• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanggung Jawab Suami Terhadap Anak Akibat Perceraian Berbeda Agama Dalam Persfektif Hukum Perdata (Studi Kasus Pengadilan Negeri Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Tanggung Jawab Suami Terhadap Anak Akibat Perceraian Berbeda Agama Dalam Persfektif Hukum Perdata (Studi Kasus Pengadilan Negeri Medan)"

Copied!
101
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini menunjukkan : Bahwa hadhanah (Hak asuh anak) kepada orang tua laki-laki dalam perkara nomor : 1521/Pdt.G/2011/PA.Mdn yang telah diputus oleh Pengadilan

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai tanggung jawab orang tua terhadapa anak setelah perceraian, disertai dengan pertimbangan hakim dalam

3) Berhubungan semenda yaitu mertua, anak tiri, menantu dan ibu/bapak tiri. 4) Berhubungan susuan, yaitu orang tua susuan, anak susuan, saudara susuan dan bibi/

(1) Salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasaannya terhadap seorang anak atau lebih untuk waktu yang tertentu atas permintaan orang tua yang lain, keluarga anak

Dilakukannya adopsi putuslah segala hubungan perdata yang berasal dari keturunan karena kelahiran (antara anak dengan orang tua kandungnya). Anak angkat menjadi ahli waris dari

Untuk melangsungkan perkawinan seorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus lah mendapat ijin kedua orang tuanya. 2) Dalam hal salah seorang dari kedua orang tua

Selanjutnya yaitu akibat hukum bagi orang tua yang tidak melaksanakan tanggung jawab terhadap anak setelah perceraian. Hal yang harus dipertahankan setelah

Oleh karena itu perlu dikaji prinsip hukum tentang kewajiban orang tua laki-laki atas biaya nafkah anak sah setelah terjadinya perceraian, sikap dan Pengadilan Agama Medan dalam