TAMAN KANAK-KANAK HIDAY A TUT THALIBJN CILANDAK
Okh:
SITI NURJANAH
NIM : 0011017724
.JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SY ARIF HIDAY ATULLAH
.JAKARTA
TAMAN KANAK-KANAK HIDAYATUT THALIBIN CILANDAK
Skripsi
Diajukan Kepada Fakulta Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN SyarifHidayatullah Untuk Memenuhi Syarat-syarat Mencapai Gelar
( Drs. H. A. Syafi'i Noor) NIP : 150 0094403
Smjana Pendidikan Islam
Oleh:
SITI NURJANAH NIM: 0011017724
Di bawah Bimbingan
Pembimbing II
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SY ARIF HIDAY ATULLAH JAKARTA
Skripsi yang be1judul Efektifitas Metode Bercerita Sebagai Metode Belajar
Mengajar Pendidikan Agama Islam di Taman Kanak-Kanak Hidayatut
Thalibin Cilandak ini telah diajukan pacla tanggal 2 September 2004 clan telah
diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Program Strata
Satu (S I) pada Jurusan Penclidikan Agama Islam.
Dekan I
Prof. r. H. Salman Ha un NIP. 150 062 568
Penguji I
·s. E. Kusnadi NIP. 150 062 572
Anggota,
Jakarta, 5 September 2004
Puclek I I
Sekretaris Merangkap Anggota
o」セrZGZセ@
'LA
NIP. 150 l 356
/
Penguji II
Limpahan rasa puji serta syukur senantiasa tercurah kepada llahi, pencipta
alam bcserta isinya yang selalu memberi ni'mat serta petunjuk dan karunia-Nya.
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dalam bentuk sederbana yang
rnudab-muclahan bermanfaat dalam bidang pend.idikan. Sholawat clan salam tak lnpa
Penulis sampaikan kepada Sang Penuntun Umat Baginda Nabi Muhammad SAW.
vang selalu membawa manusia ke jalan kehidupan yang hakiki, beserta keluarga.
sahabat-sahabatnya, para pengikutnya hingga hari pembalasan.
Salah satu syarat untuk menyelesaikan studi dan mencapai gelar Sarjana
Strata Satu ( SI ) di Perguruan Tinggi, termasuk di Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta adalah membuat karya tulis ilmiah dalam bentuk skripsi.
Penulis menyaclari bahwa tanpa bimbingan, bantuan dan clorongan dari
berbagai pihak, maka penulisan skripsi i;;i ticlak clapat be1jalan clengan baik. Oleh
karena itu pada kesempatan ini penulis mgm mengucapkan terima kasih yang
dan Bapak Ahmad Shodiq. M.Ag. Sekretaris Jurusan Pendidikan Agarna Islam.
3. Bapak Ors. I-I. Ahmad Syafi'i Noor dan Bapak Bahrissalim. M.Ag. sebagai dosen pembimbing yang telah meluangkan waktunya dan rnembimbing penulis dengan
ketulusan hati clan senantiasa memberikan nasehat selama penyusunan skripsi ini.
4. Bapak Rusdi Jamil, M.Ag dan Bapak Safiudin Shidiq, M.Ag sebagai dosen
penasehat akademik yang banyak membantu clan membimbing dalarn menempuh
masa-masa kuliah di UIN Syarif 1-lidayatullah Jaka11a.
5. Seluruh Bapak/lbu dosen yang telah banyak memberikan ilmunya kepada penulis.
6. Taman Kanak-kanak 1-Iidayatut Thalibin Cilandak yang telah menjacli inspirasi
penulisan skripsi ini, serta para clewan guru yaitu Jbu Hj. Siti Cholilah (selaku
Kepala Sekolah) yang telah memberikan izin kepacla penulis untuk mengaclakan
penelitian clan juga para staf guru lainnya yang telah berseclia memberikan
penjelasan yang clibutuhkan Penulis clan rneluangkan waktu untuk meng1s1
angket.
7. Pimpinan perpustakaan Pusat UIN Syarif Hiclayatullah clan p1mpman
perpustakaan Fakultas Tarbiyah beserta stafnya yang telah melayani penulis
clengan menyecliakan buku-buku yang diperlukan clalarn penyusunan skripsi ini.
8. Kedua Cahaya kehiclupan Penulis, Abi Nachrawi clan Umi Sutinah tercinta yang
mernbesarkan dan rnencliclik dengan penuh cinta, sayang, clan kesabaran clalarn
Syauqi dan Si "BULE" Ananda Hilalia) yang selalu memberikan semangat dan
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Teman-teman seperjuangan kelas B/P Al angkatan th. 2000, Anak-anak kos
Wisma Bakran, Lia, Nchof dan Laily. Untuk Sahabatku "Nurlaily Rahma" yang
banyak memberikan bantuannya dalam penelitian dan bersedia menjadi tempat
curhat sekaligus memberikan solusi.
Akhirnya hanya kepada Sang Ilahi jualah penulis ikhlas berserah diri, semoga
segala bantuan yang diberikan kepada penulis mendapat balasan yang berlipat ganda
dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, karena itu
dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritikan yang membangun serta
saran yang berguna untuk perbaikan di masa yang akan datang dan mudah-mudahan
skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Jakarta, 18 Agustus 2004
Penulis
KATA PEN GANT AR ... .
DAFTAR lSJ ... . !\"
DAFT Al{ TABEL ... :... VJ BABI BABB PENDAHULUAN ... . A. La tar Belakang Masai ah ... . 13. Pen1batasan dan Perun1usan \1asalah ... 5
C. Manfaat Penelitian ... . D. Metocle Pembahasan ... . E. Sistematika Penulisan ... . LANDASAN TEORITIS ... . A. Penclidihm Agarna Islam I. Pengertian Pencliclikan Agama Islam ... . 6 7 セ@ I 8
8
2. Dasar Pendidikan Islan1 ... l 0 3. Tujuan clan Fungsi Penclidikan Agama Islam ... 144. Ruang Lingkup Pencliclikan Agama Islam ... 16
3. Hai<.ikat Metocie Bercerita ... 17
I. Pengertian Metocle Bercerita .... ... ... ... 17
2. Fungsi clan Tujuan Metocle Bercerita ... 20
3. Teknik-teknik Berccrita ... 22
4. Aspek-aspek clalam Bercerita ... 26
BAB IV
B. Populasi clan Sarnpel ... . 31
C. Sun1ber Data... 3J D. Teknik Pengumpulan Data ... . E. Teknik Analisa Data ... . HASIL PENELITIAN ... . A. Gambaran Umum Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin Cilandak ... . B. Deskripsi Data ... . I. Sarana dan Prasarana ... ... . 2. Kegiatan Bel ajar Mengajar. ... . 3. Pelaksanaan Penclidikan Agama Islam Melalui Metocle 32 34 Oo J !
37
38
Bercerita di TK Hic!ayatut Thalibin Cilanclak ... 42C. Analisa Data ... ... ... ... ... .. ... .... ... ... 46
1. Respon Anak Didik Terhadap Pelaksanaan PAI melalui Metode Bercerita di Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin
46
1. Hambatan Pendidikan Agama Islam melalui Metode Bercerita dan Cara Mengatasinya ... 55BAB V PENUTUP ... ... 57
A. Kesimpulan ... ... ... ... ... 57
B. Saran-saran ... ... ... ... 58
DAFTAR PUSTAKA ... 59
Tabel 1
Tabel II
Tabel Ill
Tabel IV
Daftar Guru-guru Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin ... .
Jumlah Siswa Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin ... . 36
Ketertarikan Siswa Terhadap Materi Pendidikan Agama Islam yang Diajarkan Melalui Metode Bercerila ... ... ... ... 4 7 Penggunaan Media/ Alat Peraga clalam Menerangkan Pelajaran Agama Islam ... ... ... ... ... ... .. ... ... ... 48
Tabel V Aktivitas Guru Sebelum Memulai Cerita ... 49
Tabel VI Jenis Penyampaian Cerita ... ... 49
Tabe1 VII Kesenangan Anak dalan1 f\t1endengarkan C'.erita ... ... 50
Tabel Ylll Keaktifan Siswa clalarn Kegiatan Bercerita atau Bercakap-cakap ... 51
Tabel IX Penggunaan Bahasa clalam Menyampaikan Materi Cerita ... 52
Tabel X Lamanya Penyampaian Cerita ... 52
Tabel XI Kemampuan Anak clalam Menjawab Pertanyaan ... 53
[image:9.595.59.474.137.555.2]A. Latar Bclakang Masalah
Siapakah yang pertarna-tarna dapat disebut sebagai pendidik ? . Maka tentu
jawabannya tiap orang yang dengan sengaja rnernpengaruhi orang lain untuk
rnencapai tingkat kernanusiaan yang lebih tinggi. Atau dalam arti khusus pendidik
adalah orang clewasa yang terhadap anak tertentu mempunyai tanggung jawab
penclidikan, jadi seorang pencliclik harus rnembawa anak tersebut ketingkat
kede\vasaan.
