ANALISIS ISI PESAN DALAM RUBRIK PEOPLE MAJALAH
GLOW UP EDISI SEPTEMBER 2009-JANUARI 2010
Skripsi
DiajukanUntuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I)
Oleh :
NENENG RATNA KOMALA SARI NIM : 20705100620
JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH
Assalamualaikum Wr.Wb.
Dengan ini saya menyatakan bahwa :
1. Skripsi ini merupakan hasil karya murni penulis sendiri tanpa ada duplikasi
dan campur tangan karya orang lain, yang penulis ajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata (S1) di UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta;
2. Adapun berbagai referensi dalam tulisan yang dikutip oleh penulis terhadap
karya orang lain telah dicantumkan dalam bentuk footnote dan daftar pustaka;
3. Jika kemudian hari terbukti dan terjadi Hal-hal yang merugikan pihak lain,
bahwa karya ini bukan hasil karya murni penulis atau merupakan hasil
duplikasi dari karya orang lain, maka penulis bersedia menerima sanksi
akademis yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Ciputat, 12 Oktober 2011
i
A
BSTRAK
NENENG RATNA KOMALA SARI 207051000620
“ANALISIS ISI PESAN DALAM RUBRIK PEOPLE MAJALAH GLOW UP EDISI SEPTEMBER 2009-JANUARI 2010
“
Berdakwah memang dapat dilakukan dengan berbagai macam media, baik media elektronik (Televisi, Radio, dan internet) maupun media cetak (surat kabar, tabloid, dan majalah ), dan media dakwah yang sangat efektif tersebut adalah media cetak, dan salah satu dari media cetak yang banyak digunakan tersebut adalah majalah. Majalah itu sendiri bisa berupa majalah komersial maupun gratis. Salah satu dari sekian banyak majalah gratis yang ada di Indonesia adalah Majalah Glow Up. Majalah Glow Up terbit setiap bulan, didistribusikan secara langsung (direct distribution) dan gratis. Salah satu rubrik yang ada dalam majalah ini adalah rubrik People, Rubrik ini berisikan biografi profil anak-anak muda yaitu profesinya, sejarah perjuangan mereka meniti karir, maupun bagaimana mereka bisa tetap bertahan seperti saat ini, cerita-cerita tersebut yang dapat menginspirasi pembacanya khususnya anak muda.
Dalam Komunikasi, profesi dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain. Hal ini dapat dilakukan melalui tulisan, lisan maupun isyarat.Melalui profesi, kita dapat menyampaikan pesan agama (dakwah) kepada orang lain dengan cara mengekspresikan keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan agar sasaran dakwah sampai tepat pada tujuannya. Profesi itu sendiri bisa menjadi media penyampaian pesan secara tidak langsung, pesan itu sendiri bisa berupa pesan dakwah, pesan moral, maupun pesan sosial. Dan peneliti sendiri melihat adanya unsur pesan dakwah yang tersirat dalam teks bacaan rubrik People ini.
Melihat konteks di atas maka ada beberapa pertanyaan yaitu, Apa isi pesan dalam rubrik People majalah Glow Up? dan Bagaimana isi pesan dakwah melalui profesi dalam rubrik People majalah Glow up ?
Metode yang digunakan dalam menganalisis pesan pada penelitian ini adalah metode analisis isi berdasarkan versi Mayring dengan menggunakan pendekatan kualitatif, Dalam analisis isi kualitatif yang digunakan merujuk pada data reduksi kualitatif yang akan mendapatkan suatu volume material kualitatif, disamping berusaha melakukan identifikasi inti konsistesi (core consistencies) dan makna yang terkandung dalam kata-kata teks yang utama.
ii
Tiada kata yang patut kita ucapkan selain puji syukur kehadirat Allah SWT
Tuhan Yang Maha Agung yang dengan limpahan anugerah dan nikmat yang tak
terukur kepada saya selaku peneliti, sehingga dapat memulai dan menyelesaikan
laporan penelitian ini. Shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurah kepada
junjungan baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Amien.
Peneliti menyadari adanya kekurangan dan kelemahan yang melekat pada diri
peneliti, Khususnya pada penyelesaian skripsi ini. Namun Alhamdulillah dengan
keterbatasan dan kekurangan ini akhirnya peneliti bisa mnyeleseaikan penelitian ini.
Hal ini tidak terwujud sendirinya melainkan kerenan dukungan dan bantuan dari
banyak pihak baik moril maupun materil, sehingga banyak ucapan terimakasih
peneliti ucapkan kepada :
1. Dr. H. Arief Subhan, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu
Komunikasi, Pembantu Dekan Bidang Akademik Drs. H. Wahidin Saputra, MA,
Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Drs. Mahmud Jalal MA, Pembantu
Dekan Bidang Kemahasiswaan Drs. Studi Rijal LK, MA;
2. Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Drs. Jumroni, M,Si dan
Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Ibu Hj. Umi Musyarofah,
MA yang telah membantu peneliti selama massa kuliah untuk menyelesaikan nilai
akademis di kampus tercinta ini;
3. Ibu Dra. Hj. Asriati Jamil, M,Hum dan Dra. Hj. Musfirah Nurlaily, M.A selaku
Kordinator dan Sekretaris Program Non Regular Komunikasi Penyiaran Islam,
dan seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Karena telah
banyak memberikan Ilmu Pengetahuan baik pada saat penulis kuliah maupun saat
iii
4. Drs. Armawati Arbie selaku pembimbing saya yang telah membibing peneliti
dalam menyelesaikan skripsi ini dengan baik;
5. Bapak, Ibu Dosen Fakulatas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Khususnya
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (Non Reguler) yang telah memberikan
wawasan keilmuan, mendidik dan mengarahkan peneliti selama peneliti berada
pada masa kuliah;
6. Segenap karyawan Perpustakaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi
serta Perpustakaan Utama UIN Syarief Hidayatullah Jakarta yang telah
memudahkan penulis untuk mendapatkan referensi dalam menyelesaikan skripsi
ini;
7. Seluruh Pihak Majalah Glow Up yang telah membantu peneliti dalam menyediakan wadah bagi peneliti untuk melakukan penelitian di Majalah
tersebut, Terutama kepada Head Of Bussines Majalah Glow Up Mas Febrian Djaka Putra;
8. Keluarga Tercinta, Ayahanda yang telah tiada (Alm)Djakaria Prawiradilaga dan
terutama Ibunda Tercinta Iis Suharnani beserta kakak-kakak yang telah
memberikan dukungan berupa materi serta do’a yang tulus kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini;
9. Kepada Anggi Restu Fauzi yang telah mengisi hari-hari peneliti serta memberikan
semangat, dorongan dan do’a yang tulus kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini;
10.Sahabat-sahabat Komunikasi Penyiaran Islam angkatan 2007 non regular. Rizka,
Lulu, Icha, Indah, Cahaya, Nila, Zaarasy, Dahliana, Mutiara, mba Puji, Farida,
Ayni, Ajriny, Aldy, Nanto, Ongko, Ferdi, Pa haji Sulaiman, Bima, Doni, Zeptri,
iv
Hidayatullah Jakarta. Sukses buat sahabat-sahabatku, semangat terus demi meraih
masa depan yang gemilang. Thanks for all
11.Serta Pihak-pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini
yang tidak dapat peneliti sebutkan satu persatu namun tidak mengurangi rasa
hormat dan ucapkan terimakasih kepada mereka sama.
Peneliti merasa perlu memberikan ucapan terimakasih yang
sebanyak-banyaknya kepada mereka yang telah peneliti sebutkan di atas, berkat dukungan,
semangat serta do’a yang tulus kepada peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.Tentu saja skripsi ini jauh dari nilai kesempurnaan, namun besar harapan
peneliti bahwa skripsi ini dapat memberi manfaat khususnya bagi peneliti dan
umumnya bagi pembaca. Amien.
