• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asam Urat dan Hiperuresemia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Asam Urat dan Hiperuresemia"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Asam Urat dan Hiperuresemia

Maimun Syukri

Depatemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Unsyiah/BPK RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh

baik dari diet maupun dari asam nukleat endogen (asam deoksiribonukleat DNA). Sebagian besar asam urat dieksresi melalui ginjal dan hanya sebagian kecil dieksresi melalui saluran cerna. Asam urat akan mengalami supernaturasi atau kristalisasi dalam urine yang akan membentuk batu saluran kencing sehingga menghambat sistim dari fungsi ginjal. Hiperuresemia terjadi karena produksi berlebihan atau eksresi yang menurun. Serangan arthritis akut terjadi bila kristal asam urat dibebaskan di cairan sinovia yang diprovokasi oleh perubahan asam urat dalam serum.

Kata kunci: asam urat, hiperuresemia, arthritis akut, sinovia

Abstract: Uric acid is nitrogen compounds, produced catabolisme purine. Purine compounds produced diet and endogen nucleat (DNA). Most of uric acid excreted by kidney and a little by gut. Uric acid will supersaturation and cristalization process in urine and will formatted stone of urinary tract. Hyperurecemia due to over production or decreased excretion of uric acid. Acute arthritis due to the mobilization of uric acid in synovial liquid and that is provocated by fluctuated of uric acid serum.

Keywords: uric acid, hyperurecemia, acute arthritis, synovial

PENDAHULUAN

Telah menjadi perdebatan dalam beberapa tahun terakhir ini akan peran asam urat dalam penyakit ginjal dan kardio-vaskuler. Beberapa penelitian besar telah melaporkan pengaruh asam urat tinggi risiko penyakit kardio-vaskuler dan infark miokard. Hiperuresemia yang disebabkan oleh penyakit ginjal, sering dianggap sebagai pertanda dari gangguan fungsi ginjal daripada sebagian faktor risiko progresivitas penyakit ginjal.1-3

Pada tikus percobaan dilaporkan bahwa, hiperuresemia dapat menyebabkan penyakit vaskuler yaitu dengan cara terjadinya penebalan arteri preglomerulus akibat proliferasi dari sel otot polosnya. Dari penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa allopurinol dapat menurunkan kadar asam urat dan memperbaiki fungsi ginjal dan perubahan histologik yang

sangat bermakna. 4

ARTI PEMERIKSAAN DAN HUBUNGAN FISIOLOGIS

Asam urat adalah senyawa nitrogen yang dihasilkan dari proses katabolisme purin baik dari diet maupun dari asam nukleat endogen (asam deoksiribonukleat DNA ). Asam urat sebagian besar dieksresi melalui ginjal dan hanya sebagian kecil melalui saluran cerna. Ketika kadar asam urat meningkat, disebut hiperuresemia, penderita akan mengalami pirai

(gout). Penyebab hiperuresemia karena produksi

yang berlebihan atau ekresi yang menurun (seperti pada gagal ginjal). Produksi yang berlebihan didapatkan pada penderita dengan keganasan,

terjadi turnover purin dan DNA sangat tinggi.

Penyebab lain hiperuresemia adalah alkohol, leukemia, karsinoma metastatik, multiple myeloma, hiperlipoproteinemia, diabetes mellitus, gagal ginjal, stress, keracunan timbal,

dan dehidrasi akibat pemakaian diuretik.5

(2)

Peningkatan kadar asam urat dalam urine disebut urikosuria. Asam urat akan mengalami supersaturasi dan kristalisasi dalam urine yang akan menjadi batu saluran kencing (BSK) sehingga menghambat sistem dari fungsi ginjal. Eksresi asam urat dalam urine tergantung pada kadar asam urat dalam darah, filtrasi glomerulus dan sekresi tubulus asam urat ke dalam urine. Asam urat kurang mengalami saturasi pada suasana urine yang asam. Ketika pH urine naik maka asam urat tidak mengalami kristalisasi dan tidak akan

membentuk batu. 1,2,4-6

Jenis pemeriksaan: darah dan urine Nilai normal

Darah

¾ Dewasa: laki-laki: 4,0 – 8,5 mg/dl atau

0,24 - 0,52 mmol/L

wanita: 2,7 – 7,3 mg/dl atau 0,16 – 0,43 mmol/L

¾ Manula: sedikit lebih tinggi

¾ Anak-anak: 2,5 – 5,5 mg/dl atau 0,12 –

0,32 mmol/L

¾ Bayi: 2,62 mg/L

Urine

250–750 mg/24 jam atau 1,48–4,43 mmol/hari (SI units)

Nilai kritis dalam darah: >12 mg/dl.5

Faktor-faktor yang mempengaruhi:7

¾ Stress, menyebabkan kadar asam urat

dalam serum meningkat.

