• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis pesan dalam rubrik peole majalah glow up edisi september 2009-Januari 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis pesan dalam rubrik peole majalah glow up edisi september 2009-Januari 2010"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS ISI PESAN DALAM RUBRIK PEOPLE MAJALAH

GLOW UP EDISI SEPTEMBER 2009-JANUARI 2010

Skripsi

DiajukanUntuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)

Oleh :

NENENG RATNA KOMALA SARI NIM : 20705100620

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

SYARIF HIDAYATULLAH

(2)
(3)
(4)

Assalamualaikum Wr.Wb.

Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1. Skripsi ini merupakan hasil karya murni penulis sendiri tanpa ada duplikasi

dan campur tangan karya orang lain, yang penulis ajukan untuk memenuhi

salah satu persyaratan memperoleh gelar strata (S1) di UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta;

2. Adapun berbagai referensi dalam tulisan yang dikutip oleh penulis terhadap

karya orang lain telah dicantumkan dalam bentuk footnote dan daftar pustaka;

3. Jika kemudian hari terbukti dan terjadi Hal-hal yang merugikan pihak lain,

bahwa karya ini bukan hasil karya murni penulis atau merupakan hasil

duplikasi dari karya orang lain, maka penulis bersedia menerima sanksi

akademis yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Ciputat, 12 Oktober 2011

(5)

i

A

BSTRAK

NENENG RATNA KOMALA SARI 207051000620

“ANALISIS ISI PESAN DALAM RUBRIK PEOPLE MAJALAH GLOW UP EDISI SEPTEMBER 2009-JANUARI 2010

Berdakwah memang dapat dilakukan dengan berbagai macam media, baik media elektronik (Televisi, Radio, dan internet) maupun media cetak (surat kabar, tabloid, dan majalah ), dan media dakwah yang sangat efektif tersebut adalah media cetak, dan salah satu dari media cetak yang banyak digunakan tersebut adalah majalah. Majalah itu sendiri bisa berupa majalah komersial maupun gratis. Salah satu dari sekian banyak majalah gratis yang ada di Indonesia adalah Majalah Glow Up. Majalah Glow Up terbit setiap bulan, didistribusikan secara langsung (direct distribution) dan gratis. Salah satu rubrik yang ada dalam majalah ini adalah rubrik People, Rubrik ini berisikan biografi profil anak-anak muda yaitu profesinya, sejarah perjuangan mereka meniti karir, maupun bagaimana mereka bisa tetap bertahan seperti saat ini, cerita-cerita tersebut yang dapat menginspirasi pembacanya khususnya anak muda.

Dalam Komunikasi, profesi dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain. Hal ini dapat dilakukan melalui tulisan, lisan maupun isyarat.Melalui profesi, kita dapat menyampaikan pesan agama (dakwah) kepada orang lain dengan cara mengekspresikan keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan agar sasaran dakwah sampai tepat pada tujuannya. Profesi itu sendiri bisa menjadi media penyampaian pesan secara tidak langsung, pesan itu sendiri bisa berupa pesan dakwah, pesan moral, maupun pesan sosial. Dan peneliti sendiri melihat adanya unsur pesan dakwah yang tersirat dalam teks bacaan rubrik People ini.

Melihat konteks di atas maka ada beberapa pertanyaan yaitu, Apa isi pesan dalam rubrik People majalah Glow Up? dan Bagaimana isi pesan dakwah melalui profesi dalam rubrik People majalah Glow up ?

Metode yang digunakan dalam menganalisis pesan pada penelitian ini adalah metode analisis isi berdasarkan versi Mayring dengan menggunakan pendekatan kualitatif, Dalam analisis isi kualitatif yang digunakan merujuk pada data reduksi kualitatif yang akan mendapatkan suatu volume material kualitatif, disamping berusaha melakukan identifikasi inti konsistesi (core consistencies) dan makna yang terkandung dalam kata-kata teks yang utama.

(6)

ii

Tiada kata yang patut kita ucapkan selain puji syukur kehadirat Allah SWT

Tuhan Yang Maha Agung yang dengan limpahan anugerah dan nikmat yang tak

terukur kepada saya selaku peneliti, sehingga dapat memulai dan menyelesaikan

laporan penelitian ini. Shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurah kepada

junjungan baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Amien.

Peneliti menyadari adanya kekurangan dan kelemahan yang melekat pada diri

peneliti, Khususnya pada penyelesaian skripsi ini. Namun Alhamdulillah dengan

keterbatasan dan kekurangan ini akhirnya peneliti bisa mnyeleseaikan penelitian ini.

Hal ini tidak terwujud sendirinya melainkan kerenan dukungan dan bantuan dari

banyak pihak baik moril maupun materil, sehingga banyak ucapan terimakasih

peneliti ucapkan kepada :

1. Dr. H. Arief Subhan, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu

Komunikasi, Pembantu Dekan Bidang Akademik Drs. H. Wahidin Saputra, MA,

Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Drs. Mahmud Jalal MA, Pembantu

Dekan Bidang Kemahasiswaan Drs. Studi Rijal LK, MA;

2. Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Drs. Jumroni, M,Si dan

Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Ibu Hj. Umi Musyarofah,

MA yang telah membantu peneliti selama massa kuliah untuk menyelesaikan nilai

akademis di kampus tercinta ini;

3. Ibu Dra. Hj. Asriati Jamil, M,Hum dan Dra. Hj. Musfirah Nurlaily, M.A selaku

Kordinator dan Sekretaris Program Non Regular Komunikasi Penyiaran Islam,

dan seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Karena telah

banyak memberikan Ilmu Pengetahuan baik pada saat penulis kuliah maupun saat

(7)

iii

4. Drs. Armawati Arbie selaku pembimbing saya yang telah membibing peneliti

dalam menyelesaikan skripsi ini dengan baik;

5. Bapak, Ibu Dosen Fakulatas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Khususnya

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (Non Reguler) yang telah memberikan

wawasan keilmuan, mendidik dan mengarahkan peneliti selama peneliti berada

pada masa kuliah;

6. Segenap karyawan Perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi

serta Perpustakaan Utama UIN Syarief Hidayatullah Jakarta yang telah

memudahkan penulis untuk mendapatkan referensi dalam menyelesaikan skripsi

ini;

7. Seluruh Pihak Majalah Glow Up yang telah membantu peneliti dalam menyediakan wadah bagi peneliti untuk melakukan penelitian di Majalah

tersebut, Terutama kepada Head Of Bussines Majalah Glow Up Mas Febrian Djaka Putra;

8. Keluarga Tercinta, Ayahanda yang telah tiada (Alm)Djakaria Prawiradilaga dan

terutama Ibunda Tercinta Iis Suharnani beserta kakak-kakak yang telah

memberikan dukungan berupa materi serta do’a yang tulus kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini;

9. Kepada Anggi Restu Fauzi yang telah mengisi hari-hari peneliti serta memberikan

semangat, dorongan dan do’a yang tulus kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini;

10.Sahabat-sahabat Komunikasi Penyiaran Islam angkatan 2007 non regular. Rizka,

Lulu, Icha, Indah, Cahaya, Nila, Zaarasy, Dahliana, Mutiara, mba Puji, Farida,

Ayni, Ajriny, Aldy, Nanto, Ongko, Ferdi, Pa haji Sulaiman, Bima, Doni, Zeptri,

(8)

iv

Hidayatullah Jakarta. Sukses buat sahabat-sahabatku, semangat terus demi meraih

masa depan yang gemilang. Thanks for all

11.Serta Pihak-pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini

yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu namun tidak mengurangi rasa

hormat dan ucapkan terimakasih kepada mereka sama.

Peneliti merasa perlu memberikan ucapan terimakasih yang

sebanyak-banyaknya kepada mereka yang telah peneliti sebutkan di atas, berkat dukungan,

semangat serta do’a yang tulus kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.Tentu saja skripsi ini jauh dari nilai kesempurnaan, namun besar harapan

peneliti bahwa skripsi ini dapat memberi manfaat khususnya bagi peneliti dan

umumnya bagi pembaca. Amien.