Ciputat, 12 Oktober 2011
v DAFTAR ISI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI... v
DAFTAR TABEL ... vii
DAFTAR GAMBAR ... viii
BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Masalah ... 1
B. Perumusan dan Batasan Masalah ... 4
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4
D.Tinjauan Pustaka ... 5
E. Kerangka Konsep ... 7
F. Metodelogi Penelitian ... 7
G.Sistematika Penulisan ... 12
BAB II TINJAUAN TEORITIS A.Analisis Isi………. 13
1. Analisis Isi Kualitatif……… 13
2. Tahapan Analisis Isi………. 14
B. Dakwah Melalui Majalah ... 15
1. Pengertian Dakwah ... 15
2. Tujuan Dakwah……….. ... 17
3. Pesan Dakwah ... 20
C. Majalah Sebagai Media Dakwah ... 22
1. Pengertian Majalah... 23
vi
D.Profesi………... . 29
1. Ciri- Ciri Profesi……… 30
2. Syarat Suatu Profesi……….. 31
BAB III GAMBARAN UMUM MAJALAH GLOW UP A.Sejarah Berkembangnya Majalah Glow Up ... 32
B. Visi dan Misi Majalah Glow Up ... 33
C. Struktur Organisasi Majalah Glow Up ... 34
D.Profil Pembaca ... 36
E. Area Liputan ... 37
F. Area Distribusi ... 37
G.Rubrikasi Majalah Glow Up ... 38
BAB IV ANALISA PESAN DAKWAH MELALUI PROFESI DALAM RUBRIK PEOPLE A.Analisa Isi Pesan Dalam Rubrik People Majalah Glow Up... 40
B. Isi Pesan Dakwah Melalui Profesi Dalam Rubrik People Majalah Glow Up……….. 42
BAB V PENUTUP A.Kesimpulan ... 63
B. Saran ... 64
vii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kategorisasi ... 9
Tabel 2. Judul-judul yang akan diteliti ... 11
viii
Gambar 1. Fungsi Komunikasi Massa ... 27
Gambar 2. Klasifikasi Rubrik ... 2 8
DAFTAR TABEL
1. Tabel 1. Kategorisasi……… 9
2. Tabel 2. Judul-judul yang akan diteliti………. 12
3. Tabel 3. Klasifikasi Majalah………. 23
2. Gambar 2. Struktur bagan organisasi majalah Glow up……… 29
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Berdakwah memang dapat dilakukan dengan berbagai macam media,
baik media elektronik (Televisi, Radio, dan internet) maupun media cetak
(surat kabar, tabloid, dan majalah ), dan media dakwah yang sangat efektif
tersebut adalah media cetak, dan salah satu dari media cetak yang banyak
digunakan tersebut adalah majalah, karena majalah menggunakan tulisan.
Pesan dakwah yang akan disampaikan akan lebih mudah dipahami bahkan
dapat dibaca berulang-ulang kali serta dihapal sampai mendetail. Pesan
dakwah yang disampaikan itu sendiri pada umumnya mencakup lisan maupun
tulisan.
Perintah berdakwah tertuang dalam surat Ali Imran ayat 104 yang
berbunyi:
Artinya : “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma‟ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung”.
Pada hakikatnya aktivitas dakwah sama dengan komunikasi, yaitu
sebagai bentuk penyampaian pesan untuk mempengaruhi orang lain.
komunikasi, pesannya bersifat netral atau umum, sedangkan pada dakwah
pesan yang disampaikannya mengandung nilai-nilai keagamaan.
Dakwah melalui media tulisan atau sering disebut dengan dakwah bil
al-Qalam ,yaitu sarana dan metode dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah
kepada mad‟u melalui media cetak, baik koran, majalah, bulletin, buku atau
berupa tulisan dan artikel lainnya.
Sekian banyak media cetak yang paling banyak digunakan sebagai
media dakwah salah satunya itu adalah majalah. Majalah itu sendiri bisa
berupa majalah komersial maupun gratis. Dari segi kualitas majalah gratis
tidak terkalahkan juga dengan majalah komersial, saat ini majalah gratis
banyak yang sudah mengedepankan kualitas maupun isinya sebanding dengan
majalah komersial.
Salah satu dari sekian banyak majalah gratis yang ada di Indonesia
adalah Majalah Glow Up. Majalah Glow Up bukanlah majalah yang berbasis islam, ia lebih menekankan kepada informasi, fashion dan lifestyle .Majalah
Glow Up adalah media gaya hidup yang menyajikan inspirasi bagi kalangan muda. Majalah Glow Up terbit setiap bulan, didistribusikan secara langsung (direct distribution) dan gratis.
Majalah ini mempunyai tema yaitu Inspiring Young People yang berarti Inspirasi Anak Muda. Inspiring Young People itu sendiri merupakan merupakan karakteristik yang mewarnai rubrikasi Majalah Glow Up. Majalah ini berisikan konten-konten informasi tentang anak muda dalam sudut
3
dalam bentuk profil, komunitas, tips, news-tainment, dan sebagainya, yang
menyangkut gaya hidup anak muda dalam sudut pandang yang berbeda.
Salah satu rubrik yang ada dalam majalah ini adalah rubrik People, Rubrik ini berisikan biografi profil anak-anak muda yaitu profesinya, sejarah
perjuangan mereka meniti karir, maupun bagaimana mereka bisa tetap
bertahan seperti saat ini, cerita-cerita tersebut yang dapat menginspirasi
pembacanya khususnya anak muda.
Dalam Komunikasi, profesi dijadikan sebagai sarana untuk
menyampaikan pesan dan informasi kepada orang lain. Hal ini dapat
dilakukan melalui tulisan, lisan maupun isyarat. Melalui profesi, kita dapat
menyampaikan pesan agama (dakwah) kepada orang lain dengan cara
mengekspresikan keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan
agar sasaran dakwah sampai tepat pada tujuannya.1
Profesi itu sendiri bisa menjadi media penyampaian pesan secara tidak
langsung, pesan itu sendiri bisa berupa pesan dakwah, pesan moral, maupun
pesan sosial. Dan peneliti sendiri melihat adanya unsur pesan dakwah yang
tersirat dalam teks bacaan rubrik People ini.
Dengan latar belakang inilah yang membuat penulis tertarik untuk
mengambil judul “Analisis Isi Pesan Dalam Rubrik People majalah Glow
Up Edisi September 2009-Januari 2010”
1
B. Batasan Masalah Dan Perumusan Masalah
1. Batasan Masalah
Faktor penelitian ini berfokus pada isi pesan dalam rubrik People
dengan menwawancarai tim redaksi dalam memilih pesan dan peneliti
menelaah teks pada rubrik tersebut melalui analisis isi kualitatif (content analysis qualitatif).
Mengingat banyak teks yang akan diteliti maka peneliti membatasi
edisi yang akan diteliti. Dalam penelitian ini peneliti hanya meneliti 5 edisi
dari 15 edisi yang ada. Yaitu edisi September 2009- Januari 2010.
Penelitian ini tidak menyebarkan angket(quesioner) dan meneliti efek dari rubrik tersebut.
2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar batasan masalah yang disampaikan sebelumnya,
maka dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut :
a. Apa isi pesan dalam rubrik People majalah Glow Up ini ?
b. Bagaimana isi pesan dakwah melalui profesi dalam rubrik People majalah Glow Up ini?
C . Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Bisa disimpulkan dari uraian perumusan masalah diatas, Maka penulis
melakukan penelitian ini bertujuan untuk :
a. Untuk mengetahui apa isi pesan yang terdapat dalam rubrik People
5
b. Untuk mengetahui bagaimana isi pesan dakwah melalui profesi yang
terdapat dalam rubrik People majalah Glow Up
2. Manfaat penelitian
Penelitian ini dilakukan diharapkan guna mendapatkan manfaat
secara akademis maupun praktis yaitu :
a. Manfaat Akademis
Dari sisi intelektual dan pengetahuan akademis, maka
penelitian ini diharapkan guna memperkaya kajian komunikasi dakwah
melalui pesan-pesan dakwah dimajalah dan mempraktekkan analisi isi
yang kualitatif (content analysis qualitatif). Serta dapat memberikan masukan mengenai bagaimana alasan tim redaksi memilih pesan-pesan
dakwah melalui profesi tersebut di dalam media massa yaitu majalah .
b. Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk
menambah wawasan bagi kalangan teoritis, praktisi tim redaksi
majalah, dan para wartawan majalah dan umumnya bagi pengelola
majalah dijadikan sarana alternatif untuk menyampaikan pesan kepada
pembacanya.
