• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Pengelola PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Pengelola PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR

PROGRAM PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

DANA MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2011

IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) PENGELOLA PAUD (PENDIDIKAN ANAK USIA DINI)

DI KECAMATAN MEDAN JOHOR, KOTA MEDAN

Oleh:

Arif Nuryawan, S.Hut, M.Si, NIP. 197804162003121003 (Ketua) Luthfi Hakim, S.Hut, M.Si, NIP. 197910172003121002 (Anggota)

Dibiayai oleh Dana Masyarakat Universitas Sumatera Utara Tahun 2011, sesuai dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Program Pengabdian kepada

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR

1. Judul Kegiatan : Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) Pengelola PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di

Kecamatan Medan Johor, Kota Medan 2. Jenis Kegiatan : Pengabdian kepada Masyarakat

(Penerapan Teknologi bagi Masyarakat) 3. Ketua Tim :

a. Nama Lengkap : Arif Nuryawan, S.Hut, M.Si b. Jenis Kelamin : Laki-Laki

c. NIP : 19780416 200312 1003 d. Jabatan Fungsional : Lektor

e. Jabatan Struktural : Ketua Laboratorium Teknologi Hasil Hutan f. Bidang Keahlian : Biokomposit (Panel-Panel Kayu)

g. Fakultas/ Program Studi : Pertanian/ Kehutanan

h. Perguruan Tinggi : Universitas Sumatera Utara (USU) i. Anggota Tim Peneliti : Luthfi Hakim, S.Hut, M.Si

4. Alamat : Jl.Tri Dharma Ujung No.1 Kampus USU Medan No. Telepon/Faks : 061-8201920/ 061-8201920

E-mail : [email protected] No. Telepon : 081-8860249

5. Pendanaan dan jangka waktu kegiatan :

a. Jangka waktu : 3 (tiga) bulan

b. Biaya disetujui : Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah) c. Sumber dana : Dana Masyarakat USU Tahun 2011 6. Nama dan alamat lengkap mitra

a. Pengelola PAUD “Khoiru Ummah” (Ibu Yusseva, S.Farm)

Jl.Karya Jaya Gang Meterologi No.50 Medan Johor Telp.085262985817 b. Pengelola PAUD “Mutiara Ummat” (Ibu Sri Hayati)

Jl.Eka Rasmi Gang Eka Warkop No.2 Medan Johor Telp.085262765025 Mengetahui/ Menyetujui, Medan, November 2011

Dekan Fakultas Pertanian- USU, Ketua Tim Pelaksana,

Prof.Dr.Ir. Darma Bakti, MS Arif Nuryawan, S.Hut, M.Si

NIP 195601221986011001 NIP 19780416 200312 1003 Mengetahui/Menyetujui:

(3)
(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur dipanjatkan kepada Alloh swt karena berkat rahmat-Nya kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini dapat selesai tepat waktu.

Kegiatan PPM ini merupakan penerapan ipteks (ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni) terhadap pengelola Pendidikan Anak Usia dini (PAUD) di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan melalui pembuatan sarana belajar mengajar berupa meja lipat terbuat dari kayu cepat tumbuh (sengon) dan tripleks.

Secara umum kegiatan PPM ini berhasil baik dengan indikator utamanya adalah penerimaan yang baik dari kedua mitra pengelola PAUD akan penerapan ipteks ini. Demikian juga meja lipat sebagai hasil akhir produk penerapan ipteks telah berhasil dibuat/ diproduksi sebanyak 17 (tujuh belas) unit. Semuanya dihibahkan untuk kedua PAUD sebagai contoh/ prototype bentuk meja lipat untuk sarana belajar mengajar, sehingga di kemudian hari apabila pengelola PAUD membutuhkan (karena ada kekurangan atau kerusakan), pengelola PAUD dapat membuatnya sendiri.

Atas dana masyarakat melalui LPPM USU, Tim PPM mengucapkan terima kasih. Peran serta Sdr. Abdul Hakim Pranata sebagai mahasiswa yang membantu disampaikan penghargaan dan terima kasih. Kepada mitra pengelola PAUD “Khoiru Ummah” dan “Mutiara Ummat” disampaikan penghargaan dan terima kasih atas kesediannya bekerjasama dalam kegiatan PPM ini.

Semoga kegiatan PPM ini tidak berhenti sampai di sini mungkin di suatu hari nanti dapat dilanjutkan dalam bentuk kegiatan yang lain.

