• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis dampak & pergerakan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia Pendekatan exchange rare pass through

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis dampak & pergerakan nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia Pendekatan exchange rare pass through"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

(1)

,J

I

H4-R

a

ANALISIS DAMPAK

PERGERAKAN NILAI TUKAR

TERHADAP INFLASI DI LNDONESIA

:

PEKDEKATAN EXCHANGE RATE PASS

THROUGH

Oleh:

ENN\' SRI HARTATI

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

ABSTRAK

ENNY SRI HARTATI.

Analisis Dampak Pergerakan Nilai Tukar

terhadap Inflasi di Indonesia:

Pendekatan

Exchange Rate Pass Through.

Dibimbing oleh

HERMANTO SIREGAR

sebagai Ketua,

RINA OKTAVIANI

dan

IMAN SUGEMA

sebagai Anggota Komisi Pembimbing.

-.-

Dampak pergerakan nilai tukar rupiah terhadap -inflasi di Indonesia

terutama selama penerapan sistem nilai tukar mengambang cukup signifikan.

Pengaruh lintasan kurs terhadap inflasi terjadi baik melalui

direct pass through

(dampak langsung) maupun

indirect pass through

(dampak tidak langsung). Hasil

simulasi melalui

impulse response function

diketahui bahwa dampak

shock

nilai

tukar terhadap inflasi melalui jalur langsung sekitar 0.48%-1.43%, dan

berlangsung selama sekitar 13 bulan. Sementara melalui jalur tidak langsung

berkisar 0.43%-1.38% dan berlangsung sekitar 10 bulan. Relatif besar dan

lamanya dampak lintasan kurs terhadap inflasi pada jalur langsung menunjukkan

besarnya ketergantungan Indonesia terhadap barang impor. Demikian juga cukup

besarnya dampak lintasan kurs pada jalur tidak langsung menunjukkan terdapat

hubungan yang signifikan antara kinerja ekspor dan impor (net ekspor) dengan

keseimbangan produksi domestik atau terjadinya

output gap.

Fluktuasi nilai

tukar

rupiah berdampak signifikan terhadap permintaan dan penawaran barang-barang

yang diperdagangkan secara internasional

(tradable good).

Namun dari

variance

decomposition

menunjukkan bahwa pengaruh

shock

nilai tukar sendiri baru terasa

dalam jangka panjang (setelah bulan ke empat), dalam jangka pendek

pengaruhnya hanya sekitar 19%.

Salah satu ha1 yang menarik dari hasil simulasi model dalam penelitian ini

adalah bahwa respon kebijakan moneter untuk mengendalikan depresiasi rupiah

dan inflasi dengan pengetatan likuiditas baik melalui pengurangan jumlah uang

beredar maupun kenaikan suku bunga cenderung kurang efektif. Kenaikan tingkat

suku bunga justru berakibat delematis terhadap perturnbuhan sektor riil, sehingga

menimbulkan dampak inflasi melalui

output gap.

Oleh karena itu kebijakan

otoritas moneter dalam mengendalikan inflasi yang bersumber dari fluktuasi nilai

tukar diharapkan lebih fokus untuk

:

(1) menjaga keseimbangan neraca

pembayaran, terutama neraca perdagangan, dan

(2) memberi stimulan terhadap

pertumbuhan sektor riil, antara lain dengan kebijakan meningkatkan peran

intermediasi perbankan melalui peningkatan pembiayaan terhadap sektor riil.

Dalam jangka pendek kebijakan moneter yang lebih penting adalah untuk

mengendalikan

shock

inflasi, sementara untuk pengendalian laju depresiasi

penting untuk jangka panjang. Dengan demikian kebijakan menyerap kelebihan

likuditas perekonomian sebaiknya hanya ditujukan untuk mengurangi kegiatan

spekulatif. Kebijakan pengurangan jumlah uang beredar maupun kenaikan tingkat

suku bunga sebaiknya tidak berlangsung dalam waktu yang terlalu lama.

(3)

SURAT PERNYATAAN

Penulis menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa segala pemyataan

dalam

tesis penulis yang be rjudu!