D. Tinjauan Pustaka
Beberapa karya ilmiah dan penulisan skripsi yang membahas
mengenai analisis isi sudah banyak dilakukan oleh mahasiswa KPI
(Komunikasi dan Penyiaran Islam), baik dari lagu, novel, buku, Koran,
Perbedaan dari skripsi terdahulu dengan skripsi yang akan peneliti
teliti adalah pada skripsi ini penulisnya lebih menonjolkan tentang isi pesan
dakwah melalui profesi dalam rubrik People pada majalah Glow Up,dalam
skripsi yang ditulis oleh Dian Komalasari, Nim 106051001799, Jurusan
Komunikasi dan Penyiaran Islam, dengan judul Skripsi Analisis Isi Pesan
Dakwah Rubrik Panggilan Ka‟bah Koran Tempo, yang isinya mengenai isi
pesan dakwah yang terdapat dalam rubrik panggiln ka‟bah. Yang kedua dalam
skripi Ahmad Rifki, Nim 105051001884, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran
Islam dengan judul skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam rubrik Hikmah
Pada Surat Kabar Republika Edisi 2-28 februari 2009, yang isinya
menjelaskan mengenai isi pesan dakwah dalam rubrik hikmah yag terdapat
pada paragraph-paragraf yang meliputi akidah, akhlak, serta syariah dan yang
ketiga adalah skripsi Kiki Maulana, Nim 105051001974, Jurusan Komunikasi
dan Penyiaran Islam, dengan judul skripsi Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam
Komik Rubrik Hikmah Republika Edisi Juli-Oktober 2008, yang berisikan
pesan dakwah ang meliputi aqidah, akhlak dan syriah yang terdapat pada
dialog-dialog pada rubrik hikmah Koran republika Dari ketiga skripsi tersebut
peneliti melihat adanya perbedaan subjek maupun objek yang akan diteliti dan
juga metode yang digunakan, dalam skiripsi yang peneliti buat menggunakan
metode pendekatan kualitatif, tetapi dari ketiga skripsi yang tersebut mereka
semua menggunakan pendekatan kuantitatif. Sedangkan persamaan dengan
skripsi peneliti yaitu kami sama-sama meneliti rubrik pada sebuah media
7
E. Kerangka Konsep
Kelebihan majalah yaitu dapat dinikmati lebih lama (long life span), pembacaanya lebih selektif, dapat mengemukakan gambar yang menarik,
kemampuannya menjangkau segmen pasar tertentu yang terspesialisasi,dan
kemampuannya mengangkat produk-produk yang diiklankan.2
Pesan dakwah dibagi ke dalam dakwah non profesi dan dakwah
melalui profesi. Dakwah non profesi terbagi atas tiga yaitu dakwah Dhatiyah
(dakwah terhadap diri sendiri), dakwah Fardiyah (dakwah perorangan) dan
dakwah Halaqoh (dakwah kelompok) sedangkan dakwah melalui profesi
terbagi atas dua bagian profesi pendakwah dan profesi non pendakwah.
Dakwah melalui profesi menurut Hembing, kita dapat menyampaikan
pesan agama (dakwah) kepada orang lain dengan cara mengekspresikan
keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan agar sasaran
dakwah sampai tepat pada tujuannya.3
F. Metodelogi Penelitian
1. Metode penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis isi kualitatif (Content Analisis qualitatif) . Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis menyesuaikan pada metodelogi penelitian kualitatif
dengan menggunakan pendekatan analisis isi deskriftif. Dalam pendekatan
ini, menggunakan metode yang tidak melihat pada angka-angka tetapi
langsung dinarasikan dalam bentuk penjelasan tentang fenomena yang
dibahas,yang bertujuan untuk memahami makna sehingga menghasilkan
daya deskriptif yang menggambarkan secara luas isi dari rubrik Glow People pada majalah Glow Up sebagai salah satu sarana dakwahya.
Penelitian ini menggunakan analisis isi versi Mayring dengan
menggunakan pendekatan kualitatif, Dalam analisis isi kualitatif yang
digunakan merujuk pada data reduksi kualitatif yang akan mendapatkan
suatu volume material kualitatif, disamping berusaha melakukan
identifikasi inti konsistesi (core consistencies) dan makna yang terkandung dalam kata-kata teks yang utama.
Inti makna yang ditemukan melalui analisis isi disebut pola-pola
dan tema-tema. Proses analisis isi melakukan penyelidikan atas pola-pola
dan tema-tema yang mungkin saja berbeda atau berurutan sebagai pola
analisis atau tema analisis. Dalam proses analisa ini digunakan metode
berfikir induktif atau induktif analisis, yaitu langkah yang melibatkan
penemuan pola-pola, tema-tema atau kategori-kategori dalam satu data.4
Analisis isi kualitatif yaitu mencoba untuk menggunakan kekuatan
metodologi analisis isi dan penelitian komunikasi untuk menganalisa
secara sistematis sejumlah materi tektual tapi dengan elaborasi
langkah-langkah analisis kualitatif.5
a. Subjek dan Objek penelitian
Subjek penelitian adalah sumber tempat memperoleh
4
9
keterangan.Subjeknya yaitu Majalah Glow Up sedangkan objeknya adalah bagian dari subjek yang diteliti secara terperinci. Objek
penelitian memerinci fenomena yang akan diteliti sekaligus merupakan
deskripsi penelitian.Dalam hal ini yang menjadi objek penelitian yaitu
isi dari rubrik People dengan mengumpulkan majalah Glow Up edisi September 2009 sampai Januari 2010 yang didapatkan dari website
majalah Glow Up yaitu http://glowupmagazine.com/ .
b. Tahapan Penelitian
1) Pengumpulan data
Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data majalah
Glow Up ini adalah : a) Kategorisasi
Kategorisasi dan Sub Kategorisasi yang akan
digunakan sebagai berikut :
Tabel 1.Kategorisasi
No Kategori Sub Kategori
1. Dakwah Melalui Profesi a. Profesi
b. Non Profesi/Hobi 3. Faktor Pendukung dan Faktor
Penghambat
a. Keluarga
b) Observasi
Obesrvasi dilakukan dengan membaca dan mengamati
Rubrik Glow People setiap edisi untuk memperoleh data tentang pesan dakwah yang terkandung di dalam rubrik yang
dibatasi hanya 5 edisi saja.
c) Wawancara
Wawancara adalah percakapan antara peneliti
(seseorang yang berharap mendapatkan informasi) dengan
informan (seseorang yang diamsusikan mempunyai informasi
penting tentang suatu objek) .(Berger,2000: 111). Wawancara
merupakan metode pengumpulan data yang digunakan untuk
memperoleh informasi langsung dari sumbernya.Wawancara
dalam riset kualitatif yang disebut wawancara mendalam atau
wawancara secara intensif dan kebanyakan tak berstruktur.6
Dalam penelitian ini wawancara dilakukan kepada pemimpin
redaktur (Head of Bussines) majalah Glow Up ini yaitu Febrian Djaka Putra guna mendapatkan informasi lebih mendalam
tentang rubrik “People” ini.Teknik wawancara yang digunakan yaitu bebas terpimpin, yaitu penulis siapkan pertanyaan dan
kemudian narasumber menjawab secara bebas dan terbuka.
d) Dokumen
Dokumen menurut Guba dan Lincoln dalam bukunya
Lexy J Moleong mendefinisikan dokumen sebagai bahan
tertulis ataupun film yang dipersiapkan karena adanya
6
11
permintaan seorang penyidik. Dokumen dapat digunakan dalam
penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal
dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk menguji,
menafsirkan dan bahkan untuk meramalkan.7 Dokumen yang
dimaksud dalam penelitian ini adalah mengumpulkan majalah
Glow Up mulai dari edisi September 2009 sampai dengan edisi Januari 2010.