Medan, November 2011 Tim PPM

(5)

DAFTAR ISI

halaman

Halaman Pengesahan Laporan Akhir ………. i

Kata Pengantar……… 1

Daftar Isi ……… 2

Ringkasan………. 3

1. Pendahuluan ………. 4

2. Perumusan Masalah ………. 5

3. Tinjauan Pustaka ………. 6

4. Tujuan Kegiatan ……….. 7

5. Manfaat Kegiatan ……… 8

6. Khalayak Sasaran ……… 8

7. Metode Pengabdian ………. 9

8. Keterkaitan ……….. 9

9. Rancangan Evaluasi ………. 10

10.Hasil Pelaksanaan Kegiatan ………. 11

11.Evaluasi Hasil Pelaksanaan Kegiatan ………. 12.Kesimpulan ……….. 14 15 Daftar Pustaka ……… 16

(6)

RINGKASAN

Laporan akhir kegiatan pengabdian pada masyarakat (PPM) ini berisi paparan latar belakang kegiatan ini dilaksanakan hingga hasil dan evaluasi kegiatan PPM yang berupa penerapan ipteks (ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni ini) telah berjalan.

Kegiatan PPM dimaksud adalah penerapan ipteks pembuatan meja lipat untuk pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Secara umum penerapan ipteks ini berhasil, dengan indikator-indikator :

1. Penerimaan yang baik dan antusias oleh pengelola kedua PAUD (baik di PAUD “Khoiru Ummah” maupun PAUD “Mutiara Ummat”) atas penerapan ipteks pembuatan meja lipat untuk keperluan sarana belajar mengajar

2. Ada keterlibatan mahasiswa untuk penelitian penerapan ipteks bagi masyarakat yang bernama Abdul Hakim Pranata NIM 081203003 sehingga kegiatan PPM ini dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, lebih lanjut kegiatan ini dikembangkan untuk skripsi mahasiswa tersebut.

3. Hasil pengujian mutu kayu dan tripleks yang digunakan untuk bahan baku meja lipat oleh Laboratorium Keteknikan Kayu Fakultas Kehutanan IPB Bogor menunjukkan hasil yang baik setelah dibandingkan dengan berat badan ideal balita (yaitu berat badan anak usia PAUD), artinya meja lipat untuk anak-anak PAUD dapat dibuat dengan menggunakan kayu sengon dan tripleks.

4. Telah berhasil dibuat contoh meja lipat sebanyak 17 (tujuh belas) buah untuk contoh (PAUD “Khoiru Ummah” mendapatkan 12 unit dan PAUD “Mutiara Ummat” mendapatkan 5 unit) sehingga di kemudian hari masing-masing pengelola PAUD dapat membuat sendiri meja lipat sesuai kebutuhannya berdasarkan contoh tersebut.

5. Hasil analisis pengujian dan perhitungan menunjukkan meja lipat yang dihasilkan mampu menopang berat badan ideal (BBI) anak usia PAUD hingga 5 tahun.

(7)

1. Pendahuluan

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Khoiru Ummah dan PAUD Mutiara Ummat

ternyata tidak begitu “prospek” atau “tidak begitu laku” jika dibandingkan PAUD-PAUD

yang lain. Padahal kedua PAUD ini (kebetulan terletak di Kecamatan Medan Johor,

tempat saya tinggal) memiliki keunggulan yang lebih diantaranya terletak di sekitar

kompleks perumahan yang masih terdapat banyak anak-anak usia di bawah Taman

Kanak-Kanak dan memiliki kurikulum home schooling yang dikoordinasi oleh el Diina

Center (Komunitas Peduli Ibu dan Generasi) yang telah berpengalaman membuka home

schooling di Bandung, Bogor, Jakarta, dan Yogyakarta (www.el-diina.com).

PAUD Khoiru Ummah hanya memiliki 16 (enam belas) siswa dengan latar

belakang ekonomi menengah ke bawah. Hal ini terindikasi dari besarnya iuran bulanan

yang hanya ditarik sebesar Rp 25 ribu saja per siswa. Diasuh oleh 2 (dua) orang guru

yang salah satunya merangkap sebagai kepala sekolah. Demikian juga PAUD Mutiara

Ummat, siswanya hanya sekitar 10 orang dengan tenaga seorang guru yang merangkap

sebagai kepala sekolah.

Setelah diamati, ternyata kedua PAUD tersebut terkesan dikelola ala kadarnya.

Selain tidak menempati bangunan khusus, tidak adanya papan nama, dan keberadaan

bangku (meja dan kursi) untuk sarana belajarnya pun tidak tersedia. Kedua PAUD ini

menempati rumah kepala sekolah dan jam operasionalnya mulai dari jam 8 hingga jam 10

saja. Dengan kata lain jam 8 hingga jam 10 berfungsi sebagai sekolah dan di atas jam 10

berfungsi sebagai rumah sang kepala sekolah.