:

ANALISIS

DAMPAK

PERGERAKAN

NILAI

TUKAR TERHADAP MFLASI

DI INONESIA

:

PENDEKATAN

EXCHANGE RATE PASS

THROUGH

merupakan gagasan atau hasil penelitian penulis sendiri, dengan pembimbingan

Komisi Pembimbing, kecwli yang dengan jelas ditunjukkan rujukmya. Tesis ini

belum pemah diajukan

untuk

memperoleh gelar pada program sejenis di

Perguruan Tinggi lain. Semua data

dan

informasi yang digunakan telah

dinyatakan secara jelas

dan

dapat diperiksa kebenarannya.

Bogor, 10 Mei 2004

Enny Sri

Hartati

(4)

SURAT PERNYATAAN

Penulis menyatakan dengan sebenar-benamya bahwa segala -pemyataan dalam

tesis penulis yang berjudu!

:

ANALISIS DAMPAK

PERGERAKAN

NILAI TUKAR TERHADAP INFLASI

DI INONESIA

:

PENDEKATAN

EXCHANGE

RATE PASS

THROUGH

merupakan gagasan atau hasil penelitian penulis sendiri, dengan pembimbingan

Komisi Pembimbing, kecwli yang dengan jelas ditunjukkan rujukmnya. Tesis ini

belum pemah diajukan

untuk

memperoleh gelar pada program sejenis di

Perguruan Tinggi lain. Semua data

dan

informasi yang digunakan telah

dinyatakan secara jelas

dan

dapat diperiksa kebenarannya.

Bogor, 10 Mei 2004

(5)

ANALISIS DAMPAK PERGERAKAN'NILAI TUKAR

TERHADAP INFLASI DI INDONESIA

:

-

PENDEKATAN

EXCHANGE RATE

PASS

THROUGH

Oleh:

ENNY

SRI

HARTATI

Tesis

sebagai salah satu syarat

untuk

memperoleh gelar

Magister Sains

pada

Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian

SEKOLAH

PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(6)

Judul Tesis

Nama Mahasiswa

Nomor Pokok

Program Studi

:

Analisis

Dampak

Pergerakan Nilai Tukar terhadap

Inflasi di Indonesia

:

Pendekatan

Exchange Rate

Pass

Through

:

Enny

Sri Hartati

:

PO1500028

:

Ilmu Ekonomi Pertanian

Menyetujui,

1.

Komisi Pembimbing

Dr. Ir. ~ e & m t o

&iregar. MEc

Ketua

\

J

i)r. Ir. Rim Oktaviani, MS

Awgota

2. Ketua Promam Studi

Dr. Ir. Iman Sugema. MEc

A~gsota

Mengetahui,

3.

Dekan Sekolah

Pascasariana

Ilmu ~ k o n o m i

Pertanian

Dr.

Ir. Bonar

M.

Sinaga,

da

Manuwoto, MSc

(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)

VI.

PENGUJIAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN

6.1.

Uji Sifat Time Series Data

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data runtut

waktu

(time

series) bulanan, yaitu dari bulan juli 1997 sampai April 2002.' Data ekonomi yang

runtun waktu biasanya tidak stasioner, maka dipei-lukan uji akar-akar unit. Uji

akar unit bertujuan untuk mengamati apakah koefisien variabel tertentu dari

model otoregresif yang ditaksir mempunyai nilai satu atau tidak. Metode

pengujian aka-akar unit yang digunakan adalah dengan uji Augmented Dickey-

Fuller (ADF). Selanjutnya hasil ADF hams dibandingkan dengan nilai kritis yang

dikembangkan MacKinnon.

6.1.1. Uji Stasioneritas pada Derajat Level

Dalam penelitian ini ada delapan variabel yang digunakan yaitu nilai tukar

nominal (KURS), indeks harga impor (HGIMP), nilai tukar riil

(RER),

ekspor

netto

(NX),

indeks produksi (IPI), jumlah uang beredar (JUB), suku bunga (SBI)

dan indeks harga konsumen (IHK). Data yang digunakan dalam analisis pada

derajat level ini semua dalam bentuk log. Untuk menguji apakah data yang

1

digunakan sudah stasioner pada derajat yang sama maka digunakan ADF test den

gan memasukkan persarnaan yang mengandung intersep (co) dan variabel

kecenderungan waktu

(T).