Mengingat banyaknya edisi yang terbit, penulis
membatasi penelitian ini sebanyak 5 edisi saja yaitu edisi bulan
September 2009-Mei 2010. Lebih lengkapnya dapat dilihat
dalam tabel sebagai berikut:
Tabel. 2 Judul-judul yang akan diteliti
No Edisi Terbit Judul
1 Edisi 1 September 2009 Priska Litasha Hiswara:
“Memperkenalkan Indonesia Dengan Tarian”
2 Edisi 16 Oktober 2009 Numan Rifky, Owner Futsal Square, Ciledug
3 Edisi 19 November 2009 Velly Kristanti:” Sang Franchisor
Bertangan Dingin”
4 Edisi 09 Desember 2010 Dari Berjualan Minyak Goreng Hingga Kini Menjadi Milyuner Muda
Berusia 26 Tahun, Elang Gumilang 5 Edisi 2 Januari 2010 Suara Anak Muda Hingga Kisah
Sang Ibu, Alanda Kariza
2) Pengolahan Data
Data yang didapatkan dari hasil wawancara maupun
dokumen yang berupa majalah Glow Up edisi September 2009 - Mei 2010 dikumpulkan kemudian data diolah dan dideskripsikan.
7
G. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan dalam skripsi ini disesuaikan
dengan pokok masalah yang akan dibahas dalam lima bab, yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Terdiri dari Latar Belakang masalah, Batasan dan Perumusan Masalah,
Tujuan Dan Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka, Kerangka Konsep,
Metodelogi Penelitian, Sistematika Penulisan.
BAB II KAJIAN TEORITIS
Terdiri dari Analisis Isi, Dakwah Melalui Majalah, Majalah Sebagai
Media Dakwah, dan Profesi.
BAB III GAMBARAN UMUM MAJALAH GLOW UP
Terdiri dari Sejarah dan Perkembangan Majalah Glow Up, Visi dan Misi Majalah Glow Up, Struktur Organisasi dan Redaksi Majalah Glow Up, Profil Pembaca, Area Liputan, Area distribusi, Rubrikasi majalah Glow Up.
BAB IV ANALISA PESAN DAKWAH MELALUI PROFESI RUBRIK
PEOPLE
Terdiri dari Analisis Isi Pesan Dalam Rubrik People Majalah Glow Up
dan Isi Pesan Dakwah Melalui Profesi Dalam Rubrik People Majalah Glow Up.
BAB V PENUTUP
Bab ini merupakan bab terakhir yang memuat tentang kesimpulan dan
13 BAB II
LANDASAN TEORI
A. Analisis Isi
Analisi isi kuantitatif menfokuskan risetnya pda isi komunikasi yang
tersurat. Karena itu tidak dapat digunakan untuk mengetahui isis komunikasi yang
tersirat. Karena itu diperlukan suatu analisis isi yang lebih mendalam dan detail
untuk memahami produk isi media dan mampu menghubungkanya dengan
konteks sosial/realitas yang terjadi sewaktu pesan dibuat. Karena semua pesan
(teks, simbol, gambar dan sebagainya) adalah produk sosial dan budaya
masyrakat. Inilah yang disebut analisis isi kualitatif.1
1. Analisis Isi Kualitatif
Altheide (1996 :2) mengatakan bahwa analisis isi kualitatif disebut
pula sebagai Ethnographic Content Analysis (ECA), yaitu perapduan analisis
isi objektif dengan observasi partisipan, Artinya, istilah ECA adalah periset
berinteraksi dengan material-material dokumentasi atau bahkan melakukan
wawancara mendalam sehingga pernyataan- peryataan yang spesifik dapat
diletakkan pada konteks yang tepat dianalisis. Karena itu beberapa yang harus
diperhatikan oleh periset adalah :
a. Isi (content) atau situasi sosial seputar dokumen (pesan/teks) yang
diriset.
b. Proses atau bagaimana suatu produk media/isi pesannya dikreasi
secara aktual dan diorganisasikan secara bersama.
1
c. Emergence, yakni pembentukan secara gradual/ bertahap dari sebuah makna sebuah pesan melalui pemahaman dan interprestasi.
Analisis isi kualitatif ini bersifat sistematis, analitis tapi tidak kaku seperti
dalam analisis kuantitatif. Kategorisasi dipakai hanya sebagai guide, diperbolehkan konsep-konsep atau kategorisasi yang lain muncul selama proses
riset. Saat ini telah banyak metode analisis yang berpijak dari pendekatan analisis
isi kualitatif. Antara lain analisis framing, analisis wacana, analisis tekstual,
semiotic, analisis retorika, dan ideological criticism. Periset dalam melakukan analisis bersikap kritis terhadap realitas ang ada dalam teks yang dianalisis.
Pendekatan kritis tersebut dipengaruhi oleh pandangan Marxis yang
melihat media bukanlah kesatuan ang netral, tetapi media dipandang sebagai alat
kelompok dominan untuk memanipulasi dan mengukuhkan kekuasaan dengan
memarjinalkan kelomopok ang tidak dominan. Pada dasarnya analisis isi kualitatif
(kritis) memandang bahwa segala macam produksi pesan adalah teks, seperti
berita, iklan, sinetron, lagu, dan symbol-simbol lainnya yang tidak bisa lepas dari
kepentingan-kepentingan sang pembuat pesan.2
2. Tahapan Dalam Analisis Isi
1. Merumuskan Masalah
Rumusan masalah masih berupa konsep-konsep.
2. Menyusun Kerangka Konseptual
Menyusun kerangka konseptual untuk riset deskriptif (satu konsep)
atau kerangka teori untuk riset eksplanasi (lebih dari satu konsep).
2
15
3. Menyusun Perangkat Metodelogi
a. Menentukan metode pengukuran atau prosedur atau prosedur
operasionalisasi konsep, dalam hal ini konsep dijabarkan dalam
ukuran-ukuran tertentu, biasanya dalam bentuk
kategori-kategori beserta indikatornya. Kategori ini dibuat berdasarkan
unit analisis, yaitu satuan yang akan dianalisis.
b. Menentukan unit analisis, katogorisasi dan uji Reliabilitas
Unit analisis adalah sesuatu yang akan dianalisis, agar
diperoleh kategorisasi yang reliebel (sejauh man kategorisasi
dapat dipercaya atau diandalkan bila digunakan untuk lebih
dari satu kali mengukur fenomena yang sama), maka perlu
dilakukan uji realibilitas. Kategorisasi dalam analisis isi
merupakan instrument pengumpul data. Fungsinya identik
dengan kuesioner dalam survey, supaya objektif, maka
kategorisasi harus dijaga relialibilitasnya. Terutama untuk
kategorisasi yang dibuat sendiri oleh periset sehingga belum
memiliki standar yang telah teruji, maka sebaiknya dilakukan
uji reliabilitasnya.3
B. Dakwah Melalui Majalah
1. Pengertian Dakwah
Secara etimologi atau bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa
Arab, yaitu da‟a-yad‟u-da‟watan, yang artinya mengajak, menyeru,
3
memanggil.4
Kemudian secara terminologi, dakwah menurut pandangan
beberapa ilmuwan memiliki pengertian sebagai berikut :
a. Dakwah menurut Syeikh Ali Makhfudz adalah dorongan bagi manusia
agar berbuat kebaikan guna mendapatkan kebahagiaan dunia dan
akhirat;
b. Dakwah menurut Muhammad Nasir adalah usaha menyerukan dan
menyampaikan amar ma‟ruf nahi munkar;
c. Dakwah menurut Sudirman adalah merealisasikan ajaran Islam dalam
hidup untuk memperoleh keridhoan Allah SWT;
d. Dakwah menurut Thoha Yahya Umar adalah berupa ajakan bagi
manusia dengan cara bijaksana untuk kemaslahatan dan kebahagiaan
dunia dan akhirat;
e. Dakwah menurut Barmawie Umary adalah penyebaran Agama Islam
secara luas dan missal yang berupa ajakan untuk memperoleh sa‟adah
di masa sekarang dan yang akan datang.5
Untuk itu bisa disimpulkan bahwa dakwah adalah serangkaian
kegiatan penyampaian pesan-pesan ajaran- ajaran Islam yang
diperintahkan Allah SWT untuk kemaslahatan umat dengan cara
menyeru,mengajarkan dan merealisasikan syariat-syariat Islam sesuai
dengan petunjuk Al-Qur‟an dan Hadits demi mencapai jalan yang lebih baik yakni kebahagiaan dunia dan akhirat.