Kondisi tersebut sebenarnya sah-sah saja, hanya saja sebenarnya pengelola kedua

PAUD ini bisa lebih professional, misalnya walaupun bangunannya berfungsi ganda

tetapi papan nama harus ada sehingga saat ada yang mendaftar dapat dengan mudah

mengetahui kontak personnya. Kemudian saat “buka” jam sekolah maka disusunlah

bangku-bangku untuk para siswa dan selepas jam sekolah bangku-bangku bisa dilipat

(8)

2. Perumusan Masalah

Dalam usianya yang belia, kelompok pengelola PAUD ini menghadapi banyak

tantangan, diantaranya saingan dari institusi pengelola PAUD lainnya yang tentunya

memiliki fasilitas yang lebih baik. Untuk itu, dalam kesempatan kegiatan pengabdian

pada masyarakat ini, permasalahan mitra berupa belum adanya bangku-bangku untuk

para siswa PAUD perlu dicarikan solusinya. Bangku-bangku yang diperlukan tentunya

adalah bangku yang aman bagi anak-anak, ergonomis, dan tentunya berbiaya murah.

Menimbang permasalahan yang dihadapi oleh kedua pengelola PAUD di daerah

Medan Johor, maka diperlukan adanya transfer teknologi melalui proses kemitraan yang

partisipatif antara Program Studi Kehutanan dalam hal ini minat Teknologi Hasil Hutan

Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara dan pengelola kedua PAUD tersebut. Dua

langkah utama berikut ini diprediksi akan menjadi solusi yang tepat bagi permasalahan

yang dihadapi

1. Pengenalan dan penerapan teknologi pengolahan kayu cepat tumbuh menjadi

bangku-bangku sederhana dalam hal ini meja ukuran anak-anak usia dini yang

dapat dilipat, sehingga secara ergonomis anak-anak usia dini ini tidak kesulitan

saat belajar menulis, menggambar, ataupun mewarnai. Sikap tubuh tidak rusak/

cedera yang diakibatkan posisi yang salah saat belajar.

2. Pembuatan meja ukuran anak-anak usia dini inipun harus kuat, yang dibuktikan

dengan hasil pengujian kekuatan kayu cepat tumbuh yang digunakan. Kayu cepat

tumbuh memiliki keunggulan cepat tumbuh sehingga jika dipanen tidak

mendegradasi volume hutan, memiliki bobot yang ringan (biasanya berat jenisnya

tidak melebihi 0,5), dan tentunya banyak tersedia dan murah/ terjangkau harganya

(9)

3. Tinjauan Pustaka

a. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

PAUD (pendidikan anak usia dini) mencakup pendidikan formal (Taman

Kanak-Kanak/ TK & Raudhotul Athfal/ RA) maupun informal (Kelompok Bermain, Play Group,

Home Schooling, Community Based Education, kegiatan belajar di posyadu, dll). PAUD

yang digalakkan oleh pemerintah adalah PAUD dalam arti luas, sebagaimana dijelaskan

di atas. Bukan PAUD yang diartikan secara salah selama ini, yaitu alternatif selain TK

dan RA. PAUD yang sesungguhnya memang sangat penting mengingat

pertumbuhkembangan anak yang sangat pesat pada usia 0-8 tahun. Masa yang sangat

penting bagi pembentukan karakter dasar. PAUD bisa dilakukan oleh siapapun, termasuk

oleh orang tua. Keluarnya Permendiknas nomor 58 tahun 2009 hanya memberikan

panduan bagi semua pihak yang terkait, terutama tentang tahap-tahap perkembangan

anak dan bagaimana menjadi pendidik yang berkompeten dalam membantu anak-anak itu

bertumbuhkembang (Yanti, 2010).

b. Sarana dan Prasarana untuk PAUD

Pada dasarnya porsi terbanyak waktu bermain ada pada anak-anak usia dini. Sejak

bayi hingga usia kanak-kanak, waktu bermain mereka menguasai seluruh kehidupannya

sesudah dipotong waktu tidur. Bagi mereka bermain adalah belajar. Dunia bermain

adalah dunia anak usia dini untuk melakukan eksplorasi (Anneahira, 2011).

Untuk itu, diperlukan sarana dan prasarana untuk menunjang bermain dan

(10)

Blau, 2004). Sarana dan prasarana tersebut bisa mencakup alat-alat belajar mengajar

seperti meja untuk keperluan alas menulis, menggambar, atau mewarnai.

c. Meja

Meja merupakan salah satu furniture yang sudah umum diproduksi. Namun

demikian, pembuatan furniture yang akan digunakan untuk anak-anak agak berbeda

dengan furniture biasa pada umumnya. Dalam membuat furniture untuk anak-anak, harus

dipertimbangkan beberapa factor, yaitu (Iensufiie, 2002) :

1. Ringan

2. Tidak ada sudut atau bagian yang tajam

3. Kuat dan kokoh dalam hal konstruksi

4. Warna-warnanya harus menarik

5. Model atau desainnya sederhana

Iinsufiie (2002) menambahkan bahwa sistem konstruksi furniture anak harus

dibuat sedemikian rupa agar sesedikit mungkin menggunakan paku atau sekrup. Karena

apabila furniture tersebut suatu saat rusak, banyaknya paku atau sekrup yang terbuka

dapat melukai anak-anak yang menggunakan furniture tersebut.

