuhkan oleh sistem serta mendapatkan laporan absensi dan nilai. Data yang dikelola berupa data induk sistem informasi absensi dan nilai yaitu data siswa, data orang tua, data semester, data tahun pelajaran, data absensi, data ujian, dan data mata pelajaran. Admin juga mengelola data nilai dan data absensi untuk dikirimkan kepada orang tua siswa. Admin dapat memasukan Query laporan ke sistem untuk mendapatkan laporan yang diinginkan. Orang tua secara langsung mendapatkan laporan absensi dan nilai siswa saat admin telah menginputkan data absensi dan nilai siswa berupa SMS dan juga laporan melalui web. Orang tua dapat melakukan

request untuk mendapatkan informasi absensi dan nilai. Kepala sekolah mendapatkan laporan rekapitulasi absensi dan nilai. Kepala sekolah mendapatkan laporan berupa rekapitulasi laporan absensi dan nilai ujian siswa. Siswa dapat melakukan request ke sistem dan akan mendapatkan SMS autoreply dari sistem.

(39)

13

dan keluar dari setiap proses. DFD level 1 sistem layanan informasi absensi dan nilai siswa dapat dilihat pada Gambar 4.

Admin

Data absensi, data nilai, data siswa

Data nilai, data siswa

Gambar 4 DFD Level 1 Sistem layanan informasi absensi dan nilai siswa Berdasarkan Gambar 4 terdapat lima fungsi sistem. Fungsi pertama mengelola data induk absensi dan nilai, pada fungsi ini admin mengelola data induk absensi dan nilai (siswa, semester, tahun pelajaran, kelas, jenis ujian, mata pelajaran, data orang tua, nomor handphone). Selain input data, pada fungsi ini admin juga dapat melakukan update data dan delete terhadap data-data induk tersebut. Fungsi kedua mengelola nilai, pada fungsi ini admin mengelola data nilai dengan melakukan input nilai ujian siswa. Proses input nilai dilakukan pertama sekali dengan menentukan tahun pelajaran, semester, jenis ujian dan kelas siswa.

(40)

14

Setelah selesai proses input atau update secara otomatis sistem akan mengirimkan informasi nilai siswa kepada orang tua melalui SMS. Fungsi ketiga mengelola absensi, pada fungsi ini admin menginputkan data absensi harian, sistem secara

default memberikan keterangan hadir, sehingga admin hanya mengubah keterangan sesuai data absensi pada hari tersebut. Update data juga dapat dilakukan pada fungsi ini. Data absensi harian disimpan dalam basis data pada tabel absensi. Setelah selesai proses input atau update, sistem secara otomatis mengirimkan informasi ketidakhadiran siswa kepada orang tua melalui SMS. Fungsi keempat pengiriman melalui SMS, fungsi ini mengkonversi data nilai atau abseni menjadi format teks sehingga informasi nilai dan absensi dapat dikirimkan dan diterima melalui SMS. Fungsi kelima pembuatan laporan, fungsi ini merupakan fungsi untuk membuat laporan berdasarkan query yang diberikan kepada sistem. Laporan – laporan yang dapat dibuat oleh sistem antara lain : laporan kelas siswa berdasarkan tahun pelajaran, laporan rekapitulasi nilai siswa berdasarkan kelas, laporan rekapitulasi nilai rata-rata ujian semua kelas, laporan rekapitulasi absensi tiap kelas, laporan rekapitlasi absensi semua kelas. Orang tua mendapatkan laporan absensi dan nilai untuk tiap individu siswa.