Selanjutnya, hasil dari ADF test dibandingkan dengan

tabel nilai kritis McKinnon. Jika uji ADF lebih rendah dari nilai tabel, maka perlu

(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)
(111)
(112)
(113)
(114)
(115)
(116)
(117)
(118)
(119)
(120)
(121)
(122)
(123)
(124)
(125)
(126)
(127)
(128)
(129)
(130)
(131)
(132)
(133)
(134)
(135)
(136)
(137)
(138)
(139)
(140)

Dengan demikian secara umum dapat disimpulkan bahwa kebiiakan

pengetatan likuiditas pada masa krisis dengan titik berat pada stabilisasi jangka

pendek memang terbukti cukup berhasil, namun dengan pengorbanan semakin

terkontraksinya perekonomian. Pengujian melalui impulse response memperkuat

hasil penelitian ini, yaitu ketika kebijakan suku bunga tinggi diterapkan pada saat

krisis dan secara konsisten dipertahankan maka hasilnya adalah dalam jangka

pendek inflasi yang lebih rendah dan nilai tukar berangsur menguat. Namun di sisi

lain kebijakan tersebut berdampak pada semakin merosotnya aktifitas

perekonomian, tercermin produksi domestik anjlok.

Lebih jelas lagi terlihat pada simulasi model indirect pass through, dimana

intervensi otoritas moneter melalui suku bunga yang diharapkan dapat

mengendalikan laju inflasi ternyata dalam jangka panjang tidak berpengaruh

secara signifikan. Kondisi tersebut dlkarenakan -transmisi pengaruh perubahan

suku bunga ke nilai tukar rupiah mengafani lag dalam mekanisme transmisinya.

Hasil uji melalui jalur tidak langsung menyimpulkan shock yang terjadi

pada nilai tukar mempengaruhi perilaku suku bunga

SBI.

Selanjutnya shock yang

terjadi pads suku bunga

SBI

ditransmisikan ke suku bunga yang berjangka lebih

panjang, baik pada suku bunga deposit0 maupun suku bunga kredit. Perubahan

suku bunga tersebut selanjutnya mempengaruhi pola konsumsi dan investasi

-

melalui jalur kredit. Kenaikan suku bunga akan menyebabkan penurunan investasi

dan menyebabkan penurunan permintaan agregat dan penawaran aggregat.

Dengan demikian akan terjadi output gap, yang akan memicu melonjaknya inflasi.

Kebijakan kenaikkan suku bunga akan efektif apabila elastisitas suku

(141)
(142)
(143)
(144)
(145)
(146)
(147)
(148)
(149)
(150)
(151)
(152)
(153)
(154)
(155)
(156)
(157)
(158)

14.3

Lampiran

2.

Lanjutan

Sumber : BPS, BI. dan berbagai sumber yang diolah (1997-2002) Keterangan :

t : W a h c e r i o d e

i : tingkat suku bunga SBI (I bulan)

IHK : Indeks Harga Konsumen Indonesia (1996 = 100) IHK* : Indeks Harga Konsumen Amerika (1 996 = 100) IHPB Impor : 1nd:ks Harga Perdagangan Besar Impor (1996 = 100) e : Nilai Tukar RpNS $, berdasarkan Kurs Spot FR BI JUB' : Uang Beredar di Indonesia (miliar rupiah)

X : Net EksNpor Non Migas (juta US $)

IPI : Industrial Production Indeks ( Indeks Produksi Industri) IHK lndo 21 1.99 21 1.87 214.33 217.15 221.37 222.10 224.04 226.04 227.07 229.63 233.46 238.42 237.92 239.44 241.06 245.18 249.15 254.12 257.93 257.87 257.261 IHPB Impor 288.85 291.25 295.71 300.18 301.97 3 11.77 3 13.61 317.38 326.05 33 1.04 333.28 330.12 3 12.17 3 15.37 3 19.83 324.30 317.15 328.32 324.64 312.82 306.98 No. 44 45 46 47 48 49 50 5 1 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Kurs (e) 8290.00 8780.00 9395.00 9530.00 9595.00 9450.00 9835.00 10400.00 11675.00 11058.00 1 1440.00 9525.00 8865.00 9675.00 10435.00 10430.00 10400.00 10320.00 101 89.00 9655.00 93 16.00 JUB 136530 135430 138886 141204 162186 145345 149879 i48375 154297 155791 160142 162154 166851 164237 169963 171383 177731 166769 168643 166173 169002 IHKUS (IHK*) 109.85 110.08 109.92 109.77 109.71 1 13.41 113.49 113.17 1 13.18 113.47 1 13.59 113.06 1 12.84 112.99 1 12.26 1 11.85 111.41 114.70 1 14.78 1 14.84

(159)

Lampiran

3.

