• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kedudukan Hak Asuh Anak Pasca Terjadinya Perceraian karena Salah Satu Orang Tuanya Murtad Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam (Studi Perbandingan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama di Makassar) - Repositori UIN Alauddin Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Kedudukan Hak Asuh Anak Pasca Terjadinya Perceraian karena Salah Satu Orang Tuanya Murtad Menurut Hukum Positif dan Hukum Islam (Studi Perbandingan Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama di Makassar) - Repositori UIN Alauddin Makassar"

Copied!
175
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

2.Antara paman atau paman orang tua dan kemenakan perempuan atau anak perempuan kemenakan, demikian pula antara bibi atau bibi orang tua dan kemenakan laki-laki atau anak

Selain cara kekeluargaan yang melibatkan kedua orang tua dari kedua belah pihak dan tokoh atau ulama setempat, percerain dapat terjadi hanya dengan kesepakatan

Untuk mewujudkan keluarga atau anak-anak yang berkualitas, perlu perencanaan yang matang, setiap keluarga ( orang tua atau suami istri ) harus dapat memperhitungkan

Hal itupun berakibat pada kesamaan hak dan kewajiban yang dimiliki oleh anak angkat, termasuk pada pembagian warisan harta orang tua angkatnya apabila

(dua puluh satu) tahun harus mendapat izin kedua orang tua. Dalam hal salah seorang dari kedua orang tua telah meninggal dunia atau dalam keadaan tidak mampu menyatakan

Hubungan moral anak dan orang tua tidaklah bisa terputus oleh alasan apapun, melainkan hak dan kewajiban seorang anak dan orangtua bisa berubah apabila menerapkan

Meskipun begitu, tidak berarti hal ini melarang calon orang tua angkat memiliki pertimbangan lain, seperti ingin memiliki anak karena belum dikaruniai keturunan atau anak

Pasca perceraian orang tua, anak tetap memiliki hak untuk bertemu dan diasuh oleh kedua orang tuanya sam- pai dirinya dewasa.Tindakan orang tua yang tidak mendapat hak asuh yang