3 Minimum kebutuhan sistem

Sistem informasi manajemen yang dikembangkan, menggunakan alat yang dapat diperoleh dengan mudah berupa Satu unit komputer minimal core to duo dengan RAM 1 GB seharga Rp 3.500.000 dan modem SMS Gateway 1 port SIM Card seharga Rp 400.000. Biaya operasional yang dikeluarkan oleh pihak sekolah per semester sebesar Rp 1.011.600 yang merupakan total dari biaya pengiriman dua kali SMS kepada 936 orang tua untuk nilai UTS dan nilai UAS sebesar Rp. 561.000 dan biaya pengiriman informasi absensi dengan rata-rata 20 SMS per hari selama 150 hari sebesar Rp. 450.000 dengan asumsi per SMS Rp 150. Berdasarkan kebutuhan alat dan operasional harga alat pengembangan sistem Rp 3.900.000. Biaya operasioanl yang dikeluarkan oleh pihak sekolah per semester sebesar Rp 1.011.600. Harga tersebut dapat dikategorikan murah jika dibandingkan dengan biaya fotocopy undangan orang tua siswa, cetak laporan absensi dan nilai ujian tengah semester, dan juga menghemat waktu orang tua sehingga tidak perlu lagi datang ke sekolah dengan mengorbankan pekerjaan untuk memantau kehadiran dan nilai anak mereka. Selain itu, sistem ini juga bermanfaat untuk manajemen laporan kehadiran dan nilai ujian sehingga memudahkan evaluasi dalam menurunkan tingkat ketidakhadiran dan peningkatan prestasi siswa bagi sekolah. Biaya operasional akan meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah siswa. Biaya tersebut jika dibebankan kepada orang tua maka orang tua siswa hanya mengeluarkan dana sebesar Rp 1.100,- per semester, dengan biaya tersebut komunikasi antara orang tua dan sekolah dalam memantau kehadiran dan nilai ujian dapat dilakukan dengan baik.

Alat dan Perangkat Lunak yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem meliputi:

 Komputer dengan spesifikasi minimal prosesor Intel Core 2 Duo 2.20 GHz, Memori 2 GB

 Perangkat mobile (ponsel)

(41)

15

 PHP dan Apliaksi SMS Gateway : Untuk Pengkodean, desain, dan ujicoba internal

 XAMPP: Software web server apache untuk simulasi pengembangan program berbasis web

 MySQL: Untuk layanan database (database : sms_sekolah)

 Macromedia Dreamweaver : untuk teks editor PHP

 Gammu 1.33: Aplikasi SMS Gateway

Desain

Gambar 5 Desain arsitektur sistem

Aplikasi layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa dimulai dengan penginputan data kehadiran dan nilai ujian oleh admin ke sistem berbasis web. Pengiriman SMS kehadiran dan nilai ujian kepada orang tua dilakukan dengan menghubungkan ke modem SMS gateway. Modem ini juga berfungsi untuk menerima SMS request dari orang tua tentang kehadiran dan nilai ujian siswa. Selain layanan SMS, orang tua juga dapat melihat laporan kehadiran nilai ujian melalui internet. Kepala sekolah selaku pimpinan manajemen sekolah mendapatkan laporan langsung dari admin dan juga dapat melihat laporan melalui sistem berbasis web (Gambar 5).

2 Perancangan Basis data

(42)

16

Gambar 7 ERD aplikasi layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa

siswa

Gambar 8 Relasi antar tabel layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa

3 Struktur Program

(43)

17

Gambar 9 Struktur program layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa

Implementasi

Implementasi merupakan penerapan desain dalam bahasa pemograman sehingga menghasilkan tampilan (interface). Data siswa diinputkan dengan memasukan biodata siswa, seperti NIS (Nomor Induk Siswa) dan NISN (Nomor Induk Standar Nasional), nama lengkap, panggilan, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, agama, dan sebagainya. Pihak yang bisa dihubungi merupakan tujuan pengiriman SMS untuk laporan absensi dan nilai ujian siswa (Gambar 10).

(44)

18

Data siswa memiliki hubungan dengan data orang tua, absensi, nilai dan kelas. Apabila data siswa belum diinputkan, maka data orang tua, absensi dan nilai siswa belum bisa diinputkan. Setelah menginputkan data siswa, selanjutnya data siswa dapat dilengkapi dengan menginputkan data orang tua (Lampiran 1).

Data absensi dimasukan ke dalam sistem melalui form input absensi berbasis web yang secara default berketerangan hadir (Lampiran 2). Admin akan mengganti keterangan kehadiran sesuai laporan pada hari yang bersangkutan. Saat data disimpan oleh admin dari form input absensi, saat itu juga sistem akan mengirimkan SMS ke HP orang tua siswa melalui perantaraan modem (Gambar 11). Data absensi harian dapat diperbaharui jika terjadi kesalahan. Form update

data absensi harian lihat Lampiran 3.