Ciputat, 12 Oktober 2011

(9)

v DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah ... 1

B. Perumusan dan Batasan Masalah ... 4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4

D.Tinjauan Pustaka ... 5

E. Kerangka Konsep ... 7

F. Metodelogi Penelitian ... 7

G.Sistematika Penulisan ... 12

BAB II TINJAUAN TEORITIS A.Analisis Isi………. 13

1. Analisis Isi Kualitatif……… 13

2. Tahapan Analisis Isi………. 14

B. Dakwah Melalui Majalah ... 15

1. Pengertian Dakwah ... 15

2. Tujuan Dakwah……….. ... 17

3. Pesan Dakwah ... 20

C. Majalah Sebagai Media Dakwah ... 22

1. Pengertian Majalah... 23

(10)

vi

D.Profesi………... . 29

1. Ciri- Ciri Profesi……… 30

2. Syarat Suatu Profesi……….. 31

BAB III GAMBARAN UMUM MAJALAH GLOW UP A.Sejarah Berkembangnya Majalah Glow Up ... 32

B. Visi dan Misi Majalah Glow Up ... 33

C. Struktur Organisasi Majalah Glow Up ... 34

D.Profil Pembaca ... 36

E. Area Liputan ... 37

F. Area Distribusi ... 37

G.Rubrikasi Majalah Glow Up ... 38

BAB IV ANALISA PESAN DAKWAH MELALUI PROFESI DALAM RUBRIK PEOPLE A.Analisa Isi Pesan Dalam Rubrik People Majalah Glow Up... 40

B. Isi Pesan Dakwah Melalui Profesi Dalam Rubrik People Majalah Glow Up……….. 42

BAB V PENUTUP A.Kesimpulan ... 63

B. Saran ... 64

(11)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kategorisasi ... 9

Tabel 2. Judul-judul yang akan diteliti ... 11

(12)

viii

Gambar 1. Fungsi Komunikasi Massa ... 27

Gambar 2. Klasifikasi Rubrik ... 2 8

(13)

DAFTAR TABEL

1. Tabel 1. Kategorisasi……… 9

2. Tabel 2. Judul-judul yang akan diteliti………. 12

3. Tabel 3. Klasifikasi Majalah………. 23

(14)

2. Gambar 2. Struktur bagan organisasi majalah Glow up……… 29

(15)

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Berdakwah memang dapat dilakukan dengan berbagai macam media,

baik media elektronik (Televisi, Radio, dan internet) maupun media cetak

(surat kabar, tabloid, dan majalah ), dan media dakwah yang sangat efektif

tersebut adalah media cetak, dan salah satu dari media cetak yang banyak

digunakan tersebut adalah majalah, karena majalah menggunakan tulisan.

Pesan dakwah yang akan disampaikan akan lebih mudah dipahami bahkan

dapat dibaca berulang-ulang kali serta dihapal sampai mendetail. Pesan

dakwah yang disampaikan itu sendiri pada umumnya mencakup lisan maupun

tulisan.

Perintah berdakwah tertuang dalam surat Ali Imran ayat 104 yang

berbunyi:

Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”.

Pada hakikatnya aktivitas dakwah sama dengan komunikasi, yaitu

sebagai bentuk penyampaian pesan untuk mempengaruhi orang lain.

(16)

komunikasi, pesannya bersifat netral atau umum, sedangkan pada dakwah

pesan yang disampaikannya mengandung nilai-nilai keagamaan.

Dakwah melalui media tulisan atau sering disebut dengan dakwah bil

al-Qalam ,yaitu sarana dan metode dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah

kepada mad‟u melalui media cetak, baik koran, majalah, bulletin, buku atau

berupa tulisan dan artikel lainnya.

Sekian banyak media cetak yang paling banyak digunakan sebagai

media dakwah salah satunya itu adalah majalah. Majalah itu sendiri bisa

berupa majalah komersial maupun gratis. Dari segi kualitas majalah gratis

tidak terkalahkan juga dengan majalah komersial, saat ini majalah gratis

banyak yang sudah mengedepankan kualitas maupun isinya sebanding dengan

majalah komersial.

Salah satu dari sekian banyak majalah gratis yang ada di Indonesia

adalah Majalah Glow Up. Majalah Glow Up bukanlah majalah yang berbasis islam, ia lebih menekankan kepada informasi, fashion dan lifestyle .Majalah

Glow Up adalah media gaya hidup yang menyajikan inspirasi bagi kalangan muda. Majalah Glow Up terbit setiap bulan, didistribusikan secara langsung (direct distribution) dan gratis.

Majalah ini mempunyai tema yaitu Inspiring Young People yang berarti Inspirasi Anak Muda. Inspiring Young People itu sendiri merupakan merupakan karakteristik yang mewarnai rubrikasi Majalah Glow Up. Majalah ini berisikan konten-konten informasi tentang anak muda dalam sudut

(17)

3

dalam bentuk profil, komunitas, tips, news-tainment, dan sebagainya, yang

menyangkut gaya hidup anak muda dalam sudut pandang yang berbeda.

Salah satu rubrik yang ada dalam majalah ini adalah rubrik People, Rubrik ini berisikan biografi profil anak-anak muda yaitu profesinya, sejarah

perjuangan mereka meniti karir, maupun bagaimana mereka bisa tetap

bertahan seperti saat ini, cerita-cerita tersebut yang dapat menginspirasi

pembacanya khususnya anak muda.

Dalam Komunikasi, profesi dijadikan sebagai sarana untuk

menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain. Hal ini dapat

dilakukan melalui tulisan, lisan maupun isyarat. Melalui profesi, kita dapat

menyampaikan pesan agama (dakwah) kepada orang lain dengan cara

mengekspresikan keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan

agar sasaran dakwah sampai tepat pada tujuannya.1

Profesi itu sendiri bisa menjadi media penyampaian pesan secara tidak

langsung, pesan itu sendiri bisa berupa pesan dakwah, pesan moral, maupun

pesan sosial. Dan peneliti sendiri melihat adanya unsur pesan dakwah yang

tersirat dalam teks bacaan rubrik People ini.

Dengan latar belakang inilah yang membuat penulis tertarik untuk

mengambil judul “Analisis Isi Pesan Dalam Rubrik People majalah Glow

Up Edisi September 2009-Januari 2010”

1

(18)

B. Batasan Masalah Dan Perumusan Masalah

1. Batasan Masalah

Faktor penelitian ini berfokus pada isi pesan dalam rubrik People

dengan menwawancarai tim redaksi dalam memilih pesan dan peneliti

menelaah teks pada rubrik tersebut melalui analisis isi kualitatif (content analysis qualitatif).

Mengingat banyak teks yang akan diteliti maka peneliti membatasi

edisi yang akan diteliti. Dalam penelitian ini peneliti hanya meneliti 5 edisi

dari 15 edisi yang ada. Yaitu edisi September 2009- Januari 2010.

Penelitian ini tidak menyebarkan angket(quesioner) dan meneliti efek dari rubrik tersebut.

2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar batasan masalah yang disampaikan sebelumnya,

maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut :

a. Apa isi pesan dalam rubrik People majalah Glow Up ini ?

b. Bagaimana isi pesan dakwah melalui profesi dalam rubrik People majalah Glow Up ini?

C . Tujuan Dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Bisa disimpulkan dari uraian perumusan masalah diatas, Maka penulis

melakukan penelitian ini bertujuan untuk :

a. Untuk mengetahui apa isi pesan yang terdapat dalam rubrik People

(19)

5

b. Untuk mengetahui bagaimana isi pesan dakwah melalui profesi yang

terdapat dalam rubrik People majalah Glow Up

2. Manfaat penelitian

Penelitian ini dilakukan diharapkan guna mendapatkan manfaat

secara akademis maupun praktis yaitu :

a. Manfaat Akademis

Dari sisi intelektual dan pengetahuan akademis, maka

penelitian ini diharapkan guna memperkaya kajian komunikasi dakwah

melalui pesan-pesan dakwah dimajalah dan mempraktekkan analisi isi

yang kualitatif (content analysis qualitatif). Serta dapat memberikan masukan mengenai bagaimana alasan tim redaksi memilih pesan-pesan

dakwah melalui profesi tersebut di dalam media massa yaitu majalah .

b. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk

menambah wawasan bagi kalangan teoritis, praktisi tim redaksi

majalah, dan para wartawan majalah dan umumnya bagi pengelola

majalah dijadikan sarana alternatif untuk menyampaikan pesan kepada

pembacanya.