¾ Kontras radiologi menyebabkan kadar

asam urat dalam serum menurun dan kadar dalam urine meningkat.

¾ Obat-obatan yang dapat meningkatkan

kadar asam urat dalam serum: alkhol, asam askorbit, aspirin dosis rendah, kafein, cisplatin, diazoxide, diuretik, epinefrin, ethambutol, levodopa, metal-dopa, asam nikotinat, fenotiazin, dan theofilin.

¾ Obat-obatan yang menurunkan kadar

asam urat dalam serum: alopurinol, aspirin dosis tinggi, azathioprin, clofibrat, kortikosteroid, estrogen, infuse glucose, guafenisin, manitol, probenecid, dan warfarin.

¾ Obat-obatan yang dapat meningkatkan

kadar asam urat dalam urine: asam askorbit, calcitonin, citrate, dicumarol, estrogen, steroid, iodine, gliceril guaiacolat, fenolsulfonftalin, probenecid,

salisilat, dan tetrasiklin kadaluarsa.5,7

Nilai abnormal

1. Kadar dalam serum meningkat

(hiperuresemia)

¾ Pirai (gout)

¾ Intake purin yang berlebihan

¾ Gangguan metabolisme purin pada

bayi (genetik)

¾ Karsinoma metastase

¾ Multiple myeloma

¾ Leukemia

¾ Khemoterapi karsinoma

¾ Rhabdomiolisis (olahraga/latihan yang

berat), luka baka, trauma, penurunan kesadaran pada epilepsy, infark miokard)

¾ Penyakit ginjal kronik

¾ Asidosis (ketotik atau laktak)

¾ Hipotiroid

¾ Kehamilan dengan keracunan

(eklampsia)

¾ Hiperlipoproteinemia

¾ Alkohol

¾ Idiophatik

2. Kadar dalam darah menurun

¾ Penyakit Wilson

¾ Sindroma Fnconi

¾ Keracunan Pb (timah)

¾ Ikterus karena atrofi hati

3. Kadar dalam urine meningkat (urikosuria)

¾ Pirai (gout)

¾ Karsinoma metastase

¾ Multiple myeloma

¾ Leukemia

¾ Khemoterapai karsinoma

¾ Diet purin yang tinggi

¾ Intoksikasi timah

4. Kadar dalam urine menurun

¾ Penyakit ginjal

¾ Eklampsia

¾ Alcoholism kronik

(3)

Rasionalisasi Pemeriksaan Asam Urat

Jenis Penyakit Kategori 1

Diabetes mellitus +

Pirai + +

Kategori 1: untuk diagnosis awal, dikerjakan rutin pada setiap penderita

Kategori 2: untuk konfirmasi, hanya atas indikasi

Kategori 3: untuk tes definitif, perlu

permintaan khusus.8

HIPERURESEMIA

Kadar asam urat serum yang tinggi disebut hiperuresemia. Manifestasi pada sendi disebut artritis pirai.

Pirai merupakan suatu penyakit metabolik yang pada keadaan lengkap, disertai gejala-gejala sebagai berikut:

1. Kadar asam urat serum yang meningkat

2. Serangan-serangan yang berkali-kali dari

arthritis akut yang khas, disertai dengan adanya kristal urat (monosodium) di dalam lekosit dari cairan sinovia.

3. Tophi (endapan asam urat), terutama di

dalam dan disekitar sendi dari ekstremitas.

4. Kelainan ginjal mengenai jaringan

interstitial dan di sekitar sendi dari ekstremitas.

5. Nefrolithiasis terdiri dari asam urat

Gejala-gejala tersebut dapat dijumpai tersendiri atau bersama.

Angka kejadian pada wanita hanya setelah menopause, jarang sekali sebelumnya (Pria: wanita: 20 : 1).