Form Input Absensi Berdasarkan Kelas

Modem

Handphone

Gambar 11 Proses input ketidakhadiran harian siswa dan output melalui SMS

Form Input Nilai Manual

Modem

handphone

Form Import Dari Excel

Gambar 11 Proses input nilai ujian pada sisi web dan output melalui SMS Nilai ujian siswa dimasukan ke layanan informansi melalui form input nilai secara manual atau import dari file bertipe berektensi xls dari sistem (Lampiran 4). Setelah nilai diinputkan atau di import, nilai tersebut langsung dikirimkan ke orang tua siswa melalui SMS (Gambar 11).

(45)

19

otomatis akan menghapus data orang tua, data absensi, dan data nilai siswa. Proses pencarian dan hasil pencarian (Lampiran 5).

Gambar 12 Grafik Laporan persentase ketidakhadiran siswa dalam satu bulan untuk setiap kelas)

Laporan absensi berupa laporan persentase ketidakhadiran tiap kelas dalam satu bulan, dan laporan kehadiran siswa berdasarkan kelas dalam satu bulan. Laporan berbentuk grafik dan tabel. Gambar 12 memperlihatkan laporan persentase ketidakhadiran siswa tiap kelas berbentuk grafik dalam satu bulan. sedangkan laporan berbentuk tabel lihat Lampiran 6. Laporan berdasarkan kelas lihat Lampiran 7 dan grafik kehadiran tiap kelas lihat Lampiran 8.

Laporan nilai yang didapat dari sistem oleh manajemen sekolah berupa laporan nilai berdasarkan kelas (Lampiran 9), rata-rata nilai mata pelajaran dan rata-rata kelas untuk semua kelas (Lampiran 10). Gambar 13 merupakan laporan nilai rata-rata kelas berbentuk grafik untuk semua kelas dalam satu semester berdasarkan jenis ujian.

(46)

20

Kehadiran dan nilai ujian siswa, selain dikirimkan langsung oleh sistem kepada orang tua, juga dapat di pantau oleh orang tua melalui SMS dengan

request ke sistem dengan cara mengetikan Absensi# untuk mengetahui kehadiran siswa hari itu, sedangkan untuk mengetahui laporan kehadiran bulanan dilakukan dengan cara mengetikan Absensi#angka bulan (Gambar 14).

Aplikasi SMS Gateway

Handphone

Modem Modem

Handphone

Gambar 14 Request absensi dan balasan sistem

Proses request bukan hanya dapat dilakukan untuk informasi absensi, nilai ujian juga dapat dilihat oleh orang tua siswa melalui proses request dengan cara mengetikkan Nilai#UTS untuk informasi nilai ujian tengah semester dan

Nilai#UAS untuk informasi nilai ujian akhir semester (Gambar 15).

handphone

Aplikasi SMS Gateway

Modem Modem

handphone

Gambar 15 Request nilai dan balasan sistem

Uji usability

(47)

21

Jumlah sampel penelitian minimal 90 responden. Pada penelitian ini, jumlah responden yang dijadikan sampel 135 orang tua dengan 102 orang berpendidikan SMA. Jumlah ini diambil dari kelas X (sepuluh) sebanyak 5 kelas. Jika dilihat dari penentuan jumlah sampel, jumlah ini telah melebihi jumlah sampel yang dihitung.

Tabel 2 Hasil uji usability dengan USE Questionnare 135 responden

Variabel Rata - rata

Usefulness

Sistem membantu meningkatkan efektifitas pelaporan kehadiran dan nilai .

4.59

Sistem bermanfaat bagi orang tua untuk memantau kehadiran dan nilai siswa

4.30

Sistem memberikan pengawasan yang lebih bagi orang tua terhadap kehadiran dan perkembangan studi siswa.

4.22

Sistem dapat menyampaikan informasi dalam waktu singkat. 4.19 Sistem memenuhi kebutuhan orang tua dalam pemantauan

kehadiran dan perkembangan studi siswa

4.13

Sistem sudah sesuai dengan harapan pengguna 4.19

Rata – rata Usefulness 4.27

Ease of use

Sistem hanya memerlukan sedikit langkah untuk digunakan 4.02 Sistem dapat digunakan tanpa kesukaran. 3.87 Sistem bisa digunakan tanpa instruksi tertulis 4.06 Sistem dapat digunakan sesekali ataupun secara rutin dengan

mudah

3.73

Apabila terjadi kesalahan oleh pengguna, pengguna dapat memperbaiki kesalahan dengan cepat dan mudah

3.64

Teks pengiriman SMS ke Sistem mudah di ingat. 4.04

Rata – rata Ease of use 3.89

Ease of learning

Pengguna cepat belajar dalam menggunakan sistem 3.85 Pengguna dapat dengan mudah mengingat cara menggunakan

sistem

3.59

Pengguna dapat dengan mudah mempelajari sistem 4.04 Saya dengan cepat menjadi terampil menggunakan Sistem

Pemantauan Kehadiran dan Nilai.