Cata

Levei

dalam

Bectuk

Log

yang

Digunakan dalam

Penelitian

Tahun 1997:07 1997:08 1997:09 1997:lO 1997:ll 1997:12 1998:Ol 1998:02 1998:03 1998:04 1998:05 1998:06 1998:07 1998:08 1998:09 1998:lO 1998:ll 1998:12 1999:Ol 1999:02 1999:03 1999:04 LKURS 7.8628820 8.0 179667 8.094073 1 8.2079469 8.2019344 8.4446225 9:247 1533 LHCIMP 4.6254549 4.63743 10 4.691 1606 4.7528862 4.7599038 4.8372533 5.2575829

1999.05

1

9.00023641 5.5635383 4.4876246 4.4644127 4.5238517 4.5096500 4.5376405 4.5537716 4.5600682, 4.5 1 10793 4.18525 1 1 4.4326009 4.4959132 4.4360412 4.5277490 4.5373 195 4.5785 182 4.5990515 4.58568 15 4.6008609 4.5982463 4.4641825 -

LIP1 4.7271223 4.7246307 4.7 198373 4.701 7523 4.5859874 4.6146253 4.4057432i

I

4.27 1095 1 4.507 1 162 4.4448841 4.4052548 4.4724385 4.5096500 4.5045761 4.4982529 4.5220059 4.43 18877 4.4794936 4.1602883 4.3674205 4.4944621 LNX 6.0700446 6.6271 150 6.493 1485 6.0944723 6.5829942 6.8171739 7.0830522 7.0565201 7.4223 139 7.1979592 7.2822112 7.5200177 7.4366173 7.3 184069 7.2274446 6.8508674 6.9369257 6.9809128 6.7307794 6.9972303 7.3 173452 LRER 7.8318635 7.9777499 8.0423260 8.1416677 8.1252896 8.3496935 9.1 1 166 1 1 8.82068 13 8.7 162047 8.6247060 8.8516202 9.1545083 8.9352714 8.7 132275 8.6399778 8.2932646 8.2568808 8.3368642 8.4459628 8.4065233 5.4017043 9.0768090) 5.37 12241

9.0270 1831 5.4398893

5.55 11591 5.5261501 5.5508427 5.58 10027 5.5536972 5.5397597 5.5536972 5.5964307 5.6032334 5.6083334 5.6108421 5.6361633 5.65751 87 5.6813207 5.6659121 5.6741679 5.6893889 5.7043817 5.7103 164 1999:06 1999:07 1999:08 1999:09 1999:lO 1999:ll 1999:12 2000:O 1 2000:02 2000:03 2000:04 2000:05 2000:06 2000:07 2000:08 2000:09 2000: 10 2000: 1 1

2000: 12 4.4747198 LIHK 4.6582369 4.6673935 4.6782348. 4.69208 16 4.6399348 4.7169799 4.78624 10 4.9054970 4.9568828 5.0028047 5.0538863 5.0991955 5.1813340 5.2424346 5.2792874 5.2765829 5.2774001 5.2914941 5.3207636 '5.3332983 5.33083301

7.37469 17 8.3437980 7.217590'2'

I

8.1602823 8.9834398 9.2615087 9.6091 165 9.4727046 9.3 124456 9.2779990 8.9293028 8.8956296 8.9903169 9.0994088 9.0745206 9.0693527 9.0191799

' 3.8137359

8.8356469 8.93 12876 9.0343 189 8.8392767 8.9126080 8.8678501 8.9126080 8.9233247 8.9345869 8.9802981 9.06 18404 9.0750932 9.1053 13 1 9.0228052 9.08023 17 9.1479329 9.1622000 9.1689974 5.321 1057 5.3 174825 5.4137925 5.4827029 5.5530553 5.6432432 5.6 1677 1 1 5.61 1 1897 5.5638164 5.5368521 5.5239069 5.5786193 5.58 17889 5.5891 196

5.5818414 7.2291 !39 8.3618771 5.3238876

7.4537357 7.5778897 7.5645496 7.5552773 7.4561657 7.3564714 7.3345252 7.5683276 7.6304613 7.67285 10 7.557525 1 7.6782801 7.6236419 7.4393830 7.421 7160 7.155 1621 6.8611876 6.7788987

8.19393611 5.3068310 8.2996787

(160)

Lampiran

3.