Setiap mauusia membutuhkan pegangan hiclup yang clisehut agama. Dalam
,11wa manus1a ada suatu perasaan yang mengakui aclanya Dzat Yang Maha Kuasa.
tempat berlinclung clan memohon pertolongan-Nya. Manusia akan merasa tenang clan
tentram hatinya kalau dapat rnendekat dan rnengabcli kepacla Dzat Yang Maha Kuasa.
Pacla clasarnya manusia akan selalu menclekatkan diri kepacla Tuhan, hanya
saJa cara manusia beribadah itu berbeda-becla sesuai clengan keyakinan yang
clianutnya. ltulah sebabnya manusia memerlukan adanya penclidikan agama agar
dapat mengarahkan fitrahnya kearah yang benar, sehingga mereka akan dapat
beribaclah sesuai clengan ajaran yang cliyakininya. Tanpa pendidikan agama seseorang
akan semakin jauh dari agama.1
1
Departe1nen Agama RI, /(apita Se!ekta Pe11dit!ika11 .1igt111u1 /s!t1111, (Jakarta: Di1jen Bi1nbaga
semakin banyak pengalaman beragama yang dimiliki, sehingga tindakan, kelakuan,
dan cara menghadapi hidup akan sesuai dengan ajaran agama.
Penanaman ni'lai-nilai agama sebaiknya dilaksanakan kepada anak usrn pra
sekolah, sebelum mereka dapat berfikir secara logis dan memahami hal-hal yang
abstrak, serta belum dapat membedakan ha! yang baik dan buruk, agar semenjak kecil
sudah terbiasa dengan nilai-nilai kebaikan dan dapat mengenal Tuhannya.
Al-Ghazali menyatakan :
Apabila anak itu dibiasakan untuk mengamalkan apa yang baik, diberi pendidikan kearah itu pastilah ia akan tumbuh di alas kebaikan tadi, akibar positifhya ia akan selamal dunia dan akhirat. Kedua orang tua dan semua pendidik, pengajar serta pengasuhnya ikut serta memperoleh pahalanya. Sebalilmya, jika anak sejak kecil sudah dibiasakan mengerjakan keburukan dan dibiarkan begitu saja tanpa dihiraukan pendidikan dan pengajarannya, maka akibatnya anak itupun akan celaka dan rusak binasa akhlaknya, sedang dosanya yang utama tentulah dibebankan kepada kedua orang tuanya, pendidik
bertanggungjawab untuk memelihara dan mengasuhnya.2
Pendidikan berintikan interaksi antara pendidik dengan peserta didik dalam
upaya membantu peserta didik menguasai tujuan-tujuan pendidikan. lnteraksi
pendidikan dapat !Jerlangsung dalam lingkungan keluarga, sekolah, ataupun
masyarakat dan teman sepermainannya. Dalam keluarga, interaksi pendidikan terjadi
antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai peserta didik, dalam ha! ini
interaksi pendidikan dapat terjadi setiap saat, setiap kali orang tua bertemu, berdialog,
bergaul dan bekerja sama dengan anak-anak. Sedangkan interaksi pendidikan yang
terjadi di lingkungan sekolah lebih bersifat formal. Guru sebagai penclidik di sekolah
telah mempersiapkan diri secara formal dalam lembaga pendidikan guru. Demikian
juga halnya interaksi yang terjadi pada lingkungan masyarakat, ada yang fom1al
clalam bentuk lembaga pendiclikan seperti SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, sampai pada
tingkat Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri, clan lembaga non formal seperti
kursus-kursus.
Dalam menyampaikan penclidikan agama pada anak hendaknya menggunakan
bahasa dan cara yang dipahami dan clisukai anak. Oleh karena itu didalam proses
belajar mengajar, guru hams memiliki metode clan strategi yang tepat agar anak clapat
belajar secara efektif dan efisien, mengena pada tujuan yang diharapkan. Tanpa
metode clan strategi, suatu materi pelajaran tidak akan dapat berproses secara efektif
dan efisien dalam kegiatan belajar mengajar menuju tujuan pendidikan.
Metode yang tidak tepat guna juga akan meajadi penghalang kelancaran
jalannya proses belajar mengajar sehingga tenaga clan waktu akan terbuang sia-sia.
Oleh sebab itu seorang guru dituntut untuk menerapkan metocle yang efektif sehingga
benar-benar dapat membangkitkan minat belajar anak diclik dan tujuan yang hendak
dicapai dapat terpenuhi. Salah satu metode yang praktis dan kompeten digunakan di
taman kanak-kanak (TK) adalah metode bercerita.
Dalam Kamus Sastra Indonesia dikatakan bahwa cerita aclalah : "Karangan
Sedangkan menurut Soekanto, cerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan
oleh guru kepada murid-muriclnya, orang tua kepada anaknya, juru bercerita kepada
penclengarnya. Suatu kegiatan yang bersifat seni karena erat kaitannya dengan
keindahan clan bersanclar kepada kekuatan kata-kata yang dipergunakan untuk
. . . ·I mencapm tu.1uan centa .
Metode yang digunakan clalam menyampaikan pencliclikan agama pacla anak
tentu berbeda clengan metocle yang clilaksanakan untuk orang dewasa. Hal ini sejalan
dengan pendapat yang dikemukakan Zakiyah Drajat sebagai berikut : "Anak-anak
hukanlah orang dewasa yang kecil. kalau kira ingin agar agama mempunyai arti bagi
mereka. hendaklah disampaikan dengan cara-cara lebih konkril dengan bahasa yang
dipahaminya dan tidak bersifc11 dogmatic saja ". 5
Jika clikaitkan clengan proses bel[(jar-mengajar, maka metode bercerita
merupakan suatu cara yang dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pesan atau
materi pelajaran yang clisesuaikan clengan konclisi anak diclik. Pada usia Taman
Kanak-kanak (TK), anak masih sangat membutuhkan stimulan (rangsangan) agar
dapat mendengarkan materi yang disampaikan guru. Guru yang mampu memberi
informasi dalam penyampaian cerita akan menimbulkan semangat clan pemahaman
3
Syamsir Arifin, f(amm Sllslrll b11/011esill, (Jakarta: balai Pustaka, 1991 ), cet. ke-10, h. 26
'Soekanto, Seni Bercerita lslllmi, (Jakarta : Bina Mitra Press, 200 I), cet. ke-2, h. 9
anak terhadap pelajaran yang diterima dari cerita tersebut. Metode bercerita adalah
salah satu teknik penyampaian yang digunakan dalam proses pendidikan di Taman
Kanak-kanak (TK) yang mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Penggunaan teknik dan metode yang bervariasi dalam men yam paikan materi
pclajaran akan membantu guru dalam melaksanakan tugas secara baik. Penggunaan
metocle clan teknik yang monoton akan menimbulkan kebosanan dan bertolak
belakang dengan kondisi psikologis anak yang selalu tertarik pacla sesuatu yang baru.
Oleh sebab itu, metode cerita sebagai cara yang tepat untuk mengantisipasi
kebosanan anak dalam belajar.
Berdasarkan ha! tersebut di atas. untuk melihat lebih jauh !agi bagairnana
keefektifan metode bercerita, maka penulis memilih judul skripsi " EFEKTIFIT AS
METODE BERCERIT A SEBAGAI METODE BELA.JAR MENGA.JAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)
HIDAY A TUT THALIBIN CILANDAK .JAK-SEL".
B. Pcmbatasan dan Perumusan Masalah
Untuk memudahkan pembahasan pacla penelitian m1, penulis membatasi
masalah yang akan dibahas sebagai berikut :
I. Pelaksanaan Pendidikan Agarna Islam pada sekolah Taman Kanak-kanak.
Dengan clemikian sesuai dengan judul penulisan 1111, maka masalah dalam
penclitian ini clapat clirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan Pendiclikan Agama Islam melalui metocle bercerita di
Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin Cilanclak ?
2. Bagaimana hasil anak clidik Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin setelah
memperoleh Pendiclikan Agama Islam melalui metocle bercerita?
3. Hambatan apa saja yang clihadapi guru clalam pelaksanaan Pencliclikan Agama
Islam melalui metode bercerita ry
4. Dan bagaimana cara mengatasi hambatan tersebut ')
C. Manfaat Penelitian
I. Untuk mengetahui betapa pentingnya metode bercerila terhadap pelaksanaan
Pendidikan Agama Islam bagi siswa Taman Kanak-kanak (TK)
2. Untuk dijadikan sumbangan yang berarti bagi pengkaji, pencliclik, pengelola
dalam usaha meningkatkan mutu Pendiclikan Agama Islam di Taman
Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin.
3. Untuk mengetahui sejauh mana efektifnya metocle bercerita bagi an<.!K _yang
D. Metode Pembahasan
Sebagaimana lazinmya suatu karYa ilmiah, maka penulis dalam membahas
skripsi ini menggunakan dua macam metode penelitian. yaitu :
I. Kajian kepustakaan (Library Research), yaitu dengan membaca buku, artikel
serta literature laiiinya yang berhubungan dengan masalah yang penulis bahas.