3.97

Teks penyampaian informasi mudah di mengerti dan dipahami 4.08

Rata – rata Ease of learning 3.91

Satisfaction

Pengguna puas dengan sistem 3.90

Sistem ini menyenangkan untuk digunakan dalam pemantauan kehadiran dan nilai siswa.

4.01

Sistem bekerja sesuai dengan harapan pengguna 4.17 Sistem menyenangkan untuk digunakan oleh orang tua 4.13 Saya merasa saya harus bisa menggunakan dan memiliki Sistem. 4.02 Sistem ini penting bagi saya untuk memantau tingkat kehadiran

dan perkembangan belajar anak saya

4.47

Rata – rata Satisfaction 4.12

Rata – rata 4.05

(48)

22

4.27 yang dalam kelas interval berada pada kriteria sangat mudah atau sangat bermanfaat. Hal ini menunjukkan bahwa layanan SMS untuk penyampaian informasi absensi dan nilai ujian siswa menurut orang tua sangat bermanfaat.

Satisfaction 4.12 yang dalam kelas interval berada pada kriteria mudah atau bermanfaat. Ini menunjukkan bahwa layanan SMS bisa memberikan kepuasan bagi orang tua dalam memantau kehadiran dan nilai ujian. Ease of use sebagai indikator untuk mengukur tingkat kemudahan menggunakan sistem berada pada kriteria mudah atau bermanfaat. Ini terlihat dari rata-ratanya sebesar 3.89 yang berarti layanan SMS ini mudah dalam menggunakannya. Ease of learning sebagai indikator untuk mengukur tingkat kemudahan mempelajari sistem. Hasil pengujian menunjukan rata-rata ease of use juga berapa pada kriteria mudah untuk dipelajari dengan nilai rata-rata 3.91. Secara keseluruhan dari uji usability

didapatkan rata-rata sebesar 4.05 yang berada pada kriteria mudah atau bermanfaat. Hasil ini secara umum menunjukkan bahwa sistem bermanfaat, dapat diterima dengan baik dan memberikan kepuasan bagi orang tua dalam memantau kehadiran dan nilai ujian siswa menggunakan layanan SMS. Hal ini juga menunjukkan bahwa sistem berada pada tingkatan mudah digunakan oleh pengguna (orang tua siswa/wali murid) walaupun rata-rata pendidikan responden adalah SMA yang juga berarti sistem ini dapat digunakan oleh tingkat pendidikan menengah atau bahkan tingkat pendidikan yang lebih rendah lagi selama pengguna dapat membaca SMS dan melakukan pengiriman SMS Hasil USE

Questionnare lihat Lampiran 11.

(49)
(50)
(51)

5

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Tingkat ketidakhadiran siswa dan prestasi belajar siswa dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan keluarga, pemantauan kehadiran dan nilai perlu melibatkan orang tua. Sistem informasi manajemen sekolah berhasil dibangun untuk memantau kehadiran dan nilai ujian siswa dengan melibatkan orang tua melalui cara mengirimkan SMS ke orang tua atau wali murid. Berdasarkan uji

usability diketahui bahwa sistem mudah digunakan oleh pengguna (orang tua siswa/wali murid). Setelah sistem diimplementasikan, sistem pemantauan kehadiran dan nilai ujian siswa menggunakan SMS dapat bermanfaat, diterima dengan baik oleh orang tua/wali murid dan membantu orang tua/ wali murid untuk memantau kehadiran dan nilai anak mereka di sekolah.