D. Tinjauan Pustaka

Beberapa karya ilmiah dan penulisan skripsi yang membahas

mengenai analisis isi sudah banyak dilakukan oleh mahasiswa KPI

(Komunikasi dan Penyiaran Islam), baik dari lagu, novel, buku, Koran,

(20)

Perbedaan dari skripsi terdahulu dengan skripsi yang akan peneliti

teliti adalah pada skripsi ini penulisnya lebih menonjolkan tentang isi pesan

dakwah melalui profesi dalam rubrik People pada majalah Glow Up,dalam

skripsi yang ditulis oleh Dian Komalasari, Nim 106051001799, Jurusan

Komunikasi dan Penyiaran Islam, dengan judul Skripsi Analisis Isi Pesan

Dakwah Rubrik Panggilan Ka‟bah Koran Tempo, yang isinya mengenai isi

pesan dakwah yang terdapat dalam rubrik panggiln ka‟bah. Yang kedua dalam

skripi Ahmad Rifki, Nim 105051001884, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran

Islam dengan judul skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam rubrik Hikmah

Pada Surat Kabar Republika Edisi 2-28 februari 2009, yang isinya

menjelaskan mengenai isi pesan dakwah dalam rubrik hikmah yag terdapat

pada paragraph-paragraf yang meliputi akidah, akhlak, serta syariah dan yang

ketiga adalah skripsi Kiki Maulana, Nim 105051001974, Jurusan Komunikasi

dan Penyiaran Islam, dengan judul skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam

Komik Rubrik Hikmah Republika Edisi Juli-Oktober 2008, yang berisikan

pesan dakwah ang meliputi aqidah, akhlak dan syriah yang terdapat pada

dialog-dialog pada rubrik hikmah Koran republika Dari ketiga skripsi tersebut

peneliti melihat adanya perbedaan subjek maupun objek yang akan diteliti dan

juga metode yang digunakan, dalam skiripsi yang peneliti buat menggunakan

metode pendekatan kualitatif, tetapi dari ketiga skripsi yang tersebut mereka

semua menggunakan pendekatan kuantitatif. Sedangkan persamaan dengan

skripsi peneliti yaitu kami sama-sama meneliti rubrik pada sebuah media

(21)

7

E. Kerangka Konsep

Kelebihan majalah yaitu dapat dinikmati lebih lama (long life span), pembacaanya lebih selektif, dapat mengemukakan gambar yang menarik,

kemampuannya menjangkau segmen pasar tertentu yang terspesialisasi,dan

kemampuannya mengangkat produk-produk yang diiklankan.2

Pesan dakwah dibagi ke dalam dakwah non profesi dan dakwah

melalui profesi. Dakwah non profesi terbagi atas tiga yaitu dakwah Dhatiyah

(dakwah terhadap diri sendiri), dakwah Fardiyah (dakwah perorangan) dan

dakwah Halaqoh (dakwah kelompok) sedangkan dakwah melalui profesi

terbagi atas dua bagian profesi pendakwah dan profesi non pendakwah.

Dakwah melalui profesi menurut Hembing, kita dapat menyampaikan

pesan agama (dakwah) kepada orang lain dengan cara mengekspresikan

keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan agar sasaran

dakwah sampai tepat pada tujuannya.3

F. Metodelogi Penelitian

1. Metode penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

analisis isi kualitatif (Content Analisis qualitatif) . Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menyesuaikan pada metodelogi penelitian kualitatif

dengan menggunakan pendekatan analisis isi deskriftif. Dalam pendekatan

ini, menggunakan metode yang tidak melihat pada angka-angka tetapi

(22)

langsung dinarasikan dalam bentuk penjelasan tentang fenomena yang

dibahas,yang bertujuan untuk memahami makna sehingga menghasilkan

daya deskriptif yang menggambarkan secara luas isi dari rubrik Glow People pada majalah Glow Up sebagai salah satu sarana dakwahya.

Penelitian ini menggunakan analisis isi versi Mayring dengan

menggunakan pendekatan kualitatif, Dalam analisis isi kualitatif yang

digunakan merujuk pada data reduksi kualitatif yang akan mendapatkan

suatu volume material kualitatif, disamping berusaha melakukan

identifikasi inti konsistesi (core consistencies) dan makna yang terkandung dalam kata-kata teks yang utama.

Inti makna yang ditemukan melalui analisis isi disebut pola-pola

dan tema-tema. Proses analisis isi melakukan penyelidikan atas pola-pola

dan tema-tema yang mungkin saja berbeda atau berurutan sebagai pola

analisis atau tema analisis. Dalam proses analisa ini digunakan metode

berfikir induktif atau induktif analisis, yaitu langkah yang melibatkan

penemuan pola-pola, tema-tema atau kategori-kategori dalam satu data.4

Analisis isi kualitatif yaitu mencoba untuk menggunakan kekuatan

metodologi analisis isi dan penelitian komunikasi untuk menganalisa

secara sistematis sejumlah materi tektual tapi dengan elaborasi

langkah-langkah analisis kualitatif.5

a. Subjek dan Objek penelitian

Subjek penelitian adalah sumber tempat memperoleh

4

(23)

9

keterangan.Subjeknya yaitu Majalah Glow Up sedangkan objeknya adalah bagian dari subjek yang diteliti secara terperinci. Objek

penelitian memerinci fenomena yang akan diteliti sekaligus merupakan

deskripsi penelitian.Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian yaitu

isi dari rubrik People dengan mengumpulkan majalah Glow Up edisi September 2009 sampai Januari 2010 yang didapatkan dari website

majalah Glow Up yaitu http://glowupmagazine.com/ .

b. Tahapan Penelitian

1) Pengumpulan data

Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data majalah

Glow Up ini adalah : a) Kategorisasi

Kategorisasi dan Sub Kategorisasi yang akan

digunakan sebagai berikut :

Tabel 1.Kategorisasi

No Kategori Sub Kategori

1. Dakwah Melalui Profesi a. Profesi

b. Non Profesi/Hobi 3. Faktor Pendukung dan Faktor

Penghambat

a. Keluarga

(24)

b) Observasi

Obesrvasi dilakukan dengan membaca dan mengamati

Rubrik Glow People setiap edisi untuk memperoleh data tentang pesan dakwah yang terkandung di dalam rubrik yang

dibatasi hanya 5 edisi saja.

c) Wawancara

Wawancara adalah percakapan antara peneliti

(seseorang yang berharap mendapatkan informasi) dengan

informan (seseorang yang diamsusikan mempunyai informasi

penting tentang suatu objek) .(Berger,2000: 111). Wawancara

merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk

memperoleh informasi langsung dari sumbernya.Wawancara

dalam riset kualitatif yang disebut wawancara mendalam atau

wawancara secara intensif dan kebanyakan tak berstruktur.6

Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada pemimpin

redaktur (Head of Bussines) majalah Glow Up ini yaitu Febrian Djaka Putra guna mendapatkan informasi lebih mendalam

tentang rubrik “People” ini.Teknik wawancara yang digunakan yaitu bebas terpimpin, yaitu penulis siapkan pertanyaan dan

kemudian narasumber menjawab secara bebas dan terbuka.

d) Dokumen

Dokumen menurut Guba dan Lincoln dalam bukunya

Lexy J Moleong mendefinisikan dokumen sebagai bahan

tertulis ataupun film yang dipersiapkan karena adanya

6

(25)

11

permintaan seorang penyidik. Dokumen dapat digunakan dalam

penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal

dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji,

menafsirkan dan bahkan untuk meramalkan.7 Dokumen yang

dimaksud dalam penelitian ini adalah mengumpulkan majalah

Glow Up mulai dari edisi September 2009 sampai dengan edisi Januari 2010.

Mengingat banyaknya edisi yang terbit, penulis

membatasi penelitian ini sebanyak 5 edisi saja yaitu edisi bulan

September 2009-Mei 2010. Lebih lengkapnya dapat dilihat

dalam tabel sebagai berikut:

Tabel. 2 Judul-judul yang akan diteliti

No Edisi Terbit Judul

1 Edisi 1 September 2009 Priska Litasha Hiswara:

“Memperkenalkan Indonesia Dengan Tarian”

2 Edisi 16 Oktober 2009 Numan Rifky, Owner Futsal Square, Ciledug

3 Edisi 19 November 2009 Velly Kristanti:” Sang Franchisor

Bertangan Dingin”

4 Edisi 09 Desember 2010 Dari Berjualan Minyak Goreng Hingga Kini Menjadi Milyuner Muda

Berusia 26 Tahun, Elang Gumilang 5 Edisi 2 Januari 2010 Suara Anak Muda Hingga Kisah

Sang Ibu, Alanda Kariza

2) Pengolahan Data

Data yang didapatkan dari hasil wawancara maupun

dokumen yang berupa majalah Glow Up edisi September 2009 - Mei 2010 dikumpulkan kemudian data diolah dan dideskripsikan.