Hal ini harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh demi keselamatan anak-anak

penggunanya, mengingat anak-anak cenderung ceroboh dan kurang hati-hati. Di beberapa

Negara Eropa bahkan ada yang mensyaratkan penggunaan cat yang bersifat non-heavy

metal untuk bahan coating-nya.

4. Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan ini akan menghasilkan luaran yang secara konsekutif akan

berujung pada peningkatan kualitas pengembangan pengelolaan PAUD, baik PAUD

Khoiru Ummah maupun PAUD Mutiara Ummat, yaitu :

1. Menghasilkan meja-meja lipat untuk sarana belajar anak-anak usia PAUD

yang memenuhi kualitas kelayakan kekuatan (dibuktikan dengan hasil

(11)

2. Skripsi penelitian mahasiswa yang dilibatkan dalam pembuatan dan penelitian

meja lipat untuk anak usia dini.

5. Manfaat Kegiatan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini akan memberikan manfaat dan membuahkan

hasil produktif dalam memecahkan permasalahan mitra. Manfaat yang diperoleh oleh tim

pengusul adalah teraplikasinya ilmu dan teknologi serta seni (ipteks) dalam memproduksi

meja dari kayu cepat tumbuh yang aman, ergonomis, dan ekonomis. Juga dihasilkannya

skripsi mahasiswa yang nantinya bisa dituliskan dalam bentuk artikel ilmiah.

Manfaat bagi mitra adalah mengenal dan mengetahui bagaimana menyediakan

sarana dan prasarana dalam hal ini meja untuk anak didik usia PAUD yang aman, murah,

dan ergonomis. Diharapkan pengelola PAUD dapat membuat/ memproduksi sendiri

meja-meja tersebut jika kurang/ rusak. Dengan demikian telah terjadi transfer teknologi

dari akademisi (tim pengusul dan mahasiswa bimbingan) kepada mitra pengelola PAUD.

6. Khalayak Sasaran

Khalayak sasaran adalah kedua mitra pengelola PAUD dalam hal ini adalah :

1. Pengelola PAUD Khoiru Ummah yang beralamat di Jl.Karya Jaya Gang

Meterologi, Medan Johor

2. Pengelola PAUD Mutiara Ummah yang beralamat di Jl.Eka Rasmi, Medan Johor

3. Satu orang mahasiswa Prodi Kehutanan, Fakultas Pertanian USU, bernama Abdul

Hakim Pranata, yang dilibatkan untuk transfer teknologi terhadap kedua mitra

Tim pengusul merupakan dosen bidang teknologi kayu yang memiliki kompetensi

yang relevan terhadap permasalahan. Ketua tim pelaksana berpengalaman dalam bidang

penelitian (selama ini telah memenangkan Hibah Kompetensi dari Dikti selama 3 tahun

(12)

anggota tim, berturut-turut juga telah memenangkan Hibah Pekerti dan Hibah Bersaing

dari Dikti, yang tentunya dapat berimplikasi pada hasil penerapan teknologi pengolahan

kayu yang akan diterapkan di masyarakat dalam hal ini pengelola PAUD untuk

pembuatan meja lipat sebagai sarana belajar anak-anak usia dini.

7. Metode Pengabdian

Metode pengabdian yang dilaksanakan adalah pengabdian berbasis riset atau

penelitian. Pembuatan meja untuk anak-anak usia dini dilakukan berdasarkan studi

literatur yang mensyaratkan bahwa furniture anak-anak harus aman bagi anak-anak itu

sendiri (Iensufiie, 2004 dan Hogg & Blau, 2004).

Kayu cepat tumbuh yang akan digunakan sebagai bahan baku harus diketahui

terlebih dahulu kekuatannya (diuji sifat mekanisnya, dengan tiga kali ulangan).

Kemudian dibuat desain meja lipat seperti yang ada di pasaran. Setelah dibuat desainnya,

maka diproduksilah meja lipat untuk anak-anak dengan memanfaatkan fasilitas

Laboratorium/ workshop Teknologi Hasil Hutan yang ada di Program Studi Kehutanan,

Fakultas Pertanian USU.