4
Samsul Munir Amin, Ilmu Dakwah,(Jakarta: Amzah,2009), Cet. Ke-1, h.1. 5
17
2. Tujuan Dakwah
Dakwah bertujuan menciptakan suatu tatatan kehidupan individu
dan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera yang dinaungi oleh
kebahagiaan, baik jasmani maupun rohani, dalam pancaran sinar agama
Allah dengan mengharap ridho-Nya.6
Tujuan dakwah merupakan landasan seluruh aktifitas-aktifitas
dakwah yang dilakukan, tanpa adanya tujuan yang jelas suatu pekerjaaan
hanya akan menjadi sia-sia.7
Secara garis besar tujuan dakwah dapat dibedakan dalam dua
macam tujuan,yaitu:
a. Tujuan Umum Dakwah
Tujuan umum dakwah adalah mengajak umat manusia (meliputi orang
mukmin maupun orang kafir atau musyrik) kepada jalan yang diridhai
Allah SWT agar dapat hidup bahagia dan sejahtera di dunia maupun di
akhirat.8
b. Tujuan Khusus Dakwah
Tujuan khusus dakwah merupakan perumusan tujuan dan penjabaran
dari tujuan umum dakwah.Tujuan ini dimaksudkan agar dalam
pelaksanaan seluruh aktivitas dakwah dapat jelas diketahui kemana
arahnya, jenis kegiatan apa yang hendak dikerjakan, kepada siapa
berdakwah, dengan cara apa, dan bagaimana caranya secara
6
Bambang S.Maarif, Komunikasi Dakwah “Paragdima Untuk Aksi”,(Bandung:Remaja Rosdakarya,2010),h.26
7
Abdul Rosyad Shaleh, Manajemen Dakwah Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar,1995),h.19-20.
terperinci.9Olehnya itu tujuan umum masih perlu diterjemahkan atau di
klasifikasi lagi menjadi tujuan khusus, sehingga lebih memperjelas
maksud kandungan tujuan khusus tersebut adalah :
1) Mengajak umat manusia yang sudah memeluk agama Islam untuk
selalu meningkatkan taqwanya kepada Allah Swt. Artinya mereka
diharapkan agar senantiasa mengerjakan segala perintah Allah Swt,
dan selalu mencegah atau meninggalkan perkara yang dilarangnya
Membina mental agama Islam bagi mereka yang masih
mengkwatirkan tentang keislaman dan keimanannya (orang
mukallaf),seperti yang terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah : ayat 286,
yaitu :
Artinya:
“Allah tidak membebani seorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang di usahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang
dikerjakannya, (mereka berdo‟a): “Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau hukum kami jika kami lupa dan kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya beri maaflah kami;
9
19
ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami,
maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.
2) Mengajar dan mendidik anak agar tidak menyimpan dari fitrahnya.
Tujuan ini didasarkan pada al-Qur‟an surat ar-Ruum (30) ayat 30 :
Artinya :
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”
Dengan demikian, dari semua tujuan - tujuan tersebut di atas,
merupakan penunjang daripada tujuan akhir aktifitas dakwah. Tujuan akhir
aktifitas dakwah ini adalah terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan
manusia lahir dan bathin di dunia dan di akherat nanti.10
Tujuan dakwah adalah menjadikan manusia muslim mampu
mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan
menyebarluaskan kepada masyarakat yang mula-mula apatis terhadap
Islam menjadi orang yang suka rela menerimanya sebagai petunjuk
aktivitas duniawi dan ukhrawi.
Kebahagiaan ukhrawi merupakan tujuan akhir setiap muslim.
Untuk mencapai maksud tersebut diperlukan usaha yang sungguh-sungguh
dan penuh optimis melaksanakan dakwah.
10
http://adheecreative.blogdetik.com/2009/06/06/tujuan-dakwah-dalam-islam/ diakses
Oleh karena itu seorang da`i harus memahami tujuan dakwah,
sehingga segala kegiatannya benar-benar mengarah kepada tujuan seperti
dikemukakan di atas. Seorang da`i harus yakin akan keberhasilannya, jika
ia tidak yakin dapat menyebabkan terjadinya
penyelewengan-penyelewengan di bidang dakwah.11
3. Pesan Dakwah
Pesan yang dimaksud dalam komunikasi adalah sesuatu yang
disampaikan oleh pengirim kepada penerima.Pesan merupakan inti atau
perumusan tujuan dan maksud dari komunikator kepada komunikan. Dan
pesan merupakan unsur yang sangat menentukan dalam proses
komunikasi. Agar pesan dapat diterima dengan baik, maka pesan yang
disampaikan oleh komunikator kepada komunikan harus menggunakan
bahasa yang mudah dimengerti.12
Menurut bahasa, pesan berarti perintah, nasehat, permintaan,
amanat, yang harus dilakukan atau disampaikan kepada orang lain.Dalam
Ilmu Komunikasi, pesan mengandung arti keseluruhan dari apa yang
disampaikan oleh komunikator. Pesan ini mempunyai inti pesan (tema)
yang sebenarnya menjadi pengarah di dalam usaha mencoba mengubah
sikap dan tingkah laku komunikan.13
Mondry, Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik,(Bogor: Ghalia Indonesia,2008), Cet. Ke-1, h.18.
13
http://palembangoke.blogspot.com/2010/12/analisis-pesan-dakwah-melalui-media.html
21
Suatu pesan tidak hanya begitu saja disampaikan akan tetapi agar
pesan itu dapat diterima oleh penerima dan adanya hubungan timbal balik,
maka pesan dapat dirumuskan :
a. Pesan harus dirancang dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga
dapat menarik perhatian komunikan.
b. Pesan harus menggunakan lambing-lambang tertuju kepada
pengalaman yang sama antara komunikator dan komunikan, sehingga
sama-sama 14mengerti.
c. Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi komunikn dan
menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhan tersebut.
d. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan
yang layak bagi situasi kelompok di mana komunikan berada pada saat
ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikhendaki.
Menurut Onong Uchajana Effendy dalam buku Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi, pesan adalah seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.15
Sedangkan Menurut H.A.W. Widjaja pesan adalah keseluruhan
dari apa yang disampaikan komunikator.16
Menurut Toto Tasmara, pesan dakwah adalah semua pernyataaan
yang bersumber dari al-Qur‟an dan sunah, baik itu tertulis maupun pesan
14
Onong Uchjana Effendy, Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi (Bandung:PT.Citra Aditya Bakti,2003),h.41-42
15
Onong Uchjana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek,(Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003), Cet. Ke-17, h.18.
16
pesan(risalah) tersebut.17
Pesan dakwah menurut Mustofa Bisri mengandung pengertian
segala pernyataan yang berupa seperangkat lambang yang bermakna yang
disampaikan untuk mengajak manusia agar mengikuti ajaran Islam dan
mengaaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari yang bertujuan untuk
mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat.18
Dakwah sudah pasti sebuah komunikasi, tepatnya komunikasi
persuasif, karena hakikat dakwah adalah mengajak (da‟a, yad‟u,
da‟watan). Namun, komunikasi belum tentu mengandung pesan dakwah.
Komunikasi dakwah adalah komunikasi berisi pesan-pesan
dakwah/nilai-ajaran Islam.19
C. Majalah Sebagai Media Dakwah
Media dan jurnalistik salah satunya memiliki peran fungsi sebagai
alat, yakni alat atau cara yang digunakan oleh si pemegangnya dalam rangka
mencapai tujuan yang diinginkan oleh orang yang bersangkutan. Disamping
peran dan fungsi media jurnalistik itu sendiri sebagai informan di
tengah-tengan masyarakat. Islam memandang konsep dakwah secara menyeluruh dan
konfrehensif. Seluruh aspek kehidupan adalah nilai-nilai dakwah yang harus
dikembangkan dan dicapai.
Oleh sebab itu, media dan jurnalistik merupakan salah satu cara Islam
untuk melakukan dakwah ajakan kepada nilai-nilai keislaman yang lebih baik.