7

(26)

G. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang digunakan dalam skripsi ini disesuaikan

dengan pokok masalah yang akan dibahas dalam lima bab, yaitu :

BAB I PENDAHULUAN

Terdiri dari Latar Belakang masalah, Batasan dan Perumusan Masalah,

Tujuan Dan Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, Kerangka Konsep,

Metodelogi Penelitian, Sistematika Penulisan.

BAB II KAJIAN TEORITIS

Terdiri dari Analisis Isi, Dakwah Melalui Majalah, Majalah Sebagai

Media Dakwah, dan Profesi.

BAB III GAMBARAN UMUM MAJALAH GLOW UP

Terdiri dari Sejarah dan Perkembangan Majalah Glow Up, Visi dan Misi Majalah Glow Up, Struktur Organisasi dan Redaksi Majalah Glow Up, Profil Pembaca, Area Liputan, Area distribusi, Rubrikasi majalah Glow Up.

BAB IV ANALISA PESAN DAKWAH MELALUI PROFESI RUBRIK

PEOPLE

Terdiri dari Analisis Isi Pesan Dalam Rubrik People Majalah Glow Up

dan Isi Pesan Dakwah Melalui Profesi Dalam Rubrik People Majalah Glow Up.

BAB V PENUTUP

Bab ini merupakan bab terakhir yang memuat tentang kesimpulan dan

(27)

13 BAB II

LANDASAN TEORI

A. Analisis Isi

Analisi isi kuantitatif menfokuskan risetnya pda isi komunikasi yang

tersurat. Karena itu tidak dapat digunakan untuk mengetahui isis komunikasi yang

tersirat. Karena itu diperlukan suatu analisis isi yang lebih mendalam dan detail

untuk memahami produk isi media dan mampu menghubungkanya dengan

konteks sosial/realitas yang terjadi sewaktu pesan dibuat. Karena semua pesan

(teks, simbol, gambar dan sebagainya) adalah produk sosial dan budaya

masyrakat. Inilah yang disebut analisis isi kualitatif.1

1. Analisis Isi Kualitatif

Altheide (1996 :2) mengatakan bahwa analisis isi kualitatif disebut

pula sebagai Ethnographic Content Analysis (ECA), yaitu perapduan analisis

isi objektif dengan observasi partisipan, Artinya, istilah ECA adalah periset

berinteraksi dengan material-material dokumentasi atau bahkan melakukan

wawancara mendalam sehingga pernyataan- peryataan yang spesifik dapat

diletakkan pada konteks yang tepat dianalisis. Karena itu beberapa yang harus

diperhatikan oleh periset adalah :

a. Isi (content) atau situasi sosial seputar dokumen (pesan/teks) yang

diriset.

b. Proses atau bagaimana suatu produk media/isi pesannya dikreasi

secara aktual dan diorganisasikan secara bersama.

1

(28)

c. Emergence, yakni pembentukan secara gradual/ bertahap dari sebuah makna sebuah pesan melalui pemahaman dan interprestasi.

Analisis isi kualitatif ini bersifat sistematis, analitis tapi tidak kaku seperti

dalam analisis kuantitatif. Kategorisasi dipakai hanya sebagai guide, diperbolehkan konsep-konsep atau kategorisasi yang lain muncul selama proses

riset. Saat ini telah banyak metode analisis yang berpijak dari pendekatan analisis

isi kualitatif. Antara lain analisis framing, analisis wacana, analisis tekstual,

semiotic, analisis retorika, dan ideological criticism. Periset dalam melakukan analisis bersikap kritis terhadap realitas ang ada dalam teks yang dianalisis.

Pendekatan kritis tersebut dipengaruhi oleh pandangan Marxis yang

melihat media bukanlah kesatuan ang netral, tetapi media dipandang sebagai alat

kelompok dominan untuk memanipulasi dan mengukuhkan kekuasaan dengan

memarjinalkan kelomopok ang tidak dominan. Pada dasarnya analisis isi kualitatif

(kritis) memandang bahwa segala macam produksi pesan adalah teks, seperti

berita, iklan, sinetron, lagu, dan symbol-simbol lainnya yang tidak bisa lepas dari

kepentingan-kepentingan sang pembuat pesan.2

2. Tahapan Dalam Analisis Isi

1. Merumuskan Masalah

Rumusan masalah masih berupa konsep-konsep.

2. Menyusun Kerangka Konseptual

Menyusun kerangka konseptual untuk riset deskriptif (satu konsep)

atau kerangka teori untuk riset eksplanasi (lebih dari satu konsep).

2

(29)

15

3. Menyusun Perangkat Metodelogi

a. Menentukan metode pengukuran atau prosedur atau prosedur

operasionalisasi konsep, dalam hal ini konsep dijabarkan dalam

ukuran-ukuran tertentu, biasanya dalam bentuk

kategori-kategori beserta indikatornya. Kategori ini dibuat berdasarkan

unit analisis, yaitu satuan yang akan dianalisis.

b. Menentukan unit analisis, katogorisasi dan uji Reliabilitas

Unit analisis adalah sesuatu yang akan dianalisis, agar

diperoleh kategorisasi yang reliebel (sejauh man kategorisasi

dapat dipercaya atau diandalkan bila digunakan untuk lebih

dari satu kali mengukur fenomena yang sama), maka perlu

dilakukan uji realibilitas. Kategorisasi dalam analisis isi

merupakan instrument pengumpul data. Fungsinya identik

dengan kuesioner dalam survey, supaya objektif, maka

kategorisasi harus dijaga relialibilitasnya. Terutama untuk

kategorisasi yang dibuat sendiri oleh periset sehingga belum

memiliki standar yang telah teruji, maka sebaiknya dilakukan

uji reliabilitasnya.3

B. Dakwah Melalui Majalah

1. Pengertian Dakwah

Secara etimologi atau bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa

Arab, yaitu da‟a-yad‟u-da‟watan, yang artinya mengajak, menyeru,

3

(30)

memanggil.4

Kemudian secara terminologi, dakwah menurut pandangan

beberapa ilmuwan memiliki pengertian sebagai berikut :

a. Dakwah menurut Syeikh Ali Makhfudz adalah dorongan bagi manusia

agar berbuat kebaikan guna mendapatkan kebahagiaan dunia dan

akhirat;

b. Dakwah menurut Muhammad Nasir adalah usaha menyerukan dan

menyampaikan amar ma‟ruf nahi munkar;

c. Dakwah menurut Sudirman adalah merealisasikan ajaran Islam dalam

hidup untuk memperoleh keridhoan Allah SWT;

d. Dakwah menurut Thoha Yahya Umar adalah berupa ajakan bagi

manusia dengan cara bijaksana untuk kemaslahatan dan kebahagiaan

dunia dan akhirat;

e. Dakwah menurut Barmawie Umary adalah penyebaran Agama Islam

secara luas dan missal yang berupa ajakan untuk memperoleh sa‟adah

di masa sekarang dan yang akan datang.5

Untuk itu bisa disimpulkan bahwa dakwah adalah serangkaian

kegiatan penyampaian pesan-pesan ajaran- ajaran Islam yang

diperintahkan Allah SWT untuk kemaslahatan umat dengan cara

menyeru,mengajarkan dan merealisasikan syariat-syariat Islam sesuai

dengan petunjuk Al-Qur‟an dan Hadits demi mencapai jalan yang lebih baik yakni kebahagiaan dunia dan akhirat.