Pengujian kekuatan kayu (mekanis) dilakukan berdasarkan ASTM (American

Society for Testing Materials) untuk kekuatan mekanis kayu, seperti yang telah dilakukan

oleh bimbingan penulis untuk skripsi-skripsinya, misalnya Tarigan (2005) maupun

Somadona (2009). Pengujian dilakukan di Laboratorium Keteknikan Kayu, Fakultas

Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

8. Keterkaitan

Terdapat keterkaitan antara tim pengusul dalam hal ini dosen-dosen yang

memiliki kompetensi teknologi kayu dengan mitra yaitu pengelola PAUD (baik PAUD

Khoirul Ummah maupun PAUD Mutiara Ummat). Keterkaitan ini adalah adanya transfer

ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni kepada mitra dalam memproduksi meja lipat untuk

keperluan anak didik usia PAUD. Meja lipat dimaksud terbuat dari kayu cepat tumbuh

(13)

meja lipat ini adalah bagaimana meja lipat dari kayu cepat tumbuh ini dapat digunakan

oleh anak-anak usia PAUD secara aman dan ergonomis.

Selain itu, adanya mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan ini menjadikan

kegiatan pengabdian masyarakat ini berbasiskan riset karena kegiatan ini dimanfaatkan

untuk tugas skripsi mahasiswa yang dilibatkan. Dengan dihasilkannya skripsi,

kemungkinan besar hasilnya dapat dituliskan dalam bentuk karya ilmiah, baik artikel

ilmiah maupun artikel pengabdian pada masyarakat.

9. Rancangan Evaluasi

Rancangan evaluasi dilakukan dalam setiap tahapan kegiatan. Ada lima tahapan

kegiatan, yang masing-masing tahapannya terdapat indikator keberhasilan untuk

mencapai tujuan. Tahapan-tahapan dan indikator keberhasilan disajikan pada Tabel 1

[image:13.612.99.546.335.701.2]

berikut.

Tabel 1. Tahapan kegiatan dan indikator keberhasilannya

No Tahapan kegiatan Indikator keberhasilan

1. Survey ketersediaan pemasok kayu cepat tumbuh

untuk bahan baku meja lipat anak-anak usia PAUD

Diperoleh tempat pemasok

kayu cepat tumbuh, bisa

berupa pemilik hutan rakyat

maupun panglong

2 Pengujian sifat mekanis kayu cepat tumbuh untuk

bahan baku meja lipat anak-anak usia PAUD

Memenuhi standar (ASTM)

3. Pembuatan desain meja lipat dari kayu cepat

tumbuh untuk anak-anak usia PAUD

Tersedianya desain meja

lipat dari kayu cepat

tumbuh untuk anak-anak

usia PAUD yang aman dan

ergonomis

4. Proses produksi/ pembuatan meja lipat dari kayu

cepat tumbuh untuk anak-anak usia PAUD

Berhasil membuat meja

lipat dari kayu cepat

tumbuh untuk anak-anak

usia PAUD yang aman dan

(14)

5 Pengujian meja lipat dari kayu cepat tumbuh untuk

anak-anak usia PAUD

Berhasil memenuhi standar

kekuatan dan keamanan

untuk anak usia PAUD

10.Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Hasil pelaksanaan kegiatan yaitu penerapan ipteks (ilmu pengetahuan dan

teknologi serta seni) kepada masyarakat pengelola PAUD telah berjalan baik. Penerapan

teknologi dimaksud adalah pembuatan meja lipat untuk sarana/ fasilitas kegiatan belajar

mengajar di PAUD Khoiru Ummah dan PAUD Mutiara Ummat. Pembuatan meja lipat

melibatkan seorang mahasiswa Minat Teknologi Hasil Hutan Program Studi Teknologi

Hasil Hutan yang bernama Abdul Hakim Pranata NIM 081203003. Meja lipat dimaksud

berhasil dibuat 17 (tujuh belas) buah dan dibagi untuk PAUD Khoiru Ummah 12 (dua

belas) buah dan 5 (lima) buah untuk PAUD Mutiara Ummat.

Respon kedua PAUD sangat positif, karena mereka nantinya bisa membuat

sendiri meja lipat seperti yang dicontohkan oleh tim pengabdian melalui mahasiswa.

Meja lipat ini berbahan baku kayu cepat tumbuh dan mudah diperoleh baik di panglong

ataupun di sekitar tempat PAUD berada yaitu di Kecamatan Medan Johor.

Pada Gambar 1 terlihat PAUD Khoiru Ummah tanpa meja saat melaksanakan

kegiatan belajar mengajar, dengan dihibahkannya hasil penerapan ipteks ini diharapkan

(15)
[image:15.612.184.467.70.283.2]

Gambar 1. Keadaan kegiatan belajar mengajar di PAUD Khoiru Ummah sebelum ada

meja lipat untuk sarana belajar mengajar

(16)
[image:16.612.127.524.70.303.2]

Gambar 2. Meja lipat yang berhasil dibuat untuk sarana belajar mengajar PAUD Khoiru Ummah dan PAUD Mutiara Ummat, foto dibuat dari berbagai sisi supaya nampak/ terlihat jelas konstruksinya