Saran

Kegagalan pengiriman SMS kepada orang tua masih terjadi, dan sistem hanya memberikan laporan “sending error”, tanpa bisa mendeteksi penyebab kegagalan. Untuk memperbaharui perlu dilakukan pendeteksian terhadap kegagalan pengiriman pesan (SMS) dengan membuatkan log error sistem seperti

(52)

DAFTAR PUSTAKA

Aelani K dan Falahan. 2012. Pengukuran Usability Sistem Menggunakan USE questionnaire (Studi Kasus : Aplikasi Perwalian Online STMIK AMIK Bandung). SNATI Yogyakarta.15 – 16 Juni 2012. ISSN : 1907 – 5022. Aggarwal V. 2013. Evolving a new Free-Flow Software Development Life Cycle

Model Integrating Concept of Kaizen. IJARCSSE. 3(9). 237-243.

Akbar T I. 2013. Peningkatan pelayanan penilangan melalui sistem E-Violation Info [skripsi]. Bogor(ID). Institut Pertanian Bogor.

Barokah S, Nurhadryani Y, Nurrahmi H. 2013. E-Government development : Online industrial business license services system in Indonesia. ICACSIS.

77-82. ISBN : 978-979-1421-19-5.

Dewanto R A A. 2007. Aplikasi sms gateway dengan koreksi kesalahan menggunakakan fuzzy string matching. SNATI Yogyakarta. 16 Juni 2007. C35 – C38. ISSN: 1907-5022.

Flanagan L and Jacobsen M. 2003. Technology leadership for the twenty-first century principal. JEA. 41( 2). 124-142.

Katankar V K, Thakare V M. 2010. Short Message Service using SMS Gateway.

IJCSE. 02(04). 1487-1491. ISSN : 0975-3397.

[Kemendiknas] Kementrian Pendidikan Nasional. 2003. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta(ID). Kemendiknas.

Kusumadewi S. 2009. Aplikasi Informatika Medis Untuk Penatalaksanaan Diabetes Melitus Secara Terpadu. SNATI Yogyakarta. 20 Juni 2009. C23-C27. Issn: 1907-5022.

Laudon C K dan Laudon P J. 2012. Management Information System :

Managing The Digital Firm.20th Ed. New York(US). Pearson Prentice

Hall.

Lund A M. 2001. Measuring Usability with the USE Questionnaire.

[internet].[diunduh 2013 Agus 3].Tersedia dari : http://www.stcsig.org/ usability/ newsletter/ 0110_measuring_with_use.html.

Manoj V Bramhe. 2011. Sms Based Secure Mobile Banking. International Journal of Engineering and Technology. 3(6). 472-479. ISSN : 0975-4024

Nielsen J. 2012. Nielsen Charts Asia's Mobile Advertising Ecosystem[internet].[diunduh 2012 Des 08]. Tersedia di http://asiamediajournal.com/pressrelease.php?id=3756

Nielsen J. 2012. Usability 101: Introduction to Usability. [internet]. 4 Januari 2012. [diacu 2013 Agus 3]. Tersedia dari : http://www.nngroup.com/ articles/usability-101-introduction-to-usability

Reddy G S,Rallabandi S, Srikanth R R,Vuda S R. 2009. Management Information System To Help Managers For Providing Decision Making In An Organization. IJRIC. ISSN : 2076-3328.

Riduwan. 2011. Dasar – dasar statistika. Bandung (ID). Alfabeta.

Rosa A.S dan Shalahuddin M. 2011. Rekayasa Perangkat Lunak (Terstruktur dan Berorientasi Objek). Bandung(ID): Modula

(53)

25

Schiefer G and Decker M. 2008. Taxonomy for Mobile Terminals, A Selective Classification Scheme. Proceedings of the International Conference on E-Business (ICE-B 08). INSTICC Press. July 2008. Porto. Portugal.

Tong M and Trinidad S. 2005. Conditions and Constraints of Sustainable Innovative Pedagogical Practices Using Technology. IEJLL. 9(3).

Traxler John. 2010. Students and mobile devices. ALT-J Research in Learning Technology.18(2), 149–160. Routledge.

Vandelannoitte L and Aurélie. 2009. Mobile information systems and organizational Control: a foucauldian approach. ECIS 2009-0422. R1. 2009. 1 – 13

Wilieyam dan Sevani N G. 2013. Aplikasi Reminder Pengobatan Pasien Berbasis SMS Gateway. INKOM. 7(1)

Yudo Purnomo Asep. 2004. Aplikasi Short Message Service (SMS) Dalam Sistem Informasi Nilai Akademik [Skripsi]. Bogor(ID). Institut Pertanian Bogor (IPB).