Serangan akut pirai terjadi bila kristal asam urat dibebaskan di cairan sinovia. Perubahan asam urat dalam serum (naik atau turun) dapat menjadi pencetus serangan akut. Maka dari itu serangan akut sering terjadi setelah pesta (minum alkohol, makanan yang berlebihan), operasi, minum obat-obatan yang

menurunkan asam urat serum. 7

Gejala-gejala klinik hiperuresemia dibagi

Stadium I : Tidak ada gejala yang jelas

Keluhan umum, sukar ber-konsentrasi Pada pemeriksaan darah ternyata asam urat tinggi.

Stadium II : Serangan-serangan arthritis

pirai yang khas, arthritis yang akut dan hebat, 90% lokalisasi di jari empu (podagra), tetapi semua persendian dapat diserang, kadang-kadang lebih dari satu sendi yang diserang (migratory polyarthritis). Sendi tersebut menjadi bengkak dalam beberapa jam, menjadi panas, merah, sangat nyeri. Kemudian pembengkakan ini biasanya menjalar ke sekitar sendi dan lebih menyolok daripada artritis yang lain. Kadang-kadang terjadi efusi di

sendi-sendi besar.

Tanpa terapi keluhan dapat berkurang sendiri setelah 4 sampai 10 hari.

Pembengkakan dan nyeri berkurang, dan kulit mengupas sampai normal kembali.

Stadium III : Pada stadium ini di antara

serangan-serangan artritis akut, hanya terdapat waktu yang pendek, yang disebut fase interkritis.

Stadium IV : Pada stadium ini penderita

terus menderita artritis yang kronis dan tophi sekitar sendi, juga pada tulang rawan dari telinga. Akhirnya sendi-sendi dapat rusak, mengalami destruksi yang dapat menyebabkan cacat sendi.

Radiologis : - Pembengkakan jaringan lunak dapat terjadi pada semua stadium.

- Pada stadium III – IV, didapatkan gambaran “punched out area”, dan gambaran destruksi meskipun tidak

(4)

DIAGNOSIS

Diagnosis pasti dari artritis pirai ditentukan hanya dengan membuktikan adanya kristal asam urat dalam cairan sinovia/ bursa atau tophus.

Diagnosis pasti tidak dapat dibuat atas dasar kriteria klinik tanpa membuktikan adanya kristal urat.

Bila tak ada cairan, sinovia/bursa atau tophus sebagai bahan untuk diperiksa, maka diagnosis yang dibuat, adalah sementara dan dasar-dasar kriteria klinik ialah:

1. Serangan-serangan yang khas dari arthritis

yang hebat dan periodik dengan kesembuhan yang nyata diantara serangan.

2. Podagra

3. Tophi

4. Hiperurekemia

5. Hasil yang baik dengan pengobatan

colchicin.11

DIAGNOSA BANDING

Serangan akut sering sukar dibedakan dengan serangan akut pada: demam rematik, artritis rematoid, artritis karena sepsis, artritis traumatika.

Arthritis kronis pada penyakit pirai dapat menyerupai arthritis rematoid, maka pada penderita pria usia di atas 50 tahun dengan arthritis rematoid, asam urat serum perlu diperiksa.7

PROGNOSIS

Kelainan pada ginjal menentukan prognosis, biasanya penderita meninggal karena faal ginjal yang jelek. Bila tidak ada

kelainan ginjal, prognosis baik.9,10

TERAPI

Pengobatan bukan semata-mata ditujukan untuk menurunkan asam urat serum, tetapi juga untuk keluhan dan gejala-gejala.

Untuk artritis yang akut dan sangat nyeri:

- Istirahat

- Colchicin

Dosis : - 0,5 mg/jam sampai serangan hilang atau sampai ada gejala-gejala intoksikasi colchicin, yaitu: diare, muntah-muntah dan lain-lain gejala traktus digestivus

- Dosis maksimal: 7 mg

- Dosis pemeliharaan: 0,5-1

mg/hari

- Phenilbutason/Oxyphenbutason:

Antiinflamasi/analgetik.

Urikosurik.

Khasiat cepat.

Komplikasi: pemakaian jangka waktu

pendek tidak banyak.

Dosis: 3-4 x 100 mg/hari, dosis

pemeliharaan: 2 x 100 mg.

- Indometasin

Juga efektif, khasiat cepat.

Dosis: 3-4 x 50 mg/hari untuk 4-5

hari.

- Prednison

Indikasi: bila obat-obatan non steroid

antiinflamasi gagal.