Lanjutan

Sumber: BPS (1990,2002)

Keterangan

:

LKURS

:

Nilai

tukar

rupiah dalam bentuk log

LHGIMP

:

Indeks harga impor dalam bentuk log

LIP1

:

lndek

produksi domestik dalarn bentuk log

LNX

:

Net ekspor dalam bentuk log

LRER

:

Niiai t?lkar riil dalarn bentuk log

LIHK

:

Inaeks

harga konsumen dalam bentuk log

LNX 6.8757485 6.8223063 7.1466147 7.1190691 7.1610012 7.2585530 7.4730123 7.7153020 7.41 17375 7.5723487 7.2060805 7.3149522 7.3565353 6.9488012 7.2498815 LIP1

4.481 5325 4.4969166 4.5501 859 4.5381753 4.597944 1 4.6007605 4.6005596 4.608664 1 4.5783 127 4.6194675 4.5823 109 4.2575966 4.4393517 4.3559393 4.4573660 Tahun

200 1 :O 1 200 1 :02 200 1 :03 200 1 :04 200 1 :05 200 1 :06 200 1 :07 200 1 :08 200 1 :09 2001:lO 2001:ll 2001:12 2002:O 1 2002:02 200203

LRER

8.481623 1 8.5136155 8.5577079 8.6689243 8.6060122 '8.624481 1

8.4155364 8.34391 77 8.4263070 8.4886499 8.4676409 8.4447442 8.4463705 8.4194255 8.3662826 LKURS 9.1537700 9.1937027 9.24956 1 1 9.3652051 9.3 109094 9.34487 13 9.1616752 9.0898662 9.1773005 9.2529208 9.2524415 9.2495611 9.2418390 9.2290640 9.1752312 LIHK

(161)

Lampiran

4.

Data dalzm

Bentuk

First

Difference

Tahun

1997:07 1997:08 - 1997:09 1997:lO 1997:ll 1997:12 1998:Ol 1998:02 1998:03 1998:04 1998:05 1998:06 1998:07 1998:08 1998:09 1998:lO 1998:ll 1998:12 1999:Ol 1999:02 1999:03 1999:04 1999:05 1999:06 1999:07 1999:08 1999:09 1999:lO 1999:ll 1999:12 2000:Ol 2000:02 2000:03 2000:04 2000:05 2000:06 2000:07 2000:08 2000:09 2000: 10 2000: 11 2000:12 DLKURS 0.0590387 0.1550847 0.0761064 0.1 138738 -0.0060126 0.2426881 0.8025318 -0.1703454 -0.0497907 -0.0435785 0.2780689 0.3476078 -0.13641 19 -0,1602590 -0.0344466 -0.3486962 -0.0336732 0.0946873 0.1090919 -0.0248882 -0.00516801 DLHCIMP 0.0039578 0.0119762 0.0537296 0.0617256 0.0070176 0.0773495 0.4203297 O.ll36412 0.0686651 -0.0260967 0.0689104 0.0703524 0.0901879 -0.0264721 -0.0055814 -0.0473733 -0.0269644 -0.0129452 0.0547124 0.3031696 0.0073307 -0.0501728/ -0.0072783

DLNX 0.3386470 0.5570704 -0.1339665 -0.3986762 0.4885219 0.2341797 0.2658783 -0.0265322 0.3657939 -0.2243548 0.0842520 0.2378065 -0.0834005 -0.1182104 -0.0909623 -0.3765772 0.0860582 0.0439871 -0.2501331 0.2664509 0.3201149 DLRER 0.0503752 0.1458865 0.0645761 0.0993417 -0.0163781 Or2244039 0.7619676 -0.2909798 -0.1044766 -0.0914987 0.2269142 0.3028881 -0.2192368 -0.2220439 -0.0732498 -0.3467132 -0.0363838 0.0799834 0.1090987 -0.0394395 ;0.0048190 DLIPI 0.0144439 -0.0024816 -0.0048034 -0.0180850 -0.1157649 0.0286380 -0.2088822 -0.1346481 0.2360212 -0.0622322 -0.0396293 0.0671837 0.03721 15 -0.0050739 -0.0063232 0.0237530 -0.0901 183 0.0476059 -3.3192052 0.2071321 0.1270416 0.0882313

I.

