Informasi Dokumen
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Arsitektur
- Topik: Apartemen Khusus Karyawan Operasional Bandara Kualanamu
- Tipe: skripsi
- Tahun: 2016
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Laporan ini membahas perancangan Apartemen Khusus Karyawan Operasional Bandara Kualanamu yang bertujuan untuk menyediakan hunian yang layak bagi karyawan bandara. Dengan meningkatnya jumlah karyawan di Bandara Kualanamu, kebutuhan akan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kerja menjadi sangat penting. Apartemen ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan aksesibilitas bagi karyawan yang bekerja di bandara.
II. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka mencakup definisi apartemen, klasifikasi, dan fungsi dari apartemen. Apartemen adalah bangunan hunian yang terdiri dari beberapa unit yang saling berbagi fasilitas. Klasifikasi apartemen dapat dibedakan berdasarkan ketinggian dan tipe unit, seperti studio, satu kamar, dan penthouse. Fungsi apartemen tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang sosial dan rekreasi bagi penghuninya.
III. Metode Perancangan
Metode perancangan yang digunakan dalam proyek ini adalah metode Glass Box. Metode ini bersifat rasional dan sistematis, yang mencakup tahapan eksplorasi, penelitian, pemecahan masalah, dan evaluasi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap aspek desain diperhatikan secara menyeluruh untuk mencapai tujuan perancangan yang optimal.
3.1. Metode Perancangan
Metode perancangan terdiri dari beberapa tahapan, yaitu eksplorasi situasi desain, penelitian ide desain, eksplorasi pemecahan masalah, dan evaluasi. Masing-masing tahap ini berkontribusi pada pengembangan desain apartemen dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna dan kondisi lingkungan.
3.2. Tahapan Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan, mengorganisasi, dan menyintesis data untuk menemukan pola yang relevan. Tahapan ini melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder, serta pemrosesan data untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam perancangan apartemen.
3.3. Sumber Data
Sumber data dibagi menjadi data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sementara data sekunder berasal dari studi literatur dan dokumen terkait. Penggunaan berbagai sumber data ini penting untuk mendukung analisis yang komprehensif.
IV. Analisis Tapak dan Lingkungan
Analisis lokasi tapak dilakukan untuk menentukan kelebihan dan kekurangan dari lokasi yang dipilih. Lokasi apartemen terletak di dekat fasilitas umum dan memiliki akses yang baik ke bandara. Analisis ini juga mencakup faktor lingkungan seperti kebisingan, vegetasi, dan sirkulasi udara.
4.1. Analisa Lokasi
Lokasi apartemen strategis karena dekat dengan pemukiman dan mudah diakses dari bandara. Kelebihan lokasi ini termasuk arus lalu lintas yang rendah dan aksesibilitas yang baik. Hal ini sangat mendukung kenyamanan karyawan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
4.2. Analisa Lingkungan
Lingkungan sekitar tapak menunjukkan potensi yang baik untuk pengembangan apartemen. Terdapat fasilitas pendukung seperti pasar tradisional dan rumah ibadah. Analisis ini juga mempertimbangkan faktor kebisingan dan sirkulasi udara yang dapat mempengaruhi kenyamanan penghuni.
V. Analisis Fungsional
Analisis fungsional berfokus pada kapasitas dan kebutuhan unit apartemen. Apartemen dirancang untuk menampung karyawan operasional bandara dengan mempertimbangkan jumlah dan tipe unit yang sesuai. Penataan ruang dan hubungan antar ruang juga diperhatikan untuk menciptakan kenyamanan bagi penghuni.
5.1. Analisa Kapasitas Penghuni
Kapasitas apartemen dirancang untuk menampung 168 orang karyawan operasional bandara. Meskipun jumlah ini lebih sedikit dibandingkan total karyawan, desain ini mempertimbangkan keterbatasan lahan dan peraturan yang ada. Penataan ruang diharapkan dapat mendukung kenyamanan penghuni.
5.2. Analisa Jumlah Unit Apartemen
Apartemen terdiri dari unit tipe studio dan tipe family. Berdasarkan analisis kebutuhan, jumlah unit disesuaikan dengan komposisi karyawan yang sudah berkeluarga dan belum berkeluarga. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hunian yang berbeda bagi setiap penghuni.
VI. Analisis Teknologi
Analisis teknologi mencakup struktur dan sistem utilitas bangunan. Penerapan teknologi modern dalam konstruksi dan sistem utilitas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan penghuni. Penggunaan material yang ramah lingkungan juga menjadi perhatian dalam perancangan.
6.1. Analisa Struktur dan Konstruksi
Struktur bangunan dirancang dengan mempertimbangkan kekuatan dan kestabilan. Metode konstruksi yang digunakan meliputi pondasi yang sesuai dengan kondisi tanah dan penggunaan material yang berkualitas. Hal ini penting untuk memastikan keamanan dan ketahanan bangunan.
6.2. Analisa Utilitas
Sistem utilitas mencakup penyediaan air bersih, sanitasi, dan penghawaan. Desain sistem utilitas ini harus efisien dan ramah lingkungan, dengan mempertimbangkan kebutuhan penghuni serta dampak terhadap lingkungan sekitar.