2. Penelitian lapangan (Field Research). yaitu dalam ha] ini penulis mengadakan
penelitian langsung ke obyek yang cliteliti dengan jenis pengumpulan data yaitu
observasi, wawancara, angket. clan clokumentasi.
3. Penulisan skripsi ini merujuk pacla buku Pecloman Penulisan Skripsi, Tesis. clan
Disertasi UIN SyarifHiclayatullah Jakarta, Cetakan ke- 2. tahun 2002.
E. Sistcnrntilrn Penulisan
Bab l : Pendahuluan, tercliri dari Latar Belakang Masalah, Pembatasan clan Perumusan Masalah. Metocle Pembahasan, Manfaat Penelitian, clan Sistematika
Penuiisan.
Bab II : Tinjauan Teoritis tercliri clari : Pengertian Pencliclikan Agama Islam,
Dasar Pendiclikan Islam, Fungsi clan Tujuan Pencliclikan Agama Islam, Pengertian
Metocle Bercerita, Fungsi clan Tujuan Metocle Bercerit&, clan Teknik-teknik Bercerita.
Bab III : Metodologi Penelitian tercliri clari :Tujuan Penelitian, Populasi clan
Sampel, Sumber Data, Teknik Pengumpulan Data, clan Teknik Analisa Data.
Bab
IV
:
Basil Penelitian terdiri clari : Gambaran Umurn Tempat Penelitian, Deskripsi Data clan Analisa Data.A. Pendidikan Agama Islam
I. Pengertian Pe11didikan Agama Islam
Pendidikan menurut bahasa berasal dari kata "didik" dengan rnemberi awalan
"pe" dan akhiran "kan" mengandung arti ··perbuatan" (ha!, cara. dan sebagainya).1
lstilah pendidikan ini bernrnla dari bahasa Yunani yaitu "paedagogis" yang berani
birnbingan yang diberikan pada anak, istilah ini kernudian diterjemahkan ke clalam
bahasa Inggris dengan "el-/ucalion" yang berarti pengen1bangan atau bin1bingan.
sedangkan clalam bahasa Arab sering cliterjemahkan dengan "farbiyah ".2
Sedangkan terminologi penclidikan cliartikan sebagai bimbingan atau
pertolongan yang diberikan dengan sengaja terhadap anak cl idik oleh orang dewasa
. cl' cl 3 agar men1 a l ewasa.
Ahmad D. Marimba mendefinisikan pendidikan sebagai "'bimbingan atau
pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani clan rohani si
lerclidik menuju terbentulrnya kepribadian yang utama".4
1
Poerwadarminta, Kanzus Bahasa Indonesia. (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), h. 250
'Ramayulis, I/mu Pendidik"n /s/am, (Jakarta: Kalam Mulia, 1994), h. I
3
Ibid., h. I
4
Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsa/a1 Pendidikan Mam, (Bandung : Al-Ma'arif, 1980).
Cet. Ke-4. h. 19
Dari berbagai clefinisi penclidikan di alas. baik
1erminologi. dapal penulis simpulkan balm a pencliclikan aclalah proses yang lercliri
dari usaha-usaha yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap si terdiclik. baik berupa
bimbingan, pengarahan. pembinaan ataupun lalihan. Tujuan yang ingin dicapai clalam
proses tersebut aclalah rnembawa si terdidik kearah terbentuknya kepribadian yang
utarna, baik jasmani maupun rohani bagi perjalanan hiclupnya dimasa yang akan
datang.
Kata "Islam'' dalam pendidikan ]slam memiliki arti pencliclikan tertentu, yaitu
pendidikan yang bercirikan dan berclasarkan ajaran Islam. Oleh sebab itu para ahli
berbeda penclapat clalam merumuskannya :
Menurut Ahmad D. Marimba penclidikan Islam adalah bimbingan jasmarn clan
rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentnknya kepribaclian
utama menurut ukuran-ukuran Islam. 5
Kemudian dalam rumusan seminar Pendiclikan Islam se-Inclonesia tahun 1960.
clirumuskan bahwa penclidikan Islam aclalah "bimbingan terhaclap pertumbuhan
rohani clan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan,
mengasuh, clan mengmvdsi berlakunya semua ajaran Islam. 6
Seclangkan pengertian penclidikan agama Islam itu sendiri adalah :
5
Ibid., h. 23
Menurut Dra. Zuhairini di clalam buku Metoclik Khusus PAI menuliskan
bahv,:a ··penclidikan agan1a berarti usaha secara sistcn1atis dan pragn1atis daL:u11
membantu anak cliclik agar supaya mereka hiclup sesuai clengan ajaran lslam.7
Pernyataan senacla clikemukakan oleh Prof. Dr. Zakiah Darajat, bah\\a
''penclidikan agama Islam aclalah usaha berupa bimbingan clan asuhan terhaclap anak
cliclik agar kelak setelah pencliclikannya dapat memahami clan mengamalkan a1aran
agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hiclup (way of life ).··3
Berdasarkan definisi-definisi yang dikemukakan di atas clapat clisimpulkan
bahwa pencliclikan agama Islam aclalah pencliclikan clengan melalui ajaran agama
Islam yaitu berupa bimbingan clan asuhan terhaclap anak cliclik agar nantinya setelah
selesai dari pencliclikan ia clapat memahami. menghayati, clan mengamalkan
rtjaran-apran agama Islam yang telah cliyakininya secara menyeluruh, serta menjadikan
a.1aran agama Islam itu sebagai suatu panclangan hiclupnya demi keselamatan clan
kesejahteraan hiclup cli clunia maupun di akhirat kelak.
2. Dasar Pendidikan Islam
Setiap usaha, kegiatan clan tinclakan untuk mencapai suatu tujuan harus
mempunyai lanclasan atau clasar tempat berpijak yang baik clan kuat. Oleh karena itu
pendidikan agama Islam sebagai suatu usaha untuk membentuk manusia menjacli
insan kamil, harus mempunyai landasan atau clasar kemana semua kegiatan clan
7
Z.uhairini, tV!etodik Khusus Pendidikan Agan1a /s/an1, (Surabaya: Usaha Nasional, 1983), Cet.
Ke-3. h. 86
8
perumusan tujuan pendidikan Islam itu akan dihubungkan yang kemudian dijadikan
sebagai tempat pijakan.
Bicara tentang dasar pendidikan Islam, maka kita sepakat bahwa Al-Qm"an
dan As-Sunnah ada!ah dasar pokok yang harus dijadikan sebagai acuan atau pijakan
oleh umat Islam dalam penyelenggaraan pendidikan. Umat Islam memandang
Al-Qur'an dan As-Sunnah ini merupakan sumber utama ajaran Islam. Kedua sumber
tersebut merupakan bahan inspirasi setiap umat muslim dalarn menempatkan dan
membuat suatu idiologi dalam kehidupan.
a. Al-Qur'an
Umat Islam sebagai suatu umat yang dianugerahkan Tuhan suatu Kitab suci
Al-Qur'an, yang lengkap dengan segala petunjuk yang meliputi seluruh aspek
kehidupan dan bersifat universal, sudah barang tentu dasar pendidikan mereka adalah
bersumber kepada filsafat hidup yang berdasarkan kepada Al-Qur' an.
Nabi Muhammad SAW sebagai pendiclik pertama, pada masa awal
pertumbuhan Islam telah menjadikan Al-Qur'an sebagai dasar pencliclikan Islam di
samping sunnah beliau sencliri.
Kecludukan Al-Qur' an sebagai sumber pokok penclidikan Islam dapat
dipahan1i clari ayat Al-Qur'an itu scndiri. Firman Allah:
,
.... " ,, ,.. セ@.,
_,.セ@ j j c>...LP>) セ@
Artinya
(\ i
: \
QOセQI@
Pセセ@
"Dan Kami tidak menurunkan kepadamu A/ .. Kitab (Al-Qur'an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum
Selanjutnya firman Allah SWT:
(\ '\ :'\A/if) '-o-'U\111_,,J_}
セセANZNNI[@
o;l,.I 13_;.-W
j)L.,C:-l)!
oLJ;I
y\.:) Artinya : "Jni ada!ah sebuah kiiab yang Kami /urunkan kepadamu penuh denganberkah supaya mereka memperhaiikan ayai-ayatnya dan supaya
mendapat pelaiaran orang-orang yang mempunyai pikiran "(Q.S. Shaad
[38) : 29)
Selrnbungan dengan masalah lllL Muhammad Al-Fac!hil Al-Jarnali
rnenyatakan sebagai berikut : "Puda hakekamya Al-Qur "an ilu adalah mernpakan
perbendaharaan yang besar 11n111k kehudayaan manusia, leruiama bidang
kerohanian. Ia pada umumnya ada!ah mernpakan Kitab pendidi!wn ma.1;Y1raka1.
moril (akhlak) dan spirituil (kerohanian) .... ,
Dari uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa yang rnenjadi clasar atau
surnber penama pendic!ikan agama Islam adalah Al-Qur'an yaitu kumpulan firman
Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW clan kitab suci ini
rnenjadi sumber hukum yang utama clan berlaku untuk sepanjang masa clalam
lingkungan umat Islam.
b. t\s-Sunnah
Dasar kedua pendiclikan Islam adalah As-Sunnah yang rnempunyai arti segala
yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW berupa perkataan, perbuatan dan
ketetapan yang berkaitan dengan hukurn. 10 As-Sunnah berisi pedoman untuk
9
Ramayulis, Op.Ci! .. h. 14
10
kemaslahatan hiclup manusia cla!am segala aspeknya, untuk membina urnmat manusia
seutuhnya clan muslim yang bertaqwa.11 Oleh karcna itu As-Sunnah merupakan clasar
pendiclikan Islam keclua, yang dalam pelaksanaannya melalui usaha pencliclikan masih
diperlukan pemahaman menclalam clan sistematika terhadap butir-butir As-Sunnah
,·ang berkaitan clengan pencliclikan.