-

DLIHK 0.0079978 0.0091566 0.0108412 0.0138468 0.0078532 0.0170451 0.0692611 0,1192560 0.0513859 0.0459219 0.0510816 0.0453091 0.0821385 0.0611006 0.0368528 -0.0027046 0.0008172 0.0140940 0.0292694 .0.0125348 -0.0024654 -0.0398272 -0.0197423 -0.0!891351 -0.018?03 1 1 0.1455778;

-0.0069453 -0.0180791 -0.1835157 0.0336538 0.1057426 0.1 115654 -0.1969749 0.0670575 -0.0594366 0.0614608 0.0126594 0.0188629 0.0368856 0.0724075 0.0128901 0.0178845 -0.0895245 0.0600139 0.0547193 -0.0001232 -0.0130243

0.0129049 -0.0027819

-0.0036232 -0.0106515 -0.0096143 -0.0069316 0.0005543 0.0049748 0.0146787 0.0131022 0.0007310 -0.0045409 0.0055634 0.0083841 0.0049585 0.0127402 0.0051076 -0.0005662 0.01 15440 0.0130715 0.0192472 -0.1865005i 0.02191 10 0.0956407 O.lO30313 -0.1950422 0.0733313 -0.0447579 0.0447579 0.0107168 0.0112621 0.0457112 0.0815423 0.0132529 0.0302199 -0.0825079 0.0574264 0.0677012 0.0142671 0.0067974 -0.012079?~ -0.0253090 0.0246926 0.0301599 -0.0273055 -0.0139375 0.0139375 0.0427335 0.0068027 0.0051000 0.0025087 0.0253212 0.0213554 0.0238020 -0.0154086 0.0082559 0.0152210 0.0149928 0.0059347

(162)

Larnpiran 4. Lanjutan

Sumber: BPS (1990,2002)

~eterangan

:

DLKURS

:

Nilai tukar rupiah

dalarn

bentukfirst differenc.e

DLHGIMP

:

Indeks harga impor Calam bentukjrst drference

DLIPI

:

Indek produksi domestik dalam bentukjrst difference

DLNX

:

Net ekspor dalam bentukfirst difference

DLRER

:

Nilai tukar riil dalam bentukjrst difference

DLIHK

:

Indeks harga konsurnen dalam bentukfirst difference

DLNX 0.0968498 -0.0534422 0.3243084 -0.0275456 0.0419320 0.09755 18 0.2144593 0.2422897 -0.3035645 0.1606 1 1 1 -0.3662681

0.1088717 0.041583 1 -0.4077340 0.3010803 DLIHK 0.0032922 0.0086969 0.0088874 0.0045464 0.01 121 10 0.0165414 0.021023 1 -0.0020993 0.0063684 0.0067430 0.0169468 0.0160625 0.01975 15 0.0148816 -0.0002326 -0.0023683 DLIPI 0.0173501 0.0153841 0.0532693 -0.0120106 0.0597688 0.0028 163 -0.0002009 0.008 1045 -0.0303513 0.041 1548 -0.0371566 -0.3247143 0.1817551 -0.0834124 0.1014267 DLHCIMP 0.0319417 0.0058824 0.0119518 0.0269619 0.01

5

1702 0.0067460 -0.0095269 -0.0558805 0.0101756 0.0 140649 0.013865i8 -0.0222850 0.0346055 -0.01 12677 -0.0371059 -0.0 188426

Tahun

2001 :01 200 1 :02 200 1 :03 200 1 :04 2001 :05 200 1 :06 2001 107 200 1 :08 200 1 :!I9 2001:lO 2001 : 1 1 200 1: 12 2002:Ol 2002102 2002:03 2002:04 DLRER 0.0146210 0.03 19925 0.0440924 0.1 112164 -0.0629120 -0.01 84688 -0.2089447 -0.0716 186

0.0823892 0.0623430 -0.0210090 -0.0228966 0.0016263 -0.0269450 -0.0531429 DLKURS -0.0152274 0.0399327 0.0558584 0.1 156440 -0.0542957