4

Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah,(Jakarta: Amzah,2009), Cet. Ke-1, h.1. 5

(31)

17

2. Tujuan Dakwah

Dakwah bertujuan menciptakan suatu tatatan kehidupan individu

dan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera yang dinaungi oleh

kebahagiaan, baik jasmani maupun rohani, dalam pancaran sinar agama

Allah dengan mengharap ridho-Nya.6

Tujuan dakwah merupakan landasan seluruh aktifitas-aktifitas

dakwah yang dilakukan, tanpa adanya tujuan yang jelas suatu pekerjaaan

hanya akan menjadi sia-sia.7

Secara garis besar tujuan dakwah dapat dibedakan dalam dua

macam tujuan,yaitu:

a. Tujuan Umum Dakwah

Tujuan umum dakwah adalah mengajak umat manusia (meliputi orang

mukmin maupun orang kafir atau musyrik) kepada jalan yang diridhai

Allah SWT agar dapat hidup bahagia dan sejahtera di dunia maupun di

akhirat.8

b. Tujuan Khusus Dakwah

Tujuan khusus dakwah merupakan perumusan tujuan dan penjabaran

dari tujuan umum dakwah.Tujuan ini dimaksudkan agar dalam

pelaksanaan seluruh aktivitas dakwah dapat jelas diketahui kemana

arahnya, jenis kegiatan apa yang hendak dikerjakan, kepada siapa

berdakwah, dengan cara apa, dan bagaimana caranya secara

6

Bambang S.Maarif, Komunikasi Dakwah “Paragdima Untuk Aksi”,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2010),h.26

7

Abdul Rosyad Shaleh, Manajemen Dakwah Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,1995),h.19-20.

(32)

terperinci.9Olehnya itu tujuan umum masih perlu diterjemahkan atau di

klasifikasi lagi menjadi tujuan khusus, sehingga lebih memperjelas

maksud kandungan tujuan khusus tersebut adalah :

1) Mengajak umat manusia yang sudah memeluk agama Islam untuk

selalu meningkatkan taqwanya kepada Allah Swt. Artinya mereka

diharapkan agar senantiasa mengerjakan segala perintah Allah Swt,

dan selalu mencegah atau meninggalkan perkara yang dilarangnya

Membina mental agama Islam bagi mereka yang masih

mengkwatirkan tentang keislaman dan keimanannya (orang

mukallaf),seperti yang terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah : ayat 286,

yaitu :

Artinya:

“Allah tidak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang di usahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang

dikerjakannya, (mereka berdo‟a): “Ya Tuhan kami, janganlah

Engkau hukum kami jika kami lupa dan kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya beri maaflah kami;

9

(33)

19

ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami,

maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

2) Mengajar dan mendidik anak agar tidak menyimpan dari fitrahnya.

Tujuan ini didasarkan pada al-Qur‟an surat ar-Ruum (30) ayat 30 :

Artinya :

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”

Dengan demikian, dari semua tujuan - tujuan tersebut di atas,

merupakan penunjang daripada tujuan akhir aktifitas dakwah. Tujuan akhir

aktifitas dakwah ini adalah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan

manusia lahir dan bathin di dunia dan di akherat nanti.10

Tujuan dakwah adalah menjadikan manusia muslim mampu

mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan

menyebarluaskan kepada masyarakat yang mula-mula apatis terhadap

Islam menjadi orang yang suka rela menerimanya sebagai petunjuk

aktivitas duniawi dan ukhrawi.

Kebahagiaan ukhrawi merupakan tujuan akhir setiap muslim.

Untuk mencapai maksud tersebut diperlukan usaha yang sungguh-sungguh

dan penuh optimis melaksanakan dakwah.

10

http://adheecreative.blogdetik.com/2009/06/06/tujuan-dakwah-dalam-islam/ diakses

(34)

Oleh karena itu seorang da`i harus memahami tujuan dakwah,

sehingga segala kegiatannya benar-benar mengarah kepada tujuan seperti

dikemukakan di atas. Seorang da`i harus yakin akan keberhasilannya, jika

ia tidak yakin dapat menyebabkan terjadinya

penyelewengan-penyelewengan di bidang dakwah.11

3. Pesan Dakwah

Pesan yang dimaksud dalam komunikasi adalah sesuatu yang

disampaikan oleh pengirim kepada penerima.Pesan merupakan inti atau

perumusan tujuan dan maksud dari komunikator kepada komunikan. Dan

pesan merupakan unsur yang sangat menentukan dalam proses

komunikasi. Agar pesan dapat diterima dengan baik, maka pesan yang

disampaikan oleh komunikator kepada komunikan harus menggunakan

bahasa yang mudah dimengerti.12

Menurut bahasa, pesan berarti perintah, nasehat, permintaan,

amanat, yang harus dilakukan atau disampaikan kepada orang lain.Dalam

Ilmu Komunikasi, pesan mengandung arti keseluruhan dari apa yang

disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan (tema)

yang sebenarnya menjadi pengarah di dalam usaha mencoba mengubah

sikap dan tingkah laku komunikan.13

Mondry, Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik,(Bogor: Ghalia Indonesia,2008), Cet. Ke-1, h.18.

13

http://palembangoke.blogspot.com/2010/12/analisis-pesan-dakwah-melalui-media.html

(35)

21

Suatu pesan tidak hanya begitu saja disampaikan akan tetapi agar

pesan itu dapat diterima oleh penerima dan adanya hubungan timbal balik,

maka pesan dapat dirumuskan :

a. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga

dapat menarik perhatian komunikan.

b. Pesan harus menggunakan lambing-lambang tertuju kepada

pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga

sama-sama 14mengerti.

c. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikn dan

menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.

d. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan

yang layak bagi situasi kelompok di mana komunikan berada pada saat

ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikhendaki.

Menurut Onong Uchajana Effendy dalam buku Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, pesan adalah seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.15

Sedangkan Menurut H.A.W. Widjaja pesan adalah keseluruhan

dari apa yang disampaikan komunikator.16

Menurut Toto Tasmara, pesan dakwah adalah semua pernyataaan

yang bersumber dari al-Qur‟an dan sunah, baik itu tertulis maupun pesan

14

Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Bandung:PT.Citra Aditya Bakti,2003),h.41-42

15

Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek,(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), Cet. Ke-17, h.18.

16

(36)

pesan(risalah) tersebut.17

Pesan dakwah menurut Mustofa Bisri mengandung pengertian

segala pernyataan yang berupa seperangkat lambang yang bermakna yang

disampaikan untuk mengajak manusia agar mengikuti ajaran Islam dan

mengaaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan untuk

mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.18

Dakwah sudah pasti sebuah komunikasi, tepatnya komunikasi

persuasif, karena hakikat dakwah adalah mengajak (da‟a, yad‟u,

da‟watan). Namun, komunikasi belum tentu mengandung pesan dakwah.

Komunikasi dakwah adalah komunikasi berisi pesan-pesan

dakwah/nilai-ajaran Islam.19

C. Majalah Sebagai Media Dakwah

Media dan jurnalistik salah satunya memiliki peran fungsi sebagai

alat, yakni alat atau cara yang digunakan oleh si pemegangnya dalam rangka

mencapai tujuan yang diinginkan oleh orang yang bersangkutan. Disamping

peran dan fungsi media jurnalistik itu sendiri sebagai informan di

tengah-tengan masyarakat. Islam memandang konsep dakwah secara menyeluruh dan

konfrehensif. Seluruh aspek kehidupan adalah nilai-nilai dakwah yang harus

dikembangkan dan dicapai.

Oleh sebab itu, media dan jurnalistik merupakan salah satu cara Islam

untuk melakukan dakwah ajakan kepada nilai-nilai keislaman yang lebih baik.

17

Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah,(Jakarta: Gaya Media Pratama,1997),Cet. Ke-2,h.43

18

Mustofa Bisri, Saleh Ritual Saleh Sosial,(Bandung:Mizan,1995).h.28. 19

http://www.romeltea.com/2010/05/01/komunikasi-dakwah-komunikasi-persuasif/

(37)

23

Dakwah media lebih identik dengan dakwah tulisan atau dakwah Bil Qalam.

Para penulis dan jurnalis muslim memiliki peran dan tanggung jawab yang

sama untuk memajukan media-media Islam sebagai media yang produktif dan

efektif dalam menyuarakan nilai-nilai dan gerak perjuangan dakwah Islam.

1. Pengertian Majalah

Majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai

liputan jurnalistik, pandangan tertentu, topik actual yang patut diketahui

konsumen pembaca, artikel, sastra dan sebagainya. Menurut kala

penerbitannya dibedakan atas majalah bulanan, mingguan, dsb. Menurut

pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, wanita, remaja,

olahraga, sastra dan ilmu pengetahuan tertentu.20

Sedangkan dalam pengertian ensklopedia umum Hasan Shadily

memberikan batasan pengertian majalah sebagai berikut yaitu bentuk

penerbitan berkala, memuat karangan-karangan yang berupa pembahasan

yang ditulis oleh berbagai pengarang yang bertanggung jawab penuh

karyanya itu.