Yuen A H K, Law N, Wong K C. 2003. ICT implementation and school leadership: Case studies of ICT integration in teaching and learning.

(54)
(55)
(56)

26

(57)

27

Lampiran 2 Antar muka untuk input absensi harian siswa

Keterangan :

(58)

28

(59)

29

(60)

30

Lampiran 5 Antar muka untuk pencarian data siswa

Form pencarian berdasarkan nis dan nama

Hasil pencarian berdasarkan nis dan nama

Detail data siswa untuk dilengkapi

(61)

31

(62)

32

(63)
(64)
(65)
(66)

36

(67)
(68)

38

Lampiran 11 Data hasil USE Questionnare

no responden

butir kuesioner

rata-rata

Usefulness Ease Of Use Ease Of Learning Satisfaction

(69)

39 no responden

butir kuesioner

rata-rata

Usefulness Ease Of Use Ease Of Learning Satisfaction

(70)

40

no responden

butir kuesioner

rata-rata

Usefulness Ease Of Use Ease Of Learning Satisfaction

(71)

41 no responden

butir kuesioner

rata-rata

Usefulness Ease Of Use Ease Of Learning Satisfaction

(72)

42

no responden

butir kuesioner

rata-rata

Usefulness Ease Of Use Ease Of Learning Satisfaction

(73)

43 no responden

butir kuesioner

rata-rata

Usefulness Ease Of Use Ease Of Learning Satisfaction

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 22 12 13 14 15 21 16 17 18 19 20 23

119 DO 5 5 5 4 4 4 5 5 4 3 4 4 4 3 5 5 5 4 4 5 3 5 5 4.35

120 DP 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 4 3 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4.61

121 DQ 4 4 4 5 5 3 5 3 3 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 3 4.04

122 DR 5 3 5 4 4 4 5 3 3 3 4 4 4 3 5 4 3 4 5 4 3 3 5 3.91

123 DS 5 4 5 5 4 5 5 5 5 3 4 5 5 4 5 3 4 5 3 5 4 4 5 4.43

124 DT 5 5 5 5 3 5 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 3 5 4.70

125 DU 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4.96

126 DV 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4.87

127 DW 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.00

128 DX 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.00

129 DY 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.00

130 DZ 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.00

131 EA 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4.78

132 EB 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.00

133 EC 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.00

134 ED 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5.00

135 EE 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4.78

(74)
(75)
(76)

42

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Tanah Merah pada tanggal 22 Januari 1981 sebagai anak ke dua dari pasangan Yusmar M dan Kartini. Pendidikan sarjana ditempuh di Program Studi Teknik Informatika di STMIK – AMIK Riau, lulus pada tahun 2007. Pada tahun 2011 penulis diterima di Program Studi Ilmu Komputer pada Pascasarjana IPB.

Figur

Gambar 4  DFD Level 1 Sistem layanan informasi absensi dan nilai siswa

Gambar 4

DFD Level 1 Sistem layanan informasi absensi dan nilai siswa p.39
Gambar 5  Desain arsitektur sistem

Gambar 5

Desain arsitektur sistem p.41
Gambar 7  ERD aplikasi layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa

Gambar 7

ERD aplikasi layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa p.42
Gambar 9  Struktur program layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa

Gambar 9

Struktur program layanan informasi absensi dan nilai ujian siswa p.43
Gambar 10  Form input biodata siswa

Gambar 10

Form input biodata siswa p.43
Gambar 11  Proses input ketidakhadiran harian siswa dan output melalui SMS

Gambar 11

Proses input ketidakhadiran harian siswa dan output melalui SMS p.44
Gambar 12   Grafik Laporan persentase ketidakhadiran siswa dalam

Gambar 12

Grafik Laporan persentase ketidakhadiran siswa dalam p.45
Gambar 13  Grafik Laporan nilai rata-rata tiap kelas berdasarkan

Gambar 13

Grafik Laporan nilai rata-rata tiap kelas berdasarkan p.45
Gambar 14 Request absensi dan balasan sistem

Gambar 14

Request absensi dan balasan sistem p.46
Tabel 2  Hasil uji usability dengan  USE Questionnare 135 responden

Tabel 2

Hasil uji usability dengan USE Questionnare 135 responden p.47

Referensi

Memperbarui...