Berdasarkan hasil pengujian, bahan baku yang berupa kayu sengon dan tripleks, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2, beban maksimal semuanya lebih dari 18 kg. Artinya baik kayu sengon dan tripleks yang digunakan mampu menopang berat ideal anak usia PAUD hingga umur 5 tahun, sesuai rumus yang dikeluarkan oleh PAUD Anak Ceria, yaitu :

Sumber : PAUD Anak Ceria (2011)

Dengan keterangan :

(17)
[image:17.612.105.545.96.507.2]

Tabel 2. Hasil pengujian bahan baku (kayu sengon dan tripleks) meja lipat

No. Uraian Dimensi (pxlxt) Ulangan

Beban maksimal (kgf) Lendutan maksimal (mm)

1 88.45 7.88 2 66.45 7.23 3 65.91 4.87

1 Kayu sengon pendek 125 mm x 20 mm x 15 mm

rata-rata 73.60 6.66 1 37.85 6.94 2 26.21 7.53 3 30.74 11.46

2 Kayu sengon sedang 1 225 mm x 20 mm x 15 mm

rata-rata 31.60 8.64 1 45.16 7.17 2 32.24 8.36 3 40.13 8.89

3 Kayu sengon sedang 2 230 mm x 20 mm x 15 mm

rata-rata 39.18 8.14 1 25.40 9.24 2 24.32 7.97 3 28.34 15.08

4 Kayu sengon panjang 300 mm x 20 mm x 15 mm

rata-rata 26.02 10.76

1 18.80 15.09 2 20.78 15.06 3 22.24 19.29

5 Tripleks sejajar serat 150 mm x 5 mm x 5 mm

rata-rata 20.61 16.48

1 19.42 17.78 2 19.62 13.71 3 20.83 19.95

6 Tripleks tegak lurus serat 150 mm x 5 mm x 5 mm

rata-rata 19.96 17.15

Jika disimulasikan, rumus BBI tersebut akan menghasilkan seperti Tabel 3 berikut :

Tabel 3. Hasil simulasi rumus BBI

(18)

2.5 13 3 14 3.5 15

4 16 4.5 17

5 18 5.5 19

6 20

Berdasarkan data simulasi pada Tabel 3 dan hasil pengujian pada Tabel 2, maka meja lipat yang diproduksi dari kayu sengon dan tripleks hanya mampu menopang untuk anak usia 5 tahun dengan berat badan ideal (18 kg). Untuk itu perlu dilakukan penimbangan terhadap siswa anak PAUD paling tidak sebulan sekali untuk mengantisipasi kerusakan meja lipat karena beban yang terlalu berat (> 18 kg).

11.Evaluasi Hasil Pelaksanaan Kegiatan

Pada Gambar 3 diberikan lebih jelas foto dari sisi yang lebih dekat supaya pengelola PAUD dapat membuat dengan mudah meja lipat dari kayu jika diperlukan.

Evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan PPM menunjukkan bahwa meja lipat yang dibuat memenuhi standar kekuatan untuk anak usia PAUD sampai dengan 5 tahun dengan berat badan ideal (BBI) 18 kg.

Namun demikian, seperti yang ditunjukkan baik pada Gambar 2 maupun Gambar 3, meja lipat tersebut masih “polos”. Hal ini tentunya menjadi kurang menarik. Oleh karena itu akan ditambahkan penutup berupa aksesoris gambar-gambar anak-anak dan dilapisi plastik. Hal tersebut tidak hanya untuk keindahan saja tetapi juga untuk faktor keamanan bagi anak usia PAUD. Kepala paku-paku yang terdapat di permukaan meja dapat tersembunyi dan menjadikan aman bagi anak-anak PAUD.

(19)
[image:19.612.112.536.72.412.2]

Gambar 3. Konstruksi meja lipat lebih dekat dan jelas

12.Kesimpulan

Walaupun sudah berhasil dibuat meja lipat untuk keperluan transfer ipteks kepada kedua pengelola PAUD dan memenuhi standar kekuatan untuk menopang anak usia PAUD sampai dengan umur 5 tahun dengan berat badan ideal 18 kg, namun masih perlu diberikan tambahan pembelajaran sebagai berikut :

1. Siswa PAUD ditimbang paling tidak 3 (tiga) bulan sekali untuk mengetahui berat badannya. Hal ini akan berfungsi ganda yaitu tidak hanya untuk mengontrol kesehatan anak melalui berat badannya tetapi juga untuk memelihara meja lipat dari kerusakan akibat kelebihan beban.

2. Meja-meja lipat tersebut harus dilapisi kertas (bergambar menarik) yang tebal dan plastik hal ini tidak hanya untuk keindahan tetapi juga untuk keselamatan dan keamanan anak PAUD dari kepala paku yang terdapat di permukaan meja.