Kalau Al-Qur'an clan As-Sunnah dijaclikan clasar, maka pendidikan Islam
merupakan wujud bangunan yang kokoh clan berakar kuat yang kemudian akan
mewarnai corak ke-lslaman dalam berbagai aspek kehidupan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa dasar pendidikan Islam
aclalah Al-Qur'an clan As-Sunnah yang memuat dua prinsip clasar yaitu aqiclah clan
syariah. Wilayah syariah mencakup aspek ibaclah, muamalah. akhlak clan keilmuan
lainnya.
Selain Al-Qur'an clan As-Sunnah. kemuclian clasar tacli dikembangkan dalam
pemahaman para ulama clalam bentuk qiyas syar'i, ijma yang cliakui, ijtihad clan tafsir
yang benar clalam bentuk hasil pemikiran yang menyeluruh clan terpaclu tentang jagat
raya, manusia, masyarakat clan bangsa, pengetahuan kemanusiaan clan akhlak, clengan
ュセイオェオォ@ kepacla keclua sumber asal (Al-Qur'an clan Haclits) .oebagai sumber utama.12 ljtihacl ulama j uga merupakan lanclasan clan sumber pengembangan pencliclikan Islam
berfungsi melengkapi berbagai persoalan yang belum termuat clalam Al-Qur'an clan
As-Sunnah. Upaya pengembangan ijtihacl clibidang pencliclikan berorientasi kepacla
11
Zakiah Darajat. Op. Ci! .• h. 21
11 Jalaluddin dan Us1nan Said,
Filsafat Pendidikan !s/an-1, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
perkembangan kebutuhan masyarakat yang tentunya berlainan. baik ideologi maupun
pola hidup yang menjadi budayanya.
3. Tu.juan clan Fungsi Pendidikan Agama Islam
Setiap aktivitas yang direncanakan. pasti mempunyai dasar dan tujuan. Begitu
pula pendidikan Islam mempunyai dasar dan tujuan. Tujuan pendidikan itu biasanya
dikaitkan dengan pandangan hidup yang diyakini kebenarannya oleh penyusun tujuan
tersebut. Pandangan hidup ini berupa agama ataupun aliran filsafat tertentu.
Pendidikan hanyalah suatu alat yang digunakan untuk mem perpanjang hidupnya baik
sebagai individu maupun sebagai masyarakat, oleh karenanya tujuan pendidibn
haruslah berpangkal pada filsafat dan pandangan hidup yang bcrdasarkan agama.13
Menurut lbm1 Khaldun bahwa pendidikan lslarn rnempunyai dua tujuan. yaitu :
I. Tujuan keagamaan, maksudnya ialah beramal untuk akhirat sehingga ia
rnenemui Tuhannya dan telah memurnikan hak-hak Allah yang telah
diwajibkan atasnya.
2. Tujuan ilmiah yang bersifat keduniaan, yaitu apa yang diungkapkan oleb
pendiclikan !nodern clengan tujuan kernanfoatan atau persiapan untuk
1
11 'cl up. 1413
Hasan Langgulung, Azas-azas Pendidikan !slan1, (Jakarta : Pustaka Al-Husna, 1978), h. 305
1
Selanjutnya Imam al-Ghazali berpendapal bahwa .. tujuan pendidikan ]slam
yang paling utama ialah beribadah dan taqarub kepada Allah dan kesempurnaan
insani yang tujuannya kebahagiaan dunia akhirat. 15
Seclangkan fungsi pendiclikan agama bagi anak adalah membentuk manus1a
yang beriman dan bertagwa kepada Allah SWT. rnempunyai akhlak yang luhur.
berilmu pengetahuan clan memiliki keterampilan yang dapat clisalurkan dalarn
pe1nbangunan.
Pencliclikan agarna hendaknya dapat rnewarnai kepribaclian anak, sehingga
agama benar-benar berfungsi sebagai pengendali kepribaclian dalam hidupnya di
kemudian hari. Hal ini berarti bahwa pendidikan agama harus diberikan sejak dini
agar anak terbiasa rnalakukan ibadah dan rnenjalankan ajaran-ajaran agama !slam
dengan kesadarannya sendiri.
Melihat besarnya fungsi pendidikan agama bagi anak, maka kewajiban
melaksanakan pendidikan agama itu harus dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah
dan selanjutnya pada masyarakat. Yang memprihatinkan adalah sebagian clari orang
tua tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memberikan penclidikan agama yang
sistematis kepada anak-anaknya, seperti yang kita ketahui bahwa hal itu hanya
terdapat pacla sekolah-sekolah formal. Orang tua telah merasa terwakili kewajibannya
dengan menyerahkan pendiclikan agama pada sekolah-sekolah formal ataupun non
formal dengan tujuan dan harapan yang sama yaitu agar anak menjadi indiviclu yang
baik.
15
4. Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam
Menurut Zuhairini bahwa inti pokok ajaran Islam meliputi masalah
Keimanan (aqidah), masalah Keislaman (syariat), dan masalah lhsan (akhlak). Tiga
inti pokok ajaran ini kemudian dijabarkan dalam bentuk rukun Iman, rukun Islam dan
Akhlak. Dari ketiganya lahirlah beberapa keilmuan agama yaitu ilmu tauhid, ihnu
fiqh, dan ilmu akhlak.
Ketiga kelompok ilmu agama itu kemudian dilengkapi dengan pembahasan
dasar hukum Islam yaitu Al-Qur'an dan Hadits, serta ditambah lagi dengan sejarah
!slam (tarikh), sehingga menurut Zuhairini secara berurutan adalah :
a. !lmu Tauhid I Keimanan
llmu tauhid ini meliputi rukun iman yaitu 1man kepada Allah, iman kepada
Ma!aikat, iman kepada Kitab-kitab Allah, iman kepada Rosul, iman kepada Hari
akhir dan iman kepada Taqdir.
b. Ilmu Fiqh
Ilmu fiqh ini meliputi : thaharah, shalat, zakat, puasa, haji dan umroh, muamalah,
mawaris, munakahat, hudud, jinayat, jihad dan aqdhiyah
c. Al-Qur'an
d. Hadits
e. Akhlak
Akhlak ini meliputi : akhlak kepada Allah, akhlak kepada Rosul, akhlak kepada
orang tua, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada teman (sesama) dan akhlak
f. Tarikh !slam.
Ruang lingkup pembahasan tergantung pada jenis lembaga pendiclikan yang
bersangkutan. tujuan. clan tingkat kemampuan anak clidik sebagai konsumen.
B. Hakikat Metode Bercerita
1. Pengertian Metode Bercerita
Kegiatan belajar mengajar yang melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi
adalah sebagai suatu proses dalam rangka rnencapai tujuan pengajaran. Seorang
pendidik dengan sadar mengatur lingkungan belajar agar bergairah bagi anak didik.
Dengan seperangkat dan pengalarnannya pendidik gunakan untuk dan bagaimana
mempersiapkan program pengajaran dengan baik clan sistematis.
Salah satu usaha yang tidak pernah seorang pendiclik tinggalkan adalah
bagaimana ·memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yang ikut
ambil bagian dari keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
Kata "me/ode" berasal clari dua kata yaitu 'meta" yang berarti "melalui", dan
"hodos" yang berarti "jalan a/au cara'". Jadi metode berarti jalan atau cara yang
harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan.16
Dr. Ahmad Tafsir memberikan penge1iian metode sebagai "cara yang paling
tepat dan cepat dalam melakukan sesuatu'"17
16
H. M, Arifin. //mu Pendidikan Islam. (Jakarta: Bumi Aksara, 1991), Cet. Ke-4, h. 61
17
Metode digunakan sebagai suatu cara daJan1 n1enyan1paikan suatu pesan atau
materi pelajaran kepada anak didik. ivle10de rnengajar yang tidak tepat guna akan
menjadi penghalang kelancaran jalannya proses belajar rnengajar sehingga banyak
waktu dan tenaga terbuang sia-sia. Oleh karena itu metocle yang diterapkan oleh guru
baru berhasil, jika marnpu dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan. Semakin baik pemilihan metode mengajar yang sesuai dengan
tujuan yang ingin dicapai semakin efektif. Hal ini menunjl1kkan apabila guru atau
pendidik dapat memilih metode secara tcpat yang disesuaikan dengan tujuan
pelajaran yang akan dicapai maka tujuan pendidikan akan lebih rnudah dicapai.
ivletode bercerita merupakan salah satu metode yang tepat dipilih untuk mencapai
tujuan pendiclikan agama Islam di Taman Kanak-kanak.
Adapun pengertian cerita clalam Kamus Umum Bahasa lndonesia sebagai
berikut :
l. Tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu peristiwa atau
kejac!ian.
2. Karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, atau penderitaan orang , baik
yang sungguh-sungguh te1jadi ataupun yang irnnya rekaan belaka. Sedangkan
bercerita artinya menuturkan suatu cerita.18
Dari pengertian diatas maka c!apat disimpu!kan bahwa yang dimaksud c!engan
metoc!e bercerita ac!alah cara bertutur kata atau menyampaikan cerita secara lisan
kepada anak didik yang dengan cerita rersebut dapat disampaikan pesan-pesan yang
baik dan dapat menjadikan suatu pelajaran.
Cerita sebaiknya diberikan secara menarik dan membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah guru selesai bercerita. Cerirn
!ersebut akan lebih bermanfaat jika dilaksanakan sesuai dengan minat, kemampuan
dan kebutuhan anak. Guru yang mampu memberikan improvisasi dalan1 penyampaian
cerita akan menimbulkan semangat dan pemahaman anak terhadap pelajaran yang
diterima dari cerita tersebut.
Buku-buku yang berisi cerita kisah, hikayat dan sejarah hidup orang baik,
sangat bermanfaat bagi anak-anak karena tabia! anak ada!ah suka meniru hingga ia
akan mengidentifikasi positif, yakni penyamaan diri dengan orang yang disenangi dan
dikagumi dalam cerita tersebui. Jadi anak akan berusaha menyamakan dan
menjadikan ia sebagai tokoh, pahlawan dan para pelaku dalam kisah itu. Dengan
demikian buku-buku yang berisi cerita yang baik, benar dan mulia mempunyai
pengamh dan peranan yang sangat peniing dalam pembentukan watak, prilaku dan
kepribadian anak.
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasamya metode
bercerita itu mempakan salah satu cara yang <ii;;unakan oleh gum dalam
menyampaikan atau memberikan pelajaran secara lisan kepada anak. Sumber cerita
dapat bersumber dari Al-Qur'an dan hadits, buku-buku cerita keagamaan, buku-buku
bergambar atau berasal dari pengamatan dan pengalaman guru dengan
2. Fungsi dan Tujuan Mctode Bercerita
a. Fungsi Metodc Bercerita
Pada umumnya para guru di Taman Kanak-kanak biasa menggunakan metode
bercerita karena metode ini dianggap sesuai dengan anak usia prasekolah. Bercerita
bukan hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga merupakan suatu cara yang dapat
digunakan dalam mencapai sasaran-sasaran atau target pendidikan.
Dalam ha! ini pcnulis ingin menyampaikan bcberapa fungsi metode cerita
sebagai metode pendidikan yaitu :
a. Menanamkan nilai-nilai pendidikan yang baik.
Melalui metode bercerita ini sedikit demi sedikit dapat ditanamkan hal-hal yang
baik kepada anak didik, dapat berupa cerita para Rosul atau umat-umat terdahulu
yang memiliki kepatuhan dan keteladanan. Cerita hendaknya dipilih dan
disesuaikan dengan tttjuan yang hendak dicapai dalam suatu pengajaran.
b. Dapat mengembangkan imajinasi anak
Kisah-kisah yang disajikan dalam sebuah cerita dapat membantu anak didik
dalam mengembangkan imajinasi mereka. Dengan hasil imajinasinya diharapkan
mereka mampu bertindak sepe1ti tokoh-tokoh dalam cerita yang disajikan oleh
guru.
c. Membangkitkan rasa ingin tahu
Sikap ingin talm untuk hal-hal yang baik adalah harapan dari sebuah cerita,
Jsi cerita yang dipahami tentu saja akan membawa pengaruh terhadap anak didik
dalam menentukan sikapnya.19
4. Memahami konsep ajaran Islam secara emosional
Dengan mendengarkan cerita yang bersumber dari Al-Qur' an, hadits dan
kisah-kisah keluarga muslim diharapkan anak didik tergerak hatinya untuk mengetahui
lebih banyak agamanya dan pada akhirnya terdorong untuk beramal di jalan yang
20 lurus.
5. Mempengaruhi perasaan sikap dan tingkah laku
Metode bercerita dapat mempengaruhi perasaan. sikap dan tingkah laku anak.
karena dengan secara tidak langsung cerita itu menciptakan lahirnya keinginan
berbuat seperti dalam cerita atas clasar inisiatif sencliri tanpa paksaan orang lain.
Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa metode bercerita itu mempunyai fungsi
yang sangat besar terhadap pendidikan dan perkembangan kepribadian anak.
b.Tujuan Metode Bercerita
Pacla clasmny<\ pesan yang acla dalam sebuah kisah atau cerita merupakan
gambaran hitam atau putih, baik atau buruk. Dengan bercerita guru clapat
rnenanarnkan nilai-!ii!:::i Islam pada anak diclik, seperti menunjukkan perbedaan
perbuatan baik dan buruk serta ganjaran clari setiap perbuatan. Melalui metode
bercerita anak diharapkan clapat membeclakan perbuatan yang baik dan perbuatan
19
Diah Syukrisnawati, Seni Islam sehagai Media Pendidikan, (Jakm1a : PGTK Darul Qalam.
1994). Cet. ke-1. h. 24
20 Bahroin S,
lvfendidik Anak Saleh lvlelalui Pendekatan Seni Bern-1ain, Cerita dan Bernyanyi,
[image:30.595.58.476.192.533.2]yang buruk sehingga clapat cliaplikasikan dalam kehiclupannya sehari-hari. Sedangkan
Asnelli llyas berpendapat bahwa tujuan metode bereerita dalarn pendiclikan anak
adalah "rnenanamkan akhlak Islarniyah clan perasaan keTuhanan kepada anak clengan
harapan rnelalui pendiclikan clapm rnenggugah anak untuk senantiasa rnerenung clan
berfikir sehingga dapat terwujud dalarn kehidupan sehari-hari.''21
Sedangkan rnenurut 1-Iapiclin clan Wincla Gunarti, tujuan bercerita adalah :
I. Melatih claya tangkap dan fikir
2. Melatih daya konsentrasi
3. Men1bant11 perken1bangan fantasi atau perken1bangan in1ajinasi anak
4. Menciptakan suasana menyenangkan di kelas.22
Jadi jelaslah rnetode bercerita yang clisajikan kepacla anak diclik bertujuan agar
mereka rnemaharni. rnenghayati. clan dapat mengamalkan ajaran-ajaran agama Islam
dalam kehidupan sehari-hari.
3. Teknik-teknik Bercerita
Bercerita merupakan salah satu metode yang tepat untuk melaksanakan
pencliclikan agama Islam di Taman Kanak-kanak, clisebabkan karena anak usia Taman
Kanak-kanak belum man1pu berfikir secara logis. Untuk clapat mencapai keberhasilan
dalam rnemberikan pelajaran kepacla anak diclik usia Taman Kanak-kanak, maka
"Asnelli llyas, lv/endambakan Anak So/eh, (Bandung: Al-Bayan, 1997). Cet. Ke-2, h. 34
22 Hapidin dan Winda Gunarti, Pedon1an dan Perencanaan, Pengelolaan clan evaluasi
Beberapa bentuk metode bercerita clan teknik penggunaannya yang biasa
digunakan di Taman Kanak-kanak dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
l) Bercerita tanpa al at peraga
Kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-kanak dapat dilaksanakan dengan
rnenggunakan metode ini jika tidak ada alat peraga yang konkrit. Dalam kegiatan
bercerita yang berperan adalah guru dengan earn bercerita rnelalui ckspresi yang
tepat.
Guru dapat mcnunjukkan mimik (ekspresi muka), gerakan-gerakan kaki dan
tangan serta suara yang dapat membantu dan menolong fantasi anak dalam mengikuti
isi dan alur cerita yang disampaikan. Dalam menggunakan metode ini terdapat
beberapa hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah sebagai berikut :
a. Guru harus menunjukkan mimik muka, gerakan-gerakan tangan dan kaki serta
suara sebagai pencerminan dan penghayatan secara sungguh-sungguh
terhadap isi dan alur cerita.
b. Dalam bercerita harus menggunakan bahasa yang jelas, komunikatif clan
mudah dimengerti anak.
c. Sebelum bercerita aturlah posisi duduk anak didik dan guru.
2) Bercerita dengan alat peraga
Dalam melaksanakan kegiatan ini digunakan alat peraga dengan maksucl
untuk memberikan kepada anak suatu tanggapan yang tepat mengenai hal-hal yang
clidengar dalam suatu cerita. Dengan demikian dapat dihindarkan bahwa tanggapan
atau fantasi terlalu menyimpang dari apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh guru.
Bercerita dengan alat peraga dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Bercerita dengan alat peraga langsung
Alat peraga dalam pengertian ini adalah beberapa jenis hewan atau
benda-benda yang sebenarnya yang bukan tiruan atau berupa gambar-gambar. Penggunaan
alat peraga langsung dimaksudkan untuk memberikan kepada anak suatu tanggapan
yang tepat mengenai hal-hal yang didengar clalam suatu cerita.
Adapun langkah-langkah pelaksanaannya dengan a!at peraga langsung
sebagai berikut :
1) Alat peraga diperlihatkan dan diperkenalkan terlebih dahulu pada anak didik.
2) Guru menjelaskan dengan singkat melalui tanya jawab dengan maksud
memberikan informasi lebih dahulu mengenal obyek yang aka.ri diceritakan.
3) Alac peraga kemudian disimpan sebelum guru bercerita dan mengatur posisi
duduk anak didik.
b. Bercerita derigan gambar
Hal terpenting dalam gambar adalah isi dan makna gambar bagi anak. Gambar
yang dipilih hendaknya sesuai dengan tahap perkembangan m1ak, isinya menarik,
1) Gambar harus jelas dan tidak terlalu kecil.
2) Guru memperlihatkan gambar tidak terlalu tinggi dan harus terlihat oleh
semua anak. ·
3) Gambar-gambar yang digunakan harus menarik.
4) Gambar ditutup setiap kali guru memulai bercerita kembali.
c. Bercerita dengan menggunakan papan flannel
Alat yang digunakan adalah papan yang ditempeli kain !lane! dan
guntingan-guntingan gambar berwarna menarik yang melukiskan hal-hal yang akan muncul
dalam cerita. Dalam menggunakan bentuk bercerita seperti ini guru hendaknya
rnemperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1) Guru harus menjaga agar jangan sampai gerak-geriknya pada waktu mernbuat
adegan di papan flanel rnengganggu konsentrasi anak. Untuk tidak
rnernbingungkan anak diusahakan supaya tidak terlalu banyak adegan yang
dipasang di papan flannel.
2) Sarnbii bercerita guru meletakkan guntingan gambar tersebut satu persatu
pada papan flannel sesuai dengan jalan isi cerita. Dengan demikian sambil
bercerita guru membuat adegan-adegan.
d. Membacakan eerita
Bentuk kegiatan bercerita ini dilakukan dengan earn membacakan cerita dari
tulisan berupa kalimat-kalimat pendek yang menceritakan secara singkat gambar
tersebut. Kegiatan membacakan cerita ini clilakukan karena kebanyakan anak usia
Taman Kanak-kanak gemar akan cerita yang clibacakan oleh guru atau orang dewasa
lainnya. Dalam membacakan cerita guru hams memperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
1) Buku dipegang di tangan kiri clengan pos1s1 yang clapat clilihat semua anak
yang ducluk dalam posisi agak melingkar.
2) Karena memegang buku guru tidak bebas melakukan gerakan-gerakan seperti
pada bercerita tanpa alat peraga. maka intonasi dan nada suara serta mimik
gurulah yang berperan di samping gambar-gambar dan kalimat-kalimat dalam
buku untuk membantu iantasi anak.
Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat diketahui bahwa teknik yang
dipergunakan guru dalam bercerita ditentukan pula oleh bentuk cerita yang akan
disajikan. Cerita yang membekas pada diri anak akan sangat berpengantl1 dalam
kehidupan selanjutnya. Sebagaimana Mahmud Yunus mengemukakan bahwa
·'pengaruh cerita lebih besar daripada memberikan pengajaran semata-mata dengan
nasehat atau menyuruh dn melarang kepada anak didik."23
4. Aspek-aspek dalam Bercerita
Tema-tema yang terdapat di dalam cerita banyak dikenal oleh masyarakat dan
tidak senrnanya baik untuk diceritakan kepada anak-anak.
23
Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Jakarta: Hida Karya Agung, 1992).
Dewasa ini suclah banyak cerita yang diterbitkan. Diantara yang banyak itu.
pilih tema cerita yang baik dan berguna. Banyak terna cerita yang cliterbitkan yang
1idak memiliki nilai penclidikan clan moral. Kisah-kisah yang ditulis hanya untuk
merangsang emosi-emosi yang renclah. Terna cerita seperti ini, bukanlah menghibur
anak melainkan merusak imajinasi anak-anak. Terna cerita yang demikian patut
disisihkan clalam memilih tema. Secara teoritis ada beberapa aspek yang harus
dipertirnbangkan clalam mernilih terna cerita. Aspek-aspek tersebut cliantaranya
adalah :
a. Aspek Religius (Agama)
Dalam rnemilih tema cerita yang baik, aspek agarna ini tidak dapat diabaikan
mengingat tema cerita yang clipilih merupakan sarana pembentukan moral.
Jika aspek agarna ini kurang diperhatikan keberaclaannya, maka clikhawatirkan
anak akan memperoleh informasi-informasi merusak yang terkandung di clalam cerita
yang temanya ticlak baik, bahkan acla kemungkinan cerita yang clemikian clapat
rnerusak moral anak yang sudah baik.
Bagi kalangan keluarga muslim tema cerita yang clipilih tidak hanya karena
daya tarik ceritanya saja, melainkan barns sarat clengan ciilai-nilai ajaran Islam. Kini
rnemang tugas orang tua untuk bisa rnenghidangkan cerita agamis pacla anak dalam
upaya menenggelamkan pengaruh cerita yang temanya ticlak baik clan dapat merusak
aqiclah clan akhlak anak.24
b. Aspek Pedagogis (l'endidikan)
Pertimbangan aspek pendidikan dalarn rncmilih tcma ccrita .1uga penting.
sehingga dari tema cerita diperoleh dua keuntungan. yaitu menghibur dan mendidik
anak dalam waktu yang bersamaan.
Disinilah letak , peran pencerita untuk dapat memilih tema cerita dan
menyarnpaikan pesan-pesan didaktis dalarn cerita. Unsur mendidik: baik secara
langsung ataupun tidak langsung terirnplisit dalam tema clongeng."5
c. Aspek Psikologis
Mempertimbangkan aspek psikologis dalam memi lih tema cerita sangat
rnembantu perkembangan jiwa anak. Mengingat anak aclalah manusia yang sedang
berkembang, rnaka secara kejiwaan tema ceritapun disesuaikan dengan kemampuan
berfikir. kestabilan emosi, kemampuan berbahasa serta tahap perkembangan
pengetahuan anak dalam menghayati cerita tersebut. Cerita yang baik dapat
mempengaruhi perkembangan anak.
5. Kelebihan clan Kekurangan Metode bercerita
Dalam mengaplikasikan metode ini pada proses belajar mengapr, metode
kisah merupakan salah satu metode pendidikan yang mashur clan terbaik, sebab
bercerita itu mampu menyentuh jiwa jika didasari oleh ketulusan hati yang
mencialam. Metode bercerita ini diisyaratkan dalam Al-Qur'an :
} o _, }O ,,. ,,. ..-o -,; ,- } J
y
C..S-
0))
01:,,;_li
\..U,
セA@
G-jf
セ@
セ|@
セGNGNNN⦅|@
セ_@
セZLNN⦅⦅[@
, ,
(I : 11
OLセ@
_r-)
セwQ@
セ@
"-G
Artinya: "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur 'an ini kepadamu. Dan sesungguhnya kamu sebelwn(Alw mewahyukan) adalah termasuk orang-orang yang lalai " (Q.S.
Yusuf[J2].: 3)
Kandungan ayat ini mencerminkan bahwa cerita yang ada dalam Al-Qur·an
rnerupakan cerita-cerita pilihan yang mengandung nilai paedagogis. Ayat tersebut
diperkuat oleh ayat lain yang berbunyi :
o,.-o セセᄋ@ ,, ,,.,., ,,.,,.
c
1 1 1 : 1
1
iセ@
_r-) ...
セwGjQ@
J)
!
[セ@
:.
!
,a>•
セ@
0\S'
J__;j
Artinya : "Sesungguhnya di dalam kisah-kisah mereka terdapat ibarat bagi
orang-orang yang berakal "(Q.S. Yusuf[12]: 11 I)
Namun, walaupun secara substansial keabsahan keduanya tidak diragukan,
akan tetapi bukan berarti ia terlepas dari kelemahan atau kekurangan, karena yang
menyampaikan ajaran tersebut-dengan metode kisah-adalah manusia biasa yang tidak
bisa luput dari kekurangan dan ketidaksempumaan, oleh karena itu kita bisa
melihatnya dari dua sudut, yaitu kelebihan dan kekurangannya.
a. Kelebihan Metode Bercerita
I. Kisah dapat mengaktifkan dan membangkitkan semangat anak didik. Karena
anak didik akan senantiasa merenungkan makna dan mengikuti berbagai
situasi kisah, sehingga anak didik terpengaruh oleh tokoh dan topik kisah
terse but.
2. Mengarahkan semua emos1 sehingga menyatu pada satu kesimpulan yang
3. l(isah sela1u n1en1ikat. karena n1engundang pcndengaran untuk 111engikuti
peristi\vanya clan n1ercnungkan n1aknanya.
4. Dapat mempengaruhi emosi. Seperti takut. perasaan cliawasi. rela, senang,
sungkan, atau benci sehingga bergelora dalam lipatan cerita.26
b. Kekurangan Metode Bercerita
I . Pemahaman anak diclik akan menjadi sulit ketika kisah itu telah terakumulasi
oleh masalah lain.
2. Bersifat monolog dan dapat menjenuhkan anak didik.
3. Sering te1jadi ketidakselarasan 1s1 cerita dengan konteks yang dimaksud
sehingga pencapaian tujuan sulit diwujudkan.
Dari uraian diatas clapat disimpulkan bahwa metode bercerita merupakan
penyampaian materi pelajaran dengan cam menceritakan kronologis terjadinya
sebuah peristiwa baik benar atau bersifat fiktif semata. Metode bercerita ini dalam
pendidikan agama menggunakan paradigma Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad,
sehingga memiliki substansi cerita yang valid tanpa diragukan lagi keabsahannya.
n。ュキセ@ terkadang kevalidan sebuah cerita terbentur pada Sumber Daya Manusia (SOM) yang menyampaikan cerita itu sendiri sehingga te1jadi banyak kelemahannya.
A. Tujuan Penclitian
I. Untuk mengetalrni pelaksanaan metode bercerita dalarn proses belajar
rnenga1ar Pendiclikan Agama Islam di Taman Kanak-kanak Hidayatut
Thalibin.
2. Untuk mengetahui keefektifitasan metocle bercerita daiam proses beiajar
menga.iar Penclidikan Agama Islam di Taman Kanak-kanak Hiclayatut
Thalibin.
B. Populasi dan Sampel
Populasi adaiah keseluruhan obyek penelitian yang tercliri dari manusia.
benda. hewan, tumbuh-tumbuhan clan peristiwa sebagai sumber data yang memiliki
karakteristik tertentu clalam sebuah penelitian.1
Dalam penelitian ini, yang menjacli populasi sekaligus sampel adaiah seluruh
guru Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin yang be1:jumlah 4 (empat) orang.
C. sオュ「」セ@ Data
Adapun sumber data yang dijaclikan sebagai bahan s!:.;-ipsi antara lain :
l . k・エエセ。@ '"/ ayasan
2. Kepala sekoiah TK beserta dewan guru
3. Para Sis\va
4. Para Orang Tua Siswa
1 1-Ierman Rasito, Pengautar :l4etotlo/ogi Penelitian, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama,
I. Observasi. Penulis rnelakukan observasi langsung kc sekolah untuk rnendapatkan
gambaran konkrit tentang pelaksanaan rnetode bercerita yang dilakukan di Taman
Kanak--kanak Hidayatut Thalibin Cilandak.
2. Wawancara. Dalam wawancara ini, penulis langsung melakukan wawancma
kepada kepala sekolah clan guru. Informasi yang diinginkan dari kepala sekolah
adalah mengenai sejarah dan latar belakang bcrclirinya Tarnan Kanak-kanak
Hic!ayatut Thalibin, beserta sarana dan prasarananya yang terseclia. Selanjutnya
informasi yang clic!apatkan dari guru aclalah rnengenai pelaksanaan metode
berclerita clalarn kegiatan proses belajar rnengajar, apakah efektif atau tidak.
3. Angket, yaitu forrnulir yang berupa pertanyaan-pertanyaan yang cliajukan secara
tertulis pacla seseorang atau sekurnpulan orang untuk rnenclapatkan jawaban atau
tanggapan clan informasi yang diperlukan oleh peneliti.2 Angket ini cliberikan
kepacla seluruh guru Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin yang clijaclikan
responclen penelitian, clan pertanyaan yang acla dalam angket berbentuk pilihan
gancla. Aclapun maksucl clari pemberian angket ini yaitu untuk rnengetahui
tanggapan para guru te.,;ang metodc berceriia sebagai metode belajar rnengajar
Pendidikan Agama Islam di Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin.
4. Dokumentasi. Penulis memperoleh data rnelalui penggunaan surnber-surnber
tertulis yang sebagai surnber utarnanya adalah berupa clokumen sekolah.
2
Mardalis, 1l1etode Penelitian Suatu Pendekattu1 Pro11osal. (Jakarta : Bumi A.ksara, 1990), Cet
wawancara kemudian diolah dan diedit yang selanjutnya dianalisa dan disimpulkan. Setelah dipelajari, data tersebut direduksi dengan cara membuat abstraksi dan diedit serta dipindahkan jawaban responden dalam tabulasi dan disusun secara rinci dalam bentuk tabel kemudian diukur dengan perhitungan rata-rata dengan menggunakan rumusan distribusi frekuensi sebagai berikut
F
P= - - X 100% N
I(eterangan
P Prosentase
F = Frekuensi
A. Gambaran Umum Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin Cilandak
Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin merupakan lembaga pendidikan pra
sekolah yang didirikan pada talrnn 1985 yang berlokasi di jalan Cilandak Tengah ]]]
No.27 Taman Kanak-kanak ini didirikan atas keinginan secara personal yang pada
waktu itu te!ah bercliri sebuah yayasan yang memiliki sekolah clalam jenjang MI clan
MTs. kemuclian salah seorang putri dari ketua yayasan tersebut yaitu !bu Hj. Siti
Cholilah merasa terpanggil untuk membuat sebuah lembaga pendidikan usia dini
yang memiliki ciri khas dalam membina clan mencliclik calon generasi penerusnya.
?acla saat itu anak yang berusia 4 - 6 tahun sangatlah banyak sehingga clirubahlah
sebuah ruangan (garasi mobil) menjacli kelas untuk belajar mengajar anak Taman
Kanak-kanak (TK). Lambat Imm pertumbuhan Taman Kanak-kanak Hidayatut
Thalibin semakin meningkat clan ruangan tersebut tidakla11 mencukupi untuk
oerlangsungnya proses belajar mengajar, sehingga clibangunlah sebuah gedung yang
cukup untuk menampung anak-anak belajar dengan kepala sekolah yang merupakan
sekaligus pencliri Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin yaitu !bu Hj. Siti Cholilah.
Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin ini berstatus swasta yang merupakan bagian
pengajar di Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin berjumlah 4 (empat) orang
clengan perincian 3 (tiga) orang guru dan I (satu) orang kepala sekolah yang
merangkap guru, cliantaranya acla yang memiliki latar belakang pencliclikan PGTK.
Diploma I dan Strata- I.
Untuk lebih jelasnya mengenai keberaclaan guru Taman Kanak-kanak
[image:44.595.49.486.173.551.2]Hiclayatut Thalibin clapat clilihat pacla tabel di bawah ini.
TABELI
Daftar Guru-guru Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin
I
NoI
Nama Guru Tempat Tgl Lahir I.iazah Terakhir Jabatan1i-1
1-lj. Siti Cholilah Jakarta, 21-10-1957 DlPGTK Kep-Sek (Guru)2 Robiatul Adawiyah Jakarta. 22-08-1969 PGA Guru
0
Sri Mu!yati Jakarta, 10-04-197 5 Strata-] Guru
セ@
4 Khoiriyah Jakarta, 01-01-1978 D!PGTK Guru
Siswa Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin selurulmya berjumlah 39
orang. Terdiri dari 2 (dua) jenjang pendidikan yaitu pendidikrm untuk anak usia 4 -5
tahun di kelompok A clan pendidikan untuk anak usia 5 - 6 tahun di kelompok B. Dan
TABELII
.Jumlah Siswa Taman Kanak-lrnnak Hidayatut Thalibin
I - ,
·1
Kelas Pcrempuan I ! Laki-Iaki Jumlah I
i i
A 9 Anak
I
12 Anak 21 AnakI
ii
----1
B 7 Anak
i
I 11 Anak 18 AnakI
i
I
IJu ml ah 16 Anak
I
23 Anak 39 AnakI
Selain itu Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin juga mempunyai seorang
pegawai bagian kebersihan.
Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin terletak di Jalan Cilandak Tengah III
No. 27 Kecamatan Cilanclak Kotamadya Jakarta Selatan. Taman Kanak-kanak ini
beracla di tengah-tengah permukiman penduduk, suatu kondisi yang strategis karena
dekat dengan masyarakat yang merupakan sasaran obyek pendidikan. Disamping itu
proses belajar mengajar di Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin tidak terganggu
dengan kendaraan yang lalu lalang dikarenakan jauh dari area jalan raya, sehingga
proses belajar mengajar mengalami kondisi yang cukup kondusif.
Selain itu kegiatan proses belajar mengajar juga didukung dengan aclanya
fasilitas-fasilitas seperti mushalla, lapangan. clan halaman yang biasa clipergunakan
siswa untuk kegiatan upacara atau acara-acara karnaval clan untuk kegiatan bermain
[image:45.595.64.472.151.529.2]B. Deskripsi Data
Penulis disini rnengambil data dari guru-guru yang mengajar di TK Hidayatlll
Thalibin Cilanclak. Keseluruhan guru ini dijadikan populasi sekaligus sampel.
Data-data penelitian tentang efektivitas metode bercerita sebagai metocle belajar rnengajar
di TK Hiclayatut Thalibin Cilandak penulis rnemperolehnya melalui wawancara.
angket, studi clokumentasi clan melihat langsung proses pengajaran rnetode bercerita
di TK Hidayatut Thalibin. Wawancara penulis lakukan dengan Kepala Sekolah dan
guru yang mengajar, sedangkan angket cliberikan kepada guru-guru.
l. s·arana dan Prasarana
Taman Kanak-kanak merupakan lingkungan pertama bagi anak-anak diluar
keluarganya, maka Taman Kanak-kanak harus merupakan tempat yang indah dan
menyenangkan bagi kehidupan anak. Oleh karena itu gedung Taman Kanak-kanak
harus dilengkapi dengan sarana clan prasarana yang lengkap dan memenuhi
syarat-syarat yang disesuaikan dengan usia anak.
Sarana dan prasarana merupakan ha! yang penting dalam proses belajar
mengajar karena dapat mendukung clan memperlancar berlangsungnya pembelajaran,
maka sarana yang disediakan tersebut hendaknya memcnuhi kriteria sebagai berikut :
a. Sarana tersebut clapat membantu gum dalam berbagai metode atau teknik
mengajar dalam proses belajar mengajar.
b. Sarana tersebut dapat membantu anak dalam melakukan kegiatan yang sesuai
Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin memiliki sarana fisik berupa satu
unit geclung permanen yang tercliri dari 2 (clua) ruang kelas lengkap dengan meja.
bangku, lemari, papan tulis, gambar-gambar dan tulisan-tulisan, serta 1 (satu) ruangan
kantor lengkap dengan peralatannya.
Untuk menunjang keberhasilan proses belajar mengajar. Taman Kanak-kanak
Hidayatut Thalibin juga dilengkapi dengan alat-alat permainan anak yang terdiri
jungkit-jungkit, ayunan, papan peluncur, mangkok putar dan panjatan.
SeJain itu di Taman Kanak-kanak Hiclayatut Thalibin juga terclapat sarana
untuk lima suclut, yaitu :
1. Sudut Ketuhanan sepe1ti maket masjicL peraJatan sholat, gambar clan tuJisan
praktek sholat, buku cerita Islami, buku lqro clan Jain-Jain.
2. Suclut Keluarga seperti piring. gelas, sendok, serbet clan lain-lain.
3. Suclut Alam Seki tar seperti tanaman hi as. binatang, air clan Jain-lain
4. Suclut Pembangunan seperti balok-balok bangunan, kerucut berwarna clan
lain-lain.
5. Suclut kebuclayaan seperti rak buku, buku-buku bergambar clan Jain-lain.
2. Kegiatan Belajar Mengajar
Taman Kanak-kanak merupakan lembaga pendiclikan yang menyelenggarakan
program pencliclikan bagi anak berusia 4 - 6 tahun atau anak usia pra sekolah.
Pencliclikan pacla tingkat Taman Kanak-kanak ini pada hakikatnya aclalah belajar
Pelaksanaan kegiatan belajar mengapr di Taman Kanak-kanak Hidayatut
Thalibin dimulai dari pukul 08.00 WJB sampai dengan pukul I 0.00 WIB. Dalarn
proses belajar mengajar, hal yang harus diperhatikan oleh guru adalah metode
mengajar yang akan digunakan. Hal ini mengingat yang dihadapi adalah anak-anak
yang masih keciJ dengan sifat yang cepat bosan dan senang memberontak. Maka dari
itu diharapkan guru clapat mengatasi setiap situasi yang terjadi cliclalam maupun
diluar kelas.
Secara umum metocle yang biasa digunakan di Taman Kanak-kanak adalah
rnetocle bermain, bernyanyi clan bercerita. Ketiga metode inilah yang sangat cligemari
anak karena sesuai clengan dunia mereka.
Aclapun kegiatan beJajar mengajar tersebut aclalah :
l. Kegiatan pembukaan yang terdiri clari :
a. Berbaris
b. Tepuk-tepuk
c. Membaca ikrar
d. Mengucap salam sebeJum belajar dimuJai
e. Absen
2. Kegiatan Inti (pemberian materi peJajaran) yang tercliri dari pengenalan
surat-surat pendek, do'a-do'a pendek yang kemudian diakhiri dengan pembacaan buku
3. lstirahat a tau makan. sebelum makan siswa dibiasakan mencuci tangan, berclo ·a.
clan rnenggunakan tangan kanan ketika rnakan. selesai makan siswa berclo ·a
kembali.
4. Kegiatan penutup yang tercliri clari :
a. Membaca clo'a akan pulang
b. Menyanyikan lagu-lagu
c. Memberi salam
Anak-anak Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin selalu dibiasakan pada
hal-hal yang baik dan Islami. Pernbiasaan pada ha! yang lslami ticlak hanya di sekolah
saja. guru-guru Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin menjalin kornunikasi dengan
para wali murid agar hal-hal yang sudah diberikan di sekolah ditindaklanjuti atau
dibiasakan juga di rurnah. Pada usia taman kanak-kanak pembiasaan kehidupan
beragama memang sangat penting karena masa inilah masa yang paling tepat untuk
memberikan ponclasi bagi kehidupannya kelak.
Dalam proses belajar mengajar di Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin
selalu memperhatikan tingkat minat dan kemampuan anak didik, seperti ketika
menyar:1::-aikan materi pelajaran yang berisi bimbingan, nasehat dan pengetahuan
agama, guru dapat menyajikan materi pelajaran tersebut dengan menggunakan
berbagai metode seperti metocle bercerita, clengan metocle bercerita materi pelajaran
yang disampaikan akan lebih mudah dipahami dan cepat diserap oleh anak-anak,
dimana anak akan antusias dalam mendengarkan cerita apalagi jika ditarnbah dengan
Beberapa metode yang dipergunakan di Taman Kanak-kanak Hidayatut
Thalibin antara lain :
1. Metode bercerita (ceramah), yaitu cara bertutur dan menyampaikan cerita atau
memberikan penerangan kepada anak clidik secara lisan.
'l Metode bercakap-cakap, yaitu suatu cara bercakap-cakap dalam bentuk tanya
jawab antara anak dengan anak atau anak clengan guru.
3. Metocle pemberian tugas, yaitu kegiatan belajar rnengajar dengan memberikan
kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas yang telah clisiapkan guru.
4. Metode clemonstrasi. yaitu cara rnempertunjukkan atau memperagakan suatu
obyek atau proses dari suatu kejaclian atau peristiwa.
5. Metode karya wisata, yaitu kunjungan secara langsung ke obyek-obyek yang
sesuai dengan bahan kegiatan pengembangan dan kemampuan yang sedang
clibahas.
6. Metode bermain peran, yaitu memerankan tokoh-tokoh atau benda-benda di
sekitar an:ik dengan tujuan untuk mengembangkan daya khayal dan penghayatan
terhadap bahan pengembangan yang dilaksanakan.
Dalam kegiatan belajar mengajar guru dapat menggunakan metode tersebut
secara bervariasi yang disesuaikan dengan sitausi dan kondisi. Untuk membantu
kegiatan belajar mengajar di Taman Kanak-kanak Hidayatut Thalibin juga disediakan
gunting. !em, ke11as warna, buku mewarnai. pensil, penghapus. pensil warna clan
lain-lain yang semua itu dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Dengan tersedianya
aim-alat tersebut anak menjacli senang dala111 111enjalankan tugasnya clan rnemudahkan
guru dalam 111enyampaikan matcri pelajaran.
Aclapun jenis 111ateri pelajaran yang disampaikan di Taman Kanak-kanak ada
dua program pengembangan, yaitu :
a. Pengembangan bi dang prilaku. yang meliputi :
I. l'viorai Pancasila
2. l(ein1anan clan ketaq\vaan
3. Disiplin
4. Perasaan atau emosi
5. Kcmampuan bermasyarakat atau bersosialisasi
b. Pengembangan kemampuan dasar. yang rneliputi :
I. Kemampuan berbahasa
2. Kemampuan daya pikir
3. Kemampuan keterampilan
4. Kemampuan jasmani
3. Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam Melalui Metocle Bercerita di Taman
Kanak-kanak