• Tidak ada hasil yang ditemukan

KECERNAAN BAHAN KERING (BK) DAN BAHAN ORGANIK (BO) JERAMI PADI SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI PROBIOTIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "KECERNAAN BAHAN KERING (BK) DAN BAHAN ORGANIK (BO) JERAMI PADI SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI PROBIOTIK"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KECERNAAN BAHAN KERING (BK) DAN BAHAN ORGANIK (BO) JERAMI

PADI SECARA IN VITRO DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI

PROBIOTIK

Oleh: Leny Marliyana ( 03910017 )

Animal Husbandary

Dibuat: 2008-09-16 , dengan 3 file(s).

Keywords: Probiotik, bahan kering dan bahan organik

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2007, di laboratorium nutrisi Fakultas Peternakan-Perikanan Universitas Muhammadiyah Malang dan di laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya Malang.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering (BK) dan bahan organik (BO)jerami padi secara in vitro dengan penambahan berbagai probiotik.

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami padi kering udara, probiotik yang terdiri dari EM4, starbio, biofeed, cairan rumen, dan larutan buffer. Alat ya ng digunakan adalah seperangkat alat untuk proses in vitro, seperangkat balat untuk analisa proksimat BK dan BO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan 4 perlakuan yang masing- masing diulang sebanyak 3 kali.

Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. Adapun variabel yang diukur adalah nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik. Data yang diperoleh dari rancangan acak lengkap dianalisa dengan analisis variansi, apabila terdapat pengaruh perlakuan dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT).

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh sangat nyata terhadap nilai kecernaan bahan kering (BK). Sedangkan kecernaan bahan organik (BO) tidak berpengaruh nyata dengan adanya penambahan probiotik. Perlakuan P3 (jerami padi + biofeed) sebesar 67,039

menunjukkan hasil tertinggi.

Dari penelitian ini disarankan untuk dilanjutkan dengan pemberian level probiotik untuk mengetahui pada level berapa memberikan hasil terbaik.

This research was conducted on September 2007 in Nutrition Animal Husbandry laboratory University Muhammadiyah of Malang and in Nutrition laboratory in University of Brawijaya Malang.

This research porpused to know the digestion of Dry Matter (DM) and Organic Matter (OM) of paddy strow with in vitro technique with add some probiotic.

The materials using- using in this research are paddy strow, probiotic which are consist of EM4, Starbio, Biofeed, the liquid of rumen and the liquid of buffer. The instrumen in this research are a set of tool invitro proses, a set of tool to proksimat DM and OM analysis.

The methods are experiment method with four treafrnent which each treatment repead three times.

The planning of experiment are the random planning which is repead three times. The variabel are digestion of dry matter and organic matter. The data than

analysis with variasi analysis. To know differences between each treatment continued with use BNT test.

(2)

to the disectation of oeganic matter. The treatment P3

(paddy strow + biofeed) has point 67,039 as the higest point.

From the research advice to continued the experiment with giving some level of probiotic to know in what level can give the best point

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Indigofera falcata pad ransum sapi perah berbasis jerami padi terhadap kecernaan bahan kering

KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK, KADAR AMONIA DAN VFA TOTALIN VITRO SUPLEMEN PAKAN

Berdasarkan hasil Penelitian ini adalahSemakin tinggi penambahan probiotik dan pupuk urea yang mengandung bacillus sp kedalam jerami padi fermentasi maka semakin

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh penambahan tepung daun sirsak di dalam ransum berbasis jerami padi fermentasi terhadap nilai

Penambahan sumber nitrogen dan sulfur sampai 3% dan 0,225% dalam proses ensilase jerami ubi jalar memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai kecernaan bahan kering dan

Kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, produksi VFA dan NH 3 pakan komplit dengan level jerami padi berbeda secara in vitro.. Animal Agricultural

Perlakuan produk ensilase jerami jagung yang memberikan nilai kecernaan bahan organik yang paling tinggi diperoleh pada P2 dengan penambahan 2,5% nitrogen dan 0,186% sulfur

Hasil analisis ragam daya cerna bahan kering (BK) dan daya cerna bahan organik (BO) secarain vitro rumput taiwan (Pennisetum purpureum) dan kulit pisang kepok pada