17
Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah,(Jakarta: Gaya Media Pratama,1997),Cet. Ke-2,h.43
18
Mustofa Bisri, Saleh Ritual Saleh Sosial,(Bandung:Mizan,1995).h.28. 19
http://www.romeltea.com/2010/05/01/komunikasi-dakwah-komunikasi-persuasif/
23
Dakwah media lebih identik dengan dakwah tulisan atau dakwah Bil Qalam.
Para penulis dan jurnalis muslim memiliki peran dan tanggung jawab yang
sama untuk memajukan media-media Islam sebagai media yang produktif dan
efektif dalam menyuarakan nilai-nilai dan gerak perjuangan dakwah Islam.
1. Pengertian Majalah
Majalah adalah terbitan berkala yang isinya meliputi berbagai
liputan jurnalistik, pandangan tertentu, topik actual yang patut diketahui
konsumen pembaca, artikel, sastra dan sebagainya. Menurut kala
penerbitannya dibedakan atas majalah bulanan, mingguan, dsb. Menurut
pengkhususan isinya dibedakan atas majalah berita, wanita, remaja,
olahraga, sastra dan ilmu pengetahuan tertentu.20
Sedangkan dalam pengertian ensklopedia umum Hasan Shadily
memberikan batasan pengertian majalah sebagai berikut yaitu bentuk
penerbitan berkala, memuat karangan-karangan yang berupa pembahasan
yang ditulis oleh berbagai pengarang yang bertanggung jawab penuh
karyanya itu.
Majalah bisa dibedakan dari segi jenisnya dan manfaatnya,berikut
ini adalah tabel klasifikasi majalah yaitu :
Tabel 3.Klasifikasi Majalah
No Jenis Majalah Pengertian
1. Majalah anak-anak Majalah ini berisikan khusus tentang dunia
anak-anak
2. Majalah bergambar Memuat reportase berdasarkan gambar suatu
20
peristiwa
3. Majalah berita Menyajikan berita dengan suatu gaya tulisan yang khas dilengkapi dengan foto dan gambar
4. Majalah budaya Majalah yang isinya khusus tentang
kebudayaan
5. Majalah dinding Majalah yang tidak dirangkai, tetapi berupa
lembaran yang ditempelkan pada dinding
6. Majalah hiburan Memuat karangan ringan, cerita pendek, cerita
bergambar,dan sebagainya
7. Majalah ilmiah Mengenai ilmu pengetahuan dan isinya khusus
tentang suatu bidang ilmu
8. Majalah keagamaan Khusus berisi masalah keagamaan, pendidikan
dan budi pekerti
9. Majalah keluarga Memuat karangan untuk seluruh keluarga, dari
yang ringan sampai ke soal-soal rumah tangga
10. Majalah Khas Isinya khusus mengenai bidang profesi
tertentu,masalah ilmu hukum, ilmu social,
fotografi, filateli
11. Majalah mode Berisikan mode dan dilampiri lembaran yang
berisi pola pakaian
12. Majalah perusahaan Majalah yang dikeluarkan secara teratur oleh
suatu perusahaan.
13. Majalah porno Majalah yang memuat dan gambar yang
bersifat porno
14 Majalah remaja Majalah yang khusus meneganai masalah
remaja
15 Majalah sastra Khusus membicarakan masalah sastra, resensi,
buku kontemporer, atau kegiatan dulu bidang
seni sastra
16 Majalah wanita Khusus mengenai dunia wanita, dari masalah
mode, resep makanan, kekelurgaan dan
sebagainya.21
21
25
Dari sekian banyak jenis majalah dengan isinya tersebut, Jenis
majalah remajalah yang penulis pakai.Karena majalah Glow up tersebut
berisikan kehidupan masyarakat khususnya remaja di daerah Sub Urban
Jakarta dengan segala kegiatan dan gaya hidup mereka.
2. Karakteristik Majalah
Majalah merupakan media yang paling sederhana organisasinya,
lebih mudah mengelolanya, serta tidak membutuhkan modal yang sangat
banyak. Majalah juga dapat diterbitkan oleh setiap kelompok masyarakat,
di mana mereka dapat dengan leluasa dan luwes menentukan bentuk, jenis
dan sasaran khlayaknya.
Meskipun sama-sama sebagai media cetak, majalah tetap dapat
dibedakan dengan surat kabar karena majalah memiliki karakteristik
tersendiri, yaitu :
1) Penyajian lebih dalam
Berita-berita atau informasi yang disajikan dalam majalah lebih
lengkap, karena dianalisis didasarkan referensi yang relevan mengenai
suatu peristiwa. Artinya proses terjadinya peristiwa. Artinya proses
terjadinya peristiwa dikemukakan secara kronologis.
2) Nilai aktualitas lebih lama
Apabila nilai aktualitas surat kabar hanya berumur satu hari,
maka nilai aktualitas majalah bisa satu minggu atau sebulan.
3) Gambar/ foto lebih banyak
beritanya lebih mendalam. Majalah juga dapat menampilkan gambar/
foto yang lengkap, dengan ukuran yang besar dan kadang-kadang
berwarna, serta kualitas kertas yang digunakan pun lebih baik,
Foto-foto yang ditampilkan memiliki daya tarik tersendiri.
4) Cover sebagai daya tarik
Disamping foto, cover atau sampul majalah juga merupkan daya tarik sendiri. Cover adalah ibarat pakaian dan aksesoris pada
manusia. Cover majalah biasanya menggunakan kertas yang bagus
dengan gambar dan warna yang menarik tidaknya cover suatu majalah tersebut menampilkan rubrik khasnya.22
3. Fungsi Majalah
Media adalah segala yang membantu juru dakwah dalam
menyampaikan dakwahnya secara efektif dan efisien. Ia merupakan bentuk
jamak dari bahasa latin yaitu”median” yang berarti perantara yang dapat
digunakan da‟i (juru dakwah) dalam menyampaikan dakwah Islam kepada
masyarakat yaitu mad‟u.23
Dilihat dari fungsi press (media cetak) atau fungsi komunikasi
massa, majalah merupakan bagian dari media cetak, sehingga dapat
terlihat tujuan dakwah. Menurut Effendy (1993) fungsi komunikasi massa
antara lain :
22
Septiawan Santana, Jurnalisme Kontemporer, (Jakarta : Yayasan Obor Indonesia, 2005),cet ke-1,h.93
23
27
Gambar 1. Fungsi komunikasi massa
Pertama fungsi informasi diartikan bahwa media massa adalah
penyebar informasi bagi pembaca, pendengar atau pemirsa. Berbagai
informasi dibutuhkan oleh khlayak media massa yang bersangkutan sesuai
dengan kepentingannya, yang kedua fungsi pendidikan yaitu media massa
merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass education),karena
media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan
yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca, yang ketiga fungsi
memengaruhi dari media massa secara implicit terdapat terdapat tajuk/
editorial, features, iklan, artikel, rubrik dan sebagainya dan yang keempat
adalah fungsi menghibur tiada lain tujuannya adalah untuk mengurangi
ketegangan pikiran khalayak, karena dengan membaca berita-berita ringan
dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.24
24
Elvinaro Ardianto, dkk, Komunikasi Massa Suatu Pengantar, (Bandung: Refika Offset,2007), cet. Ke 3
1.Fungsi 2. Fungsi
Informasi Pendidikan
3. Fungsi 4. Fungsi
4. Pengertian Rubrik
Dalam kamus bahasa Indonesia “ Rubrik adalah kepala karangan dalam surat kabar, majalah dan sebagainya.”Sedangkan menurut Onong
Uchyana Effendy, “Rubrik adalah ruangan pada halaman surat kabar,
majalah, atau media cetak lainnya.
Sementara menurut Komaruddin ,rubrik adalah kepala karangan,
bab atau pasal. Di dalam surat kabar atau majalah rubrik sering diartikan
sebagai “ruangan”, misalnya rubrik tinjauan luar negeri, rubrik ekonomi,
rubrik olah raga, dan rubrik kewanitaan. 25
Dari semua pendapat diatas, penulis bisa menyimpulkan bahwa
yang dimaksud dengan rubrik adalah kepala karangan yang terdapat pada
halaman surat kabar,majalah atau media cetak lainya.