(20)

Daftar Pustaka

Anneahira. 2011. Serunya permainan anak usia dini. http://www.anneahira.com/permainan-anak-usia-dini.htm

Hogg T dan Blau M. 2004. Mendidik dan mengasuh anak balita anda. PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Iiesufiie. 2002. Konstruksi Furniture. Gramedia

PAUD Anak Ceria. 2011. PAUD anak ceria berbudaya lingkungan.

http://paudanakceria.wordpress.com/2010/12/21/rumus-perhitungan-bedart-badan-ideal-anak-balita/

Somadona S. 2009. Sifat dasar kayu manis (Cinnamomum burmanii). [Skripsi]. Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. USU. Medan

Tarigan RD. 2005. Sifat fisis mekanis kayu terap (Arthocarpus heretophylla). [Skripsi]. Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. USU. Medan

www.el-diina.com

(21)

Lampiran-Lampiran

Job Deskripsi Kerja

No Nama Jabatan dalam Kegiatan Pengabdian Ini

Job Deskripsi Kerja

1. Arif Nuryawan, S.Hut, M.Si

Ketua tim pengusul 1. Mengkoordinasikan

kegiatan antara tim pengusul dan mitra

2. Memantau mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian ini

(22)

terhadap kegiatan pengabdian ini

4. Membuat laporan pengabdian

2. Luthfi Hakim, S.Hut, M.Si

Anggota tim pengusul 1. Mendampingi mahasiswa yang dilibatkan dalam kegiatan pengabdian ini

(23)

Lampiran 2

Gambaran Ipteks yang telah ditransfer kepada kedua mitra

Diberi pengetahuan mengenai keistimewaan kayu cepat tumbuh yang dapat

dimanfaatkan untuk dibuat produk salah satunya adalah meja lipat untuk anak-anak usia

dini yang ada di PAUD baik PAUD Khoiru Ummah maupun PAUD Mutiara Ummat.

Pembuatan dan pengujian meja lipat anak-anak mengacu pada meja lipat yang ada

di pasaran, hanya saja berbeda bahan bakunya, yaitu dari kayu cepat tumbuh yang

tentunya banyak terdapat di panglong, tidak mendegradasi hutan saat dipanen, dan ringan

sehingga aman bagi anak-anak.

Pembuatan meja lipat ini dilakukan dengan bantuan mahasiswa yang sedang

menyusun penelitian skripsi sehingga mahasiswa ini diharapkan berperan aktif,

sementara tim pengusul (ketua dan anggota) adalah dosen pembimbing penelitian skripsi

mahasiswa tersebut. Dengan demikian diharapkan mahasiswa dapat

mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam menyusun penelitian

skripsinya yang bertopik meja lipat untuk anak-anak usia dini sementara mitra dalam hal

ini PAUD Khoiru Ummah dan Mutiara Ummat ini dapat memahami dan diharapkan

dapat membuat sendiri nantinya meja lipat untuk anak-anak didiknya jika diperlukan.

Sebagai insan akademisi, maka produk meja lipat untuk anak-anak usia dini ini

harus melewati uji kelayakan kualitas, oleh karena itu baik bahan baku maupun produk

jadi meja lipat anak-anak ini diuji sifat mekanisnya dan juga kekuatannya. Pengujian ini

dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Hutan PS.Kehutanan USU dan Laboratorium

(24)

Lampiran 3

Hasil Pengujian Kekuatan Patah Kayu dan Tripleks dari Laboratorium Keteknikan Kayu, Departemen Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor Kayu Sengon Pendek (D) panjang 12 cm

Ulangan : 1

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 100.0000000 mm Number of data points: 289

Maximum Load point: 258 Maximum Load: 88.41883 kgf Maximum Extension point: 289 Maximum Extension: 7.88544 mm

Ulangan : 2

Test end reason: User stopped test Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 100.0000000 mm Number of data points: 263

Maximum Load point: 257 Maximum Load: 66.45209 kgf Maximum Extension point: 263 Maximum Extension: 7.23100 mm

Ulangan: 3

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 100.0000000 mm Number of data points: 179

Maximum Load point: 170 Maximum Load: 65.90619 kgf Maximum Extension point: 179 Maximum Extension: 4.87138 mm Kayu Sengon Sedang (S) panjang 22,5 cm

Ulangan: 1

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 210.0000000 mm Number of data points: 254

Maximum Load point: 240 Maximum Load: 37.84727 kgf Maximum Extension point: 254 Maximum Extension: 6.94363 mm

Ulangan: 2

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 210.0000000 mm Number of data points: 275

Maximum Load point: 260 Maximum Load: 26.21335 kgf Maximum Extension point: 275 Maximum Extension: 7.53438 mm

Ulangan: 3

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 210.0000000 mm Number of data points: 418

Maximum Load point: 309 Maximum Load: 30.73929 kgf

(25)