Majalah bisa dibedakan dari segi jenisnya dan manfaatnya,berikut

ini adalah tabel klasifikasi majalah yaitu :

Tabel 3.Klasifikasi Majalah

No Jenis Majalah Pengertian

1. Majalah anak-anak Majalah ini berisikan khusus tentang dunia

anak-anak

2. Majalah bergambar Memuat reportase berdasarkan gambar suatu

20

(38)

peristiwa

3. Majalah berita Menyajikan berita dengan suatu gaya tulisan yang khas dilengkapi dengan foto dan gambar

4. Majalah budaya Majalah yang isinya khusus tentang

kebudayaan

5. Majalah dinding Majalah yang tidak dirangkai, tetapi berupa

lembaran yang ditempelkan pada dinding

6. Majalah hiburan Memuat karangan ringan, cerita pendek, cerita

bergambar,dan sebagainya

7. Majalah ilmiah Mengenai ilmu pengetahuan dan isinya khusus

tentang suatu bidang ilmu

8. Majalah keagamaan Khusus berisi masalah keagamaan, pendidikan

dan budi pekerti

9. Majalah keluarga Memuat karangan untuk seluruh keluarga, dari

yang ringan sampai ke soal-soal rumah tangga

10. Majalah Khas Isinya khusus mengenai bidang profesi

tertentu,masalah ilmu hukum, ilmu social,

fotografi, filateli

11. Majalah mode Berisikan mode dan dilampiri lembaran yang

berisi pola pakaian

12. Majalah perusahaan Majalah yang dikeluarkan secara teratur oleh

suatu perusahaan.

13. Majalah porno Majalah yang memuat dan gambar yang

bersifat porno

14 Majalah remaja Majalah yang khusus meneganai masalah

remaja

15 Majalah sastra Khusus membicarakan masalah sastra, resensi,

buku kontemporer, atau kegiatan dulu bidang

seni sastra

16 Majalah wanita Khusus mengenai dunia wanita, dari masalah

mode, resep makanan, kekelurgaan dan

sebagainya.21

21

(39)

25

Dari sekian banyak jenis majalah dengan isinya tersebut, Jenis

majalah remajalah yang penulis pakai.Karena majalah Glow up tersebut

berisikan kehidupan masyarakat khususnya remaja di daerah Sub Urban

Jakarta dengan segala kegiatan dan gaya hidup mereka.

2. Karakteristik Majalah

Majalah merupakan media yang paling sederhana organisasinya,

lebih mudah mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal yang sangat

banyak. Majalah juga dapat diterbitkan oleh setiap kelompok masyarakat,

di mana mereka dapat dengan leluasa dan luwes menentukan bentuk, jenis

dan sasaran khlayaknya.

Meskipun sama-sama sebagai media cetak, majalah tetap dapat

dibedakan dengan surat kabar karena majalah memiliki karakteristik

tersendiri, yaitu :

1) Penyajian lebih dalam

Berita-berita atau informasi yang disajikan dalam majalah lebih

lengkap, karena dianalisis didasarkan referensi yang relevan mengenai

suatu peristiwa. Artinya proses terjadinya peristiwa. Artinya proses

terjadinya peristiwa dikemukakan secara kronologis.

2) Nilai aktualitas lebih lama

Apabila nilai aktualitas surat kabar hanya berumur satu hari,

maka nilai aktualitas majalah bisa satu minggu atau sebulan.

3) Gambar/ foto lebih banyak

(40)

beritanya lebih mendalam. Majalah juga dapat menampilkan gambar/

foto yang lengkap, dengan ukuran yang besar dan kadang-kadang

berwarna, serta kualitas kertas yang digunakan pun lebih baik,

Foto-foto yang ditampilkan memiliki daya tarik tersendiri.

4) Cover sebagai daya tarik

Disamping foto, cover atau sampul majalah juga merupkan daya tarik sendiri. Cover adalah ibarat pakaian dan aksesoris pada

manusia. Cover majalah biasanya menggunakan kertas yang bagus

dengan gambar dan warna yang menarik tidaknya cover suatu majalah tersebut menampilkan rubrik khasnya.22

3. Fungsi Majalah

Media adalah segala yang membantu juru dakwah dalam

menyampaikan dakwahnya secara efektif dan efisien. Ia merupakan bentuk

jamak dari bahasa latin yaitu”median” yang berarti perantara yang dapat

digunakan da‟i (juru dakwah) dalam menyampaikan dakwah Islam kepada

masyarakat yaitu mad‟u.23

Dilihat dari fungsi press (media cetak) atau fungsi komunikasi

massa, majalah merupakan bagian dari media cetak, sehingga dapat

terlihat tujuan dakwah. Menurut Effendy (1993) fungsi komunikasi massa

antara lain :

22

Septiawan Santana, Jurnalisme Kontemporer, (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005),cet ke-1,h.93

23

(41)

27

Gambar 1. Fungsi komunikasi massa

Pertama fungsi informasi diartikan bahwa media massa adalah

penyebar informasi bagi pembaca, pendengar atau pemirsa. Berbagai

informasi dibutuhkan oleh khlayak media massa yang bersangkutan sesuai

dengan kepentingannya, yang kedua fungsi pendidikan yaitu media massa

merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass education),karena

media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan

yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca, yang ketiga fungsi

memengaruhi dari media massa secara implicit terdapat terdapat tajuk/

editorial, features, iklan, artikel, rubrik dan sebagainya dan yang keempat

adalah fungsi menghibur tiada lain tujuannya adalah untuk mengurangi

ketegangan pikiran khalayak, karena dengan membaca berita-berita ringan

dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.24

24

Elvinaro Ardianto, dkk, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, (Bandung: Refika Offset,2007), cet. Ke 3

1.Fungsi 2. Fungsi

Informasi Pendidikan

3. Fungsi 4. Fungsi

(42)

4. Pengertian Rubrik

Dalam kamus bahasa Indonesia “ Rubrik adalah kepala karangan dalam surat kabar, majalah dan sebagainya.”Sedangkan menurut Onong

Uchyana Effendy, “Rubrik adalah ruangan pada halaman surat kabar,

majalah, atau media cetak lainnya.

Sementara menurut Komaruddin ,rubrik adalah kepala karangan,

bab atau pasal. Di dalam surat kabar atau majalah rubrik sering diartikan

sebagai “ruangan”, misalnya rubrik tinjauan luar negeri, rubrik ekonomi,

rubrik olah raga, dan rubrik kewanitaan. 25

Dari semua pendapat diatas, penulis bisa menyimpulkan bahwa

yang dimaksud dengan rubrik adalah kepala karangan yang terdapat pada

halaman surat kabar,majalah atau media cetak lainya.

Berdasarkan fungsi media, rubrik dapat digolongkan dalam empat

jenis, yaitu :

Gambar 2.Klasifikasi rubrik

25

Komaruddin, kamus istilah skripsi dan tesis,(Bandung: Angkasa, 1985),h.74.

1.Rubrik 2. Rubrik

Informatif Edukatif

3. Rubrik 4. Rubrik

(43)

29

Pertama rubrik informatif bertujuan memberikan informasi apa

adanya, Kedua rubrik edukatif bertujuan mendidik dan mengajarkan

sesuatu, Ketiga rubrik persuasif bertujuan membujuk pembaca untuk

setuju pada pendapat tertentu dan yang terakhir yaitu rubrik menghibur

bertujuan untuk menyentu perasaan pembaca.

D. Profesi

Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk

menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

Sedangkan Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan

purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu

keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup

dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam

suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain

melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau

untuk mengisi waktu luang.26

Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua

pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam

pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja

untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.

Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan

berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan

norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja

26

(44)

yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan

keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di

dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian

tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan

dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan

sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang

dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang

profesi tersebut.27

1. Ciri- Ciri Profesi

Profesi itu sendiri mempunyai ciri-ciri, dimana kegiatan itu bisa

disebut sebagai sebuah profesi yaitu :

a. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan

ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang

bertahun-tahun.

b. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya

setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.

c. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana

profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan

masyarakat.

d. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan

selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai

kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan

27

http://ranisakura.wordpress.com/2010/06/01/pengertian-profesi diakses pada tanggal 24

(45)

31

sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih

dahulu ada izin khusus.

e. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.28

2. Syarat Suatu Profesi

a. Melibatkan kegiatan intelektual.

b. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.

c. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.

d. Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.

e. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.

f. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.

g. Menentukan standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.29

28

http://etikaprofesidanprotokoler.blogspot.com Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011

29

(46)

32

A. Sejarah dan Perkembangan Majalah Glow Up

Nama Glow Up diambil dari bahasa inggris yang berarti bersinar atau berpijar,dengan alasan tersebut redaksi berharap agar majalah ini bisa menjadi

majalah yang diminati dan selalu bersinar ditengah persaingan

majalah-majalah lain sejenisnya.

Majalah Glow Up adalah media gaya hidup yang menyajikan inspirasi bagi kalangan muda. Majalah Glow Up terbit setiap bulan, didistribusikan secara langsung (direct distribution) dan gratis.

Majalah ini lahir pada tahun 2009 pertengahan,edisi pertama

dikeluarkan pada Agustus 2009. Majalah ini dibuat dibawah naungan sebuah

CV yaitu PRASASTI INDOMEDIA, Sasaran pembaca majalah ini adalah

orang – orang yang berumur 18 -28 tahun, Termasuk kedalam kategori dewasa. Sesuai dengan target pembacanya, bahasa yang digunakan di majalah

ini pun cenderung bahasa yang mudah dicerna namun tetap bermutu dan Glow Up tampil dengan gaya tulisan yang lebih ringkas, cerdas, tidak menggurui dan selalu memberikan info terkini didaerah Sub-urban, tulisan-tulisan yang

dibuat berkesan santai dan agak cair tetapi tidak menyimpang dari kode etik

jurnalistik yang ada. Dengan tema yang pertama yaitu Discover sub-urban

Yaitu untuk menjawab pertanyaan orang banyak mengenai berbagai hal

seputar kawasan Sub-urban Jakarta, khususnya Bekasi, Bogor, Depok, dan

(47)

33

mengajak banyak orang untuk melihat lebih luas lagi, apa, di mana, dan

bagaimana wajah dari sub-urban Jakarta tersebut sebenarnya.

Semakin jalannya perkembangan majalah Glow Up ini, kini majalah

Glow Up pun mengusung tema yang berbeda yaitu Inspiring Young People Inspiring Young People merupakan karakteristik yang mewarnai rubrikasi Majalah Glow Up. Majalah ini berisikan konten-konten informasi tentang anak muda dalam sudut pandang kreativitas serta kerja kerasnya.

Konten-konten tersebut dikemas dalam bentuk profil, komunitas, tips,

news-tainment, dan sebagainya, yang menyangkut gaya hidup anak muda dalam

sudut pandang yang berbeda.

Rubrik People itu sendiri adalah rubrik yang berisikan biografi atau profil tokoh-tokoh yang dapat menginspirasi pembacanya khususnya anak

muda. Beraneka ragamnya kreativitas anak muda, menyebabkan beraneka

ragam pula jenis ekspresi yang mereka tampilkan. Majalah Glow Up pada setiap edisinya menjalin kerja sama dengan berbagai event yang

diselenggarakan dari, untuk, dan oleh anak muda di seluruh negeri.

B. Visi dan Misi Glow Up

Majalah ini mengemban Visi dan Misi yang sama yaitu menampilkan

bagaimana sebuah bacaan yang dapat meningspirasi pembacanya khusunya

anak muda, sesuai dengan tema yang dipakai oleh majalah Glow Up ini yaitu

(48)

C. Struktur Organisasi Majalah Glow Up

Majalah Glow Up adalah majalah yang diterbitkan oleh sebuah CV (Perusahaan) yang bernama PRASASTI INDOMEDIA, Struktur organisasi

majalah ini terdiri dari berbagai department yaitu :

Gambar 3. Struktur bagan organisasi majalah Glow Up

BUSINESS DEPARTEMEN

Head Of Bussines

Sales Manager Event Manager

EDITORIAL DEPARTEMENT

Editor In Chief

(49)

35

Departemen bussines adalah departemen yang membawahi departemen editorial dimana departemen ini bertugas bertanggung jawab atas

semua kegiatan dan produksi majalah Glow Up, departemen ini terbagi lagi atas tiga bagian yaitu yang paling atas adalah head of bussines bertugas

menangani dan bertanggung jawab atas semua kegiatan dan produksi majalah

Glow Up, dibawah head of bussines ada sales manager yang bertugas menangani semua pemasaran majalah Glow Up dan event manager yang bertugas menagani semua event atau acara yang dibuat atau yang akan diliput

oleh majalah Glow Up.

Departemen Editorial yaitu departemen yang menangani semua isi dan AREA CONTRIBUTOR

Area Bekasi Area Bogor Area Depok

SECTION CONTRIBUTOR

Health And Beauty

Hobby And Community

Lifestyle And Entertaiment

Photo Contributor

(50)

penulisan majalah Glow Up, departemen ini terdiri dari editor in chief

(pemimpin redaksi) yang bertugas memimpin atau menangani semua kegiatan

dan penulisan di majalah Glow Up tersebut,dibawah editor in chief ada managing editor yang bertugas menangani atau mengedit semua tulisan atau

pun gambar yang akan masuk ke dalam majalah Glow Up, research and development bertugas meneneliti dan mengembangkan majalah Glow Up

tersebut dan yang terakhir adalah design yang bertugas mendesign atau

menggambar cover maupun isi dari majalah Glow Up tersebut.

Area contributor bertugas mendistribusikan majalah Glow Up ke setiap daerah yaitu depok,bekasi dan bogor ,dan yang terakhir adalah section

contributor yang bertugas bertanggung jawab atas setiap rubrik yang ada

dimajalah Glow Up tersebut.

D. Profil Pembaca

Profil pembaca berdasarkan sasaran umum diantaranya yaitu 40%

perempuan, 60% laki-laki, Usia 18-28 tahun, SES A dan B,Atraktif,

konsumtif, suka kompetisi, cenderung dominan dalam pergaulan, sangat

terbuka, suka bergaul, menyenangi aktivitas di luar rumah, seperti pesta dan

kumpul-kumpul, menyukai hal-hal baru yang sedang menjadi tren, sangat

(51)

37

E. Area Liputan

Area liputan majalah ini yaitu terdiri dari 20% di Jakarta, 20 % di

Mancanegara dan 60 % di daerah sub-urban yaitu di Bogor, Tangerang,

Bekasi, dan Depok

Gambar 4. Area liputan majalah Glow Up

F. Area Distribusi

Beraneka ragamnya kreativitas anak muda, menyebabkan beraneka

ragam pula jenis ekspresi yang mereka tampilkan. Majalah Glow Up pada setiap edisinya menjalin kerja sama dengan berbagai event yang

diselenggarakan dari, untuk, dan oleh anak muda di seluruh negeri. Di dalam

pelaksanaan event kerja sama tersebut, Majalah Glow Up didistribusikan secara langsung. Selain itu, Majalah ini juga menyediakan layanan

berlangganan bagi seluruh anak muda di Indonesia. Tujuannya adalah agar

Majalah Glow Up dapat secara langsung ada di tangan pembacanya

60%

20%

(52)

G. Rubrikasi Majalah Glow Up

Rubrik adalah kepala karangan dalam surat kabar, majalah dan

sebagainya. Sebagai majalah Glow Up tentunya mempunyai beberapa rubrik yang menarik untuk dibaca dan dikupas isinya.Sebagai majalah gratis Glow Up berusaha menyajikan informasi yang bermanfaat.Itu semua terlihat dari rubrikasi yang terdapat dalam majalah Glow Up ini.