Berdasarkan fungsi media, rubrik dapat digolongkan dalam empat
jenis, yaitu :
Gambar 2.Klasifikasi rubrik
25
Komaruddin, kamus istilah skripsi dan tesis,(Bandung: Angkasa, 1985),h.74.
1.Rubrik 2. Rubrik
Informatif Edukatif
3. Rubrik 4. Rubrik
29
Pertama rubrik informatif bertujuan memberikan informasi apa
adanya, Kedua rubrik edukatif bertujuan mendidik dan mengajarkan
sesuatu, Ketiga rubrik persuasif bertujuan membujuk pembaca untuk
setuju pada pendapat tertentu dan yang terakhir yaitu rubrik menghibur
bertujuan untuk menyentu perasaan pembaca.
D. Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk
menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
Sedangkan Profesional adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan
purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu
keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup
dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam
suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain
melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau
untuk mengisi waktu luang.26
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua
pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam
pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja”
untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu.
Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan
berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan
norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja
26
yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan
keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di
dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian
tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan
dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan
sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang
dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang
profesi tersebut.27
1. Ciri- Ciri Profesi
Profesi itu sendiri mempunyai ciri-ciri, dimana kegiatan itu bisa
disebut sebagai sebuah profesi yaitu :
a. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan
ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang
bertahun-tahun.
b. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya
setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
c. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana
profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan
masyarakat.
d. Izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan
selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai
kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan
27
http://ranisakura.wordpress.com/2010/06/01/pengertian-profesi diakses pada tanggal 24
31
sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih
dahulu ada izin khusus.
e. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.28
2. Syarat Suatu Profesi
a. Melibatkan kegiatan intelektual.
b. Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
c. Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
d. Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
e. Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
f. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
g. Menentukan standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.29
28
http://etikaprofesidanprotokoler.blogspot.com Diakses pada tanggal 24 Oktober 2011
29
32
A. Sejarah dan Perkembangan Majalah Glow Up
Nama Glow Up diambil dari bahasa inggris yang berarti bersinar atau berpijar,dengan alasan tersebut redaksi berharap agar majalah ini bisa menjadi
majalah yang diminati dan selalu bersinar ditengah persaingan
majalah-majalah lain sejenisnya.
Majalah Glow Up adalah media gaya hidup yang menyajikan inspirasi bagi kalangan muda. Majalah Glow Up terbit setiap bulan, didistribusikan secara langsung (direct distribution) dan gratis.
Majalah ini lahir pada tahun 2009 pertengahan,edisi pertama
dikeluarkan pada Agustus 2009. Majalah ini dibuat dibawah naungan sebuah
CV yaitu PRASASTI INDOMEDIA, Sasaran pembaca majalah ini adalah
orang – orang yang berumur 18 -28 tahun, Termasuk kedalam kategori dewasa. Sesuai dengan target pembacanya, bahasa yang digunakan di majalah
ini pun cenderung bahasa yang mudah dicerna namun tetap bermutu dan Glow Up tampil dengan gaya tulisan yang lebih ringkas, cerdas, tidak menggurui dan selalu memberikan info terkini didaerah Sub-urban, tulisan-tulisan yang
dibuat berkesan santai dan agak cair tetapi tidak menyimpang dari kode etik
jurnalistik yang ada. Dengan tema yang pertama yaitu Discover sub-urban
Yaitu untuk menjawab pertanyaan orang banyak mengenai berbagai hal
seputar kawasan Sub-urban Jakarta, khususnya Bekasi, Bogor, Depok, dan
33
mengajak banyak orang untuk melihat lebih luas lagi, apa, di mana, dan
bagaimana wajah dari sub-urban Jakarta tersebut sebenarnya.
Semakin jalannya perkembangan majalah Glow Up ini, kini majalah
Glow Up pun mengusung tema yang berbeda yaitu Inspiring Young People Inspiring Young People merupakan karakteristik yang mewarnai rubrikasi Majalah Glow Up. Majalah ini berisikan konten-konten informasi tentang anak muda dalam sudut pandang kreativitas serta kerja kerasnya.
Konten-konten tersebut dikemas dalam bentuk profil, komunitas, tips,
news-tainment, dan sebagainya, yang menyangkut gaya hidup anak muda dalam
sudut pandang yang berbeda.
Rubrik People itu sendiri adalah rubrik yang berisikan biografi atau profil tokoh-tokoh yang dapat menginspirasi pembacanya khususnya anak
muda. Beraneka ragamnya kreativitas anak muda, menyebabkan beraneka
ragam pula jenis ekspresi yang mereka tampilkan. Majalah Glow Up pada setiap edisinya menjalin kerja sama dengan berbagai event yang
diselenggarakan dari, untuk, dan oleh anak muda di seluruh negeri.
B. Visi dan Misi Glow Up
Majalah ini mengemban Visi dan Misi yang sama yaitu menampilkan
bagaimana sebuah bacaan yang dapat meningspirasi pembacanya khusunya
anak muda, sesuai dengan tema yang dipakai oleh majalah Glow Up ini yaitu
C. Struktur Organisasi Majalah Glow Up
Majalah Glow Up adalah majalah yang diterbitkan oleh sebuah CV (Perusahaan) yang bernama PRASASTI INDOMEDIA, Struktur organisasi
majalah ini terdiri dari berbagai department yaitu :
Gambar 3. Struktur bagan organisasi majalah Glow Up
BUSINESS DEPARTEMEN
Head Of Bussines
Sales Manager Event Manager
EDITORIAL DEPARTEMENT
Editor In Chief
35
Departemen bussines adalah departemen yang membawahi departemen editorial dimana departemen ini bertugas bertanggung jawab atas
semua kegiatan dan produksi majalah Glow Up, departemen ini terbagi lagi atas tiga bagian yaitu yang paling atas adalah head of bussines bertugas
menangani dan bertanggung jawab atas semua kegiatan dan produksi majalah
Glow Up, dibawah head of bussines ada sales manager yang bertugas menangani semua pemasaran majalah Glow Up dan event manager yang bertugas menagani semua event atau acara yang dibuat atau yang akan diliput
oleh majalah Glow Up.
Departemen Editorial yaitu departemen yang menangani semua isi dan AREA CONTRIBUTOR
Area Bekasi Area Bogor Area Depok
SECTION CONTRIBUTOR
Health And Beauty
Hobby And Community
Lifestyle And Entertaiment
Photo Contributor
penulisan majalah Glow Up, departemen ini terdiri dari editor in chief
(pemimpin redaksi) yang bertugas memimpin atau menangani semua kegiatan
dan penulisan di majalah Glow Up tersebut,dibawah editor in chief ada managing editor yang bertugas menangani atau mengedit semua tulisan atau
pun gambar yang akan masuk ke dalam majalah Glow Up, research and development bertugas meneneliti dan mengembangkan majalah Glow Up
tersebut dan yang terakhir adalah design yang bertugas mendesign atau
menggambar cover maupun isi dari majalah Glow Up tersebut.
Area contributor bertugas mendistribusikan majalah Glow Up ke setiap daerah yaitu depok,bekasi dan bogor ,dan yang terakhir adalah section
contributor yang bertugas bertanggung jawab atas setiap rubrik yang ada
dimajalah Glow Up tersebut.
D. Profil Pembaca
Profil pembaca berdasarkan sasaran umum diantaranya yaitu 40%
perempuan, 60% laki-laki, Usia 18-28 tahun, SES A dan B,Atraktif,
konsumtif, suka kompetisi, cenderung dominan dalam pergaulan, sangat
terbuka, suka bergaul, menyenangi aktivitas di luar rumah, seperti pesta dan
kumpul-kumpul, menyukai hal-hal baru yang sedang menjadi tren, sangat
37
E. Area Liputan
Area liputan majalah ini yaitu terdiri dari 20% di Jakarta, 20 % di
Mancanegara dan 60 % di daerah sub-urban yaitu di Bogor, Tangerang,
Bekasi, dan Depok
Gambar 4. Area liputan majalah Glow Up
F. Area Distribusi
Beraneka ragamnya kreativitas anak muda, menyebabkan beraneka
ragam pula jenis ekspresi yang mereka tampilkan. Majalah Glow Up pada setiap edisinya menjalin kerja sama dengan berbagai event yang
diselenggarakan dari, untuk, dan oleh anak muda di seluruh negeri. Di dalam
pelaksanaan event kerja sama tersebut, Majalah Glow Up didistribusikan secara langsung. Selain itu, Majalah ini juga menyediakan layanan
berlangganan bagi seluruh anak muda di Indonesia. Tujuannya adalah agar
Majalah Glow Up dapat secara langsung ada di tangan pembacanya
60%
20%
G. Rubrikasi Majalah Glow Up
Rubrik adalah kepala karangan dalam surat kabar, majalah dan
sebagainya. Sebagai majalah Glow Up tentunya mempunyai beberapa rubrik yang menarik untuk dibaca dan dikupas isinya.Sebagai majalah gratis Glow Up berusaha menyajikan informasi yang bermanfaat.Itu semua terlihat dari rubrikasi yang terdapat dalam majalah Glow Up ini.