Dosis: permulaan 60 mg/hari,

diturunkan berangsur-angsur sampai dengan dosis pemeliharaan 5-10 mg/ hari.

Pada fase interkritis (bebas serangan artritis) harus dihindari faktor-faktor pencetus provokasi:

a. Diit: rendah purin, rendah lemak, rendah protein, tinggi karbohidrat, pantang alkohol, hindari infeksi, trauma dan operasi.

Banyak minum; diuresis 2 liter/hari memperbesar eksresi asam urat

b. Mengurangi serangan

Bila serangan 2-3 kali/tahun, dapat diberi profilaksin colchicin 1/2 – 1 mg/hari

c. Bila penderita termasuk kelompok

produksi asam urat berlebihan (lebih dari 9 mg%) diberikan – allopurinol 1-3 x 100 mg/hari untuk mengurangi produksi.

Bila pengeluaran asam urat kurang, diberikan obat-obat urikosurik:

- Probenecid: 2-3 x 250 mg/hari

- Phenylbutason: 3 x 100 mg/hari

- Salisilate: 5 gr/hari.7

DAFTAR PUSTAKA

1. Kang DH, Nakagawa T, Feng L et al., A

Role for Uric Acid In The Progression Of Renal Disease, J. Am Soc Nephro, 2002; 13: 2888-2897.

2. Verdecchia P, Schillaci G, Reboldi GP et

(5)

3. Waring WS, Jebb DJ and Maxwell SRJ. Uric Acid as A Risk Factor Cardiovascular Disease. Q J Med. 2000: 93:707-713.

4. Mazzali M, Huges J, Kim YG et al.

Elevated Uric Acid Increases Blood Pressur in the Rat by a Novel Crystal-Independent Mechanism. Hypertension 2001; 38: 1101.

5. Pagana KD. Mosby’s Diagnostic and

Laboratory Test Reference 5th

Ed. Mosby, Inc. St. Louis, 2001; 876-879.

6. Koka RM, Huang E and Lieske JC,

Adhesion of Uric Acid Crystals to the Surface of Renal Epithelial Cells. Am J Physiol Renal Physiol. 2000; 278:F989-F998.

7. Wortmann RL.Gout and Other Disorders

of Purine Metabolism. In: Harrison’s

Principles of Internal Medicine 16th

Ed. Editors: Isselbacher KJ, Braunwald E, Wilson JD, Martin JB, Fauci AS and Kasper DL. McGraw Hill, New York. 2005, pp. 2079-2088.

8. Buku Pedoman Pemeriksaan

Laboratorium Secara Rasional (1993), RSUD Dr. Sutomo, Surabaya.

9. Coe FL, Favus MJ and Asplin JR.

Nephrolithiasis. In: The Kidney. Vol 1,7th

Ed. Editor; Brenner BM. WB Saunders, Philadelphia. 2004; pp 1215 – 1292.

10. Walbel RG. Tubulointerstitial Disease. In:

Clinical Comprehensive Nephrology 2nd Ed. Editors: Johnson RJ and Feehally JF. Mosby, London. 2003. pp. 183 – 246.

11. Wang J.G., Staessen J.A., Fagard RH et al.

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan fraksi ejeksi pada pasien gagal jantung kronik di RSUD Dr.. Kata Kunci : asam urat,

merk BC terhadap kadar asam urat darah mencit dengan dosis sampai tiga kali sehari selama 14 hari. kata kunci : minuman berkarbonasi, kadar

Diduga hubungan antara asam urat serum dan resistensi insulin mungkin terjadi pada konsentrasi asam urat serum antara 4,7 mg/dL - 6,6 mg/dL sehingga hubungan tersebut sudah

- Klien mengatakan sudah tahu makanan apa saja yang tidak boleh untuk penderita asam urat. - Klien mengatakan bila ada

dalam cairan sendi atau tofus dan/atau bila ditemukan 6 dari 12 kriteria yaitu, Inflamasi maksimum pada hari pertama, serangan akut lebih dari satu kali, artritis monoartikuler,

Gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang serta adanya arthritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan Kristal

Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa penggunaan OAT RHZE pada pasien tuberkulosis paru selama 4 minggu dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat.. Kata kunci: kadar asam urat;

Laporan praktikum pemeriksaan kadar asam urat yang dilakukan untuk menentukan kadar asam urat dalam serum darah, memahami metode pengukuran, dan menginterpretasikan hasil