Kayu Sengon Sedang (S) panjang 23 cm Ulangan: 1

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 210.0000000 mm Number of data points: 261

Maximum Load point: 250 Maximum Load: 45.15636 kgf Maximum Extension point: 261 Maximum Extension: 7.16700 mm

Ulangan: 2

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 210.0000000 mm Number of data points: 305

Maximum Load point: 295 Maximum Load: 32.24412 kgf Maximum Extension point: 305 Maximum Extension: 8.36525 mm

Ulangan: 3

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 210.0000000 mm Number of data points: 322

Maximum Load point: 308 Maximum Load: 40.13391 kgf

Maximum Extension point: 322 Maximum Extension: 8.89494 mm

Kayu Sengon Panjang (P) panjang 30 cm Ulangan: 1

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 300.0000000 mm Number of data points: 335

Maximum Load point: 322 Maximum Load: 25.39954 kgf Maximum Extension point: 335 Maximum Extension: 9.24194 mm

Ulangan: 2

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 300.0000000 mm Number of data points: 290

Maximum Load point: 283 Maximum Load: 24.32037 kgf Maximum Extension point: 290 Maximum Extension: 7.97319 mm

Ulangan: 3

Width: 20.0000000 mm Depth: 15.0000000 mm Span: 300.0000000 mm Number of data points: 546

Maximum Load point: 443 Maximum Load: 28.33911 kgf

(26)

Tripleks Pengujian Sejajar Serat (R) Ulangan: 1

Width: 50.0000000 mm Depth: 5.0000000 mm Span: 150.0000000 mm Number of data points: 546

Maximum Load point: 483 Maximum Load: 18.80045 kgf

Maximum Extension point: 546 Maximum Extension: 15.09331 mm

Ulangan: 2

Width: 50.0000000 mm Depth: 5.0000000 mm Span: 150.0000000 mm Number of data points: 544

Maximum Load point: 526 Maximum Load: 20.78582 kgf

Maximum Extension point: 544 Maximum Extension: 15.05912 mm

Ulangan: 3

Width: 50.0000000 mm Depth: 5.0000000 mm Span: 150.0000000 mm Number of data points: 697

Maximum Load point: 638 Maximum Load: 22.24311 kgf

Maximum Extension point: 697 Maximum Extension: 19.28875 mm

Tripleks Pengujian Tegak Lurus Serat (T) Ulangan: 1

Width: 50.0000000 mm Depth: 5.0000000 mm Span: 150.0000000 mm Number of data points: 644

Maximum Load point: 400 Maximum Load: 19.42581 kgf

Maximum Extension point: 644 Maximum Extension: 17.78456 mm

Ulangan: 2 Width: 50.0000000 mm Depth: 5.0000000 mm Span: 150.0000000 mm Number of data points: 498

Maximum Load point: 488 Maximum Load: 19.62607 kgf

Maximum Extension point: 498 Maximum Extension: 13.71206 mm

Ulangan: 3 Width: 50.0000000 mm Depth: 5.0000000 mm Span: 150.0000000 mm Number of data points: 721

Maximum Load point: 434 Maximum Load: 20.82853 kgf

Maximum Extension point: 721 Maximum Extension: 19.94681 mm

Gambar

Tabel 1. Tahapan kegiatan dan indikator keberhasilannya
Gambar 1. Keadaan kegiatan belajar mengajar di PAUD Khoiru Ummah sebelum ada
Gambar 2. Meja lipat yang berhasil dibuat untuk sarana belajar mengajar PAUD Khoiru Ummah dan PAUD Mutiara Ummat, foto dibuat dari berbagai sisi supaya nampak/ terlihat jelas konstruksinya
Tabel 2. Hasil pengujian bahan baku (kayu sengon dan tripleks) meja lipat
+2

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja pekerja sosial peran guru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa anak usia dini di Paud Metro Plus Helvetia

Lilis Hartati, PERAN GURU PAUD DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDIDIKAN ANAK-ANAK USIA DINI DI KECAMATAN MATESIH ( Deskritif Kualitatif Tentang Peran Guru PAUD Dalam

Skripsi dengan judul ‘’Penerapan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini di PAUD Az-Zahra Desa Semarum Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek‘’ yang di tulis

Program Ipteks bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi berupa pengetahuan dan ketrampilan Guru dan Orang Tua PAUD dalam mendidik anak usia

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian

Pandangan (Persepsi) Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Dari Sisi Negatif Hadirnya Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mutiara Bunda adalah dari sifat anak

Dapat diambil kesimpulan bahwa peran lembaga swadaya masyarakat dalam meningkatkan pendidikan anak usia dini di PAUD Tunas Kreatif di Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut

Definisi Implementasi Pendidikan karakter Di PAUD PAUD Pendidikan Anak Usia Dini PAUD adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang Pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan