• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimization Bicriteria Linear Programming Constraint Fuzzy Triangular

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Optimization Bicriteria Linear Programming Constraint Fuzzy Triangular"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

OPTIMASI BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING DENGAN KENDALA FUZZY TRIANGULAR

SKRIPSI

LINTANG GILANG PRATAMA 090803050

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(2)

OPTIMASI BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING DENGAN KENDALA FUZZY TRIANGULAR

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar Sarjana Sains

LINTANG GILANG PRATAMA 090803050

DEPARTEMEN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

(3)

PERSETUJUAN

Judul : Optimasi Bicriteria Linear Programming Dengan

Kendala Fuzzy Triangular

Kategori : Skripsi

Nama : Lintang Gilang Pratama

Nomor Induk Mahasiswa : 090803050

Program Studi : Sarjana (S1) Matematika

Departemen : Matematika

Fakultas : Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Sumatera Utara

Disetujui di

Medan, Januari 2014

Komisi Pembimbing :

Pembimbing 2, Pembimbing 1,

Dr. Esther S. M. Nababan, M.Sc Drs. Sawaluddin, M.IT

NIP. 19610318 198711 2 001 NIP. 19591231 199802 1001

Disetujui Oleh

Departemen Matematika FMIPA USU

Ketua,

Prof. Drs. Tulus, Vordipl.Math., M.Si. Ph.D

(4)

PERNYATAAN

OPTIMASI BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING DENGAN KENDALA FUZZY TRIANGULAR

SKRIPSI

Saya mengakui bahwa skripsi ini adalah hasil karya sendiri. Kecuali beberapa kutipan dan ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya

Medan, Januari 2014

LINTANG GILANG PRATAMA

(5)

PENGHARGAAN

Puji dan Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT Yang Maha Esa, karena dengan limpah karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan judul Optimasi

Bicriteria Linear Programming Dengan Kendala Fuzzy Triangular.

Dalam Kesempatan ini, Penulis ingi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu

1. Drs. Sawaluddin, M.IT selaku pembimbing I dan kepada Dr. Esther S. M. Nababan, M.Sc selaku Pembimbing II yang telah memberikan banyak bimbingan dalam penyempurnaan Tugas Akhir ini

2. Drs. Marihat Situmorang, M.Kom dan Syahriol Sitorus, S.Si, M.IT selaku komisi penguji atas masukan dan saran yang telah diberikan dalam penyempurnaan Tugas Akhir ini

3. Semua Dosen dan Pegawai Departemen Matematika FMIPA USU

4. Ayahanda Subakti Sugeng dan Ibunda Mariati yang telah banyak membatu atas doa, dukungan moril dan materi yang diberikan selama ini

5. Saudara Kandung Dimas dan Agung

6. Rekan kuliah Efendi, Dhani, Ryan, DCCM dan teman-teman seperjuangan dijurusan matematika 2009 atas kebersamaan selama ini

7. Serta Semua Pihak yang tidak dapat ditulis satu persatu

(6)

OPTIMASI BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING DENGAN KENDALA FUZZY TRIANGULAR

ABSTRAK

Tugas akhir ini bertujuan membuat suatu langkah-langkah penyelesaian Bicriteria Linear Programming jika diketahui kendala nya merupakan suatu bilangan fuzzy triangular. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah men-defuzzyfikasi-kan persoalan fuzzy bicriteria linear programming dengan aturan-aturan pada himpunan fuzzy dan operasi bilangan fuzzy. Menyelesaikan sub-problem dari fuzzy bicriteria linear programming dengan

Parametric Simplex Algorithm dimana setiap kendala telah menjadi bilangan tegas dan hasil efisien (optimum) yang didapat berupa nilai best efficient dan worst efficient.

(7)

OPTIMIZATION BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING CONSTRAINT FUZZY TRIANGULAR

ABSTRACT

This final project is to make a algorithm Bicriteria Linear Programming with constraint is

triangular fuzzy number. The method used in this research is download-right defuzzyfication

bicriteria linear programming problems with fuzzy rules in fuzzy sets and fuzzy number

operations. Resolving sub-bicriteria problem of fuzzy linear programming with Parametric

Simplex Algorithm in which every constraint has become a firm number and efficient

(8)

DAFTAR ISI

2.1 Bicriteria Linear Progamming (BLP) 4

2.2 Bilangan Interval 6

2.3 Inteval Linear Programming Dengan Kendala (≤) 7

2.4 Teori Himpunan Fuzzy 9

2.5 Bilangan Fuzzy 10

2.6 Operasi Aritmatika Pada Bilangan Fuzzy 10

2.7 Bilangan Fuzzy Triangular 11

Bab 3. Pembahasan

(9)

3.2 Langkah Optimasi BLP dengan kendala Fuzzy Triangular 15

3.3 Contoh Kasus 16

Bab 4. Kesimpulan Dan Saran

4.1 Kesimpulan 31

4.3 Saran 31

(10)
(11)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Daerah Feasible Terkecil dan Daerah Feasible Terbesar 7

Gambar 2.2 Fuzzy Triangualar 11

Gambar 3.1 Best Efficient dan Worst Efficient (�2) 29

(12)

OPTIMASI BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING DENGAN KENDALA FUZZY TRIANGULAR

ABSTRAK

Tugas akhir ini bertujuan membuat suatu langkah-langkah penyelesaian Bicriteria Linear Programming jika diketahui kendala nya merupakan suatu bilangan fuzzy triangular. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah men-defuzzyfikasi-kan persoalan fuzzy bicriteria linear programming dengan aturan-aturan pada himpunan fuzzy dan operasi bilangan fuzzy. Menyelesaikan sub-problem dari fuzzy bicriteria linear programming dengan

Parametric Simplex Algorithm dimana setiap kendala telah menjadi bilangan tegas dan hasil efisien (optimum) yang didapat berupa nilai best efficient dan worst efficient.

(13)

OPTIMIZATION BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING CONSTRAINT FUZZY TRIANGULAR

ABSTRACT

This final project is to make a algorithm Bicriteria Linear Programming with constraint is

triangular fuzzy number. The method used in this research is download-right defuzzyfication

bicriteria linear programming problems with fuzzy rules in fuzzy sets and fuzzy number

operations. Resolving sub-bicriteria problem of fuzzy linear programming with Parametric

Simplex Algorithm in which every constraint has become a firm number and efficient

(14)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pengambilan keputusan dalam dunia industri merupakan hal yang sangat penting. Program Linier (linear programmnig) merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan. Secara umum program linier adalah suatu alat pengalokasikan sumber daya yang seperti, tenaga kerja, bahan baku, jam kerja mesin, dan modal dengan sebaik mungkin sehingga diperoleh maksimasi yang dapat berupa maksimum keuntungan biaya atau minimasi yang dapat berupa minimum biaya dengan fungsi tujuan dan kendala yang diketahui (P Siagian, 2006).

Program linier klasik pertama kali diperkenalkan George Dantzig yang pada awalnya banyak dipakai pada bidang perencanaan militer, khususnya dalam perang dunia II oleh angkatan bersenjata Amerika Serikat dan Inggris Metode pengerjaan program linier umumnya mengunakan metode grafik dan metode simplex.

Dalam pengambilan suatu keputusan, permasalahan dalam dunia nyata memiliki lebih dari satu tujuan (multi objective). Hal ini menandakan bahwa program linier standar yang hanya mengoptimalkan satu tujuan atau satu kriteria (single criteria) tidak selalu efektif dalam pengambilan suatu keputusan.

(15)

Susilo (2006) mengemukakan bahwa jika suatu bilangan dapat lebih besar atau lebih kecil, maka hal ini disebut fuzzy triangular. Suatu fungsi keanggotaan himpunan kabur disebut fungsi keanggotaan segitiga (triangular) jika mempunyai tiga parameter, yaitu

, , ∈ ℝ dengan < < .

Allahdadi dan Mishmat (2011) mengemukakan bahwa fungsi tujuan dan kendala pada program linier sering kali tidak dapat dinyatakan dengan formula yang tegas. Oleh karena itu, program linier tegas dikembangkan pula menjadi program linier interval (interval linier programming).

Berdasarkan uraian diatas, dalam tulisan ini akan dibahas tentang permasalahan cara optimisasi dari bicriteria linear programming dimana kendala nya merupakan bilangan fuzzy triangular. Dengan alasan tersebut tugas akhir ini diberi judul “OPTIMASI BICRITERIA LINEAR PROGRAMMING DENGAN KENDALA FUZZY TRIANGULAR”

1.2 PERUMUSAN MASALAH

Permasalahan yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah penyelesaikan suatu optimisasi dari bicriteria linear programming jika kendalanya diketahui merupakan bilangan fuzzy triangular.

Bentuk umum dari Bicriteria linear programming adalah :

Minimum �

Kendala ��= ; � .

Jika diketahui kendalanya merupakan bilangan fuzzy maka bentuk umum BLP menjadi

Minimum �

(16)

1.3 BATASAN MASALAH

Batasan masalah yang dibahas dalam tugas akhir ini adalah

1. Kasus optimasi bicriteria linear programming dengan pertidaksamaan kendala ( )

2. Kendala pada bicriteria linear programming merupakan bilangan fuzzy triangular.

1.4 TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu langkah-langkah penyelesaian bicriteria linear programming dimana kendalanya yang merupakan bilangan fuzzy triangular.

1.5 KONTRIBUSI PENELITIAN

Menjadi rujukan dalam masalah optimisasi fuzzybicriteria linear programming.

1.6 METODOLOGI PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Men-defuzzyfikasi-kan persoalan fuzzy bicriteria linear programming dengan aturan-aturan pada himpunan fuzzy dan operasi bilangan fuzzy.

2. Menyelesaikan sub-problem dari bicriteria linear programming dengan Parametric Simplex Algorithm dimana setiap kendala telah menjadi bilangan tegas yang telah di-defuzzyfikasi-kan.

� ≔ � �+ ( − �)

Minimum � �

Kendala ��= ; �

� adalah parameter yang bernilai 0 � 1 dan � � adalah fungsi tujuan parameter.

(17)

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1. Bicriteria Linear Programming (BLP)

Pesoalan optimisasi dengan beberapa fungsi tujuan memperhitungkan beberapa tujuan yang konflik secara simultan, secara umum Multi objective programming (MOP) memiliki bentuk umum sebagai berikut.

Minimum � � = � � ,� � ,…,� � (2.1)

Kendala � ∈ �

dimana � ⊆ ℝ adalah himpunan layak (feasible set) dan � , = 1,2,…,� adalah fungsi bernilai riil. Persamaan (2.1) disebut multiple objective linear programming (MOLP)

Minimum � � = �� , ∀ = , ,…,� (2.2) Kendala �= {� ∈ ℝ�: �� ,� }

Dimana = 1, 2,…, ∈ ℝ , � adalah matriks × dan = 1, 2,… ∈ ℝ , � � disebut objective space dan � disebut decision space.

Persoalan optimasi satu tujuan seperti linear programming biasaya memiliki satu penyelesaian yang disebut dengan solusi optimal. Sebaliknya persoalan optimasi kasus MOP meiliki semua penyelesaian layak (feasible solution) yang disebut dengan solusi efisien dan solusi efisien lemah.

Definisi (Solusi efisien) Solusi layak dari � ∈ � dikatakan efisien atau pareto optimal jika dan hanya jika tidak terdapat titik lain � ∈ � sehingga � (� )

(18)

Bicreteria linear programming (BLP) merupakan kasus khusus dari persamaan (2.1) dengan �= 2 yang dapat ditulis bentuk umum nya sebagai berikut

Minimum �

Kendala �= {� ∈ ℝ�: �� ,� }

dimana merupakan matriks 2 ×

Ehrgott (2005) mengemukakan solusi efisien dari BLP akan sama dengan penyelesaian optimum linear programming parametic yang memiliki bentuk umum :

� ≔ � �+ ( − �) � (2.3)

Minimum � �

Kendala ��= ; �

adalah parameter yang bernilai 0 � 1 dan � � adalah fungsi tujuan parameter. Langkah-langkah Parametric Simplex Algorithm pada Bicriteria Linear Programming yaitu :

1. Memodelkan data �, , pada Bicriteria Linear Programming

2. Menambah slack variabel pada persamaan Bicriteria Linear Programming

3. Membuat tabel simplex, dimulai dengan �= 1

4. Mendefinisikan basis yang akan keluar (ℬ)

5. Mendefinisikan variabel yang akan masuk (�)

Dimana �= ∈ ℕ ∶ 2 < 0 , 1 0 ≠ ∅

Jika � =∅ STOP, maka penyelesaian telah efisien

(19)

9. Kembali ke tahap 5 jika hasil belum merupakan solusi efisien

2.2 Bilangan Interval

Moore (2009) Mengemukakan interval tertutup (untuk seterusnya disebut interval) dinotasikan dengan [ , ] memiliki notasi

, = {� ∈ ℝ: � }

Definisi (Degenerate Interval) Moore (2009) Andaikan �= [�,�] dan �= � maka merupakan suatu bilangan riil atau merupakan interval �= [�,�]

Definisi (Operasi Aritmatika dari Interval) Andaikan �= , , = , , = [ , ] dan andaikan * dinotasikan sebagai operasi aritmatika + , − , × , ÷ pada interval. Maka *

operasi dari interval dinotasikan.

� ∗

Sehingga

Operasi Penjumlahan � + = [ + , + ]

Operasi Pengurangan � − = [ − , − ]

Operasi Perkalian � × = min , , , , max , , ,

Operasi Perkalian skalar .� = ,

Operasi Pembagi ÷ =

,

× 1 , 1

Sifat komutatif �+ = +� ; �× = ×�

(20)

2.3 Interval Linear Programming Dengan kendala ( )

Allahdadi dan Mishmat (2011) mengemukakan pada kendala linear programming

yang memiliki tanda ketidaksamaan lebih kecil sama dengan ( ) memiliki daerah feasible terbesar dan daerah feasible terkecil dinyatakan dalam notasi matematika

Teorema 1 Andaiakan jika terdapat suatu pertidaksamaan interval = � ,

maka =merupakan daerah feasible terbesar dan = Merupakan

daerah feasible terkecil.

Bukti

Andaikan �= merupakan versi tegas dari pertidaksamaan.

Untuk beberapa solusi � didapat �= � �= � oleh karena itu jika

� �

= maka memungkinkan �= � �= � sehingga titik � berada pada area feasible terbesar.

Untuk beberapa solusi � didapat �= � �= � oleh karena itu jika

� �

= maka memungkinkan �= � �= � sehingga titik � berada pada area feasible terkecil. ∎

(21)

Allahdadi dan Mishmat (2011) mengemukakan berdasarkan Teorema 1 maka didapat langkah-langkah penyelesaian Interval Linear Programming dengan kendala ( )

1. memodelkan suatu kasus Interval linear programming

Minimum = �=

3. Menyelesaikan Worst optimum dari (2.2). Worst optimum merupakan suatu keputusan optimum terburuk yang dapat terjadi dinyatakan.

Minimum = �= ′′�

Kendala �= ′ � ; � .

4. Menarik Kesimpulan

dan merupakan batas bawah dan batas atas koefisien fungsi tujuan.

dan merupakan batas bawah dan batas atas konstanta teknologis.

dan merupakan batas bawah dan batas atas dari konstanta pembatas.

(22)

2.4 Teori Himpunan Fuzzy

Teori himpunan fuzzy yang ditemukan oleh Lotfi A. Zadeh pada tahun 1965 merupakan kerangka matematis yang digunakan untuk mempresentasikan ketidakpastian, ketidakjelasan, ketidaktepatan dan kekurangan informasi.

Setiadji (2009) mengemukakan pada teori himpunan tegas (Crisp) keberadaan suatu elemen pada suatu himpunan (misal himpunan �) hanya memiliki dua kemungkinan keanggotaan yaitu anggota � atau bukan anggota �. Zadeh mengkaitkan fungsi keanggotaan atau derajat keanggotaan ke dalam suatu himpunan tertentu yaitu himpunan fuzzy.

Susilo (2006) Mengemukakan bahwa fungsi keanggotaan atau derajat keanggotaan adalah suatu nilai atau parametr yang menunjukan seberapa besar tingkat keanggotaan elemen (�) dalam suatu himpunan A yang dinotasikan dengan � . Pada himpunan tegas hanya ada dua nilai yaitu � = 1 untuk � menjadi anggota � dan � = 0 untuk � bukan anggaota �.

� � =

1, � ∈ �

0, � �

Definisi (Himpunan Fuzzy) Andaikan adalah himpunan semesta dimana elemenya dinotasikan sebagai . Maka himpunan fuzzy dinotasikan dinyatakan sebagai himpunan

pasangan terurut

� = {(�, � )|� ∈ �}

dimana adalah fungsi keanggotaan dari himpunan kabur yang merupakan suatu

pemetaan dari himpunan semesta ke selang tertutup [0,1] .

� ∶ � →[0,1]

Definisi (� − ) Bector dan Chandra (2005) Andaikan adalah suatu himpunan fuzzy di

dan � ∈(0,1]. Maka � − dari himpunan fuzzy adalah himpunan tegas dinotasikan

(23)

2.5 Bilangan Fuzzy

Klir dan Yuan (1995) mengemukakan bilangan fuzzy didefinisikan sebagai setiap himpunan fuzzy di ℝ dimana fungsi keanggotaan sifat (�) berikut :

1. �haruslah himpunan fuzzy normal dan convex

2. � dalam selang tertutup untuk setiap � ∈(0,1]

3. Mempunyai pendukung yang terbatas

Suatu bilangan kabur bersifat normal, jika fungsi keanggotaan bernilai sama dengan 1 untuk �= . Pendukung yang terbatas dan �-cuts untuk � ≠0 harus dalam interval tertutup sebagai syarat untuk mendefinisikan operasi atitmatika pada bilangan fuzzy.

Definisi (Bilangan Fuzzy) Andaikan merupakan himpunan fuzzy di . Maka adalah suatu bilangan fuzzy jika dan hanya jika terdapat pada suatu interval tertutup , ≠ ∅

sehingga

� � =

1, � ∈ �

� , � ∈ −∞,

� � , � ∈( ,∞)

Dimana

: −∞, →[0,1] bergerak naik dan � = 0 untuk semua � ∈ −∞, 1 , 1 <

�: ,∞ →[0,1] bergerak turun dan � � = 0 untuk semua � ∈ 2,∞ , 2 <

2.6 Operasi Aritmatika Pada Bilangan Fuzzy

Bector dan Chandra (2005) mengemukakan aritmatika Fuzzy merupakan sifat dasar dari � − dimana � merupakan bilangan fuzzy dan � berada pada suatu interval tertutup.

(24)

Definisi (Operasi dari dua bilangan fuzzy)

Bector dan Chandra (2005) Andaikan �, ,�, dimana = �, � , = �, � ,

� ∈(0,1] dan andaikan * dinotasikan sebagai operasi aritmatika + , − , × , ÷ pada bilangan fuzzy.Maka * operasi dari bilangan fuzzy dinotasikan.

� ∗ � = �� ∗ �, � ∈(0,1]

2.7 Bilangan Fuzzy Triangular

(25)

BAB 3

PEMBAHASAN

3.1. Bilangan Fuzzy Triangular Pada Kendala BLP

Andaikan terdapat interval linear programming parametic yang memiliki bentuk umum

Minimum � , � �

Kendala �,� � ,

jika � = � maka � , � = . Sehingga berdasarkan langkah-langkah penyelesaian Interval Linear Programming dengan kendala ( ) dapat ditentukan nilai best efficient dan worst efficient dari interval linear programming parametic adalah

Best efficient

Minimum � � (3.1)

Kendala �′′�

Worst efficient

Minimum � � (3.2)

Kendala �′�

Dimana �′,�′′

�′=

� � 0

� � 0

�′′ =

� � 0

(26)

Diketahui bahwa hasil yang didapat linear programming parametic akan sama dengan

Parametric Simplex Algorithm di BLP maka bisa dituliskan � �= � dimana merupakan matriks 2 × , sehingga pers (3.1) dan (3.2) menjadi

Best efficient

Minimum � (3.3)

Kendala �′′�

Worst efficient

Minimum � (3.4)

Kendala �′�

Bentuk umum BLP jika diketahui kendalanya merupakan bilangan fuzzy triangular

dalam notasi matriks ialah

Minimum � (3.5)

Kendala �,�,�, , ; �

dimana � adalah vektor kolom berdimensi− , � adalah matriks fuzzy triangular × menandakan koefisien teknologis fuzzy triangular ,�,� , dan adalah vektor kolom

fuzzy triangular berdimensi- menandakan sumber daya pembatas fuzzy triangular

�, , � . Fungsi ketidaksamaan vektor dari � menunjukan bahwa setiap komponen dari � adalah non-negatif.

Kendala fuzzy triangular pada BLP (3.5) diubah dalam bentuk interval � − , maka bentuk umum BLP menjadi

Minimum � (3.6)

Kendala

(27)

Asumsikan pers kendala pada (3.6) menjadi

Maka bentuk umum BLP dengan kendala interval fuzzy ialah

Minimum � (3.7)

Kendala ���,��� � , � ; �

Berdasarkan pers (3.3) dan pers (3.4) maka BLP dengan kendala interval fuzzy (3.7) memiliki best efficient dan worst efficient yaitu

(28)

3.2. Langkah Optimasi BLP dengan Kendala Fuzzy Triangular

Berdasarkan uraian pada Sub-bab 3.1 maka dapat disimpulkan langkah-langkah penyelesaian BLP dengan kendala fuzzy triangular adalah sebagai berikut :

1. Memodelkan data ,� , pada BLPdimana merupakan matriks 2 ×

Dimana nilai � dan merupakan bilangan fuzzy triangular

Minimum �

Kendala �,�,�, , ; � .

2. Menegaskan nilai � dan ke dalam interval fuzzy triangular

Minimum �

Kendala ��� ,��� � , � ; � ; �

3. Menentukan nilai best efficient dan worst efficient dengan metode Parametric Simplex Algorithm

Tabel 3.1 best efficient dan worst efficient

(29)

3.3 Contoh Kasus Aplikasi

Contoh kasus diambil dari buku Kusumadewi (2010) yang dimodifikasi pada kendala.

Suatu perusahaan memiliki pabrik yang menghasilkan tiga produk. Pada satu unit produk pertama membutuhkan 2 unit �1, 3 unit �2 dan 4 unit �3. Pada satu unit produk kedua

Namun selama Proses produksi menimbulkan polusi, polusi yang timbul pada produk satu sebesar 1 satuan polusi, polusi yang timbul pada produk dua ketiga sebesar 2 satuan polusi, dan polusi yang timbul pada produk satu sebesar 2 satuan polusi. Kualitas dari �1 dan �2 tidak dapat diprediksi karena faktor cuaca

Pada cuaca baik, produk satu membutuhkan 1 unit �1 dan 1 unit �2, produk dua

Tujuan perusahaan yakni memaximumkan keuntungan dan meminimumkan polusi.

Variabel keputusan

�1 : Jumlah produk satu yang diproduksi

(30)

Memodelkan Fugsi Tujuan dan kendala

Tujuan pertama adalah Maximum keuntungan jika keuntungan produk satu sebesar $ 5/ unit, keuntungan produk kedua sebesar $10/ unit, dan keuntungan produk ketiga sebesar $ 12/unit.

Maximum 1∶ 5�1+ 10�2+ 12�3 (3.8)

Pada fungsi tujuan ke pertama di kali (-1) agar menjadi minimum maka fungsi tujuannya adalah

Minimumkan − 1 ∶ −5�1−10�2−12�3 (3.9)

Tujuan kedua adalah Minimum polusi jika diketahui produk satu menyebabkan 1 satuan polusi, pada produk dua menyebabkan 2 satuan polusi, dan pada produk tiga menyebabkan 2 satuan polusi.

Minimum 2 ∶ �1+ 2�2+ 2�3 (3.10)

Bahan baku �1 merupakan kasus fuzzy triangular. Terdapat (90,100,150) bahan baku �1. Dimana �1 membutuhkan (1,2,3)�1, �2 membutuhkan (5,8,10)�1 dan �3 membutuhkan (2,4,5)�1 , maka pers dalam bilangan fuzzy

1,2,3 �1+ 5,8,10 �2+ (2,4,5)�3 (90,100,150)

Bahan baku �2 merupakan kasus fuzzy triangular. Terdapat (40,50,90) bahan baku �1. Dimana �1 membutuhkan (1,3,4)�1, �2 membutuhkan (0.25,1,2)�1 dan �3 membutuhkan (2,4,5)�1 maka pers dalam bilangan fuzzy

1,3,4 �1+ 0.25,1,2 �2+ (2,4,5)�3 (40,50,90)

Bahan Baku �3 tersedia sebanyak 50 unit dan digunakan produk �1 sebanyak 4 unit, pada produk �3 sebanyak 3 unit

(31)

Maka persamaan BLP pada contoh kasus diatas dengan kendala fuzzy adalah

Minimum

− 1 ∶ −5�1−10�2−12�3

2 ∶ �1+ 2�2+ 2�3

Kendala

1,2,3 �1+ 5,8,10 �2+ (2,4,5)�3 (90,100,150)

1,3,4 �1+ 0.25,1,2 �2+ (2,4,5)�3 (40,50,90)

4�1+ 2�3 50

Mengubah kendala bahan baku �1 ke dalam interval � − fuzzy triangular

⟺ 2−1 �+ 1,3− 3−2 � �1+ 8−5 �+ 5,10− 10−8 � �2 + 4−2 �+ 2,5− 5−4 � �3

100−90 �+ 90,150− 150−100 �

⟺ �+ 2 �1 , (3− �)�1 + 3�+ 5 �2 , (10−2�)�2 + 2�+ 2 �3 , (5− �)�3

10�+ 90 , ( 150−50�) (3.12)

Mengubah kendala bahan baku �3 ke dalam interval � − fuzzy triangular

⟺ 3−1 �+ 1,4− 4−3 � �1+ 1−0.25 �+ 0.25,2− 2−1 � �2

+ 4−2 �+ 2,5− 5−4 � �3 50−40 �+ 40,90− 90−50 �

(32)
(33)
(34)

Tabel 3.4 Tabel Simplex iterasi 1 (�= )

Maka (3.14) jika memiliki �= 0.5 maka bentuk umum BLP menjadi

(35)

 Maka Model best efficient (3.17)

Memodelkan (3.18) best ke dalam Parametric Simplex Algorithm

(36)
(37)
(38)
(39)
(40)

Tabel 3.13 Tabel Simplex iterasi 1 (�= )

Memodelkan (3.25) worst ke dalam Parametric Simplex Algorithm

Minimum 4�+ 1 �1+ −8�+ 2 �2+ −10�+ 2 �3 (3.26)

Kendala 3�1+ 10�2+ 5�3 90

4�1+ 2�2+ 5�3 40

4�1+ 2�3 100

(41)
(42)

Hasil penyelesaian kasus numerik berupa nilai best efficient dan worst efficient dimana �= {0,0.5,1} dapat disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini

Tabel 3.17 Nilai best efficient

�1 �2 �3 1 2

� = 0 0 9 17/47 21 18/47 350 10/47 61 23/47 � = 0.5 0 12 12/19 43 8/9 647 7/19 112 2/19 � = 1 0 1 1/7 10 5/7 200 35 5/7

Tabel 3.18 Nilai worst efficient

�1 �2 �3 1 2

�= 0 0 6 2/3 7 7/9 160 28 8/9

�= 0.5 0 6 1/4 5 ½ 128 1/2 23 ½

�= 1 0 1 1/7 10 5/7 200 35 5/7

Dari perhitungan pada �= 0,� = 0.5, � = 1 didapati bahwa

(43)

Pada setiap �= 0 didapati

Best efficient dari produk satu adalah 0 dan worst efficient dari produk satu adalah 0

Best efficient dari produk dua adalah 1212

19 dan worst efficient dari produk dua adalah 6 1 4

Best efficient dari produk tiga 438

9 adalah dan worst efficient dari produk tiga adalah 5 1 2

Pada setiap �= 0.5 didapati

Best efficient dari produk satu adalah 0 dan worst efficient dari produk satu adalah 0

Best efficient dari produk dua 917

47 adalah dan worst efficient dari produk dua adalah

Best efficient dari produk tiga adalah 2118

47 dan worst efficient dari produk tiga adalah 7 7 9

Pada setiap �= 1 didapati

 Best efficient dari produk satu 0 adalah dan worst efficient dari produk satu adalah 0

 Best efficient dari produk dua adalah 71

(44)

BAB 4

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1. KESIMPULAN

Dari studi literatur ini dapat disimpulkan :

1. Hasil yang didapat berupa best efficient dan worst efficient sehingga memberikan alternatif pilihan dimana best efficient merupakan keputusan efisien terbaik yang dapat terjadi dan worst efficient merupakan keputusan efisien terburuk yang dapat terjadi.

2. Hasil perhitungan best efficient dan worst efisien sangat bergantung pada intuisi pengambil keputusan karena nilai � ditentukan secara subjectif dimana 0 � 1 dan � bernilai 0 jika bersifat sangat kabur dan benilai 1 jika bersifat tidak kabur.

4.2. SARAN

1. Penelitian yang dilakukan sebatas pada bicriteria linear programming. Bagi pembaca yang berminat mengembangkan lebih lanjut dapat mengembangkan optimasi secara

multiple objective.

(45)

DAFTAR PUSTAKA

Allahdadi, M dan Mishmat, H. 2011. Fuzzy Linear Programming With Interval Linear Programming Approach. Advanced Modeling and Optimization. Vol 13, No. 1

Bector dan Chandra. 2005. Fuzzy Mathematical Programming and Fuzzy Matrix Games. Springer. Germany

Ehrgott, Matthias. 2005. Multicriteria Optimization. second editition .Springer. Germany

Klir, G.J. dan Yuan, B. 1995. Fuzzy Sets And Logic – Theory And Aplication. first edition. Prentice Hall. New Jersey

Moore etc. 2009. Introduction to Interval Analysis.Society for Industrial and Applied Mathematics. Philadelphia

Setiadji. 2009. Himpunan & Logika Samar - Serta Aplikasinya. Cetakan Pertama. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Siagian, P. 2006. Penelitian Operasional Teori dan Praktek. Cetakan 2006. UI Press. Jakarta.

Kusumadewi, Sri dan Purnomo, H. 2010. Aplikasi Logika Fuzzy Untuk Pendukung Keputusan. Edisi 2. Graha Ilmu. Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Hasil akhir dari rencana produksi dengan metode Fuzzy Linear Programming (FLP) menunjukkan bahwa perusahaan dapat menurunkan deviasi antara jumlah produksi dan jumlah

Penelitian ini menggunakan Fuzzy Linear Programming yang menghasilkan nilai yang tepat untuk mengetahui berapa banyak hijab yang harus diproduksi untuk tiap-tiap

1. Pemilihan saham dalam portofolio saham dapat dioptimalkan melalui metode Fuzzy Linear Programming. Program aplikasi untuk optimasi pemilihan portofolio saham dapat dibuat

Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan optimasi produksi hijab dengan bahan baku (kain) dan tenaga kerja yang terbatas menggunakan Fuzzy Linear Programming

metode fuzzy linear programming dan hasil akhir yang diperoleh dari perhitunga metode tersebut, serta saran-saran yang diberikan kepada perusahaan dalam.

Input dari proses defuzzyfikasi adalah suatu himpunan fuzzy yang diperoleh dari komposisi aturan – aturan fuzzy , sedangkan output yang dihasilkan merupakan suatu bilangan

Vijay, Duality in linear programming with fuzzy parameters and matrix games with fuzzy pay-offs, Fuzzy Sets and Systems 146 2004 253–269.. Vidyottama, Matrix games with fuzzy goals and

Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan model fuzzy linear programming FLP menggunakan metode Mehar.. Penyelesaian dimulai dengan merubah model FLP menjadi model program