0.03396 18 -0.1 E3 196 1 -0.07 1 S890

(163)

Lampiran 5. Uji Stasioneritas Data

Level

dalam

E3ent.uk

Log

ADF LKURS

ADF Test Statistic -2.742443 1 % Critical Value* -4.1219 5% Critical Value -3.4875 10% Critical Value -3.1718) *MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF LHGIMP

~ A D F Test Statistic -2.257591 1% Critical Value* -4.12191

1

5% Critical Value -3.4875

1

10% Critical Value -3.17181 *MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF LRER

ADF Test Statistic -3.224489 1% Critical Value* -4.1219 5% Critical Value -3.4875 10% Critical Value -3.1718 *MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF

LNX

(ADF Test Statistic -3.224489 1% Critical Value* -4.12191

1. 5% Critical Value -3;4875

1

10% Critical Value -3.17181 *MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF LJUB

~ A D F Test Statistic -1.860930 1% Critical Value* -4.1219)

I

5% Critical Value -3.48751

10% Critical Value -3.1718) *MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF LSBI

ADF Test Statistic -2.547454 1% Critical Value* -4.1219 5% Critical Value -3.4875 10% Critical Value -3.17181 *MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF LIP1

IADF

Test Statistic -2.355866 1% Critical Value* -4.12191

5% Critical Value -3.4875 10'Xo Critical Value -3.1718 * M a c K i ~ o n critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF LIHK

(164)

Lampiran 6. Uji Stasioneritas Data dalam Bentuk

First Diference

ADF DLKURS

ADF Test Statistic -8.477775 1% Critical Value* -4.1249 5% Critical Value -3.4889 10% Critical Value -3.1727

*MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF DLHGIMP

ADF Test Statistic -5.565832 1% Critical Value* -4.1249 5% Critical Value -314889 10% Critical Value -3.1727

(

*MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF DLRER

~ADF Test Statistic -8.499398 1% Critical Value* -4.12491

1

5% Critical Value -3.48891

10% Critical Value -3.17271

*MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF DLNX

~ADF Test Statistic -10.58839 1% Critical Value* -4.12491

I

5% Critical Value -3.4889

1

10% Critical Value -3.17271

*MacKinnon critical values for rejeczion of hypothesis of a unit root.

ADF Dljub

[ADF Test Statistic -1 1.030?3 1 % Critical Value* -4.1 2491

I

5% Critical Value -3.48891

10% Critical Value -3.17271

*MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF DLSBI

~ A D F Test Statistic -5.542447 1% Critical Value* -4.12491

I

5% Critical Value -3.48891

10% Critical Value -3.17271

*MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF DLIPI

ADF Test Statistic

-

1 1.20042 1% Critical Value* -4.1249 5% Critical Value -3.4889

10% Critical Value -3.17271

*MacKinnon critical values for rejection of hypothesis of a unit root.

ADF DLIHK

~ A D F Test Statistic -6.892299 1% Critical Value* -4.12491

1

5% Critical Value -3.48891

10% Critical Value -3.17271

Referensi

Dokumen terkait

Judul Tesis : ANALISIS PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH, INFLASI, SBI, DAN INDEKS DOW JONES TERHADAP PERGERAKAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DI BURSA EFEK INDONESIA

merespons adanya shock instrumen kebijakan moneter, yaitu Jumlah Uang Beredar, non performance loan (NPL), deposito perbankan, kredit perbankan, ekspektasi Inflasi, PDB,

Penelitian ini akan menguji pengaruh variabel-variabel independen yang meliputi inflasi, Bank Indonesia rate , dan nilai tukar rupiah terhadap variabel dependen

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia dengan variabel jumlah uang beredar, suku bunga dan nilai

Kondisi ekspor Indonesia ke Tiongkok yang dapat dipengaruhi kondisi inflasi Indonesia, nilai tukar rupiah Indonesia ke Tiongkok dan juga inflasi Indonesia yang dapat dipengaruhi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana variabel makroekonomi berupa inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dollar, dan suku bunga Bank Indonesia dapat

Berdasarkan asumsi tersebut, setiap kenaikan harga yang disebabkan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang dapat memicu terjadinya inflasi oleh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pendekatan moneter yaitu Jumlah Uang Beredar, Suku Bunga, Inflasi, Gross Domestic Product dan Krisis