Glow Up berusaha untuk terus mengetahui apa yang dibutuhkan pembacanya, sebagai majalah remaja, Glow Up tampil dengan gaya tulisan yang lebih ringkas, cerdas, tidak menggurui dan selalu memberikan info

terkini didaerah Sub-urban, untuk itulah rubrikasi yang terdapat dalam

Majalah Glow Up selalu mengalami penambahan-penambahan guna menambah mutu serta memenuhi keinginan para pembacanya. Berikut ini

rubrikasi dalam majalah Glow Up:

Tabel 4. Rubrikasi majalah Glow Up

Rubrik Isi

Beauty &Healthy Terdiri dari info dan tips

Entertaiment Terdiri dari Live report, Upcoming event, Highlight

People Hobby& Community, Women, Young Preuner, Hightone

Leisure Recommended to have, Spot, Travelling notes, Trend

talk

(53)

39

Rubrik Beauty & Healthy berisikan info mengenai kesehatan dan menjaga kesehatan dan tips bagaimana merawat kecantikan. Rubrik

Entertaiment berisikan berita liputan acara (live report), kalender acara (upcoming event), dan berita hiburan baru diseluruh dunia (hightone). Rubrik

People berisikan fitur artikel hobi dan komunitas (hobby&community), Fitur artikel tokoh perempuan yang berprestasi, menarik, dan menginspirasi

(women), Fitur artikel inspirasi tokoh bisnis anak muda (young preneur) dan fitur artikel inspirasi tokoh hiburan (hightone). Rubrik Leisure berisikan artikel rekomendasi buku, produk-produk fashion, gadget, film atau DVD,

serta album musik atau CD (recommended to have), artikel fitur tempat-tempat yang menarik yang wajib dikunjungi (spot), artikel fitur catatan perjalanan wisata yang disertai tips (travelling notes), artikel fitur tren dunia terkini (trend talk), dan yang terakhir adalah rubrik news yang berisikan tentang berita- berita yang sedang hangat dibicarakan.

Dari sekian banyak rubrik diatas penulis memutuskan untuk memilih

rubrik “People” sebagai rubrik yang akan diteliti. Tentu saja dengan alasan dan berbagai pertimbangan. Sebagai Rubrik yang berisikan biografi

orang-orang dengan berbagai profesinya inilah yang menjadi alasan kuat penulis

memilih rubrik tersebut selain karena pesan dakwah yang tersirat yang

terdapat dalam rubrik ini penulis juga berharap orang-orang yang

membacanya akan terinspirasi dan memotivasi diri mereka agar seperti

(54)

40 PEOPLE

A. Analisa Isi Pesan Dalam Rubrik People Majalah Glow Up

Pesan yang terdapat dalam rubrik People Majalah Glow Up ini adalah pesan keagamaan yaitu pesan dakwah melalui profesi yang tersirat pada

teks-teks bacaan disetiap edisinya dalam rubrik People.

Peneliti melihat profesi sebagai media penyampaian pesan dakwah

dalam rubrik ini teks- teks dibuat agar seinspiratif mungkin dan semenarik

mungkin, agar tujuan dan sasaran dari tema majalah ini yaitu Inspiring Young People dapat tercapai.

Melalui profesi, kita dapat menyampaikan pesan agama (dakwah)

kepada orang lain dengan cara mengekspresikan keahlian yang dihubungkan

dengan pemahaman keagamaan agar sasaran dakwah sampai tepat pada

tujuannya.1

Pesan dakwah bisa disampaikan melalui apa saja tak terkecuali melalui

profesi. Seseorang bisa melakukan dakwah melalui profesi yang digelutinya.

Seperti misalkan contoh seorang Da‟I, melalui profesi sebagai Da‟I tersebut

seseorang bisa menyampaikan pesan-pesan dakwah, tidak hanya Da‟I, melalui profesi sebagai dokter, pengacara, pengusaha makanan, dan lainnya

seseorang juga bisa menyampaikan pesan dakwah tetapi mungkin tidak seperti

1

Hembing. Pemenang The Star Of Asia Award : Pertama Di Asia Ketiga Di Dunia.

(55)

41

seorang Da‟I yang memang profesinya benar-benar menyebarkan dan

menyampaikan pesan dakwah secara langsung. Tetapi melalui profesi lainnya

itu juga seseorang bisa menyampaikan pesan dakwah, dengan cara

mengekspresikan keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan.

Dalam rubrik ini terdapat pesan-pesan yang dapat menginspirasi,

memotivasi, dan menjadikan contoh yang baik buat pembacanya, seperti

semangat kerja, ketidakputusasaan, kejujuran, kekompakan, dan sikap

optimisme.

Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat,

sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan

lebih baik .Ketidakputusasaan itu sendiri adalah sikap dimana kita tidak

mudah menyerah walaupun sudah mengalami kegagalan. Kejujuran adalah

sikap dimana kita selalu mengatakan kebenaran tanpa ada sedikitpun yang

ditutupi. Kekompakan adalah sikap dimana kita selalu bisa beriringan dengan

sesama manusia. Dan optimisme adalah adalah sebuah keyakinan yang akan

membawa pada pencapaian hasil.

Sikap-sikap tersebutlah yang tergambar dalam teks rubrik People

majalah Glow Up ini. Sikap-sikap tersebut yang menjadi sebuah pesan keagamaan dalam rubrik ini karena Islam mengajarkan kita untuk mempunyai

sikap-sikap seperti itu, agar menjadi manusia yang sukses dan baik dalam

(56)

B. Isi Pesan Dakwah Melalui Profesi Dalam Rubrik People Majalah Glow Up

Dalam penelitian ini isi pesan dakwah melalui profesi itu sendiri

terbagi kedalam beberapa kategorisasi besar yaitu dakwah melalui profesi,

manajemen dakwah dalam profesi, faktor pendukung dan penghambat profesi.

Dan ketiga kategorissi besar itu terbagi lagi kedalam sub kategori yaitu

dakwah melalui profesi terbagi lagi menjadi berdasarkan profesi maupun non

profesi, manajemen profesi terbagi kedalam manajemen dakwah dalam

profesi, syarat menjadi professional, alasan atau latar belakang memilih

profesi dan yang terakhir adalah faktor pendukung dan penghambat profesi

terbagi lagi berdasarkan keluarga, hobi atau bakat, waktu dan tenaga, dan

persaingan bisnis. Berikut ini adalah uraian dari kategorisasi- kategorisasi

yang ada :

1. Dakwah Melalui Profesi

Profesi itu sendiri bisa terbagi lagi kedalam kategorisasi profesi

maupun non profesi. Berikut ini adalah uraian rubrik People berdasarkan kategorisasi dakwah melalui profesi yang terbagi lagi berdasarkan profesi

maupun non profesi:

a. Profesi Penari

Priska adalah panggilan akrabnya adalah seorang wanita Indonesia

yang sangat bangga akan kebudayaan negeri sendiri. Meski tinggal di

Austria, lantas tidak menjadikannya lupa tanah air. Pika tetap menjaga,

bahkan aktif memperkenalkan Indonesia dengan tarian.Saat ini ia sedang

Gambar

Tabel 1. Kategorisasi ..................................................................................
Gambar 1. Fungsi Komunikasi Massa .......................................................
Tabel 1.Kategorisasi
Tabel. 2 Judul-judul yang akan diteliti
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah memaparkan kesimpulan hasil analisis morfologis bahasa Perancis pada teks rubrik C’est Mon Histoire dalam majalah Elle edisi bulan Desember 2013 sampai

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendiskripsikan bentuk aspek gramatikal pengacuan demonstratif waktu yang ada pada rubrik kisah sahabat dalam majalah nurani edisi september 2011,

membahas penggunaan diksi dalam rubrik majalah. Penelitian yang dilakukan oleh Muh. Muslim membahas penggunaan diksi dalam rubrik konsultasi masalah seks di majalah KEREN

ada pada rubrik Media dan Kita majalah Ummi Edisi Juli- Oktoberl 2009 Penelitan ini dilakukan pada majalah Ummi, adapun alasan penulis mengambil majalah Ummi sebagai

budaya populer yang terdapat dalam artikel majalah Femina, rubrik Rupa-rupa. Penelitian ini disusun dengan harapan dapat memberikan sumbangan pengetahuan. kepada

Pesan dakwah mengandung pengertian segala pertanyaan yang berupa seperangkatkat lambang yang bermakna yang bersumber dari Al- Qur’an dan Sunnah yang berupa aqidah,

Table 4.10 Frekuensi Pesan Dakwah Dalam Rubrik Muslimah .... Untuk mengetahui isi pemberitaan dalam rubrik Muslimah Harian Amanah dan 2). Untuk mengetahui kategorisasi isi

DAFTAR RIWAYAT HIDUP.. Pesan Syariat dalam Rubrik Tafakkur Tabloid Tabangun Aceh sepanjang Tahun 2016 .... Dakwah melalui tulisan atau bil qalam adalah salah satu jenis dakwah