Glow Up berusaha untuk terus mengetahui apa yang dibutuhkan pembacanya, sebagai majalah remaja, Glow Up tampil dengan gaya tulisan yang lebih ringkas, cerdas, tidak menggurui dan selalu memberikan info
terkini didaerah Sub-urban, untuk itulah rubrikasi yang terdapat dalam
Majalah Glow Up selalu mengalami penambahan-penambahan guna menambah mutu serta memenuhi keinginan para pembacanya. Berikut ini
rubrikasi dalam majalah Glow Up:
Tabel 4. Rubrikasi majalah Glow Up
Rubrik Isi
Beauty &Healthy Terdiri dari info dan tips
Entertaiment Terdiri dari Live report, Upcoming event, Highlight
People Hobby& Community, Women, Young Preuner, Hightone
Leisure Recommended to have, Spot, Travelling notes, Trend
talk
39
Rubrik Beauty & Healthy berisikan info mengenai kesehatan dan menjaga kesehatan dan tips bagaimana merawat kecantikan. Rubrik
Entertaiment berisikan berita liputan acara (live report), kalender acara (upcoming event), dan berita hiburan baru diseluruh dunia (hightone). Rubrik
People berisikan fitur artikel hobi dan komunitas (hobby&community), Fitur artikel tokoh perempuan yang berprestasi, menarik, dan menginspirasi
(women), Fitur artikel inspirasi tokoh bisnis anak muda (young preneur) dan fitur artikel inspirasi tokoh hiburan (hightone). Rubrik Leisure berisikan artikel rekomendasi buku, produk-produk fashion, gadget, film atau DVD,
serta album musik atau CD (recommended to have), artikel fitur tempat-tempat yang menarik yang wajib dikunjungi (spot), artikel fitur catatan perjalanan wisata yang disertai tips (travelling notes), artikel fitur tren dunia terkini (trend talk), dan yang terakhir adalah rubrik news yang berisikan tentang berita- berita yang sedang hangat dibicarakan.
Dari sekian banyak rubrik diatas penulis memutuskan untuk memilih
rubrik “People” sebagai rubrik yang akan diteliti. Tentu saja dengan alasan dan berbagai pertimbangan. Sebagai Rubrik yang berisikan biografi
orang-orang dengan berbagai profesinya inilah yang menjadi alasan kuat penulis
memilih rubrik tersebut selain karena pesan dakwah yang tersirat yang
terdapat dalam rubrik ini penulis juga berharap orang-orang yang
membacanya akan terinspirasi dan memotivasi diri mereka agar seperti
40 PEOPLE
A. Analisa Isi Pesan Dalam Rubrik People Majalah Glow Up
Pesan yang terdapat dalam rubrik People Majalah Glow Up ini adalah pesan keagamaan yaitu pesan dakwah melalui profesi yang tersirat pada
teks-teks bacaan disetiap edisinya dalam rubrik People.
Peneliti melihat profesi sebagai media penyampaian pesan dakwah
dalam rubrik ini teks- teks dibuat agar seinspiratif mungkin dan semenarik
mungkin, agar tujuan dan sasaran dari tema majalah ini yaitu Inspiring Young People dapat tercapai.
Melalui profesi, kita dapat menyampaikan pesan agama (dakwah)
kepada orang lain dengan cara mengekspresikan keahlian yang dihubungkan
dengan pemahaman keagamaan agar sasaran dakwah sampai tepat pada
tujuannya.1
Pesan dakwah bisa disampaikan melalui apa saja tak terkecuali melalui
profesi. Seseorang bisa melakukan dakwah melalui profesi yang digelutinya.
Seperti misalkan contoh seorang Da‟I, melalui profesi sebagai Da‟I tersebut
seseorang bisa menyampaikan pesan-pesan dakwah, tidak hanya Da‟I, melalui profesi sebagai dokter, pengacara, pengusaha makanan, dan lainnya
seseorang juga bisa menyampaikan pesan dakwah tetapi mungkin tidak seperti
1
Hembing. Pemenang The Star Of Asia Award : Pertama Di Asia Ketiga Di Dunia.
41
seorang Da‟I yang memang profesinya benar-benar menyebarkan dan
menyampaikan pesan dakwah secara langsung. Tetapi melalui profesi lainnya
itu juga seseorang bisa menyampaikan pesan dakwah, dengan cara
mengekspresikan keahlian yang dihubungkan dengan pemahaman keagamaan.
Dalam rubrik ini terdapat pesan-pesan yang dapat menginspirasi,
memotivasi, dan menjadikan contoh yang baik buat pembacanya, seperti
semangat kerja, ketidakputusasaan, kejujuran, kekompakan, dan sikap
optimisme.
Semangat kerja adalah melakukan pekerjaan secara lebih giat,
sehingga dengan demikian pekerjaan akan dapat diharapkan lebih cepat dan
lebih baik .Ketidakputusasaan itu sendiri adalah sikap dimana kita tidak
mudah menyerah walaupun sudah mengalami kegagalan. Kejujuran adalah
sikap dimana kita selalu mengatakan kebenaran tanpa ada sedikitpun yang
ditutupi. Kekompakan adalah sikap dimana kita selalu bisa beriringan dengan
sesama manusia. Dan optimisme adalah adalah sebuah keyakinan yang akan
membawa pada pencapaian hasil.
Sikap-sikap tersebutlah yang tergambar dalam teks rubrik People
majalah Glow Up ini. Sikap-sikap tersebut yang menjadi sebuah pesan keagamaan dalam rubrik ini karena Islam mengajarkan kita untuk mempunyai
sikap-sikap seperti itu, agar menjadi manusia yang sukses dan baik dalam
B. Isi Pesan Dakwah Melalui Profesi Dalam Rubrik People Majalah Glow Up
Dalam penelitian ini isi pesan dakwah melalui profesi itu sendiri
terbagi kedalam beberapa kategorisasi besar yaitu dakwah melalui profesi,
manajemen dakwah dalam profesi, faktor pendukung dan penghambat profesi.
Dan ketiga kategorissi besar itu terbagi lagi kedalam sub kategori yaitu
dakwah melalui profesi terbagi lagi menjadi berdasarkan profesi maupun non
profesi, manajemen profesi terbagi kedalam manajemen dakwah dalam
profesi, syarat menjadi professional, alasan atau latar belakang memilih
profesi dan yang terakhir adalah faktor pendukung dan penghambat profesi
terbagi lagi berdasarkan keluarga, hobi atau bakat, waktu dan tenaga, dan
persaingan bisnis. Berikut ini adalah uraian dari kategorisasi- kategorisasi
yang ada :
1. Dakwah Melalui Profesi
Profesi itu sendiri bisa terbagi lagi kedalam kategorisasi profesi
maupun non profesi. Berikut ini adalah uraian rubrik People berdasarkan kategorisasi dakwah melalui profesi yang terbagi lagi berdasarkan profesi
maupun non profesi:
a. Profesi Penari
Priska adalah panggilan akrabnya adalah seorang wanita Indonesia
yang sangat bangga akan kebudayaan negeri sendiri. Meski tinggal di
Austria, lantas tidak menjadikannya lupa tanah air. Pika tetap menjaga,
bahkan aktif memperkenalkan Indonesia dengan tarian.Saat ini ia sedang